• Tidak ada hasil yang ditemukan

ke Bandara Adi Sumarmo Jl. LU. Adi Sucipto

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ke Bandara Adi Sumarmo Jl. LU. Adi Sucipto"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

ke Kerten

ke Terminal Tirtonadi

Jl. LU. Adi Sucipto ke Perumahan Fajar Indah

ke Manahan ke Bandara Adi Sumarmo

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Profil Bengkel Tempat Penelitian

Bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar terletak di Jl. LU. Adi Sucipto yang merupakan jalan raya menuju ke Bandara Adi Sumarmo dari kota Solo dan dilewati bis dan truk menuju terminal Tirtonadi dari arah barat Solo, sehingga banyak kendaraan yang berlalu lalang melewatinya. Meskipun bukan jalan utama Solo (Jl. Slamet Riyadi) tetapi jalan ini cukup ramai, karena merupakan jalan alternatif para pengendara pribadi terutama kendaraan motor. Maka penempatan bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar tersebut lumayan strategis, karena banyak dilewati kendaraan bermotor terutama sepeda motor. U

Gambar 4. Denah Suzuki Indisolo Motor Gemilang Jajar Keterangan :

1. Hotel Hailai

2. Suzuki Indisolo Motor Gemilang Jajar 3. SMK Negeri 5 Surakarta 4. Pom Bensin 5. Kios Buah 1 3 4 5 2

(2)

commit to user

Bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar merupakan bengkel resmi kendaraan merk Suzuki. Selain memberikan jasa service, bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar juga melayani penjualan kendaraan merk Suzuki dan spare

partnya. Bengkel resmi Suzuki merupakan bengkel yang berdiri untuk melayani

jasa service yang telah memiliki standarisasi dari Suzuki dan jaminan keaslian

spare partnya. Selain spare part yang asli, mekanik service bisa dikategorikan

mekanik yang handal karena telah teruji oleh manajemen Suzuki melalui diklat pelatihan khusus Suzuki sebelum terjun ke lapangan.

Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar merupakan cabang dari PT. INDOMOBIL SUZUKI INTERNATIONAL, sedangkan pemiliknya adalah Bp. Sutanto Arifin yang bekerja sama dengan PT. ISI. Wilayah pemasaran meliputi Ex Karesidenan Surakarta Jawa Tengah yang terdiri dari satu wilayah Kotamadya dan enam wilayah Kabupaten yaitu Solo, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Klaten dan Boyolali. Sebelumnya dealer ini dipegang oleh U.D. INDOMOTOR yang beralamat di Jl. Kol. Sutarto 105 Surakarta. Kemudian diambil alih PT. Indosolo Motor Gemilang mulai tanggal 16 Juli 1994 yang beralamat di Jl. Slamet Riyadi 131 Surakarta dengan menempati bangunan kontrakan 4 lantai x 18 m x 20 m yang diresmikan tanggal 16 November 1994. Kemudian pindah ke bangunan baru milik sendiri berukuran total tanah 30 m x 240 m yang diresmikan tanggal 20 November 2000 sampai sekarang di Jl. Adi Sucipto 84 Surakarta.

1. Profil Areal Gedung Dan Fasilitas Perusahaan

a. Gedung Perusahaan

Tabel 1. Luas dan Status Area Lingkungan Perusahaan Tahun 2009

Status Kepemilikan Lahan NO. Jenis Lahan Luas

(M2)

Perusahaan Sebelumnya

1 Luas Lahan

Seluruhnyan 40 x 25 V -

2 Luas Bangunan 30 x 18 V -

3 Luas Lahan Tanpa

(3)

commit to user Tabel 2. Kondisi Gedung Perusahaan Tahun 2009

Kondisi Saat Ini *) NO. Jenis Ruangan

Baik Rusak Ringan Rusak Berat Luas Ruang A Showroom

1 Ruang Kepala Cabang V - - 12 m²

2 Ruang Sales V - - 12 m² 3 STNK/BPKB Counter V - - - 4 Sales Counter V - - - 5 Kasir Counter V - - - 6 Ruang Tamu V - - - 7 Ruang Negosiasi V - - - 8 Lobi Showroom V - - 216 m² 9 Toilet V - - 6 m² B Ruang Service 1 Service Counter V - - -

2 Spare part Counter V - - -

2 Gudang Spare part V - - 56 m²

3 Gudang Promosi V - - 12 m²

4 Ruang Tunggu V - - 24 m²

5 Service Area V - - 96 m²

6 Ruang Ganti V - - -

7 Toilet V - - 6 m²

C Kantor Perusahaan (lantai 2)

1 Ruang Pimpinan V - - 12 m²

2 Ruang Personalia V - - 12 m²

3 Ruang Staf Administrasi V - - 40 m²

4 Ruang Ibadah V - - - 5 Toilet V - - 6 m² 6 Gudang V - - - D Halaman Depan 1 Tempat Parkir V - - 45 m² 2 Pos Satpam V - - 6 m²

(4)

commit to user b. Infrastruktur

Tabel 3. Infrastruktur Perusahaan Tahun 2009

Kondisi Ket No. Jenis Infrastruktur Yang ada

baik Rusak Ringan

Rusak Berat

1 Daya Listrik Tenaga

(KwH) 33.000 V - - -

2 Jaringan Telepon

(saluran) Telkom V - - -

3 Sumber Air Bersih (sumur, pompa, atau PAM)

Sumur V - - -

4 Saluran Pembuangan

Air Hujan V V - - -

5 Pagar Pengaman V V - - -

2. Profil Bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar

a. Struktur Organisasi

Gambar 5. Struktur Organisasi Dieler Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar

General Manajer

Kepala Cabang Finance Manager AFTER SS Manager Counter S’part Mekanik Sales Counter/Adm SV Kepala Bengkel Kasir

(5)

commit to user

Adapun tugas dan wewenang dari setiap jabatan tersebut sebagai berikut: 1. General manajer

Adalah pimpinan perusahaan yang berwenang penuh atas kebijakan-kebijakan dalam perusahaan.

2. Kepala cabang

Adalah orang yang berada dalam susunan organisasi yang bertugas memimpin, mengkoordinasi serta mengawasi seluruh kegiatan perusahaan, yang mana mempunyai wewenang dan kekuasaan tersendiri dalam menjalankan tugasnya.

3. Finance Manager

Adalah orang yang bertugas :

a. Mengawasi, memberikan pengarahan dan pengembangan karyawan secara berkesinambungan untuk memperbaiki kualitas kerja yang baik.

b. Membuat analisa dan evaluasi perkembangan workshop setiap bulan. c. Selalu berusaha meningkantan kemampuan management, technical skill

dan knowledge. 4. AFTER SS Manager

Adalah orang yang bertugas memimpin, mengkoordinasi serta mengawasi seluruh kegiatan penjualan, service dan pengadaan spare part.

5. Kepala Bengkel

Bertugas mengelola bengkel, layanan service, mengelola tempat dan sarana bengkel. Membantu mengatasi kesulitan para mekaniknya dan sebagai

finaly chek.

6. Administrasi Service

Adalah orang yang bertugas :

a. Mencatat keluhan konsumen, data kendaraan serta mengisi data teknis/ data-data yang lain yang diperlukan untuk penganalisaan hasil operasional bengkel.

b. Menyelesaikan pembayaran dari konsumen. c. Melaksanakan kegiatan surat menyurat dan arsip.

(6)

commit to user

d. Membuat laporan harian ke manager service dan laporan bulanan serta laporan tahunan.

e. Bertanggung jawab langsung kepada Manajer / Kepala Cabang. 7. Spare part Counter

Adalah orang yang bertugas :

a. Melaksanakan administrasi pemesanan spare part yang diperlukan untuk penggantian.

b. Melakukan penataan dan pendataan mengenai spare part yang ada.

c. Melakukan penjualan spare part dan melakukan pendataan mengenai

spare part yang dijual.

8. Kasir

Bertugas pada bagian pembayaran biaya service dan spare part kendaraan pelanggan yang sudah selesai dilakukan service.

9. Mekanik

Adalah orang yang bertugas melakukan service terhadap kendaraan-kendaraan yang masuk, dan melaporkan kemungkinan trouble shooting yang belum diketahui atau yang timbul, kepada kepala bengkel serta selalu berusaha meningkatkan kemampuan ketrampilan teknik.

Bengkel resmi Suzuki adalah bengkel resmi yang sudah berpengalaman dengan mekanik yang sudah bersertifikat resmi. Sesuai dengan yang tertera di dinding ruang tunggu service menerangkan bahwa, bengkel resmi yang berpengalaman adalah:

1. Bengkel yang memiliki mekanik handal, bersertifikat resmi dan dibekali dengan training (juara nasional).

2. Fasilitas bengkel berstandar nasional seperti uji emisi gas buang, alat-alat yang lengkap dan bersih, harus melalui finaly chek oleh Chief mechanic (Kepala Bengkel).

3. Menyediakan suku cadang asli Suzuki yang lebih lengkap dari pada bengkel lainnya, dan apabila kehabisan suku cadang akan dipesankan langsung dari pabriknya.

(7)

commit to user 4. Service bergaransi

5. Menyediakan cuci motor

6. Bengkel terbesar dengan 10 mekanik, buka dari jam 06.30 – 19.00, sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lama.

7. Ruang tunggu nyaman, fasilitas lebih jika dibandingkan dengan bengkel lain, karena di ruang tunggu berfasilitas TV, bacaan, menyediakan kopi dan teh panas dan juga soft drink.

Proses kerja (work order) di bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar adalah sebagai berikut :

1. Pelanggan datang membawa sepeda motor lalu diparkir,

2. Pelanggan menyampaikan keluhan yang terjadi pada kendaraan sambil menyerahkan kunci dan STNK pada petugas counter sevice.

3. Petugas counter service mencatat keluhan tersebut pada job sheet atau kertas kerja.

4. Chief mechanic menganalisa keluhan yang terjadi. 5. Hasil analisa akan diinformasikan pada mekanik.

6. Job sheet, kunci motor dan motor diterima mekanik untuk diperbaiki.

7. Jika pemeriksaan dan perbaikan telah dilakukan mekanik maka kendaraan diuji coba oleh Chief mechanic.

8. Apabila keluhan pelanggan sudah teratasi maka perbaikan dan spare part yang diganti dicatat untuk kalkulasi biaya.

9. Pelanggan membayar biaya perbaikan dan spare part pada bagian keuangan/kasir.

10. Petugas counter menyerahkan kunci kontak dan STNK kepada pelanggan. 11. Pelanggan atau pemilik kendaraan bermotor menerima kunci kontak dan

STNK lalu mengambil mengambil sepeda motornya.

Pelanggan menunggu proses service sepeda motornya di ruang tunggu yang sudah difasilitasi TV, buku bacaan/koran dan kopi/teh panas. Antara ruang tunggu dan area service hanya dibatasi oleh kaca tembus pandang, sehingga

(8)

commit to user

pelanggan juga bisa mengamati secara langsung proses pelaksanaan service sepeda motornya. Daftar harga spare part dan biaya jasa service juga terdapat di ruang tunggu, sehingga pelanggan juga bisa mengamati dan memperkirakan ongkos yang harus dikeluarkan untuk biaya service sepeda motor. Selain itu ongkos jasa yang dikeluarkan pelanggan sudah termasuk cuci motor dan soft

drink.

b. Mekanik Bengkel

Tabel 4. Nama Mekanik beserta tingkat pendidikan dan usia

Usia No Nama Mekanik Pendidikan

<35 35-50 <51

1 Mekanik 1 PUSDIKLAT SUZUKI WARGA V - -

2 Mekanik 2 STM WARGA V - -

3 Mekanik 3 STM WARGA V - -

4 Mekanik 4 PUSDIKLAT SUZUKI WARGA V - -

5 Mekanik 5 PUSDIKLAT SUZUKI WARGA V - -

6 Mekanik 6 PUSDIKLAT SUZUKI WARGA V - -

7 Mekanik 7 PUSDIKLAT SUZUKI WARGA V - -

8 Mekanik 8 STM WARGA V - -

9 Mekanik 9 PUSDIKLAT SUZUKI WARGA V - -

10 Mekanik 10 PUSDIKLAT SUZUKI WARGA V - -

11 Mekanik 11 PUSDIKLAT SUZUKI WARGA V - -

12 Mekanik 12 PUSDIKLAT SUZUKI WARGA V - -

13 Mekanik 13 PUSDIKLAT SUZUKI WARGA V - -

Chief mechanic pada bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar

setiap bulannya bergantian, dengan alasan supaya setiap mekanik dapat berkesempatan untuk menjadi pimpinan dalam bengkel. Tujuannya adalah supaya dapat meningkatkan tanggungjawab setiap karyawan dalam berorganisasi.

(9)

commit to user c. Peralatan Bengkel

Di dalam area service terdapat 13 tempat service sehingga setiap mekanik dapat mengerjakan service pada setiap tempat service yang tersedia sekaligus bertanggung jawab atas keberadaan alat-alat yang digunakannya. Setiap tempat

service terdapat satu set mechanic kit dan equipment, dan dalam area service

hanya terdapat satu set special tool karena alat-alat special tool ini tidak sering digunakan untuk proses service hanya pada service yang tergolong besar. Setelah menyelaesaikan service, setiap mekanik bertanggung jawab atas keberadaan dan kebersihan alat-alat yang telah digunakan. Selain itu setiap satu minggu sekali setiap mekanik bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan kondisi alat-alat yang kemudian dilaporkan kepada kepala bengkel. Jika ada alat-alat yang kondisinya sudah rusak ataupun hilang, maka alat-alat tersebut akan segera diperbaiki atupun diganti.

Tabel 5. Tabel daftar mechanic kit dan equipment

Kondisi

No Nama Tools

Baik Rusak Keterangan

1 Combination Plier 200 mm (8”) V - -

2 Radio Plier 150 mm (6”) V - -

3 Clip Plier ST – 1 V - -

4 Screw Driver (-) 100 mm (4”) V - -

5 Screw Driver (-) 150 mm (6”) V - -

6 Screw Driver (+) No. 1 (3”) V - -

7 Screw Driver (+) No. 2 (4”) V - -

8 Screw Driver (+) No. 3 (6”) V - -

9 Steel Hammer 1 LP V - - 10 Plastik Hammer 2 LP V - - 11 Thickness Gauge V - - 12 Lock W = 25 mm V - - 13 T Type Wrench 8 mm V - - 14 T Type Wrench 10 mm V - - 15 T Type Wrench ½ ” x 265 mm V - -

16 Plastic Screw Driver 3 x 100 mm V - -

(10)

commit to user

18 Open Ended Wrench 10 x 12 V - -

19 Open Ended Wrench 12 x 14 V - -

20 Open Ended Wrench 14 x 17 V - -

21 Open Ended Wrench 19 x 21 V - -

22 Open Ended Wrench 22 x 24 V - -

23 Offset Wrench 8 x 9 V - - 24 Offset Wrench 10 x 12 V - - 25 Offset Wrench 14 x 17 V - - 26 Offset Wrench 19 x 21 V - - 27 Offset Wrench 22 x 24 V - - 28 Socket Wrench (½ ”) 10 mm V - - 29 Socket Wrench (½ ”) 12 mm V - - 30 Socket Wrench (½ ”) 14 mm V - - 31 Socket Wrench (½ ”) 17 mm V - - 32 Socket Wrench (½ ”) 19 mm V - - 33 Socket Wrench (½ ”) 22 mm V - - 34 Socket Wrench (½ ”) 23 mm V - - 35 Socket Wrench (½ ”) 24 mm V - - 36 Socket Wrench (½ ”) 32 mm V - - 37 Socket Wrench (½ ”) V - - 38 Ratched Handle (½ ”) V - - 39 Adjustable Wrench 32 mm V - - 40 Universal Join (½ ”) V - - 41 Gasket Scraper W = 36 mm V - - 42 Chisel 19 W x 185 mm V - - 43 Center Punch 125 mm V - -

44 Hexagon Wrench Set V - -

45 Point File (For Contak Point) V - -

46 Plug Wrench 16 x 17 mm V - -

47 Plug Wrench 18 x 21 mm V - -

48 Shock Driver Set (+) No.2 (+) No.3 V - - 49 Valve Clearance Adjusting Drive V - -

50 Air Gun V - -

(11)

commit to user

52 Air Hose Reel V - -

53 Caddie Tools Stand V - -

54 Oli Gun V - -

55 Consule Box V - -

56 Exhaust Box V - -

57 Bike Lift V - -

Tabel 6. Tabel daftar suzuki special tools

Kondisi

No Nama Tools

Baik Rusak Keterangan

1 Snap Ring Pliers (Closeing Type) V - - 2 Snap Ring Pliers (Opening Type) V - -

3 Vernier Caliper 150 mm V - - 4 Torque Wrench 100-900 kg-cm V - - 5 Pocket Tester V - - 6 Engine Tachometer V - - 7 Terminal Kit V - - 8 Rotor Remover V - -

9 Crankshaft Installer Attachment V - -

10 Valve Spring Compressor V - -

11 Adaptor V - -

12 Conrod Holder V - -

13 Crankshaft Installer V - -

14 Crankshaft Installer Spacer V - -

15 Universal Clamp Wrench V - -

16 Crankcase Seperator V - -

17 Clutch Spring Hook V - -

18 Clutch Spring Compressor V - -

19 Clutch Sleeve hub Holder V - -

20 Bearing Remover D = 12 mm V - -

21 Oil Pressure Gauge V - -

22 Oil Pressure Gauge Adaptor V -

23 Tweezers V - -

(12)

commit to user

25 Rotor Remover Set V - -

26 Rotor Holder V - -

27 Timing Light V - -

28 Front Fork Assembling Tool V - -

29 Spoke Nipple Wrench V - -

30 Steering Bearing Installer V - -

31 Compression Gauge V - -

32 Adaptor Compression Gauge V - -

33 Deep Shock 30 mm V - -

Jumlah keseluruhan mekanik di bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar adalah 12 mekanik dengan satu Chief mechanic sebagai kepala bengkel sekaligus sebagai finaly chek. Jadwal kerja mekanik dibagi menjadi tiga shift, yaitu shift pertama dimulai dari jam 06.30 sampai jam 15.00, shift kedua dimulai dari jam 08.00 sampai jam 16.30, dan shift ketiga dimulai dari jam 10.00 sampai jam 19.00. Untuk shift pertama (06.30 – 15.00) dan ketiga (10.00 – 19.00) hanya dijaga oleh dua mekanik dan satu administrasi service yang sudah diatur secara bergantian dengan jadwal. Sedangkan untuk shift kedua (08.00 – 16.30) yang merupakan jam kerja Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar, maka seluruh mekanik harus berada di bengkel. Absensi dilakukan sebelum mekanik masuk jam kerja, sehingga setiap mekanik harus datang lebih awal dari jadwal kerja yang sudah ditentukan. Jam istirahat di bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar adalah jam 12.00 – 13.00, tapi tidak seluruh mekanik menggunakan jam istirahat sesuai dengan jam yang sudah ditentukan. Jam istirahat digunakan untuk sebagian mekanik secara bergantian supaya di dalam bengkel akan selalu ada mekanik yang siap untuk melayani pelanggan service.

Mekanik juga berkewajiban untuk menyebarkan brosur ke daerah-daerah tertentu yang sudah diatur pelaksanaannya dengan jadwal bergilir yaitu dari jam 13.00 – 15.00. Selain menyebarkan brosur, setiap satu bulan sekali dilakukan program kanvas. Program kanvas ini merupakan service keliling yang dilakukan di suatu tempat tertentu selama beberapa hari, program kanvas ini biasanya dilakukan diwilayah-wilayah ramai pengguna sepeda motor seperti yang

(13)

commit to user

dilakukan di kampus I UNS Kentingan pada bulan Juni 2009. Program shift kerja, sebar brosur dan kanvas ini dilakukan karena untuk memenuhi target hasil service. Setiap mekanik minimal harus mendapatkan 101 unit kendaraan service untuk setiap bulannya, dan maksimalnya adalah 151 unit kendaraan. Bila setiap bulannya mendapatkan 151 unit kendaraan service, mekanik mendapatkan bonus 12 % dari hasil keseluruhan service. Sedangkan untuk 101 unit mendapatkan bonus 5 %, untuk 121 unit mendapatkan bonus 7 %, dan untuk 141 unit mendapatkan bonus 10 %. Selain bonus dari hasil service, mekanik juga mendapatkan bonus dari hasil penjualan spare part. Bila setiap bulannya mekanik mampu menjual spare part sampai Rp 4.500.000,00 maka mekanik mendapatkan 3 % dari hasil penjualan spare part tersebut. Mekanik juga mendapatkan uang makan, uang transport dan tunjangan kesehatan untuk setiap bulannya.

B. Deskripsi data

Dialog awal dilakukan oleh peneliti dengan Service Manager Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar. Dialog yang dilakukan pada hari Senin tanggal 25 Mei 2009 membahas tentang prestasi kerja mekanik bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar. Pada pembahasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dari pihak perusahaan selalu mengadakan penilaian prestasi kerja pada setiap mekanik. Penilaian tersebut dilakukan oleh Service Manager selaku penanggung jawab kegiatan service di bengkel tersebut. Penilaian tersebut mencakup beberapa aspek yaitu :

1. Kualitas Kerja 2. Kuantitas Kerja 3. Disiplin Kerja 4. Kerja Sama

5. Pengetahuan dan Keterampilan 6. Kepemimpinan

7. Kemampuan memecahkan persoalan dan pengambilan keputusan 8. Kreatifitas/Inisiatif

(14)

commit to user Tabel 7. Contoh Penilaian Prestasi Kerja

I DATA PERORANGAN Nama NIK Rank Tgl. Masuk Kerja : : : : Bens M 0204 - 23 Juli 1998 Periode Penilaian Sanksi Jabatan Sekarang : : : Januari - Maret - Mekanik

II ASPEK YANG DINILAI

9. Kualitas Kerja 10. Kuantitas Kerja 11. Disiplin Kerja 12. Kerja Sama

13. Pengetahuan dan Keterampilan 14. Kepemimpinan

15. Kemampuan memecahkan persoalan dan pengambilan keputusan

16. Kreatifitas/Inisiatif Tingkat Penilaian A B C D E Score V V V V V V V V 80 80 80 80 90 90 90 80 III CATATAN HRD Periode Penilaian

Sakit Ijin Mangkir H1 Scorsing Surat Peringatan Pulang cepat Datang lambat PIC HRD hari hari hari hari hari hari hari hari

- 2 - - - - 2 4

HRD Cabang

IV

V

VI

USULAN PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN

- Diutamakan pengembangan kepribadian/kepemimpinan

PEMIKIRAN MENGENAI POTENSI

- Potensi menjadi chief mechanic

CATATAN Tgl SPV Tgl Asst Man Tgl Man Tgl DGM Tgl GM Tgl Dir Tgl PA Final

(15)

commit to user

Dalam dialog tersebut juga membahas tentang tingkat prestasi kerja mekanik yang naik turun. Beberapa mekanik prestasi kerjanya meningkat, tetapi ada pula yang tidak ada kemajuan bahkan menurun. Menanggapi permasalahan tersebut maka dalam penelitian ini, peneliti mengajukan solusi untuk membahas faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja mekanik. Dari hasil pembahasan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja tersebut diharapkan dapat menjadi acuan untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan.

Tabel 8. Pencapaian Service per Bulan

NO MEKANIK TARGET SV HASIL SV (UNIT) OMZ.SV/BLN (RIBU) OMZ.SP/BLN (RIBU)

PENCAPAIAN SERVICE BULAN JANUARI

1 Mekanik 1 151 129 2.764 4.772 2 Mekanik 2 151 132 3.322 5.208 3 Mekanik 3 151 128 2.597 4.573 4 Mekanik 4 151 125 2.358 3.972 5 Mekanik 5 151 124 2.324 3.884 6 Mekanik 6 151 131 2.981 4.849 7 Mekanik 7 151 128 2.603 4.763 8 Mekanik 8 151 126 2.487 4.277 9 Mekanik 9 151 125 2.549 4.428 10 Mekanik 10 151 133 3.205 4.971 11 Mekanik 11 151 122 2.219 4.348 12 Mekanik 12 151 126 2.642 4.872 13 Mekanik 13 151 125 2.611 4.592 JUMLAH 1963 1654 34.662 59.509

PENCAPAIAN SERVICE BULAN FEBRUARI

1 Mekanik 1 151 125 2.576 4.655 2 Mekanik 2 151 120 2.437 4.347 3 Mekanik 3 151 130 2.638 5.012 4 Mekanik 4 151 112 2.276 3.578 5 Mekanik 5 151 136 2.754 5.231 6 Mekanik 6 151 124 2.494 4.645 7 Mekanik 7 151 121 2.445 4.241 8 Mekanik 8 151 122 2.486 4.342 9 Mekanik 9 151 124 2.512 4.766 10 Mekanik 10 151 123 2.453 4.465 11 Mekanik 11 151 135 2.743 5.126 12 Mekanik 12 151 110 2.344 3.453 13 Mekanik 13 151 134 2.732 5.086 JUMLAH 1963 1616 32.890 58.497

(16)

commit to user

PENCAPAIAN SERVICE BULAN MARET

1 Mekanik 1 151 132 3.117 4.788 2 Mekanik 2 151 125 2.489 4.465 3 Mekanik 3 151 133 3.224 5.107 4 Mekanik 4 151 126 2.532 4.376 5 Mekanik 5 151 125 2.458 4.433 6 Mekanik 6 151 122 2.344 4.216 7 Mekanik 7 151 131 3.114 4.788 8 Mekanik 8 151 123 2.455 4.543 9 Mekanik 9 151 126 2.476 4.354 10 Mekanik 10 151 124 2.238 4.322 11 Mekanik 11 151 128 2.988 4.865 12 Mekanik 12 151 127 2.874 4.689 13 Mekanik 13 151 130 2.976 5.352 JUMLAH 1963 1653 35.285 60.298

Tabel 9. Analisa Service Suzuki ISMG Jajar

BULAN TARGET SV HASIL SV (UNIT) OMZ.SV /BLN (RIBU) OMZ.SP /BLN (RIBU) % TERCA PAI GROWTH UNIT SV JANUARI 1963 1654 34.662 59.509 83 % - FEBRUARI 1963 1616 32.890 58.497 82 % – 0,02 % MARET 1963 1653 35.285 60.298 84 % 0,02 %

Dari tabel analisa service di atas, dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan jumlah kendaraan service pada bulan Februari dari bulan sebelumnya. Penurunan tersebut sebesar 0,02 %, yaitu dari 1654 unit pada bulan Januari kemudian turun menjadi 1616 unit pada bulan Februari. Penurunan tersebut juga berpengaruh terhadap penurunan pendapatan service dan spare part per bulannya. Pada bulan Maret terjadi kenaikan kembali jumlah kendaraan service sebesar 0,02%, sehingga pendapatan service dan spare part juga meningkat.

C. Pemecahan Permasalahan

Permasalahan mengenai pengaruh kondisi lingkungan kerja dan manajemen sumber daya manusia terhadap prestasi kerja mekanik bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar dipecahkan secara deskriptif dengan metode wawancara yang diperkuat dengan observasi dan dokumentasi.

(17)

commit to user

1. Deskriptif Data Kondisi Lingkungan Kerja Bengkel

Data kondisi lingkungan kerja diperoleh melalui dua metode, yaitu metode wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada Service Manager dan mekanik. Sedangkan observasi dilakukan peneliti di seluruh area bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar.

a. Deskriptif Data Wawancara Kondisi Lingkungan Kerja Bengkel

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan di lapangan diperoleh data tentang kondisi lingkungan kerja. Kondisi lingkungan kerja di Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar pada bulan Juni sebagai berikut :

1) Lingkungan kerja fisik

Berdasarkan hasil wawancara, tempat/ruangan kerja (meliputi: penerangan, suhu, kebisingan suara), tata ruang/lay out, dan peralatan sudah sesuai standar/prosedural Suzuki Indosolo yang selalu dimonitoring dari Indomobil sebagai pusatnya. Kebersihan dan kerapian merupakan tanggung jawab setiap mekanik dan secara keseluruhan bengkel merupakan tanggung jawab dari regu piket yang sudah diatur dalam jadwal. Tetapi dari segi kebersihan dan kerapian bengkel masih kurang, karena bengkel yang dihuni oleh 13 mekanik tidak seluruhnya memperhatikan kebersihan dan kerapian bengkel, sehingga segi kebersihan dan kerapian masih perlu adanya perhatikan dari mekanik maupun atasannya. Selain kebersihan, dari segi peralatan juga masih ada beberapa peralatan yang rusak seperti bike lift dan air hose reel, dikarenakan saluran udara dari kompresor yang kemasukan air yang menyebabkan komponen-komponen di dalam peralatan menjadi aus. Selain itu peralatan di setiap tempat service (mechanic kit) yang berbeda merk, sehinggga efektifitas dalam penggunaannya juga berpengaruh. Keluhan ini disampaikan oleh Chief mechanic dikarenakan setiap harinya tempat service setiap mekanik berpindah-pindah secara berputar sehingga peralatan setiap mekanik juga berbeda terus setiap harinya. Perputaran tempat ini dilakukan karena area bengkel masih dalam tahap renovasi, yaitu gudang spare part di samping service area sebagian digunakan untuk memperluas area service. Service area bekas gudang ini dirasakan masih kekurangan udara

(18)

commit to user

bersih karena masih ada dinding penyekatnya, maka perputaran tempat service ini dilakukan supaya tidak terjadi kecemburuan dalam bekerja. Secara keseluruhan kondisi fisik lingkungan kerja bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar adalah baik walaupun masih ada beberapa keluhan dari mekanik dikarenakan area bengkel yang masih dalam tahap renovasi.

Tabel 10. Data Hasil Wawancara Kondisi Fisik Lingkungan Kerja Bengkel

Hasil Wawancara No Kondisi Lingkungan

Kerja Fisik 14 responden ( % )

1 Penerangan (terang) 13 responden menyatakan terang 92,85 2 Suhu (panas) 8 responden menyatakan panas 57,14 3 Kebisingan 4 responden menyatakan bising 30,77 4 Peralatan (standar) 6 responden menyatakan standar 42,86 5 Penataan Ruangan (luas) 10 responden menyatakan luas 71,43 6 Kebersihan dan Kerapian 5 responden menyatakan kurang 35,72

2) Lingkungan kerja non fisik

Berdasarkan hasil wawancara, hubungan antara mekanik satu dengan yang lain sangat baik, yaitu bisa disimpulkan dengan adanya kerja sama dalam bekerja antara mekanik satu dengan yang lain dalam bekerja. Para mekanik bengkel sendiri juga mempunyai club motor yang bernama SAT (Suzuki Advance Team), di dalamnya juga terdapat karyawan lain yang ikut dalam club ini. Kegiatan yang dilakukan misalnya mengadakan touring bersama ke suatu tempat yang berfungsi untuk mempererat tali persaudaraan diantara anggotanya. Hubungan mekanik dengan karyawan lain atau atasan juga baik, bisa disimpulkan dengan kerja sama mereka dalam pekerjaan, misalnya mekanik dengan bagian spare part yang setiap saat saling berkomunikasi dalam pekerjaan. Selain dalam pekerjaan, komunikasi/hubungan tersebut juga tercipta dalam kegiatan-kegiatan seperti diadakannya senam bersama, bulu tangkis, buka puasa bersama, dan lebaran bersama. Secara keseluruhan kondisi non fisik lingkungan kerja karyawan khususnya bagian mekanik Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar adalah sangat baik.

(19)

commit to user

Tabel 11. Data Hasil Wawancara Kondisi Non Fisik Lingkungan Kerja Bengkel

Hasil Wawancara No Kondisi Lingkungan

Kerja Non Fisik 14 responden ( % )

1 Komunikasi 13 responden menyatakan baik 92,85 2 Kerja sama 11 responden menyatakan baik 78,57 3 Keselamatan kerja 13 responden menyatakan baik 92,85

b. Deskriptif Data Observasi Kondisi Lingkungan Kerja Bengkel

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di lapangan diperoleh data tentang kondisi lingkungan kerja bengkel. Kondisi lingkungan kerja bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar pada bulan Juni 2009 sebagai berikut :

1) Lingkungan kerja fisik

Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui bahwa penerangan dalam bengkel sudah terang yaitu 6 lampu menerangi setiap tempat service. Lampu dimatikan bila tempat service tidak digunakan untuk penghematan listrik. Area

service bagian dalam (dalam tahap renovasi) masih kekurangan udara bebas

(lembab) karena adanya dinding pembatas, tapi semua itu masih bisa ditolerir dengan adanya kipas angin dan diadakannya perputaran tempat service setiap harinya. Kebisingan suara masih bisa dikurangi dengan dipakainya exhaust pipe, sehingga suara knalpot masih bisa diredam. Polusi udara dari knalpot juga langsung dialirkan ke udara luar melalui exhaust pipe yang sebelumnya dinetralisir terlebih dahulu. Getaran lantai akibat getaran mesin tidak bisa dihindari bahkan getarannya sampai lantai atas, tetapi getaran yang terjadi hanya beberapa saat ketika kendaraan service dihidupkan pada rpm tinggi. Dari segi peralatan masih ada beberapa peralatan yang rusak seperti bercampurnya air pada saluran udara kompresor. Ruangan service luas sehingga mekanik nyaman dalam melaksanakan pekerjaan. Antara tempat service satu dengan yang lain diberi jarak sehingga mekanik tidak saling bersenggolan dalam melaksanakan pekerjaan. Dari segi peralatan mekanik (mechanic kit) juga ada beberapa peralatan yang sudah aus/rusak. Dari segi kebersihan dan kerapian masih perlu ditingkatkan seperti masih banyak tercecernya oli bekas dan sampah.

(20)

commit to user

Tabel 12. Data Hasil Observasi Kondisi Fisik Lingkungan Kerja Bengkel No Kondisi Lingkungan Kerja Fisik Hasil Observasi

1 Penerangan Terang

2 Suhu Lembab (bagian dalam)

3 Kebisingan Tidak bising

4 Peralatan Kurang standar

5 Penataan Ruangan Luas dan nyaman

6 Kebersihan dan Kerapian Kurang bersih dan rapi

2) Lingkungan kerja non fisik

Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui bahwa kondisi lingkungan non fisik dalam bengkel terjalin dengan baik. Hubungan antara mekanik satu dengan yang lain yang dekat dan saling membantu bila ada yang membutuhkan bantuan. Hubungan mekanik dengan karyawan lain juga baik, seperti mekanik dengan bagian administrasi service dan juga dengan bagian spare part yang setiap saat selalu berhubungan dalam pekerjaan. Mekanik juga bersikap sopan dan ramah saat menanggapi keluhan-keluhan dari semua pelanggan service. Pemanfaatan jam istirahat kurang sesuai dengan jadwal yang sudah diterapkan, sebagian mekanik masih melakukan pekerjaan pada jam istirahat dan sebagian lagi mamanfaatkan jam istirahat sesuai jadwal. Seluruh mekanik selalu melaksanakan standar keselamatan kerja dalam melakukan pekerjaan, seperti selalu memakai sepatu dalam melakukan service, tidak merokok dalam area

service dan dalam pemakaian alat pun juga sesuai dengan standar perbaikan yang

tertera dalam tool book Suzuki.

Tabel 13. Data Hasil Observasi Kondisi Non Fisik Lingkungan Kerja Bengkel No Kondisi Lingkungan Kerja Non Fisik Hasil Observasi

1 Komunikasi Terjalin dengan baik

2 Kerja sama Baik

(21)

commit to user

c. Deskriptif Data Wawancara dan Observasi Kondisi Lingkungan Kerja 1) Lingkungan kerja fisik

Berdasarkan data wawancara dan observasi dapat diambil kesimpulan bahwa kondisi fisik lingkungan kerja bengkel di Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar adalah layak pakai. Dari segi penerangan, prosentase yang menyatakan bengkel terang sebesar 92,85 % dan berdasarkan observasi penerangan setiap tempat service menggunakan 6 lampu. Dari segi suhu udara, prosentase yang menyatakan bengkel panas sebesar 57,14 % dan berdasarkan observasi hanya ruangan service bagian dalam yang dirasakan lembab karena kurangnya udara bebas dari luar. Dari segi kebisingan, prosentase yang menyatakan bengkel bising sebesar 30,77 % dan berdasarkan observasi kebisingan yang terjadi hanya pada saat mesin motor dinyalakan itu pun masih diredam dengan exhaust pipe. Dari segi peralatan, prosentase yang menyatakan peralatan standar sebesar 42,86 % dan berdasarkan observasi peralatan masih kurang standar karena merk peralatan antara tool box satu dengan yang lain ada yang berbeda selain itu juga ada beberapa peralatan yang sudah aus. Dari segi penataan ruangan, prosentase yang menyatakan ruangan bengkel luas sebesar 71,43 % dan berdasarkan observasi penataan ruangan bengkel luas dan nyaman. Dari segi kebersihan dan kerapian, prosentase yang menyatakan ruangan bengkel bersih dan rapi sebesar 35,72 % dan berdasarkan observasi, mekanik masih kurang memperhatikan kebersihan dan kerapian ruangan bengkel.

Tabel 14. Data Hasil Wawancara dan Observasi Kondisi Fisik Lingkungan Kerja Bengkel

No Kondisi Lingkungan Kerja Fisik Wawancara Observasi

1 Penerangan (terang) 92,85 Terang

2 Suhu (panas) 57,14 Lembab (bagian dalam)

3 Kebisingan 30,77 Tidak bising

4 Peralatan (standar) 42,86 Kurang standar 5 Penataan Ruangan (luas) 71,43 Luas dan nyaman 6 Kebersihan dan Kerapian 35,72 Kurang bersih dan rapi

(22)

commit to user

2) Lingkungan kerja non fisik

Berdasarkan data wawancara dan observasi dapat diambil kesimpulan bahwa kondisi non fisik lingkungan kerja bengkel di Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar adalah baik. Dari segi komunikasi, prosentase yang menyatakan komunikasi terjalin dengan baik sebesar 92,85 % dan berdasarkan observasi dapat disimpulkan bahwa komunikasi di dalam lingkungan bengkel terjalin dengan baik. Dari segi kerja sama, prosentase yang menyatakan kerja sama dilakukan dengan baik sebesar 78,57 % dan berdasarkan observasi dapat disimpulkan bahwa kerja sama selalu dilakukan di lingkungan bengkel terutama bila terjadi kesulitan dalam bekerja. Dari segi keselamatan kerja, prosentase yang menyatakan standar keselamatan kerja selalu diperhatikan sebesar 92,85 % dan berdasarkan observasi dapat disimpulkan bahwa standar keselamatan kerja selalu dilaksanakan mekanik dalam bekerja.

Tabel 15. Data Hasil Wawancara dan Observasi Kondisi Non Fisik Lingkungan Kerja Bengkel

No Kondisi Lingkungan Kerja Fisik Wawancara Observasi

1 Komunikasi 92,85 Terjalin dengan baik

2 Kerja sama 78,57 Baik

3 Keselamatan kerja 92,85 Dilaksanakan dengan

baik

2. Deskriptif Data Pengaruh Kondisi Lingkungan Kerja Bengkel terhadap Prestasi Kerja Mekanik

a. Deskriptif Data Wawancara Pengaruh Kondisi Lingkungan Kerja Bengkel terhadap Prestasi Kerja Mekanik

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan di lapangan diperoleh data tentang kondisi lingkungan kerja. Kondisi lingkungan kerja di Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar pada bulan Juni 2009 sebagai berikut :

(23)

commit to user

1) Lingkungan kerja fisik

Berdasarkan data wawancara bersangkutan dengan prestasi kerja mekanik, dapat diambil kesimpulan bahwa kondisi tempat/ruangan kerja (meliputi: penerangan, suhu, kebisingan suara), tata ruang/lay out dan peralatan awalnya sudah sesuai standar/prosedur Suzuki Indosolo. Seiring berjalannya waktu, ada beberapa peralatan yang sudah rusak/aus sehingga fungsionalnya berkurang. Selain dari segi peralatan mekanik, kondisi tempat/ruangan kerja pun sudah banyak perubahan atau bisa dikatakan standarisasi berkurang. Dengan berkurangnya standarisasi dari ruangan kerja maupun fungsional peralatan tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja mekanik. Hal ini akan menyebabkan menurunnya prestasi kerja mekanik dalam bekerja.

2) Lingkungan kerja non fisik

Berdasarkan data wawancara bersangkutan dengan prestasi kerja mekanik, dapat diambil kesimpulan bahwa kondisi lingkungan non fisik di dalam bengkel maupun diluar bengkel terjalin dengan baik. Hubungan baik antar mekanik maupun dengan karyawan lain ini akan meningkatkan semangat kerja mekanik. Dengan semangat kerja yang tinggi akan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja mekanik.

Tabel 16. Data Hasil Wawancara Pengaruh Kondisi Lingkungan Kerja terhadap Prestasi Kerja Mekanik

Hasil Wawancara No Kondisi Lingkungan

Kerja 14 responden ( % )

1 Penerangan 11 responden menyatakan ada pengaruhnya 78,57 2 Suhu 7 responden menyatakan ada pengaruhnya 50 3 Kebisingan 2 responden menyatakan ada pengaruhnya 14,29 4 Peralatan 13 responden menyatakan ada pengaruhnya 92,85 5 Penataan Ruangan 11 responden menyatakan ada pengaruhnya 78,57 6 Kebersihan dan Kerapian 7 responden menyatakan ada pengaruhnya 50 7 Komunikasi 13 responden menyatakan ada pengaruhnya 85,71 8 Kerja sama 6 responden menyatakan ada pengaruhnya 42,86 9 Keselamatan kerja 10 responden menyatakan ada pengaruhnya 71,43

(24)

commit to user 71.43 42.86 85.71 50 78.57 92.85 14.29 50 78.57 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 P e rs e n ta s e Hasil wawancara

Hasil wawancara pengaruh kondisi lingkungan kerja terhadap prestasi kerja mekanik

Penerangan Suhu Kebisingan Peralatan Layout

Kebersihan dan Kerapian Komunikasi

Kerja sama

Keselamatan Kerja

Gambar 6. Histogram Hasil Wawancara Pengaruh Kondisi Lingkungan Kerja terhadap Prestasi Kerja Mekanik

b. Deskriptif Data Observasi Pengaruh Kondisi Lingkungan Kerja Bengkel terhadap Prestasi Kerja Mekanik

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di lapangan diperoleh data tentang kondisi lingkungan kerja bengkel. Kondisi lingkungan kerja bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar pada bulan Juni 2009 adalah sebagai berikut :

1) Lingkungan kerja fisik

Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui bahwa terdapat beberapa peralatan yang sudah rusak/aus sehingga mengurangi fungsional dari peralatan tersebut. Area bengkel masih dalam tahap renovasi, sehingga masih ada beberapa keluhan dari mekanik, misalnya kurangnya udara bebas di area bengkel bagian dalam (bekas gudang spare part) disebabkan masih adanya dinding pembatas. Selain itu tempat service yang setiap harinya berpindah-pindah mengakibatkan kurangnya kesadaran mekanik dalam menjaga kebersihan dan kerapian tempat

service. Hal tersebut akan menyebabkan mekanik merasa kurang nyaman dalam

(25)

commit to user

2) Lingkungan kerja non fisik

Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui bahwa di dalam bengkel terjalin hubungan baik antar mekanik, mekanik dengan karyawan lain dan mekanik dengan pelanggan service, hal ini akan meningkatkan semangat kerja mekanik. Dalam pemanfaatan jam istirahat masih kurang diperhatikan, hal ini dapat menyebabkan kurangnya kedisiplinan mekanik dalam bekerja. Walaupun jam istirahat dilakukan secara bergantian, hal ini akan berimbas pada kebiasaan mekanik yang kurang dalam menghargai waktu.

3. Deskriptif Data Manajemen Sumber Daya Manusia di Bengkel

Data manajemen sumber daya manusia diperoleh melalui wawancara dengan tiga narasumber yang dianggap peneliti mampu memberikan keterangan yang diperlukan dalam penelitian, yaitu : Pimpinan HRD, Service Manager dan Mekanik. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan di lapangan diperoleh data tentang manajemen sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia di Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar pada bulan Mei 2009 adalah sebagai berikut :

a. Perekrutan dan Seleksi

1) Kepala HRD

Berdasarkan hasil wawancara kepada kepala HRD, mayoritas rekrutmen untuk karyawan bagian mekanik diperoleh dari Pusdiklat Suzuki Warga yang bekerja sama dengan Suzuki. Sedangkan untuk proses seleksi dilakukan di Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar. Dalam proses seleksi dilakukan interview, tes IQ, tes tertulis dan juga tes ketempilan/teknik.

2) Service Manager

Berdasarkan hasil wawancara kepada service manager, rekrutmen untuk karyawan bagian mekanik semua dari SMK Warga dan Pusdiklat Suzuki Warga yang disaring melalui tes. Dari 13 mekanik, 10 mekanik direkrut dari Pusdiklat Suzuki Warga dan 3 mekanik dari SMK Warga. Pusdiklat Suzuki Warga dipercaya untuk penyaluran tenaga kerjanya, karena sebelumnya Suzuki Indosolo sudah mempunyai hubungan kerja sama dengan Pusdiklat Suzuki Warga.

(26)

commit to user

Pusdiklat Suzuki Warga didirikan untuk mencetak calon-calon mekanik Suzuki yang siap kerja dan sanggup ditempatkan diseluruh wilayah penyebaran dieler Suzuki. Proses seleksi dilakukan melalui tes tertulis dan tes ketrampilan (skill).

3) Mekanik

Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa mekanik, rekrutmen untuk karyawan bagian mekanik semua dari SMK Warga dan Pusdiklat Suzuki Warga, dan untuk tahun sekarang (2009) mayoritas mekanik adalah lulusan Pusdiklat Suzuki Warga. Seleksi dilakukan dari pihak Suzuki melelui interview, tes tertulis, psikotes oleh bagian HRD dan tes ketrampilan/skill oleh chief mechanic dan

Service Manager.

b. Orientasi dan Pelatihan

1) Kepala HRD

Berdasarkan hasil wawancara kepada kepala HRD, orientasi selalu diberikan kepada karyawan baru khususnya karyawan bagian mekanik yang meliputi pengenalan karyawan baru terhadap tugas-tugas mekanik, peraturan dan prosedur kerja mekanik. Sedangkan untuk pelatihan dilakukan dalam bentuk training, yaitu mekanik baru diterjunkan langsung pada pekerjaan yang diarahkan oleh karyawan senior.

2) Service Manager

Berdasarkan hasil wawancara kepada service manager, orientasi pekerjaan sudah dilakukan dari pihak Pusdiklat Suzuki Warga. Tenaga kerja sudah mendapatkan pelatihan kerja melalui PKL dan pendidikan otomotif dari pihak Pusdiklat Suzuki Warga sebelum disalurkan untuk menjadi mekanik Suzuki. Pelatihan hanya dilakukan bagi lulusan SMK Warga dengan mengikuti training, sedangkan bagi lulusan Pusdiklat Suzuki Warga sudah mendapatkan pelatihan kerja sebelumnya saat mengikuti pendidikan di Pusdiklat Suzuki Warga. Selain pelatihan kerja, juga terdapat pelatihan pada produk baru, yaitu semua mekanik Suzuki sudah mendapatkan training sebelum Suzuki mengeluarkan produk baru.

(27)

commit to user 3) Mekanik

Berdasarkan hasil wawancara kepada mekanik, orientasi tidak dilakukan perusahaan karena sudah mendapatkan sebelumnya saat pendidikan di Pusdiklat Suzuki Warga. Pelatihan diberikan bagi seluruh mekanik, khususnya product

knowledge yaitu pelatihan pada produk baru Suzuki sebelum produk tersebut

diluncurkan.

c. Penilaian Kinerja

1) Kepala HRD

Berdasarkan hasil wawancara kepada kepala HRD, penilaian kinerja dilakukan oleh Service Manager yang berwenang dalam menilai kinerja karyawan.

2) Service Manager

Berdasarkan hasil wawancara service manager, penilaian kinerja dilakukan oleh Service Manager, yaitu penilaian dari segi skill/kualitas kerja dan juga penilaian kepribadian. Penilaian kinerja dilakukan secara langsung oleh chief

mechanic setiap hari dan ditinjau langsung oleh Service Manager setiap bulannya

diambil sample beberapa hari.

3) Mekanik

Berdasarkan hasil wawancara kepada mekanik, Service Manager memang mengadakan penilaian kinerja tetapi hanya dalam bentuk evaluasi dan tes. Untuk selebihnya mekanik tidak mengetahui karena sudah merupakan wewenang dari

Service Manager.

d. Gaji dan Tunjangan

1. Kepala HRD

Berdasarkan hasil wawancara kepada kepala HRD, karyawan khususnya bagian mekanik selain mendapatkan gaji juga mendapatkan tunjangan dan asuransi dari perusahaan. Proses pemberian gaji disesuaikan dengan kualitas dan kuantitas kerja karyawan.

(28)

commit to user 2. Service Manager

Berdasarkan hasil wawancara kepada service manager, gaji karyawan bagian mekanik disesuaikan dengan kuantitas/banyaknya hasil service yang diperoleh setiap mekanik dalam satu bulan. Selain gaji karyawan juga mendapatkan tunjangan social, tunjangan kesehatan, uang transport, uang makan dan asuransi.

3. Mekanik

Berdasarkan hasil wawancara, sistem gaji disesuaikan dengan jumlah unit kendaraan yang diservis setiap bulannya. Setiap mekanik minimal harus mendapatkan 101 unit kendaraan service untuk setiap bulannya. Bila setiap bulannya mendapatkan 151 unit kendaraan service, mekanik mendapatkan bonus 12 % dari hasil keseluruhan service, untuk 141 unit mendapatkan 10 %, untuk 121 unit mendapatkan 7 % dan untuk 101 unit mendapatkan 5 %. Mekanik juga mendapatkan bonus dari hasil penjualan spare part bila setiap bulannya mekanik mampu menjual spare part sampai Rp 4.500.000,00 yaitu mendapatkan 3 % dari hasil penjualan spare part tersebut. Selain gaji pokok dan bonus, karyawan juga mendapatkan tunjangan, uang makan dan uang transpot untuk setiap bulannya. Tabel 17. Data Hasil Wawancara Manajemen Sumber Daya Manusia

Hasil Wawancara No Manajemen Sumber

Daya Manusia 15 responden ( % )

1 Perekrutan dan Seleksi Dari 13 mekanik, 10 mekanik lulusan Pusdiklat Suzuki Warga

76,92

2 Orientasi 8 responden menyatakan orientasi dilakukakan perusahaan

53,33

3 Pelatihan 14 responden menyatakan pelatihan dilakukan perusahaan

93,33

4 Penilaian kinerja 9 responden menyatakan penilaian kinerja dilakukan perusahaan

60

5 Gaji (bonus) 14 responden menyatakan gaji (bonus) yang diberikan perusahaan memuaskan

(29)

commit to user

4. Deskriptif Data Pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia di Bengkel terhadap Prestasi Kerja Mekanik

a. Deskriptif Data Wawancara kepada Kepala HRD

Berdasarkan hasil wawancara, perekrutan dan seleksi yang baik akan menghasilkan mekanik yang diharapkan mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Orientasi dan pelatihan selalu diadakan di perusahaan supaya mekanik mampu menyesuaikan diri dalam pekerjaannya. Penilaian kinerja akan menjadi dorongan bagi mekanik untuk terus berprestasi dalam bekerja. Sistem gaji yang diberikan perusahaan akan menjadi motivasi mekanik dalam bekerja. Dari semua sub faktor tersebut (perekrutan, seleksi, orientasi, pelatihan, penilaian kinerja, sistem gaji dan tunjangan) semua berpengaruh terhadap tingkat prestasi kerja mekanik.

b. Deskriptif Data Wawancara kepada Service Manager

Berdasarkan hasil wawancara, perekrutan dan seleksi diperoleh dari Akademi Teknik Warga baik SMK maupun PUSDIKLAT. Hal ini dilakukan karena Akademi Teknnik Warga sudah mempunyai hubungan kerja sebelumnya dengan Suzuki Indosolo, bahkan kurikulum yang diajarkannya pun sudah memuat tentang manajemen Suzuki. Dari proses perekrutan dan seleksi ini diharapkan perusahaan memperoleh mekanik yang bisa dihandalkan. Orientasi dan pelatihan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mekanik. Penilaian kinerja dilakukan oleh Service Manager melalui Chief mechanic, namun ada beberapa mekanik yang tidak menghiraukan penilaian ini. Dengan penilaian kinerja ini diharapkan prestasi kerja setiap mekanik dapat diperhatikan. Sistem gaji diakumulasikan dengan jumlah unit kendaraan service setiap mekanik, sehingga semakin banyak unit kendaraan service maka gaji yang diperoleh semakin tinggi. Hal ini akan menjadi dorongan bagi setiap mekanik untuk meningkatkan kinerjanya. Dari hasil wawancara juga dapat diambil kesimpulan bahwa yang paling berpengaruh terhadap prestasi kerja mekanik adalah sistem

(30)

commit to user

dan kontrol dari pihak perusahaan, yaitu sistem gaji yang diberikan, penerapan prosedur kerja dan suasana kerja bagi mekanik.

c. Deskriptif Data Wawancara kepada Mekanik

Berdasarkan hasil wawancara, sistem gaji yang diberikan perusahaan disesuaikan dengan jumlah unit kendaraan service setiap mekanik dalam waktu satu bulan. Semakin banyak unit kendaraan hasil service, semakin banyak pula bonus yang didapatkan mekanik. Hal ini akan menjadi motivasi bagi mekanik untuk meningkatkan kinerjanya. Namun di lain sisi prosedur kerja yang mencakup di dalamnya target unit kendaraan yang harus diservice (minimal 101 unit per bulan), akan menimbulkan keluhan bagi mekanik jika dalam satu bulan sepi pelanggan atau jumlah hari yang pendek dalam satu bulan karena liburan. Menyuebarkan brosur dan kanvas (service keliling) dilakukan mekanik untuk dapat meningkatkan/mencapai target unit kendaraan service. Prestasi kerja yang baik akan menjadi tolak ukur perusahaan untuk pengembangan karier setiap mekanik, misalnya dari mekanik menjadi trainer.

Tabel 18. Data Hasil Wawancara Pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia terhadap Prestasi Kerja Mekanik

Hasil Wawancara No Manajemen Sumber

Daya Manusia 15 responden ( % )

1 Perekrutan dan Seleksi 5 responden menyatakan ada pengaruhnya 33,33 2 Orientasi 3 responden menyatakan ada pengaruhnya 20 3 Pelatihan 11 responden menyatakan ada pengaruhnya 73.33 4 Penilaian Kinerja 9 responden menyatakan ada pengaruhnya 60 5 Gaji (bonus) 14 responden menyatakan ada pengaruhnya 93,33

(31)

commit to user 93.33 60 73.33 20 33.33 0 20 40 60 80 100 P re s e n ta s e Wawancara

Hasil wawancara pengaruh manajemen sumber daya manusia terhadap prestasi kerja mekanik

Rekrutmen Orientasi Pelatihan

Penilaian Kinerja Gaji (bonus)

Gambar 7. Histogram Hasil Wawancara Pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia terhadap Prestasi Kerja Mekanik

D. Pembahasan Penelitian

Berdasarkan data yang diperoleh melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi diperoleh beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi kerja mekanik yang dititik beratkan pada kondisi lingkungan kerja dan manajemen sumber daya manusia di bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar. Pembahasan terhadap permasalahan penelitian didasarkan pada analisis data kualitatif terhadap hasil penelitian yang diperoleh dari kerja sama peneliti dengan

Service Manager Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar. Dari pembahasan

tersebut diperoleh beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap prestasi kerja mekanik.

1. Kondisi Lingkungan Kerja

Kondisi lingkungan kerja bengkel baik dari segi fisik maupun non fisik masih dalam keadaan baik. Penerangan bengkel dirasakan mekanik sudah terang untuk menerangi kegiatan service, hal ini sesuai dengan pernyataan dari 13 responden yang menyatakan bengkel terang. Suhu ruangan bengkel dirasakan panas oleh sebagian mekanik (8 responden menyatakan panas), terutama ruang

service bagian dalam (bekas gudang spare part)yang masih dalam tahap renovasi.

(32)

commit to user

dalam kekurangan udara bebas. Kebisingan suara dalam bengkel tidak terlalu tinggi yang dapat merusak pendengaran mekanik, dari 14 responden hanya 4 responden yang menyatakan kebisingan di bengkel tinggi. Peralatan dirasakan sebagian besar mekanik masih ada beberapa yang sudah rusak atau aus, selain itu dari segi kebersihan peralatan juga masih kurang. Dari 14 responden hanya 6 responden yang menyatakan peralatan sudah standar. Ruangan bengkel dirasakan sebagian besar mekanik (10 responden) sudah luas. Jarak antara tempat service satu dengan yang lain tidak terlalu berdekatan sehingga tidak mengganggu aktivitas mekanik. Komunikasi dan kerja sama antar mekanik terjalin dengan baik, sesuai dengan pernyataan 13 responden yang menyatakan komunikasi terjalin dengan baik dan 11 responden menyatakan kerja sama juga terjalin dengan baik. Penerapan prosedur keselamatan kerja dilaksanakan dengan baik oleh mekanik dalam pelaksanaan pekerjaan, sesuai dengan pernyataan 13 responden yang menyatakan pelaksanaan prosedur keselamatan kerja selalu diperhatikan.

Berdasarkan data wawancara, kondisi fisik maupun non fisik lingkungan kerja bengkel berpengaruh terhadap prestasi kerja mekanik. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari 14 responden yang menyatakan berpengaruh terhadap prestasi kerja dari segi penerangan sebanyak 5 responden (78,57%), suhu ruangan sebanyak 7 responden (50 %), kebisingan sebanyak 2 responden (14,29 %), peralatan sebanyak 13 responden (92,85 %), lay out ruangan sebanyak 11 responden (78,57 %), kebersihan dan kerapian sebanyak 7 responden (50 %), komunikasi sebanyak 13 responden (85,71 %), kerja sama sebanyak 6 responden (42,86 %), dan keselamatan kerja sebanyak 10 responden (71,43 %).

Berdasarkan data observasi, penerangan bengkel yang terang menyebabkan mekanik merasa nyaman saat melaksanakan pekerjaan. Suhu ruangan yang cenderung panas dirasakan sebagian mekanik menyebabkan cepat lelah. Kebisingan suara knalpot yang biasa terjadi tidak menjadi permasalahan yang serius pada kegiatan mekanik setiap hari. Peralatan mekanik menjadi faktor terpenting yang harus diperhatikan perusahaan karena berhubungan langsung terhadap kinerja mekanik setiap hari. Tata ruang/lay out bengkel yang saat

(33)

commit to user

penelitian berlangsung masih dalam tahap renovasi menjadi perhatian peneliti untuk segera diselesaikan karena banyak keluhan dari mekanik terutama area bengkel bagian dalam. Kebersihan dan kerapian bengkel yang masih kurang, dirasakan oleh sebagian mekanik kurang nyaman dalam bekerja. Dengan pelaksanaan prosedur keselamatan kerja secara optimal, dapat meningkatkan efektifitas mekanik dalam bekerja. Aktivitas kerja juga menjadi faktor yang secara tidak langsung mempengaruhi prestasi kerja mekanik, khususnya suasana kerja akan terasa nyaman bila komunikasi antara satu dengan yang lain terjalin dengan baik.

Tabel 19. Data Hasil Wawancara dan Observasi Pengaruh Kondisi Lingkungan Kerja terhadap Prestasi Kerja Mekanik

No Kondisi Lingkungan Kerja Wawancara Observasi

1 Penerangan 78,57 Nyaman

2 Suhu 50 Cepat lelah

3 Kebisingan 14,29 Tidak bising

4 Peralatan 92,85 Efektivitas kerja

5 Penataan Ruangan 78,57 Nyaman

6 Kebersihan dan Kerapian 50 Cukup nyaman

7 Komunikasi 85,71 Nyaman

8 Kerja sama 42,86 Nyaman

9 Keselamatan kerja 71,43 Efektivitas kerja

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia di bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar dilaksanakan dengan baik. Perekrutan dan seleksi sebagian besar diperoleh dari Pusdiklat Suzuki Warga. Dari 13 mekanik, 10 mekanik direkrut dari Pusdiklat Suzuki Warga dan sisanya direkrut dari SMK Warga. Orientasi perusahaan dilakukan pada saat pendidikan, sesuai dengan pernyataan dari service

manager yang menyatakan bahwa program orientasi sudah diberikan saat

pendidikan berlangsung melalui proses pelatihan yang sudah menggunakan manajemen Suzuki. Dari 15 responden, hanya 8 responden yang menyatakan

(34)

commit to user

adanya orientasi perusahaan. Hal ini disebabkan karena kurangnya sosialisasi dari perusahaan atau lembaga pendidikan terkait mengenai program orientasi tersebut. Pelatihan selalu dilaksanakan perusahaan untuk mekanik baru melalui program

training dan pelatihan pada produk-produk baru dari Suzuki atau disebut dengan product knowledge. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari 14 responden yang

menyatakan bahwa perusahaan selalu melaksanakan program pelatihan bagi mekanik. Penilaian kinerja juga selalu dilakukan perusahaan melalui service

manager sebagai penanggung jawab pelaksanaan penilaian kinerja bagi mekanik.

Dari 15 responden, hanya 9 responden yang menyatakan adanya penilaian kinerja dari perusahaan. Hal ini disebabkan karena tidak seluruh mekanik bersikap positif dalam menanggapi penilaian kinerja tersebut, beberapa mekanik bersikap acuh terhadap penilaian kinerja tersebut. Gaji yang diberikan perusahaan sudah dirasakan memuaskan bagi mekanik, hal ini sesuai dengan pernyataan 14 responden yang menyatakan gaji (bonus) yang diberikan perusahaan sudah memuaskan.

Berdasarkan data wawancara, manajemen sumber daya manusia berpengaruh terhadap prestasi kerja mekanik bengkel Suzuki Indosolo Motor Gemilang Jajar. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari 15 responden yang menyatakan pengaruh terhadap prestasi kerja dari segi perekrutan dan seleksi sebanyak 5 responden (33,33 %), orientasi sebanyak 3 responden (20 %), pelatihan sebanyak 11 responden (73,33 %), penilaian kinerja sebanyak 9 responden (60 %) dan sistem gaji (bonus) sebanyak 14 responden (93,33 %). Dilihat dari hasil wawancara kepada 15 responden, perekrutan dan seleksi tidak terlalu berpengaruh terhadap prestasi kerja mekanik. Hal ini sesuai dengan perekrutan dan seleksi yang hanya merupakan penilaian saat masuk kerja dan untuk beberapa tahun kedepannya belum tentu prestasi kerjanya akan meningkat. Begitu juga dengan orientasi perusahaan yang hanya dilakukan saat di sekolah, tidak terlalu berpengaruh terhadap prestasi kerja mekanik. Pelatihan kerja terutama product knowledge berpotensi untuk meningkatkan prestasi kerja mekanik. Penilaian kinerja yang dilakakan perusahaan dirasakan sebagian besar mekanik menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi kerja. Sistem gaji

(35)

commit to user

terutama bonus yang diberikan perusahaan juga berpotensi untuk meningkatkan prestasi kerja mekanik. Bonus yang diperoleh dari target service dan spare part setiap bulan, menjadikan semangat bagi mekanik dalam bekerja untuk mencapai target bonus tertinggi yang diberikan perusahaan. Namun prosedur kerja yang menerapkan target minimal dalam pencapaian jumlah unit kendaraan service, kadang kala akan menjadi beban mekanik jika dalam satu bulan pelanggannya relatif sepi.

Gambar

Gambar 4. Denah Suzuki Indisolo Motor Gemilang Jajar  Keterangan :
Tabel 1.  Luas dan Status Area Lingkungan Perusahaan Tahun 2009
Tabel 3. Infrastruktur Perusahaan Tahun 2009
Tabel 4. Nama Mekanik beserta tingkat pendidikan dan usia
+7

Referensi

Dokumen terkait

Portfolio Pembiayaan Perumahan dan Aset Tetap bagi Bank Islam terus mencatatkan peningkatan kepada RM16.2 billion pada bulan September berbanding RM15.9 billion pada bulan Julai

Singkatnya, rezim adalah entitas yang terdiri dari prinsip, norma, aturan-aturan, dan terdapat juga prosedur pembuatan keputusan di antara para aktor dimana aktor

HUBUNGAN RUANG PROGRA M RUANG HUBUNGAN GUDANG TOILET UMUM AREA SERVIS ATM RUANG UTILITAS KANTOR PENGELOLA SECURITY RETAIL CINEPLEX DEPARTEMEN STORE SUPERMARKET GAME CENTER  LOBBY

Padahal di DKI Jakarta Sendiri, terdapat 3(tiga) Instansi Badan Narkotika Nasional yaitu Badan Narkotika Nasional Pusat, Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta,

Dari pemaknaan teks demikian telah menghasilkan kesimpulan, bahwa dalam memperjuangkan ideologi pada konteks Negara tidak harus ditempuh dengan kekerasan, akan tetapi

Manfaat penelitian adalah mengetahui pemberian susu bebas laktosa memberikan hasil yang lebih baik dalam pengelolaan diare akut dehidrasi tidak berat pada anak dibandingkan dengan

1. Estimasi dasar Perdesaan 8,74% dari Rp. Pertumbuhan penduduk Perdesaan 8,74% dari Rp. 20.280,- = Rp 1.772 Jumlah dari pertumbuhan inflasi……… = Rp

Dari 1.327.418 orang yang bekerja pada Agustus 2015, status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 28,73 persen, diikuti berusaha dibantu buruh tidak