EDISI III/TAHUN 2014
20
12
Dalam Sambutannya, Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes, S.Sos mengatakan jika Peringatan HUT Kota Kefamenanu tahun ini mengusung tema: “Dengan semangat HUT ke-92 Kota Kefamenanu Kita Satukan Tekad Sukseskan Pelaksanaan Pembangunan yang Berbudaya Demi Mewujudkan Kota
Kefamenanu Sebagai Ume Naek - Ume Mese”. Menurutnya, tema ini sangat relevan dengan kondisi dan permasalahan masyarakat TTU saat ini. Beliau mengajak masyarakat Kota Kefamenanu untuk turut merenungkan dua hal penting dari tema perayaan tahun ini, yaitu pembangunan yang berbudaya dan Kota Kefamenanu sebagai Ume Naek - Ume Mese. “Pada hakekatnya manusia adalah makhluk berbudaya. Karenanya sudah sewajarnya jika pembangunan yang dilakukan oleh
manusia adalah pembangunan yang memperhatikan aspek budaya. Pembangunan yang berbudaya adalah pembangunan yang dilandasi dan dijiwai dengan nilai, norma dan hukum yang berlaku dan berkembang di masyarakat. Pembangunan yang berbudaya akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Pertanyaan pentingnya adalah apakah penyelenggaraan pembangunan selama ini telah dilandasi dan dijiwai dengan nilai, norma dan hukum yang berlaku?”
demikian ajakan reliksinya.
Terkait istilah Kota Kefamenanu sebagai “ume naek – ume mese”, beliau menegaskan bahwa Program khusus Pemerintah kabupaten TTU Menjadikan Kota Kefamenanu sebagai ume naek ume mese bukan sekedar sebuah slogan kosong tanpa makna. “Ungkapan ume naek
-ume mese adalah cerminan jati diri orang Dawan yang menganut
ilosoi dan spirit nekaf mese
ansaof mese. Perasaan sehati-sejiwa yang adalah spirit hidup orang Dawan. Untuk itu, spirit ini haruslah mewarnai dan menjiwai pertumbuhan dan perkembangan Kota Kefamenanu menjadi kota yang aman dan nyaman bagi semua penghuni yang berbeda latar belakang budaya, etnis, suku dan agama.
Perbedaan dan kemajemukan seringkali membuat kita
terperangkap dalam gaya hidup individualistik, minim toleransi dan apatis. Dengan demikan Program khusus Pemerintah Kabupaten TTU untuk menjadikan Kota Kefamenanu sebagai ume naek – ume mese perlu didukung dan diwujudkan oleh segenap kompenen
masyarakat di daerah ini” demikian lanjut Kobes. Semoga…