• Tidak ada hasil yang ditemukan

Optimalisasi Pengelolaan Limbah Radioaktif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Optimalisasi Pengelolaan Limbah Radioaktif"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Optimalisasi Pengelolaan Limbah

Radioaktif

(2)

Proyek Perubahan di PTLR

Optimalisasi laboratorium

Optimalisasi layanan

Optimalisasi ruang kerja

Optimalisasi kendaraan

Optimalisasi proses pengolahan limbah

Optimalisasi perawatan

Optimalisasi sistem keamanan dan keselamatan

Optimalisasi SDM

Optimalisasi IS ( klirens)

PTLR ASRI

Dan lain lain

(3)
(4)

Jangan sampai terjadi

(5)

Tugas dan Fungsi PTLR

• Perumusan dan pengendalian kebijakan

teknis,

pelaksanaan, serta

pembinaan dan bimbingan di bidang

(6)

Pola Pikir Permasalahan

10/18/17 6

KONDISI YANG TERJADI

• Instansi Penimbul Limbah datang langsung mencari informasi

• Penyampaian informasi lambat (faktor jarak/waktu atau layanan)

• Proses penerimaan limbah lambat karena keterbatasan personel

• Proses pelaporan ketidaksesuaian tidak terlaksana dengan cepat

MASALAH

• Pembangunan instalasi penyimpanan membutuhkan sumber daya yang besar dan birokrasi yang cukup panjang

• Kurangnya informasi yang dimiliki instansi penimbul limbah

• Jumlah SDM Pengawas tidak mencukupi

• Instalasi "aging"

DAMPAK

• Keamanan dan keselamatan tidak dapat dijamin

• Kegagalan proses penerimaan

• Ketidaksesuaian tidak tertangani

• Gangguan masalah keamanan

UU/PP TIDAK TERLAKSANA

• Pengelolaan limbah tidak dilaksanakan sesuai

persyaratan

• Limbah tidak disampaikan ke PTLR

• Layanan Terpadu

• Peningkatan Pengawasan

(7)

Proyek Perubahan

KONDISI SAAT INI

• Layanan Pengelolaan limbah radioaktif

lambat, tidak efektif efisien (tidak prima)

• Proses pemenuhan kebutuhan informasi masih lambat

• Proses penerimaan

limbah tidak terlaksana dengan cepat

• Proses pengendalian ketidaksesuaian masih lambat

KONDISI DIINGINKAN

• Layanan cepat, efektif, dan efisien (prima)

• Tersedianya informasi yang cukup sesuai kebutuhan instansi penimbul limbah

• Terlaksananya system pengawasan yang melibatkan seluruh pelaksana kegiatan sebagai aparat

pengawas

Proses Perubahan

INOVASI/PENINGKATAN Pengawasan Kegiatan

Pengelolaan Limbah Radioaktif

Layanan administrasi

(8)

Gambaran Kondisi Saat Ini

10/18/17 8

Industri

Rumah

Sakit

Lembaga

Riset

BAPETEN

PTLR

1. Pengurusan izin Pengangkutan ke BAPETEN

2. Penerbitan izin Pengangkutan oleh BAPETEN

3. Penyampaian persyaratan ke PTLR 4. Penyampaian informasi hasil

evaluasi persyaratan

Penerimaan

Pra Olah

Pengolahan

Pasca Olah

Keselamatan

dan

Keamanan

Kualitas dan

Kesesuaian

Persyaratan

5. Pengangkutan dan penerimaan limbah (Datang Langsung)

8. Pengurusan izin penghentian ke BAPETEN

7. Penandatanganan Berita Acara

9. Penerbitan izin penghentian oleh BAPETEN

(9)

Gambaran Kondisi Yang

Diharapkan

1. Penyampaian persyaratan secara

on-line (telah sesuai persyaratan) 2. Penerbitan izin pengangkutan

(untuk instansi penimbul limbah) dan tembusan ke PTLR

3. Pengangkutan limbah ke PTLR (Datang Langsung/Pihak Ketiga)

5. Penerbitan bukti penerimaan limbah untuk instansi penimbul limbah dan tembusan untuk BAPETEN

6. Penerbitan izin penghentian

pemanfaatan zat radioaktif untuk penimbul limbah

PTLR

BAPETEN

Industri

Rumah

Sakit

Lembaga

Riset

(10)

Tahapan Proyek Perubahan

10/18/17 10

Masalah/

Latar belakang masalah

Strategi Jangka Pendek/Menengah

I n o v a s

i

Hasil

Inovasi

Milestone 1:

- Pembentukan Tim

- Identifikasi dokumen

- Pengadaan

sarpras

- Penyusunan template

- Pengumpulan contoh aplikasi

- Penyusunan

model

- Pembuatan/

modifikasi aplikasi

Milestone 2:

- Penyusunan template

- Uji coba aplikasi

- Penyusunan

pedoman

- Penerbitan kebijakan Ka. BATAN

- Penerbitan Keputusan Ka. PTLR

Milestone 3:

- Update database FAQ

- Koordinasi layanan dengan BAPETEN

- Integrasi layanan administrasi pengelolaan limbah radioaktif

- Uji coba layanan terpadu

- Kompetisi Sinovik Kemen PAN-RB - Penyusunan Peraturan Kepala

(11)

• Perka BAPETEN/ BATAN layanan terpadu

Rencana Kegiatan

Permasalahan layanan adm. dan

pengawasan saat ini

Tim

• Kebijakan Kepala

BATAN untuk Sistem

Layanan pengelolaan limbah

Aplikasi layanan administrasi

Nop '16 (Mgg II)

Des '16 (Mgg I-IV)

• Keputusan Ka. PTLR untuk Sistem

Pengawasan

Agt '17 (Mgg IV)

• Aplikasi layanan terpadu

(12)

Identifikasi Stakeholders

10/18/17 12

Kepentingan

Latents :

(Pengaruh besar, interest kecil) BAPETEN, TNI/POLRI, BSDMO, BU, PDK

Apathetics :

(Pengaruh kecil, interest kecil) KLH, PEMDA, BHHK, PTKRN, PKSEN, PRFN,

Promotors :

(Pengaruh besar, interest besar) Industri, Rumah Sakit, Lembaga Riset penimbul limbah, Inspektorat, BP, PSTBM, PSTNT, PSTA, PTKMR, PAIR, PTBGN, PTBBN, PTRR, PRSG , PPIKSN, SEKUT

Defenders :

(Pengaruh kecil, interest besar) BPK, PSMN, STTN, PUSDIKLAT

Lihat Net Map

(13)
(14)

Manfaat Perubahan

10/18/17 14

No. Penerima Manfaat Manfaat

1 BATAN/PTLR • Terpenuhnya amanat UU No. 10/1997 dan PP No. 61/2013 • Peluang kerjasama dalam dan luar negeri

• Tercapainya quick wins BATAN

• Meningkatnya peran dalam mendukung program Nasional terkait rencana pembangunan PLTN

2 SDM Pelaksana • Peluang peningkatan kompetensi melalui pelatihan/pendidikan dalam/luar negeri

• Peran dalam sharing knowledge sebagai narasumber atau peserta

• Meningkatnya budaya keselamatan dan keamanan nuklir 3 Stakeholders

• BAPETEN

• Instansi Penimbul Limbah

• Meningkatnya penilaian pelaksanaan pelayanan public

• Kemudahan pengawasan data limbah yang dikelola BATAN/PTLR

• Kemudahan dan kecepatan layanan pengelolaan limbah radioaktif

(15)

Potensi Masalah, Risiko, dan Strategi

Potensi Masalah

• Koordinasi dan

komunikasi dengan penyusun database system dan BAPETEN

• Konflik kepentingan dengan BAPETEN

• Manajemen yang kurang baik

Risiko

• Database tidak sesuai keinginan/harapan

• Waktu penyusunan database lebih lama

• Koordinasi tidak

terlaksana sesuai jadual

• Penolakan

dilaksanakannya integrasi system

layanan terpadu oleh BAPETEN

• Penundaan waktu implementasi sistem

Strategi

• Membangun koordinasi dan komunikasi dengan penyusunan database dan BAPATEN

• Melakukan pemantauan perkembangan hasil (progress).

• Manajemen konflik dan resiko yang baik

• Dilakukan analisis kebutuhan (need

analysis) baik dari PTLR dan BAPETEN manfaat dari proyek perubahan

(16)

Faktor Kunci Keberhasilan

Tersedianya sistem layanan administrasi terpadu yang dapat

mempermudah instansi penimbul limbah dalam proses pengelolaan

limbah radioaktif dan perolehan izin pengangkutan zat radioaktif

maupun izin penghentian pemanfaatan zat radioaktif.

Tersedianya aplikasi android untuk sistem pengawasan pelaksanaan

kegiatan pengelolaan limbah radioaktif

Terlaksananya kegiatan pengelolaan limbah radioaktif secara aman,

selamat, dan berkualitas

Meningkatnya Penerimaan Negara Bukan Pajak di PTLR dan BAPETEN

Tidak ada keluhan dari pelanggan terkait layanan pengelolaan limbah

radioaktif

(17)

Anggaran

Jangka Pendek :

Total anggaran : Rp. 83.860.000,-

Keperluan : Biaya rapat, evaluasi, sosialisasi, dan

penyusunan database system oleh pihak ketiga

Sumber dana : Anggaran PTLR Tahun 2016

Jangka Menengah

Anggaran akan ditentukan melalui RAB pada tahun 2017

Keperluan : Biaya rapat, koordinasi dengan Badan

(18)

10/18/17 18

Referensi

Dokumen terkait

Dari pengelolaan limbah radioaktif padat dan cair di PTBN tahun 2010 disimpulkan : Selama tahun 2010 telah dilakukan pengelolaan limbah padat dan cair serta pengiriman

Oari hasil kegiatan peningkatan dan pengembangan keselamatan proses pengelolaan limbah radioaktif dan bahan bakar nuklir bekas tahun 2015 dapat disimpulkan bahwa pemantauan daerah

PETROKIMIA GRESIK Klierens merupakan pembebasan dari pengawasan BAPETEN terhadap zat radioaktif terbuka, limbah radioaktif, atau material terkontaminasi.Untuk limbah radioaktif dan

Jenis limbah radioaktif yang dihasilkan dari kegiatan penelitian adalah padat dan cair sedangkan, limbah B3 yang dihasilkan berasal dari sisa bahan kimia yang tidak terpakai dan

Bahan utama yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah Instruksi Kerja Evaluasi LAK PLTN Bab 11 Sistem Pengelolaan Limbah Radioaktif yang telah disusun oleh

Aktivitas setelah kegiatan dekomisioning adalah pensterilan lokasi bekas instalasi Evaporator dari kontaminasi zat radioaktif dan pengelolaan limbah sekunder yang

Izin pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun untuk kegiatan penyimpanan limbah bahan berbahaya dan beracun diberikan kepada Sdr. Lungnajaya untuk kegiatan industri plastik "Super

Proses dasar pengelolaan limbah dengan teknik lumpur aktif melibatkan aerasi limbah dalam unit aerasi, diikuti pengendapan padatan dalam tangki