No. 29/05/16 Th.XVII, 4 Mei 2015
PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR SEDANG
DAN PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO
KECIL TRIWULAN I TAHUN 2015
BPS PROVINSI SUMATERA SELATAN
PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR SEDANG SUMATERA SELATAN TRIWULAN I TAHUN 2015 SEBESAR 7,52 PERSEN
Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar Sedang (IBS) Sumatera Selatan Triwulan I Tahun 2015 sebesar 7,52 persen, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Triwulan IV tahun 2014 sebesar minus 0,98 persen.
IBS dengan pertumbuhan tertinggi adalah Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus, dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya sebesar 11,09 persen, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik yang pertumbuhannya sebesar 1,59 persen.
Secara nasional, pertumbuhan produksi IBS Triwulan I Tahun 2015 sebesar minus 0,71 persen, menurun dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 1,68 persen.
PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO KECIL SUMATERA SELATAN TRIWULAN I TAHUN 2015 SEBESAR MINUS 3,42 PERSEN
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro Kecil (IMK) Sumatera Selatan Triwulan I Tahun 2015 sebesar minus 3,42 persen, menurun dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 1,59 persen.
Pertumbuhan produksi tertinggi terjadi pada Industri Alat Angkutan Lainnya sebesar 13,20 persen, sebaliknya pertumbuhan produksi terendah terjadi pada Industri Minuman sebesar minus 12,74 persen.
I. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar Sedang Triwulan I Tahun 2015 Sumatera Selatan
Produksi industri manufaktur besar sedang Triwulan I Tahun 2015 mengalami pertumbuhan sebesar 7,52 persen. Pertumbuhan produksi ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar minus 0,98 persen. Pertumbuhan produksi tertinggi terjadi pada industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya yang mengalami kenaikan dari sebesar 1,48 persen pada triwulan IV tahun 2014 menjadi 11,09 persen pada triwulan I tahun 2015. Disusul dengan pertumbuhan produksi industri makanan sebesar 6,70 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar minus 0,77 persen. Sedangkan industri karet, barang dari karet dan plastik mengalami kenaikan pertumbuhan pada triwulan I mencapai 1,59 persen dari triwulan sebelumnya sebesar minus 8,29.
Grafik 1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar Sedang Sumatera Selatan Triwulan IV Tahun 2014 dan Triwulan I Tahun 2015 (Persen)
Secara y-on-y, pertumbuhan IBS Sumatera Selatan pada triwulan I tahun 2015 lebih tinggi dari pertumbuhan q-to-q, yaitu sebesar 10,15 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada industri makanan sebesar 9,75 persen dan sebaliknya pertumbuhan terendah terjadi pada industri karet, barang dari karet dan plastik hingga mencapai angka minus 9,48 persen.
-10,00
Tabel 1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar Sedang Sumatera Selatan Triwulan IV Tahun 2014 dan Triwulan I Tahun 2015 (Persen)
No Kode
KBLI Jenis Industri
Pertumbuhan (%) q-to-q y-on-y Triw IV Triw I Triw IV Triw I
1 10 Industri Makanan - Manufacture of food products -0.77 6.70 5.71 9.75
2 16
Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya - Manufacture of wood and of products of wood and cork, except furniture; manufacture of articles of straw and plaiting materials, bamboo, rattan and the like
1.48 11.09 -5.10 9.57
3 22 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik -
Manufacture of rubber and plastic products -8.29 1.59 -7.66 -9.48
Industri Besar Sedang -0.98 7.52 2.35 10.15
II. Perbandingan Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar Sedang Triwulan I Tahun 2015 Sumatera Selatan dan Nasional
Pada triwulan I tahun 2015, produksi IBS Sumatera Selatan mencatat pertumbuhan sebesar 7,52 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar minus 0,71 persen. Pertumbuhan produksi tertinggi secara nasional terjadi pada industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional sebesar 7,67 persen, sebaliknya pertumbuhan terendah terjadi pada industri barang galian bukan logam dengan pertumbuhan sebesar minus 6,64 persen.
Sebagai perbandingan, pertumbuhan industri makanan secara nasional mengalami pertumbuhan negatif sebesar minus 2,06 persen. Industri karet, barang dari karet dan plastik mengalami kenaikan pertumbuhan hingga 4,12 persen. Sedangkan industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya secara nasional menurun sebesar minus 4,38 persen.
Grafik 2
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar Sedang Sumatera Selatan dan Nasional Triwulan I Tahun 2014 (Persen)
Tabel 2
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar Sedang Sumatera Selatan dan Nasional Triwulan I Tahun 2015 (Persen)
No Kode
KBLI Jenis Industri
Pertumbuhan (%) q-to-q y-on-y
Sumsel Nasional Sumsel Nasional
1 10 Industri Makanan - Manufacture of food
products 6.70 -2.06 9.75 7.08
2 16
Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya - Manufacture of wood and of products of wood and cork, except furniture; manufacture of articles of straw and plaiting materials, bamboo, rattan and the like
11.09 -4.38 9.57 0.88
3 22 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik
- Manufacture of rubber and plastic products 1.59 4.12 -9.48 -3.94
III. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro Kecil Triwulan I Tahun 2015 Sumatera Selatan
Produksi IMK pada triwulan I tahun 2015 mengalami pertumbuhan sebesar minus 3,42 persen. Pertumbuhan produksi ini menurun dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 2,98 persen.
Dari delapan belas jenis IMK di Sumatera Selatan yang menjadi sampel pada Survei Industri Mikro dan Kecil Triwulan I Tahun 2015 (VIMK-15), tiga jenis industri yang mengalami pertumbuhan produksi tertinggi pada triwulan I tahun 2015 adalah :
o Industri alat angkutan lainnya (KBLI 30) tumbuh sebesar 13,20 persen,
o Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki (KBLI 15) tumbuh sebesar 11,76 persen, dan
o Industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional (KBLI 21) tumbuh sebesar 10,14 persen.
Sebaliknya, tiga jenis industri yang mengalami perlambatan produksi terendah pada triwulan I tahun 2015 adalah :
o Industri minuman (KBLI 11) melambat sebesar minus 12,74 persen, dan
o Industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya (KBLI 25) melambat sebesar minus 10,84 persen, dan
o Industri percetakan dan reproduksi media rekaman (KBLI 18) melambat sebesar minus 9,16 persen.
Grafik 3
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro Kecil Sumatera Selatan Triwulan I Tahun 2015 (Persen)
Secara y-on-y, produksi IMK di Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan I tahun 2015 mengalami pertumbuhan negatif sebesar minus 0,48 persen. Pertumbuhan tertinggi dimiliki oleh industri karet, barang dari karet dan plastik sebesar 18,56 persen, diikuti oleh industri furniture sebesar 17,83 persen dan industri makanan sebesar 16,05 persen. Sebaliknya IMK dengan pertumbuhan produksi terendah selama tahun 2015 adalah industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan pertumbuhan sebesar minus 20,95 persen, industri pengolahan tembakau sebesar minus 18,72 persen serta industri minuman sebesar minus 12,74 persen.
Tabel 3
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro Kecil Sumatera Selatan Triwulan I Tahun 2015 (Persen)
KBLI Jenis Industri q-to-q y-on-y
15 Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 11.76 6.76
16 Industri Kayu, Barang dari Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya
-0.54 9.65
17 Industri Kertas dan Barang dari Kertas 6.13 6.13
18 Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman -9.16 -8.66
21 Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional 10.14 10.14
22 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 0.92 18.56
23 Industri Barang Galian Bukan Logam -5.24 -3.13
25 Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya -10.84 -20.95
28 Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL 9.85 -18.10
29 Industri Kendaraan bermotor , Trailler dan Semi Trailer -3.33 -3.33
30 Industri Alat Angkutan Lainnya 13.20 2.66
31 Industri Furnitur 1.86 17.83
32 Industri Pengolahan Lainnya 3.98 4.62
33 Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan -7.63 -7.63
Industri Mikro dan Kecil -3.42 -0.48
IV. Perbandingan Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro Kecil Triwulan I Tahun 2015 Sumatera Selatan dan Nasional
Secara nasional, pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan I TAHUN 2015 terjadi pada industri kertas dan barang dari kertas yang tumbuh sebesar 8,54 persen, sebaliknya industri dengan pertumbuhan produksi terendah secara nasional adalah industri alat angkutan lainnya yang mengalami perlambatan pertumbuhan hingga minus 2,25 persen.
Grafik 4
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro Kecil Sumatera Selatan dan Nasional Triwulan I Tahun 2015 (Persen)
Sejalan dengan pertumbuhan produksi IMK triwulan I, pertumbuhan produksi total IMK Sumatera Selatan y on y 2015 juga menunjukkan angka pertumbuhan yang lebih rendah dari pertumbuhan nasional. Jika produksi IMK Sumatera Selatan selama tahun 2015 hanya mampu tumbuh sebesar minus 0,48 persen, maka produksi IMK secara nasional tumbuh sebesar 5,65 persen.
Secara total, pertumbuhan produksi nasional IMK tertinggi selama tahun 2015 terjadi pada industri kertas dan barang dari kertas dengan angka pertumbuhan sebesar 25,32 persen, disusul oleh industri minuman yang tumbuh sebesar 20,14 persen dan industri tekstil sebesar 11,47 persen. Sebaliknya IMK dengan pertumbuhan produksi terendah terjadi pada industri pengolahan tembakau yang pertumbuhannya melambat sebesar minus 58,34 persen.
-15 -10 -5 0 5 10 15
10 11 13 14 15 16 17 18 21 22 23 25 28 29 30 31 32 33
P
e
r
s
e
n
Tabel 4
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Sumatera Selatan dan Nasional Triwulan I Tahun 2015 (Persen)
KBLI Jenis Industri q-to-q y-on-y
Sumsel Nasional Sumsel Nasional
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
16 Industri Kayu, Barang dari Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya
-0.54 1.07 9.65 -0.60
17 Industri Kertas dan Barang dari Kertas 6.13 8.54 6.13 25.32
18 Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman
-9.16 2.75 -8.66 3.70
21 Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional
10.14 2.06 10.14 -3.88
22 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 0.92 -0.36 18.56 -7.70
23 Industri Barang Galian Bukan Logam -5.24 -2.23 -3.13 -4.98
25 Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya
-10.84 -1.24 -20.95 -6.26
28 Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL 9.85 1.88 -18.10 3.49
29 Industri Kendaraan bermotor , Trailler dan Semi Trailer
-3.33 1.45 -3.33 8.41
30 Industri Alat Angkutan Lainnya 13.20 -2.25 2.66 -4.21
31 Industri Furnitur 1.86 -0.29 17.83 10.87
32 Industri Pengolahan Lainnya 3.98 2.73 4.62 -2.24
33 Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan
-7.63 2.36 -7.63 16.11