• Tidak ada hasil yang ditemukan

Abstraksi Perbup No 2 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Abstraksi Perbup No 2 2015"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA/KELURAHAN 2015.

PERBUP NO 2, LD 2015/NO.2, LL PEMKAB SUMBAWA: 40 HLM.

PERATURAN BUPATI TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA/KELURAHAN DI KABUPATEN SUMBAWA.

ABSTRAK : - Musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat desa/kelurahan merupakan salah satu wadah untuk melaksanakan sistem perencanaan pembangunan yang partisipatif. Untuk meningkatkan kualitas proses dan keluaran perencanaan partisipatif di tingkat desa/kelurahan maka perlu menetapkan Peraturan Bupati ini.

- Dasar Hukum Peraturan Bupati ini adalah UU No. 69 Tahun 1958, UU No. 28 Tahun 1999, UU No. 25 Tahun 2004, UU No. 33 Tahun 2004, UU No. 6 Tahun 2014, UU No. 23 Tahun 2014, PP No. 53 Tahun 2005, PP No. 73 Tahun 2005, PP No. 8 Tahun 2008, PP No. 43 Tahun 2014, PP No. 60 Tahun 2014, PERMENDAGRI No. 13 Tahun 2006, PERMENDAGRI No. 12 Tahun 2007, PERMENDAGRI No. 1 Tahun 2014, PERMENDAGRI No. 53 Tahun 2011, PERDA Kab. Sumbawa No. 31 Tahun 2010, PERDA Kab. Sumbawa No. 7 Tahun 2012.

- Dalam Peraturan Daerah ini diatur tentang Ketentuan Umum yang memuat tentang istilah-istilah yang dimaksud dalam peraturan ini. Musrenbang Desa/Kelurahan dimaksudkan untuk meningkatkan peran dan fungsi lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan serta mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam perumusan masalah, pemilihan alternative solusi dan penetapan prioritas, program, kegiatan dan kebutuhan pembangunan di tingkat desa/kelurahan. Ruang lingkup aspek pembahasan dan batasan program meliputi penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.

CATATAN : - Petunjuk pelaksanaan Musrenbang Desa/Kelurahan tercantum dalam Lampiran I.

- Alur kegiatan penyusunan RPJM-Desa dan RKP-Desa tercantum dalam Lampiran II.

Referensi

Dokumen terkait

Lembaga kemasyarakatan adalah lembaga atau organisasi yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam pemberdayaan

pemerintahan desa dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat desa dengan meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam

(3) Lembaga Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat yang merupakan wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa

Peningkatan partisipasi dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan difokuskan pada peningkatan peran

Pedoman teknis penyusunan perencanaan pembangunan partisipatif serta pengembangan lembaga kemasyarakatan Desa dan Kelurahan Kegiatan fasilitasi keberadaan kesatuan masyarakat

Yang dimaksud dengan pelaku pemberdayaan masyarakat ialah Pemerintah, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintahan Desa dan Kelurahan, lembaga kemasyarakatan desa, kader

Anggota Forum Desa/Kelurahan yang berasal dari masyarakat dan lembaga kemasyarakatan desa dikelompokkan dalam satu kelompok kerja yang disebut sebagai Unit

Jumlah kasus penyimpangan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dilaporkan masyarakat atau lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan kepada Kepala Desa/Lurah.