• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Program Pembangunan Nasional yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor : 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM), merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Pemerintah dalam penyelenggaraan negara selama kurun waktu 2004-2009 yang salah satunya adalah program keluarga berencana.

Didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) disebutkan bahwa Program KB Nasional merupakan rangkaian pembangunan kependudukan dan keluarga kecil berkualitas sebagai langkah penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

Pembangunan ini diarahkan sebagai upaya pengendalian kuantitas penduduk melalui keluarga berencana, serta pengembangan dan peningkatan kualitas penduduk melalui perwujudan keluarga kecil yang berkualitas.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) ini telah diterjemahkan didalam Rencana Strategis (Renstra) Program KB Nasional tahun 2005-2009 dan telah disosialisasikan kepada seluruh mitra kerja dan jajaran pengelola program KB diberbagai tingkatan wilayah.

Sejalan dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tersebut, maka BKKBN Provinsi Jawa Tengah telah melakukan telaah memantapkan Visi, Misi dan Kebijakan Program serta menyelaraskan dengan arah kebijakan pemerintah. Tahun 2009 Pembangunan Keluarga Berencana Nasional dilakukan melalui pelaksanaan 4 (empat) program pokok dan 3 (tiga) program pendukung, yaitu :

1. PROGRAM POKOK

a. Program Keluarga Berencana

b. Program Kesehatan Reproduksi Remaja

c. Program Peningkatan Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, dan d. Program Penguatan Pelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas

(2)

Disamping 7 (tujuh) program tersebut dalam pelaksanaannya masih dijabarkan lagi kedalam Target Sasaran Kinerja selama 1 (satu) tahun yang harus dicapai oleh masing-masing komponen pelaksana, sehingga diharapkan Pelaksanaan Program Keluarga Berencana Nasional di Jawa Tengah dapat berjalan dengan sukses dan berhasil yang selanjutnya dapat memberikan efek tehadap penurunan TFR.

B. TUJUAN

Tujuan dari Evaluasi Program ini untuk memberikan data dan informasi hasil pelaksanaan Program KB Nasional di Provinsi Jawa Tengah secara menyeluruh sehingga dapat diketahui kekuatan dan kelemahan baik dikomponen Provinsi maupun di Kabupaten/Kota

C. METODA

Metode yang digunakan dalam Evaluasi Pelaksanaan Pengendalian Program dan Anggaran Keluarga Berencana Nasional ini adalah dengan melihat trend atau membandingkan hasil yang dicapai terhadap kegiatan operasional dalam satu periode ke periode tertentu yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan lain sebagainya.

D. SUMBER DATA

Sumber data yang dipergunakan dalam melakukan analisis dan evaluasi pelaksanaan program keluarga berencana nasional Provinsi Jawa Tengah ini adalah :

1. Laporan Sub Sistem Pelayanan Kontrasepsi (Rek/Kab/F/II/KB) 2. Laporan Sub Sistem Pengendalian Lapangan (Rek/Kab/F/I/Dallap) 3. Laporan Rutin Lainnya dari masing-masing komponen yang terkait

E. PERKIRAAN PENCAPAIAN SASARAN

Agar dapat diketahui hasil pelaksanaan program sesuai yang diharapkan, diperlukan strategi penggarapan program secara tepat yaitu dengan membagi tahapan pencapaian sebagai berikut :

1. Tahap Konsolidasi, dimana dalam tahap ini diharapkan akan tercapai 25 % Target Sasaran Kinerja (Januari, Februari dan Maret)

2. Tahap Intensifikasi dan Ekstensifikasi, dimana dalam tahap ini diharapkan pencapaian sudah mendekati 80 % dari Target Sasaran Kinerja (April s/d September)

3. Tahap Pemantapan, dimana pada tahap ini diharapkan pelaksanaan dititik beratkan pada penggarapan wilayah yang belum mencapai Target

Sasaran Kinerjanya, sehingga pada tahap ini diharapkan seluruhnya akan tercapai 100 % (Oktober s/d Desember)

(3)

BAB. II

TARGET SASARAN KINERJA

PELAKSANAAN PROGRAM KB NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH

Program Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Tengah seperti yang tercantum dalam RPJM 2004-2009 menetapkan bahwa kebijakan pembangunan keluarga berencana diarahkan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk serta meningkatkan keluarga kecil berkualitas melalui pengendalian kelahiran, peningkatan kualitas kesehatan reproduksi remaja, peningkatan pemberdayaan dan ketahanan keluarga, dan memperkuat kelembagaan dan jejaring pelayanan keluarga berencana.

Sasaran yang harus dicapai adalah :

1. Menurunnya laju pertumbuhan penduduk menjadi sekitar 0,84 per tahun 2. Menurunnya angka kelahiran total (TFR) menjadi sekitar 2,1 per wanita usia

subur

3. Menurunnya Unmetneed menjadi 6 %

4. Meningkatnya Peserta KB Pria menjadi 3,5 %

5. Meningkatnya Usia Kawin Pertama Perempuan menjadi 21 Tahun

6. Meningkatnya partisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak, remaja, lansia dan lingkungan

7. Meningkatnya jumlah keluarga Prasejahtera dan Sejahtera I yang aktif dalam usaha ekonomi produktif

8. Meningkatnya jumlah institusi masyarakat yang aktif dalam menyelenggarakan pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi

Ada 4 (empat) program pokok yang diharapkan dapat menjadi tumpuan dalam mencapai sasaran dimaksud, yaitu :

1. Program Keluarga Berencana

2. Program Kesehatan Reproduksi Remaja

3. Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga

4. Program Penguatan Pelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas

Untuk mengetahui pelaksanaan program sudah tercapai atau belum, maka diperlukan suatu ukuran/indikator sebagai sarana untuk menilai yang saat ini kita kenal dengan SASARAN INDIKATOR KINERJA.

(4)

TARGET SASARAN INDIKATOR KINERJA BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2009

NO. INDIKATOR SASARAN

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Jumlah Peserta KB Baru Selain KB Baru Pria - IUD

- MOW - Implant - Suntik - Pil

Jumlah Peserta KB Baru Pria - MOP

- Kondom

Jumlah Peserta KB Baru seluruhnya

Jumlah Pusat Informasi dan Konseling KRR - Tumbuh

- Tegak - Tegar

-

Jumlah Keluarga Balita Anggota BKB Aktif Jumlah Keluarga Remaja Anggota BKR Aktif

Jumlah Kelompok UPPKS Terdaftar di Direktori Data Basis

Jumlah KPS dan KS.1 Anggota UPPKS aktif Berusaha

Jumlah Kab/Kota Penerima DAK melapor setiap triwulan

Jumlah Kab/Kota telah membentuk PERDA OPD-KB sesuai PP 41 Tahun 2007 berbentuk Badan

678.539 49.809 21.098 95.863 363.719 148.050 125.444 3.944 121.500 803.983 739 628 74 37 574.731 268.724 20.005 548.534 100 % 100 %

(5)

BAB. III

HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KB NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH

Hasil Pelaksanaan Program Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Tengah dari Laporan Kabupaten/Kota melalui Rek/Kab/F/I/Dallap dan Rek/Kab/F/II/KB sampai dengan bulan Agustus 2009 serta laporan dari komponen fungsional terkait dengan substansi programnya , disampaikan bahwa pelaksanaan program terus berjalan baik di provinsi maupun di Kabupaten/Kota. Kegiatan pokok dan rutin yang berskala nasional maupun regional juga terus dilakukan, hal ini dapat dilihat dari hasil 9 Sasaran Indikator Kinerja yang dicapai pada bulan Agustus 2009 sebagai berikut :

PENCAPAIAN INDIKATOR SASARAN KINERJA BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2009

No. Indikator TARGET REALISASI %

1.

2.

3.

4.

Jumlah Peserta KB Baru Selain KB Baru Pria - IUD - MOW - Implant - Suntik - Pil

Jumlah Peserta KB Baru Pria - MOP

- Kondom

Jumlah Peserta KB Baru seluruhnya

Jumlah Pusat Informasi dan Konseling KRR

- Tumbuh - Tegak - Tegar

Jumlah Keluarga Balita Anggota BKB

678.539 49.809 21.098 95.863 363.719 148.050 125.444 3.944 121.500 803.983 739 628 74 37 574.731 554.104 22.071 11.341 59.458 361.056 100.178 26.745 912 25.833 580.849 838 753 63 22 428.378 81,66 44,31 53.75 62.02 99,27 67,66 21,32 23,12 21,26 72,25 113,40 119,90 85,14 59,46 74,54

(6)

7.

8.

9.

Jumlah KPS dan KS.1 Anggota UPPKS aktif Berusaha

Jumlah Kab/Kota Penerima DAK melapor setiap triwulan

Jumlah Kab/Kota telah membentuk PERDA OPD-KB sesuai PP 41 Tahun 2007 berbentuk Badan

548.534 140 35 444.161 70 33 80,97 50 94,28

Sementara untuk melihat perkembangan lebih jauh dari hasil pelaksanaan program secara lengkap dapat kami informasikan sebagai berikut :

1. PROGRAM KELUARGA BERENCANA d. Pencapaian Peserta KB Baru

Jumlah total Peserta KB Baru sampai dengan bulan Agustus 2009 baru tercatat 580.849 peserta atau sebesar 72,25 % yang rinciannya berdasarkan mix kontrasepsi sebagai berikut :

NO. KONTRASEPSI PPM.PB REALISASI %

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. IUD MOW MOP KONDOM IMPLANT SUNTIK PIL 49.809 21.098 3.944 121.500 95.863 363.719 148.050 22.871 11.341 912 25.833 59.458 361.056 100.178 44,31 53,75 23,12 21,26 62,02 99,27 67,66 JUMLAH 803.983 580.849 72,25

Dari jumlah realisasi diatas peserta KB terbanyak menggunakan Alat Kontrasepsi Suntik sebanyak 99,27 % dan terendah menggunakan Alat Kontrasepsi Kondom sebanyak 21,26 %.

Sementara kalau kita lihat pencapaian dimasing-masing Kab/Kota s/d Bulan Agustus 2009 yang mendapatkan Peserta KB Baru tertinggi ada di Kabupaten Wonosobo dengan 108,24 %, sedangkan terendah ada di Kab. Magelang sebanyak 57,32 % sebagaimana terlihat dalam grafik dibawah ini :

(7)

GAMBAR GRAFIK PESERTA KB BARU KABUPATEN/KOTA S/D BULAN AGUSTUS 2009 57.32 58.55 60.41 60.71 62.08 62.94 63.87 64.14 65.64 67.12 67.27 68.03 69.01 70.08 70.19 70.25 70.97 71.78 71.84 72.03 73.55 74.44 74.51 75.29 75.52 77.84 78.52 79.29 82.51 82.73 83.11 83.12 84.10 108.24 134 0 20 40 60 80 100 120 Magelang Pur wor ejo Klat en Tegal Kot a Magelang Kot a Tegal Jepar a Banyumas Temanggung Karanganyar Wonogiri Pemalang Sukohar jo Kot a Semar ang Pur balingga P a t i Cilacap Kebumen Sr agen Gr obogan Pekalongan Boyolali Kot a Pekalongan Bat ang Blor a Banjarnegar a Br ebes Rembang Kendal Kot a Surakar t a Demak Kot a Salat iga Semar ang Kudus Wonosobo

Apabila dilihat dari perkembangan pencapaian PB dari bulan ke bulan dapat kita gambarkan seperti grafik dibawah ini.

(8)

PERKEMBANGAN PENCAPAIAN PB PER-BULAN BULAN AGUSTUS 2009 10000 30000 50000 70000 90000 Peserta KB Baru 61808 64595 73220 75045 77073 78691 80073 70724

JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

Sedangkan persentase pencapaian PB per bulan s/d Agustus 2009 dibanding dengan PPM PB 2009 dapat dilihat dalam gambar sebagai berikut :

PERKEMBANGAN KOMULATIF PERSENTASE PENCAPAIAN PB S/D BULAN AGUSTUS 2009 DIBANDING PPM PB 2009

72.25 63.45 53.47 43.75 34.16 24.83 15.72 7.69 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 JAN FEB MA R AP R ME I JUN JUL AG S SEP OK T NO P DE S % PB/PPM

e. Pencapaian Peserta KB Baru Pria

Jumlah Peserta KB Baru Pria sampai dengan bulan Agustus 2009 baru mencapai 26.745 peserta atau sebesar 21,32 % untuk melihat rincian berdasarkan mix kontrasepsi sebagai berikut :

NO. KONTRASEPSI PPM.PB REALISASI %

1. 2. MOP KONDOM 3.944 121.500 912 25.833 23,12 21,26 JUMLAH 125.444 26.745 21,32

(9)

Peserta KB Baru Pria ini realisasi tertinggi s/d bulan Agustus 2009 dicapai oleh Kab. Wonosobo sebesar 44,14 % dan terendah dicapai oleh Kab. Tegal besar 9,03 % seperti gambar dibawah ini.

9.03 9.73 9.83 10.58 12.32 12.86 13.77 14.04 14.39 14.51 14.76 14.79 14.81 14.85 15.78 16.16 17.35 18.14 18.92 19.12 19.50 19.85 19.93 21.06 22.42 24.04 26.98 28.00 31.39 31.49 31.96 32.58 32.82 36.53 44.14

0.00

50.00

Tegal P a t i Kebumen Kota Pekal ongan Jepar a Kl aten Pemal ang Semar ang Kendal Magel ang Br ebes Pur wor ej o Kar anganyar Bl or a Rembang Kota Tegal Pekal ongan Temanggung Demak Ci l acap Kota Sur akar ta Wonogi r i Sr agen Sukohar j o Gr obogan Batang Boyol al i Kota Semar ang Kudus Banj ar negar a Pur bal i ngga Kota Magel ang Banyumas Kota Sal ati ga Wonosobo

(10)

f. Pencapaian Peserta KB Aktif

Peserta KB Aktif (PA) yang berhasil dibina pada bulan Agustus 2009 tercatat sebesar 5.124.595 atau 80.70 % dari seluruh PUS 6.350.004 atau 114,65 % dari PPM PA 2009 sebesar 4.469.800 .

Sementara Peserta KB Aktif pada bulan Aguatus 2009 per metode kontrasepsi terinci sebagai berikut :

PERSENTASE PENCAPAIAN PESERTA KB AKTIF PER METODE KONTRASEPSI BULAN AGUSTUS 2009 TERHADAP PPM PA 2009

PPM PA 2009 PA AGUSTUS 2009 KONTRASEPSI Jumlah % Jumlah % % PA/PPM IUD MOW MOP IMPLANT SUNTIK PIL KONDOM 423.055 308.215 67.735 569.510 2.378.255 584.530 138.500 9.46 6.90 1.52 12.74 53.20 13.08 3.10 477.487 301.689 65.736 527.610 2.787.323 885.027 79.723 9,32 5,89 1,28 10,30 54,39 17,27 1,55 112,87 97,88 97,05 92,64 117,20 151,41 57,56 TOTAL 4.469.800 100 5.124.595 100 114,65

Data diatas memberikan informasi bahwa peserta KB Aktif pada bulan Agustus 2009 sebagian besar menggunakan alat kontrasepsi Suntik sebanyak 2.787.323 peserta atau 114,65 % dari total PA dan untuk PA terendah adalah MOP sebesar 65.736 peserta atau 1,28 % . Sedangkan persentase Pencapaian PA terhadap PPM PA adalah 114,65 %.

Sementara itu perkembangan pencapaian Peserta KB Aktif pada bulan Agustus 2009 dapat dilihat dalam grafik

PERKEMBANGAN PENCAPAIAN PA PER BULAN S/D JUNI 2009 4.950.494 4.966.563 4.992.038 5.023.695 5.051.988 5.079.150 5111149 5124595 4.469.800 0 2500000 5000000 7500000 10000000

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES PPM

(11)

Dari diagram diatas menunjukan bahwa bulan Agustus pencapaian PA sudah diatas 100 %, yaitu 114,65 %.

Lebih lanjut apabila dilihat persentase pencapaian PA terhadap PPM PA dari Januari s/d Agustus 2009 dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

PERKEMBANGAN PERSENTASE PA TERHADAP PA S/D BULAN AGUSTUS 2009 114.65 113.63 114.35 113.02 112.39 111.68 111.11 110.75 0 25 50 75 100 125 150

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

Sedang untuk pencapaian di masing-masing Kabupaten/Kota dapat dilihat sebagai berikut :

(12)

Realisasi PA kab/kota s/d bulan Agustus 2009 102.66 102.69 104.35 106.06 107.06 108.08 109.38 109.88 111.13 111.18 112.20 113.22 113.44 113.45 113.53 113.78 114.85 114.97 115.14 115.39 115.50 115.98 116.07 117.07 117.50 117.63 117.70 117.75 118.41 119.03 119.26 120.77 120.92 121.05 121.35 50.00 70.00 90.00 110.00 130.00

Kota Magel ang Kota Sal ati ga Kota Semar ang Temanggung Kota Sur akar ta Pur wor ej o Sr agen Kl aten Kebumen Boyol al i Kar anganyar Magel ang Pur bal i ngga Semar ang Sukohar j o Wonogi r i Banj ar negar a Tegal P a t i Banyumas Wonosobo Pemal ang Jepar a Gr obogan Kudus Kota Pekal ongan Pekal ongan Kota Tegal Batang Br ebes Bl or a Demak Kendal Rembang Ci l acap Series1

(13)

a. Pencapaian Peserta KB Aktif Pria

Peserta KB Aktif Pria bulan Agustus 2009 sebesar 145.459 atau 70.53 % dari jumlah PPM Peserta KB Aktif Pria sebanyak 206.235.

Kemudian dari pencapaian kesertaan KB Pria tersebut apabila dilihat dari penggunaan alat kontrasepsi dapat disampaikan sebagai berikut :

NO. KONTRASEPSI PPM PA REALISASI %

1. 2. MOP KONDOM 67.735 138.500 65.736 79.723 97.05 57.56 JUMLAH 206.235 145.459 70,53

Peserta KB Aktif Pria ini realisasi tertinggi dicapai Kab. Cilacap sebesar 121.35 % dan terendah dicapai oleh Kota Magelang sebesar 102,66 % seperti tersebut dibawah ini :

PERKEMBANGAN PENCAPAIAN PESERTA KB AKTIF PRIA S/D BULAN AGUSTUS 2009 0 25,000 50,000 75,000 100,000 125,000 150,000 MOP 66,173 65,824 65,301 65863 66178 69910 66329 65736 67735 KONDOM 69,803 70,996 72,815 74357 76349 77630 86936 79723 138500 JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES PPM

(14)

Sedangkan perkembangan persentase peserta KB Pria dapat kita lihat sbb :

PERKEMBANGAN PERSENTASE PESERTA KB AKTIF PRIA THD TOTAL PA S/D BULAN AGUSTUS 2009 3 2.84 4.16 2.9 2.82 2.79 2.77 2.75 2.75 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 JAN FEB MA RT AP RIL ME I JUN I JULI AG US T SEP T OK T NO P DES PP M

Dari diagram tersebut diatas dapat disampaikan bahwa persentase partisipasi Pria dalam program Keluarga Berencana di Jawa Tengah pada bulan Agustus 2009 baru 2,84 % sedangkan target sebesar 4,16 %, sehingga masih perlu adanya pembinaan yang terus menerus agar sasaran kinerja dapat terpenuhi.

(15)

Sementara untuk melihat perkembangan PA Pria kab/kota s/d Bulan Agustus 2009 dapat kita lihat sebagaimana gambar dibawah ini :

53.90 54.04 54.35 55.05 57.14 59.59 59.73 59.97 60.70 61.07 62.23 63.20 64.32 64.86 66.83 68.66 73.20 73.44 74.77 75.04 76.94 77.03 79.25 79.50 80.54 82.33 83.44 83.92 85.28 89.01 89.85 97.17 100.74 76.70 83.85 30.00 50.00 70.00 90.00 110.00 Kot a Pekalongan Klat en Kot a Semarang Kot a Magelang Kot a Salat iga Magelang Pur wor ejo Kot a Surakart a Sukohar jo Jepara Kot a Tegal Karanganyar Kebumen Cilacap Sragen Temanggung Grobogan Banjarnegara Demak Pekalongan Pur balingga P a t i Wonogir i Rembang Blora Kudus Brebes Tegal Banyumas Semar ang Bat ang Kendal Boyolali Wonosobo Pemalang

(16)

b. Unmetneed

Unmetneed sampai dengan bulan Agustus 2009 masih cukup tinggi yaitu 11,28 % atau 716.411 dibandingkan dengan jumlah PUS yang ada sebesar 6.350.004 Dari jumlah tersebut tertinggi di Kab. Pati 16,61 %, Sedangkan terendah di Kabupaten Rembang 7.50 %, sebagaimana gambar grafik dibawah ini :

7.50 7.56 7.85 8.11 8.29 8.36 8.88 9.15 9.19 9.42 9.53 9.55 9.80 9.84 10.85 11.26 11.67 11.69 11.84 11.99 12.07 12.08 12.08 12.12 12.23 12.38 12.75 13.17 13.86 13.93 14.85 14.92 15.26 16.61 8.33 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00 Rembang Banjarnegara Semarang Wonosobo Boyolali Kot a Pekalongan Wonogiri Temanggung Batang Brebes Karanganyar Sukoharjo Pekalongan Purbalingga Purworejo Demak Blora Kudus Kendal Pemalang M agelang Jepara Kota M agelang Klat en Kot a Semarang Kota Surakart a Grobogan Sragen Kot a Salatiga Kebumen Tegal Banyumas Kota Tegal Cilacap P a t i Series1

(17)

c. Peserta KB Yang Drop Out (DO)

Angka Drop Out Peserta KB Aktif pada bulan Agustus 2009 tercatat sebanyak 350.109 atau 6.40 %, ini dapat dilihat dari PA Desember 2008 sebesar 4.964.579 ditambah PB sampai dengan Bulan Juli 2009 sebesar 510.125, sehingga PA seharusnya sebesar 5.474.704, tetapi Realisasi PA hanya 5.124.595. Kabupaten/Kota yang mempunyai DO tertinggi di Kota Surakarta 11,55 % dan terendah di Kab. Magelang sebesar 2.87 % terinci sbb : 3.48 4.45 4.71 4.80 5.12 5.19 5.25 5.30 5.40 5.40 5.45 5.68 5.71 6.09 6.11 6.30 6.36 6.43 6.61 6.89 6.92 7.01 7.40 7.71 7.77 8.32 8.73 9.20 9.39 9.46 9.78 11.55 Pekalongan Rembang Kot a Pekalongan Jepara Tegal Semarang Wonogir i P a t i Kendal Bat ang Kot a Tegal Demak Purworejo Pemalang Kar anganyar Blora Temanggung Banjar negara Sukoharjo Purbalingga Kebumen Grobogan Kudus Banyumas Kot a Salat iga Cilacap Wonosobo Sragen Brebes Kot a Magelang Kot a Semarang Kot a Sur akart a

(18)

d. Komplikasi Dan Kegagalan 1. Komplikasi Berat

Faktor komplikasi berat dalam pemakaian kontrasepsi dapat dipakai sebagai indikator keberhasilan atau tolok ukur kualitas pelayanan KB di lapangan, semakin kecil angka komplikasi maka dapat dikatakan bahwa kualitas pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi akan semakin baik.

JUMLAH KASUS KOMPLIKASI BERAT S/D BULAN AGUSTUS 2009 0 5 10 15 20 25 30 KOMRAT : 182 17 21 24 24 24 26 25 21 JAN FEBMAR

T APR

IL MEI JUN

I JULI AGS SEP OKT NOP DES

Kasus Komplikasi berat pada posisi sampai dengan bulan Agustus terjadi 182 kasus, dari 182 kasus tersebut dimana pemakai Alat Kontrasepsi IUD terdapat 115 kasus dan Alat Kontrasepsi Implant sebanyak 47 kasus, MOW sebanyak 17 kasus dan MOP 3 kasus, sehingga kalau kita gambarkan dalam bentuk grafik sebagaimana tersebut dibawah ini :

PERKEMBANGAN JUMLAH KOMPLIKASI BERAT S/D BULAN AGUSTUS 2009

-13 37 87

KOMRAT : 182 115 17 3 47 0

IUD MOW MOP IMPLAN SUNTIK

Untuk mengetahui jumlah Kasus Komplikasi Berat di Kabupaten/Kota secara rinci dapat dilihat pada lampiran buku ini.

(19)

2. Kegagalan

Kegagalan terhadap pemakaian kontrasepsi dapat mengakibatkan kehamilan, sedapat mungkin kasus kegagalan dapat ditekan menjadi seminimal mungkin melalui peningkatan kualitas pelayanan kontrasepsi yang sesuai standart baku klinik / pelayanan KB, penyediaan alat kontrasepsi yang berkualitas dan meningkatan kepatuhan klien dalam menggunakan kontrasepsi. Kasus kegagalan pemakaian kontrasepsi yang terjadi dalam bulan Juni 2009 sebagaimana gambar dibawah ini :

PERKEMBANGAN KASUS KEGAGALAN PER BULAN S/D BULAN AGUSTUS 2009 0 20 40 60 80 KEGAGALAN : 455 46 55 65 59 60 78 53 39

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

Perkembangan kasus Kegagalan pemakaian kontrasepsi sampai dengan bulan Agustus 2009 sebanyak 455 kasus, dari 455 kasus tersebut penyebab kegagalan tertinggi pada pemakai alat kontrasepsi Implant yaitu sebanyak 271 kasus, sebagaimana gambar grafik dibawah ini :

JUMLAH KASUS KEGAGALAN PER METODE KONTRASEPSI s /d BULAN AGUSTUS 2009. -75 25 125 225 KEGAGALAN : 455 109 62 13 271

(20)

2. PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

Sesuai dengan arah kebijakan program KB yang baru, dimana salah satu sasaran dari Grand Strateginya adalah terbentuknya Pusat-pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja di setiap Kecamatan/Wilayah pada tahun 2009 (lebih kurang sebanyak 739 PIK-KRR), maka keberadaan dan peran PIK-KRR harus selalu ditingkatkan. PIK-KRR tersebar di seluruh elemen masyarakat dimana remaja berada, dengan basis di antaranya : PIK-KRR berbasis sekolah, PIK-PIK-KRR berbasis Organisasi Kepemudaan, PIK-PIK-KRR berbasis Organisasi Keagamaan, PIK-KRR Pondok Pesantren, dan PIK-KRR berbasis Umum.

a. Tahapan PIK-KRR

Jumlah PIK-KRR di Jawa Tengah yang ada s/d bulan Agustus 2009 sebanyak 838 atau 113,40 % dari PPM 739, dengan tahapan :

• PIK-KRR Tahap Tumbuh : 753 atau 119,90 % • PIK-KRR Tahap Tegak : 63 atau 85,14 % • PIK-KRR Tahap Tegar : 22 atau 59,46 %

JUMLAH PIK-KRR S/D AGUSTUS 2009 0 200 400 600 800 PPM. 739 628 74 37 REAL. 838 753 63 22

TUMBUH TEGAK TEGAR

Untuk mengetahui perkembangan PIK-KRR per bulan dapat kita lihat pada grafik dibawah ini :

(21)

PERKEMBANGAN PIK-KRR PER BULAN S/D BULAN AGUSTUS 2009 0 500 1000 PIK-KRR 638 638 684 688 743 784 826 838

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

b. Basis PIK-KRR

Basis PIK-KRR meliputi :

a. Sekolah : 174 ( 20,76 % ) b. Organisasi Keagamaan : 145 ( 17,30 % ) c. LSM/Organisasi Kepemudaan : 519 ( 61,93 % )

c. Pendidik Sebaya, Konselor Sebaya dan Pengelola PIK-KRR 1. Pendidik Sebaya

• Pendidik Sebaya terlatih : 913 2. Konselor Sebaya

• Konselor Sebaya terlatih : 699 3. Pengelola PIK-KRR

• Pengelola PIK-KRR terlatih : 768 • Pengelola PIK-KRR belum terlatih

Melihat perkembangan PIK-KRR diatas tampaknya yang aktif masih belum merata pada tingkatan wilayah maupun tahapan, dan sebagian besar atau 119,90 % ( 753 ) keberadaan PIK-KRR yang ada baru pada Tahap Tumbuh. Sementara untuk mengetahui pencapaian di Kabupaten/Kota dapat dilihat pada lampiran buku ini.

3. PROGRAM KETAHANAN DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA a. Bina Keluarga Balita (BKB)

(22)

secara aktif dan berkesinambungan. Untuk melihat perkembangan setiap bulan maka dapat kami sampaikan dalam grafik dibawah ini :

PERKEMBANGAN JUMLAH KELUARGA BKB AKTIF S/D BULAN AGUSTUS 2009 100000 200000 300000 400000 500000 600000 KELG.AKTIF 405749 408057 412187 420641 421363 423563 436697 428378 574731

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES PPM

Untuk mengetahui persentase pencapaian kelompok BKB Aktif per bulan dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

PERKEMBANGAN PERSENTASE KELUARGA BKB AKTIF PER PPM S/D BULAN AGUSTUS 2009. 74.54 75.98 73.69 73.31 73.19 71.72 71 70.6 20 40 60 80 100

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

Dari data diatas menunjukkan bahwa persentase tingkat kehadiran anggota Poktan BKB dalam pertemuan/penyuluhan BKB belum menunjukan angka yang menggembirakan dimana pada bulan ini mengalami penurunan sedikit, sehingga perlu ada pembinaan secara terus menerus.

b. Bina Keluarga Remaja (BKR)

Jumlah Keluarga yang menjadi anggota kelompok BKR aktif yang dibina dan melapor pada bulan Agustus 2009 sebanyak 188,510, jumlah tersebut kalau dibandingkan dengan PPM sebanyak 268.724 maka cakupannya baru 70,15 %. sehingga pembinaan dilini lapangan agar terus

(23)

ditingkatkan. Untuk mengetahui trend atau perkembangan BKR Aktif ini dapat dilihat grafik dibawah ini :

PERKEMBANGAN JUMLAH KELUARGA BKR YANG AKTIF S/D BULAN AGUSTUS 2009 100000 150000 200000 250000 300000 KELG.AKTIF 184556 183411 184046 181132 178617 178745 190242 188510

JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

Dilihat dari perkembangan Keluarga yang menjadi anggota BKR Aktif ini selalu fluktuaktif atau naik turun, seperti kalau kita lihat pencapaian pada tahun 2008 lalu. Pada bulan Agustus 2009 ini kalau kita lihat pencapaian di Kabupaten / Kota dibandingkan dengan PPM tertinggi ada di Kabupaten Banyumas dengan 112,16 %, sedang yang terendah di Kabupaten Purbalingga baru 15,59 %. Secara rinci dapat dilihat pada lampiran.

Sementara kalau untuk mengetahui persentase perkembangan setiap bulan dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

PERKEMBANGAN PERSENTASE KELUARGA BKR YANG AKTIF S/D BULAN AGUSTUS 2009 70.15 70.79 66.52 65.72 67.4 68.49 68.25 68.68 20 40 60 80 100

(24)

masih ada kekurangan sebanyak 49.945 atau cakupannya sudah mencapai 81,42 % sebagaimana terlihat pada grafik dibawah ini :

PERKEMBANGAN JUMLAH KELUARGA BKL YANG AKTIF S/D BULAN AGUSTUS 2009 100000 150000 200000 250000 300000 BKL 218410 209218 219637 218333 217224 219883 218761 218908

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

Sementara untuk mengetahui perkembangan BKL Aktif ini dapat kita lihat pada grafik dibawah ini :

PERKEMBANGAN PERSENTASE KELOMPOK BKL AKTIF S/D BULAN AGUSTUS 2009 81.42 81.37 81.79 80.8 81.21 81.69 73.04 81.24 0 20 40 60 80 100

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

Untuk pencapaian Kabupaten/Kota secara rinci dapat dilihat pada lampiran.

d. Jumlah UPPKS Yang Terdaftar Dalam Direktori

Jumlah Kelompok UPPKS yang sudah terdaftar dalam Direktori Data Basis sampai dengan Bulan Agustusi 2009 sebesar 20.057 Kelompok atau 100,26 % dibandingkan dengan Target PPM yang ada sebesar 20.005 Kelompok, sehingga realisasinya telah melebihi dari target kinerja. Pencapaian tertinggi di Kota Semarang 422,60 % dan terendah Kabupaten Pekalongan sebesar 4,60 %. Pencapaian Kab/Kota dapat dilihat pada lampiran buku ini.

(25)

Untuk melihat perkembangan Data Basis UPPKS yang terdaftar dalam direktori dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

JUMLAH KELOMPOK UPPKS YANG TERDAFTAR DLM DIREKTORI DATA BASIS

PER BULAN S/D BULAN AGUSTUS 2009

0 2500 5000 7500 10000 12500 15000 17500 20000 22500 25000 UPPKS 20254 21604 21604 21604 21604 21604 21604 20057

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

Sedangkan persentase pencapaian per bulan untuk Kelompok UPPKS yang terdaftar dalam direktori ini dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

PERSENTASE KELOMPOK UPPKS YANG TERDAFTAR DLM DITREKTORI S/D BULAN AGUTUS 2009 10799 100 20057 21604 10799 10799 10799 10799 10124 0 5000 10000 15000 20000 25000

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES PPM

e. Jumlah Keluarga Pra S dan KS 1 Yang Aktif Berusaha

Jumlah Keluarga Pra S dan KS 1 yang aktif berusaha sampai dengan Bulan Agutus 2009 sebesar 444.161 Keluarga atau 80,97 % dibandingkan dengan Target PPM yang ada sebesar 548.534 Keluarga, meskipun

(26)

JUMLAH KELUARGA PRA S DAN KS 1 YANG AKTIF BERUSAHA S/D BULAN AGUSTUS 2009 100000 200000 300000 400000 500000 600000 KPS & KS I 479357 473902 457623 446684 434974 449919 438517 444161

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

Sementara kalau kita lihat persentase pencapaiannya pada bulan Agustusi 2009 sebesar 80,97 %, dapat digambarkan sebagai berikut :

PERSENTASE KELUARGA PRA S DAN KS 1 YANG AKTIF BERUSAHA S/D BULAN AGUSTUS 2009 80.97 100 79.94 82.02 86 81.38 83.43 86.39 87.39 0 20 40 60 80 100 120

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES PPM

Sedangkan Pencapaian tertinggi untuk Keluarga Pra S dan KS I yang menjadi anggota kelompok UPPKS Berusaha ini yaitu Kabupaten Semarang sebesar 144,87 %, dan terendah di Kota Tegal sebesar 8,41 %. Rincian dapat dibaca pada lampiran buku ini.

4. PROGRAM PENGUATAN DAN PELEMBAGAAN KELUARGA KECIL BERKUALITAS

Program Penguatan Pelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas sebagaimana dalam Rakerda Program KB Nasional Jawa Tengah tahun 2009, dititik beratkan pada pemantapan Advokasi dan KIE , pemantapan komitmen politis dan operasional, peningkatan jaminan dan kualitas pelayanan KB, peningkatan peran serta masyarakat/istitusi masyarakat, peningkatan kemitraan dan keterpaduan program serta pemantapan peran dan status para pengelola program KB di lini lapangan .

(27)

Secara umum kegiatan di Program Penguatan dan Pelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas ini meliputi :

a. Kegiatan Koordinasi Operasional Pengendalian Lapangan b. Pembinaan Institusi Masyarakat

5. JUMLAH KABUPATEN/KOTA PENERIMA DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) MELAPOR SETIAP TRIWULAN

Tahun 2009 jumlah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Program Keluarga Berencana sebanyak 35 Kabupaten / Kota, dengan total anggaran sebesar Rp. 32.840.000.000,-. Dari jumlah anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan : a. Sepeda Motor Rp. 18.226.200.000,- b. Mupen Rp. 2.758.560.000,- c. Muyan Rp. 3.875.120.000,- d. Sarana Klinik KB Rp. 6.338.120.000,- e. BKB Kit Rp. 1.379.280.000,- f. NoteBook Rp. 262.720.000,-

Sampai dengan bulan Juli 2009 beberapa Kabupaten/Kota telah melakukan pelelangan, dan Laporan dari Kabupaten/Kota untuk triwulan kedua per Juli 2009 35 Kabupaten/Kota telah menggirimkan laporan ke Provinsi. Dengan demikian sasaran kinerja untuk laporan DAK Tri Bulan kedua tercapai 50 % atau 70 Laporan.

6. JUMLAH KABUPATEN/KOTA TELAH MEMBENTUK PERDA OPD-KB SESUAI PP 41 TAHUN 2007 BERBENTUK BADAN

Sesuai dengan PP 41 Tahun 2007 bahwa institusi pengelola Program Keluarga Berencana di Kabupaten/Kota diharapkan berbentuk Badan PP Dan KB, namun demikian dalam proses penentuan ditingkat eksekutif dan legislatif Keputusannya belum semua sesuai PP dimaksud, dimana sampai saat ini dari 35 Kabupaten/Kota terbentuk Badan sebanyak 33 Kabupaten/Kota dan 2 Kabupaten berbentuk Kantor yaitu Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Klaten.

(28)

BAB. IV P E N U T U P

Demikian Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Program KB Nasional Provinsi Jawa Tengah yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua.

BIDANG INFORMASI KELUARGA DAN ANALISIS PROGRAM BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2009

Gambar

GAMBAR GRAFIK PESERTA KB BARU KABUPATEN/KOTA  S/D BULAN AGUSTUS 2009   57.32 58.55 60.41 60.71 62.08 62.94 63.87 64.14 65.64 67.1267.27 68.03 69.01 70.0870.1970.25 70.97 71.7871.8472.03 73.55 74.4474.51 75.2975.52 77.84 78.52 79.29 82.51 82.7383.1183.12 84

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, akan menjadi sangat menarik dan dipandang perlu untuk melakukan sebuah penelitian mengenai pengaruh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol

Mengetahui kualitas hidup anak dengan thalassemia mayor di Pusat Thalassemia Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM serta faktor-faktor yang berhubungan.. Penelitian

Berdasarkan pengamatan kemampuan berbahasa siswa pada siklus 1 telah mengalami peningkatan dari pratindakan walaupun belum mencapai persentase KKM yang telah ditentukan.

Masing-masing bagian perusahaan memegang tanggung jawab untuk kelancaran aktifitasnya dan setiap bagian pula saling terkait dengan bagian lain, Oleh karena itu

Dari sisi pelanggan, dalam membangun loyalitas Toko Bursa Sajadah sudah cukup bagus dengan melakukan berbagai cara seperti halnya melakukan pemasaran yang cukup

Materi pembelajaran ini berisi tentang materi pembelajaran yang akan digunakan dalam aplikasi ini, materi ini merupakan materi – materi dasar tentang penggunaan alat pemadam

(2) Bank Indonesia mencabut status BDP apabila Bank Indonesia telah menerima surat penetapan dari BPPN yang menyatakan program penyehatan terhadap Bank yang bersangkutan telah

bahwa berdasarkan pasal 194 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara