• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DAERAH PROPINSI BALI NOMOR : 45 TAHUN : 2000 SERI : D NO.39 GUBERNUR BALI KEPUTUSAN GUBERNUR BALI NOMOR 154 TAHUN 2000

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARAN DAERAH PROPINSI BALI NOMOR : 45 TAHUN : 2000 SERI : D NO.39 GUBERNUR BALI KEPUTUSAN GUBERNUR BALI NOMOR 154 TAHUN 2000"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DAERAH

PROPINSI BALI

NOMOR : 45 TAHUN : 2000 SERI : D NO.39

GUBERNUR BALI

KEPUTUSAN GUBERNUR BALI NOMOR 154 TAHUN 2000

TENTANG

PRODUKSI, PENYALURAN DAN PENYESUAIAN HARGA DASAR ECERAN BENIH PADI, PALAWIJA DAN

HORTIKULTURA GUBERNUR BALI

Menimbang : a. bahwa dalam rangka menunjang program peningkatan produksi pangan, maka penggunaan benih unggul bermutu merupakan salah satu faktor pendukung yang penting; b. bahwa untuk mencapai tujuan tersebut huruf a, maka Balai

Benih Induk, Balai Benih Utama dan Balai Benih Pembantu Padi, Palawija dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Bali berkewajiban untuk melaksanakan kegiatan produksi dan penyaluran benih

(2)

bermutu sesuai dengan fungsi dan peranannya sebagai produsen benih dan sarana penyuluhan dibidang perbenihan; c. bahwa dengan terjadinya perubahan yang cepat dari harga

sarana produksi dipandang perlu untuk menyesuaikan harga dasar eceran benih padi, palawija dan hortikultura pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Bali.

d. Bahwa berhubung dengan hal dimaksud huruf b dan c, dipandang perlu menetapkan dengan Keputusan Gubernur Bali.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 115; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1649);

2. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 46; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3478);

3. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3839);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1995 tentang Perbenihan Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 85; Tambahan Lembaran Negara Nomor 3616);

5. Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 1971 tentang Pembinaan, Pengawasan, Pemasaran dan Sertifikasi Benih; 6. Keputusan Menteri Pertanian Nomor

(3)

7. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 803/Kpts/01.210/1997 tentang Sertifikasi dan Pengawasan Mutu Benih Bina;

8. Keputusan Direktur Jenderal Pertanian Tanaman Pangan Nomor SKI. A5.82.6 tentang Balai Beni hInduk Padi, Palawija dan Hortikultura;

9. Keputusan Direktur Jenderal Pertanian Tanaman Pangan Nomor SKI.HK.050.84.66 tentang Isi dan Warna Label Tiap Benih yang Diperdagangkan;

10. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Bali Nomor 9 Tahun 1991 tentang Penjualan dan Penyaluran Benih/Bibit Padi, Palawija dan Hortikultura dari Balai Benih Induk pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Dati I Bali (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Bali Tahun 1992 Nomor 260 Seri D Nomor 255;)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN GUBERNUR BALI TENTANG PRODUKSI, PENYALURAN DAN PENYESUAIAN HARGA DASAR

ECERAN BENIH PADI, PALAWIJA DAN

HORTIKULTURA.

Pasal 1

(1) Produksi benih bermutu dilaksanakan oleh Balai Benih dengan memanfaatkan dana yang tersedia secara berhasil guna dan berdaya guna.

(2) Apabila pembiayaan dan anggaran tidak tersedia, untuk pemanfaatan Balai Benih secara optimal, kegiatan produksi

(4)

benih dapat ditempuh melalui kerjasama dengan pihak ketiga seperti Koperasi, swasta, BUMN.

(3) Produksi benih dimaksud ayat (1), dan (2) dilaksanakan dengan cara perbanyakan sesuai dengan petunjuk teknis dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(4) Pembinaan teknis tentang perbanyakan benih di Balai Benih dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan, serta pembinaan pengawasan mutu dan sertifikasi benih dilaksanakan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih VIII Wilayah Propinsi Bali.

Pasal 2

Benih hasil Balai Benih yang dapat disalurkan untuk keperluan pertanaman adalah benih yang telah lulus uji laboratorium dan disertai dengan label.

Pasal 3

Penyaluran benih hasil Balai Benih dilaksanakan oleh Balai Benih yan gdalam hal ini ditangani oleh Tata Usaha atau Petugas yang ditunjuk oleh Pimpinan Balai Benih yang bersangkutan.

Pasal 4

(1) Penyaluran benih label biru (BR) dan benih label merah jambu oleh Balai Benih dapat secara langsung kepad apihak yang membutuhkan (konsumen), sedangkan untuk benih pokok (BP) dan benih dasar (BD) atas rekomendasi Kepala

(5)

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Bali atau Pejabat yang ditunjuk.

(2) Penyaluran benih dimaksud ayat (1), untuk kelas Benih Dasar (BD) ataupun Benih Pokok (BP) hanya terbatas untuk perbanyakan benih berikutnya, sedangkan kelas BR atau Label Merah Jambu diarahkan untuk konsumen.

(3) Penyaluran benih kelas Benih Dasar (BD) dan atau Benih Pokok (BP) dapat disalurkan kepada konsumen bukan untuk keperluan perbanyakan, jika keadaan darurat atau mendesak atau persediaan benih kelas Benih Dasar (BD) dan Benih Pokok (BP) dipandang mencukupi.

(4) Penyaluran benih dimaksud ayat (3) hanya atas rekomendasi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Bali atau Pejabat yang ditunjuk.

(5) Penyaluran benih oleh Balai Benih kepada konsumen supaya dilakukan dengan pembayaran secara spontan, bila pembayaran secara kredit/bon mendapat rekomendasi dari Kapala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Bali atau Pejabat yang ditunjuk.

(6) Batas waktu pembayaran benih secara kredit/bon maksimum 4 (empat) bulan sejak tanggal penyaluran, dan bagi konsumen diwajibkan bersedia membuat pernyataan tertulis. (7) Untuk keperluan mendesak dan atau keperluan lain-lain sehingga benih hasil Balai Benih harus disalurkan secara cuma-cuma (gratis), maka wewenang penyalurannya berada pada Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Bali.

(8) Setiap penyaluran benih hasil Balai Benih harus dicatat dalam buku penyaluran secara tertib, teratur.

(6)

(9) Setiap penyaluran benih hasil Balai Benih dimaksud supaya dibuatkan tanda bukti penyaluran benih dalam rangkap 4 (empat), masing-masing 1 (satu) untuk konsumen, 1 (satu) untuk arsip pada bagian penyaluran, 1 (satu) untuk arsip pada bagian Tata Usaha dan 1 (satu) untuk lampiran penyetoran ke Bendaharawan Khusus.

Pasal 5

(1) Harga dasar eceran benih padi, palawija dan hortikultura hasil Balai Benih dilingkungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propnsi Bali ditetapkan sebagaimana tercantum pada Lampiran I Keputusan ini;

(2) Perubahan penyesuaian harga dasar eceran benih padi, palawija dan hortikultura hasil Balai Benih dimaksud ayat (1), ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pertnaian Tanaman Pangan Propinsi Bali.

(3) Hasil penyaluran benih sebagaimana dimaksud ayat (1) merupakan Pendapatan Kabupaten/Kota/Propinsi Pemerintah Pusat (APBN) yang harus disetor ke Kas Daerah Kabupaten/Kota/Propinsi atau Kas Negara melalui Bendaharawan Khusus;

(4) Pengaturan setoran penyaluran benih dimaksud ayat (3) sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Keputusan ini. (5) Batas waktu maksimum penyetoran hasil penjualan benih

Balai Benih ke Bendaharawan Khusus oleh Balai Benih, ditetapkan 13 hari terhitung tanggal pembayaran/pelunasan benih oleh pembeli benih.

(7)

(6) Batas waktu maksimum penyetoran hasil penjualan benih dari Balai Benih oleh Bendaharawan Khusus ke kas Daerah dan atau Kas Negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 6

Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan diatur oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Bali yang dituangkan dalam petunjuk teknis dan pelaksanaannya.

Pasal 7

(1) Dengan berlakunya keputusan ini, maka Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali tanggal 9 Juli 1998 Nomor 314 Tahun 1998 tentang Produksi, Penyaluran dan Harga Eceran Benih Padi, Palawija dan Hortikultural pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Daerah Tingkat I Bali, dinyatakan tidak berlaku lagi.

(2) Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Denpasar Pada tanggal : 4 Mei 2000

GUBERNUR BALI.

ttd.

(8)

Keputusan ini disampaikan kepada :

1. Menteri Dalam Negeri di Jakarta. 2. Menteri Pertanian di Jakarta.

3. Direktur Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultural Departemen Pertanian di Jakarta;

4. Ketua DPRD Propinsi Bali di Denpasar (3 expl) 5. Bupati/Walikota se Bali;

6. Kepala Kantor Wilayah Departemen Pertanian Propinsi Bali di Denpasar 7. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Bali di Denpasar 8. Kepala Biro Hukum Setda Propinsi Bali di Denpasar (11 expl) 9. Kepala Biro Bina Perekonomian Setda Propinsi Bali di Denpasar. 10. Kepala Biro Keuangan Setda Propinsi di Denpasar.

Diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Bali Nomor : 45 tanggal : 23 Mei 2000 Seri : D Nomor : 39

Sekretaris Daerah Propinsi Bali,

ttd.

PUTU WIJANAYA, SH

PEMBINA UTAMA NIP. : 600002026

Referensi

Dokumen terkait