ANALISIS PERBANDINGAN THROUGHPUT PADA OPERATOR JARINGAN GSM DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PURWOKERTO
COMPARATIVE ANALYSIS OF THROUGHPUT IN GSM NETWORK OPERATORS IN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
Dimara Kusuma Hakim1), Gilang Eksayuda2)
1)2)Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Muhammadiyah
Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh, Purwokerto 53182
1)[email protected] 2)[email protected]
Abstrak
Dengan adanya kualitas internet yang bagus maka hal ini dapat membantu dan menunjang sarana pra-sarana dalam mengolah data dan bertukar informasi. Salah satunya yaitu di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, adalah salah satu perguruan tinggi muhammadiyah di Purwokerto yang menggunakan layanan jaringan internet untuk menunjang berlangsungnya proses kegiatan akademik. Karena pada saat ini jaringan internet sangat di perlukan oleh mahasiswa, dosen, ataupun karyawan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Global System for Mobile (GSM) adalah standar sistem seluler generasi kedua yang dikembangkan untuk menyelesaikan permasalahan fragmentasi pada standar sistem seluler pertama di Eropa, dan menjadi sistem seluler pertama yang menggunakan teknik modulasi digital dan menggunakan arsitektur layanan bertingkat. Area jaringan GSM berdasarkan area geografi yang meliputi area sel, area lokasi (AL), area layanan MSC/VLR, dan area Public Location Mobile Network (PLMN). Sel adalah area jaringan radio yang diberikan oleh satu base transceiver station. Masing-masing sel tersebut diidentifikasi melalui nomor Cell Global Identity (CGI) yang diidentifikasikan pada masing-masing cell. Sedangkan area lokasi (AL) adalah kumpulan dari beberapa sel Dalam penelitian ini akan menganalisa perbandingan kecepatan throughput pada jaringan GSM untuk menentukan kualitas layanan internet mana yang memiliki akses tercepat di lingkungan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Serta akan dilakukan uji normalitas, uji homogenitas dan uji ANOVA untuk menganalisis data hasil penelitian. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa provider Telkomsel memiliki kecepatan download terbesar yaitu 7373.026645333334 bit/s. Sementara itu provider Indosat memiliki kecepatan upload terbesar yaitu dengan nilai sebesar 119662.533202666640 bit/s.
Kata Kunci - GSM, Troughput, Kecepatan Download, Kecepatan Upload
Abstract
With the good quality of the internet, this can help and support the pre-facilities in processing data and exchanging information. One of them is at Muhammadiyah University of Purwokerto, is one of the Muhammadiyah universities in Purwokerto that uses internet network services to support the ongoing process of academic activities.
Because at this time the internet network is very needed by students, lecturers, or employees at Muhammadiyah University Purwokerto. Global System for Mobile (GSM) is a second generation cellular system standard developed to solve fragmentation problems in the first cellular system standard in Europe, and became the first cellular system to use digital modulation techniques and use multilevel service architecture. GSM network area based on geographic area which includes cell area, location area (AL), MSC / VLR service area, and Public Location Mobile Network (PLMN) area. Cells are an area of radio networks provided by one base transceiver station. Each of these cells is identified through the Cell Global Identity (CGI) number identified in each cell. Whereas the location area (AL) is a collection of several cells. In this study, we will analyze the comparison of the throughput speed on the GSM network to determine which internet service quality has the fastest access in the Muhammadiyah University of Purwokerto neighborhood. As well as normality test, homogeneity test and ANOVA test to analyze the research data. Based on the tests that have been carried out, it can be seen that the Telkomsel provider has the largest download speed of 7373.026645333334 bit / s. Meanwhile the Indosat provider has the largest upload speed with a value of 119662.533202666640 bit/s.
Keywords - GSM, Throughput, Download Speed, Upload Speed PENDAHULUAN
Perkembangan jaringan komputer dan internet saat ini sudah begitu luas. Penggunaan internet memang bisa dikatakan menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk sebagian orang. Dengan adanya akses internet, siapapun dapat mengakses konten yang sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi, untuk dapat menikmati konten yang ada di dalam internet, kita harus menghubungkan sebuah koneksi agar dapat tersambung dengan internet.
Ada banyak cara untuk mendapatkan akses internet yang telah disediakan oleh ISP (Internet Service Provider) selaku penyedia layanan internet baik menggunakan jaringan kabel maupun menggunakan jaringan
wireless (jaringan tanpa kabel). ISP GSM (Global System for Mobile Communication) merupakan layanan jaringan internet wireless paling praktis
dan menjadi ISP favorit yang paling sering digunakan oleh masyarakat, selain gampang karena hanya menggunakan modem juga sangat mudah untuk dibawa kemana-mana jika diaplikasikan menggunakan laptop. Karena kebutuhan masyarakat akan koneksi internet meningkat maka banyak pula ISP yang bermunculan memberikan layanan internet. ISP dari berbagai perusahaan bermunculan banyak yang menawarkan kemudahan dalam produknya, diantaranya menawarkan layanan akses internet dengan kecepatan tinggi,
kuota internet dalam jumlah besar dengan harga murah dan sebagainya. Dengan banyaknya ISP GSM yang bermunculan mengakibatkan terjadinya persaingan produk yang tinggi melalui iklan baik melalui media cetak maupun media elektronik. Selain kualitas sinyal yang bagus, kecepatan akses
download yang tinggi juga menjadi pertimbangan masyarakat untuk memilih
Analisis jaringan menggunakan QoS (Quality of Service) khususnya adalah latency dan throughput mampu memberikan analisis jaringan yang baik, dimana aspek ini yang sering digunakan didalam analisis jaringan. QoS didefinisikan sebagai sebuah mekanisme atau cara yang memungkinkan layanan dapat beroperasi sesuai dengan karakteristiknya masing-masing dalam jaringan IP (Internet Protocol) (Gani, 2010)..
Dalam penelitian ini sampel yang menjadi objek penelitian diantaranya adalah provider Telkomsel, Indosat, Tri, Axis dan XL. Masing-masing memiliki kecepatan akses download 4.19 Mbps hingga 14.4 dan upload 2.66 hingga 6.7 Mbps.
Dengan adanya permasalahan tersebut diperlukan penelitian untuk menganalisa perbandingan kecepatan throughput pada operator jaringan GSM untuk menentukan kualitas layanan internet mana yang memiliki akses
download dan upload tercepat di lingkungan Universitas Muhammadiyah
Purwokerto.
Adapun beberapa batasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Pengukuran dan analisis kinerja operator jaringan GSM yang digunakan hanya meliputi operator Telkomsel, Indosat, Tri, Axis dan XL yang dilakukan di ruang lingkup kampus Universitas Muhammadiyah
Purwokerto.
2. Pengujian ini dilakukan di Book Store LPIP gedung J tanpa meperhitungkan jarak antar BTS (Base Transceiver Station) setiap
provider.
3. Parameter yang digunakan adalah throughput.
4. Software atau perangkat lunak yang digunakan dalam pengukuran parameter throughput adalah Wireshark.
Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan throughput download dan upload jaringan GSM pada operator Telkomsel, Indosat, Tri, Axis dan XL di lingkungan Kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Manfaat dari hasil penelitian ini yaitu, dapat mengetahui kualitas jaringan GSM pada operator Telkomsel, Indosat, Tri, Axis dan XL di lingkungan Kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dapat digunakan sebagai acuan atau bahan pertimbangan dalam memilih operator jaringan yang hendak digunakan pada jaringan GSM.
Jaringan 4G hanya dapat dinikmati oleh pengguna yang berada di dalam area jaringan 4G yang dicakup, dengan perangkat yang mendukung 4G, dan menggunakan Kartu SIM 4G khusus. Apa yang diklaim penyedia tentang kecepatan internet terkadang berbeda dari yang sebenarnya, namun, hasil
pengukuran parameter QoS memberikan fakta bahwa itu masih dalam kategori baik. Salah satu keterbatasan dari penelitian ini adalah bahwa kami belum memasukkan uji jitter dalam pengukuran QoS (Suharyanto, 2017).
Dalam perkembangannya, teknologi komunikasi seluler beberapa kali mengalami perubahan yang dimulai dari First Generation (1G) hingga sekarang mencapai Fourth Generation (4G). Saat ini di Indonesia untuk teknologi telekomunikasi masih terdapat teknologi 2G terutama di wilayah pedesaan. Teknologi ini memungkinkan untuk memberikan layanan pesan teks, gambar dan pesan multimedia. Kelebihan dari teknologi ini adalah lebih efisien, pengamanan yang baik dari sisi pengirim dan penerima, berbasis teknologi digital. Hampir di seluruh wilayah Indonesia sudah terlayani dengan teknologi 3G, kecepatan transmisi dari teknologi ini antara 125 kbps hingga 2 Mbps. Teknologi ini mendukung multimedia, data, suara dan video. Indonesia saat ini mulai menerapkan teknologi 4G terutama ke kota-kota besar di seluruh Indonesia. Jaringan telekomunikasi seluler generasi keempat menyediakan akses internet ultra-broadband untuk berbagai perangkat
mobile termasuk laptop, smartphone, dan tablet. Jaringan 4G juga
mendukung akses mobile web dan aplikasi yang membutuhkan bandwidth besar seperti mobile TV, mobile video conferencing, dan game online. Jaringan 4G juga mendukung data rate hingga 100 Mbps untuk akses bergerak dengan mobilitas yang tinggi dan hingga 1 Gbps untuk akses bergerak dengan mobilitas yang rendah, dan mendukung kualitas layanan yang tinggi untuk aplikasi multimedia (Ansari, 2014).
Global System for Mobile (GSM) adalah standar sistem seluler generasi
kedua yang dikembangkan untuk menyelesaikan permasalahan fragmentasi pada standar sistem seluler pertama di Eropa, dan menjadi sistem seluler pertama yang menggunakan teknik modulasi digital dan menggunakan arsitektur layanan bertingkat. Area jaringan GSM berdasarkan area geografi yang meliputi area sel, area lokasi (AL), area layanan MSC/VLR, dan area
Public Location Mobile Network (PLMN). Sel adalah area jaringan radio
yang diberikan oleh satu base transceiver station. Masing-masing sel tersebut diidentifikasi melalui nomor Cell Global Identity (CGI) yang diidentifikasikan pada masing-masing cell. Sedangkan area lokasi (AL) adalah kumpulan dari beberapa sel (Triyono, 2015).
Dalam (Iskandar, 2015). Flannagan et al mendefinisikan bahwa QoS adalah teknik untuk mengelola bandwidth, delay, jitter, dan packet loss untuk aliran dalam jaringan. Tujuan dari mekanisme QoS adalah mempengaruhi setidaknya satu diantara empat parameter dasar QoS yang telah ditentukan. QoS didesain untuk membantu end user (client) menjadi lebih produktif dengan memastikan bahwa user mendapatkan performansi yang handal dari aplikasi-aplikasi
berbasis jaringan. QoS mengacu pada kemampuan jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda. QoS merupakan suatu tantangan yang besar dalam jaringan berbasis IP dan internet secara keseluruhan. Tujuan dari QoS adalah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan layanan yang berbeda, yang menggunakan infrastruktur yang sama. QoS menawarkan kemampuan untuk mendefinisikan atribut-atribut layanan yang disediakan, baik secara kualitatif maupun
Fungsi-fungsi QoS dijelaskan sebagai berikut:
1. Pengkelasan paket untuk menyediakan pelayanan yang berbeda-beda untuk kelas paket yang berbeda-beda.
2. Penanganan kongesti untuk memenuhi dan menangani kebutuhan layanan yang berbeda- beda.
3. Pengendalian lalu lintas paket untuk membatasi dan mengendalikan pengiriman paket- paket data.
4. Pensinyalan untuk mengendalikan fungsi-fungsi perangkat yang mendukung komunikasi di dalam jaringan IP.
(Prakoso, 2018). Menyatakan bahwa kuat sinyal (Signal Strength) adalah penerimaan sinyal dari BTS (Base Transceiver Station) terdekat. Secara visual, ukuran kuat sinyal ini direpresentasikan dengan diagram batang (signal bar) yang biasanya ada diatas handphone Semakin ‘penuh’ diagram batang berarti semakin kuat sinyal yang diterima, yang artinya semakin dekat perangkat dengan BTS operator. dBm (deciebel miliWatt) adalah nilai logaritmik dari satuan ‘miliWatt’ yang menunjukan ukuran daya yang dalam istilah
internasional disebut ‘power’.
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji T dan F mengansumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual
berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik (Ghozali. 2011).
Uji homogenitas sebagai salah satu uji syarat analisa, selain uji normalitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki varians yang sama. Uji homogenitas hasil pre test dengan data input hasil pre test kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan pada dasarnya untuk membuktikan apakah data yang akan dianalisa itu memiliki varians yang sama atau tidak dalam setiap kelompoknya (Priyono, 2018).
METODE
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang bekerja dengan angka, yang datanya berwujud bilangan (skor atau nilai, peringkat atau frekuensi), yang dianalisis dengan menggunakan statistik untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian yang sifatnya spesifik.
1. Variabel Yang Diteliti
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah kecepatan operator jaringan GSM berdasarkan uji parameter throughput dari
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi. Teknik observasi yaitu dengan cara melakukan pengamatan secara langsung serta pencatatan sistematis melalui pencatatan dan pengumpulan data.
3. Analisis Data
Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji statistik ANAVA yang merupakan perluasan dari uji rata rata untuk menguji kesamaan rata-rata k sampel, dengan k > 2. Jika Ho ditolak maka masih mempunyai pekerjaan untuk menentukan rata-rata mana saja yang berbeda. Untuk itu perlu dilakukan MCA (Multiple Comparison Analysis) atau Analisis Perbandinganan Ganda
(Taniredja, 2011).
Berikut tahapan yang dilakukan adalah:
1.Menentukan hipotesis
H0: Tidak ada perbedaan antara rata-rata kecepatan throughputGSM H1: Ada perbedaan antara rata-rata kecepatan throughput GSM memiliki tingkat ketepatan pengenalan pola data yang sama.
2.Menentukan nilai alpha (α) (dalam penelitian ini digunakan α = 5%). 3.Menentukan alat uji persamaan (1)
Fhit=
MSTMSE
~ F
k−1,N−k...
.(1) Dimana MST = Mean Square of TreatmentMSE = Mean Square of Error
Dalam implementasinya pengujjian ini dilakukan menggunakan alat bantu perangkat lunak uji statistik yaitu IBM SPSS STATISTICS.
4.Pengambilan kesimpulan
Kesimpulan diambil berdasarkan nilai signifikan yang diperoleh (sig.) dengan ketentuan H0ditolak jika nilai sig<
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Data Penelitian
Data penelitian ini diperoleh melalui pengujian dengan menggunakan aplikasi Wireshark sebagai alat untuk mengetahui throughput pada proses
download dan upload data. Penelitian ini menggunakan 5 provider yaitu
Telkomsel, Indosat, Tri, XL dan Axis.Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan download dan upload sebesar 21,9 MB dari sebuah Cloud
Storage Dropbox. Data yang diambil adalah rata-rata kecepatan throughput download dan upload dari setiap provider. Pengambilan data dilakukan
selama 10 hari dengan interval 15 kali pengujian setiap harinya pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB. Dalam pembahasan ini akan diuraikan uji normalitas, uji homogenitas dan uji ANOVA.
Tabel 1. Data Kecepatan Download Setiap Provider
Jam Telkomsel Indosat Tri XL Axis
08.00 19954,50089 6115,79076 5031,16586 3246,28633 3374,22471 09.00 10187,82895 12211,64610 21701,77814 4692,75615 5696,87212 10.00 3207,95301 6231,25474 2917,96572 1858,33555 8285,63833 11.00 27889,84082 4157,49522 3015,49053 3865,55245 2248,68497 12.00 5043,55751 3281,29407 3991,32271 2664,57537 2554,84959 13.00 5651,99641 2847,07170 2694,98809 3173,06560 3731,23275 14.00 4779,71212 2577,58947 4425,01240 2456,47705 3581,49521 15.00 6613,59521 7483,78942 5804,18053 1815,57820 6331,86123 16.00 3199,69308 15733,09984 2461,63851 6682,99732 5627,64533 17.00 2476,82924 6060,31599 11900,01412 1457,43531 4016,06579 18.00 5176,72225 17371,63264 11810,36542 5035,49946 2257,06098 19.00 7062,39138 4292,88604 6860,45619 3109,92789 2644,19694 20.00 5023,03491 2794,37691 4098,90525 1885,31073 4934,62494 21.00 2470,71716 2150,83935 4123,10611 1824,91652 2282,12722 22.00 1857,02674 3187,71421 2788,29489 2208,81965 2512,83860 Rata-rata 7373,02664 6433,11976 6241,64563 3065,16890 4005,29458
Tabel 2. Data Kecepatan Upload Setiap Provider
Jam Telkomsel Indosat Tri XL Axis
08.00 100527,32971 124047,49111 110800,58005 105936,85189 98348,05093 09.00 102141,84734 103913,29509 107844,41703 107362,03086 100310,04892 10.00 100069,03435 104416,04249 111329,38830 100473,67087 105851,12259 11.00 103663,09213 136920,43086 101484,80316 94460,14756 99910,61895 12.00 117495,09534 117379,21779 101940,54017 95793,05088 98624,80299 13.00 100290,19214 121212,92319 165591,61390 106591,32408 116605,24935 14.00 100260,32240 124038,62010 126233,12928 105880,83347 103725,50222 15.00 101282,02581 108643,36284 110917,92222 97344,77471 103763,01054 16.00 104478,70083 126329,88458 112695,26681 90424,01234 109711,57315 17.00 101617,92324 130800,16367 108102,34248 110893,01128 103905,48267 18.00 101045,47533 100244,00719 104755,61812 115494,47768 102501,45595 19.00 98649,49508 121657,68727 94484,93493 93715,76251 97509,98815 20.00 99452,01171 124403,60449 111255,34351 80681,39813 101280,63449 21.00 101848,46038 121382,46755 100169,68621 95664,06271 100911,80594 22.00 142079,95352 129548,79982 94190,59601 97791,48832 102206,25107 Rata-rata 104993,3973 119662,5332 110786,4121 99900,45982 103011,0399
Tabel 3. RSSI (Received Signal Strenght Indicator) dari dBm (decibel miliWatt) dan ASU (Arbitrary Strenght Unit)
Pukul Telkomsel Indosat Tri XL Axis
08.00 -99 dBm 31 asu -95 dBm 45 asu -102 dBm 38 asu -112 dBm 27 asu -112 dBm 28 asu 09.00 -78 dBm 42 asu -97 dBm 43 asu -94 dBm 46 asu -113 dBm 27 asu -114 dBm 26 asu 10.00 -82 dBm 38 asu -98 dBm 42 asu -93 dBm 49 asu -109 dBm 31 asu -112 dBm 28 asu 11.00 -87 dBm 33 asu -97 dBm 43 asu -93 dBm 47 asu -110 dBm 30 asu -118 dBm 22 asu 12.00 -89 dBm 31 asu -96 dBm 42 asu -97 dBm 43 asu -108 dBm 32 asu -109 dBm 31 asu 13.00 -82 dBm 38 asu -95 dBm 45 asu -102 dBm 38 asu -113 dBm 27 asu -110 dBm 30 asu 14.00 -97 dBm 23 asu -97 dBm 43 asu -104 dBm 36 asu -111 dBm 29 asu -110 dBm 30 asu 15.00 -89 dBm 31 asu -89 dBm 51 asu -93 dBm 47 asu -108 dBm 32 asu -109 dBm 31 asu 16.00 -91 dBm 29 asu -94 dBm 46 asu -96 dBm 44 asu -117 dBm 23 asu -119 dBm 21 asu 17.00 -89 dBm 31 asu -94 dBm 46 asu -99 dBm 41 asu -111 dBm 29 asu -112 dBm 28 asu 18.00 -87 dBm 33 asu -88 dBm 54 asu -82 dBm 58 asu -100 dBm 40 asu -100 dBm 40 asu 19.00 -97 dBm 43 asu -91 dBm 49 asu -80 dBm 60 asu - 99 dBm 41 asu -101 dBm 39 asu 20.00 -92 dBm 28 asu -101 dBm 39 asu -84 dBm 56 asu -99 dBm 41 asu -109 dBm 31 asu 21.00 -82 dBm 38 asu -90 dBm 50 asu -84 dBm 56 asu -100 dBm 40 asu -110 dBm 30 asu 22.00 -87 dBm 33 asu -76 dBm 64 asu -78 dBm 62 asu -102 dBm 38 asu -108 dBm 32 asu Rata-rata -88,53 dBm 33,47asu -93,20 dBm 46,8asu -92,07 dBm 48,07asu -107,47 dBm 32,47asu -110,20 dBm 29,8asu
B.Analisis Hasil Penelitian
1.Uji Normalitas Data
Setelah data didapat maka dilakukan uji normalitas, masing-masing sampel di uji normalitasnya menggunakan uji normalitas Kolmogorov Smirnov.
Hipotesis normalitasnya sebagai berikut:
H0 :Data kecepatan ISP GSM berasal dari populasi yang berdistribusi normal
H1 :Data kecepatan ISP GSM tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Dalam pengujian hipotesis, kriteria untuk menolak atau tidak menolak H0 berdasarkan nilai signifikan adalah sebagai berikut:
Jika sig<α , maka H0ditolak Jika sig≥α , maka H0diterima α= 0.05
Data berdistribusi normal apabila sig≥α, data hasil uji normalitas disajikan pada Tabel 4 dan Tabel 5.
Tabel 4. Uji Normalitas Download
PROVIDER Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
TELKOMSEL ,317 15 ,000 ,690 15 ,000
INDOSAT ,250 15 ,012 ,790 15 ,003
DOWNLOAD TRI ,267 15 ,005 ,707 15 ,000
XL ,184 15 ,182 ,879 15 ,047
AXIS ,174 15 ,200* ,876 15 ,042
Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov di dapat data Telkomsel, Indosat dan Tri tidak terdistribusi normal dikarenakan memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000, 0.012 dan 0.005 kurang dari α maka H0 ditolak pada kartu Telkomsel, Indosat dan Tri. Sedangkan data XL dan Axis terdistribusi normal, karena memiliki nilai signifikansi sebesar 0.182 dan 0.200 yang memiliki nilai lebih besar dari α maka H0diterima.
Tabel 5. Uji Normalitas Upload
PROVIDER Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
TELKOMSEL ,385 15 ,000 ,530 15 ,000
INDOSAT ,224 15 ,041 ,924 15 ,225
UPLOAD TRI ,322 15 ,000 ,713 15 ,000
XL ,149 15 ,200* ,969 15 ,845
AXIS ,228 15 ,035 ,851 15 ,018
Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov di dapat data Telkomsel, Indosat, Tri dan Axis tidak terdistribusi normal dikarenakan memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000, 0.041, 0.000 dan 0.035 kurang dari α maka H0ditolak pada kartu Telkomsel, Indosat, Tri dan Axis. Sedangkan data XL terdistribusi normal, karena memiliki nilai signifikansi sebesar 0.200 yang memiliki nilai lebih besar dari α maka H0 diterima.
2.Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah varian populasi adalah sama atau tidak. Pengujian dilakukan menggunakan aplikasi SPSS for windows. Hipotesis uji homogenitasnya sebagai berikut:
H0: variansi pada tiap kelompok sama (homogen)
H1: variansi pada tiap kelompok tidak sama (tidak homogen) Dasar pengembalian keputusan:
Jika nilai signifikansi > α, maka H0diterima Jika nilai signifikansi < α, maka H0ditolak
Dengan nilai α = 0.05
Tabel hasil pengujian Uji homogenitas tersaji pada tabel 6 dan Tabel 7. Tabel 6. Tes Homogenitas Download
Levene df1 df2 Sig.
Statistic
DOWNLOAD Based on Mean 3,582 4 70 ,010
Based on Median 1,460 4 70 ,224
Based on Median and 1,460 4 38,670 ,233
with adjusted df
Based on trimmed mean 2,467 4 70 ,053
Berdasarkan hasil uji homogenitas dengan statistik Based on Mean diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.010 kurang dari nilai α maka H0 ditolak, dengan demikian data uji homogenitas pada tabel 6 dapat dikatakan tidak homogen.
Tabel 7. Tes Homogenitas Upload
Levene df1 df2 Sig.
Statistic
UPLOAD Based on Mean 1,252 4 70 ,297
Based on Median 1,123 4 70 ,353
Based on Median and 1,123 4 41,408 ,359
with adjusted df
Based on trimmed mean 1,242 4 70 ,301
Berdasarkan hasil uji homogenitas dengan statistik Based on Mean diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.297 jauh melebihi nilai α maka H0 diterima, dengan demikian data uji homogenitas pada uji homogenitas pada tabel 7 dapat dikatakan homogen.
3. Uji ANOVA a. Download
1) Hasil Uji Statistik ANOVA pada kecepatan download setiap
provider
Hasil Uji Statistik ANOVA pada kecepatan download setiap
provider dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Hasil Uji Statistik ANOVA Pada Kecepatan Download Setiap Provider
Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
Between 195935707,982 4 48983926,995 2,264 ,071 Groups
Within 1514849274,625 70 21640703,923 Groups
Berdasarkan Tabel 8. diketahui bahwa nilai sig = 0.071 yang berarti nilai sig > α maka H0 diterima sehingga tidak terdapat perbedaan rata-rata secara signifikan pada kecepatan download setiap provider.
2). Hasil Uji Duncan pada kecepatan download setiap provider Hasil Uji Duncan pada kecepatan download setiap provider dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Hasil Uji Duncan Pada Kecepatan
Download Setiap Provider
PROVIDER N Subset for alpha = 0.05
1 2 XL 15 3065.168905333333 AXIS 15 4005.294580666667 4005.294580666667 TRI 15 6241.645631333332 6241.645631333332 INDOSAT 15 6433.119764000000 6433.119764000000 TELKOMSEL 15 7373.026645333334 Sig. .073 .073
Berdasarkan Tabel 9 dapat diketahui bahwa nilai rata-rata kecepatan
download setiap provider yang paling besar terdapat pada provider
Telkomsel dengan nilai rata-rata download sebesar 7373.026645333334 bits/s.
b.Upload
1) Hasil Uji Statistik ANOVA pada kecepatan upload setiap provider Hasil Uji Statistik ANOVA pada kecepatan upload setiap provider dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Hasil Uji Statistik ANOVA Pada Kecepatan Upload Setiap Provider
Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between 3641531109.065 4 910382777.26 7.133 .000
Groups 6
Within Groups 8933832625.541 70 127626180.365 Total 12575363734.606 74
Berdasarkan Tabel 10 diketahui bahwa nilai sig = 0.000 yang berarti nilai sig < α maka H0 ditolak sehingga terdapat perbedaan rata-rata secara signifikan pada kecepatan upload setiap provider.
2). Hasil Uji Duncan pada kecepatan upload setiap provider
Hasil Uji Duncan pada kecepatan upload setiap provider dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Hasil Uji Duncan Pada Kecepatan
Upload Setiap Provider
PROVIDER N Subset for alpha = 0.05
1 2 3 XL 15 99900.459819333340 AXIS 15 103011.039860666690 103011.039860666690 TELKOMSEL 15 104993.397287333340 104993.397287333340 TRI 15 110786.412145333340 INDOSAT 15 119662.533202666640 Sig. .250 .078 1.000
Berdasarkan Tabel 11 dapat diketahui bahwa nilai rata-rata kecepatan
upload setiap provider yang paling besar terdapat pada provider Indosat
dengan nilai rata-rata upload sebesar 119662.533202666640 bit/s.
PENUTUP
Berdasarkan pengujian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa provider Telkomsel memiliki kecepatan download terbesar yaitu 7373.026645333334 bit/s. Sementara itu provider Indosat memiliki kecepatan upload terbesar yaitu dengan nilai sebesar 119662.533202666640 bit/s.
Setelah penelitian ini dilakukan disarankan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan jumlah provider yang berbeda dan di tempat yang berbeda agar lebih mengetahui kecepatan jaringan di berbagai tempat. Serta penelitian ini bisa sebagi bahan pertimbangan dalam pemilihan
provider yang paling optimal dalam kecepatan download dan upload di
lingkungan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
DAFTAR PUSTAKA
T. A. Gani, Afdhal, and Rahmad. (2010). “Aplikasi Pengaruh Quality Of Service (Qos ) Video Conference Pada Trafik H . 323 Dengan
Menggunakan Metode Differentiated Service (Diffserv),” Rekayasa
Elektron., vol. 9, no. 2, pp. 55–61.
C. E. Suharyanto, P. Simanjuntak, and F. E. Gunawan. (2017). “Quality of Service of GSM, A Comparative Internet Access Analysis of Provider in Batam,”Int. J. Open Inf. Technol., vol. 5, no. 6, pp. 26– 32.
A. Ansari and S. Bojewar. (2014). “A Survey Report on CellularTechnology,”
Int. J. Recent Innov. Trends Comput. Commun., vol. 2, no. 11, pp.
E. Triyono, I. E. S. P, and M. Nashiruddin. (2015). “Jammer Untuk Dual Band GSM Dan CDMA,” JTET (Jurnal Tek. Elektro Ter. Polines, vol. 13, pp. 1– 9.
I. Iskandar and A. Hidayat. (2015).“Analisa Quality of Service (QoS) Jaringan Internet Kampus (Studi Kasus: UIN Suska Riau),” J. CoreIT, vol. 1, no. 2, pp. 67–76.
M. Prakoso, F. Rofii, and A. Qustoniah. (2018). “Aplikasi Drive Test Berbasis Android Pada Jaringan Seluler 3G Dan 4G,” vol. 26, no. 1, pp. 1–15. I. Ghozali. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS
19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
A. Priyono. (2018).“Pengaruh Metode Simulasi Dan Demonstrasi Terhadap Pemahaman Konsep Bencana Tanah Longsor (Study Eksperimen Pada Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Sirampog),” J. Geogr.
Gea, vol. 14, no. 2.