LAPORAN BULANAN OKTOBER
2016
ITPC MILAN
Via Vittor Pisani, 8 – 6° Piano 20124 Milan (MI), Italy
Tel. +39 02 3659 8182 Fax. +39 02 3659 8191
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
DAFTAR ISI i
I. KINERJA EKSPOR IMPOR ITALIA 1
II. ISU PERDAGANGAN/NON PERDAGANGAN ITALIA 5 III. OVERVIEW TREND YANG MEMPENGARUHI EKSPOR IMPOR 6
IV. INFORMASI PELAKSANAAN KEGIATAN 8
V. LAMPIRAN DATA STATISTIK 10
BAB I - KINERJA EKSPOR-IMPOR ITALIA
Perdagangan Italia dengan Dunia Internasional
Total perdagangan Italia dengan dunia pada bulan Juli 2016 tercatat senilai US$ 75.491,70 juta atau turun 7,29% dibandingkan bulan Juli 2015 sebesar US$ 81.423,99 juta. Untuk komoditi non-migas, total perdagangan Italia dengan dunia pada bulan Juli 2016 mencatat nilai sebesar US$ 71.034,91 atau turun 6,12% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 75.661,67 juta. Sementara untuk komoditi migas, total perdagangan Italia dengan dunia di bulan Juli 2016 tercatat senilai US$ 4.456,79 juta atau turun 22,66% dibandingkan bulan Juli 2015 sebesar US$ 5.762,32 juta.
Nilai ekspor Italia di bulan Juli 2016 tercatat sebesar US$ 42.054,57 juta atau turun 6,85% dibandingkan dengan bulan Juli 2015 sebesar US$ 45.148,48 juta. Dari total ekspor tersebut, ekspor non-migas di bulan Juli 2016 mencatat nilai sebesar US$ 41.168,45 juta atau turun 6,10% dibandingkan dengan bulan Juli 2015 sebesar US$ 43.845,14 juta. Sedangkan ekspor migas pada bulan Juli 2016 tercatat sebesar US$ 886,12 juta atau turun 32,01% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 1.303,34 juta. Adapun komoditi non-migas utama yang diekspor Italia ke Dunia pada bulan Juli 2016 adalah sebagai berikut:
1. HS 3004 (Medicaments (Except Vaccines Etc., Bandages Or Pha) 2. HS 8703 (Motor Cars And Other Motor Vehicles Designed To Tr) 3. HS 8708 (Parts And Accessories For Tractors, Public-Transpo) 4. HS 6403 (Footwear, With Outer Soles of Rubber, Plastics, Le) 5. HS 8481 (Taps, Cocks, Valves And Similar Appliances For Pip) 6. HS 9403 (Furniture, Nesoi (Other Than Seats, Medical, Surgi) 7. HS 4202 (Travel Goods, Vanity Cases, Binocular And Camera C) 8. HS 8422 (Machines, For Dishwashing, For Cleaning, Drying, F) 9. HS 2204 (Wine Of Fresh Grapes, Including Fortified Wines; G) 10. HS 7113 (Articles Of Jewelry And Parts Thereof, Of Precious)
Nilai impor Italia di bulan Juli 2016 tercatat sebesar US$ 33.437,14 juta atau turun 7,82% dibandingkan impor Italia di bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 36.275,52 juta. Impor komoditas non-migas Italia di bulan Juli 2016 sebesar US$ 29.866,46 juta atau turun 6,13% dibandingkan dengan bulan Juli 2015 sebesar US$ 31.816,53 juta. Sedangkan untuk impor komoditi migas pada bulan Juli 2016 tercatat senilai US$ 3.570,68 juta atau turun 19,92% dibandingkan dengan bulan Juli 2015 sebesar US$ 4.458,99 juta. Adapun komoditi non-migas utama yang diimpor Italia dari Dunia pada bulan Mei 2016 adalah sebagai berikut:
1. HS 8703 (Motor Cars And Other Motor Vehicles Designed To Tr) 2. HS 3004 (Medicaments (Except Vaccines Etc., Bandages Or Pha) 3. HS 8708 (Parts And Accessories For Tractors, Public-Transpo) 4. HS 8517 (Electrical Apparatus For Line Telephony Or Line Te) 5. HS 3002 (Human And Animal Blood, Prepared; Antisera Other B) 6. HS 2933 (Heterocyclic Compunds With Nitrogen Hetero-Atom (S) 7. HS 8471 (Automatic Data Processing Machines And Units There) 8. HS 7108 (Gold (Including Gold Plated With Platinum), Unwrou) 9. HS 8704 (Motor Vehicles For The Transport Of Goods)
10. HS 7403 (Refined Copper and Copper Alloys (Other Than Maste)
Neraca perdagangan Italia dengan dunia di bulan Juli 2016 mencatat defisit sebesar US$ 8.617,43 juta atau turun 2,88% dibandingkan surplus di bulan Juli 2015 sebesar US$ 8.872,96 juta. Neraca perdagangan Italia dengan dunia untuk komoditi non-migas di bulan Juli 2016 mencatat defisit sebesar US$ 11.301,99 juta atau turun 6,04% dibandingkan surplus di bulan Juli 2015 sebesar US$ 12.028,61 juta. Sementara neraca perdagangan Italia dengan dunia untuk komoditi migas di bulan Juli 2016 mencatat defisit sebesar US$ 2.684,56 juta atau turun 14,93% dibandingkan defisit di bulan Juli 2015 sebesar US$ 3.155,65 juta.
Perdagangan Italia dengan Indonesia
Total nilai perdagangan Italia dengan Indonesia pada bulan Juli 2016 bernilai US$ 213,02 juta atau turun 34,60% dibandingkan dengan total perdagangan bulan Juli 2015 sebesar US$
325,74 juta. Untuk komoditi non-migas, total perdagangan Italia dengan Indonesia pada bulan Juli 2016 bernilai sebesar US$ 213,02 juta atau turun 34,60% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 325,70 juta. Sementara untuk komoditi migas, total perdagangan Italia dengan Indonesia di bulan Juli 2016 tidak tercatat adanya aktivitas dagang dibandingkan dengan bulan Juli 2015 yang bernilai sebesar 0,3%.
Ekspor Italia ke Indonesia pada bulan Juli 2016 sebesar US$ 92,77 juta atau turun 9,99% dibandingkan dengan bulan Juli 2015 sebesar US$ 103,07 juta. Ekspor non-migas Italia ke Indonesia di bulan Juli 2016 mencatat nilai sebesar US$ 92,77 juta atau turun 9,96% dibandingkan dengan bulan Juli 2015 sebesar US$ 103,03 juta. Sementara untuk komoditi migas, ekspor Italia ke Indonesia di bulan Juli 2016 tercatat tidak adanya aktivitas ekspor dibandingkan dengan bulan Juli 2015 yang mencatat adanya aktivitas ekspor sebesar 0,03%. Adapun komoditi non-migas utama ekspor Italia ke Indonesia pada bulan Juli 2016 adalah sebagai berikut:
1. HS 8422 (Machines, For Dishwashing, For Cleaning, Drying, F) 2. HS 8426 (Ship'S Derricks; Cranes; Mobile Lifting Frames, St) 3. HS 2901 (Acyclic Hydrocarbons)
4. HS 8421 (Centrifuges, Including Centrifugal Dryers; Filteri)
5. HS 8419 (Machinery Or Equipment For The Treatment Of Materi) 6. HS 8433 (Printing Machinery (Including Ink-Jet Printing Mac) 7. HS 8453 (Machinery For Preparing Or Working Hides, Skins Or) 8. HS 8481 (Taps, Cocks, Valves And Similar Appliances For Pip) 9. HS 4707 (Waste And Scrap Of Paper Or Paperboard)
10. HS 4107 (Leather Further Preped After Tanning/Crusting, Inc)
Impor Italia dari Indonesia pada bulan Juli 2016 sebesar US$ 120,25 juta atau turun 46,00% dibandingkan dengan bulan Juli 2015 sebesar US$ 222,67 juta. Impor komoditas non-migas Italia dari Indonesia di bulan Juli 2016 sebesar US$ 120,25 juta atau turun 46,00% dibandingkan dengan bulan Juli 2015 sebesar US$ 222,67 juta. Sementara untuk komoditi migas, impor Italia dari Indonesia di bulan Mei 2016 tercatat tidak adanya aktivitas impor
maupun pada tahun sebelumnya di bulan yang sama. Adapun komoditi non-migas utama yang diimpor Italia dari Indonesia pada bulan Juli 2016 adalah sebagai berikut:
1. HS 1511 (Palm Oil And Its Fractions, Whether Or Not Refined) 2. HS 2701 (Coal; Briquettes, Ovoids And Similar Solid Fuels M) 3. HS 6403 (Footwear, With Outer Soles Of Rubber, Plastics, Le) 4. HS 0307 (Molluscs, Live, Fresh, Chilled, Frozen, Dried, Sal) 5. HS 4001 (Natural Rubber, Balata, Gutta-Percha, Guayule, Chi) 6. HS 0901 (Coffee, Whether Or Not Roasted Or Decaffeinated; C) 7. HS 3907 (Polyacetals, Other Polyethers And Epoxide Resins,) 8. HS 3823 (Industrial Monocarboxylic Fatty Acids; Acid Oils F) 9. HS 8001 (Tin, Unwrought)
10. HS 1516 (Animal Or Vegetable Fats And Oils And Their Fracti)
Neraca perdagangan Italia dengan Indonesia pada bulan Juli 2016 mencatat defisit sebesar US$ 27,47 juta atau turun 77,03% dibandingkan defisit bulan Juli 2015 sebesar US$ 119,60 juta. Neraca perdagangan Italia dengan Indonesia untuk komoditi non-migas di bulan Juli 2016 mencatat defisit sebesar US$ 27,48 juta atau turun 77,03% dibandingkan defisit bulan Juli 2015 sebesar US$ 119,64 juta. Sementara neraca perdagangan Italia dengan Indonesia untuk komoditi migas di bulan Juli 2016 mencatat tidak adanya transaksi jika dibandingkan dengan bulan Juli 2015 yang mencatat nilai sebesar 0,03%.
BAB II - ISU PERDAGANGAN / NON PERDAGANGAN
Isu Terkait Perdagangan
Di tengah pertumbuhan ekonomi Italia yang stagnan, sektor industri mesin kendaraan bermotor dilaporkan mengalami pertumbuhan positif. Industri mesin kendaraan bermotor menjadi salah satu industri yang mengkontribusikan pertumbuhan ekonomi Italia secara umum, khususnya selama periode Januari s/d September 2016 yang menyumbang pertumbuhan ekonomi sekitar 19%.
Meskipun tingkat pemulihan pra-krisis masih jauh dari yang diharapkan akan tetapi peningkatan keuntungan di sektor industri mesin kendaraan bermotor memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan beberapa sektor lainnya. Secara khusus untuk kendaraan roda dua, terlihat peningkatan yang cukup signifikan selama periode Januari-September 2016 yaitu sebesar 12% (terutama didominasi oleh penjualan kendaraan bermotor roda dua di atas 50 cc sebanyak 166 ribu unit).
Indikator terhadap trend positif pada industri mesin kendaraan bermotor juga ditunjukkan dengan adanya peningkatan peserta pada pameran motor dan kendaraan roda dua terbesar di Italia yang diselenggarakan pada tanggal 8-13 Nopember 2016, EICMA. Peningkatan peserta pameran EICMA edisi tahun 2016 tercatat sekitar 13% dibandingkan edisi tahun sebelumnya.
Jika merujuk pada perbandingan jumlah registrasi kendaraan bermotor pada periode Januari-September 2015 dibandingkan tahun sebelumnya, kendaraan bermotor roda dua motor mencatat pertumbuhan sebanyak dua kali lipat atau sebesar 14,5%. Tercatat lebih dari 1,6 juta kendaraan yang dijual pada tahun 2015, khususnya untuk kendaraan bermotor roda dua berbahan listrik. Pada tahun 2015 terjual sebanyak 56.000 kendaraan bermotor roda dua pedal dibantu, dengan kenaikan produksi sebanyak dua kali lipat atau sekitar 8.700 unit pada tahun 2014.
BAB III - OVERVIEW TREND YANG MEMPENGARUHI EKSPOR-IMPOR
Perkembangan Trend Impor Bubuk Kakao di Italia
Beberapa negara di Eropa seperti Belanda dan Jerman merupakan penggiling kakao utama bagi dunia yang secara kumulatif memproduksi ground cocoa sebanyak lebih dari 900.000 ton selama periode tahun 2014-2015. (Lihat Grafik di bawah).
Grafik Kinerja Aktifitas Penggilingan Biji Kakao Dunia (2012-2015)
Volume dalam ribu ton
Dengan aktifitas sektor penggilingan kakao yang tergolong minim yang hanya menguasai share sebesar 6% dari total volume penggilingan kakao yang dilakukan di Eropa sebanyak 1,3 juta ton di tahun 2015, Italia mengandalkan suplai produk kakao olahan, baik itu dalam bentuk bubuk maupun mentega, dari Jerman, Belanda dan negara-negara penghasil kakao dunia. Strategi impor ini dilakukan guna mendukung keberlangsungan produksi industri terkait, diantaranya industri makanan, kosmetik dan farmasi yang dari sisi permintaan memperlihatkan trend positif dalam periode 5 tahun terakhir.
Konsumsi per capita untuk produk coklat di Italia dilaporkan semakin bertumbuh mencapai 4 kg per tahun, sementara ekspor Italia untuk produk makanan berbasis coklat juga menunjukkan trend peningkatan sebesar 2,16% selama periode 2011-2015. Italia juga merupakan home base bagi sejumlah pemain industri coklat ternama, seperti Ferrero SpA, Pernigotti SpA, Caffarel SpA dan Venchi SpA.
Sebagaimana dilaporkan International Cocoa Organization (ICCO) pada Grafik 1 di atas, Indonesia termasuk dalam TOP 5 negara penyuplai ground cocoa bagi dunia, meski terlihat sedikit penurunan produksi selama periode tahun 2014-2015 sebesar 6%. Sekitar 70% dari produksi kakao olahan Indonesia ditujukan untuk ekspor ke luar negeri. Ekspor bubuk kakao Indonesia ke dunia pada tahun 2015 tercatat sebanyak 58.941 ton. Produksi kakao olahan Indonesia diharapkan dapat bertumbuh seiring dengan tingginya komitmen produsen lokal dalam meningkatkan produktivitas pengolahan kakao yang dipengaruhi dengan semakin stabilnya harga kakao dunia.
Sementara itu, ekspor kakao bubuk Indonesia ke Italia selama periode 5 tahun terakhir (2011-2015) mencatat trend negatif sebesar 25,29% atau bernilai US$ 50.000 pada tahun 2015. Penurunan ekspor bubuk kakao Indonesia ke Italia tidak lain dikarenakan adanya diskriminasi tarif bea masuk kakao olahan di Eropa. Produk kakao olahan asal Indonesia dikenakan tarif bea masuk berkisar 7,7% s/d 9,6%, sedangkan produk sejenis asal Afrika tidak dikenakan bea masuk (0%). Saat ini pemerintah Indonesia tengah melakukan lobby ke Komisi Uni Eropa mengenai penghapusan pengenaan tarif tersebut sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan daya saing produk kakao olahan Indonesia di pasar Italia.
Terlepas dari hambatan dagang yang ada, pasar Italia dipastikan masih memberikan peluang yang cukup besar bagi upaya peningkatan ekspor bubuk kakao dari Indonesia. Namun demikian, hal ini dapat tercapai melalui perumusan strategi yang efektif dan tepat, khususnya dalam hal inovasi dan teknik produksi/pengolahan, peningkatan kualitas produk, penentuan saluran distribusi yang tepat, serta peningkatan kerjasama perdagangan komoditas antara pemerintah Indonesia dan Uni Eropa.
BAB IV - INFORMASI PELAKSANAAN KEGIATAN
Sejumlah kegiatan utama yang dilakukan ITPC Milan selama bulan Oktober 2016 antara lain sebagai berikut:
1. Melakukan koordinasi dengan Ditjen PEN terkait penyampaian daftar calon buyer dari Italia yang akan menghadiri kegiatan TEI 2016 di Jakarta.
2. Melakukan pertemuan dengan Speafin Group, perusahaan manufaktur kertas di Italia dalam rangka melakukan pendekatan buyer pada tanggal 3 Oktober 2016 di Merate. 3. Menghadiri kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) edisi ke-31 pada tanggal 12-16
Oktober 2016 di Jakarta.
4. Memfasilitasi pertemuan antara delegasi dagang Kabupaten Sidoarjo, PT. Aggiomultimex Sidoarjo dengan Albisetti Internasional SA pada tanggal 13 Oktober 2016 di Milan dalam rangka melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dagang.
5. Menyusun Surat Pernyataan Mendukung Rencana Pembuatan Database materi branding Indonesia di Direktorat Pengembangan Promosi dan Citra, PEN.
6. Berpartisipasi pada pameran produk kopi, TriestEspresso pada tanggal 20-22 Oktober 2016 di Trieste. Terdapat 4 perusahaan kopi Indonesia yang turut berpartisipasi dalam Stand Indonesia yaitu:
PT. Kapal Api Global yang memproduksi Kopi Instan merek Kapal Api dan produk makanan dari kopi lainnya;
PT. Kiwari Farmers yang memproduksi berbagai biji kopi yang telah dipanggang (roasted bean);
Kings Java Coffee yang memproduksi berbagai biji kopi yang telah dipanggang (roasted bean);
PT. Sari Incofood yang memproduksi Kopi Instan merek Indocafe.
7. Memfasilitasi pertemuan antara para pengusaha yang merupakan peserta pameran TriestEspresso 2016 dengan Illy Caffee SpA, salah satu produsen dan pengolah kopi
8. Menangani inquiries permintaan dan penawaran yang disampaikan pada bulan Oktober 2016.