• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

42 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian telah di laksanakan di SMK Negeri 4 Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.

2. Waktu Penelitian

Berikut ini jadwal pelaksanaan penelitian secara rinci yang disajikan dalam bentuk tabel.

Tabel 3.1.Rincian Recana Kegiatan,Waktu Dan Jenis Kegiatan Penelitian

No Tahap Kegiatan Tahun 2015-2016 Sept (2015) Okt (2015) Nov (2015) Jan (2016) Feb (2016) Mar (2016) Apr (2016) 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persiapan Pengajuan judul Penyusunan proposal 2 Pelaksanaan Konsultasi proposal Seminar Treatment 3 Penyelesaian Analisis data Penyusunan laporan Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2015-April 2016, tahun

pelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu: a. Tahap Persiapan

Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan-kegiatan pengajuan judul kepada pembimbing, pengajuan proposal penelitian, seminar proposal, revisi proposal, menganalisis hasil uji coba dan finalisasi tahap persiapan serta pengajuan permohonan ijin penelitian di SMK Negeri 4 Sukoharjo. Tahap ini dilakukan pada bulan September - November 2015.

(2)

b. Tahap Pelaksanaan Penelitian

Pada tahap ini peneliti melaksanakan pengambilan data, pengumpulan data, analisis data yang dilakukan selama bulan Januari sampai dengan Februari 2016.

c. Tahap Penyelesaian

Pada tahap ini peneliti melaksanakan penyusunan laporan skripsi yang meliputi penyusunan draf, pengetikan hasil pelaksanaan penelitian, pelaksanaan ujian skripsi dan revisi. Tahap ini dilakukan selama bulan Februari 2016 - April 2016.

B. Subyek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X PBOSMK N 4 Sukoharjo kabupaten Sukoharjo tahun ajaran 2015/2016.

Gambar 3.2 Bagan Subjek Penelitian

Disediakan dari sekolah X PBO A&X PBO B 60 siswa X PBO B (kelompok kontrol) 30 siswa X PBO A (kelompok eksperimen) 30 siswa Pembelajaran Konvensional(RPP dari sekolah) Integrasi Model Pembelajaran CL dan TG(RPP dari peneliti) GPAI Obsevasi: Teknik, Taktik, Sosial

dan Perilaku Posttest

Anakova Pretest

(3)

C. Rancangan Penelitian 1. Metode Penelitian

Metode penelitian yang tepat sangat diperlukan dalam pelaksanaan suatu penelitian.Metode penelitian dapat digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan penelitian sehingga dengan penggunaan metode yang tepat, tujuan penelitian dapat tercapai.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimen.“Tujuan rancangan eksperimental-semu adalah memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperiman yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan atau memanipulasikan semau variabel yang relevan” (Sunarno, 2011: 56).

Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Eksperimen Kuasi (PEK). Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan, Penelitian Eksperimen Kuasi (PEK) ini dilaksanakan dengan desain

Non-Equivalent Control Group Design. Desain ini terdiri atas satu kelompok

eksperimen dan satu kelompok kontrol. Ilustrasi desain PEK yang dituju tergambar sebagai berikut:

Gambar 3.3. Desain Penelitian Eksperimen Kuasi, Non-Equivalent Control Group (Sarwono, 2008: 29)

Intact Classes Pretest Treatment Posttest

(Experiment Variable) (Dependent Variable)

G1 Classes 1 O1 Approach-1(X1) O2

G2 Classes 2 O3 Convensional(-) O4 Keterangan:

X1= Treatment with Integration Cooperative Learning Model and Tactical Games Model

(-) = Treatment with Convensional Learning

O1 dan O3 = Before treatment

O2 dan O4 = After treatment

G1 Classes 1 = Experiment Group(X PBO A SMK N 4 Sukoharjo) G2 Classes 2 = Control Group(X PBO B SMK N 4 Sukoharjo)

(4)

Dalam penelitian yang menggunakan metode eksperimen ada tahapan-tahapan yang harus disusun secara terprogram dan sistematis. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada satu sekolah yang terbagi menjadi dua bagian : 1) Satu kelas sebagai kelompok eksperimen diberi perlakuan pembelajaran

dengan Integrasi Model Pembelajaran Cooperative Learning dan Tactical

Games Model.

2) Satu kelas sebagai kelompok kontrol diberi perlakuan dengan model pembelajaran konvensional.

Dalam pelaksanaan penelitian ini dilakukan masing-masing selama 4 pertemuan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan integrasi model pembelajaran

Cooperative Learning dan Tactical Games dengan materi modifikasi

permainan bolavoli menggunakan 16 permainan bolavoli yang dimodifikasi masing-masing 4 permainan pada setiap pertemuan pada kelompok eksperimen. Sesuai dengan tingkat kompleksitas taktik dalam permainan bolavoli dan bentuk latihan-latihanya, maka bahan pelajaran bagi siswa SMA sederajat dapat dipilih bentuk latihan yang pada tingkat kompleksitas sesuai dengan prosentasenya. Tingkat prosentase siswa SMA sederajat adalah 10% permainan level 1, 15% permainan level 2, 20% permainan level 3, 25% permainan level 4 dan 30% permainan level 5. Berdasarkan jumlah permainan yang digunakan penelitian adalah 16 permainan dan dibagi dalam prosentase tingkat kompleksitas taktis dalam permainan bolavoi tersebut maka peneliti membagi menjadi 2 permainan pada level 1, 2 permainan pada level 2, 3 permainan pada level 3, 4 permainan pada level 4 dan 5 permainan pada level 5. Sedangkan pada kelompok kontrol akan diberikan perlakuan dengan metode konvensional dengan menggunakan teknik drill meliputi teknik dasar bolavoli yaitu pasing, servis, smes dan blok yang dilakukan secara terpisah selama 4 pertemuan.

2. Variabel Penelitian

Variabel penelitian menurut Sugiyono (2012: 60) “…variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang

(5)

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.”

a. Variabel Bebas (variabel independen)

“Variabel Independen (bebas) adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannyaatau timbulnya variabel dependent (terikat)”(Sugiyono,2012: 61).

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Integrasi Model Pembelajaran Cooperative Learning dan Tactical Games Model dan model pembelajaran konvensional.yang digunakan dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan yang terdiri dari Integrasi Model Pembelajaran

Cooperative Learning dan Tactical Games Model pada kelompok

eksperimen dan model pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol. b. Variabel Terikat (variabel dependent)

“Variabel dependen (terikat) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karenaadanya variabel bebas”(Sugiyono,2012: 61).Variabel terikat (Y) pada penelitian ini adalah Hasil keterampilan bermain bola voli.

3. Definisi Operasional Variabel

a. Integrasi Model Pembelajaran Cooperative Learning dan Tactical

Games Model

Integrasi model pembelajaran cooperative learning dan tactical

games model merupakan suatu pengembangan model pembelajaran

dengan mengikuti unsur-umsur pembelajaran kooperatif dan pendekatan taktis. Integrasi model pembelajaran cooperative learning dan tactical

games model untuk permainan bolavoli merupakan suatu cara yang

memampukan siswa untuk mengapresiasi kesenangan bermain sehingga mendorong keinginan siswa untuk belajar teknik bermain dan meningkatkan penampilan permainannya. Integrasi model pembelajaran

cooperative learning dan tactical games model merupakan pengajaran

(6)

Proses tersebut melibatkan pengajaran anak yang menggunakan permainan yang dimodifikasi dan disederhanakan yang cocok dengan jasmani, sosial dan perkembangan mental. Konsep Integrasi model pembelajaran cooperative learning dan tactical games model juga lebih menekankan pada keaktifan siswa. Siswa mampu mengembangkan tidak hanya sebagian besar psikomotornya tetapi juga ranah afektif dan kognitifnya berkembang dengan baik. Aktivitas model pembelajaran

cooperative learning dan tactical games model adalah berpusat pada

siswa dengan pembentukan kelompok-kelompok atau tim-tim kecil yang terdiri dari 4-6 siswa dalam satu kelompok tersebut dalam aktivitas pembelajaranya. Tugas dari seorang guru dalam integrasi model pembelajaran ini adalah sebagai fasilitator dan menyerahkan tanggung jawab utama kepada siswa dengan pengawasan guru. Aktivitas pembelajaran pada integrasi model pemebelajaran ini adalah bersifat otentik dan dan mencakup perkembangan sosial, fisik dan kognitif siswa. Masalah teknik dalam model pembelajaran ini dipecahkan melalui pendekatan bermain dengan beragam level sesuai dengan tingkatan sekolahnya.

b. Pendekatan Konvensional

Pendekatan konvensional adalah pendekatan pembelajaran yang sudah terjadi / yang berlaku di sekolah selama ini. Pendekatan pembelajaran konvensional merupakan pendekatan pembelajaran untuk mempelajari suatu teknik cabang olahraga yang dilakukan guru dengan menjelakan teknik dasar bolavoli secara runtut. Siswa harus menerima penjelasan dari guru dan setelah menerima penjelasan siswa diharuskan melakukan tugas ajar yang diperintahkan guru secara berulang – ulang.

Penggunaan alat peraga atau media pembelajaran sekedar membantu guru dalam melaksanakan tugas agar lancar. Apabila guru telah selesai menyampaikan materi atau mencontohkan suatu gerakan maka siswa di tugaskan untuk meniru atau mencontoh gerakan yang diberikan oleh guru. Teknik drilling menjadi ciri dari pembelajaran

(7)

konvensional tersebut. Dengan demikian pembelajaran dengan pendekatan konvensional tidak menuntut siswa untuk mengembangkan potensinya secara optimal, maka ketrampilan yang dimiliki siswa pun tidak optimal.

Terlihat sekali bahwa pendekatan konvensional yang dimaksud adalah proses pembelajaran yang lebih banyak didominasi oleh guru sebagai pentransfer ilmu, sementara siswa lebih bersifat pasif sebagai penerima ilmu. Pembelajaran konvensional dalam proses pembelajarannya didominasi dengan metode ceramah, demonstrasi dan penugasan. Penugasan pada pembelajaran konvensional hanya pada tingkat pemahaman dan aplikasi dan tidak sampai pada tahap berfikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah.

c. Hasil KeterampilanBermain Bolavoli

Keterampilan bermain bolavoli adalah derajat kemampuan untuk melakukan permainan bolavoli secara tepat dan efektif. Suatu perubahan kemampuanbermain bolavoli yang dicapai siswa setelah memperoleh pembelajaran permainan bolavoli dengan Integrasi model pembelajaran

cooperative learning dan tactical games model. Perubahan yang ada

dapat dilihat atau diukur melalui tes keterampilan bermain bolavoli dengan membandingkan hasil tes awal (sebelum diberi perlakuan) dengan tes akhir (setelah diberi perlakuan). Selain itu, untuk mengukur variabel antara, akan dilakukan observasi guna mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran. Game Performance Assessment Instrument (GPAI) menjadi penilaian formal untuk berbagai komponen dalam ketrampilan bermain bolavoli.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan selama penelitian dengan menggunakan tertentu.

(8)

1. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.

a. Data primer

Sumber primer adalah sumber data yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2012:225). Data primer ini diperoleh langsung dari objek penelitian. Dalam penelitian ini data primer diperoleh langsung dari siswa kelas X PBOA dan X PBO B SMK Negeri 4 Sukoharjo. Data yang diperoleh dari siswa adalah hasil belajar bermain bola voli baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.

b. Data sekunder

Sumber data sekunder merupakan sumber data yang tidak memberikan informasi secara langsung kepada pengumpul data. Sumber data sekunder ini dapat berupa hasil pengolahan lebih lanjut dari data primer yang disajikan dalam bentuk lain atau dari orang lain (Sugiyono, 2012:225). Data ini digunakan untuk mendukung infomasi dari data primer yang diperoleh baik dari wawancara, maupun dari observasi langsung ke lapangan. Peneliti juga menggunakan data sekunder berupa silabus dan RPP mata pelajaran Penjasorkes, daftar nama peserta didik mata pelajaran Penjasorkes.

2. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan untuk memperoleh data-data yang diperoleh dari suatu penelitian dengan menggunakan instrumen tertentu. Beberapa teknik pengumpulan data, yaitu: a. Pengamatan langsung

b. Pengumpulan data dengan wawancara

c. Pengumpulan data dengan tes (Sunarno, 2011: 98).

“Kegiatan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara tes baik tertulis maupun tes unjuk kerja dilapangan akan membantu peneliti memperoleh data yang akurat” (Sunarno, 2011: 98).

(9)

Game Performance Assessment Instrument (GPAI) dianjurkan untuk

penilaian formal untuk berbagai komponen permainan. Instrumen tersebut digunakan untuk memberikan pengukuran yang valid dan reliabel dalam pengukuran penampilan bermain. GPAI terdiri dari tujuh komponen utama yang meliputi semua kategori permainan (invasi, net/wall, striking/fielding,

dan target).Masing-masing komponen dapat di nilai secara bebas atau dalam

kombinasi dengan komponen lainnya. Misalnya pengambilan keputusan (pilihan untuk passing bawah , passing atas, atau smes) dapat dinilai ketika tiap komponen (frekuensi total untuk keputusan yang tepat, gerakan pendukung yang tepat, atau eksekusi keterampilan yang efisien) dapat juga digunakan untuk mengkalkulasi indikator penampilanpermainan tertentu, seperti skor keikutsertaan dalam permainan, index pengambilan keputusan, index pendukung, dan skor keseluruhan permainan.

Tabel 3.2 Komponen GPAI dalam permainan (Sumber : Griffin & Butler, 2005: 131) Komponen- komponen GPAI dalam Permainan Komponen Definisi

Base Kembalinya pemain yang sesuai pada posisi “home”

atau “recovery” antara usaha keterampilan

Adjust Pergerakan pemain, baik secara ofensif atau defensif,

sesuai jalannya permainan

Decission made /

Pengambilan keputusan

Membuat pilihan yang tepat tentang apa yang dilakukan terhadap bola (atau objek) selama permainan

Skills Execution /

Eksekusi keterampilan

Penampilan yang efisien dari keterampilan yang dipilih

Support/

dukungan

Pergerakan off-the-ball pada posisi menerima operan (atau lemparan)

Cover Dukungan defensif pada pemain dengan hati-hati,

atau menggerakkan bola (atau objek)

(10)

Tabel 3.3 Rumus kalkulasi variabel hasil GPAI (Sumber: Griffin & Butler, 2005: 132) Rumus Kalkulasi Variabel Hasil GPAI Variabel Hasil Kalkulasi

Keikutsertaan dalam permainan

(total respon yang sesuai) + (jumlah eksekusi keterampilan yang efisien) + (jumlah eksekusi keterampilan yang tidak efisien) + (jumlah pengambilan keputusan yang tidak sesuai) Index pengambilan

keputusan(Decisions

made index ) / DMI

(jumlah pengambilan keputusan yang sesuai) / (jumlah pengambilan keputusan yang tidak sesuai)

Indexeksekusi keterampilan(Skills

Executions Index)/SEI

(jumlah eksekusi keterampilan yang efisien) / (jumlah eksekusi keterampilan yang tidak efisien)

Index dukungan (Suppor index ) / SI

(jumlah gerakan pendukung yang sesuai) / (jumlah gerakan pendukung yang tidak sesuai) PenampilanBermain (DMI + SEI + SI) / 3

Tabel 3.4 Penilaian permainan bola voli Penilaian Permainan Bolavoli Komponen

Penilaian Tepat / Efisien

Tidak tepat / Tidak Efisien Pengambilan keputusan ( Decisions made ) - siswa berusaha

memberi umpan kepada teman.

- siswa berusaha melakukan pukulan kedaerah lawan. - siswa berusaha

menerima bola dari lawan.

- siswa belum berusaha memberi umpan kepada teman.

- siswa belum berusaha melakukan pukulan kedaerah lawan. - siswa belum berusaha

menerima bola dari lawan.

Eksekusi keterampilan (Skills

Executions)

- umpan bola yang dapat diterima dengan baik - perkenaan bola yang

tepat

- mampu menjatuhkan bola kedaerah lawan

- umpan bola yang belum dapat diterima dengan baik

- perkenaan bola yang belum tepat - belum mampu menjatuhkan bola kedaerah lawan Pemberian dukungan (Support) - siswa bergerak

menempati posisi yang cocok untuk menerima bola

- siswa bergerak

menempati posisi yang cocok untuk menerima bola

(11)

Tabel 3.5 Contoh lembar penilaian GPAI Nama Pengambilan keputusan Eksekusi keterampilan Pemberian dukungan T TT E TE T TT Keterangan: T : Tepat TT: Tidak Tepat E : Efektif TE: Tidak Efektif

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dilakukan untuk menjawab atau mengkaji kebenaran hipotesis yang diajukan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis varian (Anova). Agar dapat menggunakan analisis ini, perlu adanya uji prasyarat yang harus dipenuhi, selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Pada uji prasyarat meliputi uji keseimbangan rataan, uji normalitas populasi dan uji homogenitas variansi. Berikut akan menjelaskan beberapa uji statistik yang relevan dengan penelitian.

Untuk menjawab pertanyaan penelitian dan menguji hipotesis yang diajukan, maka data yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan inferensial yang dikerjakan menggunakan komputer manual dan program SPSS versi 20.

1. Analisis Statistik Deskriptif

Data analisis kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran ini diperoleh melalui lembar observasi. Dalam evaluasi pembelajaran terdiri dari 3 perseptif domain, yaitu: kognitif, afektif dan psikomotor. Dalam penjasorkes domain psikomotor mendapat penekanan lebih besar dibandingkan domain yang lain. Adapun aspek-aspek yang dinilai dan teknik penilaiannya adalah sebagai berikut:

(12)

Keterangan Penilaian

Skor : 5 = Baik sekali, 4 = Baik, 3 = Cukup, 2 = Sedang, 1 = Kurang Persentase :

Skor yang diperoleh x 100 Skor maksimal Kategori : 90 - 100 = Baik sekali 80 - 89 = Baik 70 - 79 = Cukup 60 - 69 = Kurang <60 = Kurang sekali

PENILAIAN TEKNIK TAKTIS SOSIAL PERILAKU KOGNITIF

5 Teknik dasar sangat baik dalam gerakan Sangat baik dalam pengambilan keputusan dengan bola Kelompok bekerja sangat baik dan selalu bekerja efetif dengan teman. Selalu antusias, penuh perhatiandanme ningkatkankema mpuan dalamgerakan. Mampu menjawab dengan benar, runtut dan bahasanya mudah dipahami 4 Teknik dasar baik dalam gerakan Baik dalam pengambilan keputusan dengan bola Kelompok bekerja baik dan secara bekerja efetif dengan teman. biasanya antusias, sebagian besar perhatian dan mencoba meningkatkan kemampuan dalam gerakan. Menjawab dengan benar, runtut tetapi bahasanya sulit dipahami 3 Teknik dasar kompenten secara sepintas dalam gerakan kompenten dalam pengambilan keputusan dengan bola. Kelompok bekerja dengan kompenten dan sering bekerja efektif dengan teman. sering antusias dan perhatian kurang. Menjawab dengan benar tetapi tidak runtut dan bahasanya sulit dipahami 2 Teknik dasar membutuhka n beberapa perbaikan dalam gerakan Membutuhkan beberapa perbaikan dalam pengambilan keputusan dengan bola. Kelompok bekerja dan kadang - kadang bekerja efektif dengan teman. Membutuhkan beberapa peningkatan antusias dan perhatian. Menjawab tetapi kurang benar 1 Teknik dasar membutuhka n perbaikan yang signifikan dalam gerakan Membutuhkan peningkatan yang signifikan dalam pengambilan keputusan dengan bola. Kelompok bekerja membutuhkan peningkatan yang signifikan dan jarang bisa bekerja efetif dengan teman. Membutuhkan peningkatan yang signifikan antusias dan perhatian. Tidak bisa menjawab pertanyaan

(13)

Data yang dianalisis untuk mendeskripsikan ketuntasan belajar adalah prestasi akademik yang ditunjukan oleh skor posttest, baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya (tuntas secara individu) jika skor yang diperoleh siswa dalam kategori cukup, baik dan baik sekali. Ketentuan ketuntasan belajar ditunjukkan melalui norma berikut:

P3,59 P 27,43 P72,57 P96,40 Keterangan :

Tabel3.6. Ketentuan Ketuntasan Belajar (Atmojo, 2010: 114-115)

Selisih Kategori Hasil Belajar Bermain Bolavoli

> P96,40 Baik sekali 90 - 100

P72,57-P96,40 Baik 80 - 89

P 27,43- P72,57 Cukup 70 - 79

P3,59-P 27,43 Kurang 60 - 69

<P3,59 Kurang Sekali < 60

2. Analisis Statistik Inferensial

Untuk menguji hipotesis penelitian, maka data kemampuan hasil passing atas siswa dalam PEK ini dianalisis dengan statistik inferensial yang meliputi; a. uji Realibilitas, b. Uji prasyarat analisis (uji normalitas, homogenitas, linieritas), c. Uji anakova. Data yang dianalisis adalah data hasil skor pretest dan skor postest. Alasan penggunaan anakova dalam analisis data

(14)

ini karena dalam PEK ini memakai variabel kovariat sebagai variabel independen yang sulit untuk dikontrol, tetapi dapat diukur bersamaan dengan variabel dependen.

Adapun langkah-langkah dalam analisis statistik inferensialdengan menggunakan analisis komputa SPSS 21 adalah:

a. Pengecekan Reliabilitas Pengukuran

Untuk mengetahui tingkat ketetapan hasil tes yang dilakukan dalam penelitian, maka dilakukan uji reliabilitas. Uji ini dilakukan dengan menggunakan analisis komputasi SPSS 21.Langkah pengujiannya sebagai berikut: AnalyzeScaleReliability Analysis, masukkan variabel tes ke kotak items, Model = Paralel, Statistics FIntraklas1 Way Random kemudianOK.

b. Uji Prasyarat Analisis 1) Uji Normalitas

Uji normalitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data kemampuan bermain bolavoli yang diambil berdistribusi normal. Langkah pengujian dengan SPSS 21 adalah sebagai berikut:

a) Pada Toolbar pilih Analyze, kemudian pilih Descriptive Statistics → Explore.

b) Masukkan variabel X dan Y ke Dependent Test.

c) Pada Plots: pilih Normality Plot with Tests. Klik Continue. d) Klik OK.

2) Uji Linieritas (Dengan Teknik Analisis Mean Test)

Uji linieritasini dilakukan untuk mengetahui bahwa hubungan variabel X terhadap variabel Y adalah linier. Prosedur pengujian dengan SPSS 21 adalah sebagai berikut:

a) Pada Toolbar pilih Analyze, kemudian pilih Compare Means →

Means.

b) Masukkan variabel Y pada posisi Dependent List dan variabel X pada posisi Independent List.

(15)

c) Pada Option: pilih Test for linearity. Klik Continue. d) Klik OK.

3) Uji Homogenitas (Dengan Teknik Analisis Levene’s Test)

Uji ini digunakan untuk memperlihatkan bahwa data hasil kemampuan bermain bolavoli siswa dalam kelompok memiliki variansi yang sama. Prosedur pengujian dengan SPSS 21 adalah sebagai berikut: a) Pada Toolbar pilih Analyze, kemudian pilih General Linear Model

→ Univariate.

b) Untuk analisis tanpa kovariat: Masukkan variabel Y pada posisi

Dependent Variable dan variabel desian pada Fixed Factor(s).

c) Untuk analisis dengan kovariat: Masukkan variabel Y pada posisi

Dependent Variable, variabel desain pada Fixed Factor(s) dan

variabel X pada posisi Covariates(s).

d) Pada Model: pilih Full Factorial. Klik Continue. e) Pada Option: pilih Homogeneity test. Klik Continue. f) Klik OK.

c. Uji Hipotesis Anakova

Analisis kovarian (Anakova) merupakan gabungan antara analisis regresi dengan analisis varian (anava). Setelah uji prasyarat analisis terpenuhi yakni untuk mengetahui data yang dianalisis berdistribusi normal, data homogen, dan model regresi linier, maka uji analisis berikutnya adalah anakova atau uji kombinasi analisis regresi dan varians. Anakova adalah analisis kovarian yang mempertimbangkan/memasukkan variabel independen metrik sebagai kovariat ke dalam model. Tujuannya untuk menurunkan error variance dengan cara mengontrol/menghilangkan pengaruh variabel metrik (interval) yang diyakini membuat bias hasil analisis. Hal ini penting khususnya dalam penelitian yang sampel/subjeknya tidak diambil secara acak sebagaimana dalam PEK ini.. Langkah pengujian SPSS 21 untuk uji regresi adalah sebagai berikut:

(16)

1) Pada Toolbar pilih Analyze, kemudian pilih Regression → Linear. 2) Masukkan variabel Y pada posisi Dependent dan variabel X pada

posisi Independent(s).

3) Pada Statistics: pilih Model fit dan Descriptives. Dalam pilihan

Regression Coeficient pilih Estimates dan Convidence interval. Dalam

pilihan Residual, pilih Durbin-Watson. Klik Continue. 4) Klik OK.

Sedangkan langkah pengujian SPSS 21 untuk hasil gambar garis persamaan regresi adalah sebagai berikut:

1) Pada Toolbar pilih Analyze, kemudian pilih Regression → Curve

Estimation.

2) Masukkan variabel Y pada posisi Dependent(s) dan variabel X pada posisi Independent.

3) Pada Model: pilih Linear. Klik Continue. 4) Klik OK.

Untuk analisis anakova, langkah pengujian SPSS 21 adalah sebagai berikut:

1) Pada Toolbar pilih Analyze, kemudian pilih General Linear Model → Univariate.

2) Untuk analisis tanpa kovariat: Masukkan variabel Y pada posisi

Dependent Variable dan variabel desian pada Fixed Factor(s).

3) Untuk analisis dengan kovariat: Masukkan variabel Y pada posisi

Dependent Variable, variabel desain pada Fixed Factor(s) dan

variabel X (Pretest dan Jenis Kelamin) pada posisi Covariates(s). 4) Pada Model: pilih Full Factorial. Klik Continue.

5) Pada Option: pilih Descriptive statistics, Estimates of effect size, dan

Parameter Estimates. Klik Continue.

6) Klik OK.

dan inferensial yang dikerjakan menggunakan komputer manual dan program SPSS versi 21.

Gambar

Tabel 3.1.Rincian Recana Kegiatan,Waktu Dan Jenis Kegiatan Penelitian
Gambar  3.2 Bagan Subjek Penelitian
Gambar 3.3. Desain Penelitian Eksperimen Kuasi, Non-Equivalent Control Group   (Sarwono, 2008: 29)
Tabel 3.5 Contoh lembar penilaian GPAI  Nama  Pengambilan keputusan  Eksekusi  keterampilan  Pemberian dukungan  T  TT  E  TE  T  TT  Keterangan:  T   : Tepat  TT: Tidak Tepat  E  : Efektif  TE: Tidak Efektif

Referensi

Dokumen terkait

Menjelaskan hasil evaluasi ketercapaian Renstra, tindak koreksi dan pencegahan serta perubahan yang mempengaruhi Sistem manajemen Mutu (SMM) Belum sinkron penjelasan

Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang menunjukkan akibat dari suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut baik

- Pengalaman kerja diutamakan dibidangnya - Familiar dengan bidang pemasaran property - Memiliki kemampuan negosiasi/presentasi - Networking luas, berpenampilan menarik,

Hal ini dapat terjadi melalui dua mekanisme yaitu diawali dengan terjadinya hipertrofi ventrikel kiri yang menyebabkan kepayahan otot jantung dalam memompa, maupun

Meskipun terdapat banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dislipidemia berhubungan erat dengan angka mortalitas pada penyakit jantung koroner, ternyata hal ini tidak

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayahNya, sehingga skripsi dengan judul “ANALISIS FAKTOR PERILAKU

• Hasil analisa struktur yang telah dilakukan pada perencanaan Gedung Bupati Lombok Timur dituangkan pada gambar teknik yang terdapat pada

Angandika wong kang ahlul supi, khakekate amaujud edat, iku rupane maklume, kang aneng ndalem ngelmu, ing tingale tekeng ing budi, de ngelmune tan ana, tan