• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

27

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1.1 Deskripsi Subyek

Subyek enelitian ini adalah peserta didik kelompok Taman Kanak-Kanak (TK) di PAUD SUN KIDS Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga Semester II Tahun Ajran 2014/2015 dengan jumlah siswa 10 anak, 5 anak perempuan dan 5 anak laki-laki dan karakateristik anak didik memiliki kemampuan dan potensi yang heterogen.

1.2 Deskripsi Pra Siklus

Kondisi pra siklus atau kondisi awal merupakan keadaan anak sebelum Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan. Keterampilan motorik halus anak masih rendah hal ini terbukti dari hasil observasi yang telah dilakukan peneliti dengan hasil sebagai berikut :

Tabel 4.1 Kondisi awal atau pra siklus.

No Kategori Jumlah

Anak

Persentase

1. Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 5 50%

2. Mulai Berkembang (MB) 3 30%

3. Belum Berkembang (BB) 2 20%

(2)

28

Berdasarkan tabel 4.1 diperoleh data bahwa siswa-siswi kelompok TK di PAUD SUN KIDS Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga masih memiliki keterampilan motorik halus yang rendah. Dari 10 anak, 5 atau 50% memperoleh nilai baik, 3 atau 30% mendapat nilai cukup dan 2 atau 20% memperoleh nilai kurang.

Gambar 4.1

Persentase Keterampilan motorik halus Pra siklus

Dari gambar 4.1 dapat dilihat bahwa peningkatan keterampilan motorik halus anak masih rendah. Hal ini di sebabkan karena kurangnya kegiatan pembelajaran yang melatih keterampilan motorik halus, sehingga anak cenderung pasif dan mudah bosan. Guru masih memberikan pembelajaran monoton dan kurang memunculkan minat dan antusias anak. Berdasarkan kondisi tersebut, maka peneliti mengambil tindakan kelas berdasarkan perencanaan yang telah dilaksanakan sebelumnya. 50% 30% 20%

Pra Siklus

Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Mulai Berkembang (MB) Belum Berkembang (BB)

(3)

29

1.3 Pelaksanaan Penelitian Siklus I

Penelitian ini terdiri dari satu kali pertemuan dalam setiap siklus. Dibawah ini merupakan deskripsi Siklus I :

1.3.1 Perencanaan Tindakan

Sebelum melaksanakan tindakan, peneliti telah melakukan perencanaan berupa mengidentifikasi masalah yang muncul, mendiagnosis dan selanjutnya berupaya memecahkan masalah yang ada. Kemudian peneliti menentukan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran untuk dicantumkan dalam instrumen penelitian dan lembar observasi siswa. Peneliti juga telah menyusun dan melampirkan Rencana Kegiatan Harian (RKH) sebelum melakukan tindakan. Selanjutnya mempersiapkan contoh, alat-alat, lembar kegiatan dan bahan-bahan yang diperlukan selama pelaksanaan siklus I. Alat dan bahan yang diperlukan tersebut berupa lem fox, stik yang digunakan untuk mengmbil lem, lembar kegiatan (gambar matahari dan awan mendung), kerak/kulit telur yang telah dihigieniskan dan warnai dengan cat asturo berbagai warna yang menarik sehingga layak digunakan dalam kegiatan mozaik kerak telur.

1.3.2 Tindakan dan Observasi 1.3.2.1 Pelaksanaan Tindakan

Setelah mempersiapkan perencanaan yang matang, tindakan perbaikan dan observasi dilaksanakan dalam kegiatan-kegitan sebagai berikut :

1. Kegiatan Awal

Pertemuan untuk melaksanakan siklus I ini dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Mei 2015. Kegiatan pembelajaran dimulai pada pukul 08.00. Dalam pelaksanaan kegiatan awal ini, anak didik berbaris dengan rapi, berdoa dan memberi salam. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang dilakukan setiap pagi sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Setelah selesai senam bersama, anak didik masuk kekelas masing-masing. Tidak lupa guru menyapa dan menanyakan keadaan anak didik dan melakukan presensi. Untuk menciptakan suasana yang lebih semangat, guru dan anak didik bernyanyi dan bertepuk tangan bersama-sama. Selanjutnya guru menerangkan dan memberikan

(4)

30

pertanyaan-pertanyaan kepada anak didik mengenai gejala-gejala alam yang dipelajari dalam bulan ini.

2. Kegiatan Inti

Saat pelaksanaan kegiatan inti, guru menerangkan kegiatan mozaik kerak telur yang akan dilaksanakan pada hari ini dan anak didik sangat berantusias untuk segera melaksanakan kegiatan tersebut. Saat memaparkan langkah-langkah pembuatan mozaik, guru memperlihatkan contoh gambar mozaik matahari dan awan hujan yang telah dipersiapkan sebelumnya sehingga akan mempermudah siswa dalam melaksanakan kegiatan mozaik. Berikutnya guru membagikan lembar kegiatan, lem, kerak telur berwarna warni sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya anak didik diberikan kesempatan untuk menyelesaikan kegiatan mozaik dengan batas waktu 60 menit.

3. Kegiatan Akhir

Dalam Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang terlampir dalam penelitian ini, tanya jawab antara guru dan anak didik dilakukan dalam kegiatan akhir. Pertanyaan yang diajukan guru mengulas kembali pelajaran dalam bulan Mei yaitu tentang gejala alam dengan sub tema mingguan kejadian alam. Berikutnya anak didik secara induvidual menceritakan kembali dengan panduan gambar-gambar yang berurutan tentang kejadian apa saja yang kemungkinan terjadi saat dan sebelum turunnya hujan. Tidak lupa guru memberikan pesan kepada anak didik untuk selalu belajar, tidur siang dan makan dengan sayur-mayur. Kegiatan selanjutnya adalah bernyanyi, berdoa , memberikan salam dan pulang.

1.3.2.2 Hasil Tindakan dan Observasi

Berdasarkan tindakan dan observasi yang telah dilakukan pada siklus I, maka diperoleh data secara diskriptif kuantitatif melalui penilaian nontes atau observasi. Data perolehan nilai anak didik pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut.

(5)

31

Tabel 4.2 Hasil belajar dan ketuntasan siklus I

No Penilaian Keterampilan Jumlah

Anak

Persentase

1. Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 6 60%

2. Mulai Berkembang (MB) 3 30%

3. Belum Berkembang (BB) 1 10%

Jumlah 10 100%

Berdasarkan hasil observasi siklus I pada tabel 4.2 diatas, menunjukkan hasil penilaian keterampilan yang tergolong Berkembang Sesuai Harapan (BSH)

berjumlah 6 anak dengan persentase 60%, Mulai Berkembang (MB) sebanyak 3 anak dengan persentase 40% dan 1 anak dengan persentase 10% yang tergolong Belum Berkembang (BB).

Pada gambar 4.2 ini merupakan persentase hasil pelaksanaan siklus I.

Gambar 4.2

Persentase Keterampilan motorik halus Siklus I

60% 30%

10%

Siklus I

Berkembang Sesuai Harapan (BSH)

Mulai Berkembang (MB) Belum Berkembang (BB)

(6)

32

Dari gambar 4.2 dapat dilihat bahwa peningkatan keterampilan motorik halus anak mencapai 60%, maka hasil tersebut masih belum mencapai target pencapaian sebanyak 80%.

1.3.3 Refleksi

Observasi yang telah dilaksanakan oleh observer menghasilkan refleksi pada siklus I bahwa masih terdapat beberapa anak didik yang tergolong dalam kriteria Mulai Berkembang (MB) sebanyak 4 orang anak didik dan 1 anak yang termasuk dalam kategori Belum Berkembang (BB), sehingga perlu diadakannya perbaikan guna tercapainya hasil belajar dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan target minimal 80%. Dari pengamatan yang telah dilakukan selama berlangsungnya siklus I terdapat beberapa anak yang malas dan tergesa-gesa dalam melaksanakan kegiatan mozaik kerak telur sehingga peneliti perlu mengadakan perbaikan dalam pembelajaran pada siklus II. Hal itu dilaksanakan guna tercapainya hasil pembelajaran yang optimal dalam meningkatkan keterampilan motorik halus dengan target pencapaian sebanyak 80% anak yang mendapat perolehan nilai dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH).

1.4 Tahapan Perencanaan Perbaikan

Pada tahap perencanaan tindakan siklus II, peneliti menyusun rencana pembelajaran yang telah dikembangkan sesuai dari hasil refleksi dalam siklus I yang telah dilaksanakan sebelumnya, yang membedakan hanya pola gambar pada lembar kerja dan warna cat pada kerak telur. Pada siklus II ini menggunakan pola gambar gunung berapi disesuaikan dengan tema dalam minggu ini yaitu tentang bencana alam.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan perbaikan dalam siklus II, antara lain sebagai berikut :

1. Guru memberikan semangat lebih lagi supaya anak didik termotivasi dalam mengikuti kegiatan.

2. Guru lebih efektif dalam membagi waktu sehingga semua yang tercantum dalam RKH dapat terlaksana dengan baik.

(7)

33

3. Menggunakan apersepsi berupa permainan, agar anak didik mendapat pengalaman yang baru dan dengan senang hati dalam mengikuti pembelajaran.

1.5 Pelaksanaan Penelitian Siklus II

Pelaksanaan siklus II ini diharapkan dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dalam siklus I sehingga dapat memenuhi target pencapaian yang telah ditetapkan. Dalam siklus II dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. Setelah mempersiapkan perencanaan, tindakan perbaikan dan observasi siklus II dilaksanakan dalam kegiatan-kegitan sebagai berikut :

4.5.1 Tindakan dan Observasi 1. Kegiatan awal

Pertemuan siklus II dilaksanakan pada hari Selasa, 26 Mei 2015 pada pukul 08.00. Pelaksanaan kegiatan awal ini, anak didik berbaris dengan rapi, berdoa dan memberi salam kepada guru dan anak didik yang lain. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang dilakukan rutin setiap pagi sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Seusai senam bersama, anak didik masuk kekelas masing-masing. Tidak lupa guru menyapa dan menanyakan kabar anak didik dan melakukan presensi. Untuk menciptakan suasana yang lebih semangat, guru dan anak didik bernyanyi dan bertepuk tangan bersama-sama. Selanjutnya guru menerangkan materi dan memutarkan video mengenai gejala-gejala alam dengan sub tema bencana alam. Setelah itu, guru juga memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang telah diterangkan.

2. Kegiatan Inti

Pada saat berlangsungnya kegiatan inti, guru menerangkan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengikuti kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari ini, yaitu kegiatan mozaik kerak telur dengan pola gambar gunung meletus. Sebelum memulainya, guru telah menjelaskan tahapan-tahapan dan cara dalam mengerjakan kegiatan mozaik kerak telur dengan alat dan bahan-bahan yang telah

(8)

34

dipersiapkan sebelumnya sehingga kegiatan belajar berjalan dengan lancar dan kondusif. Bahan-bahan tersebut berupa lembar kegiatan mozaik dengan gambar gunung merapi, lem fox, stik dan kerak telur berwarna.

3. Kegiatan Akhir

Kegiatan akhir dalam RKH dituliskan anak diajak menirukan suara huruf yang diucapkan guru (G-U-N-U-N-G/B-A-N-J-I-R) sebagai pembelajaran huruf siswa yang berkaitan dengan tema hari ini. Sebagai ulasan kembali kegiatan yang dilakukan dalam sehari, guru dan siswa saling bertanya jawab tentang pelajaran hari ini yaitu tentang bencana alam. Setelah semuanya selesai, guru memberikan pesan kepada anak didik untuk selalu belajar dirumah, tidur siang dan makan dengan sayur-mayur. Kegiatan selanjutnya adalah bernyanyi, berdoa , memberikan salam dan pulang.

4.5.2 Hasil Tindakan dan Observasi

Berdasarkan tindakan dan observasi yang telah dilakukan pada siklus II, maka diperoleh data secara diskriptif kuantitatif melalui penilaian nontes atau observasi. Data perolehan nilai anak didik pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.3 sebagai berikut :

Tabel 4.3 Hasil belajar dan ketuntasan siklus II

No Penilaian Keterampilan Jumlah

Anak

Persentase

1. Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 9 90%

2. Mulai Berkembang (MB) 1 10%

3. Belum Berkembang (BB) 0 0%

(9)

35

Berdasarkan hasil tindakan dan observasi siklus II pada tabel 4.2 diatas, menunjukkan adanya peningkatan yang cukup baik keterampilan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) PAUD SUN KIDS Kec.Sidorejo Kota Salatiga.

Berikut disajikan presentase keterampilan motorik halus pada siklus II.

Gambar 4.3

Persentase Keterampilan motorik halus Siklus II

Dari gambar 4.3 dapat dilihat bahwa peningkatan keterampilan motorik halus siswa Taman Kanak-Kanak (TK) PAUD SUN KIDS Kec.Sidorejo Kota Salatiga yang termasuk dalam kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 9 anak dengan persentase 90%, Mulai Berkembang (MB) sebanyak 1 anak dengan persentase 10% dan 1 anak dengan persentase 0% yang tergolong Belum Berkembang (BB). Dari hasil yang telah diperoleh, maka dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan sebesar 90%.

90% 10%

0%

Siklus II

Berkembang Sesuai Harapan (BSH)

Mulai Berkembang (MB) Belum Berkembang (BB)

(10)

36

4.5.3 Refleksi

Berdasarkan data dari refleksi dan observasi pada siklus II, dapat dilihat bahwa seluruh anak telah mencapai ketuntasan dalam pembelajaran. Dari hasil pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan, menunjukkan adanya peningkatan keterampilan motorik halus dengan menggunakan kegiatan mozaik kerak telur. Hal itu menunjukkan bahwa indikator keberhasilan yang diharapkan telah memenuhi target pencapaian.

4.6 Pembahasan

Analisis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari pra siklus, siklus I dan siklus II setelah diterapkannya kegiatan mozaik kerak telur, maka diperoleh hasil belajar yang tersaji dalam tabel 4.4 dibawah ini :

Tabel 4.4 Perbandingan Hasil Belajar Prasiklus, Siklus I dan Siklus II

Tahap Awal Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Mulai Berkembang (MB) Belum Berkembang (BB) F % F % f % Prasiklus 5 50% 3 30% 2 20% Siklus I 6 60% 3 30% 1 10% Siklus II 9 90% 1 10% 0 0%

Berdasarkan pada tabel 4.4 keterampilan motorik halus anak didik pada prasiklus dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) menunjukkan adanya peningkatan sebanyak 1 anak dengan persentase 10%, kriteria Mulai Berkembang (MB) sebanyak 0 anak dengan persentase 0% dan yang tergolong Belum Berkembang (BB) menurun sebanyak 1 anak dengan persentase 10%. Berikutnya pada siklus II anak didik dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) meningkat sebanyak 3 anak dengan persentase 30%, kriteria Mulai Berkembang (MB) menurun sebanyak 2 anak dengan persentase 20% dan yang tergolong Belum Berkembang menurun menjadi 0 anak dengan persentase 0%.

(11)

37

Dibawah ini merupakan diagram peningkatan keterampilan motorik halus siswa Taman Kanak-Kanak (TK) di PAUD SUN KIDS Kec. Sidorejo Kota Salatiga yang tersaji pada gambar 4.4 berikut.

Gambar 4.4

Diagram Persentase Prasiklus, Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan pada diagram pada gambar 4.4 menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam keterampilan motorik halus dalam prasiklus dengan kriteria Belum Berkembang (BB) sebanyak 2 anak dengan persentase 50%, kriteria Mulai Berkembang (MB) sebanyak 3 anak dengan persentase 30% dan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 5 anak atau 50%. Sedangkan dalam siklus I dapat dilihat yang termasuk dalam kriteria Belum Berkembang (BB) sebanyak 1 anak atau 10%, kriteria Mulai Berkembang (MB) sebanyak 3 anak atau 30% dan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 6 anak atau 60%. Sedangkan dalam siklus II yang tergolong dalam kriteria Belum Berkembang (BB) sebanyak 0 anak atau 0%, kriteria Mulai Berkembang (MB) sebanyak 1 anak atau 10% dan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 9 anak dengan persentase 90%.

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Prasiklus Siklus I Siklus II

Belum Berkembang (BB) Mulai Berkembang (MB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH)

(12)

38

Menurut data yang telah diperoleh melalui obeservasi prasiklus, siklus I dan siklus II tersebut membuktikan adanya peningkatan keterampilan motorik halus dengan menggunakan kegiatan mozaik kerak telur.

Gambar

Tabel 4.1 Kondisi awal atau pra siklus.
Tabel 4.2  Hasil belajar dan ketuntasan siklus I  No  Penilaian Keterampilan  Jumlah
Tabel 4.3  Hasil belajar dan ketuntasan siklus II  No  Penilaian Keterampilan  Jumlah
Tabel 4.4  Perbandingan Hasil Belajar Prasiklus, Siklus I dan Siklus II  Tahap  Awal  Berkembang Sesuai Harapan (BSH)  Mulai Berkembang (MB)  Belum Berkembang (BB)  F  %  F  %  f  %  Prasiklus  5  50%  3  30%  2  20%  Siklus I  6  60%  3  30%  1  10%  Sikl

Referensi

Dokumen terkait

emampuan menilai isi dan penataan bacaan secara kritis dilakukan melalui aktifitasaktifitas mempertimbangkan, menilai, dan menentukan keputusan. =aranya, antara lain

Sekalipun nilai-nilai utama pembentuk karakter sebuah komunitas yang menjadi ke-khas-an sebuah komunitas tentu tidak tergantikan dengan adanya hal itu, namun sebagai

Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok pembuat kebijakan yang ditempati oleh Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (MTKP Jateng), kelompok pelaksana

Pada model penelitian ini juga dikembangkan suatu kondisi jika pada stasiun kerja akhir di aliran produksi tidak terdapat stasiun inspeksi maka produk nonconforming yang ada

Mengenai perencanaan Rumah Sakit Swasta, dengan adanya ketentuan izin bagi Rumah Sakit swasta oleh pemerintah, tentunya pendirian suatu rumah sakit swasta tidak terlepas

(1) Besarnya pokok Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) dengan

keputusan yang akurat karena hasil dari setiap alternatif diketahui secara pasti.  Risiko: kondisi di mana pembuat