6
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar SistemSistem pada dasarnya banyak memberikan manfaat dalam mengambil keputusan, serta memahami lingkungan yang saling berhubungan satu sama lain dan bersama-sama berfungsi untuk mencapai tujuan tertentu. Terdapat dua kelompok dalam mendefinisikan sistem yaitu menekankan pada prosedur dan menekankan pada elemen. Yang menekankan pada prosedur sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sedangkan yang menekankan pada elemen, sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraktif mencapai suatu tujuan tertentu.
Menurut Kusrini (2007:11) sistem, adalah “sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas atau fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses atau pekerjaan tertentu”.
2.1.1. Pengertian Sistem
Sistem didefinisikan bahwa sistem adalah kumpulan yang terdiri dari unsur manusia, mesin, prosedur, dokumen, data atau lainya yang terorganisasi dari unsur-unsur tersebut, disamping berhubungan satu sama lainnya, juga berhubungan dengan lingkungan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Berikut ini beberapa pengertian sistem yang dikemukakan oleh para ahli antara lain :
Ada beberapa pengertian sistem diantaranya adalah menurut Nuraida (2008:28) “sistem adalah kumpulan komponen dimana masing-masing komponen memiliki fungsi yang berinteraksi dan saling tergantung serta memliki satu kesatuan yang utuh untuk bekerja mencapai tujuan tertentu.
Pengertian sistem menurut Jogiyanto (2014:34) mendefinisikan “sistem sebagai pendekatan procedur dan pendekatan komponen”.
Menurut Jogiyanto (2014:2) mengemukakan bahwa “sistem merupakan kumpulan dari elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.
Menurut Sutabri (2012:6) mengemukakan bahwa “ sistem merupakan sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.
2.1.2. Karakteristik Sistem
Suatu sistem memiliki karakter atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan sebagai suatu sistem. Karakteristik juga menggambarkan sistem secara logis. Adapun karakteristik-karakteristik sistem tersebut adalah, sebagai berikut:
1. Komponen (Component System)
Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Dimana setiap sistem memilki sifat-sifat dari sistem dan menjalankan fungsi tertentu dari sistem. Subsistem yang menjalankan fungsi tertentu dari sistem. Subsistem yang menjalankan fungsi tertentu tersebut dapat mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2. Batas Sistem (Boundary System)
Batas sistem merupakan daerah yang dibatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dibatasi dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
3. Lingkungan Luar Sistem (Environment System)
Lingkungan Luar dari suatu sistem adalah apapun yang berada diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat berupa sesuatu yang menguntungkan dan merugikan.
4. Penghubung Sistem (Interface System)
Penghubung atau jalinan sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem satu dengan subsistem lainnya.
5. Masukin Sistem (Input System)
Masukan sistem merupakan energi yang dimasukan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance) dan masukan sinyal (signal). 6. Keluaran Sistem (Output System)
Keluaran (Output) adalah hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat menjadi masukan untuk subsistem yang lainnya atau kepada sistem.
7. Pengolah System (Process system)
Suatu sistem harus memiliki suatu perangkat yang bertugas mengolah. Bagian pengolah ini yang akan mengubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem dapat memiliki bagian pengolah atau sistem tersebut sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.
8. Sasaran atau Tujuan (objective and goal system)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem.
2.1.3. Klasifikasi Sistem
Menurut Zakiyudin (2012:7), sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa jenis yaitu:
1. Sistem Abstrak (Abstak System) dan Sistem Fisik (physical System)
Sistem abstrak adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep-konsep. Contohnya adalah sistem teologi atau keagamaan yaitu suatu sistem yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya, antara alam dan Allah sebagai pencipta alam semesta. Sedangkan sistem fisik adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat, contohnya, sistem komputer, sistem transportasi, sistem perguruan tinggi, sistem dan lain-lain.
2. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem tak tentu (Probalistic System) sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi interaksi dengan bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya Dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tak menentu atau tidak dapat diprediksi karena mengandung probabilitas.
3. Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System)
Sistem tertutup merupakan suatu sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa ada turut campur dari pihak luarnya. Dalam kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup yang ada hanyalah sistem yang relative tertutup (Relative Closed System). Sistem relative tertutup biasanya mempunyai masukan dan keluaran yang tertentu serta terpengaruh oleh keadaan luar sistem. Sistem terbuka menerima input dari subsistem lain dan menghasilkan output untuk subsistem lain. Sistem ini mampu beradaptasi dan memiliki sistem pengendali yang baik karena lingkungan luar yang bersifat merugikan dapat menggangu jalanya proses didalam sistem.
4. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan (Human Made System). Sistem Alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang di rancang oleh manusia melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut dengan human-machine sistem atau man-machine system.
5. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks
Sistem sederhana adalah sistem yang tidak rumit atau sistem dengan tingkat kerumitan rendah. Misalnya Sistem Sepeda. Sistem Kompleks adalah sistem yang rumit, misalnya sistem otak manusia.
2.1.4. Pengertian Informasi
Informasi adalah hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan tersebut bisa menjadi informasi, hasil pengolahan data yang
tidak memberikan makna atau arti serta tidak bermanfaat lagi bagi seseorang bukanlah merupakan informasi bagi orang tersebut. Data adalah fakta atau apapun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi. Data bisa berupa bahan untuk diskusi, pengambilan keputusan, perhitungan, atau pengukuran.
Menurut Kusrini dan Koniyo (2007:8) informasi yang berkualitas memiliki 3 kriteria yaitu:
1. Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan, tidak bisa ataupun menyesatkan. Akurat.
2. Tepat Waktu
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Didalam pengambilan keputusan, informasi yang sudah usang tidak lagi bernilai. Bila informasi datang terlambat sehingga pengambilan keputusan terlambat dilakukan, Hal itu dapat berakibat fatal bagi perusahaan.
3. Relevan
Informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang akan dibahas dengan informasi tersebut. Informasi juga ikut menentukan kualitasnya.
2.1.5. Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegitan stratregi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.
Pengertian sistem informasi menurut Laitch dan Bavis dalam Kusrini (2007:8) “sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.”
2.1.6. Konsep Dasar Informasi
Menurut Hutahaen (2015:13), Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block) yaitu :
1. Blok Masukan (input block)
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan dimasukkan, dapat berupa dokumen dasar.
2. Blok model (model block)
Block ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan metode matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang yang tersimpan di basis data dengan cara yang yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Blok Keluaran (output block)
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. Blok Teknologi
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran
dan membantu pengendalian diri secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari suatu unsur utama:
a. Teknisi (human ware atau brain ware) b. Perangkat lunak (softawre)
c. Perangkat keras (hardware) 5. Blok basis data (data base block)
Merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
6. Block Kendali (control block)
Banyak faktor yang dapat merusak sistem informasi, misalnya bencana alam, api, temperature tinggi, air, debu, kecurangan-kecurangan, kejanggalan sistem itu sendiri, kesalahan-kesalahan ketidakefesienan, sabotase dan sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dengan atau bila berlanjut terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.
2.1.7. Pengertian Gaji
Gaji merupakan salah satu hal yang mendorong atau memotivasi pegawai untuk bekerja atau mengabdi secara menyeluruh terhadap perusahaan. Adapun beberapa definisi gaji diantaranya:
Menurut Soemarso (2009:307), “Gaji adalah imbalan kepada pegawai yang diberikan atas tugas-tugas administrasi dan pimpinan yang jumlahnya biasanya tetap secara bulanan”.
Menurut Mulyadi (2008:371), “Gaji umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manager”.
2.1.8. Bahasa Pemrograman
Menurut Supardi (2009:1) Java merupakan perangkat lunak produksi Sun
Microsystem Inc. Java merupakan perangkat lunak untuk pemograman
beberapa tujuan (multi purpose), multiplatform (dapat berjalan di beberapa sitem operasi), dengan Java, meliputi web programming (pemograman web), dekstop programming (Pemograman Dekstop), mobile programming (pemograman handphone). Perangkat lunak Java sekarang diakui oleh perusahaan besar database Oracle Inc.
2.1.9. Basis Data
Pemprosesan basis data sebagai perangkat lunak adalah sangat diperlukan oleh berbagai institusi dan perusahaan . Dalam pengembangan sistem informasi diperlukan basis data sebagai media penyimpan data. Kehadiran basis data dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan dapat meningkatkan daya saing perusahaan tersebut.
Menurut kusrini (2007:2) menjelaskan bahwa “basis data adalah kumpulan data yang saling berelasi.” Basis data bertujuan untuk mengatur data sehingga diperoleh kemudahan ketepatan, dan kecepatan dalam pengambilan kembali. Untuk mencapai tujuannya.
Dalam suatu database, tercakup dua komponen penting, yaitu data dan informasi. Tujuan akhirnya adalah bagaimana mengelola data sehingga mampu menjadi informasi yang diinginkan dan dapat dilakukan proses pengambilan,
penghapusan, pengeditan terhadap data secara mudah dan tepat. Adapun database yang digunakan penulis dalam pembuatan program pada usulan yaitu MySQL.
2.2. Teori Pendukung
Teori pendukung merupakan suatau penjelasan mengenai peralatan-peralatan pendukung yang dipakai dalam membuat suatu sistem usulan. Media tool sistem merupakan alat yang dapat digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem, dimana simbol-simbol, lambang-lambang dan diagram-diagram menunjukkan secara tepat arti fisiknya.
2.2.1. Data Flow Diagram (DFD)/Diagram Alir Data(DAD)
Menurut Rosa A.S dan M.Shalahudin (2013:69) Menjelaskan bahwa “Data flow Diagram atau dalam bahasa indonesia menjadi Diagram Alir Data (DAD) adalah representasi grafik yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi informasi yang di aplikasikan sebagai data yang mengalir dari masukan (input) dan keluaran (output).
DFD dapat digunakan untuk mempresentasikan sebuah sistem atau perangkat lunak pada beberapa level abstraksi. DFD dapat dibagi menjadi beberapa level yang lebih detail untuk mempresentasikan aliran informasi atau fungsi yang lebih detail. DFD menyediakan mekanisme untuk pemodelan fungsional ataupun pemodelan aliran informasi. Oleh karena itu, DFD lebih sesuai digunakan untuk memodelkan fungsi-fungsi perangkat lunak yang akan diimplementasikan menggunakan pemrograman terstruktur membagi-bagi bagiannya dengan fungsi-fungsi dan prosedur-prosedur.
Diagram ini disusun dalam bentu kumpulan komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya:
1. Kesatuan Luar (Eksternal Entity)
Kesatuan lingkungan luar yang berupa orang, organisasi suatu sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau output dari sistem. Bentuknya adalah sebuah kotak persegi. 2. Arus Data (Data Flow)
Simbol ini menunjukkan arus data yang berupa masukan sistem atau hasil proses sistem. Bentuknya adalah anak panah.
3. Proses (Processing)
Untuk menggambarkan bagian dari sistem yang mentransformasikan masukan, keluaran atau dapat dikatakan bahwa proses menggambarkan transaksi masukan ke dalam keluaran. Bentuknya adalah lingkaran. 4. Simpanan Data (Data Store)
Simbol ini digunakan untu menggambarkan data flow yang sudah disimpan atau diarsipkan. Digambarkan dengan dua garis sejajar salah satu sisi samping terbuka.
Aturan main dalam DAD yang baku dan berlaku dalam penggunaan diagram alir data untuk membuat model sistem adalah sebagai berikut:
1. Di dalam DAD tidak boleh menghubungkan antara external entity yang satu dengan external entity yang lainnya secara langsung.
2. Di dalam DAD tidak boleh menghubungkan antara data store yang satu dengan data store yang lainnya secara langsung.
3. Di dalam DAD tidak boleh menghubungkan data store dengan external entity secara langsung.
4. Setiap proses harus ada data flow yang masuk dan ada juga data flow yang keluar.
Tahapan-tahapan di dalam DAD adalah: 1. Diagram Konteks
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan yang akan diproses dengan kata lain diagram tersebut untuk menggambarkan sistem secara umum atau global dari keseluruhan sistem yang ada.
2.Diagram Nol
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan proses yang ada di dalam diagram konteks yang penjabarannya lebih terperinci.
3.Diagram Detail
Diagram ini dibuat untuk mengambarkan arus data lebih mendetail lagi dari tahapan proses yang ada di dalam diagram nol.
2.2.2. Kamus Data
Kamus data (data dictionary) dipergunakan untu memperjelas aliran data yang digambarkan pada DFD.
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:73) menjelaskan bahwa “kamus data adalah kumpulan daftar elemen data yang mengalir pada sistem perangkat lunak sehingga masukan (input) dan keluaran (output) dapat dipahami secara umum (memiliki standar cara penulisan). Untuk maksud keperluan ini, maka kamus data harus memuat hal-hal berikut:
1. Arus Data
Arus Data menunjukkan dari mana data mengalir dari kemana data akan tertuju. Keterangan arus data ini perlu di catat dikamus data supaya memudahkan mencari arus data data ini di DFD.
2. Nama Arus Data
Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DFD, maka nama dari arus data juga harus di catat juga di kamus data juga, sehingga mereka yang membaca DFD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentan satu arus data tertentu di DFD dapat langsung mencarinya dengan mudah di kamus data.
3. Tipe Data
Bentuk dari data yang mengalir dapat berupa dokumen dasar atau formulir, dokumen hasil cetakan komputer, laporan tercetak, tampilan layar monitor variabel, parameter dan file-file.
4. Alias
Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen satu dengan lain. Alias perlu ditulis karena data
yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen yang satu dengan departemen yang lainnya.
5. Volume
Volume perlu dicatat dalam kamus data tentang volume rata-rata dan volume puncak dari arus data dalam satu perode tertentu. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya rata-rata arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume puncak menunjukkan volume terbanyak. Volume ini digunakan untuk mengidentifikasi besarnya simpanan luar yang digunakan, kapasitas dan jumlah dari alat input, alat pemproses dan alat output.
6. Periode
Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data. Periode perlu dicatat di kamus data karena dapat digunakan untuk mengidentifikasi kapan input data harus dimasukkan ke sistem, kapan proses dari program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan.
7. Struktur Data
Struktur Data menunjukkan arus data yang dicatat di kamus data terdiri dari item-item data apa saja.
8. Penjelasan
Untuk lebih memperjelas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat dikamus data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus data tersebut.
Selain hal tersebut diatas, kamus data juaga mempunyai suatu bentuk untuk mempersingkat arti atau makna dari symbol yang dijelaskan, yang disebut notasi tipe.
Notasi atau simbol yang digunakan dalam kamus data adalah:
a. Notasi Tipe Data.
Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi format input maupun output suatu data. Notasi yang umum digunakan adalah:
Tabel II.1. Notasi Tipe Data
Notasi Keterangan
X Untuk setiap karakter
9 Angka Numerik
A Karakter Alphabet
Z Angka nol yang ditampilkan dalam spasi kosong
. Pemisah Ribuan
, Pemisah Pecahan
- Tanda Penghubung
Sumber : Rosa dan Shalahudin (2013:73)
b. Notasi Struktur Data
Tabel II.2. Notasi Struktur Data
Notasi Keterangan
- Terdiri dari
+ Dan
() Pilihan
{} Iterasi (Perulangan Proses) [ ] Pilih salah satu pilihan yang ada
| Pemisah Pilihan dalam tanda [ ] * Keterangan atau catatan
@ Fields Kunci
Sumber : Rosa dan Shalahudin (2013:73) 2.2.3. Pengkodean
Pengkodean digunakan untuk menghasilkan data, memasukkan data kedalam komputer atau sejenisnya dan untu mengambil bermacam-macam informasi yang berhubungan dengannya. Kode dapat dibentuk dalam kumpulan angka, huruf dan karakter-karakter khusus seperti %, /, -,+, #, dan lain sebagainya.
Menurut Kusrini (2007:23) menjelaskan bahwa “pengkodean adalah pemberian tanda atau nomor tertentu dengan memakai angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf pada setap akun atau rekening.
1. Mudah Diingat
Supaya kode mudah diingat maka dapat dilakukan dengan cara menghubungkan kode tersebut dengan objek yang mewakili dengan kodenya.
2. Unik
Kode harus unik untu masing-masing item yang mewakilinya. 3. Fleksibel
Kode harus fleksibel sehingga memungkinkan perubahan-perubahan atau penambahan item baru dapat diwakili oleh kodenya masing-masing.
4. Efisien
Kode harus sesingkat mungkin, selain mudah diingat juga akan efisien apabila direkam dan disimpan diluar komputer.
5. Konsisten
Kode harus konsisten dengan kode telah digunakan. 6. Harus Distandarisai
Kode harus distandarisasi untuk seluruh tingkatan dan departemen dalam organisasi.
7. Hindari pengguna spasi
Spasi dalam kode sebaiknya dihindarkan. Karena dapat menyebabkan kesalahan dalam menggunakannya.
8. Hindari karakteryang mirip
Karakter-karakter yang hampir mirip bentuk dan bunyi pengucapannya sebaiknya tidak digunakan dalam kode.
9. Panjang kode harus sama
Masing-masing kode sejenis harus memiliki panjang kode yang sama. 2.2.4. ERD (Entity Relationship Diagram)
Pemodelan awal basis data yang paling banyak digunakan adalah menggunakan Entity Relation Diagram (ERD). ERD dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika.
Menurut Fathansyah (2007:79) menyimpulkan bahwa “Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan model Entity relationship yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan seluruh fakta dari dunia nyata yang kita tinjau.”
Notasi-notasi simbolik didalam diagram ERD yang kita dapat gunakan adalah persegi panjang yang menyatakan himpunan entitas, lingkaran/elips menyatakan atribut (atribut yang berfungsi sebagai key digaris bawahi), belah ketupat yang menyatakan himpunan relasi, garis sebagai penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atributnya.
ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan yaitu :
1. Entitas (Entity)
Merupakan individu yang memiliki sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Simbol yang digunakan adalah persegi panjang.
2. Atribut (Atribute)
Setiap entitas pasti memiliki atribut yang mendeskripsikan karakteristik (properti) dari entitas tersebut. Penetapan atribut bagi sebuah entitas umumnya memang didasarkan pada fakta yang ada, tetapi tidak selalu seperti itu. Simbol yang digunakan adalah bentuk lingkaran/elips.
3. Relasi (Relationship)
Relasi merupakan adanya hubungan diantara jumlah entitas yang bersal dari himpunan entitas yang berbeda. Kumpulan semua relasi diantara entitas-entitas yang terdapat pada himpunan entitas-himpunan tersebut membentuk himpunan relasi (Relasi Sets). Simbol yang digunakan adalah belah ketupat.
4. Entitas (Entity)
Merupakan individu yang memiliki sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Simbol yang digunakan adalah persegi panjang.
5. Atribut (Atribute)
Setiap entitas pasti memiliki atribut yang mendeskripsikan karakteristik (properti) dari entitas tersebut. Penetapan atribut bagi sebuah entitas umumnya memang didasarkan pada fakta yang ada, tetapi tidak selalu seperti itu. Simbol yang digunakan adalah bentuk lingkaran/elips.
6. Relasi (Relationship)
Relasi merupakan adanya hubungan diantara jumlah entitas yang bersal dari himpunan entitas yang berbeda. Kumpulan semua relasi diantara entitas-entitas yang terdapat pada himpunan entitas-himpunan tersebut membentuk himpunan relasi (Relasi Sets). Simbol yang digunakan adalah belah ketupat.
Relasi yang terjadi diantara himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam basis data yaitu :
a. Satu ke satu (One To One)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dengan banyaknya paling banyak dengan satu entitas pda himpunan entitas himpunan B, dan begitu pula sebaliknya.
b. Satu ke Banyak (One To Many)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
c. Banyak ke Satu (Many to One)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, diman setiap entitas pad himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B. d. Banyak ke Banyak ( Many to Many)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A.
2.2.5. LRS (Logical Record Structure)
Menurut Kusrini (2007:58) Logical Record Structure (LRS) adalah representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentu dari hasil relasi antar himpunan entitas menentukan kardinalitas, jumlah Foreign Key (PK).
Berdasarkan kardinalitas relasi Logical Record Structure dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu sebagai :
1. Relasi (One to One)
Tingkat hubungan ini menunjukkan satu ke satu, nyatakan dengan satu kejadian pada entitas pertama, dan hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang kedua dan sebaliknya .
2. Relasi One to Many atau Many to One
Tingkat hubungan satu kebanyak adalah sama dengan banyakke satu, tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua. Sebaliknya, satu kejadian pada entitas yang kedua hanya dapat mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang pertama.
Tingkat hubungan banyak ke banyak terjadi jika tiap kejadian pada sebuah entitas akan mempunyai banyaknya hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya, dilihat dari sisi entitas yang pertama maupun dilihat dari sisi yang kedua.
2.2.6. HIPO (Hierarchy Plus Input Process Output)
Menurut Puspitawati dan Anggadini (2011:114) menjelaskan bahwa “HIPO (Hierarchy Plus Input Process Output) merupakan serangkaian diagram yang terdiri dari serangkaian level yang mengalir dari atas ke bawah yang menggambarkan sistem yang lebih detail. Diagram HIPO dirancang sebagai alat bantu dan alat dokumentasi yang digunakan untuk mengidentifikasi apa yang harus dilakukan untuk meyelesaikan suatu masalah /problem. Selain itu diagram ini juga digunakan untuk menguraikan keseluruhan pemprosesan transaksi yang terjadi dalam aktivitas perusahaan.
2.2.7. XAMPP
Menururt Widijanuarto (2010:3) mendefinisikan bahwa : “XAMPP merupakan sebuah aplikasi yang berisi PHP, MySQL dan Apache yang diperlukan untuk melakukan intalasi CMS”.
Sedangkan menurut Andi dan Wahana Komputer dalam Sistem Informasi Penjualan Online untuk Tugas Akhir (2014:72) “XAMPP merupakan singkatan X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP, dan Perl”.XAMPP adalah tool yang menyediakan paket perangkat lunak dalam satu buah paket. 2.5.3. MySQL
Menurut Andi dan WK (2014:37) “MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia.