TINJAUAN PUSTAKA. Botani dan Syarat Tumbuh

Download (0)

Full text

(1)

Botani dan Syarat Tumbuh

Kedudukan tanaman kemangi dalam sistematika tumbuhan (taksonomi) dapat diklasifikasikan yaitu :

Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Lamiales Famili : Lamiaceae Genus : Ocimum

Spesies : Ocimum basilicum L.

(http://id.wikipedia.org/wiki/kemangi)

Tanaman kemangi termasuk ke dalam famili Lamiaceae dan genus Ocimum yang memiliki lebih dari 30 spesies dan berasal dari negara Asia, Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan tetapi pusat keragaman aslinya berasal dari Afrika (Paton, 1992). Deschamps dan Simon (2006) menyatakan bahwa tanaman kemangi dapat tumbuh di daerah tropis maupun subtropis. Menurut Siemonsma dan Piluek (1994) tanaman kemangi dapat tumbuh optimal pada ketinggian 500-2000 m dpl atau daerah dataran tinggi. Selain itu, tanaman ini banyak tumbuh di pinggir jalan, lahan, hutan jati, dan tempat-tempat terbuka di pemukiman, serta menyukai tempat yang banyak sinar matahari dan agak dinaungi.

Kemangi merupakan tanaman setahun yang tumbuh tegak dengan jumlah cabang yang banyak. Tanaman ini berbentuk perdu dengan tinggi antara 0.3-1 meter. Batang dan cabangnya berbentuk segi empat, berwarna hijau kekuningan, dan bagian tanaman yang muda agak tebal dan berbulu. Daunnya sederhana, berwarna hijau dan berbau harum. Bagian tangkai daun memiliki panjang 2.5 cm, daun berbentuk elips dengan ukuran 2.5-5 cm x 1-2.5 cm. Pembungaan dapat mencapai panjang 15 cm, bunga berukuran 2-2.5 mm, berwarna putih, kurang menarik, tersusun dalam tandan, buahnya 3-4.5 mm, memiliki 4 stamen dan pistil dengan 4 ovul dan 4 ovari, serta 2 stigma. Buah terdiri dari 4 biji yang berbentuk

(2)

seperti telur dengan ukuran 1.25 mm x 1 mm, dan berwarna hitam (Siemonsma dan Piluek, 1994). Berdasarkan identifikasi morfologi terlihat bahwa aksesi tanaman kemangi dari Bogor memiliki daun berwarna hijau muda dan ukuran

daun dengan panjang 3.2±0.15cm dan lebar 3±0.26cm sedangkan aksesi tanaman

kemangi dari Karawang memiliki daun berwarna hijau tua dan ukuran daun

dengan panjang 2.5±0.72cm dan lebar 2.4±0.70 cm.

Menurut Wahyuni dan Hadipoentyanti (2006) tanaman kemangi mempunyai pertumbuhan yang relatif tegak dengan percabangan banyak. Rata-rata tinggi tanaman yaitu 77.78 cm dengan jumlah cabang sebanyak 11.6 buah. Produksi tanaman kemangi pada umur 6 bulan rata-rata 0.4 kg/tanaman pada panen pertama dan pada panen kedua dan ketiga sebesar 0.6 kg/tanaman. Panen keempat biasanya mulai menurun karena kondisi batang telah tua sehingga pertumbuhan tunas terbatas. Ketaren (1985) menyatakan bahwa panen kemangi yang dilakukan dua kali dalam setahun dapat menghasilkan sekitar 30 kg minyak untuk satu ha.

Manfaat Kemangi

Tanaman kemangi memiliki banyak manfaat yaitu dapat digunakan sebagai bumbu masakan karena aroma yang dihasilkan dari daun (Sulianti, 2008). Selain itu, daun kemangi juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Lalapan kemangi segar dapat mengatasi masalah bau badan, bau mulut, dan ASI kurang subur (Rosadi, 2007). Tanaman kemangi juga dapat sebagai antipiretik, antiemetik, diuretik, dan kardiotonik (Muralidharan dan Dhananjayan, 2009).

Menurut Siemonsma dan Piluek (1994) komposisi gizi daun kemangi per 100 gram bahan mengandung air 87 gram, protein 3.3 gram, serat sebanyak 2 gram, unsur Ca 320 mg, unsur Fe 4.5 mg, dan vitamin C sebesar 27 mg.

Menurut Adi (2007) tanaman kemangi memiliki beberapa manfaat yaitu untuk mengatasi ejakulasi dini, anti kholinesterase, merangsang aktifitas saraf pusat, melebarkan pembuluh darah kapiler (merangsang ereksi), dan penguat hepar. Anethol untuk merangsang hormon estrogen, merangsang faktor kekebalan tubuh, merangsang ASI. Apigenin dapat melebarkan pembuluh darah, mencegah pengentalan darah, melancarkan sirkulasi, menekan saraf pusat, dan relaksasi otot polos. Boron untuk merangsang hormon androgen dan hormon estrogen keluar.

(3)

Arginine untuk memperkuat daya tahan hidup sperma, mencegah kemandulan, menurunkan gula darah, antihepatitis, diuretik. Asam aspartat dapat merangsang syaraf dan analeptik.

Simon (1992) menyatakan bahwa kemangi mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai parfum, farmasi, dan industri makanan. Kandungan minyak atsiri kemangi meliputi methyl chavicol, linalool, camphor, sitral, dan eugenol. Menurut Ketaren (1985) hasil penyulingan kemangi menghasilkan rendemen minyak atsiri sekitar 0.2 % dengan kandungan yang terdiri atas sineol, metil chavicol, dan hidrokarbon bertitik rendah.

Berdasarkan penelitian Sulianti (2008) perbedaan tempat tumbuh Ocimum spp. sangat berpengaruh terhadap komposisi kimia minyak atsiri yang dihasilkan. Minyak atsiri kemangi dari Cianjur, Jawa Barat menghasilkan komponen kimia utama seperti terpineol sebesar 1.32 % sedangkan minyak atsiri dari Kenya, Afrika, dan Togo menghasilkan senyawa terpineol di atas 40 %. Hasil destilasi penelitian menghasilkan minyak atsiri kemangi sebesar 0.061 % per berat basah bagian tumbuhan.

Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan pupuk yang sudah sering digunakan karena dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah. Menurut Mayadewi (2007) pupuk organik ini berasal dari kotoran hewan yang terdiri dari kotoran padat dan cair dari hewan ternak yang bercampur sisa makanan, serta dapat menambah unsur hara dalam tanah. Soepardi (1983) menyatakan bahwa pemberian pupuk kandang selain dapat menambah tersedianya unsur hara juga dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Beberapa sifat fisik tanah yang dapat dipengaruhi pupuk kandang antara lain kemantapan agregat, bobot volume, total ruang pori, plastisitas, dan daya pegang air.

Sutejo (2002) menyatakan bahwa kadar rata-rata unsur hara pada pupuk kandang yang matang sekitar 0.3 % N, 0.1 % P, dan 0.3 % K. Menurut Sutanto (2002) pupuk kandang bermanfaat sebagai bahan pembenah tanah karena mengandung unsur N, P , dan K dalam jumlah rendah tetapi dapat memasok unsur

(4)

hara mikro esensial. Menurut Prayugo (2007) unsur natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) tersebut bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, pupuk kandang memiliki kandungan mikroorganisme yang diyakini mampu merombak bahan organik yang sulit dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman.

Menurut Jamilah (2003) pupuk kandang terdiri atas campuran 0.5 % N,

0.25% P2O5, dan 0.5 % K2O. Pupuk kandang sapi padat dengan kadar air 85%

mengandung 0.40 % N, 0.20 % P2O5, dan 0.1 % K2O, serta pupuk yang cair

dengan kadar air 95% mengandung 1 % N, 0.2 % P2O5, dan 1.35 % K2O. Menurut

Zakaria dan Vimala (2002) pupuk organik yang cukup baik yaitu pupuk kandang ayam karena memiliki kandungan N yang cukup tinggi sebesar 2.6 %, unsur P sebesar 2.9 %, dan unsur K sebesar 3.4 % dengan perbandingan C/N rasio yaitu 8.3. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian Sutejo (2002) yang mengemukakan bahwa pupuk kandang ayam mengandung nitrogen tiga kali lebih besar dari pada pupuk kandang yang lainnya. Penggunaan pupuk kandang ayam cocok untuk tanaman kemangi karena tanaman ini juga membutuhkan unsur nitrogen dalam pertumbuhannya.

Santoso et al. (2007) menyatakan dosis pupuk kandang ayam sebesar 5 ton/ha mampu meningkatkan berat brangkasan rami dari 3.865 ton/ha menjadi 5.344 ton/ha pada panen kedua dan pada panen ketiga meningkat dari 21.738 ton/ha menjadi 25.736 ton/ha. Hal ini disebabkan pupuk kandang ayam mengandung unsur hara seperti N, P, K sangat tinggi. Menurut penelitian Sadikin (2004) pupuk kandang ayam dapat menghasilkan bobot kering panen tanaman nilam sebesar 7.225 gram dan meningkatkan bagian yang dapat dipanen sebesar 42.26 %. Selain itu, pemberian pupuk kandang dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif. Berdasarkan penelitian Balittro (2008) dosis pupuk kandang sebesar 400 g/tanaman dapat menghasilkan panen terna kemangi selama satu periode musim tanam (tiga kali panen) berkisar antara 34.117- 83.958 kg/plot (50 tanaman) tergantung spesies/ varietas tanaman. Menurut Hartatik dan Widowati (2005) aplikasi pupuk kandang ayam selalu memberikan respon tanaman yang terbaik pada musim pertama. Hal ini disebabkan pupuk kandang

(5)

ayam relatif lebih cepat terdekomposisi serta mempunyai kadar hara yang cukup dibandingkan dengan pupuk kandang lainnya.

Minyak Atsiri

Minyak atsiri yaitu zat cair yang mudah menguap dan bercampur dengan persenyawaan padat yang berbeda dalam hal komposisi dan titik cairnya, serta larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air (Ketaren, 1985). Minyak atsiri dapat dihasilkan apabila dilakukan penyulingan. Menurut Guenther (1947) penyulingan merupakan pemisahan komponen-komponen suatu campuran dari dua jenis cairan atau lebih berdasarkan perbedaan tekanan uap dari masing-masing zat tersebut. Komponen yang lebih mudah menguap mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi dalam uap sedangkan komponen yang lebih sulit menguap terdapat pada konsentrasi yang lebih tinggi pada cairan. Proses penyulingan memanfaatkan perbedaan titik didih dari masing-masing komponen.

Menurut Ketaren (1985) sistem penyulingan dalam industri pengolahan minyak atsiri terdiri dari 3 jenis yaitu penyulingan dengan air (water distillation), penyulingan dengan air dan uap (water and steam distillation), dan penyulingan dengan uap (steam distillation). Penyulingan daun pada tananaman kemangi biasanya dilakukan dengan sistem penyulingan uap langsung. Lesmayati (2004) menyatakan bahwa kondisi saat penyulingan sangat berpengaruh terhadap minyak atsiri yang dihasilkan. Kondisi tersebut antara lain pengisian bahan dalam ketel, pengaruh tekanan dan suhu, dan lama proses penyulingan.

Mutu minyak atsiri dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Somaatmaja (1978) faktor-faktor yang mempengaruhi adalah jenis/variasi tanaman, umur tanaman sebelum dipanen, perlakuan bahan mentah sebelum penyulingan, alat-alat, cara penyulingan, perlakuan terhadap minyak setelah penyulingan, dan penyimpanan minyak. Tan (1962) menyatakan bahwa tempat penyimpanan minyak atsiri dalam jumlah kecil lebih baik menggunakan botol-botol berwarna gelap sedangkan dalam jumlah besar harus disimpan dalam drum yang dilapisi bahan anti karat.

Figure

Updating...

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in