• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iii

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI. LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iii"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

i

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING. ... ii

PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN ... iv

ABSTRAK ...v

ABSTRACT ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR SINGKATAN ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Karakteristik Sosiodemografi Kanker Payudara ... 6

2.2 Paparan Hormon Reproduksi dan Kanker Payudara ... 7

2.3 Karakteristik Tumor ... 9

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian ... 13

3.2 Subjek dan Sampel Penelitian ... 13

3.3 Definisi Operasional Variabel ... 15

3.4 Bahan dan Instrumen Penelitian ... 17

3.5 Protokol Penelitian ... 18

3.6 Pengolahan dan Analisis Data ... 19

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik Sosiodemografi Pasien Kanker Payudara di RSUP Sanglah ... 20

(2)

ii

4.2 Karakteristik Paparan Hormon Pasien Kanker Payudara di RSUP Sanglah ... 25 4.3 Karakteristik Tumor Pasien Kanker Payudara di RSUP Sanglah ... 31

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan ... 38 5.2 Saran ... 38 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Lampiran 1 Jadwal Penelitian

(3)

iii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Karakteristik Tumor pada Kanker Payudara... 10 Tabel 2.2 Subtipe Kanker Payudara Berdasarakan Kliniko-Patologi ... 12

Tabel 4.1 Distribusi Proporsi Sampel Pasien Kanker Payudara

Berdasarkan Karakteristik Sosiodemografi ... 21 Tabel 4.2 Distribusi Proporsi Sampel Pasien Kanker Payudara

Berdasarkan Riwayat Menstruasi ... 25 Tabel 4.3 Distribusi Proporsi Sampel Pasien Kanker Payudara

Berdasarkan Paritas dan Riwayat Kontrasepsi ... 29 Tabel 4.4 Distribusi Proporsi Sampel Pasien Kanker Payudara

Berdasarkan Karakteristik Tumor ... 32

Tabel 4.5 Distribusi Proporsi Ukuran Tumor pada Pasien Kanker Payudara Berdasarkan Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Status

Menopause ... 33

Tabel 4.6 Distribusi Proporsi Metastasis Limfa Nodi pada Pasien Kanker Payudara Berdasarkan Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Status

Menopause ... 35 Tabel 4.7 Distribusi Proporsi Metastasis Jauh pada Pasien Kanker

Payudara Berdasarkan Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Status

(4)

iv

DAFTAR SINGKATAN

AJCC = American Joint Committee of Cancer BRCA = Breast cancer susceptibility gene ER = estrogen receptor

HER = human epidermal growth factor receptor PR = progesteron receptor

TNBC = Triple Negative Breast Cancer WHO = World Health Organization

(5)

v

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Jadwal Penelitian

(6)

vi ABSTRAK

KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI, PAPARAN HORMON, DAN KARAKTERISTIK TUMOR PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI

RSUP SANGLAH, DENPASAR (KASUS SEPTEMBER – NOVEMBER 2016)

Kanker payudara merupakan jenis keganasan tersering pada wanita dengan lebih dari 508.000 wanita meninggal akibat kanker payudara pada 2011 di dunia. Karakteristik sosiodemografi dan riwayat paparan hormon mempengaruhi insiden dan karakteristik tumor pada kanker payudara. Namun data mengenai karakteristik ini belum tersedia di Indonesia, khususnya di Bali, sehingga diperlukan penelitian untuk melihat karakteristik sosiodemografi, paparan hormon, dan karakteristik tumor pada pasien kanker payudara di RSUP Sanglah, Denpasar

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif cross-sectional dengan pengumpulan data secara consecutive sampling. Penelitian dilaksanakan selama September – November 2016 dan didapatkan sebanyak 20 sampel. Data yang dikumpulkan berupa karakteristik sosiodemografi (usia, pendidikan, pekerjaan), paparan hormon (usia menarche, status menopause, usia menopause, paritas, dan riwayat kontrasepsi), serta karakteristik tumor (ukuran, metastasis limfanodi, dan metastasis jauh). Data kemudian dianalisis secara deskriptif.

Sampel memilik median usia 52 tahun dan rentang 36 – 78 tahun. Mayoritas sampel menyelesaikan pendidikan SMP (25%) dan sebagai ibu rumah tangga (40%). Rerata usia menarche adalah 14 tahun, 45% sampel telah mengalami menopause dengan 44,4% mengalami menopause sebelum usia 55 tahun. Rerata paritas adalah 2 orang, sebagian besar pasien tidak menggunakan kontrasepsi hormonal. Mayoritas pasien terdiagnosis dengan ukuran tumor hingga menekan dinding thorax, metastasis hingga ke limfonodi, dan metastasis jauh. Kata kunci: sosiodemografi, paparan hormon, karakteristik tumor, kanker

(7)

vii ABSTRACT

SOCIODEMOGRAPHY, HORMONE EXPOSURE, AND TUMOR CHARACTERISTICS OF BREAST CANCER PATIENTS IN SANGLAH

GENERAL HOSPITAL, DENPASAR (CASE ON SEPTEMBER – NOVEMBER 2016)

Breast cancer is the most prevalence type of malignancy in woman with more than 508.000 of mortality in 2011 worldwide. Sociodemography characteristics and hormone exposure influenced breast cancer’s incidence and tumor characteristics. Epidemiological data of those characteristics is still unavailable in Indonesia, especially in Bali. Therefore, initial study is needed to know sociodemography, hormone exposure, and tumor characteristics of breast cancer patients in Sanglah General Hospital, Denpasar.

A cross-sectional study with 20 samples breast cancer patients on September – November 2016 was conducted by consecutive sampling. Data were collected from medical record and were included sociodemography characteristics (age at diagnosed, level of education, and occupation), hormone exposure (age at menarche, menopausal status, age at menopause, parity, contrasepsion history), and tumor characteristics (size of primary tumor, lymph node metastasis, distant metastasis). Data was analyzed descriptively.

The median age of sample was 52 years and range of sample’s age was 36 -78 years old. Most of them was graduated from junior high school (25%) and as housewife (40%). Mean of menarche age was 14 years, 45% post-menopause with 44,4% of the had menopause before 55 years old. Mean of parity was 2 children, most of them not using hormonal contraceptive. Most of the patients was diagnosed with tumor size which had expansion to chest wall, lymph node metastasis, and distant metastasis.

.

Keywords: sociodemography, hormone exposure, tumor characteristics, breast cancer

(8)

viii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kanker payudara merupakan jenis keganasan tersering pada wanita, baik di negara maju maupun berkembang di dunia. World Health Organization (WHO) memprediksi terdapat lebih dari 508.000 wanita meninggal akibat kanker payudara pada 2011. Perkiraan jumlah kasus kanker payudara baru yang terdignosis pada tahun 2012 adalah 1,7 juta dengan angka mortalitas yang meningkat sebesar 14%. Hal ini menyebabkan kanker payudara menempati posisi kedua terbanyak dari seluruh jenis kanker dan kelima penyebab kematian terbanyak akibat kanker di dunia (WHO, 2013). Menurut data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012 diketahui bahwa kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru (setelah dikontrol oleh umur) tertinggi, yaitu sebesar 43,3%, dan persentase kematian (setelah dikontrol oleh umur) akibat kanker payudara sebesar 12,9%. (Ferlay, 2014). Data di RS Kanker Dharmais menunjukkan kasus kanker terbanyak adalah kanker payudara dengan jumlah terdiagnosis sebanyak 819 kasus dan kematian sebanyak 217 pada tahun 2013. Di Bali, prevalensi kasus kanker payudara tercatat sebanyak 1.233 kasus pada tahun 2013 (Kementerian Kesehatan RI, 2015).

Kanker payudara memiliki karakteristik yang beragam dan berbeda pada masing-masing individu sehingga memberikan presentasi klinis, respon pengobatan, dan prognosis yang berbeda pula. Karakteristik awal yang biasanya ditentukan untuk menilai tingkat keparahan penyakit adalah ukuran tumor,

(9)

ix

kemampuan invasif, penyebaran limfa nodi, dan metastasis jauh ke organ lain atau payudara kontralateral, atau lebih dikenal dengan klasifikasi TNM yang merujuk pada pembagian oleh American Joint Committee on Cancer (AJCC) (Parsa dkk, 2016). Pembagian ini merupakan pemeriksaan awal untuk mengklasifikasikan kanker payudara menjadi stadium klinis yang menentukan prognosis dari pasien. Tingkat keparahan pasien saat pertama kali terdiagnosis sangat beragam dan dipengaruhi oleh usia, ras, tingkat sosioekonomi, dan budaya (American Cancer Society, 2015). Tingkat sosioekonomi berkaitan dengan rendahnya pengetahuan tentang kanker payudara, terlambatnya deteksi dini dan akses layanan kesehatan (American Cancer Society, 2015; Khan, 2015).

Risiko seseorang untuk mengalami kanker payudara yang berbeda dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bisa dimodifikasi maupun tidak. Faktor yang bisa dimodifikasi adalah indeks massa tubuh, paritas, riwayat menyusui dan penggunaan kontrasepsi, sedangkan faktor yang tidak dapat dimodifikasi meliputi usia, usia menarche, riwayat menopause, dan genetik (Boyle dkk, 2012). Keterlibatan faktor-faktor ini dalam perkembangan kanker payudara juga sangat bervariasi sesuai dengan ras dan kondisi sosioekonomi suatu negara. Faktor risiko yang sering diteliti dan menunjukkan keterkaitan erat dengan insiden kanker payudara adalah paparan hormon reproduksi (estrogen dan progesteron). Estrogen merupakan hormon yang berperan dalam proses proliferasi sel, sehingga paparan yang tinggi pada sel payudara akan meningkatkan pembelahan sel dan membantu pertumbuhan tumor ke arah yang lebih ganas. Progesteron sendiri berperan untuk mengaktivasi stem sel di payudara untuk

(10)

x

berkembang ke proses karsinogenesis apabila terdapat kerentanan genetik pada individu tersebut (Smith dkk, 2016).

Paparan endogen kedua hormon ini diperoleh secara alami sejak wanita mengalami menstruasi pertama kalinya hingga mengalami menopause, maka menarche dini dan late menopause merupakan salah satu faktor risiko dari kanker payudara. Data dari American Cancer Society (2015) menunjukkan perempuan dengan usia menarche sebelum 11 tahun memiliki risiko kanker payudara 20% lebih tinggi dibandingkan yang mengalami menarche pada usia 13 tahun. Hal yang sama juga terjadi pada usia menopause dimana wanita yang menopause pada usia 55 tahun atau lebih memiliki risiko 12% lebih tinggi dibandingkan populasi dengan usia menopause 50-54 tahun (American Cancer Society, 2015).

Kondisi lain yang dapat mempengaruhi tingkat hormon dalam tubuh adalah kehamilan. Pada kehamilan, siklus menstruasi yang mengharuskan terjadi peningkatan dan penurunan hormon estrogen dan progesteron akan berhenti, sehingga mengurangi durasi paparan hormon. Hal ini didukung dengan hasil penelitian oleh Aich, dkk (2016) yang menunjukkan bahwa risiko terjadinya kanker payudara meningkat signifikan pada pasien nulipara dibandingkan yang memiliki anak.

Paparan hormon eksogen yang perlu diperhatikan adalah penggunaan kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan oleh masyarakat. Penggunaan kontrasepsi oral (berupa kombinasi estrogen dan progesteron), berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara, terutama pada penggunaan sebelum usia 20 tahun atau sebelum kehamilan pertama (American Cancer Society, 2015). Namun penelitian yang lain tidak menunjukkan adanya peningkatan risiko

(11)

xi

walaupun dengan paparan yang lebih lama (>15 tahun) (Aich, 2016). Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan kontrasepsi oral dengan insiden kanker payudara masih kontroversi.

Faktor lain yang juga mempengaruhi adalah usia, dimana risiko kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia akibat akumulasi paparan hormon dan faktor risiko jangka panjang. Namun, data beberapa penelitian menunjukkan bahwa insiden kanker payudara cenderung terjadi pada usia yang lebih muda seiring dengan perubahan pola reproduksi dan gaya hidup. Penelitian oleh Wang, dkk (2016) di China menunjukkan sebagian besar pasien didiagnosis kanker payudara pada usia 48 tahun. Hal ini dibenarkan oleh penelitian Aich, (2016) yang menunjukkan bahwa wanita Asia cenderung terdiagnosis satu atau dua dekade lebih awal dibandingkan wilayah Barat yang biasanya terjadi pada usia 60-an tahun.

Penelitian terkait gambaran umum pasien kanker payudara berdasarkan karakteristik sosiodemografi, paparan hormon, dan tumor sudah banyak diteliti di negara lain di Asia, namun belum terdapat basis data mengenai gambaran karakteristik tersebut di Indonesia, khususnya di Bali. Untuk itu, diperlukan suatu penelitian awal untuk menggambarkan karakteristik sosiodemografi, paparan hormon, dan tumor pada pasien kanker payudara di RSUP Sanglah, Denpasar.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Bagaimana karakteristik sosiodemografi pasien kanker payudara di RSUP Sanglah Denpasar?

(12)

xii

1.2.2 Bagaimana karakteristik paparan hormon pasien kanker payudara di RSUP Sanglah hormone Denpasar

1.2.3 Bagaimana karakteristik tumor pada pasien kanker payudara di RSUP Sanglah Denpasar?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Mengetahui karakteristik sosiodemografi pasien kanker payudara di RSUP Sanglah Denpasar

1.3.2 Mengetahui karakteristik paparan hormon pasien kanker payudara di RSUP Sanglah Denpasar

1.3.3 Mengetahui karakteristik tumor pada pasien kanker payudara di RSUP Sanglah Denpasar

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis

Manfaat teoritis yang bisa diberikan berupa data epidemiologi mengenai gambaran karakteristik pasien kanker payudara berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, riwayat menstruasi, riwayat kontrasepsi, paritas dan karakteristik tumor. Data ini dapat dijadikan basis informasi untuk penelitian lanjutan. 1.4.2 Manfaat Praktis

Manfaat praktis yang bisa diberikan adalah informasi mengenai proporsi pasien berdasarkan faktor risiko dan karakteristik kanker payudara sehingga dapat dijadikan acuan dalam upaya pencegahan primer maupun sekunder kanker

Referensi

Dokumen terkait

Proses penyerapan dapat terjadi akibat proses yang aktif dan pasif terutama tergantung pada konsentrasi relatif subtansi di dalam dan di luar usus, difusi terjadi dari

Melihat keberadaan perempuan yang buruk di Bangladesh, maka dalam upaya pemberdayaan perempuan, The Hunger Project melakukan program, di antaranya: dalam hal pertanian,

Dengan pada dasarnya orang tua kandung merelakan penyerahan anaknya kepada pasangan yang belum mempunyai keturunan untuk dijadikan anak angkat mereka dari orang yang

Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motif- motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah

Dari data-data yang telah didapatkan, maka sebagian dari data-data tersebut digunakan untuk proses training JST, dengan menggunakan struktur Multi Layer Perceptron (MLP)

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan, penelita dapat menyimpulkan masih banyak yang kurang dorongan atau motivasi baik dari dalam diri maupun dari orang

Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen (komitmen organisasional, kepuasan kerja dan budaya organisasi) mampu menjelaskan 56,0 % variabel dependen (kualitas

Pola pemanfaatan secara lestari yang selanjutnya dipilih dan dikembangkan sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Alor dalam pengelolaan dan pemanfaatan Kawasan