1 BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Dalam memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2016, TVKU sebagai televisi edukasi memberikan informasi yang berkaitan dengan guru melalui program-program berita yaitu Kabar Jawa Tengah, Kabar Semarang dan Kabar Jawa Tengah. Dalam program-program tersebut juga terdapat animasi Kata Kas Udin yang memberikan pandangan tentang isu yang diangkat sehingga akan memperjelas informasi dan dikemas secara menarik, singkat dan menghibur. Dalam momentum Hari Guru Nasional ini, tema yang akan diangkat berkaitan dengan kurangnya motivasi belajar yang diberikan oleh guru kepada murid di sekolah.
Guru adalah seorang pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah (UU no.14 tahun 2005). Seorang guru minimal harus memiliki dasar-dasar kompetensi sebagai acuan dan kemampuan dalam menjalankan tugas. Guru yang memiliki kompetensi akan bekerja secara efektif sehingga akan berbeda dengan guru biasa. Guru yang efektif dalam mengajar akan memberikan pendidikan tepat sasaran dan lebih berorientasi membangun motivasi. Inilah yang membedakan guru efektif dan guru biasa yang hanya sekedar mengajar dan memberikan materi sesuai dengan kurikulum tanpa diiringi penerapan fungsi-fungsi personalitas guru itu sendiri.
Tetapi dewasa ini guru semakin kurang maksimal dalam hal memotivasi siswanya karena beberapa faktor, salah satunya adalah masalah gaji atau upah. Berdasarkan data dari Forum Guru Sekolah Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal, misalnya, dari sekitar 7.000 guru sekolah swasta, sekitar 4.000 guru di antaranya mendapat gaji Rp 75.000 sampai Rp 200.000 per bulan (megapolitan.kompas.com, 04/05/2011). Dengan upah yang sangat tidak
2
memadai, dibandingkan dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat. Hal tersebut dapat menimbulkan guru menjadi malas bekerja dan menelantarkan siswa. Padahal memotivasi sangat penting untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar sehingga siswa akan lebih mudah memahami apa yang disampaikan oleh guru.
Ada 2 sifat motivasi yang harus diketahui seorang guru, yaitu : Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik. Yang dimaksud dengan motivasi Intrinsik adalah motif-motif yang menjdai aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi Ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya rangsangan dari luar. Kedua motivasi tersebut yang mempengaruhi tingkah laku seseorang. (Sardiman, A.M, 2001).
Dalam hal ini, guru wajib memahami permasalan yang melatarbelakangi motivasi belajar siswa seperti kurang percaya diri, kurangnya kasih sayang dan perhatian, tekanan akademik, dan faktor lainnya. Akibatnya bagi siswa yang kurang mendapatkan motivasi belajar cenderung bermalas-malasan, sering membolos belajar, dan hal yang merugikan lainnya.
Dari permasalahan di atas, animasi editorial Kata Kas Udin diharapkan dapat menjadi solusi dan pembelajaran yang dapat menyampaikan pesan tentang isu yang diangkat secara singkat, menarik dan jelas. Animasi Kas Udin ini diciptakan oleh tim kreatif dari bagian produksi TVKU Semarang yang beranggotakan empat orang yaitu Ardhi Maulia Ashari, Indra Wanto, Muhamad Fadli dan Rifanzi Chandra. Seperti program animasi Kabar Bang One di TV One, animasi Kata Kas Udin juga diciptakan sebagai bagian dari tajuk pemberitaan yang disampaikan pada setiap akhir penayangan berita di TVKU Semarang. Konsep dasarnya adalah gambaran seorang reporter yang memberitakan kebenaran dan memperjelas tentang isu yang diangkat kepada audiens.
TVKU memalui program animasi Kata Kas Udin ini, ingin memanfaatkan momen Hari Huru Nasional untuk memberikan himbauan dan ajakan kepada para guru agar lebih maksimal dalam memberikan motivasi belajar kepada
3
siswa. Sehingga akan membuat kualitas pendidikan dan generasi muda semakin lebih baik lagi. Dalam kasus ini, perancang diminta untuk membuat film animasi Kata Kas Udin tentang guru yang bertepatan dengan Hari Guru nasional dengan konsep pendekatan positif. Perancangan ini berisi pembelajaran dan ajakan kepada para guru agar lebih maksimal dalam memberikan motivasi kepada siswa. Karena bagaimanapun juga guru adalah sosok yang sangat penting dalam proses pendidikan. Karena dari seorang guru siswa dapat menemukan jati diri mereka, sehingga siswa akan semakin berkembang.
Selain itu perancang juga berniat untuk mendukung dan ikut memajukan TVKU lewat hasil perancangan Animasi Kata Kas Udin ini, karena TVKU sebagai televisi Edukasi akan semakin memberikan program yang berkualitas dan dapat memberikan dampak positif kepada audiens.
I.2 Rumusan Masalah
Pada permasalahan tersebut maka pertanyaan yang ingin dipecahkan dalam perancangan ini adalah :
Bagaimana merancang film animasi 2D Kata Kas Udin untuk memberi pembelajaran kepada para guru bahwa memberikan pendidikan dan motivasi belajar kepada siswa sangatlah penting?
I.3 Batasan Masalah
Untuk tetap fokus pada perancangan dan agar tidak meluas pembahasannya, maka penulis membatasi diri hanya berkaitan dengan “Pembelajaran kepada guru untuk lebih maksimal dalam memberi motivasi belajar kepada siswa melalui film animasi editorial”.
4 I.4 Tujuan Dan Manfaat
I.4.1 Tujuan
Tujuan perancangan Perancangan Film Animasi 2d “Kata Kas Udin” Tentang Pentingnya Peran Guru Dalam Memberikan Motivasi Belajar Kepada Siswa adalah:
Sebagai pembelajaran kepada para guru agar lebih maksimal dalam memberikan motivasi kepada siswa di sekolah.
I.4.2 Manfaat
a. Manfaat Bagi Mahasiswa
Sebagai pembelajaran untuk lebih meningkatkan wawasan dan pandangan tentang Animasi dan juga menerapkan dari ilmu yang telah di dapat dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan Desain Komunikasi Visual.
b. Manfaat Bagi Klien
Membantu klien untuk memproduksi film animasi kritik sosial sebagai program acara yang dapat meningkatkan kualitas dan minat masyarakat agar lebih mudah memahami isi berita yang ditayangkan oleh TVKU Semarang.
c. Manfaat Bagi Masyarakat
Meningkatkan kesadaran guru agar lebih maksimal dalam memotivasi siswa. Dan untuk murid, orang tua, dan masyarakat bahwa menghormati guru merupakan hal penting bagi kualitas pendidikan agar lebih baik lagi.
I.5 Tinjauan teori
I.5.1 Animasi
Secara garis besar animasi adalah suatu tampilan menarik, grafis statis maupun dinamis, yang disebabkan oleh perubahan tiap frame (frame by
5
frame), perubahan posisi bergerak (motion tween) maupun perubahan bentuk diikuti pergerakan (motion shape).
Sedangkan menurut Andreas Andi Suciadi (2003:9), animasi adalah sebuah objek atau beberapa objek yang tampil bergerak melintasi stage atau berubah bentuk, berubah ukuran, berubah warna, berubah putaran, berubah properti-properti lainya.
1. Prinsip Animasi
Ada 12 prinsip animasi yang harus dipenuhi agar animasi lebih ‘hidup’. Ke-12 prinsip ini meliputi pengaturan waktu, peng-kaya-an visual, pengaturan waktu, dan teknik pembuatan animasi.
a) Solid Drawing
Solid drawing adalah memberikan unsur tiga dimensi pada animasi 2D dalam hal ini yang perlu diperhatikan yaitu pencahayaan untuk membentuk suatu gradasi gelap terang agar objek seperti 3D.
b) Timing
Timing adalah menentukan waktu kapan gerakan harus dilakukan.
c) Squash & Stretch
Squash and Stretch adalah memberikan efek lentur/fleksibel dan mempunyai berat dan volume.
d) Anticipation
Anticipation adalah prinsip animasi dimana animator memberikan tanda kepada penonton mengenai apa yang akan tdilakukan oleh karakter.
e) Slow In and Slow Out
Slow In and Slow Out adalah memberi gerakan memperlambat dan mempercepat gerakan.
6 f) Archs
Archs adalah gerakan yang sifatnya alami, misal gerakan sendi kaki yang terbatas.
g) Secondary Action
Secondary Action adalah gerakan-gerakan tambahan. Seperti gerakan tambahan saat karakter berhenti berlari ada rambut yang bergerak.
h) Follow Through and Overlapping Action
Follow through and overlapping action adalah pada saat tubuh dari karakter berhenti bagian/elemen padah tubuh karakter tersebut tidak serta-merta berhenti, tapi akan melanjutkan arah gerak semula.
Overlapping action adalah gerakan karakter yang berubah arah pada saat bagian/elemen karakter akan melanjutkan gerakan awal karakter, sehingga terjadi tabrakan gerakan. Karakter tersebut bergerak ke arah baru, yang akan diikuti oleh bagian/elemen karakter yang lain berapa frame berikutnya.
i) Straight Ahead Action and Pose to Pose
Straight ahead adalah metode dengan menggambar secara berurutan, dari gambar pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Sedangkan Pose to Pose adalah merangkai gerakan dengan beberapa key drawing atau key pose.
j) Staging
Staging adalah penentuan ide cerita dari setiap detail penampilan harus tersampaikan dengan sempurna.
k) Appeal
Appeal adalah membuat personality pada tiap karakter animasi, sehingga karakter yang satu dan yang lainnya akan memiliki ciri khas yang berbeda.
7 l) Exaggeration
Exaggeration adalah membuat gerakan animasi yang berlebihan, ini bertujuan untuk menuntukan kondisi nyata dalam bentuk yang ekstrim.
I.5.2 Sinematografi
Menurut Blain brown, Istilah ini berasal dai bahsa Yunani yang mempunyai arti menulis dengan gerakan. Pada dasarnya pembuatan film adalah shooting tapi sinematografi lebih dari sekedar teknik karena mencakup ide, tone, emosi dan segala bentuk emosi non-verbal yang dibentuk dalam visual (Blain brown : 2002).
Sedangkan dalam buku Digital Cinematography oleh Ben De Leeuw sinematografi digital memperkenalkan konsep dari sinematografi tradisional pada para Computer Graphic dimana mereka banyak yang belum berpengalaman bekerja dengan kamera dan cahaya di dunia digital. Dalam menciptakan suatu gambar ada beberapa prinsip yaitu:
1. Simplicity
Apapun jenis film yang dibuat sesederhana mungkin dengan tetap mempertahankan style dari film.
2. Consistency
Konsistensi pada tiap scene sangatlah penting . jika visual style pada satu adegan ke adegan lain berbeda maka akan merusak flow film. 3. Planning
Perencanaan penting dalam sebuah adegan, untuk mendapat hasil yang baik dan memuaskan diperlukan prediksi yang matang.
I.5.3 Definisi Warna
Dalam Desain Grafis, warna mempunyai peran yang sangat penting, karena warna memiliki nilai bahasa karakter dan efek psikologis terhadap yang melihatnya dan dapat memberikan makna dan kesan tertentu.
8
Warna berfungsi untuk berbicara secara visual dalam konteks karakter umum yang lebih mudah dipahami.
Sebelum membuat suatu desain, perlu memberikan kesan yang akan ditampilkan. Berikut beberapa efek psikologi dan makna warna pada desain grafis:
1. Hitam
Hitam adalah warna yang memiliki makna kekuasaan, keanggunan, gaya, keberanian dan misteri.
2. Putih
Putih adalah warna kesucian, kesederhanaan, kepolosan, kemurnian dan perdamaian.
3. Abu-abu
Abu abu adalah warna keteduham ketenangan, elegan. 4. Merah
Merah adalah warna yang memiliki makna keberanian, agresivitas, gairah, vitalitas dan kekuatan.
5. Kuning
Kuning adalah warna yang memiliki makna optimis. 6. Biru
Warna biru memiliki makna teknologi, keamanan, kesetiaan, dan martabat.
7. Hijau
Hijau adalah warna kesuburan dan alami. warna ini juga melambangkan kesegaran. ketenangan, natural, dan kesehatan.
9 I.5.4 Typografi
Tipografi adalah seni dan teknik memilih dan menata huruf dengan pengaturan distribusi pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, untuk kenyamanan membaca maksimal.
Gambar adalah elemen grafis yang paling mudah dibaca. Tetapi melalui kata-kata yang terdiri dari huruf oleh huruflah memandu pemahaman pembaca pesan atau ide. (Sudiana, 2001: 1). Huruf- huruf secara tersendiri berbeda dalam bentuk, ukuran, berat, kelebaran dan miringnya (Scheder, 1977 :41).
a) Huruf Tak Berkait (Sans Serif)
Sans Serif adalah huruf yang tidak memiliki kait, sederhana, bertangkai tebal, dan mudah dibaca, ujungnya bisa berbentuk tajam atau tumpul (rounded corner). Huruf ini memiliki sifat bersahabat, lebih hangat dan kurang formal.
Gambar 1.1 : Contoh Tipografi Sans Serif
Sumber: Desain grafis komputer : teori grafis komputer, Pujriyanto
b) Huruf Berkait (Serif)
Serif adalah huruf yang memiliki kait, dengan ketebalan yang kontras. Serif merupakan huruf yang formal. Contoh hurur serif adalah Times.
10
Gambar 1.2 : Contoh Tipografi Serif
Sumber: Desain grafis komputer : teori grafis komputer, Pujriyanto
c) Huruf Tulis/Latin (Script)
Ciri huruf Script adalah menyerupai tulisan tangan. Script dapat memberikan kesan sentuhan pribadi dan keanggunan.
Gambar 1.3 : Contoh Tipografi Script
Sumber: Desain grafis komputer : teori grafis komputer, Pujriyanto
d) Dekoratif (Decorative)
Dekoratif memiliki bentuk yang sangat rumit. Huruf ini tidak cocok dipakai sebagai body text, dekoratif hanya cocok dipakai sebagai headline dan judul saja.
11
Gambar 1.4 : Contoh Tipografi Decorative
Sumber: Desain grafis komputer : teori grafis komputer, Pujriyanto
e) Monospace
Monospace memiliki ciri jarak/lebar yang sama setiap hurufnya. Contoh huruf Monospace yaitu Courier. Huruf ini banyak digunakan pleh programmer untuk coding.
Gambar 1.5 : Contoh Tipografi Sans Serif
Sumber: Desain grafis komputer : teori grafis komputer, Pujriyanto Sehingga dalam perancangan film animasi Kata Kas Udin ini, jenis font yang akan digunakan adalah serif karena serif merupakan jenis font yang mudah dibaca dan memiliki kesan apa adanya sehingga pesan/informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan mudah oleh target audiens.
12 I.5.5 Metodologi Penelitian
a. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Menurut Sugiyono (2013:2) metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
b. Teknik Pengumpulan data
Menurut Sugiyono (2013:224) teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Adapun data yang di gunakan seperti berikut :
a. Wawancara
Menurut Esterberg dalam Sugiyono (2013:231) wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu.
b. Observasi
Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2013:145) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.
c. Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2013:240) dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seorang. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain.
13 d.
5W+1H
Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, diharapkan dapat mempermudah perancang menggunakan metode analisis 5W+1H dalam perancangan Film Animasi 2D Kata Kas Udin ini, yakni bentuk analisis atas identifikasi meliputi what (apa), where (dimana), who (siapa), why (mengapa), when (kapan) dan how (bagaimana).
I.6 Sistematika Perancangan Bab I Pendahuluan
Bab ini menjelaskan uraian hal-hal yang melatarbelakangi perancangan, kemudian berisi rumusan masalah, batasan masalah, tujuan perancangan, serta landasan teori yang digunakan dalam perancangan Animasi 2D Kata Kas Udin ini.
Bab II Identifikasi Dan Analisis Data
Dalam bab ini berisi proses identifikasi data-data perusahaan TVKU berupa data yang bersifat deskriptif kualitatif, yang diperoleh dari pengumpulan data, kemudian juga berisi uraian penganalisisan data melalui analisis 5w+1h.
Bab III Konsep PerancanganPada bab ini berisi uraian kegiatan perancangan, mulai dari proses sebelum produksi atau pra-produksi, apa saja yang dipersiapkan konsep sebagai pedoman kegiatan produksi. Bab IV Visualisasi
Berisi penentuan karakter, dalam perancangan reality show ini adalah penentuan tokoh yang akan berperan di dalamnya. Dalam bab ini juga terdapat uraian storyboard, untuk panduan produksi.
Bab V Penutup
Bab terakhir ini berisi kesimpulan dari seluruh perancangan dan saran mengenai Film Animasi 2D yang dirancang.