• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 BUSINESS MODEL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 BUSINESS MODEL"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

• Building Management • Pre-Event • Newness • Experience • Culinary Industry Player • Sponsor • Event • Specialist • Self-Service • Mass Market • Vendor • Post Event • Convenience Payment System • Co-Creation

• Media • Integrated Features • Entertainment • Social Media • Human Resources • Website • Creativity • Social Medias

• Finance • Advertisement

• Location • Sales Force

• Operation Cost • Rental Fee • Services Revenue • Rental Cost • Commission Fee • F&B Sales • Promotion/Advertising Cost • Advertising Fee • Souvenir Sales

• Wages • Sponsorhips • Games Stall

• Licensing • Database Analytics

Cost Structure Revenue Streams

Key Partners Key Activities Value Proposition Customer Relationship Customer Segment

Key Resources Channels

BAB 3

BUSINESS MODEL

3.1 Business Model Canvas

Berikut ini adalah business model canvas dari Culinaizer.

Gambar 3.1 Business Model Canvas Culinaizer

1. Customer Segments

Customer segment atau segmen pelanggan yang menjadi target dari

Culinaizer adalah termasuk dalam kategori multi-sided platform. Artinya adalah Culinaizer bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dari pasar yang berbeda. Pada satu sisi Culinaizer memiliki target untuk mendapatkan pelanggan yang merupakan pelaku industri kuliner.

(2)

Pelaku industri kuliner tersebut menjadi pelanggan dari Culinaizer saat mereka bergabung untuk menjadi tenant pada acara-acara kuliner yang diselenggarakan oleh Culinaizer.

Lebih lanjut, pelaku industri kuliner yang dituju oleh Culinaizer dalam hal ini dapat merupakan penjual-penjual produk kuliner yang berlokasi di pinggir jalan atau yang sering disebut dengan pedagang kaki lima, penjual produk kuliner yang menggunakan kios-kios untuk menjual produk mereka hingga restoran-restoran ternama.

Selanjutnya pada sisi yang lain, Culinaizer memiliki target pelanggan yang merupakan masyarakat luas yang mengunjungi acara-acara yang diselenggarakan oleh Culinaizer dengan tujuan untuk berekreasi ataupun menikmati produk kuliner yang tersedia. Pelanggan-pelanggan tersebut dapat dikategorikan sebagai mass market karena acara-acara yang diselenggarakan oleh Culinaizer dapat dihadiri oleh siapapun tanpa ada batasan umur, status,

gender, dan lainnya. Para pengunjung di acara Culinaizer dapat mengunjungi

acara-acara yang diselenggarakan bersama teman-teman, anak-anak, saudara-saudara hingga orang tua mereka. Hal tersebut dimungkinkan karena Culinaizer mendesain acara yang mampu memenuhi kebutuhan dari setiap pengunjung yang mengunjungi acara-acara Culinaizer.

(3)

2. Value Proposition

Newness – Culinaizer merupakan sebuah event organizer yang khusus

menyelenggarakan acara-acara kuliner. Culinaizer memiliki konsep untuk merencanakan calendar of event setiap tahunnya dan akan diinformasikan kepada para calon pelanggan Culinaizer. Calendar of event tersebut juga akan memuat tema-tema acara yang diadakan. Tema yang digunakan untuk setiap acara akan berbeda dan pada acara tersebut akan diciptakan suasana yang sesuai dengan tema yang digunakan. Dengan begitu, pengunjung akan merasakan pengalaman yang baru di mana acara-acara kuliner yang mereka kunjungi tidak hanya menyediakan berbagai macam produk kuliner namun pengunjung juga dapat merasakan suasana yang berbeda-beda.

Specialist – Culinaizer yang fokus untuk menyelenggarakan

acara-acara kuliner tentu akan memberikan nilai yang baik bagi pelanggan-pelanggannya. Para pelanggan Culinaizer yang merupakan pelaku industri kuliner dan pelanggan yang merupakan pengunjung acara-acara kuliner tersebut akan mengenal Culinaizer sebagai event organizer yang bergerak di industri kuliner. Dengan demikian, Culinaizer dapat menciptakan brand

image yang baik di mata pelanggannya.

Convenience payment system – Culinaizer memiliki rencana untuk

menerapkan sistem pembayaran yang akan memudahkan pelanggan Culinaizer pada saat diselenggarakannya sebuah acara. Sistem pembayaran secara cashless yang menggunakan kartu tentu akan menjadi kelebihan

(4)

tersendiri dari acara-acara yang diadakan oleh Culinaizer. Sistem pembayaran secara cashless tersebut akan membantu pelaku industri kuliner yang menjadi

tenant pada acara-acara yang diadakan Culinaizer karena hal tersebut dapat

membantu mereka untuk melakukan transaksi secara lebih cepat dan perhitungan mengenai omset penjualan dapat dilakukan secara akurat. Selain itu, untuk pelanggan yang melakukan transaksi dengan tenant pada acara-acara Culinaizer, cashless system akan membuat mereka menjadi nyaman dalam melakukan transaksi karena mereka tidak perlu mengeluarkan uang tunai yang sangat banyak saat mereka berbelanja.

Integrated customer experiences – Culinaizer memiliki rencana untuk

menyelenggarakan sebuah acara kuliner yang mampu mengakomodasi setiap anggota keluarga yang hadir dengan keinginan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Karena itu, Culinaizer akan menyelenggarakan acara kuliner yang didukung dengan berbagai acara dan fasilitas lainnya seperti diadakannya acara musik, acara talkshow dan demo memasak dengan chef atau pelaku industri kuliner lainnya. Lebih lanjut, Culinaizer juga memikirkan fasilitas yang lengkap untuk anak-anak berupa wahana bermain sehingga anak-anak tidak merasa bosan saat mereka berada di acara yang diadakan oleh Culinaizer. Dengan begitu, para orang dewasa yang berkunjung bersama dengan anaknya pun tidak perlu merasa khawatir bahwa anak-anak mereka akan merasa tidak nyaman pada acara Culinaizer sehingga para orang dewasa dapat melakukan aktivitasnya dengan nyaman pula pada acara yang diadakan

(5)

oleh Culinaizer. Selain itu, Culinaizer juga akan menyiapkan sebuah gallery mengenai industri kuliner di mana isi dari gallery tersebut akan disesuaikan dengan tema dari acara yang digunakan. Hal itu bertujuan untuk berbagi pengetahuan mengenai industri kuliner bagi para pengunjung di mana hal tersebut dapat menjadi daya tarik dan ciri khas tersendiri dari acara yang diadakan oleh Culinaizer.

3. Channels

Culinaizer akan menggunakan channels yang sesuai untuk menyampaikan atau mengkomunikasikan value propositions kepada pelanggan yang menjadi targetnya. Tipe channels yang digunakan Culinaizer adalah channel milik sendiri dan dilakukan secara langsung melalui dunia maya dan sales force. Channel pada dunia maya akan memanfaatkan website,

social media, dan media iklan lainnya untuk memberikan informasi kepada

calon pelanggan. Sementara itu, channel pada sales force akan melakukan aktivitasnya melalui marketing staff yang ada untuk mempromosikan dan menginformasikan hal-hal penting yang berkaitan dengan Culinaizer serta aktivitas yang dilakukan oleh Culinaizer.

Setiap channels yang digunakan tersebut memiliki fungsi untuk menyebarluaskan informasi pada tahap persiapan dan pada tahap pelaksanaan. Pada tahap persiapan, informasi yang disebarkan adalah mengenai acara yang akan diadakan dan ditujukan untuk mencari para pelaku industri kuliner yang berniat untuk berpartisipasi pada acara tersebut dengan membuka booth untuk

(6)

menjual produk mereka. Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting untuk mendapatkan banyak pelanggan, sehingga pada tahap ini diperlukan konsep acara yang jelas untuk dapat dipromosikan kepada para pelaku industri kuliner tersebut.

Lebih lanjut pada tahap pelaksanaan, informasi perlu disebarluaskan agar calon pelanggan dapat mengetahui mengenai acara yang sedang dilaksanakan. Tahap ini juga sangat penting agar acara yang diadakan dapat ramai dikunjungi oleh pengunjung. Setiap upaya yang dilakukan untuk menyebarkan informasi melalui channels yang ada ditujukan untuk menyampaikan informasi kepada calon pelanggan agar acara yang diadakan dapat terselenggara dengan sukses.

Pada tahap terakhir setelah pelaksanaan acara selesai maka akan dilakukan evaluasi. Evaluasi tersebut dilakukan mencakup kepuasan dari pelaku industri kuliner yang menjadi tenant maupun pelanggan yang merupakan pengunjung dari acara yang diadakan. Dengan begitu, Culinaizer dapat mengetahui apa saja yang menjadi kekurangan dari acara yang diadakan bagi kedua pihak tersebut serta kekurangan tersebut nantinya dapat diperbaiki pada saat mengadakan acara selanjutnya. Dengan demikian, diharapakan

channels yang digunakan oleh Culinaizer dapat memberikan manfaat yang

(7)

4. Customer Relationships

Dalam membentuk suatu usaha, agar dapat terus menjaga hubungan dengan pelanggan, Culinaizer terus berusaha untuk meningkatkan kreativitas dalam membuat suatu acara maupun pengalaman (experience) yang ingin disampaikan kepada pelanggan. Untuk menciptakan pengalaman yang baru bagi pelanggannya dalam menikmati kuliner Indonesia, Culinaizer akan bekerja sama dengan banyak pelaku industri kuliner, maka di sini pelanggan diberikan kebebasan penuh untuk merasakan pengalaman ketika mereka memilih dan menikmati makanan dan juga rekreasi yang mereka inginkan sendiri (self-service).

Menjalin kerja sama dengan komunitas para pecinta kuliner juga akan menciptakan peluang untuk melihat kebutuhan pasar serta memperluas interaksi antar komunitas pecinta kuliner yang berbeda. Beberapa komunitas yang akan digandeng oleh Culinaizer seperti komunitas JalanSutra yang dipimpin langsung oleh Bondan Winarno dan Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI) yang didirikan oleh William Wongso.

(8)

Kedekatan dengan komunitas pecinta kuliner juga dapat meningkatkan peluang makin banyaknya pelanggan yang mengenal dan datang ke acara yang diadakan oleh Culinaizer nantinya. Langkah lain yang ditempuh Culinaizer agar semakin dekat dengan pelanggannya yaitu melalui co-creation yang dilakukan untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan, salah satunya dengan menggandeng chef ternama di Indonesia seperti Chef Marinka, Chef Bara, Chef Juna, dan lainnya, dan juga para pelaku industri kuliner yang sudah terkenal untuk dapat memberikan inspirasi kepada pelanggan seperti Bondan Winarno, William Wongso, Sisca Soewitomo, dan lainnya.

a) Chef Marinka b) Chef Bara c) Chef Juna

d) Bondan Winarno e) William Wongso f) Sisca Soewitomo

(9)

Selain itu, Culinaizer tidak hanya memberikan pengalaman kuliner yang menyenangkan, tetapi juga hiburan yang menghibur. Tujuan dari Culinaizer adalah membawa pelanggan agar dapat menikmati makanan dan minuman yang ada pada acara Culinaizer senyaman mungkin. Culinaizer juga bekerja sama dengan beberapa band lokal dan band nasional untuk turut menghibur para pelanggan yang datang. Lebih lanjut, akan ada pertunjukan seni tari, sulap, dan acara hiburan lainnya. Untuk mendukung gerakan pemerintah untuk mengedukasi masyarakat, Culinaizer juga akan membuat satu rangkaian booth yang berisi artikel maupun properti untuk memberikan informasi dan mengedukasi masyarakat, terutama anak-anak. Informasi yang bersifat edukasi tersebut akan disesuaikan dengan tema acara serta isu permasalahan yang sedang terjadi saat itu.

Aplikasi dari media sosial juga menjadi alat bagi Culinaizer untuk menjaga hubungannya dengan pelanggan. Dewasa ini, hampir semua orang menggunakan smartphone dan hampir setiap orang memiliki akun media sosial yang mereka gunakan agar selalu up-to-date dengan informasi dan berita terkini. Sehingga, Culinaizer juga akan menggunakan aplikasi dari media sosial agar pelanggan selalu mengetahui keberadaan serta event apa saja yang akan diadakan oleh Culinaizer. Beberapa aplikasi media sosial yang akan digunakan oleh Culinaizer antara lain seperti Twitter, Facebook, dan Instagram. Dengan terus mengikuti informasi dari media sosial Culinaizer,

(10)

pelanggan dapat mengetahui acara apa saja yang akan dibuat oleh Culinaizer selanjutnya.

5. Revenue Streams

Sumber pendapatan yang dapat diperoleh oleh Culinaizer dapat berupa

direct income dan indirect income. Direct income adalah pendapatan yang

diterima dan berkaitan langsung dengan core business usaha event organizer ini, antara lain seperti pendapatan sewa, sponsorship, dan penjualan minuman. Sedangkan indirect income adalah pendapatan yang diterima namun tidak berkaitan langsung dengan core business usaha event organizer ini, antara lain seperti penjualan souvenir, database analytics, dan kios game anak-anak.

Dari seluruh komponen pendapatan yang telah disebutkan di atas, tidak semua komponen tersebut akan diterima pada saat Culinaizer beroperasi untuk pertama kalinya. Bila dituangkan ke dalam skema timeline, maka perolehan pendapatan tersebut akan nampak sebagai berikut.

Tabel 3.1 Kategori Sumber Pendapatan Culinaizer Berdasarkan Waktu

Pendapatan sewa akan diperoleh dari para pelaku industri kuliner skala kecil maupun besar yang menjual produknya di dalam acara yang diadakan

Sumber Pendapatan

2016 2017 2018 2019 2020

Rental Fee Rental Fee Rental Fee Rental Fee Rental Fee

Penjualan Minuman Penjualan Minuman Penjualan Minuman Penjualan Minuman Penjualan Minuman Kios Permainan Anak-Anak Kios Permainan Anak-Anak Kios Permainan Anak-Anak Kios Permainan Anak-Anak Kios Permainan Anak-Anak

Sponsorship Sponsorship Sponsorship Sponsorship Sponsorship Database Analytics Database Analytics Database Analytics

(11)

oleh event organizer ini, termasuk di dalamnya fasilitas yang digunakan seperti air, listrik, dan jasa kebersihan. Untuk biaya sewanya sendiri akan ditentukan dengan fixed price, sedangkan penggunaan fasilitas akan bergantung jumlah penggunaannya.

Pendapatan dari usaha ini juga akan diperoleh dari hasil penjualan minuman yang dilakukan oleh pihak penyelenggara acara, di mana sebagian besar minuman yang dijual adalah air minum dalam kemasan yang tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan oleh tenant dalam acara tersebut, sehingga penyelenggara memiliki hak penuh untuk menjual air minum dalam kemasan. Dengan banyaknya keluarga yang datang ke dalam acara kuliner ini dapat memperbesar potensi jumlah anak-anak yang akan datang semakin banyak, dengan demikian Culinaizer dapat melakukan penambahan fasilitas sebagai penambah pendapatan, salah satunya adalah kios permainan anak-anak. Kios permainan anak-anak tidak hanya menghibur anak-anak yang datang, namun tetap dapat memberikan pendapatan bagi penyelenggara.

Ketika acara kuliner yang diadakan oleh event organizer ini telah sukses, maka akan mengundang banyak perusahaan besar yang akan memberikan sponsorship berupa produk maupun dana cash yang dapat digunakan langsung oleh perusahaan, namun iklan produk/jasa mereka akan ditayangkan selama acara kuliner berlangsung. Di sisi lain, kesuksesan acara Culinaizer nantinya juga dapat menghasilkan sebuah database analytics yang berguna untuk penelitian ilmiah maupun pihak ketiga yang memerlukan data

(12)

tersebut sebagai acuan dan informasi tambahan dalam mengambil keputusan bisnis kuliner. Database analytics tersebut dapat berupa data jumlah pengunjung, jumlah pendapatan per-tenant, perputaran pembeli setiap periode, dan lain-lain. Pendapatan yang diperoleh dari database analytics ini diperkirakan dapat mulai diperoleh di tahun ketiga operasional Culinaizer.

Pendapatan Culinaizer tidak hanya semata-mata dari jasa yang diberikan, namun juga dapat diperoleh dari penjualan barang. Penjualan barang yang dimaksudkan di sini adalah, penjualan barang souvenir berupa mug, kaos, dan gantungan kunci yang menjadi official merchandise bagi setiap acara yang diadakan oleh Culinaizer. Penjualan souvenir ini diperkirakan akan dimulai di tahun ketiga, saat Culinaizer telah dikenal oleh masyarakat.

6. Key Resources

Bisnis Culinaizer termasuk dalam salah satu kategori industri kreatif, sehingga akan memerlukan keseluruhan komponen dari kategori key

resources yang ada baik fisik, intelektual, tenaga manusia, maupun dari segi

keuangan. Yang terpenting dalam menciptakan sebuah event organizer adalah ide dan gagasan untuk menciptakan acara yang menarik dan kreatif.

Partnership juga merupakan salah satu daya tarik konsumen baik dari

pelaku maupun konsumen industri kuliner itu sendiri. Melalui partnership dengan tokoh/pelaku industri kuliner terkemuka, akan memberikan daya tarik agar ekspektasi pelaku industri kuliner dan konsumen industri kuliner

(13)

terhadap acara ini meningkat. Di sisi lain, partnership lain yang akan digandeng meliputi produsen makanan dan minuman yang hendak bekerja sama seperti produsen kecap, bumbu masak, dan lain-lain.

Key resources lainnya yaitu lokasi. Lokasi yang memadai, mudah

dijangkau dan menarik, juga turut menentukan sukses atau tidaknya suatu acara yang berlangsung. Untuk itu, lokasi yang akan dipilih nantinya lebih berfokus dekat dengan pusat perbelanjaan, tempat pengadaan pameran, dan tempat-tempat lain yang sering dikunjungi banyak orang.

7. Key Activities

Kegiatan utama dari Culinaizer adalah menyiapkan event kuliner khusus yang mempunyai tema-tema unik yang berbeda-beda yang telah disusun pengadaannya selama satuan periode tertentu. Adapun perincian kegiatan yang dilakukan dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Kegiatan Operasional:  Periode pre-event :

o Pencarian venue atau lokasi pengadaan acara.

o Pencarian peserta pelaku industri kuliner: restoran dan/ atau pedagang kaki lima.

o Pencarian partner dan sponsorship. o Publikasi dan media placement (promosi). o Briefing dan technical meeting.

(14)

o Persiapan teknis acara (wiring listrik, pemasangan tenda, dekorasi, sound systems, dan perlengkapan lainya).

 Periode event :

o Pelaksanaan acara.  Periode post-event :

o Evaluasi acara dan laporan pertanggungjawaban. 2. Kegiatan Pemecahan Masalah:

 Periode event :

o Maintenance : Menanggapi keluhan peserta apabila ada listrik yang mati/ nyala, kekurangan daya, kerusakan meja/kursi dan lain sebagainya.

o Penertiban peserta : Apabila ada peserta yang tidak mematuhi peraturan, display produk dengan tidak rapi, memasukan barang diluar jam operasional, dan lain-lain. o Customer service : Menanggapi keluhan pengunjung dan

memberikan informasi acara dengan jelas. 3. Kegiatan Platform/Jaringan:

 Periode event :

Pembuatan jaringan POS (Point of Sales) untuk mengakomodir transaksi yang terjadi selama acara menggunakan cashless system.

(15)

8. Key Partners

Key partners dari Culinaizer antara lain building management,

sponsor, vendor, dan media massa. Berikut merupakan perincian key partners dari Culinaizer :

1. Aliansi strategis dengan perusahaan bukan kompetitor.

Untuk membuat sebuah acara, dibutuhkan lokasi yang strategis dan dapat menampung peserta acara kuliner tersebut. Event oganizer ini perlu berkerjasama dengan building management untuk mendapatkan lokasi yang tepat, waktu yang tepat, dan harga yang terbaik. Building

management yang dimaksud antara lain:

Building management shopping mal seperti Grand Indonesia, Senayan City, Summarecon Mal Kelapa Gading, dan lain sebagainya.

Management exhibition center seperti JIExpo, SICC, IndonesiaExpo, dan lain sebagainya.

Key partner lainnya adalah media massa. Sebuah event yang baik

memerlukan publikasi yang baik. Oleh karena itu menjalin kerjasama dengan media massa menjadi salah satu kunci keberhasilan.

2. Korporasi.

Event kuliner sangat mungkin untuk menarik sponsor bergabung dan

(16)

consumer goods). Sponsor yang dimaksud merupakan

perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk yang berhubungan dengan kuliner seperti: Wings Food, Garuda Food, Indofood, dan lain sebagainya. Selain itu, event organizer ini juga dapat menggandeng sponsor lain seperti jasa provider (Indosat, XL, Simpati, dll) atau produk lain yang mempunyai kepentingan branding pada sebuah acara. Dari sponsor inilah event organizer dapat mendapatkan profit. 3. Joint venture untuk membangun bisnis baru.

Tidak mentutup kemungkinan Culinaizer dapat melakukan joint

venture untuk membangun bisnis baru yang berhubungan dengan

kuliner. Culinaizer dapat bekerjasama dengan perusahaan media online khusus kuliner seperti yukmakan.com atau openrice.com untuk membuat aplikasi khusus kuliner Indonesia. Culinaizer dapat menjalin kerjasama dengan key partners yang mempunyai visi yang sama dan dapat mengembangkan bisnis ini di masa yang akan datang.

4. Relasi antara pembeli – pemasok.

Vendor merupakan salah satu key partner dari event organizer ini. Vendor yang dimaksud merupakan supplier kebutuhan acara seperti

sound systems, meja kursi, dekorasi, dan lain sebagainya.

Key partner lainnya adalah para pengusaha kuliner yang telah lama

berkecimpung di industri ini. Mempunyai hubungan baik dengan pengusaha kuliner yang telah mempunyai nama akan membantu event

(17)

yang diadakan menjadi lebih menarik pengunjung untuk datang. Selain itu, dalam pengembangannya event organizer ini juga perlu untuk terus menjalin kerjasama dengan berbagai kategori pengusaha kuliner agar mendapat banyak referensi.

9. Cost Structures

Struktur biaya yang efisien, menjadi kunci besarnya laba yang diperoleh perusahaan. Oleh karena itu, Culinaizer termasuk dalam model bisnis cost driven. Adapun struktur biaya event organizer ini antara lain biaya sewa gedung/arena, operasional, gaji pegawai dan promosi/iklan. Biaya sewa gedung merupakan salah satu pengeluaran utama yang jumlahnya yang cukup besar. Biaya operasional yang dimaksud adalah biaya pada saat acara berlangsung seperti listrik, air, internet, dan lain sebagainya. Selain itu, sehubungan dengan dibutuhkannya banyak tenaga pada saat acara, maka dibutuhkan biaya gaji pegawai baik untuk pegawai tetap dan pegawai lepasan. Biaya lain yang cukup besar adalah biaya promosi atau iklan, terutama di awal peluncuran acara. Biaya promosi ini mencakup target pasar yang cukup besar, oleh karena itu dibutuhkan biaya promosi yang cukup besar agar mendapatkan

traffic pengunjung yang maksimal. Lebih lanjut, biaya lain yang dibutuhkan

dalam mengadakan sebuah acara adalah biaya untuk perizinan. Hal yang termasuk dalam perizinan antara lain izin keramaian, maupun biaya keamanan lingkungan sekitar tempat diadakannya acara. Biaya ini dikeluarkan untuk memastikan keamanan dan kelancaran berlangsungnya sebuah acara.

Gambar

Gambar 3.1 Business Model Canvas Culinaizer
Gambar 3.3 Chef dan Pakar Kuliner Terkemuka di Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

Kuliner Lebay merupakan sebuah program acara kuliner baru di Global TV, walaupun stasiun-stasiun TV lain juga banyak yang menyajikan acara kuliner akan tetapi acara Kuliner Lebay

Bisnis kuliner saat ini menjadi salah satu sektor bisnis yang potensial untuk dijalankan. Salah satu bisnis kuliner yang cukup menarik perhatian adalah Waroeng

Slamet, dan Festival Kuliner (Feskul),dll. “Para ustadz itu saya ajak bergabung dengan usaha kuliner ini dengan harapan usaha ini memperoleh doa dari

Selain itu, pelayanan yang prima menjadi salah satu andalan para pelaku usaha kuliner untuk memberikan kepuasan bagi para konsumennya yang diharapkan berdampak

Sumber data: Wawancara Pada Pelanggan Wisata Kuliner Selamat (2019) Berdasarkan tabel diatas, terdapat masalah dalam kepercayaan pelanggan pada Integritas yang dimana

Jika ekonomi berhenti menjadi hiperinflasi dan entitas menghentikan penyusunan dan penyajian laporan keuangan sesuai dengan Pernyataan ini, maka entitas memperlakukan

Berapakah jumlah penggunaan rata-rata per hari air minum sebelum dan setelah kenaikan tarif PDAM Giri Menang Kota Mataram pada kelompok pelanggan golongan 2C.. Apakah

Artikel penelitian asli dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/ Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan