EVALUATION OF THE USE OF FACILITIES TAX EXEMPTION TO IMPORTS AND THE EFFECT ON TAX CHARGES AT. INDOMOBIlLSUZUKI

Teks penuh

(1)

EVALUATION OF THE USE OF FACILITIES TAX EXEMPTION TO

IMPORTS AND THE EFFECT ON TAX CHARGES AT. INDOMOBIlLSUZUKI

Ning Wulan Astuti, Dr. Adi Kuswanto, SE, Ak, MM Undergraduate Program, Faculty of Economic, 2009

Gunadarma University http://www.gunadarma.ac.id Keyword : Evaluation, Tax, PPh

ABSTRACT

The Government has provided tax incentives to companies both within the region or through the filing of the bonded zone to get the facility. Tax incentives to save expenses in terms of corporate income taxes. One of the facilities used by Suzuki is a facility PT.Indomobil Article 22 Import tax exemption. The facility is associated with tax planning will be undertaken by PT. Indomobil Suzuki Internatuional in an effort to minimize their tax burden. Therefore interesting to study whether tax planning is done by PT.Indomobil Suzuki in the form of import tax exemption filing facilities are in accordance with the provisions of legislation laws and regulations and how differences in tax burden without receiving a tax exemption of Article 22 with that obtained exemption PPh 22 by using test paired test. The research method used is descriptive analytical that is a portrait of the Income Tax exemption facility in connection with Article 22 Import tax planning is done by. Indomobil Suzuki. Inferential statistics is a field of statistical science which studies the way how the withdrawal of any conclusions from a given population based on partial data. Paired Sample Test Tests SPSS Version 16, two samples with the same subject but have different treatments. This test compares the income tax exemption tax exemption facility 22 without 22 with no facilities with which to obtain facility. Normality test is done by using the interpretation QQ plot to see whether the data variables in normal distribution and proper test for the statistical test.

Facilities Tax exemption of Article 22 imposed on capital goods and raw materials for production of foreign destination other than that the company must have a Letter of Freedom (LCS) of Income Tax Article 22 Import and located in the bonded area while the goods remain in the wear part components of tax rate by 2, 5% of Import Tax DPP. So the release in accordance with the type of goods imported. Business tax planning is leading to efforts to obtain income tax exemption of Article 22 which represents the largest share of imports in the calculation of income tax payable PT.Indomobil Suzuki. Process process conducted PT.Indomobil Suzuki International to obtain income tax exemption of Article 22 Import levies are made realizable value of imports and profit / loss for the year and the calculation of income tax owed. In the income tax exemption facility only import capital goods (machinery) and materials (rolled steel plate and iron) are exempt from Income Tax Article 22 Import while component parts do not get income tax exemption of Article 22 Import. So the release in accordance with the type of goods imported. Paired Sample Test Tests prove that the exemption of import tax incentives for large terhada significant tax burden at. Indomobil Suzuki. This is evidenced by the significant value of paired sample T test Test of 0.000 <0.05 which states there is a very strong influence.

(2)

EVALUASI PEMANFAATAN FASILITAS PEMBEBASAN PAJAK PENGHASILAN ATAS IMPOR DAN PENGARUHNYA TERHADAP BEBAN PAJAK PADA PT. INDOMOBIL SUZUKI

Nama : Ning Wulan Astuti NPM : 20205869

Jurusan : Akuntansi / S1

Pembimbing : Dr. Adi Kuswanto, SE, Ak, MM

ABSTRAKSI

Pemerintah telah banyak memberikan fasilitas perpajakan kepada perusahaan-perusahaan baik yang berada di dalam wilayah kawasan berikat ataupun melalui pengajuan untuk mendapatkan fasilitas tersebut. Fasilitas perpajakan dapat menghemat pengeluaran perusahaan dilihat dari segi beban pajaknya. Salah satu fasilitas yang dimanfaatkan oleh PT.Indomobil Suzuki adalah fasilitas pembebasan PPh Pasal 22 Impor. Fasilitas tersebut berhubungan dengan perencanaan pajak yang di lakukan oleh PT. Indomobil Suzuki Internatuional dalam upaya meminimalisasi beban pajaknya. Oleh karena itu menarik untuk diteliti apakah perencanaan pajak yang dilakukan oleh PT.Indomobil Suzuki dalam bentuk pengajuan fasilitas pembebasan PPh Impor sudah sesuai dengan ketentuan perundang- undangan yang berlaku dan bagaimana perbedaan beban pajak tanpa memperoleh pembebasan PPh Pasal 22 dengan yang memperoleh fasilitas pembebasan PPh 22 dengan menggunakan uji paired test. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis yaitu mengambarkan tentang fasilitas pembebasan PPh Pasal 22 Impor sehubungan dengan perencanaan pajak yang dilakukan oleh PT. Indomobil Suzuki. Statistika Inferensial merupakan bidang ilmu statistika yang mempelajari cara cara penarikan suatu kesimpulan dari suatu populasi tertentu berdasarkan sebagian data. Uji Paired Sample Test SPSS Versi 16 yaitu dua sampel dengan subjek yang sama namun mengalami perlakuan yang berbeda. Uji ini membandingkan pembebasan PPh 22 tanpa fasilitas pembebasan PPh 22 tanpa fasilitas dengan yang memperoleh fasilitas. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan interpretasi Q-Q Plot untuk melihat apakah data variable yang di uji berdistribusi normal dan layak untuk di uji statistik. Fasilitas pembebasan PPh Pasal 22 dikenakan terhadap barang modal dan bahan baku untuk produksi tujuan eksport selain itu perusahaan harus memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) Pajak Penghasilan Pasal 22 Impor dan berada di kawasan berikat sedangkan untuk barang Componen part tetap di kenakan tarif pajak sebesar 2,5% dari DPP PPh Impor. Jadi pembebasan sesuai dengan jenis barang yang di impor.

Usaha perencanaan pajak tersebut mengarah pada upaya untuk memperoleh fasilitas pembebasan PPh Pasal 22 Impor yang merupakan porsi terbesar dalam perhitungan pajak penghasilan terutang PT.Indomobil Suzuki . Proses proses yang dilakukan PT.Indomobil Suzuki International untuk memperoleh fasilitas pembebasan pungutan PPh Pasal 22 Impor yaitu membuat realisasi nilai impor dan perhitungan laba/rugi tahun yang bersangkutan dan perhitungan PPh Badan yang terutang. Dalam fasilitas pembebasan pajak penghasilan impor hanya barang modal (mesin) dan bahan baku (gulungan plat baja dan besi) yang dibebaskan dari PPh Pasal 22 Impor sedangkan component part tidak mendapatkan pembebasan PPh Pasal 22 Impor. Jadi pembebasan sesuai dengan jenis barang yang di impor. Pengujian Paired Sample Test membuktikan bahwa pembebasan fasilitas PPh atas impor berpengaruh secara signifikan terhada besar beban pajak Pada PT. Indomobil Suzuki. Hal ini dibuktikan oleh besarnya nilai signifikan uji paired sample T Test sebesar 0,000 < 0,05 yang menyatakan ada pengaruh yang sangat kuat.

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Itikad pemerintah untuk terus mengembangkan industri dalam negeri telah

ditempuh dengan berbagai cara. Salah satunya adalah yang berkaitan dengan ekspor dan impor. Pada era sekarang ini dimana banyak industri dalam negeri yang

mengalami krisis. Dalam hal ini pemerintah mempunyai peran menyelenggarakan administrasi perdagangan dan perindustrian guna menciptakan stabilitas iklim perdagangan, baik nasional maupun internasional.

Dalam upaya peningkatan daya saing industri dalam negeri pada kancah

perdagangan internasional, pemerintah telah berusaha menunjang dan memberikan fasilitas khususnya yang berorientasi ekspor, memiliki pemberian fasilitas

kepabeanan. Direktorat Jendral Bea dan Cukai memberikan sejumlah kemudahan fiskal dan birokrasi kepada importir ataupun eksportir, diantaranya adalah

menyiapkan program jalur prioritas untuk industri – industri, selain otomotif yang sudah diberikan sebelumnya.

Uraian dan analisa mengenai fasilitas pembebasan PPH Impor yang merupakan salah satu cara yang dijalankan dalam perencanaan pajak oleh

PT.Indomobil Suzuki akan dituangkan dalam skripsi “ Evaluasi Pemanfaatan Fasilitas Pembebasan Pajak Penghasilan Atas Impor dan Pengaruhnya

Terhadap Beban Pajak Pada PT. Indomobil Suzuki International”.

1.2. Rumusan dan Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis ungkapkan diatas Maka penulis merumuskan penulisan ilmiah ini pada :

1. Bagaimana pemanfaatan fasilitas yang dilakukan oleh PT.Indomobil Suzuki dalam bentuk pengajuan fasilitas pembebasan pph impor sudah sesuai dengan ketentuan

perundang – undangan yang berlaku? 2. Bagaimana perbedaan beban pajak tanpa fasilitas pembebasan PPh impor dengan

yang memperoleh fasilitas pembebasan pph 22 impor pada PT.Indomobil Suzuki?

Berdasarkan permasalahan diatas, batasan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:

1. PT. Indomobil sebagai salah satu perusahaan kendaraan terbesar di Indonesia. 2. Pembebasan pph impor dan periode data enam tahun tahun yaitu PPH Impor tahun 2002 – 2007.

3. Perolehan data yang hanya dapat dilihat dan di evaluasi dalam lingkup PT.Indomobil Suzuki International.

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pokok permasalahan di atas yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui pemanfaatan fasilitas yang dilakukan oleh PT. Indomobil Suzuki dalam bentuk pengajuan fasilitas pembebasan pph impor sesuai atau tidak dengan ketentuan perundang – undangan.

2. Untuk mengetahui perbedaan beban pajak tanpa fasilitas pembebasan pph 22 impor dengan yang memperoleh pph 22 impor.

(4)

METODELOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian

Penulis melakukan penelitian ini pada PT. Indomobil Suzuki Internasional dengan mengambil permasalahan mengenai fasilitas pembebasan PPh 22 Impor tanpa fasilitas pembebasan dengan yang memperoleh pembebasan PPh 22 Impor dan pengaruhnya terhadap beban pajak. .

3.2 Variabel Operasional

Berdasarkan pada masalah dan hipotesis yang akan di uji maka variable – variable yang akan diteliti adalah

1. Menghitung pembebasan PPh 22 Impor tanpa memperoleh fasilitas pembebasan. 2. Menghitung pembebasan PPh 22 Impor yang memperoleh fasilitas pembebasan

3.3 Analisis Statistika

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1. Statistika Deskriptif

2. Statistika Inferensial 3.4 Metodelogi Penelitian

Langkah – langkah metodelodi penelitian sbb:

1. Perhitungan pembebasan PPh 22 Impor tanpa memperoleh fasilitas pembebasan dengan yang memperoleh fasilitas pembebasan PPh 22.

2. Membandingkan dengan Uji Paired Sample Test SPSS Versi 16 sbb:

¾ Uji normalitas

Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan interpretasi Q-Q Plot untuk melihat apakah data variable yang di uji berdistribusi normal dan layak untuk di uji statistic.

PEMBAHASAN

Tabel 4.1

Data Perhitungan Pajak PT.Indomobil Suzuki Tahun Laba (Rp) Pajak Badan Terutang

(5)

(Rp) Nilai Impor komponen (US$) Impor Brg modal & bhn baku Kurs Dollar (US$) 2002 383,750,000 127,625,000 49,000 538,000 8900 2003 594,157,000 160,747,100 55,000 549,000 8456 2004 1,180,074,000 336,522,200 62,000 577,000 9290 2005 764,871,000 211,961,300 51,000 524,000 9700 2006 794,762,000 220,928,600 54,000 564,000 9900 2007 769,275,000 213,282,500 54,000 557,000 8700

Tabel 4.2.1 Perhitungan Pajak Penghasilan Badan Tahun 2002 (tanpa memperoleh fasilitas pembebasan PPh Pasal 22 Impor)

Laba Kena Pajak Tahun berjalan Laba Rugi 2002 Pajak Penghasilan Badan terutang Tahun 2002 Pajak Penghasilan Dibayar Dimuka :

PPh Pasal 22 Impor

Aktual Januari – Maret 2002

Nilai Importisasi US$ 49.000 x 8900 Bea masuk 20% DPP PPh Impor PPh Pasal 22 Impor 2.5% x Rp 533,320,000

Aktual April – Desember 2002

(6)

Bea Masuk 20% DPP PPH Impor

PPH Pasal 22 Impor 2.5% x Rp 5,745,840,000

Total PPh Pasal 22 Impor

PPh Pasal 23

Atas Penalty dan Jasa bengkel

Pajak Penghasilan yang dipungut pihak lain

PPh Pasal 25

Angsuran pajak yang dibayar sendiri Aktual Jan –Des 02

Jumlah Perkiraan Kredit Pajak

Lebih bayar Pajak Penghasilan Badan Tahun 2002 Rp 436,100,000 Rp 87,220.000 + Rp 533,320,000 Rp 13,083,000 Rp 4,788,200,000 Rp 957,640,000 + Rp 5,745,840,000 Rp 143,646,000 Rp 156,729,000 Rp 7.500.000 Rp 164,229,000 Rp 75,000,000

(7)

Rp 383,750,000 Rp 97,625,000 Rp 239,229,000- Rp 111,604,000

Sumber: Data PT.Indomobil Suzuki International, diolah penulis

Keterangan :

Laba Kena Pajak Laba / Rugi Tahun 2002 = Rp 383,750,000

Perhitungan Pajak Penghasilan Badan Terutang Tahun 2002 Menggunakan Tarif UU Pajak Penghasilan Nomor 17 Tahun 2000

• 10% x Rp 50,000,000 = Rp 5,000,000 • 15% x Rp 50,000,000 = Rp 7,500,000 • 30% x Rp 283,750,000 = Rp 85,125,000

(8)

JUMLAH = Rp 97,625,000

Tabel 4.2.2 Perhitungan Pajak Penghasilan Badan Tahun 2002 ( memperoleh fasilitas pembebasan PPh Pasal 22 Impor)

Laba Kena Pajak Tahun berjalan Laba Rugi 2002 Pajak Penghasilan Badan terutang Tahun 2002 Pajak Penghasilan Dibayar Dimuka :

PPh Pasal 22 Impor

Aktual Januari – Maret 2002

Nilai Importisasi US$ 49.000 x 8900 Bea masuk 20% DPP PPh Impor PPh Pasal 22 Impor 2.5% x Rp 533,320,000

Proyeksi April – Desember 2002

Nilai Importisasi US$ 538.000 x 8900 Bea Masuk 20%

DPP PPH Impor

PPH Pasal 22 Impor DIBEBASKAN

Total PPh Pasal 22 Impor

PPh Pasal 23

Atas Penalty dan Jasa bengkel

Pajak Penghasilan yang dipungut pihak lain Rp 436,100,000 Rp 87,220.000 + Rp 533,320,000 Rp 13,083,000 Rp 4,788,200,000 Rp 957,640,000 + Rp 5,745,840,000

(9)

Rp 13,083,000 Rp 7.500.000 Rp 20,583,000 Rp 383,750,000 Rp 97,625,000 PPh Pasal 25

Angsuran pajak yang dibayar sendiri Aktual Jan –Des 02

Jumlah Perkiraan Kredit Pajak

Kurang bayar Pajak Penghasilan Badan Tahun 2002 Rp 75,000,000

(10)

Rp 95,583,000- Rp 32,042,000

Sumber: Data PT.Indomobil Suzuki International, diolah penulis

Besarnya pembebasan nilai impor yang diajukan oleh PT.Indomobil Suzuki yaitu sebesar US $ 538000 atau 4,788,200,000 yang terdiri atas:

1. Impor Barang modal mesin sebesar US $ 268000

2. Impor bahan baku gulungan plat baja (coli) sebesar US $ 270,000

Perhitungan pajak penghasilan badan memperoleh fasilitas pembebasan PPh Pasal 22 Impor tahun 2002 menunjukkan jumlah yang kurang bayar sebesar Rp 111,604,000. Dari perhitungan diatas pada bulan januari – maret PT.Indomobil Suzuki mengimpor beberapa componen part sebesar US$ 49,000. Pengimporan component part tidak

mendapatkan fasilitas pembebasan PPh 22 Impor sehingga PT. Indomobil harus membayar PPh Pasal 22 Impor sebesar Rp13,083,000 sedangkan pada bulan April – Desember

PT.Indomobil Suzuki megimpor barang modal dan bahan baku sebesar US$ 538,000. Untuk barang modal dan bahan baku di bebaskan dari PPh Pasal 22 yaitu sebesar 2,5% dari DPP PPh Impor Sehingga selisih beban pajak yang dapat dihemat oleh PT.Indomobil Suzuki adalah sebesar Rp 143,646,000.

Tabel 4.5

Data Perhitungan Paired Sample Test SPSS Versi 16

Tahun Tanpa Fasilitas Pembebasan PPh 22 Memperoleh

Fasilitas

Pembebasan PPh 22 Pembebasan PPh 22 atas Barang Modal dan Bahan Baku 2002 156,729,000 13,083,000 143,646,000 2003 154,020,000 14,025,000 139,995,000 2004 178,089,000 17,279,000 160,809,000 2005 167,325,000 14,841,000 152,484,000 2006 183,546,000 16,038,000 167,508,000

(11)

2007 158,949,000 13,572,000 145,377,000

Tabel 4.6

Data Perhitungan Hasil Uji Paired Sample Test Dengan Menggunakan Data Pada Tabel 4.4 ( Dalam ribuan 000 )

Paired Samples Statistics

N Minimum Maximum Sum Mean Std. Deviation Std. Error Mean sebelum 6 154020 183546 998658 166443,00 12114,228 4945,613 sesudah 6 13083 17279 75266 14806,33 1596,009 651,568 Tabel 4.6

Data Perhitungan Hasil SPSS Versi 16 ( Dalam ribuan 000 )

Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference

Mean Std. Deviation Std. Error Mean Lower Upper

t df Sig. (2- tailed)

Pair 1 sebelum - sesudah 90624,66 10726,880 4379,231 140379,496 162893,837 34,626 5 .000

Keterangan :

• Nilai t hitung digunakan untuk mencari perbedaan rata – rata populasi atau untuk mengambil keputusan hipotesis yang akan di bandingkan dengan t tabel.

• Sig ( 2 tailed) untk menentukan arah hipotesis dengan perbandingan nilai 0,05. Penjelasan :

(12)

1. Ho : Tidak ada perbedaan antara fasilitas tanpa pembebasan PPh 22 Impor dengan fasilitas memperoleh pembebasan PPh 22 Impor.

Ha : Ada perbedaan antara fasilitas tanpa pembebasan PPh 22 Impor dengan fasilitas memperoleh pembebasan PPh 22 Impor.

2. Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikan si £ = 5% 3. Nilai t hitung adalah 34,626

4. Tabel distribusi t dicari pada £ =5% : 2 = 2,5% ( uji 2 sisi ) Dengan derajat kebebasan (df) n-1 atau 6-1 = 5. Dengan pengujian dua sisi ( signifikansi = 0,025) hasil diperoleh untuk t table sebesar 2,571.

5. Kriteria Pengujian

Ho : 0,000 < 0,05 ( ditolak) Maka Ha di terima

6. Membandingkan t hitung dengan t tabel Nilai t hitung > t table : 34,626 > 2,571 Nilai signifikan : 0,000 < 0,05 Maka Ha diterima BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisa penulisan adalah 1. Dalam fasilitas pembebasan pajak penghasilan impor hanya barang modal ( mesin) dan bahan baku ( gulungan plat baja dan besi ) yang dibebaskan dari PPh Pasal 22 Impor sedangkan component part tidak mendapatkan

pembebasan PPh Pasal 22 Impor. Jadi pembebasan sesuai dengan jenis barang yang di impor.

3. Pengujian Paired Sample Test membuktikan bahwa pembebasan fasilitas PPh atas impor berpengaruh secara signifikan terhadap

besar beban pajak Pada PT. Indomobil Suzuki. Hal ini dibuktikan oleh besarnya nilai signifikan uji paired sample T Test sebesar

0,000 < 0,05 yang menyatakan ada perbadaan beban pajak tanpa fasilitas pembebasan PPh 22 Impor dengan yang memperoleh fasilitas pembebasan PPh 22 Impor pada PT. Indomobil Suzuki.

5.2 Saran

1. PT. Indomobil Suzuki harus memanfaatkan fasilitas pembebasan PPh 22 Impor dalam kegiatan usaha produksinya karena dengan memanfaatkan fasilitas tersebut dapat menekan beban pajak PPh 22 dan dari penghematan beban pajak tersebut dapat digunakan untuk memperluas dan menambah hasil produksinya yang hasilnya dapat menambah pendapatan PT. Indomobil Suzuki.

2. Selain itu dengan memperoleh pembebasan PPh 22 Impor barang – barang komponen produksi dibebaskan dari PPh 22 sehingga PT. Indomobil dapat

menjual barang – barang hasil produksi kepada konsumen dengan harga yang lebih murah dari pasaran. Dengan harga yang lebih murah tersebut

sudah tentu konsumen akan lebih memilih produksi dari PT.Indomobil karena lebih murah. Namun PT. Indomobil harus meningkatkan kualitas dari

(13)

barang yang diproduksi agar tidak kalah saing dengan perusahaan lain. DAFTAR PUSTAKA

Republik Indonesia, Undang – Undang No 36 Tahun 2008

Peraturan Mentri Keuangan Republik Indonesia Nomor 210/PMK.03/2008 Perubahan Kelima Atas Keputusan Mentri Nomor 254/KMK.03/2001

Alhusin Syahri,2008, Aplikasi Statistika Praktis Dengan Menggunakan SPSS 16 for 16 for Windows, Edisi ke empat. YOGYAKARTA : Graha Ilmu.

Erly Suandy,2008, Perencanaan Pajak. Edisi : ketiga. Jakarta : Salemba Empat.

Gunadi.,2006, Transfer Pricing, Suatu Tujuan Akuntansi Manajemen dan Pajak. Jakarta: PT. Bina Rena Pariwara.

Mardiasmo AK. 2008, Perpajakan.Edisi Revisi. Yogyakarta: Andi.

Rimsky K. Judisseno,2007.,Pajak dan Strategi Bisnis, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

R.Mansury Ph.D., 2006,Panduan Konsep Utama Pajak Penghasilan di Indonesia, Jakarta : PT. Bina Rena Pariwara.

Sophar Lumbantoruan,2008, Akuntansi Pajak, Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia.

Sarwono, Jonatan,2006,Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS, Yogyakarta : Andi.

Sugiono,2007,Metode Penelitian Bisnis, catakan ketiga, Bandung : CV Alfabeta.

Waluyo & Wirawan B.Ilyas,2006,Perpajakan Indonesia, Jakarta : Salemba Empat.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :