IMPLEMENTASI KOMUNIKASI
PEMASARAN PT KONSEP DOT NET DALAM
KEIKUTSERTAAN PADA EVENT PAMERAN
INDOINTERTEX
PERIODE 18 – 21 APRIL 2013
Imelda ; Lidia Wati Evelina
Jurusan Komunikasi Pemasaran, Fakultas Ekonomi dan Komunikasi, Universitas Bina Nusantara [email protected]
ABSTRACT
THE AIM of this research is to determine the event marketing communications at event Indointertex
exhibition along the resistance. RESEARCH METHOD used is descriptive qualitative method to illustrate the implementation of marketing communications of PT Konsep Dot Net on Indointertex exhibition. COLLECTION OF DATA through observation, interviews, and literature. VALIDATION using triangulation. DATA ANALYSIS with data reduction, interview results are presented in tabular form. Data are presented by category informants answer. After that data was analyzed by linking the results with theory. THE RESULTS achieved in mind that marketing communications are done through the dissemination of information prior to implementation through email, twitter updates, facebook updates and press releases on the web company. While at the exhibition conducted sales promotion, personal selling, banners, posters, and flyers. CONCLUSION of this study that the marketing communicaton before and during the exhibition is quite good. Obstacles encountered are visitor misunderstanding of PT Konsep Dot Net reason in the following exhibitions.
Key Words : Exhibition Event, Marketing Comunications
ABSTRAK
TUJUAN PENELITIAN untuk mengetahui komunikasi pemasaran pada event pameran Indointertex
serta hambatannya. METODE PENELITIAN yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan pelaksanaan komunikasi pemasaran PT Konsep Dot Net pada pameran Indointertex.
PENGUMPULAN DATA melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. VALIDASI menggunakan
triangulasi. ANALISIS DATA dengan reduksi data, hasil wawancara disajikan dalam bentuk tabel. Data disajikan berdasarkan kategori jawaban informan. Setelah itu dianalisis dengan mengkaitkan hasil dengan teori. HASIL YANG DICAPAI diketahui bahwa komunikasi pemasaran melalui penyebaran informasi yang dilakukan sebelum penyelenggaraan melalui email, update twitter, update facebook, dan press release di web perusahaan. Sedangkan pada saat pameran dilakukan sales promotion, personal selling, banner, poster, dan brosur. SIMPULAN penelitian ini bahwa komunikasi pemasaran yang dilakukan sebelum dan saat pameran berlangsung cukup baik. Hambatan yang ditemui adalah ketidakpahaman pengunjung mengenai alasan keikutsertaan PT Konsep Dot Net yang merupakan perusahaan IT pada pameran tekstil.
PENDAHULUAN
Event saat kini telah menjadi salah satu kegiatan penting dalam sebuah perusahaan. Event dianggap
sebagai salah satu strategi bagi perusahaan untuk dapat menarik perhatian dari publiknya. Dengan pelaksanaan sebuah event, maka perusahaan memiliki kesempatan untuk dapat menyampaikan pesan kepada publik. Pelaksanaan sebuah event dalam perusahaan tentu akan berbeda satu dengan yang lainnya. Beberapa perusahaan memilih bentuk event perlombaan untuk diselenggarakan. Beberapa perusahaan lainnya mungkin memilih event pameran untuk diselenggarakan. Setiap perusahaan dapat dengan bebas menentukan jenis event yang ingin diselenggarakan. Selain diselenggarakan oleh perusahaan, beberapa bentuk event juga diselenggarakan oleh event organizer. Event organizer adalah pihak yang secara sengaja mengelola pelaksanaan sebuah event. Pengelolaan tersebut dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga kepada tahap evaluasi.
Pelaksanaan sebuah event di Indonesia juga sering kali kita temui. Terdapat beberapa event besar yang diselenggarakan di Indonesia dan tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Event yang diselenggarakan antara lain seperti pameran Pekan Raya Jakarta (PRJ), Indonesia International Motor
Show (IIMS), dan beberapa event tahunan lainnya. Selain beberapa event yang telah disebutkan, terdapat
juga salah satu event tahunan yang cukup besar. Event tersebut merupakan pameran Indointertex. Pameran Indointertex merupakan pameran tahunan dengan skala internasional. Pameran Indointertex diselenggarakan oleh event organizer yang bernama Peraga Expo. Event ini telah diadakan selama 10 tahun terakhir. Pameran Indointertex merupakan pameran khusus bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri tekstil. Perusahaan tersebut dapat berupa pembuat mesin tekstil, atau perusahaan yang memproduksi kebutuhan tekstil lainnya. Pameran ini diikuti oleh banyak perusahaan tekstil baik perusahaan lokal maupun internasional. Dikarenakan sifat pameran yang internasional, maka pengunjung pameran juga ada yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Di tahun 2013 ini, pameran Indointertex akan diselenggarakan di Jakarta International Expo Kemayoran Hall D pada 18 – 21 April 2013.
Salah satu perusahaan yang menjadi exhibitor dalam pameran Indointertex adalah PT Konsep Dot Net. PT Konsep Dot Net adalah sebuah perusahaan yang telah berdiri selama lebih dari 10 tahun. Perusahaan ini bergerak dalam bidang software development dan IT outsourcing. PT Konsep Dot Net juga memiliki cabang perusahaan yaitu Net Desain. Net Desain adalah divisi atau cabang yang bertanggung jawab untuk produk website. Perusahaan yang memiliki kebutuhan dalam bidang pembuatan website maka dapat bermitra dengan Net Desain.
Keikutsertaan PT Konsep Dot Net dalam pameran Indointertex dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah adanya kerjasama antara PT Konsep Dot Net dengan Peraga Expo. Kerjasama berupa pembuatan website, dimana Peraga Expo membayar dengan setengah harga dan setengah pembayaran dilunasi dengan pemberian booth pada pameran Indointertex. Faktor yang kedua adalah pengalaman PT Konsep Dot Net yang pernah beberapa kali bekerjasama dengan perusahaan tekstil. Faktor yang ketiga adalah peluang yang dilihat oleh PT Konsep Dot Net dengan ikutserta dalam pameran ini. Peluang tersebut yakni untuk memperoleh klien dan proyek baru.
Dalam mengikuti sebuah pameran seperti yang dilakukan oleh PT Konsep Dot Net maka tentu diperlukan promosi dan publikasi. Upaya promosi dan publikasi tersebut dapat dilakukan dengan komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran dilakukan oleh PT Konsep Dot Net untuk dapat memberikan informasi mengenai keikutsertaan dalam pameran. Selain itu, komunikasi pemasaran juga berguna untuk memberikan informasi mengenai perusahaan baik kepada pengunjung maupun kepada exhibitor lain selama pameran berlangsung. Berdasarkan pada latar belakang ini maka dilakukan penelitian yang berjudul Implementasi Komunikasi Pemasaran PT Konsep Dot Net dalam Keikutsertaan pada Event Pameran Indointertex Periode 18 – 21 April 2013.
Komunikasi adalah cara yang digunakan oleh makhluk hidup untuk dapat berinteraksi dengan sesamanya. Melalui komunikasi maka dapat terjadi proses pertukaran informasi yang dapat mengubah perilaku, pemikiran, atau perbuatan dari individu atau sebuah kelompok. Komunikasi merupakan proses penciptaan makna antara dua orang (komunikator 1 dan komunikator 2) atau lebih (Mulyana, 2007:65).
Effendy menerangkan bahwa komunikasi memiliki fungsi dan tujuan dari pelaksanaannya. Fungsi dari komunikasi adalah: (1) menyampaikan pesan (to inform), (2) mendidik (to educate), (3) menghibur (to
entertain), (4) mempengaruhi (to influence). Selain itu komunikasi juga memiliki beberapa tujuan,
seperti: (1) perubahan sikap (attitude change), (2) perubahan pendapat (opinion change), (3) perubahan perilaku (behavior change), (4) perubahan sosial (social change) (Puspokusumo, 2011:204).
Dalam pelaksanaannya seringkali terjadi gangguan pada komunikasi. Gangguan tersebut berasal dari beberapa faktor, menurut R. Kreitner terdapat empat macam hambatan dalam proses komunikasi, yaitu: (1) Hambatan dalam proses penyampaian, hambatan ini dapat berasal dari sender maupun receiver. Dari sisi sender hambatan terjadi dikarenakan sender yang belum menguasai materi, atau karena sender kurang latihan dalam berbicara. Sedangkan dari sisi receiver hambatan terjadi karena receiver tidak dapat menangkap isi pesan dengan baik. (2) Hambatan secara fisik, hambatan fisik ini dapat terjadi dikarenakan adanya kekurangan secara fisik baik dari sender maupun receiver. Kekurangan fisik tersebut seperti pendengaran yang kurang tajam, atau keterbatasan fisik pada suara. Selain dari fisik si komunikan, hambatan fisik juga dapat ditujukan pada fisik lingkungan sekitar. Misalnya gangguan pada sound system. (3) Hambatan Semantik, hambatan ini dikarenakan perbedaan pemahaman dan persepsi antara sender dengan receiver mengenai sebuah simbol atau lambang. Perbedaan ini menyebabkan pengartian atau penafsiran yang berbeda dalam menangkap isi pesan. (4) Hambatan Psiko-Sosial, hambatan ini berasal dari perbedaan latar belakang, kebudayaan, adat istiadat, kebiasaan, persepsi, dan nilai yang dianut. Perbedaan ini menyebabkan sender maupun receiver salah mengartikan isi pesan (Ruslan, 2012:8-10).
Public relations adalah sebuah fungsi kepemimpinan dan manajemen yang membantu pencapaian tujuan
sebuah organisasi, membantu mendefinisikan filosofi, serta memfasilitasi perubahan organisasi. Para praktisi Public Relations berkomunikasi dengan semua masyarakat internal dan eksternal yang relevan untuk mengembangkan hubungan yang positif serta menciptakan konsistensi antara tujuan organisasi dengan harapan masyarakat. Mereka juga mengembangkan, melaksanakan, dan mengevaluasi program organisasi yang mempromosikan pertukaran pengaruh serta pemahaman di antara konstituen organisasi dan masyarakat (Lattimore dkk, 2010:4).
Dalam pelaksanaannya praktisi public relations menjalani beberapa ruang lingkup pekerjaan, menurut Cutlip dan rekan terdapat enam bidang yang menjadi ruang lingkup public relations, yaitu: (1) Publisitas, merupakan pekerjaan public relations untuk menempatkan pemberitaan mengenai perusahaan kepada media. (2) Pemasaran, public relations juga turut serta dalam membantu proses pemasaran. Dalam konsep
public relations sendiri juga dikenal istilah marketing relations yaitu usaha public relations untuk
menarik minat konsumen atas produk atau jasa. (3) Public Affairs, ruang lingkup public relations yang membangun hubungan dan mempertahankan hubungan tersebut baik dengan pemerintah atau komunitas lokal. (4) Manajemen Isu, ruang lingkup public relations yang bertugas untuk menangani isu yang menimpa perusahaan. Dalam pekerjaan ini praktisi public relations juga harus selalu sigap untuk mendeteksi isu yang mungkin menimpa perusahaan. (5) Lobi, ruang lingkup public relations yang mana mencoba untuk memiliki hubungan baik dengan pihak-pihak terkait yang dapat mempengaruhi kebijakan atau keputusan perusahaan. (6) Hubungan Investor, ruang lingkup public relations untuk dapat membangun dan memiliki hubungan baik dengan para investor perusahaan (Morrison, 2010:14-31). Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC) adalah penggabungan beberapa elemen dari promotion mix yang dijalankan secara bersamaan guna memperoleh hasil yang lebih optimal. Menurut Duncan komunikasi pemasaran terpadu (IMC) merupakan sebuah proses untuk merencanakan, melaksanakan, dan memantau pesan merek yang menciptakan hubungan dengan konsumen (Wenats dkk, 2012:9).
Dalam konsep IMC terdapat beberapa elemen yang saling berkoordinasi dan dilakukan secara bersamaan. Elemen tersebut antara lain: (1) Advertising (Periklanan), merupakan bentuk komunikasi pemasaran dimana perusahaan membayarkan sejumlah uang kepada media agar pesan perusahaan ditempatkan di media dan dapat disebarluaskan kepada audiens. Iklan adalah salah satu cara yang cukup baik untuk dapat menjangkau audiens dalam ruang lingkup yang luas. Namun, biaya yang harus dikeluarkan untuk iklan relatif mahal. (2) Sales Promotion (Promosi Penjualan), komunikasi pemasaran yang dilakukan dengan cara memberikan nilai tambah bagi tenaga penjualan. Nilai tambah tersebut berupa pemberian insentif agar mereka termotivasi untuk melakukan penjualan. (3) Publicity (Publisitas), bentuk komunikasi pemasaran dimana perusahaan berusaha untuk menempatkan pemberitaan kepada media secara gratis. Dalam publisitas biasa public relations akan menulis press release yang kemudian dikirimkan ke media.
Jika menurut media press release tersebut memiliki nilai berita, maka press release akan diterbitkan. (4)
Direct Marketing (Pemasaran Langsung), upaya komunikasi pemasaran dimana komunikasi dilakukan
secara langsung dengan konsumen. Misalnya dengan mendatangi rumah konsumen, atau melakukan pemasaran melalui saluran telepon. (5) Personal Selling (Penjualan Personal), merupakan bentuk komunikasi pemasaran yang dilakukan dengan melakukan pendekatan kepada konsumen. Dalam personal
selling biasanya salesman akan langsung mendatangi rumah atau toko dan kemudian mempengaruhi
secara langsung. (6) Internet Marketing (Pemasaran Internet), bentuk komunikasi pemasaran dengan memanfaatkan media internet untuk proses pemasaran. Internet marketing dapat dilakukan melalui sosial media seperti facebook, twitter, dan lainnya (Wenats dkk, 2012:5-7)
Proses yang terjadi dalam komunikasi pemasaran pada dasarnya hampir sama dengan proses komunikasi secara umum. Teori yang digunakan untuk menyatakan proses komunikasi pemasaran terpadu adalah teori dari Shannon dan Weaver (Wenats dkk, 2012:54-56). Proses tersebut dapat terlihat dari gambar dibawah ini.
Gambar : Proses Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC) Sumber : Wenats dkk, 2012:54-56
Dari gambar diatas maka dapat terlihat bahwa terdapat beberapa unsur yang menjadi bagian dari proses komunikasi pemasaran terpadu (IMC), unsur tersebut yaitu: (1) Information Source, merupakan pihak yang merancang, membuat, dan mengirimkan pesan yang berisi komunikasi pemasaran kepada audiens. (2) Transmitter, pihak yang memproduksi produk komunikasi pemasaran. Transmitter adalah pihak yang mengubah pesan komunikasi pemasaran menjadi produk komunikasi yang dapat dirasakan oleh audiens. (3) Signal/Received Signal, dalam konteks IMC signal adalah segala bentuk materi komunikasi pemasaran yang dapat dilihat, dirasakan, didengar oleh audiens. (4) Channel, merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan komunikasi pemasaran. (5) Noise, adalah gangguan yang terjadi selama proses komunikasi pemasaran. Noise dapat berupa pesan komunikasi pemasaran yang dikirimkan oleh perusahaan kompetitor. (6) Receiver, merupakan alat atau media yang digunakan oleh penerima pesan untuk dapat menangkap signal yang dikirimkan oleh information source. (7) Destination, merupakan pihak yang menerima pesan yang dikirimkan.
Komunikasi pemasaran juga dapat dilaksanakan dalam penyelenggaraan sebuah event. Menurut kennedy
event dapat didefinisikan dalam arti yang sempit dan dalam arti yang luas. Dalam arti yang sempit event
adalah pameran, pertunjukkan, atau festival dengan syarat ada penyelenggara, peserta, dan pengunjung. Dalam arti luas event merupakan suatu kurun waktu kegiatan yang dilakukan oleh sebuah organisasi dengan mendatangkan orang-orang ke suatu tempat agar mereka memperoleh informasi atau pengalaman penting serta tujuan lain yang diharapkan oleh penyelenggara (Kennedy, 2009:3).
Event sendiri dalam pelaksanaannya dapat dikategorikan dalam beberapa jenis. Abdullah
mengkategorikan event kedalam tiga jenis, yaitu: (1) Megaevent, event besar yang jumlah pengunjung lebih dari satu juta orang dimana pengunjung berasal dari dalam dan luar negeri. (2) Mediumevent, event menengah yang total pengunjungnya antara seratus ribu sampai satu juta orang. (3) Minievent, event yang sifatnya lokal dan jumlah pengunjung hanya diikuti oleh kurang dari seratus ribu orang (Abdullah, 2009:47).
Dalam jenis sebuah event ada istilah pameran. Pameran adalah kegiatan yang mana produk dan jasa ditampilkan. Pameran merupakan sebuah acara atau kegiatan dimana adanya presentasi produk atau jasa
untuk mengundang audiens melakukan pembelian atau memberikan informasi kepada pengunjung (Abdullah, 2009:45).
Pameran sendiri memiliki beberapa jenis, Munshi membagi jenis pameran kedalam enam bentuk, yaitu: (1) Trade Exhibition, (2) Public Exhibition, (3) Overseas Exhibition, (4) Outdoor Exhibition, (5) Portable
Exhibition, (6) Small Exhibition (Kennedy, 2009:43-47).
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur statistik atau cara kuantifikasi lainnya (Ruslan, 2010:214). Metode kualitatif yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Kualitatif deskriptif berguna untuk menggambarkan pelaksanaan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh PT Konsep Dot Net dalam pameran Indointertex. Selain untuk menggambarkan pelaksanaan komunikasi pemasaran, kualitatif deskriptif juga berguna untuk menggambarkan hambatan yang terjadi selama proses komunikasi pemasaran berlangsung.
Dalam penelitian ini terdapat dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari catatan peneliti selama melakukan observasi pada PT Konsep Dot Net dan pada pameran Indointertex. Selain catatan observasi, data primer juga diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa informan internal PT Konsep Dot Net. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang telah ada dan dapat digunakan untuk penelitian. Data sekunder dapat diperoleh melalui studi pustaka, atau juga melalui dokumen perusahaan yang menjadi obyek penelitian. Data sekunder dari penelitian ini berupa company profile PT Konsep Dot Net, beberapa jurnal yang merupakan penelitian terdahulu, dan beberapa buku yang menjadi landasan teori untuk proses analisis dalam penelitian ini (Ruslan, 2010:138-139).
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka. Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan atas obyek penelitian. Observasi terbagi atas dua jenis yaitu observasi partisipan dan observasi non-partisipan. Observasi partisipan merupakan observasi yang dilakukan dengan terlibat secara langsung dalam obyek penelitian. Dalam observasi partisipan, seorang peneliti menjalankan dua posisi secara bersamaan, yakni sebagai observer dan partisipan dari obyek penelitian. Observasi non-partisipan berarti peneliti tidak berperan sebagai non-partisipan dalam obyek penelitian. Pada penelitian ini, teknik observasi yang digunakan adalah observasi partisipan. Peneliti menjadi observer dan sekaligus menjadi partisipan dari PT Konsep Dot Net dan dari pameran Indointertex (Kriyantono, 2012:110-113). Pengumpulan data juga dilakukan dengan teknik wawancara. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui percakapan dengan beberapa pihak yang menjadi informan. Wawancara bertujuan untuk dapat memperoleh jawaban secara langsung dari sumbernya. Wawancara terbagi atas empat jenis, yaitu wawancara pendahuluan, wawancara terstruktur, wawancara semistruktur, dan wawancara mendalam. Pada penelitian ini, jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara semistruktur. Wawancara semistruktur adalah wawancara dimana saat proses tanya jawab berlangsung, seorang peneliti dapat mengembangkan pertanyaan wawancara sesuai dengan jawaban yang diberikan oleh informan. Namun, dalam wawancara ini pertanyaan yang berkembang tetap harus berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya.
Pada penelitian ini, teknik yang digunakan untuk menguji keabsahan data adalah dengan teknik triangulasi. Teknik triangulasi adalah cara menguji keabsahan data dengan melakukan usaha untuk memeriksa data yang telah diperoleh melalui sumber yang berbeda. Triangulasi bertujuan untuk meninjau kebenaran data tertentu dengan data yang diperoleh daripada sumber lain pada masa yang berbeda dan sering dengan teknik yang berbeda pula. Teknik triangulasi terdiri dari tiga jenis, pertama triangulasi dengan sumber, triangulasi dengan metode, dan triangulasi dengan teori. Pada penelitian ini, triangulasi yang digunakan adalah triangulasi dengan metode dan triangulasi dengan teori. Triangulasi dengan metode dilakukan dengan cara membandingkan hasil observasi dengan hasil jawaban wawancara. Apakah hasil dari observasi sesuai dengan jawaban wawancara yang diberikan oleh setiap informan. Setiap
jawaban wawancara yang diberikan oleh informan juga akan diuji kebenarannya dengan melihat dari pengamatan yang dilakukan. Selain itu, teknik triangulasi dengan teori juga digunakan untuk menguji kebenaran data pada penelitian ini. triangulasi dengan teori dilakukan dengan cara melakukan perbandingan antara data yang berhasil dikumpulkan dengan teori yang dipilih untuk menjadi acuan. Pada penelitian ini, teori yang digunakan untuk menjadi acuan adalah teori mengenai komunikasi, public
relations, komunikasi pemasaran terpadu (IMC), event, dan event pameran. Teori-teori tersebut yang akan
menjadi dasar perbandingan dengan data yang telah berhasil diperoleh.
Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan berpedoman pada teknik analisis Miles dan Huberman. Menurut mereka terdapat tiga aktivitas yang harus dilakukan untuk menganalisis data, aktivitas tersebut meliputi reduksi data, penyajian data, dan conclusion drawing. Reduksi data merupakan aktivitas untuk mengelola data mentah yang diperoleh dalam penelitian. Pada reduksi data, setiap data yang telah berhasil diperoleh kemudian dikategorikan, dikelompokan sehingga data menjadi terstruktur. Pada reduksi data, setiap data yang tidak penting juga akan dibuang. Dalam penelitian ini, reduksi data dilakukan dengan mengkategorikan setiap data yang diperoleh berdasarkan pada kategori-kategori dari teori yang digunakan. Data akan dikelompokan berdasarkan pola dari kerangka teori. Tahap selanjutnya adalah penyajian data. Pada penelitian kualitatif, data dapat disajikan dalam bentuk uraian atau naratif. Dalam penelitian ini data disajikan secara naratif berdasarkan pada setiap teori yang digunakan. Setelah data disajikan maka tahap selanjutnya adalah conclusion drawing atau penarikan kesimpulan. Setelah berhasil mereduksi data dan data telah disajikan maka kemudian dianalisis dengan mengkaitkan pada teori yang digunakan, kemudian baru ditarik kesimpulan. Penarikan kesimpulan ini yang akan menjadi jawaban dari setiap perumusan masalah dalam penelitian.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan data yang diperoleh dari company profile, PT Konsep Dot Net adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri IT. Perusahaan ini menghasilkan produk-produk IT yang dibutuhkan oleh industri lain saat kini. Untuk dapat mempromosikan nama dan produk dari PT Konsep Dot Net, maka perusahaan ini memutuskan untuk ikut serta dalam pameran Indointertex. Pameran Indointertex adalah pameran tahunan dengan skala internasional, pameran ini diadakan khusus bagi industri tekstil. Jika melihat dari jenis pameran yang khusus untuk industri tekstil, memang pameran ini tidak terlalu cocok untuk PT Konsep Dot Net yang merupakan perusahaan IT. Akan tetapi, PT Konsep Dot Net melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dengan ikut serta dalam pameran ini. Bagi PT Konsep Dot Net mengikuti pameran Indointertex akan membuka peluang untuk memperoleh klien dan proyek baru. Selain melihat peluang yang dapat dimanfaatkan, alasan lain PT Konsep Dot Net mengikuti pameran adalah karena pameran ini lebih menghemat biaya. Alasannya tentu karena booth pameran ini tidak perlu dibayar biaya penyewaannya. Booth dalam pameran Indointertex diberikan secara gratis sebagai sisa pembayaran pembuatan website yang dikerjakan oleh PT Konsep Dot Net.
Saat mengikuti sebuah pameran, maka perlu melakukan upaya untuk promosi dan publikasi. Promosi dan publikasi dilakukan dengan maksud untuk menyebarkan informasi mengenai keikutsertaan PT Konsep Dot Net dalam pameran. Promosi dan publikasi juga dilakukan untuk dapat mempromosikan nama dan produk dari PT Konsep Dot Net selama pameran. Upaya promosi dan publikasi tersebut dilakukan dengan cara komunikasi pemasaran.
Komunikasi pemasaran merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan untuk dapat memasarkan produk, jasa, brand, dan segala hal terkait yang diinginkan perusahaan untuk dikenali oleh publik. Teknik komunikasi pemasaran yang sering dilakukan saat ini adalah komunikasi pemasaran terpadu atau IMC. Melalui pelaksanaan IMC, maka perusahaan mencoba untuk melakukan elemen-elemen dari komunikasi pemasaran secara bersamaan dan terintegrasi.
PT Konsep Dot Net juga melakukan komunikasi pemasaran terpadu untuk ikut serta dalam pameran Indointertex. Berdasarkan data yang diperoleh dari observasi dan wawancara maka menerangkan bahwa PT Konsep Dot Net melakukan elemen-elemen dalam komunikasi pemasaran terpadu (IMC) selama ikut serta dalam pameran. Adapun elemen-elemen komunikasi pemasaran terpadu (IMC) yang dilakukan adalah sebagai berikut : (1) Advertising, bentuk periklanan yang dilakukan oleh PT Konsep Dot Net
selama pameran lebih berupa materi periklanan tercetak. Materi tersebut meliputi banner, poster, dan brosur. Banner merupakan bentuk iklan tercetak yang ukurannya cukup besar, banner diletakkan di depan
booth. Tujuan penempatan banner adalah untuk menarik perhatian pengunjung dan memberikan
informasi umum mengenai PT Konsep Dot Net. Selain banner, ada juga media poster. Poster diletakan di dalam booth. Informasi yang terdapat dalam poster adalah contoh dari beberapa website dan aplikasi yang pernah dibuat oleh PT Konsep Dot Net. Melalui poster, para pengunjung dapat melihat beberapa contoh dari produk-produk PT Konsep Dot Net. Selain itu, ada juga media brosur. Brosur dibagikan kepada para pengunjung yang melewati booth PT Konsep Dot Net. Tujuan pembagian brosur adalah agar para pengunjung dapat memperoleh informasi tambahan mengenai PT Konsep Dot Net dan dapat menghubungi PT Konsep Dot Net jika mereka memiliki kebutuhan IT. (2) Sales Promotion, merupakan elemen komunikasi pemasaran dimana perusahaan memberikan nilai tambah bagi tenaga penjualan. Dalam pameran Indointertex, PT Konsep Dot Net melakukan sales promotion dengan cara menghire jasa
SPG dan SPB yang berasal dari karyawan PT Konsep Dot Net. SPG dan SPB ini bertugas untuk
membagikan brosur kepada para pengunjung. Selain untuk membagikan brosur, SPG dan SPB juga bertugas untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai PT Konsep Dot Net kepada para pengunjung yang melewati booth PT Konsep Dot Net. (3) Publisitas, adalah bentuk publikasi dengan menempatkan pemberitaan mengenai perusahaan atau produk dan jasa kepada media. Bentuk publisitas yang dilakukan oleh PT Konsep Dot Net adalah dengan menulis dan menerbitkan press release. Press
release ini ditulis dan diterbitkan oleh public relations, akan tetapi press release hanya diterbitkan pada website perusahaan saja. (4) Direct Marketing, bentuk direct marketing yang dilakukan oleh PT Konsep
Dot Net adalah dengan mengirimkan undangan pameran kepada beberapa perusahaan yang pernah menjadi klien. Undangan dikirimkan oleh Chief Operating Officer (COO) melalui email. (5) Personal
Selling, merupakan bentuk komunikasi pemasaran dimana perusahaan melakukan pendekatan secara
langsung. Dalam pameran Indointertex, bentuk personal selling yang dilakukan adalah dengan berkunjung ke booth dari exhibitor untuk membagikan company profile. Kunjungan ke booth exhibitor dilakukan oleh public relations dari PT Konsep Dot Net. Saat melakukan kunjungan, public relations juga memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai PT Konsep Dot Net, dan juga bertukar kartu nama yang dapat menjadi database bagi perusahaan. (6) Internet Marketing, bentuk internet marketing yang dilakukan oleh PT Konsep Dot Net adalah melalui sosial media seperti facebook dan twitter. Anggota dari PT Konsep Dot Net melakukan update status di facebook dan twitter yang bertujuan untuk memberitakan keikutsertaan PT Konsep Dot Net dalam pameran Indointertex.
Selama pelaksanaan komunikasi pemasaran, PT Konsep Dot Net juga menemui beberapa hambatan. Hambatan tersebut berasal dari sender maupun receiver pameran. Hambatan yang ditemui dikarenakan masalah bahasa dan masalah jenis pameran. Permasalahan bahasa dikarenakan skala pameran yang internasional sehingga pengunjung dan exhibitor pameran banyak yang berasal dari luar negeri. Masalah timbul saat anggota PT Konsep Dot Net bertemu dengan pengunjung atau exhibitor asing, dan anggota PT Konsep Dot Net yang tidak fasih berbahasa asing kesulitan untuk berkomunikasi. Permasalahan jenis pameran juga menjadi hambatan bagi komunikasi pemasaran. Pameran Indointertex adalah pameran khusus bagi industri tekstil, sehingga baik pengunjung maupun exhibitor lebih berfokus untuk mencari kebutuhan dalam industri tekstil. Mereka tidak terlalu memperhatikan booth PT Konsep Dot Net yang merupakan industri IT.
Secara teori, hambatan komunikasi pemasaran selama pameran terbagi atas tiga jenis hambatan : (1) hambatan dalam penyampaian pesan, (2) hambatan fisik, (3) hambatan psiko-sosial. Hambatan dalam penyampaian pesan berasal dari pihak sender dan receiver. Dari sisi sender, hambatan terjadi karena
sender kurang menguasai materi komunikasi dan masalah bahasa. Dari sisi receiver, hambatan terjadi
karena masalah bahasa. Hambatan fisik terjadi karena adanya suara bising yang ditimbulkan dari mesin tekstil yang sedang dipertunjukkan. Saat public relations PT Konsep Dot Net sedang mengunjungi booth
exhibitor, ada beberapa booth yang lokasinya berdekatan dengan mesin tekstil yang dipajang. Suara
bising mesin menjadi gangguan selama proses komunikasi berlangsung. Hambatan psiko-sosial terjadi karena persepsi yang berbeda dari pengunjung dan exhibitor. Para pengunjung dan exhibitor beranggapan bahwa PT Konsep Dot Net juga merupakan perusahaan tekstil.
Dari penjabaran yang telah diuraikan, maka diketahui bahwa PT Konsep Dot Net melakukan beberapa bentuk komunikasi pemasaran. Bentuk komunikasi pemasaran yang dilakukan meliputi setiap elemen IMC yang sesuai dengan teori yang digunakan. Dalam pelaksanaan komunikasi pemasaran tersebut terjadi beberapa hambatan. Hambatan tersebut sebisa mungkin diminimalisir oleh PT Konsep Dot Net.
Cara yang dilakukan seperti dengan hanya mengunjungi booth exhibitor yang berasal dari Indonesia. Selain itu cara lain yang dilakukan adalah dengan mempelajari lagi secara lebih mendalam mengenai materi komunikasi dari PT Konsep Dot Net.
SIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil analisis data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan studi pustaka maka terdapat dua kesimpulan dalam penelitian ini. (1) Komunikasi pemasaran yang dilakukan dalam pameran Indointertex dapat digolongkan dalam dua tahap. Pertama, komunikasi pemasaran untuk memberitahukan keikutsertaan PT Konsep Dot Net dalam pameran Indointertex. Komunikasi pemasaran dalam tahap pertama ini dilakukan melalui publisitas, direct marketing, dan internet marketing. Publisitas meliputi
press release yang diterbitkan pada website perusahaan. Direct marketing dilakukan dengan mengirim
undangan melalui email kepada daftar klien. Internet marketing dilakukan melalui sosial media seperti
facebook dan twitter. Kedua, komunikasi pemasaran saat mengikuti pameran. Pada saat pameran
berlangsung, komunikasi pemasaran yang dilakukan meliputi advertising, sales promotion, dan personal
selling. Advertising yang dilakukan adalah melalui banner, poster, dan brosur. Sales promotion melalui
jasa SPG dan SPB yang membagikan brosur. Personal selling adalah dengan mengunjungi booth
exhibitor untuk membagikan company profile serta bertukar kartu nama. (2) Dalam pelaksanaan
komunikasi pemasaran terdapat beberapa hambatan yang dihadapi. Hambatan lebih berasal dari komunikasi pemasaran yang dilakukan saat pameran berlangsung. Hambatan tersebut seperti dalam berbahasa, karena pameran ini sifatnya internasional dan banyak dikunjungi oleh orang dari luar negeri. Hal ini tentu memerlukan keahlian dalam berbahasa asing untuk dapat berkomunikasi dengan mereka. Selain kendala dari sisi bahasa, kendala lain yang dihadapi adalah karena fokus utama pengunjung adalah untuk mencari mesin atau kain. Hal ini dikarenakan pameran ini sebenarnya merupakan pameran tekstil, sehingga pengunjung tidak terlalu memperhatikan booth Net Desain (PT Konsep Dot Net) yang merupakan perusahaan IT. Tim dari PT Konsep Dot Net memerlukan usaha keras untuk dapat menarik perhatian pengunjung.
Melihat dari kesimpulan dari penelitian ini, maka ada beberapa saran yang dapat diberikan untuk penelitian ini, saran tersebut meliputi saran akademis dan saran praktis. Saran akademis yang dapat diberikan adalah Merancang desain penelitian jauh sebelum waktu penelitian. Hal ini akan membuat penelitian yang dilakukan lebih tersusun secara sistematis dan terarah.
Saran praktis (1) Untuk dimasa mendatang, PT Konsep Dot Net dapat ikut serta pada pameran lain yang jenis pamerannya memang sesuai untuk industri IT. Dengan ikut serta dalam pameran IT maka kesalahan dalam persepsi pengunjung mungkin tidak akan terjadi seperti dalam pameran Indointertex. (2) PT Konsep Dot Net dapat membuat database dari pengunjung pameran Indointertex. Database ini akan berguna untuk proses promosi di pameran atau event selanjutnya. (3) Komunikasi pemasaran berupa sales
promotion dan personal selling seharusnya lebih ditingkatkan. Caranya adalah dengan memberikan
REFERENSI
Abdullah, Iqbal Alan. (2009). Manajemen Konferensi dan Event. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.
Edwards, Deborah and Rayka Presbury. (2005). Incorporating Sustainability in
Meetings and Event Management Education. USA: International Journal of Event
Management Research. 1 (1): 31.
Effendy, Onong Uchjana. (2008). Dinamika Komunikasi. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Evelina, Lidia. (2009). Event Organizer Pameran (cetakan ke 3). Jakarta: PT INDEKS.
Hermawan, Agus. (2012). Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Erlangga.
Kennedy, John E. (2009). Manajemen Even. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.
Kriyantono, Rachmat. (2012). Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.
Lattimore, Dan dkk. ( 2010). Public Relation Profesi dan Praktik. Jakarta: Salemba
Humanika.
M.A, Morrison. (2010). Manajemen Public Relations. Jakarta: Kencana.
Miller, Katherine. (2005). Communication Theories : Perspectives, Processes, and
Contexts. Singapore: McGraw-Hill.
Moharam, Omneya Mohamed and Shawky, Ayman Yehia. (2012). Measuring The
Effects of Personalized Integrated Marketing Communication Tools on the
Consumers Intention to Purchase Credit Cards in the Private Banking Sector in
Egypt. USA: American Academic & Scholarly Research Journal. 4 (5): 1-14.
Mulyana, Deddy. (2007). Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Puspokusumo, Aryanti. (2011). Peranan Manajemen Public Relations dalam
Mempertahankan Citra Perusahaan Jasa Perhotelan: Studi Kualitatif pada
Re-Opening Hotel Mandarin Oriental, Jakarta. Jakarta: Binus Business Review. 2
(1): 202-215.
Rehman , Shakeel Ul and M.Syed Ibrahim. (2011). Integrated Marketing
Communication and Promotion. India: International Refereed Research Journal. 2
(4): 187-191.
Ruslan, Rosady. (2010). Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. Jakarta:
PT Rajagrafindo Persada.
Ruslan, Rosady. (2012). Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi. Jakarta:
PT Rajagrafindo Persada.
Situma, Sasaka Peter. (2012). The Effectiveness of Trade Shows and Exhibitions as
Organizational Marketing Tool (Analysis of Selected Companies in Mombasa).
Kenya: International Journal of Business and Social Science. 3 (22): 219-230.
Smith, Karen A. (2008). The Information Mix For Events: A Comparison of Multiple
Channels Used by Event Organisers and Visitors. New Zealand: International
Journal of Event Management Research. 4 (1): 24-37.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Tohirin. (2012). Metode Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan dan Bimbingan
Konseling. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Wenats, AG Eka dkk. (2012). Integrated Marketing Communications : Komunikasi
Pemasaran di Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Wilcox, Dennis L and Glen T. Cameron. (2012). Public Relations Strategies and
RIWAYAT HIDUP
Nama : Imelda, Tempat / Tanggal Lahir : Jakarta, 28 Oktober 1991, Pendidikan : Universitas Bina Nusantara, Jurusan Komunikasi Pemasaran, Fakultas Ekonomi dan Komunikasi