• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

27

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Perusahaan a. Sejarah Singkat

PT Ocean Petro Energy Banjarmasin merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jual beli BBM industry dan transportasi pengiriman BBM. PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin menjalankan usaha niaga umum bahan bakar minyak terkonsentrasi pada wilayah yang masih terdapat kesenjangan Demand dan Supply. Beralamat di Jl. Hasan Basri Rt 39 Rw 003 Kelurahan Alalak Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Perusahaan ini memiliki omset Rp 1.350.000.000,-/ bulan tetapi masih mengandalkan Microsoft Excel dan accurate dalam pencatatan laporan keuangannya,dimana penggunaan Microsoft excel pada perusahaan bisa mempengaruhi kelegalan atau keakuratan dalam pengelolaan laporan keuangan.

Eksistensi PT Ocean Petro Energy Banjarmasin dalam kegiatan usaha hilir Migas diperkuat dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas penyimpanan BBM yang mobile serta memiliki fleksibilitas tinggi. Sehingga tingkat keberlanjutan supply dan demand BBM dapat tetap terjaga.

Karakteristik alam Indonesia yang memiliki alur-alur sungai, yang mana sering digunakan sebagai transporasi angkutan Industri dan pertambangan, merupakan sasaran PT Ocean Petro Energy Banjarmasin dalam melaksanakan kegiatan usaha niaga dan distribusi BBM. Dalam jangka panjang, mobile fuel storage facility

(2)

tersebut diatas akan didukung dengan mother fuel base supply pada lokasi-lokasi strategis, dengan membangun land storage. b. Struktur Organisasi

Stuktur organisasi setiap perusahaan pasti berbeda, tergantung pada setiap kebutuhan tenaga yang ditangani dan mekanisme kerja yang diterapkan. Fungsi struktur organisasi sangatlah penting guna mempertegas kedudukan, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing bagian, dengan demikian maka kelancaran proses pelaksanaan administrasi dan operasional tidak mengalami hambatan.

Struktur organisasi adalah sebuah susunan berbagai komponen atau unit-unit kerja dalam sebuah organisasi yang ada di masyarakat. Dengan adanya struktur organisasi maka kita bisa melihat pembagian kerja dan bagaimana fungsi atau kegiatan yang berbeda bisa dikoordinasikan dengan baik. Selain itu, dengan adanya struktur tersebut maka kita bisa mengetahui beberapa spesialisasi dari sebuah pekerjaan, saluran perintah, maupun penyampaian laporan.

Adapun bentuk struktur organisasi pengurusan PT Ocean Petro Energy Banjarmasin adalah sebagai berikut :

(3)

Dari struktur di atas, dapat dilihat tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin adalah sebagai berikut : 1) Kepala Kantor Cabang

a) Mengawasi serta melakukan koordinasi dari kegiatan operasional b) Memimpin kegiatan pemasaran dalam kantor cabang.

c) Memonitor segala kegiatan operasional perusahaan (lingkup kantor cabang).

d) Memantau prosedur operasional manajemen resiko. Kantor Cabang Jakarta Kepala Cabang Bjm Akhmad Subhan Manager Operasional Rahmat Budiman Administrasi Kantor HRD Yan Bonardo Bagian Accounting Bagian Administrasi Operasional Lapangan Bagian Armada Darat Bagian Armada Sungai

Bagan 4. 1 Struktur Organisasi Sumber : PT Ocean Petro Energy Banjarmasin

(4)

e) Melakukan pengembangan kegiatan operasional f) Observasi terhadap kinerja karyawan.

g) Memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan kantor cabang. h) Memberikan penilaian terhadap kinerja bawahannya

2) Manager Operasional

a) Mengelola dan mengarahkan tim operasi untuk mencapai target bisnis. b) Membantu untuk mengembangkan atau memperbarui prosedur operasi

standar untuk semua kegiatan operasional bisnis.

c) Membangun hubungan yang kuat dengan menangani masalah dan keluhan pelanggan secara tepat waktu.

d) Memberikan penilaian karyawan, promosi, kompensasi dan pemutusan hubungan kerja berdasarkan tinjauan kinerja.

e) Memberikan dukungan operasional dan bimbingan kepada staf. f) Membantu mengembangkan anggaran operasional dan modal.

g) Memantau dan mengendalikan pengeluaran sesuai anggaran yang dialokasikan.

h) Membantu dalam mewawancarai, merekrut dan melatih kandidat. 3) HRD

a) Membuat kebijakan

b) Bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia

c) Membuat sistem HRD yang efektif dan efisien

d) Bertanggung jawab penuh dalam proses rekrutmen karyawan

e) Melakukan seleksi, promosi, transfering dan demosi pada karyawan yang dianggap perlu

f) Melakukan kegiatan pembinaan dan pelatihan

g) Bertangggung jawab pada hal yang berhubungan dengan absensi karyawan, perhitungan gaji, bonus dan tunjangan.

(5)

h) Membuat kontrak kerja karyawan serta memperbaharui masa berlakunya kontrak kerja.

i) Melakukan tindakan disipliner pada karyawan 4) Accounting

a) Membuat Pembukuan Keuangan Kantor b) Melakukan Posting jurnal operasional c) Membuat Laporan keuangan

d) Menginput data jurnal akuntansi ke dalam sistem yang dimiliki perusahaan

e) Memeriksa dan melakukan verifikasi kelengkapan dokumen yang berhubungan dengan transaksi keuangan

f) Rekonsiliasi dan penyesuaian data finansial 5) Administrasi

a) Mengarsip Data b) Entri Data perusahaan c) Membuat Agenda Kantor d) Menerima Panggilan Telepon

e) Menyiapkan tiket dan akomodasi untuk kegiatan kerja atau kunjungan kerja

f) Memastikan persediaan alat tulis kantor 6) Operasional Lapangan

a) Menjalankan dan menghentikan permesinan/ unit produksi b) Memastikan permesinan/ unit produksi berjalan sesuai standar

c) Mempersiapkan permesinan/ unit produksi yang akan dilakukan perawatan oleh teknisi

d) Mencatat data operasi yang akurat 7) Armada Darat

a) Mengawasi seluruh kegiatan armada yg di gunakan di darat( mobil tangki)

(6)

b) Pengawasan terhadap semua unit mobil Tanki yg di gunakan dan supir c) Mengatur giliran berangkat armada dan supir yg berangkat

d) Pengecekan unit mobil tangki dan waktu perawatan 8) Armada Sungai

a) Mengawasi seluruh kegiatan armada yg di gunakan di sungai( kapal spob)

b) Pengawasan terhadap semua unit kapal spob yg di gunakan dan ABK kapal

c) Mengatur giliran berangkat armada dan ABK yg berangkat d) Pengecekan unit mobil tangki dan waktu perawatan

c. Kegiatan Perusahaan

PT Ocean Petro Energy merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jual beli BBM industry dan transportasi pengiriman BBM. PT. Ocean Petro Energy ( OPetro ) menjalankan usaha niaga umum bahan bakar minyak terkonsentrasi pada wilayah yang masih terdapat kesenjangan Demand dan Supply. Dengan barang yang dijual yaitu BBM Industri.

Eksistensi OPetro dalam kegiatan usaha hilir Migas diperkuat dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas penyimpanan BBM yang mobile serta memiliki fleksibilitas tinggi. Sehingga tingkat keberlanjutan supply BBM dapat tetap terjaga

2. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin.

PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan BBM Industri dengan sistem penjualan tunai maupun non-tunai. Sistem pencatatan data transksi penjualan tunai di PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin sudah terkomputerisasi tetapi masih menggunakan Microsoft Excel.

(7)

a. Deskripsi Pokok

Penjualan Tunai pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin dimulai saat pelanggan datang secara langsung dengan mengorder pesanan,lalu fungsi operasional lapangan(penjualan) menerima order dari customer,Apabila stok tersedia, maka pelanggan melakukan pembayaran tunai maupun transfer. Setelah uang atau bukti transfer diterima oleh keuangan, maka keuangan akan menginput data penjualan & kas masuk dan fungsi keuangan akan memeriksa dan mencetak laporan rekapitulasi penjualan untuk diserahkan ke fungsi pimpinan.

Informasi yang diperlukan manajemen dalam sistem penjualan tunai pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin yaitu :

1) Informasi data barang berupa nama barang,harga barang dan jumlah barang.

2) Data Customer. b. Fungsi yang terkait

Fungsi yang terkait dalam penjualan tunai pada PT.Ocean Petro Energy Banjarmasin:

a) Fungsi Operasional Lapangan/Penjualan

Fungsi ini bertanggung jawab untuk melayani customer yang ingin mengorder BBM Migas dan mencek stok barang di fungsi gudang

(8)

Fungsi ini bertanggung jawab untuk membuat nota dan mencatat laporan penjualan yang berobat, menerima pembayaran dari customer, mengisi nota untuk di serahkan kepada customer,memberi perintah kepada bagian gudang untuk menyiapkan barang kepada customer.

c) Fungsi Gudang

Fungsi ini bertanggung jawab menyiapkan pesanan barang dan mengirim barang kepada customer.

d) Fungsi Pengiriman

Fungsi ini bertugas untuk mengirimkan barang yang di order oleh customer.

c. Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem

Jaringan prosedur yang membentuk sistem informasi penjualan tunai pada PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin adalah sebagai berikut :

1) Prosedur Order Penjualan

Prosedur ini digunakan untuk melayani pelanggan dalam transaksi penjualan. Prosedur ini dilakukan oleh fungsi penjualan yang menerima order dari pelanggan, membuat nota penjualan yang akan diserahkan kepada pelanggan dan sebagai arsip.

2) Prosedur Penerimaan Pembayaran

Prosedur penerimaan pembayaran pada PT.Ocean Petro Energy dijalankan oleh fungsi keuangan Prosedur penerimaan pembayaran terjadi setelah adanya kesepakatan antara pelanggan dan fungsi keuangan serta dilakukannya pembayaran atas pembelian barang sebesar jumlah yang tertera pda nota oleh

(9)

customer. Seperti pada penjelasan sebelumnya nota rangkap kedua digunakan sebagai pengarsipan.

3) Prosedur Penyerahan barang

Prosedur penyerahan barang kepada customer dilakukan oleh fungsi keuangan. Prosedur ini dilakukan setelah fungsi gudang dan fungsi pengiriman menyiapkan barang dan mengantarkannya ke bagian keuangan.

d. Dokumen Yang Digunakan

Dokumen yang digunakan pada PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin pada sistem penjualan tunai adalah sebagai berikut :

1)

Nota Penjualan

Dokumen yang digunakan PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin dalam sistem penjualan tunai adalah nota penjualan. Digunakan untuk merekam berbagai informasi dan sebagai bukti transaksi yang diperlukan oleh manajemen mengenai penjualan tunai

Gambar 4. 1 Nota Penjualan

(10)

e.

Catatan Akuntansi Yang Digunakan

Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penjualan tunai pada PT.Ocean Petro Energy yaitu berupa laporan hasil dari nota penjualan . Laporan Penjualan digunakan untuk mencatat sejumlah informasi yang berhubungan dengan penjualan tunai sehari-hari nya. Pencatatan pada laporan penjualan tunai ini dilakukan oleh bagian keuangan dengan mencatatkan informasi nama customer dan jumlah penjualan yang dilakukan.

f. Bagan Alir Dokumen

Berikut ini adalah bagan alir dokumen penjualan tunai yang berjalan pada PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin

Gambar 4. 2 Bagan Alir Dokumen Penjualan Tunai pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin Sumber : PT Ocean Petro Energy Banjarmasin

(11)

Berdasarkan bagan alir dokumen penjualan tunai pada PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin dapat dijelaskan sebagai berikut :

1) Operasional Lapangan

Menerima orderan dari customer yang ingin membeli BBM Industri.

2) Gudang

Bagian Gudang bertanggung jawab penuh terhadap pengecekan barang yang akan diorder.

3) Pengiriman

Bagian pengiriman bertanggung jawab penuh terhadap barang yang akan dikirimkan kepada customer. 4) Keuangan

Menerima pembayaran dari customer. Melakukan konfirmasi barang yang tersedia kepada bagian gudang. Membuat nota penjualan rangkap 2.Menyerahkan nota penjualan kepada bagian gudang dan menerimanya kembali bersama barang yang telah disiapkan oleh bagian gudang&pengiriman. Menyerahkan nota dan barang kepada pelanggan. Melakukan pencatatan pada laporan penjualan tunai Menyerahkan laporan penjualan tunai dan kas masuk bersama uang hasil penjualan. 5) Pimpinan

Menerima, mencek, dan memvalidasi laporan rekapitulasi penjualan tunai dan bersama uang dari bagian keuangan.

(12)

B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Permasalahan

a. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai pada PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan oleh penulis, maka ditemukan beberapa kelemahan pada sistem penjualan tunai yang berjalan pada PT.Ocean Petro Energy Banjarmasin. Ada pun beberapa kelemahan tersebut, yaitu : 1) Informasi yang diperlukan manajemen

Informasi yang diperlukan manajemen selama ini dalam sistem penjualan tunai pada PT.Ocean Petro Energy

Banjarmasin hanya berupa nota penjualan . PT.Ocean Petro Energy Banjarmasin masih belum ada informasi tentang laporan penjualan tunai secara keseluruhan.

2) Fungsi yang terkait

Fungsi yang terkait pada PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin mempunyai kelemahan yaitu perangkapan fungsi pada fungsi keuangan yang juga berperan saat menerima order dari customer.

3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem

Jaringan prosedur dalam sistem penjualan tunai pada PT.Ocean Petro Energy Banjarmasin sudah tepat yaitu meliputi prosedur order penjualan, prosedur penerimaan pembayaran, prosedur penyerahan barang. Namun segala pencatatan yang dilakukan dalam prosedur-prosedur tersebut masih dilakukan secara manual sehingga rentan terjadi kesalahan.

4) Dokumen yang digunakan

Dokumen yang digunakan pada PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin masih memiliki kekurangan, seperti tidak lengkapnya data.

(13)

5) Catatan akuntansi yang digunakan

Catatan akuntansi yang digunakan pada PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin dalam sistem informasi penjualan tunai yaitu laporan penjualan tunai secara manual.

2. Pemecahan masalah

a. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai pada PT. Ocean Petro Energi Banjarmasin

Berdasarkan permasalahan yang ada, maka alternatif pemecahan masalah yang dapat diberikan untuk sistem informasi akuntansi penjualan tunai pada PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin, yaitu sebagai berikut:

1) Informasi yang diperlukan manajemen yang disarankan

Informasi yang diperlukan manajemen yang disarankan penulis untuk sistem penerimaan kas, yaitu:

a) Laporan penjualan tunai per tanggal b) Laporan penjualan tunai keseluruhan 2) Fungsi terkait yang disarankan

Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas yaitu fungsi penjualan, fungsi gudang dan fungsi akuntansi. Fungsi ini memiliki fungsinya masing-masing.

3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem yang disarankan Jaringan prosedur membentuk sistem yang disarankan penulis pada PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin sudah tepat karena sesuai dengan keperluan dan kondisi perusahaan akan tetapi pencatatan transaksi dilakukan melalui sistem.

4) Dokumen yang disarankan

Dokumen yang disarankan pada PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin adalah sebagai berikut :

a) Nota Penjualan

Dokumen ini dibuat oleh bagian penjualan sebagai bukti pembayaran dari pelanggan. Invoice dibuat sebanyak

(14)

2 rangkap. Berikut ini desain invoice pembayaran yang disarankan penulis untuk PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin.

Gambar 4. 3 Nota Penjualan yang disarankan Sumber : Penulis,2020

b) Surat jalan yang disarankan

Dokumen ini dibuat oleh operasional lapangan dan menyerahkan kepada supir yang akan mengantarkan barang tersebut kepada customer sebagai bukti bahwa barang sudah dikirim.

Gambar 4. 4 Surat Jalan yang disarankan Sumber : Penulis,2020

(15)

c) Laporan penjualan tunai

Gambar 4. 5 Laporan Penjualan Tunai yang disarankan Sumber : Penulis,2020

Dokumen ini dibuat oleh bagian keuangan. Dokumen ini digunakan sebagai transaksi penjualan harian. Laporan ini gunanya untuk melihat pelaksanaan operasi penjualan dalam satu periode. Berikut desain laporan penjualan tunai yang disarankan penulis

(16)

d) Laporan penjualan per tanggal

Laporan penjualan per tanggal dibuat oleh fungsi keuangan. Laporan ini digunakan untuk menampilkan keseluruhan transaksi penjualan dalam satu periode bulan dalam bentuk penanda dan rekapitulasi masuk serta tidak masuknya transaksi .Gambar dibawah merupakan laporan penjualan per tanggal yang disarankan.

Gambar 4. 6 Laporan Penjualan per Tanggal yang disarankan Sumber : Penulis,2020

(17)

Gambar 4. 7 Bagan Alir Dokumen Penjualan Tunai yang disarankan Sumber : Penulis,2020

(18)

Keterangan : SJ : Surat Jalan

Variasi Laporan Penjualan terdiri dari laporan penjualan keseluruhan dan per tanggal.

Berdasarkan bagan alir dokumen sistem penjualan tunai yang disarankan jika pelanggan menggunakan jasa pengiriman pada PT.Ocean Petro Energy Banjarmasin dapat dijelaskan sebagai berikut :

a) Bagian Operasional Lapangan/Penjualan.

Fungsi Operasional Lapangan/Penjualan sebagai berikut : 1) Menerima order dari customer.

2) Mengecek stok.

3) Menyiapkan barang pesanan customer.

4) Menyerahkan nota beserta barang yang telah disiapkan untuk fungsi pengiriman.

b) Bagian Keuangan.

Fungsi Keuangan sebagai berikut :

(1) Meenerima pembayaran dari customer. (2) Melakukan input data penjualan

(3) Mencek nota yang masing-masing terdiri dari 2 rangkap dengan rangkap pertama diserahkan kepada customer dan rangkap kedua diarsip.

(4) Mencek variasi laporan penjualan yang terdiri dari laporan penjualan keseluruhan dan per tanggal.

(5) Menyerahkan variasi laporan penjualan kepada pimpinan.

(19)

c) Bagian Gudang

1) Fungsi Gudang

Fungsi Gudang sebagai berikut :

a) Menerima nota yang dibuat dari fungsi keuangan. b) Menyiapkan barang pesanan pelanggan.

c) Menyerahkan nota beserta barang yang telah disiapkan untuk fungsi pengiriman.

d) Bagian Pengiriman

Fungsi Pengiriman sebagai berikut :

Menerima nota dari fungsi keuangan beserta barang dari fungsi gudang untuk customer.

e) Fungsi Pimpinan

Fungsi Pimpinan sebagai berikut

Pimpinan berwenang untuk menerima dan mencocokkan laporan-laporan penjualan dengan uang hasil penjualan barang yang diserahkan oleh fungsi keuangan. Kemudian pimpinan akan memvalidasi laporan tersebut.

b. Sistem informasi Penjualan Tunai pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin berbasis Web yang disarankan. Langkah-langkah dalam membangun program aplikasi penjualan untuk UD Rahma Banjarmasin yaitu sebagai berikut : 1) Normalisasi

Pada bab sebelumnya telah dijelaskan mengenai konsep normalisasi. Dimana normalisasi merupakan suatu bagian dari perancangan basis data. Tanpa normalisasi sistem basis data akan jadi lambat, tidak akurat dan tidak efisien. Terdapat 4 (empat) tingkatan dalam melakukan normalisasi, yaitu:

(20)

a) Tidak normal (unnormalized)

Suatu tabel terdiri dari field. Berikut adalah field-field yang digunakan dalam membangun program aplikasi penjualan tunai pada PT.Ocean Petro Energy Banjarmasin.

No. Nama Field No. Nama Field

1 Id 19 Alamat_customer 2 Username 20 Header_id 3 Password 21 Barang_id 4 Jabatan_id 22 qty 5 Karyawan_id 23 Harga_satuan 6 Nama 24 Ppn 7 Tempat_lahir 25 Total 8 Tanggal_lahir 26 Nonota 9 Alamat 27 Urutannota 10 Nik 28 Tgltransaksi 11 Jenis_kelamin 29 Customer_id 12 Nama_jabatan 30 Transportir_id 13 Kode_jabatan 31 Kode_transportir 14 Kode_barang 32 Nama_transportir 15 Nama_barang 33 Bagian_armada 16 Harga_jual 34 Nama_supir 17 Kode_customer 35 Noplat 18 Nama_customer 36 Nohp Tabel 4. 1 Unnormalisasi Sumber : Penulis

(21)

a) Bentuk normal pertama (1NF)

Telah memenuhi bentuk normal kesatu (1NF), yaitu jika nilai untuk semua atribut adalah anatomik atau tidak dapat dibagi lagi menjadi unit yang lebih kecil.

Gambar 4. 8 Tabel Normalisasi 1NF Sumber : Penulis,2020

(22)

b) Bentuk normal kedua (2NF)

Telah memenuhi syarat bentuk normal kedua (2NF), jika :

(1) Telah berbentuk normal pertama (1NF).

(2) Semua atribut utama harus bergantung fungsional penuh pada kunci relasi. Contohnya atribut nama_pelanggan, alamat_pelanggan, dan nohp_pelanggan bergantung penuh pada kunci relasi id pada tabel pelanggan.

Gambar 4. 9 Tabel Normalisasi 2NF Sumber : Penulis,2020

(23)

c) Bentuk normal ketiga(3NF)

Telah memenuhi syarat bentuk normal ketiga (3NF), jika :

(1) Telah berbentuk normal kedua (2NF).

(2) Relasi tidak boleh memuat ketergantungan fungsional diantara atribut-atribut bukan utama. Contohnya pada tabel barang terdapat dua atribut bukan kunci, yaitu persentase dan limit. Atribut persentase tidak bergantung pada limit dan begitu juga sebaliknya. Atribut bukan kunci tersebut bergantung fungsional secara penuh kepada sekumpulan atribut yang berfungsi sebagai kunci relasi.

Dengan dilakukannya normalisasi maka dapat dihindari anomali-anomali selama melakukan manipulasi data seperti berikut :

a) Anomali penyisipan (insertion)

Anomali penyisipan merupakan kesalahan yang terjadi akibat dari operasi panyisipan record pada sebuah relasi. Sebagai contoh apabila kita menyisipakan atau menambahkan satu data barang pada tabel barang maka kita tidak perlu lagi menambahkan data barang pada tabel transaksi_detail.

b) Anomali penghapusan (delete)

Anomali penghapusan merupakan kesalahan yang terjadi akibat dari operasi penghapusan terhadap record dari sebuah relasi. Sebagai contoh apabila kita menghapus data nama barang pada tabel barang, maka kita tidak perlu lagi menghapus nama barang pada tabel transaksi_detail.

(24)

Anomali modifikasi atau kesalahan mengubah adalah kesalahan pada waktu mengubah sebuah data pada satu tabel, maka tabel lain juga ikut berubah. Sebagai contoh apabila kita mengubah nama barang pada tabel barang, maka kita tidak perlu lagi merubah nama barang tersebut pada tabel transaksi_detail.

2) Sistem basis data

Sistem basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan atau memiliki relasi. Berikut merupakan diagram relasi antar tabel :

Gambar 4. 10 Relasi Antar Tabel Sumber : Penulis,2020

(25)

Penjelasan relasi antar tabel pada gambar diatas adalalah sebagai berikut :

a) Tabel barang

Tabel barang adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data barang. Tabel ini memiliki relasi one to many dengan tabel detail dengan field kunci id. Hal ini berarti satu kode barang bisa mempunyai banyak detail kode pada tabel detail. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 2 Basis data barang

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int (11) 2 Kode_barang Varchar (11) 3 Nama_barang Varchar (10) 4 Harga_jual Int (11) Sumber : Penulis,2020 Keterangan :

Nama tabel : barang Kunci utama : id Jumlah field : 4

Fungsi : Untuk menyimpan data barang

b) Tabel customer

Tabel customer adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data pelanggan. Tabel ini memiliki relasi one to many dengan tabel header dengan field kunci id. Hal ini berarti satu kode pelanggan bisa mempunyai banyak transaksi pada tabel header. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

(26)

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran) 1 Id Int (11) 2 Kode_customer Varchar (10) 3 Nama_cusomer Varchar (30) 4 Alamat_customer Varchar (50) Sumber : Penulis,2020 Keterangan :

Nama tabel : Pelanggan Kunci utama : id

Jumlah field : 5

Fungsi : Untuk menyimpan data pelanggan

c) Tabel karyawan

Tabel karyawan adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data karyawan. Tabel ini memiliki relasi one to one dengan tabel pengguna dengan field kunci id. Hal ini berarti satu kode karyawan bisa mempunyai satu data pada tabel karyawan. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 4 Basis data karyawan

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int(11) 2 Nama Varchar(50) 3 Tempat_lahir Varchar(30) 4 Tanggal_lahir Date 5 Alamat Text 6 Nik Varchar (30) 7 Jenis_kelamin Varchar (20) Sumber : Penulis,2020 Keterangan :

(27)

Nama tabel : Karyawan Kunci utama : id

Jumlah field : 7

Fungsi : Untuk menyimpan data karyawan

d) Tabel jabatan

Tabel jabatan adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data jabatan Tabel ini memiliki relasi one to one dengan tabel pengguna dengan field kunci id. Hal ini berarti satu kode jabatan bisa mempunyai satu data pada tabel jabatan. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 5 Basis Data Jabatan

No Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 id Int(11)

2 Nama_jabatan Varchar(50) 3 Kode_jabatan Varchar(30)

Sumber : Penulis,2020

Keterangan :

Nama tabel : Jabatan Kunci utama : id Jumlah field : 3

Fungsi : Untuk menyimpan data jabatan

(28)

Tabel transportir adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data transportir. Tabel ini memiliki relasi one to many dengan tabel header dengan field kunci id. Hal ini berarti satu kode transportir bisa mempunyai banyak transaksi pada tabel header. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 6 Basis data transportir

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int(11) 2 Kode_transportir Varchar(11) 3 Nama_transportir Varchar(50) 4 Bagian_armada Varchar(10) 5 Nama_supir Varchar(11) 6 No_plat Varchar(10) 7 Nohp Varchar(15) Sumber : Penulis,2020 Keterangan :

Nama tabel : Transportir Kunci utama : id

Jumlah field : 7

Fungsi : Untuk menyimpan data transportir

f) Tabel pengguna

Tabel pengguna adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data pengguna. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

(29)

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran) 1 Id Int(11) 2 Username Varchar(30) 3 Password Text 4 Jabatan_id Int(11) 5 Karyawan_id Int(11) Sumber : Penulis,2020 g) Tabel detail

Tabel detail adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data detail transaksi. Tabel ini memiliki relasi many to one dengan tabel header dengan field kunci id. Hal ini berarti beberapa kode detail bisa mempunyai satu transaksi pada tabel header. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 8 Basis data detail

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int(11) 2 Header_id Int(11) 3 Barang_id Int(11) 4 Qty Int(11) 5 Harga_satuan Int(11) 6 Ppn Int(11) 7 Total Int(11) Sumber : Penulis,2020 Keterangan :

Nama tabel : Detail Kunci utama : id Jumlah field : 7

Fungsi : Untuk menyimpan data transaksi detail

(30)

h) Tabel header

Tabel header adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data header yang baru. Tabel ini memiliki relasi one to many dengan tabel detail dengan field kunci id. Hal ini berarti satu kode transaksi_header bisa mempunyai banyak transaksi pada tabel transaksi_detail. Dan memiliki relasi one to one dengan tabel laporan_transaksi dengan field kunci id . hal ini berarti satu kode transaksi_header hanya bisa memiliki satu transaksi pada laporan_transaksi. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 9 Basis data header

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int(11) 2 Nonota Varchar(50) 3 Urutannota Int(11) 4 Tgltransaksi Date 5 Customer_id Int(11) 6 Karyawan_id Int(11) 7 Transportir_id Int(11) Sumber : Penulis,2020 Keterangan :

Nama tabel : Header Kunci utama : id Jumlah field : 7

Fungsi : Untuk menyimpan data transaksi header

3) Desain Interface Menggunakan PHP a) Form Login

Form Login merupakan halaman pertama yang ditampilkan saat program aplikasi dijalankan, dan untuk bisa masuk ke dalam program aplikasi maka pengguna perlu

(31)

memasukkan username dan password terlebih dahulu. Berikut tampilan form login.

Gambar 4. 11 Form Menu Login Sumber : Penulis,2020

b) Form Menu Utama

Form menu utama merupakan form yang muncul pertama kali setelah proses login dilakukan. Lalu, di bagian samping terdapat beberapa data transaksi penjualan . Berikut tampilan form menu utama.

Gambar 4. 12 Menu Utama Sumber : Penulis,2020

(32)

c) Form Master Data

Master data merupakan menu yang berisi data utama yang berhubungan dengan transaksi-transaksi yang akan dilakukan. Master data yang ada pada program aplikasi penjualan yang penulis buat terdiri dari 6 bagian, yaitu master data yang berisi data barang, data customer, data karyawan,data jabatan,data transportir dan data pengguna. Setiap data pada master data dapat diedit, dihapus dan ditambah. Berikut merupakan tampilan dari master data pada program aplikasi penjualan yang telah penulis buat :

1) Master Data Barang

Gambar 4. 13 Master Barang Sumber : Penulis,2020

(33)

Gambar 4. 14 Tambah Master Barang Sumber : Penulis,2020

2) Master Data Customer

Master data Customer digunakan untuk

menyimpan data informasi customer pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin. Berikut merupakan tampilan master data customer pada program aplikasi penjualan tunai yang telah penulis buat :

Gambar 4. 15 Master Costumer Sumber : Penulis,2020

(34)

Gambar 4. 16 Tambah Master Costumer Sumber : Penulis,2020

3) Master Data Jabatan

Master data jabatan digunakan untuk menyimpan data informasi jabatan pada UD Rahma Banjarmasin. Berikut merupakan tampilan master data jabatan pada program aplikasi penjualan tunai yang telah penulis buat :

Gambar 4. 17 Master Jabatan Sumber : Penulis,2020

(35)

Gambar 4. 18 Tambah Master Jabatan Sumber : Penulis,2020

4) Form Master Data Transportir

Master data transportir digunakan untuk menyimpan data informasi transportir pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin. Berikut merupakan tampilan master data transportir pada program aplikasi penjualan tunai yang telah penulis buat :

(36)

Gambar 4. 19 Master Transportir Sumber : Penulis,2020

Gambar 4. 20 Tambah Master Transportir Sumber : Penulis,2020

5) Master Data Pengguna

Master data Pengguna digunakan untuk menyimpan data informasi pengguna yang dapat mengakses program aplikasi penjualan tunai pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin yang telah penulis buat. Berikut merupakan tampilan master data pengguna pada program aplikasi penjualan yang telah penulis buat :

(37)

Gambar 4. 21 Master Pengguna Sumber : Penulis,2020

Gambar 4. 22 Tambah Master Pengguna Sumber : Penulis,2020

(38)

d) Transaksi

Menu transaksi terdiri dari 1 menu, yaitu penjualan tunai. Menu ini digunakan untuk memasukkan data transaksi yang ingin dilakukan oleh pengguna. Berikut merupakan tampilan dari menu transaksi pada program aplikasi penjualan tunai yang penulis buat :

(1) Transaksi penjualan tunai

Form transaksi penjualan digunakan untuk memasukkan sejumlah data atau informasi mengenai penjualan barang yang terjadi pada PT Ocean Energy Banjarmasin. Pada form transaksi penjualan yang penulis buat mampu digunakan untuk memasukkan data penjualan tunai.Berikut merupakan tampilan form transaksi penjualan tunai pada aplikasi penjualan tunai yang telah penulis buat :

Gambar 4. 23 Form Transaksi Penjualan Tunai Sumber : Penulis,2020

(39)

e) Daftar Transaksi Penjualan

Daftar transaksi penjualan berisikan informasi penjualan yang terjadi pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin. Pada daftar transaksi penjualan setiap data dapat dihapus dan dapat dilihat informasi secara detail dari penjualan tersebut. Serta pengguna juga dapat melakukan filter data transaksi penjualan berdasarkan tanggal. Berikut merupakan tampilan dari daftar transaksi penjualan yang ada pada program aplikasi penjulan yang telah penulis buat :

Gambar 4. 24 Data Transaksi Penjualan Tunai Sumber : Penulis,2020

(40)

f) Laporan

Menu laporan dapat digunakan untuk melihat dan mencetak berbagai jenis laporan yang diinginkan. Menu laporan terbagi atas beberapa sub menu, yaitu laporan penjualan laporan penjualan per customer, dan rekap penjualan barang. Berikut merupakan salah satu tampilan dari laporan yang telah penulis buat pada aplikasi penjualan tunai :

Gambar 4. 25 Laporan Penjualan Tunai Sumber : Penulis,2020

Gambar 4. 26 Cetak Laporan Penjualan Tunai Sumber : Penulis,2020

Gambar

Gambar 4. 2 Bagan Alir Dokumen Penjualan Tunai pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin  Sumber : PT Ocean Petro Energy Banjarmasin
Gambar 4. 3 Nota Penjualan yang disarankan  Sumber : Penulis,2020
Gambar 4. 5 Laporan Penjualan Tunai yang disarankan  Sumber : Penulis,2020
Gambar 4. 6 Laporan Penjualan per Tanggal yang disarankan  Sumber : Penulis,2020
+7

Referensi

Dokumen terkait

Maka diambil keputusan untuk membangun Sekolah baru yaitu SMP Negeri 8 Singaraja yang disepakati dalam rapat dengan Komisi IV DPRD Buleleng dan Disdikpora Buleleng dengan

Aspek jumlah potensi sumber daya biomassa dari kelapa sawit dan radiasi matahari yang diperoleh menjadi pertimbangan untuk mendapatkan ukuran pembangkit hibrida

Meskipun ketentuan pengadaan kendaraan dinas dilakukan melalui sistem tender atau lelang untuk menghindari terjadinya praktik korupsi antara oknum pejabat dan pengusaha, sebelum

Menurut Sudarsono (2004: 37), pendidikan koperasi pada dasarnya adalah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan untuk membuat agar para anggota, perangkat koperasi seperti

Tindakan secara preventif pada siswa dilaksanakan dengan mengadakan bimbingan secara klasikal di dalam kelas selama dua jam perminggu, selain itu guru pembimbing

Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui besarnya lepasan nikel dan kromium dari beberapa merk braket stainless steel dan mengetahui apakah terdapat perbedaan pada tingkat

Adapun hak-hak yang dimiliki buruh dalam hal terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah: jika PHK karena alasan berat memperoleh uang penggantian hak; Jika PHK karena

Harga tebus ini tidak sama dengan harga tebus di balai desa karena selisih dari harga tersebut digunakan oleh ketua RT untuk membayar transportasi pengiriman beras dari balai