KEMENKEU
FASILITAS PPh
KEMENKEU
OUTLINE FASILITAS
PPh BADAN
Dalam rangka
Penanaman Modal
Fasilitas PPh Badan
Untuk Energi Terbarukan
1
Tax Allowance
Tax Holiday
KEMENKEU
•
Pengurangan penghasilan neto sebesar
30% dari jumlah Penanaman Modal,
dibebankan selama 6 tahun
masing-masing sebesar 5% pertahun yang
dihitung sejak saat mulai berproduksi
secara komersial.
•
Penyusutan/amortisasi yang dipercepat
atas aktiva berwujud
•
PPh dividen WPLN sebesar 10%
•
Kompensasi kerugian 5 sampai dengan
10 tahun
•
Wajib Pajak badan dalam negeri
•
Kriteria umum:
Memiliki nilai investasi yang tinggi atau
untuk ekspor;
Memiliki penyerapan tenaga kerja yang
besar; atau
Memiliki kandungan lokal yang tinggi
•
Memenuhi KBLI, cakupan produk dan/atau lokasi
sesuai lampiran I dan/atau lamp. II PP 18/2015 sttd
PP 9/2016 (71 Bidang Usaha, 74 Bidang Usaha &
Daerah Tertentu)
•
Belum berproduksi secara komersial pada saat
Fasilitas
Tax ALLOWANCE
Bentuk Fasilitas
WP yang Berhak
PP 18 Tahun 2015 s.t.d.d PP 9 Tahun 2016
PMK 89/PMK.010/2015
PERMEN ESDM NO 16 Tahun 2015
KEMENKEU
Fasilitas
Tax ALLOWANCE
PP 18 Tahun 2015 s.t.d.d PP 9 Tahun 2016
PMK 89/PMK.010/2015
PERMEN ESDM NO 16 Tahun 2015
Bidang Usaha yang dapat diberikan Fasilitas Tax
Allowance
No
Bidang Usaha
KBLI 2009
Cakupan Produk
Persyaratan
65
Pembangkit Tenaga Listrik
35101
Pengubahan tenaga energi
baru
(hidrogen,
CBM,
batubara tercairkan atau
batubara tergaskan) dan
energi terbarukan (tenaga
air
dan
terjunan
air,
tenaga surya, angin atau
arus laut) menjadi tenaga
listrik.
•
Nilai Investasi
minimal 30M;
atau
•
Tenaga kerja
minimal 100
orang
KEMENKEU
Fasilitas
Tax ALLOWANCE
PP 18 Tahun 2015 s.t.d.d PP 9 Tahun 2016
PMK 89/PMK.010/2015
PERMEN ESDM NO 16 Tahun 2015
PENGURANG PENGHASILAN BRUTO
Tanggal SK Fasilitas 10 Desember 2018
Perolehan Mesin 5 Januari 2019
Metode Penyusutan : Garis Lurus
2018
2019
2020
2021
2022
2023
2024
2025
2026
MESIN
H Perolehan 4 M
SK
0
0,5
0,5
0,5
0,5
0,5
0,5
0,5
0
1
1
1
1
0
0
0
0,5
0
Normal : 8 tahun tarif 12,5 %
PP 18 : 4 Tahun tarif 25 %
KEMENKEU
Fasilitas
Tax ALLOWANCE
PP 18 Tahun 2015 s.t.d.d PP 9 Tahun 2016
PMK 89/PMK.010/2015
PERMEN ESDM NO 16 Tahun 2015
ILUSTRASI TAMBAHAN JANGKA WAKTU KOMPENSASI KERUGIAN
KEMENKEU
Fasilitas
Tax ALLOWANCE
PP 18 Tahun 2015 s.t.d.d PP 9 Tahun 2016
PMK 89/PMK.010/2015
PERMEN ESDM NO 16 Tahun 2015
KEMENKEU
Prosedur Fasilitas
Tax Allowance
(25 hari kerja)
Mengajukan Permohonan
Fasilitas
Klarifikasi dan Trilateral
Surat Keputusan
Persetujuan
WAJIB PAJAK KEPALA BKPM melalui PTSP Pusat MENTERI KEUANGAN
c.q. DJP
• Surat Permohonan Fasilitas • Melengkapi syarat administrasi:
FC NPWP, FC Izin Prinsip, Rincian Aktiva Tetap dan Layout Aktiva, Surat keterangan pemenuhan kriteria dari Kementerian Pembina Sektor:
o 71 Bidang Usaha Tertentu dan
o 74 Bidang Usaha dan Daerah Tertentu
Rapat Klarifikasi
BKPM, DJP, Kementerian pembina sektor melakukan penelitian terhadap: - Kesesuaian bidang usaha
- Kesesuaian KBLI
- Kesesuaian cakupan produk - Kesesuaian daerah/propinsi - Pemenuhan persyaratan - Rincian Aktiva Tetap
Rapat Trilateral
(Sahli, DJP, BKPM, Kementerian Pembina Sektor)
Kepala BKPM melampirkan Dokumen berupa:
• Fotocopy NPWP
• Surat Penolakan Tax Holiday*) • Izin Prinsip
• Rincian Aktiva Tetap
• Surat keterangan pemenuhan kriteria dari Kementerian Pembina Sektor • Surat Pernyataan belum berproduksi
secara komersial
Direktur Jenderal Pajak atas nama Menteri Keuangan menerbitkan keputusan persetujuan
SK Persetujuan
SK Pemberian Fasilitas
Surat Penolakan Dalam hal ditemukan ketidakkesesuaian BKPM menolak
18 hari kerja
FASILITAS TAX ALLOWANCE
Kewajiban Wajib Pajak yang mendapatkan Fasilitas
• Laporan Realisasi Penanaman Modal tiap Semester sejak SK
Pemberian Fasilitas
• Laporan Realisasi Kegiatan Produksi/Operasi tiap Semester sejak
SK Pemanfaatan
• Laporan Rincian Aktiva Tetap
• Laporan Keuangan Tahunan yang diaudit
LAPORAN
Menyampaikan
kepada DJP c.q. KPP terdaftar:
Menyelenggarakan
Pembukuan Terpisah
atas aktiva yang
mendapat fasilitas dan tidak mendapat fasilitas
FASILITAS TAX ALLOWANCE
Larangan
Dalam Hal:
Bidang Usaha tidak sesuai dengan tujuan
pemberian fasilitas
Aktiva digunakan selain untuk tujuan Fasilitas atau
dialihkan atau sebagian atau seluruh tetap kecuali
diganti sebelum berakhirnya jangka waktu lebih
lama antara:
a. Jangka waktu 6 tahun sejak SMB
b. Masa manfaat aktiva berakhir
Terdapat ketidaksesuaian antara penjualan hasil
produksi dengan bidang usaha
Tidak
menyampaikan
Laporan
dan
tidak
menyelenggarakan pembukuan terpisah
1
2
3
4
• Fasilitas Tax Allowance dicabut
• Fasilitas Pajak Penghasilan yang telah
dinikmati yang melekat pada harta yang
digunakan untuk
tujuan selain
yang
diberikan fasilitas atau dialihkan, dicabut
dan ditambahkan pada penghasilan kena
pajak dalam tahun pajak dilakukannya
pengalihan harta;
• dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang
perpajakan; dan/atau
• tidak dapat lagi diberikan fasilitas Pajak
Penghasilan.
KEMENKEU
Fasilitas
Tax Holiday
Pasal 18 ayat (5) UU 25/2007 , PP 94 Tahun 2010
PMK 35/PMK.010/2018
WP yang Berhak
Bentuk Fasilitas
•
Penanaman modal baru pada industri pionir
•
badan hukum Indonesia
•
belum berproduksi secara komersial
•
memenuhi ketentuan DER
•
belum diterbitkan SK pemberian atau surat
pemberitahuan
penolakan
pengurangan
PPh badan oleh Menteri Keuangan
•
Pemegang
sahamnya
telah
memenuhi
kewajiban perpajakannya yang dibuktikan
dengan Surat Keterangan Fiskal
Pengurangan PPh badan
sebesar 100
%
dari PPh terutang selama:
• 5 Tahun Pajak untuk Investasi 500 M s.d. kurang dari 1T • 7 Tahun Pajak untuk Investasi 1T s.d. kurang dari 5T • 10 Tahun Pajak untuk Investasi 5T s.d. kurang dari 15T • 15 Tahun Pajak untuk investasi 15T s.d. 30T
• 20 Tahun Pajak untuk investasi lebih dari 30T
dan diberikan pengurangan 50% dari PPh
terutang
Cakupan Industri Pionir
1. industri logam dasar hulu (besi baja dan bukan besi baja) beserta atau tanpa turunannya yang terintegrasi;
2. industri petrokimia berbasis minyak bumi, gas alam dan batubara beserta atau tanpa turunannya yang terintegrasi; 3. industri kimia dasar anorganik beserta atau tanpa turunannya yang terintegrasi;
4. industri kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, perkebunan dan kehutanan beserta atau tanpa turunannya yang terintegrasi;
5. industri bahan baku farmasi dengan menggunakan bioteknologi beserta turunannya yang terintegrasi;
6. industri pembuatan semi konduktor dan komponen utama komputer lainnya seperti semikonduktor wafer, backlight untuk LCD, electrical driver dan LCD yang terintegrasi dengan industri pembuatan komputer
7. industri pembuatan komponen utama peralatan komunikasi seperti semikonduktor wafer, backlight untuk LCD, electrical
driver dan LCD yang terintegrasi dengan industri pembuatan telepon seluler (smartphone);
8. industri pembuatan komponen utama alat kesehatan yang terintegrasi dengan industri pembuatan peralatan iradiasi, elektromedikal, dan elektroterapi;
9. industri pembuatan komponen utama mesin industri seperti motor listrik atau motor pembakaran dalam yang terintegrasi dengan industri pembuatan mesin;
10. industri pembuatan komponen utama mesin seperti piston, cylinder head dan cylinder block yang terintegrasi dengan industri pembuatan kendaraan bermotor roda empat atau lebih;
11. industri pembuatan komponen robotik yang terintegrasi dengan industri pembuatan mesin-mesin manufaktur; 12. industri pembuatan komponen utama kapal yang terintegrasi dengan industri pembuatan kapal;
13. industri pembuatan komponen utama pesawat terbang, seperti engine, propeller, rotor dan komponen struktur yang terintegrasi dengan industri pembuatan pesawat terbang;
14. industri pembuatan komponen utama lokomotif dan gerbong kereta api, seperti engine dan transmisi yang terintegrasi dengan industri pembuatan kereta api;
15. industri mesin pembangkit tenaga listrik, termasuk industri mesin pembangkit listrik tenaga sampah;
16. industri pengilangan minyak bumi beserta atau tanpa turunannya yang terintegrasi atau industri dan infrastruktur pengilangan minyak bumi, termasuk yang menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU); atau 17. infrastruktur ekonomi
Rincian Bidang Usaha dan Jenis
Produksi diatur dalam PERBAN BKPM
Bagaimana
jika
WP
memenuhi
kriteria
industri pionir namun tidak termasuk dalam
17 industri pionir tersebut
??
Wajib Pajak tetap dapat diberikan Fasilitas Tax
Holiday, dengan mengajukan permohonan
kepada BKPM.
Atas permohonan tersebut akan dibahas
dalam rapat antarkementerian (Kemenkeu,
BKPM, dan Kementerian Pembina Sektor)
congratulations , you get tax holiday
Industri Pionir adalah industri yang memiliki keterkaitan yang luas, memberi nilai
tambah dan eksternalitas yang tinggi, memperkenalkan teknologi baru, serta
memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional
KEMENKEU
Prosedur Fasilitas
Tax Holiday
(45 hari kerja)
Prosedur
Wajib Pajak
BKPM
MENKEU
Permohonan
PTSP
Kriteria Pasal 3PenentuanUsulan
Pemberian
Penetapan
Harus diaukan sebelum Saat Mulai Berproduksi Secara Komersial: • Bersamaan dengan Pendaftaran
Penanaman Modal atau
• Paling Lambat 1 Tahun setelah penerbiyan Berkas dikembalikan Memenuhi Tidak Ya
WP
5 Hari Kerja Dilampiri:• fotokopi surat permohonan Wajib Pajak; • fotokopi pendaftaran penanaman modal
dan rincian modal tetap dalam rencana nilai penanaman modal baru; dan
• surat keterangan fiskal para pemegang saham.
Bisa ditetapkan oleh Direktur Jenderal