• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB 6"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VI KESIMPULAN

6.1 Kesimpulan

Penelitian ini menganalisis pengaruh ekspor non migas terhadap pertumbuhan ekonomi

di Indonesia dengan menggunakan pendekatan Single Equation Error Correction Model. Data

yang digunakan yaitu RGDP, angkatan kerja, PMTB, ekspor migas, ekspor non migas, nilai

tukar dan keterbukaan ekonomi dari tahun 1980-2015. Dari hasil olahan data, dalam jangka

pendek ekspor non migas serta variabel independen pendukung lainnya tidak memiliki

pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, kecuali PMTB yang memilki

pengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dalam jangka panjang, ekspor non

migas dan PMTB memiliki pengaruh signifikan namun negatif terhadap pertumbuhan

ekonomi. Sedangkan ekspor migas dan nilai tukar berpengruh positif dan signifikan terhadap

pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, angkatan kerja dan keterbukaan ekonomi memiliki

pengaruh yang tidak signifikan negatif dan positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:

a. Ekspor non migas yang menjadi penggerak perekonomian Indonesia memiliki

pengaruh yang negatif dalam jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi. salah

satu penyebabnya yaitu ekspor nonmigas didominasi oleh sektor industry, sementara

sektor pertanian yang merupakan basis pertahanan ekonomi nasional pada saat krisis

tahun 1998 masih rendah terhadap ekspor. Selain itu, melemahnya kontribusi ekspor

terhadap RGDP juga menjadi salah satu penyebab negatifnya pengaruh ekspor non

migas terhadap pertumbuhan ekonomi.

b. Angkatan kerja memiliki pengaruh yang tidak signifikan dan negatif terhadap

(2)

masih rendah terhadap pertumbuhan ekonomi. Peningkatan jumlah angkatan yang

sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk masih belum mampu menggerakan

perekonomian karena masih rendahnya kualitas angkatan kerja yang dimiliki serta

pertambahan jumlah angkatan kerja tidak diiringi dengan bertambahnya kesempatan

kerja untuk menyerap angkatan kerja.

c. PMTB juga berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh

masih rendahnya pertumbuhan PMTB di Indonesia. Meskipun kontribusi PMTB cukup

tinggi beberapa tahun terakhir terhadap RGDP, namun PMTB masih belum mampu

memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

d. Keterbukaan ekonomi Indonesia memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap

pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh tingkat keterbukaan ekonomi masih rendah.

Selain itu, rendahnya tingkat keterbukaan ekonomi mengindikasikan adanya

hambatan-hambatan untuk melakukan kegiatan perdagangan.

6.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka penulis memberikan beberapa

saran bagi pemerintah terkait dengan penelitian ini, diantaranya:

a. Pemerintah harus melakukan diversifikasi ekpsor non migas untuk meningkatkan

kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama untuk sektor pertanian.

b. Pemerintah harus meningkatkan upaya perbaikan kualitas angkatan kerja yang ada,

serta menyediakan kesempatan kerja untuk menyerap angkatan kerja. Sehingga tingkat

partisipasi angkatan kerja meningkat dan kontribusi angkatan kerja terhadap

(3)

c. PMTB sebagai proxy dari modal memiliki peranan penting dalam pertumbuhan

ekonomi. Pemerintah harus memberikan perhatian khusus dalam hal ini, terutama

terkait birokrasi.

d. Pemerintah hendaknya mengurangi hambatan-hambatan yang ada dalam perdagangan,

sehingga tingkat keterbukaan ekonomi Indonesia meningkat dan kegiatan ekspor dan

impor tidak mendapati hambatan berarti dalam perdagangan. Disisi lain pemerintah

juga harus memperhatikan pembaruan dan inovasi pada produk-produk domestic agar

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini tidak hanya secara umum akan menganalisis pengaruh keterbukaan finansial terhadap pertumbuhan ekonomi menggunakan metode analisis ekonometrika yakni

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan PLNP tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi tetapi memiliki pengaruh tidak

4.4 Uji Validitas pengaruh (uji t) pada tingkat signifikasi (α = 0.05) menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan

a) Pertumbuhan ekonomi Indonesia terpengaruhi secara positif tapi tidak signifikan oleh tenaga kerja UKM tahun 2005-2019. Tidak ada pengaruh signifikan akan

Dengan dilakukan penelitian ini maka dapat dilihat proksi keterbukaan perdagangan dari sisi mana yang memiliki pengaruh paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia

Ekspor memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan juga pengaruh yang tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja oleh karena itu

Selanjutnya secara simultan variabel ekspor dan impor tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Hasil yang diperoleh adalah pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka (TPT), dana alokasi umum (DAU), dan kepadatan penduduk tidak memiliki pengaruh yang signifikan