B A B I V – U r u s a n W a j i b K e t a h a n a n P a n g a n
4.1.21. URUSAN WAJIB KETAHANAN PANGAN
4.1.21.1 KONDISI UMUM
Urusan ketahanan pangan secara substansial ditujukan untuk
melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang
pengembangan ketersediaan pangan, bidang pengembangan distribusi
pangan serta bidang konsumsi dan keamanan pangan. Sub sistem
ketersediaan berfungsi menjamin pasokan pangan untuk memenuhi
kebutuhan seluruh masyarakat baik dari segi kuantitas, kualitas, keragaman
dan keamanannya. Sub sistem distribusi berfungsi mewujudkan sistem
distribusi yang efektif dan efisien untuk menjamin seluruh rumah tangga
dapat memperoleh pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup sepanjang
waktu dengan harga yang terjangkau. Sedangkan sub sistem konsumsi
mengarahkan pada pola pemanfaatan pangan yang memenuhi kaidah mutu,
keragaman, kandungan gizi, keamanan dan kehalalannya.
Mengacu pada konsep keterjaminan tersebut di atas, maka
Pembangunan Ketahanan Pangan perlu menjamin konsumsi pangan yang
cukup aman, bermutu dan bergizi seimbang melalui pemanfaatan sumber
daya dan budaya lokal, teknologi inovatif dan peluang pasar. Guna
mewujudkan kemandirian pangan untuk menjamin ketersediaan pangan
harus dipertahankan sama atau lebih besar daripada kebutuhan penduduk
terhadap pangan. Jika keadaan ini tercapai maka ketersediaan pangan (food
avaibility) akan berada pada tingkat yang aman.
Dalam rangka percepatan penganekaragaman panga banyak upaya
yang telah dilakukan kantor ketahanan pangan diantaranya :
1. Sosialisasi dan edukasi kepada berbagai kalangan seperti TP PKK
kecamatan, pengelola kantin sekolah, guru maupun siswa SD untuk
mengkonsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman,
2. Membentuk kelompok optimalisasi pemanfaatan pekarangan untuk
memanfaatkan pekarangan dengan berbagai usaha mulai dari
penanaman sayuran, buah, budidaya perikanan maupun ternak kecil
(bebek, kelinci, ayam),
3. Mengadakan pelatihan pengolahan pangan lokal bagi para pelaku
usaha pengolahan pangan lokal,
4. Bekerjasama dengan beberapa universitas untuk aplikasi teknologi
B A B I V – U r u s a n W a j i b K e t a h a n a n P a n g a n
4.1.21.2. KEBIJAKAN PROGRAM
Untuk mencapai target/ sasaran Pembangunan Ketahanan Pangan
Tahun 2013 di Kota Semarang, telah disusun Pelaksanaan Program-Program
berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 sebagai berikut :
Program-program Penunjang Urusan yang meliputi :
a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program ini diarahkan untuk menyediakan kinerja dan pelayanan
administrasi perkantoran.
b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Program ini diarahkan untuk menyediakan pemenuhan kebutuhan
sarana prasarana yang memadai bagi aparat dalam rangka
meningkatkan kinerja dan kualitas layanan publik.
c. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja & Keuangan.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kinerja aparatur melalui
penyusunan laporan capaian kinerja yang akuntabel
Program-program Pelaksanaan Urusan, yang meliputi :
a. Program Ketahanan Pangan
Program ini diarahkan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi
masyarakat Kota Semarang.
b. Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Program ini diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat
melalui kemandirian pangan masyarakat
4.1.21.3 REALISASI PELAKSANAAN PROGRAM & KEGIATAN
4.1.21.3.1 PENDANAAN
Alokasi dana yang disediakan untuk pelaksanaan program/kegiatan
dalam Urusan Ketahanan Pangan pada tahun 2013 sebesar Rp.
1.719.113.000,- dengan rincian Rp. 316.269.000,- untuk program penunjang
dan Rp. 1.402.844.000,- untuk program yang berkaitan dengan tugas teknis
pada urusan Ketahanan Pangan.
Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan pada Urusan
B A B I V – U r u s a n W a j i b K e t a h a n a n P a n g a n
belas juta sembilan ratus enam puluh tiga ribu rupiah) dengan rincian Rp.
314.578.000,- (tiga ratus empat belas juta lima ratus tujuh puluh delapan ribu
rupiah) untuk program yang berkaitan dengan tugas teknis pada urusan
Ketahanan Pangan.
Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa tingkat penyerapan
anggaran pada urusan ketahanan pangan adalah sebesar 99,64%. Perincian
realisasi keuangan pada masing-masing kegiatan sebagaimana disajikan
pada tabel berikut.
Anggaran Program Pelaksanaan Urusan Wajib Ketahanan Pangan
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini adalah sebagai berikut :
NO KEGIATAN ANGGARAN
(Rp.) REALISASI ANGGARAN (Rp.) PERSEN TASE (%)
SKPD : Kantor Ketahanan Pangan
1 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan
Listrik
41.826.000 38.890.263 92,98
2 Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja 4.750.000 3.800.000 80,00
3 Penyediaan Alat Tulis Kantor 10.891.000 10.891.000 100,00
4 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 9.457.000 9.457.000 100,00
5 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
634.000 634.000 100,00
6 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor 49.650.000 49.650.000 100,00
7 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 5.862.000 5.862.000 100,00
8 Penyediaan Makanan dan Minuman 9.000.000 9.000.000 100,00
9 Rapat-Rapat Kordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 65.900.000 65.884.000 99,98
JUMLAH PROGRAM 197.970.000 194.068.263 98,03
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini adalah sebagai berikut :
NO KEGIATAN ANGGARAN
(Rp.) REALISASI ANGGARAN (Rp.) PERSEN TASE (%)
SKPD : Kantor Ketahanan Pangan
1 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 28.900.000 28.900.000 100,00
2 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
53.399.000 53.399.000 100,00
JUMLAH PROGRAM 82.299.000 82.299.000 100,00
3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja dan Keuangan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini adalah sebagai berikut :
NO KEGIATAN ANGGARAN
(Rp.) REALISASI ANGGARAN (Rp.) PERSEN TASE (%)
SKPD : Kantor Ketahanan Pangan
1 Penyusunan laporan capaian kinerja & iktisar realisasi kinerja SKPD
B A B I V – U r u s a n W a j i b K e t a h a n a n P a n g a n
NO KEGIATAN ANGGARAN
(Rp.)
REALISASI ANGGARAN
(Rp.)
PERSEN TASE
(%)
2 Penyusunan laporan keuangan semesteran 2.040.000 2.040.000 100,00
3 Penyusunan Pelaporan prognosis realisasi anggaran 2.040.000 2.040.000 100,00
4 Penyusunan Pelaporan keuangan akhir tahun 1.020.000 1.020.000 100,00
5 Penunjang Kinerja PA, PPK, Bendahara dan Pembantu 28.860.000 27.810.000 96,36
JUMLAH PROGRAM 36.000.000 34.950.000 97.1
Anggaran Program Pelaksanaan Urusan Ketahanan Pangan
1. Program Ketahanan Pangan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini adalah sebagai berikut :
NO KEGIATAN ANGGARAN
(Rp.)
REALISASI ANGGARAN
(Rp.)
PERSEN TASE
(%)
SKPD : Kantor Ketahanan Pangan
1 Pengembangan Distribusi dan peningkatan Akses
Pangan
48.220.000 48.220.000 100
2 Pengembangan Konsumsi dan Penganekaragaman
Pangan
245.000.000 245.000.000 100
3 Pembinaan dan Fasilitasi Penanganan Mutu dan
Keamanan Pangan
120.000.000 119.515.000 99,60
4 Penyusunan Data Base Potensi Produk Pangan 44.200.000 44.200.000 100
5 Koordinasi Perumusan Kebijakan Ketahanan Pangan 72.000.000 72.000.000 100
6 Apresiasi Ketahanan Pangan 100.300.000 100.300.000 100
7 Fasilitasi Penyediaan Makanan Pokok Bagi Warga
Miskin
380.550.000 378.250.000 99,40
JUMLAH PROGRAM 1.1010.270.000 1.007.485.000 99,72
2. Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini adalah sebagai berikut :
NO KEGIATAN ANGGARAN
(Rp.)
REALISASI ANGGARAN
(Rp.)
PERSEN TASE
(%)
SKPD : Kantor Ketahanan Pangan
1 Pengembangan Desa Mandiri Pangan 279.605.000 279.105.000 99,82
2 Pembentukan Cadangan Pangan Pemerintah Kota 112.969.000 111.186.000 98,40
JUMLAH PROGRAM 392.574.000 390.291.000 99,42
4.1.21.3.2 HASIL YANG DICAPAI
Capaian kinerja penyelenggara Urusan Ketahanan Pangan pada tahun
2013 dapat dilihat pada beberapa indikator sebagai berikut :
1. Program Ketahanan Pangan
a. Ketersediaan pangan utama tahun 2013 sebesar 169.590,02
kg/1000 penduduk lebih rendah dari tahun 2012 yang besarnya
167.086,00 kg/1000 penduduk, tetapi lebih tinggi dari target yang
B A B I V – U r u s a n W a j i b K e t a h a n a n P a n g a n
Rumus yang digunakan adalah rata-rata jumlah ketersediaan
pangan utama pertahun dibagi jumlah penduduk. Adapun data
yang mempengaruhi ketersediaan pangan utama antara lain :
produksi padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar serta Stok Bulog dan
Pasar.
b. Skor Pola Pangan Harapan tahun 2013 adalah 88,7 (lebih tinggi
dibanding tahun 2012 yang mencapai 86,3 atau naik 2,78%). Dapat
dilihat dari tabel sebagai berikut :
SKOR POLA PANGAN HARAPAN AKTUAL
BERDASARKAN SURVEI KONSUMSI PANGAN TAHUN 2013 KOTA SEMARANG
No Kelompok Pangan
Perhitungan Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
Kalori % % AKE*) Bobot Skor Aktual
Skor AKE
Skor Maks
Skor PPH
1. Padi-padian 1073,0 55,6 53,6 0,5 27,8 26,8 25,0 25,0
2. Umbi-umbian 74,1 3,8 3,7 0,5 1,9 1,9 2,5 1,9
3.
Pangan
Hewani 188,2 9,7 9,4 2,0 19,5 18,8 24,0 18,8
4.
Minyak dan
Lemak 219,8 11,4 11,0 0,5 5,7 5,5 5,0 5,0
5.
Buah/Biji
Berminyak 29,1 1,5 1,5 0,5 0,8 0,7 1,0 0,7
6.
Kacang-kacangan 113,1 5,9 5,7 2,0 11,7 11,3 10,0 10,0
7. Gula 72,4 3,8 3,6 0,5 1,9 1,8 2,5 1,8
8.
Sayur dan
Buah 102,0 5,3 5,1 5,0 26,4 25,5 30,0 25,5
9. Lain-lain 59,1 3,1 3,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Total 1930,8 100,0 96,5 11,5 95,7 92,3 100,0 88,7 Sumber Data : Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2013
Keterangan = *) Angka Kecekupan Energi (AKE) :
2000,0
Kkal/Kap/Hari
Dari segi konsumsi umbi-umbian, ada peningkatan dari jumlah
konsumsi umbi-umbian pada tahun 2013 dari 73,5 gr/kapita/hr pada
tahun 2012 menjadi 73,9 gr/kapita/hr pada tahun 2013. Dapat dilihat
B A B I V – U r u s a n W a j i b K e t a h a n a n P a n g a n
Kondisi Aktual Pola Konsumsi Pangan dan Proyeksi Konsumsi Pangan
Kelompok/Jenis Pangan
Konsumsi Aktual (Gram/kapita/hari)
Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Padi-padian 281,4 242,2 296,3 291,6 298,0
Beras giling 263,3 218,8 263,2 269,9 258,9
Jagung Pipilan 0,8 0,5 0,7 0,7 2,4
Tepung Terigu 17,3 22,8 32,4 21,0 25,2
2. Umbi-umbian 44,66 54,4 70,6 73.5 73,9
Ketela Pohon 36,4 39,3 50,2 50.2 51,7
Ubi Jalar 0,8 2,9 5,4 5.4 3,9
Kentang 6,6 10,4 10,6 13.1 14,9
Talas 0,3 1,7 4,4 4.8 3,4
3. Pangan Hewani 130,1 145,1 155,0 158.7 161,0
Daging Ruminansia 7,4 11,1 8,2 7.1 9,3
Daging Unggas 16,4 30,5 34,2 34.8 33,1
Telur 20,3 21,7 35,7 32.6 27,4
Susu 21,4 28,3 30,7 30.6 38,8
Ikan 64,9 53,5 46,2 53.5 52,4
4. Minyak dan Lemak 7,4 2,6 32,6 30.2 24,4
Minyak Kelapa 0,0 0,0 0,0 0.0 0,0
Minyak Sawit 7,4 33,4 32,4 29.8 24,2
Lemak 0,0 0,0 0,3 0.4 0,2
Minyak Lain 0,0 0,0 0,0 0.0 0,0
Sumber Data : Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2013
c. Ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan untuk 14
komoditas pangan dihimpun dari 31 lokasi pemantauan selama 12
bulan yang secara umum tingkat kestabilannya baik. Ketersediaan
informasi ini penting untuk perkembangan data harga, pasokan,
stok dan akses pangan masyarakat sebagai bahan dalam
perumusan kebijakan peningkatan ketahanan pangan
d. Penumbuhan warung desa merupakan salah satu upaya untuk
mengurangi kemiskinan, kerawanan pangan, dan gizi buruk. Melalui
kegiatan penumbuhan warung desa yang tahun 2013 berjumlah 25
buah dapat meningkatkan akses pangan masyarakat miskin
sejumlah 1.665 KK. Adapun lokasi warung desa / lumbung pangan
B A B I V – U r u s a n W a j i b K e t a h a n a n P a n g a n
DAFTAR LOKASI WARUNG DESA / LUMBUNG PANGAN TAHUN 2013
Sumber Data : Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2013
e. Dalam rangka pemeriksaan bahan makanan yang kadaluarsa dan
tidak aman untuk dimakan, telah dilaksanakan kegiatan inspeksi
mendadak (sidak). Sidak ini dilaksanakan menjelang lebaran
maupun menjelang natal dan tahun baru, dimana diambil sampel
bahan pangan yang beredar baik di pasar tradisional maupun
swalayan diuji kandungan bahan berbahaya seperti formalin,
boraks, maupun pewarna tekstil.
NO NAMA PENERIMA BANTUAN ALAMAT
(1) (2) (3)
1 Warung Desa Kelurahan Purwosari Kelurahan Purwosari Kecamatan Semarang Utara
2 Warung Desa Kelurahan Tugurejo Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu
3 Warung Desa Kelurahan Kramas Kelurahan Kramas Kecamatan Tembalang
4 Warung Desa Kelurahan Kudu Kelurahan Kudu Kecamatan Genuk
5 LPMK RW II Kelurahan Ngemplak Simongan
Ngemplak Simongan Kecamatan Semarang Barat
6 LPMK RW II Bongsari Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat
7 Kendali Candi Kelurahan Candi Kecamatan Candisari
8 LPMK RW V Manyaran Kelurahan Manyaran
Kecamatan Semarang Barat
9 Rumah Pintar V
Wonodri Sendang
Kelurahan Wonodri
Kecamatan Semarang Selatan
10 KP Wonoharjo RW XI Kelurahan Kembang Arum
Kecamatan Semarang Barat
11 Jangli Makmur Kelurahan Jangli Kecamatan Tembalang
12 Warung Desa RW X Kelurahan Krobokan Kecamatan Semarang
Barat
13 Warung Desa Cempaka Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari
14 PKK Kel. Karangroto Kel. Karangroto Kec. Genuk
15 PKK Kel. Kalipancur Kel. Kalipancur Kec. Ngaliyan
16 PKK Kel. Siwalan Kel. Siwalan Kec. Gayamsari
17 PKK Kel. Gisikdrono Kel. Gisikdrono Kec. Semarang Barat
18 Kelompok Makmur I Kel. Jatibarang Kec. Mijen
19 Kelompok Makmur II Kel. Jatibarang Kec. Mijen
20 Kelompok Rukun Tani Kel. Mangkang Wetan Kec. Tugu
21 Kelompok Lumbung Makmur Kel. Mangkang Wetan Kec. Tugu
22 Kelompok Tani Rejo Makmur Kel. Mangunharjo Kec. Tugu
23 Warung Ibu Sakino Kel. Gayamsari Kec. Gayamsari
24 Warung Desa Kel. Karangayu Kel. Karangayu, Kec. Semarang Barat
B A B I V – U r u s a n W a j i b K e t a h a n a n P a n g a n
Dari hasil sidak diketahui bahwa 83,16% bahan pangan aman atau
ada 20 temuan bahan pangan yang tidak memenuhi standar
keamanan.
f. Sesuai petunjuk teknis pencapaian Standar Pelayanan Minimal
(SPM) ketahanan pangan untuk indikator keamanan pangan lebih
difokuskan pada pemantauan keamanan pangan segar khususnya
sayur dan buah, untuk tahun 2013 dilakukan pengujian untuk 40
sampel yang lebih tinggi dibanding tahun 2012 yang berjumlah 36
sampel pangan segar.
g. Pemberian bantuan untuk penanganan rawan pangan/ rawan gizi
pada tahun 2013 ditujukan untuk 240 KK yang lebih tinggi dibanding
tahun 2012 yang ditujukan untuk 60 KK. Dapat dilihat dari tabel
sebagai berikut :
PENERIMA BANTUAN RAWAN PANGAN / RAWAN GIZI TAHUN 2013
NO NAMA PENERIMA ALAMAT PENERIMA
BANTUAN
1 Forum Kesehatan
Kelurahan Tambakaji
Kelurahan Tambakaji Kecamatan Ngaliyan 80 KK
2 Forum Kesehatan
Kelurahan Bubakan
Kelurahan Bubakan Kecamatan Tambakaji 80 KK
3 Kelompok Tani Makmur Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu 80 KK
TOTAL 240 KK
Sumber Data : Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2013
h. Kegiatan yang mendukung upaya peningkatan kualitas pangan lokal
yang telah dilaksanakan pada tahun 2013 antara lain Lomba cipta
olahan pangan lokal, festival pangan lokal, bazar produk olahan
lokal, pelatihan olahan pangan lokal,gelar olahan pangan,
pemantapan gemar makan makanan lokal, pelatihan teknologi
olahan pangan lokal dan bantuan sarana prasarana olahan pangan
yang ditujukan pada UMKM pangan lokal di Kota Semarang mulai
dari melatih maupun memfasilitasi produk yang dihasilkan untuk
dipromosikan baik pada event kota, provinsi maupun event tingkat
nasional.
2. Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Kelurahan mandiri pangan sampai dengan tahun 2013 sudah
B A B I V – U r u s a n W a j i b K e t a h a n a n P a n g a n
2012. Sampai dengan tahun 2012, sasaran pemberian bantuan mandiri
pangan berjumlah 44 kelompok afinitas (585 KK) sehingga sampai
dengan tahun 2013 berjumlah 50 kelompok afinitas (675 KK). Dapat
dilihat dari tabel sebagai berikut :
LOKASI DESA MANDIRI PANGAN S/D TAHUN 2013
NO LOKASI DESA MANDIRI PANGAN JUMLAH KELOMPOK JUMLAH KK
1 Kel. Patemon Kec. Gunungpati 3 kelompok 45
2 Kel. Bubakan Kec. Mijen 3 kelompok 45
3 Kel. Wonolopo, Kec. Mijen 4 kelompok 50
4 Kel. Wonoplumbon, Kec. Mijen 4 kelompok 50
5 Kel. Sukorejo, Kec. Gunungpati 5 kelompok 70
6 Kel. Rowosari, Kec. Tembalang 5 kelompok 70
7 Kel. Tandang, kec. Tembalang 5 kelompok 70
8 Kel. Jatibarang, Kec. Mijen 4 kelompok 55
9 Kel. Mangkang Wetan, Kec. Tugu 4 kelompok 50
10 Kel. Mangunsari, Kec. Gunungpati 5 kelompok 70
11 Kel. Bandarharjo, Kec. Semarang Utara 4 kelompok 50
12 Kel. Wates, Kec. Ngaliyan 4 kelompok 50
JUMLAH 50 kelompok 675 KK
Sumber Data : Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2013
Indikator penguatan cadangan pemerintah merupakan upaya yang
dilakukan pemerintah dalam rangka mendukung salah satu indikator
Standar Pelayanan Minimal (SPM) urusan Ketahanan Pangan yang
diperuntukkan bagi penanganan kerawanan pangan akibat bencana
(banjir, tanah longsor dan sebagainya).
Berdasarkan target Pemerintah Daerah harus menyediakan
cadangan pangan minimal sebesar 60% pada tahun 2015 60 ton dari
100 ton. Sampai dengan tahun 2013 sudah dilakukan penguatan
cadangan pangan berupa beras sejumlah 20 ton atau bertambah 10 ton
dari tahun 2012 . Dengan demikian sudah ada 20% cadangan pangan
pemerintah.
4.1.21.4 PERMASALAHAN
Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan Urusan Wajib
Ketahanan Pangan pada tahun 2013 diantaranya :
1) Masih rendahnya kreatovitas dalam pemanfaatan potensi bahan pangan
yang menghasilkan aneka produk bahan pangan yang bermutu
2) Kurang beragamnya konsumsi bahan pangan pokok (dominan beras
B A B I V – U r u s a n W a j i b K e t a h a n a n P a n g a n
3) Masih beredar berbagai jenis pangan yang mengandung bahan
berbahaya bagi kesehatan di Kota Semarang.
4.1.21.5 RENCANA TINDAK LANJUT
Rencana tindak lanjut dalam menghadapi permasalahan tersebut di
atas antara lain :
1) Perlu pelaksanaan pembinaan, pendampingan dan motivasi yang
kontinyu untuk merubah pola pikir agar lebih kreatif dan inovatif untuk
mengembangkan potensi wilayah serta bijak dalam menyikapi bantuan
yang diberikan kepada kelompok disamping melibatkan perguruan tinggi
yang ada di Kota Semarang.
2) Pengawasan dan pembinaan bagi pedagang agar menggunakan bahan
tambahan yang aman pada makanan yang dijual serta edukasi pada
masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih
pangan.
4.1.21.6 PRESTASI / PENGHARGAAN
Pemerintah Kota Semarang menjadi Juara II stan terbaik dalam Festival
Pangan Lokal Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diikuti Kantor/ Badan