BAB I
A.Latar belakangIlmu pengetahuan pada dasarnya merupakan hasil pemikiran manusia dan manusia mempunyai kebebasan untuk menyatakan pemikirannya. Ilmu pengetahuan bersifat dinamis
sesuai dengan perkembangan masyarakat. Oleh karena itu ilmu pengetahuan dapat dikatakan sebagai lambang utama dari kemajuan.
Pada awalnya ilmu Negara juga seperti ilmu ilmu hukum bukanlah suatu cabang ilmu mandiri melainkan sebagai dari filsafat yang dikembangkan oleh parah filsuf jerman pada abad ke-18.ilmu Negara diajukan oleh johann gottlieb fichte.mengingat bahwa ahli tersebut adalah
orang-orang jerman,maka tidaklah mengherankan jika oprang menggatakan bahwa ilmu Negara yang berkembang sampai dengan abad 21 ini bertradisi dari eropa barat,atau ditegaskan pula
bertradisi dari jerman.
B. Rumusan masalah
Apa yang dimaksud dengan ilmu Negara
Bagaimana sejarah perkembangan ilmu Negara?
C.tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah ilmu Negara,tetapi juga untuk memberikan pengetahuan mengenai sejarah
BAB II
A. Pengertian ilmu Negara
istilah ilmu Negara diambil dari istilah bahasa belanda staatsleer yang diambilnya
dari istilah bahasa jerman,staatslehre.Timbulnya istilah ilmu Negara atau statsleher sebagai istilah teknis,adalah sebagai akibat penyelidikan dari seorang sarjana jerman bernama George
jellinek.ia terkenal disebut sebagai bapak ilmu Negara.ilmu Negara adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki asas-asas pokok dan pengertian-pengertian pokok tentang Negara dan hokum tata Negara.
George Jellinek memandang ilmu negara sebagai suatu keseluruhan dan membaginya ke dalam bagian-bagian yang berhubungan satu sama lain.
Di Indonesia, universitas yang pertama kali menggunakan istilah Ilmu Negara adalah Universitas Gadjah Mada – Yogyakarta.
Menurut Kranenburg, Ilmu Negara adalah ilmu tentang negara, dimana diadakan
penyelidikan tentang sifat hakekat, struktur, bentuk, asal mula, ciri-ciri serta seluruh persoalan di sekitar negara.
Selanjutnya, Kranenburg berpendapat bahwa Ilmu Negara merupakan cabang penyelidikan ilmiah yang masih muda walaupun menurut sifat dan hakekatnya merupakan cabang ilmu pengetahuan yang tua karena sebenarnya Ilmu Negara sudah dikenal sebagai suatu
ilmu pengetahuan sejak zaman Yunani Kuno.
Ilmu negara adalah ilmu yang menyelidiki pengertian-pengertian pokok dan
Ilmu negara mempelajari negara secara umum, mengenai asal-usulnya, wujudnya, lenyapnya, perkembangannya dan jenis-jenisnya.
B. perkembangan ilmu negara a) Zaman Klasik
1. Socarates ( 470 – 399 AD)
Socrates berpendapat,bahwa dalam hati kecil setiap manusia terdapat hukum dan
keadilan sejati sebab setiap manusia adalah bagian dari nur/cahaya Tuhan. Walaupun seringkali tertutup oleh sifat-sifat buruk namun rasa hukum dan keadilan sejati dalam hati kecil manusia
tetap ada.Selanjutnya, Socrates berpendapat bahwa negara bukanlah organisasi yang dibuat untuk kepentingan pribadi. Negara adalah suatu susunan yang objektif bersandarkan kepada sifat hakikat manusia dan bertugas untuk melaksanakan hukum yang objektif yang memuat
keadilan bagi masyarakat umum. Oleh karena itu negara harus berdasarkan keadilan sejati agar manusia mendapatkan ketenangan.
Namun, ajaran Socrates dianggap membahayakan negara dan Socrates dijatuhi hukuman mati dengan diperintahkan untuk meminum racun.
2. Plato ( 429 – 347 AD)
Menurut Plato, asal mula negara adalah karena banyaknya kebutuhan hidup dan keinginan manusia dan manusia tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan dan keinginannya.
Oleh karena itu kemudian manusia bekerja sama dan mendapat pembagian tugas sesuai kemampuannya untuk memenuhi kebutuhannya. Negara merupakan satu keluarga besar, satu kesatuan,oleh karena itu negara harus dapat memelihara dirinya sendiri. Agar dapat memelihara
Untuk mewujudkan negara yang sempurna ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Socrates mengemukakan dua buah syarat, kemudian Plato menambahkan satu syarat lagi.
Syarat-syarat tersebut adalah :
a. Negara harus dijalankan oleh pegawai yang terdidik khusus. b. Pemerintahan harus dijalankan untuk kepentingan umum.
c. Rakyat harus mencapai kesempurnaan kesusilaan. . . 3. Aristoteles (384-322 AD)
Aristoteles hanya mengakui adanya satu dunia Berkaitan dengan terjadinya Negara, menurut Aristoteles, manusia berbeda dengan hewan sebab hewan dapat hidup sendiri sedangkan manusia sudah dikodratkan untuk hidup dengan manusia lain.Untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya,manusia membutuhkan manusia lain.Manusia merupakan Zoon Politicon. Oleh karena itu tujuan Negara adalah kesempurnaan warga yang berdasarkan atas keadilan,
keadilan memerintah dan harus menjelma di dalam Negara. Selain itu, hukum berfungsi untuk memberi kepada manusia setiap apa yang menjadi haknya.
4. Polybios (204-122 AD)
Mengenai negara, Polybios melanjutkan paham Aristoteles. Menurut Polybios, proses perkembangan, pertumbuhan dan kemerosotan bentuk-bentuk negara secara psikologis
bertalian dengan sifat-sifat manusia menurut ajaran Aristoteles, yaitu bahwa tidak adanya bentuk negara yang abadi disebabkan karena terkandung benih-benih pengrusakan, seperti pemberontakan, revolusi dll.
Yaitu terdapatnya hasrat persamaan terhadap mereka yang merasa dirinya sama dengan orang-oranglain .
b. Keinginan akan perbedaan
Yaitu terdapatnya hasrat perbedaan terhadap mereka yang merasa dirinya berbeda dengan orang lain.
b.) Zaman Pertengahan
1. Thomas Aquino
Thomas Aquino membagi hukum ke dalam 4 golongan hukum, yaitu : a. Lex Aeterna
Merupakan rasion Tuhan sendiri yang mengatur segala hal dan merupakan sumber dari
segala hukum. Rasio ini tidak dapat ditangkap oleh panca indera manusia. b. Lex Divina
Merupakan bagian dari rasio Tuhan yang dapat ditangkap oleh manusia berdasarkan waktu yang diterimanya.
Merupakan hukum alam yaitu yang merupakan penjelmaan dari lex aeterna di dalam
rasio manusia. c. Lex Positivis
Yaitu hukum yang berlaku dan merupakan pelaksanaan dari hukum alam oleh manusia berhubung dengan syarat khusus yang diperlukan oleh keadaan dunia.
d. Principia Prima (asas-asas umum)
Yaitu asas-asas yang dengan sendirinya dimiliki oleh manusia sejak kelahirannya, berlaku mutlak dan tidak dapat berubah dimanapun dan dalam keadaan apapun.
2. Dante Alighieri(1265-1321)
Dalam bukunya, Dante memimpikan suatu kerajaan dunia yang melawan kerajaan
Paus. Kerajaan dunia tersebut yang akan menyelenggarakan perdamaian dunia. Tujuan negara menurut Dante adalah untuk menyelenggarakan perdamaian dunia dengan cara memberlakukan undang-undang yang sama bagi semua umat.
3. Marsiglio of Padua (Marsilius dari Padua)
Pada tahun 1324, terbit karya Marsiglio yang terkenal, yaitu Defenser Pacis, yang
terdiri dari tiga buku atau dictiones, yaitu :
a. Dictio Pertama menguraikan dasar-dasar negara.
Tujuan tertinggi negara adalah mempertahankan perdamaian, memajukan kemakmuran
dan memberi kesempatam kepada rakyat untuk mengembangkan dirinya secara bebas. Tugas utama negara untuk mencapai hal tersebut adalah menciptakan undang-undang
demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat.Kekuasaan tertinggi dalam negara dan pemerintahan terletak pada pembuat undang-undang sehingga pemerintahan hanya alat dari pembuat undang-undang. Pembuat undang-undang adalah rakyat sebab kedaulatan
tertinggi ada di tangan rakyat dan sumber undang-undang adalah rakyat secara keseluruhan.Pemerintahan berada di tangan rakyat dan bertanggung jawab kepada
rakyat. Rakyat boleh menghukum penguasa jika ternyata penguasa melanggar undang-undang.
b. Dictio Kedua menguraikan dasar-dasar gereja dan hubungannya dengan negara.
Marsilius menginginkan agar Paus dipillih oleh rakyat sehingga kekuasaan tertinggi diletakkan di tangan badan permusyawaratan gereja-gereja (concilie). Dalam hubungan
bawah negara sehingga gereja tidak berhak membuat undang-undang sebab hanya rakyat yang berhak untuk membuat undang-undang.
c. Dictio Ketiga menguraikan kesimpulan-kesimpulan.
C. Perbandingan ilmu Negara menurut para ahli
Socarates vs plato
Menurut socarates,Negara adalah suatu susunan yang objektif bersandarkan kepada sifat hakikat manusia dan bertugas untuk melaksanakan hukum yang objektif yang memuat keadilan bagi masyarakat umum.maksud socarates disini, Negara bukanlah suatu organisasi
yang dibuat untuk manusia demi kepentingan drinya pribadi, melainkan negara itu suatu susunan yang objektif bersandarkan kepada sifat hakekat manusia karena itu bertugas untuk
melaksanakan dan menerapkan hukum-hukum yang objektif, termuat “keadilan bagi umum”, dan tidak hanya melayani kebutuhan parapenguasa negara yang saling berganti ganti orangnya. Maka keadilan sejatilah yang harus menjadi dasar pedoman negara. Jika hal tersebut dijalankan
dan diterapkan, maka manusia merasakan kenyamanan dan ketenangan jiwanya, sebab kebatilan hanya membawa kesenagan yang palsu.
Sementara Menurut plato , asal mula negara adalah karena banyaknya kebutuhan hidup dan keinginan manusia dan manusia tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan dan keinginannya. Plato berangapan munculnya negara karena adanya hubungan timbal balik dan rasa saling membutuhkan antara sesama manusia, manusia juga dianugerahi bakat dan kemampuan yang
tidak sama, pembagian kerja-kerja sosial muncul akibat adanya perbedaan alami, masing-masing
memiliki bakat alamiah yang berbeda, perbedaan bakat dan kemampuan justru baik bagi kehidupan
masyarakat, karena menciptakan saling ketergantungan, setiap manusia tentu tidak bisa memenuhi
lain, negara dalam hal ini berkewajiban memperhatikan pertukaran timbal balik, dan berusaha agar
kebutuhan masyarakat terpenuhi. Menurut Plato negara ideal menganut prinsip yang mementingkan kebajikan. Kebajikan menurut Plato adalah pengetahuan. Apapun yang dilakukan atas nama Negara harus dengan tujuan untuk mencapai kebajikan, atas dasar itulah
kemudian Plato memandang perlunya kehidupan bernegara. Tidak ada cara lain menurut Plato untuk membanguan pengetahuan kecuali dengan lembaga-lembaga pendidikan, inilah yang
kemudian memotivasi Plato untuk mendirikan sekolah dan akademi pengetahuan.
D. perkembangan ilmu Negara di Indonesia pada abad ke 20
Pada tahun 1956,ahli hukum Indonesia dalam ilmun Negara dan hukum tata Negara,R.Djokosutono,mengakui besarnya pengaruh eropa barat terutama jerman dalam
mengembangkan ilmu Negara di Negara-negara amerika serikat,belanda dan Indonesia .di Indonesia, ilmu Negara dan ilmu politik di kembangkan oleh ahli-ahli hukum melalui perkuliahan di
fakultas hukum dan penulisan risalah. beberapa diantaranya adalah soedarisman poerwokoesoemo
(maksud membentuk Negara,1950 dan ilmu politik 1950).
E. Ilmu Negara sebagai mata kuliah pada fakultas hukum di Indonesia
Pada masa kekuasaan hindia belanda, didirikan rechtshogeschool (R.H.S) di Batavia yang salah satu bagian atau vak yang diajarkan oleh guru-gurunya ialah sejarah perkembangan bangunan-bangunan negara yang ada pada waktu sekarang sebagai bagian pengantar untuk
hokum tata Negara positif.sifat pembahasan mengenai perkembangan bangunan-bangunan Negara ialah,kesejahteraan,yaitu sejarah diadakannya badan-badan Negara hindia
Pada masa awal kemerdekaan Indonesia,bagian atau vak sejarah perkembangan bangunan-bangunan Negara yang ada pada waktu sekarang sebagai bagian pengantar untuk
hokum tata Negara positif sebagaimana yang diajarkan di R.H.S di nilai bercorak colonial dan tidak dapat dipertanggung jawabkan untuk terus diajarkan pada fakultas hukum dan di alam kemerdekaan Indonesia,karna di fakultas hukum universitas leiden belanda tidak ditemukan
adanya bagian atau vak demikian.
Bagian atau vak yang ada difakultas-fakultas hukum dibelanda ialah ilmu Negara
umum,sebagai bagian atau vak pengantar untuk hukum tata Negara positif.sifat pembahasan ilmu Negara umum ialah filsafat-filsafat serta teori-teori atau poko-pokok mengenai Negara , yang mengupas asal mula Negara, hakikat Negara, bentuk-bentuk Negara, dan tipe-tipe
Negara.
Kemudian konsep ilmu Negara disesuaikan dengan melalakukan perubahan, yang
demikian dinamakan ilmu Negara (tanpa umum), karena ilmu Negara sesungguhnya bukanlah istilah yang di temukansebagai terjemahan algemeine staatsleer. Istilah ilmu Negara dipergunakan di fakultas hukum dan ilmu kemasyarakatan UI, Fakultas hukum, social dan
politik UGM mempergunakan istilah lain, yaitu ilmu politik. Perbedaan istilah itu di dasarkan pada pendekatan dan penyelidikan kedua ilmu. Ilmu Negara mendasarkan pada pendekatan
yuridis dan penyelidikanya dipengaruhi oleh ilmu hukum, sedangkan ilmu politik mendasarkan pada pendekatan inpiris dan penyelidikanya di pengaruhi oleh ilmu ilmu social, terutama sekali sosiologi
BAB III
ilmu Negara adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki asas-asas pokok dan
pengertian-pengertian pokok tentang Negara dan hokum tata Negara. Zaman klasik:
Socrates (470-399 SM) Socrates berpendapat bahwa negara bukanlah organisasi yang dibuat untuk kepentingan pribadi. Negara adalah suatu susunan yang objektif
bersandarkan kepada sifat hakikat manusia dan bertugas untuk melaksanakan hukum yang objektif yang memuat keadilan bagi masyarakat umum.
plato(±428/427-348/347 SM) Menurut Plato, asal mula negara adalah karena
banyaknya kebutuhan hidup dan keinginan manusia dan manusia tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan dan keinginannya.,
aritoteles(384-322 SM)
Aristoteles hanya mengakui adanya satu dunia Berkaitan dengan terjadinya Negara,
menurut Aristoteles, manusia berbeda dengan hewan sebab hewan dapat hidup sendiri sedangkan manusia sudah dikodratkan untuk hidup dengan manusia
lain.Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,manusia membutuhkan manusia lain. Polybius(204-122 SM)
Menurut Polybios, proses perkembangan, pertumbuhan dan kemerosotan
bentuk-bentuk negara secara psikologis bertalian dengan sifat-sifat manusia menurut ajaran Aristoteles, yaitu bahwa tidak adanya bentuk negara yang abadi disebabkan karena terkandung benih-benih pengrusakan, seperti pemberontakan, revolusi dll.
Zaman pertengahan : Thomas Aquinas(1225-1274)
Thomas Aquino membagi hukum ke dalam 4 golongan hukum, yaitu : - Lex Aeterna
- Lex Divina - Lex Positivis
- Principia Prima (asas-asas umum)
Tujuan negara menurut Dante adalah untuk menyelenggarakan perdamaian dunia dengan cara memberlakukan undang-undang yang sama bagi semua umat.
marsilius of padua(1275-1342).
Pada tahun 1324, terbit karya Marsiglio yang terkenal, yaitu Defenser Pacis, yang terdiri dari tiga buku atau dictiones, yaitu :
- Dictio Pertama menguraikan dasar-dasar negara.
Tujuan tertinggi negara adalah mempertahankan perdamaian, memajukan
kemakmuran dan memberi kesempatam kepada rakyat untuk mengembangkan dirinya secara bebas. Tugas utama negara untuk mencapai hal tersebut adalah menciptakan undang-undang demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
- Dictio Kedua menguraikan dasar-dasar gereja dan hubungannya dengan negara. Marsilius menginginkan agar Paus dipillih oleh rakyat sehingga kekuasaan tertinggi
diletakkan di tangan badan permusyawaratan gereja-gereja (concilie). - Dictio Ketiga menguraikan kesimpulan-kesimpulan
B.saran
Saran kami terutama bagi pembaca atau generasi bangsa agar dalam membaca makalah ini menjadi tertantang untuk menjalankan cita-cita bangsa serta menjaga keutuhan negara
Daftar Pustaka
KA pramana Pudja, Ilmu Negara, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009.
Busroh,Abu Daud,SH, Ilmu Negara, Jakarta: Bumi Aksara, 2011
Huda Ni’matul Dr.SH.,M.Hum. Ilmu Negara, Jakarta: grafindo persada, 2010
Irwana solole ,http://irwanasolole.wordpress.com/2011/11/07/ilmu-negara/, 07/04/2014; 15.20