SALINAN LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 27 TAHUN 2017
TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KURSUS DAN PELATIHAN BIDANG KETERAMPILAN KEPEMANDUAN WISATA, PEMELIHARAAN TAMAN, PEKARYA KESEHATAN, PETUKANGAN KAYU KONSTRUKSI, PEMASANGAN BATA, PERANCAH, PEMASANGAN PIPA, MEKANIK ALAT BERAT, BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING, PEMBUATAN BATIK DENGAN PEWARNA RAMAH LINGKUNGAN
1
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KURSUS DAN PELATIHANKEPEMANDUAN WISATA JENJANG III
2
PENDAHULUAN2.1
Latar BelakangIndonesia memiliki berbagai keunggulan untuk mampu berkembang menjadi negara maju. Keanekaragaman sumber daya alam, flora dan fauna, kultur, penduduk serta letak geografis yang unik merupakan modal dasar yang kuat untuk melakukan pengembangan di berbagai sektor kehidupan yang pada saatnya dapat menciptakan daya saing yang unggul di dunia internasional. Dalam berbagai hal, kemampuan bersaing dalam sektor sumber daya manusia tidak hanya membutuhkan keunggulan dalam hal mutu akan tetapi juga memerlukan upaya-upaya pengenalan, pengakuan, serta penyetaraan kualifikasi pada bidang-bidang keilmuan dan keahlian yang relevan baik secara bilateral, regional maupun internasional.
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) secara khusus dikembangkan untuk menjadi suatu rujukan nasional bagi upaya-upaya meningkatkan mutu dan daya saing bangsa Indonesia di sektor sumber daya manusia. Pencapaian setiap tingkat kualifikasi sumber daya manusia Indonesia berhubungan langsung dengan tingkat capaian pembelajaran (learning outcomes) baik yang dihasilkan melalui sistem pendidikan maupun sistem pelatihan kerja yang dikembangkan dan diberlakukan secara nasional. Oleh karena itu upaya peningkatan mutu dan daya saing bangsa akan sekaligus memperkuat jati diri bangsa Indonesia.
Kebutuhan Indonesia untuk segera memiliki KKNI sudah sangat mendesak mengingat tantangan dan persaingan global pasar tenaga kerja nasional maupun internasional yang semakin terbuka. Pergerakan tenaga kerja dari dan ke Indonesia tidak lagi dapat dibendung dengan peraturan atau regulasi yang bersifat protektif. Ratifikasi yang telah dilakukan Indonesia untuk berbagai konvensi regional maupun internasional, secara nyata menempatkan Indonesia sebagai sebuah negara yang semakin terbuka dan mudah tersusupi oleh kekuatan asing melalui berbagai sektor seperti sektor perekonomian, pendidikan, sektor ketenagakerjaan dan lain-lain. Oleh karena itu, persaingan global tidak lagi terjadi pada ranah internasional akan tetapi sudah nyata berada pada ranah nasional.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi tantangan globalisasi pada sektor ketenagakerjaan adalah meningkatkan ketahanan sistem pendidikan dan pelatihan secara nasional dengan berbagai cara antara lain.
1. Meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan.
2. Mengembangkan sistem kesetaraan kualifikasi antara capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan, pengalaman kerja maupun pengalaman mandiri dengan kriteria kompetensi yang dipersyaratkan oleh suatu jenis bidang dan tingkat pekerjaan.
3. Meningkatkan kerjasama dan pengakuan timbal balik yang saling menguntungkan antara institusi penghasil dengan pengguna tenaga kerja.
4. Meningkatkan pengakuan dan kesetaraan kualifikasi ketenagakerjaan Indonesia dengan negara-negara lain di dunia baik terhadap capaian pembelajaran yang ditetapkan oleh institusi pendidikan dan pelatihan maupun terhadap kriteria kompetensi yang dipersyaratkan untuk suatu bidang dan tingkat pekerjaan tertentu.
Secara mendasar langkah-langkah pengembangan tersebut mencakup permasalahan yang bersifat multi aspek dan keberhasilannya sangat tergantung dari sinergi dan peran proaktif dari berbagai pihak yang terkait dengan peningkatan mutu sumber daya manusia nasional termasuk Pemerintah, asosiasi profesi, asosiasi industri, institusi pendidikan dan pelatihan serta masyarakat luas.
Secara umum, kondisi awal yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan suatu program penyetaraan kualifikasi ketenagakerjaan tersebut nampak belum cukup kondusif dalam beberapa hal seperti misalnya belum meratanya kesadaran mutu di kalangan institusi penghasil tenaga kerja, belum tumbuhnya kesadaran tentang pentingnya kesetaraan kualifikasi antara capaian pembelajaran yang dihasilkan oleh penghasil tenaga kerja dengan deskripsi keilmuan, keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan di bidang kerja atau profesi termasuk terbatasnya pemahaman mengenai dinamika tantangan sektor tenaga kerja di tingkat dunia. Oleh karena itu upaya-upaya untuk mencapai keselarasan mutu dan penjenjangan kualifikasi lulusan dari institusi pendidikan formal dan nonformal, dengan deskripsi kompetensi kerja yang diharapkan oleh pengguna lulusan perlu diwujudkan dengan segera.
Kebudayaan. Salah satu infrastruktur yang penting dalam mencapai keselarasan mutu dan penjenjangan kualifikasi antara lulusan dari institusi penyelenggara kursus dan pelatihan dengan deskripsi kompetensi kerja yang diharapkan oleh pengguna lulusan adalah dokumen Standar Kompetensi Lulusan disingkat SKL, sebagaimana dinyatakan pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dalam hal penyusunan suatu SKL, dan Permendikbud Nomor 131 Tahun 2014 dan Permendikbud Nomor 5 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Kursus dan Pelatihan.
Dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, maka SKL kursus dan pelatihan disusun berbasis KKNI untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan kompetensi kerja dari pengguna lulusan di dunia kerja dan dunia industri. 2.2 Tujuan Penyusunan SKL
SKL kursus dan pelatihan disusun dengan tujuan untuk menjadi pedoman dalam merumuskan kurikulum, menentukan bahan pembelajaran, merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, serta menentukan lulusan peserta didik pada lembaga kursus dan pelatihan serta bagi yang belajar mandiri dan sebagai acuan dalam menyusun, merevisi, atau memutakhirkan kurikulum, baik pada aspek perencanaan maupun implementasinya.
2.3 Uraian Program
Kepemanduan wisata berkembang secara berkelanjutan di semua sektor kehidupan manusia, oleh karena itu program pendidikan Kepemanduan Wisata pada lembaga kursus dan pelatihan harus dapat beradaptasi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Program kursus dan pelatihan Kepemanduan Wisata meliputi.
1. Pemandu wisata lokal (pemandu museum, obyek wisata, kawasan wisata dan sejenisnya).
2. Pemandu wisata dalam kota (city sightseing tour). 3. Pemandu wisata lintas daerah.
Program kursus dan pelatihan kepemanduan wisata, merupakan program kursus dan pelatihan untuk menghasilkan seorang pemandu wisata. Program kursus dan pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta didik agar memiliki penguasaan kepemanduan wisata.
1.Nama program
Kursus dan Pelatihan Kepemanduan Wisata jenjang III. 2.Tujuan
a. Umum
Secara umum program kursus dan pelatihan kepemanduan wisata ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan operasional lengkap, kemampuan kerja, serta kewenangan dan tanggung jawab dalam bidang kepemanduan wisata sesuai dengan standar spesifikasinya.
b. Khusus
Secara khusus program kursus dan pelatihan Kepemanduan Wisata ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten meliputi.
3. Dasar dasar pelayanan. 4. Etiket.
5. Bahasa Indonesia dan salah satu bahasa asing. 6. Pengelolaan perjalanan wisata.
7. Prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan dalam bekerja. 8. PPP3K.
9. Tim Kerja.
10. Wawasan umum, kebangsaan dan pengetahuan pariwisata. 3.Manfaat
Program kursus dan pelatihan Kepemanduan Wisata ini bermanfaat bagi. a. Peserta didik kursus dan pelatihan: memiliki kemampuan kerja, pengetahuan, dan manajerial dalam mengelola program wisata, yang bisa digunakan sebagai bekal bekerja.
b. Pengguna pemandu wisata dapat merekrut calon pemandu wisata yang siap kerja.
c. Lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan kepemanduan wisata dapat menghasilkan lulusan kursus dan pelatihan yang terstandar. 4.Kualifikasi Peserta
Minimal lulusan SMA sederajat. 5.Metode Kursus dan Pelatihan
Metode kursus dan pelatihan yang dilakukan adalah pelatihan berbasis kompetensi dengan menggunakan metode pembelajaran; presentasi audio visual, ceramah, demontrasi/simulasi, pemecahan masalah, praktik, tanya jawab dan diskusi.
6.Uji Kompetensi
Uji kompetensi dilaksanakan pada akhir setiap program kursus dan pelatihan. Pelaksanaan uji kompetensi terdiri dari dua jenis tes, yaitu tes teori dan praktik. Tes teori dan praktik bertujuan untuk mengukur penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta kursus dan pelatihan Kepemanduan Wisata dalam proses melakukan pemanduan wisata.
Uji kompetensi diperlukan peserta didik untuk mendapat pengakuan keahlian secara nasional atau internasional di bidang Kepemanduan Wisata. Penyelenggaraan uji kompetensi diatur dalam Petunjuk Teknis Uji Kompetensi yang diterbitkan oleh Satuan Pendidikan yang Terakreditasi dan/atau Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK).
7.Sertifikat Kelulusan
Sertifikat kelulusan diberikan kepada peserta kursus dan pelatihan Kepemanduan Wisata yang telah dinyatakan lulus dalam uji kompetensi oleh Satuan Pendidikan yang Terakreditasi dan/atau Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) bidang Kepemanduan Wisata.
2.4 Pengertian
11.Capaian pembelajaran adalah kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja.
12.Pengetahuan adalah penguasaan teori oleh seseorang pada suatu bidang keilmuan dan keahlian tertentu atau pemahaman tentang konsep, fakta, informasi, dan metodologi pada bidang pekerjaan tertentu.
13.Sikap adalah penghayatan seseorang terhadap nilai, norma, dan aspek di sekitar kehidupannya yang tumbuh dari proses pendidikan, pengalaman kerja, lingkungan kehidupan keluarga, atau masyarakat secara luas.
14.Keterampilan adalah kemampuan psikomotorik dan kemampuan menggunakan metode, bahan, dan instrumen, yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja.
15.Kompetensi adalah akumulasi kemampuan seseorang dalam melaksanakan suatu deskripsi kerja secara terukur melalui asesmen yang terstruktur, secara mandiri dan bertanggung jawab di dalam lingkungan kerja.
16.Pengalaman kerja adalah internalisasi kemampuan dalam melakukan pekerjaan di bidang tertentu danselama jangka waktu tertentu
17.Deskripsi umum KKNI adalah deskripsi menyatakan karakter, kepribadian, sikap dalam berkarya, etika, moral dari setiap manusia Indonesia pada setiap jenjang kualifikasi sebagaimana dinyatakan pada lampiran Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012.
18.Deskripsi kualifikasi KKNI adalah deskripsi yang menyatakan ilmu pengetahuan, pengetahuan praktis, pengetahuan, afeksi dan kompetensi yang dicapai seseorang sesuai dengan jenjang kualifikasi 1 sampai 9 sebagaimana dinyatakan pada lampiran Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012.
19.Deskripsi capaian pembelajaran khusus adalah deskripsi capaian minimum dari setiap program kursus dan pelatihan yang mencakup deskripsi umum dan selaras dengan Deskripsi Kualifikasi KKNI.
20.Standar Kompetensi Lulusan berbasis KKNI adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan dan diturunkan dari capaian pembelajaran khusus pada level KKNI yang sesuai. Standar Kompetensi Lulusan berbasis KKNI dinyatakan oleh tiga parameter yaitu: Kompetensi, Elemen Kompetensi, Indikator kelulusan.
21.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk menghasilkan lulusan dengan capaian pembelajaran khusus.
3
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BERBASIS KKNI3.1
Profil LulusanLulusan program kursus dan pelatihan Kepemanduan Wisata Jenjang III KKNI ini memiliki penguasaan pengetahuan operasional lengkap dan kemampuan kerja, serta memiliki kewenangan dan tanggung jawab sebagai pemandu wisata yang profesional, meliputi kemampuan sebagai berikut.
1. Mengidentifikasi, memilih, menggunakan, memelihara, dan mengamankan peralatan dan perlengkapan dalam melakukan pemanduan wisata.
2. Mampu melaksanakan serangkaian tugas spesifik dalam pemanduan wisata.
3. Mampu melaksanakan tugas kepemanduan wisata yang merupakan bagian dari sebuah usaha perjalanan wisata maupun secara mandiri. 3.2 Jabatan Kerja
Jabatan kerja yang bisa ditempati dan dilakukan oleh lulusan kursus dan pelatihan Kepemanduan Wisata jenjang III ini sebagai pemandu wisata lokal, dalam kota, dan antar daerah baik bekerja pada orang lain maupun perorangan.
3.3 Capaian Pembelajaran 1. Deskripsi umum KKNI
Deskripsi umum KKNI sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 yang minimum wajib dimiliki dan dihayati oleh setiap lulusan kursus dan pelatihan adalah sesuai dengan ideologi Negara dan budaya Bangsa Indonesia, maka implementasi sistem pendidikan nasional dan sistem pelatihan kerja yang dilakukan di Indonesia pada setiap jenjang kualifikasi pada KKNI mencakup proses yang membangun karakter dan kepribadian manusia Indonesia sebagai berikut.
a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya.
c. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia.
d. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya.
e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan original orang lain.
f.Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas.
2. Deskripsi kualifikasi sesuai dengan jenjang pada KKNI Jenjang III
a. Mampu melaksanakan serangkaian tugas spesifik, dengan menerjemahkan informasi dan menggunakan alat, berdasarkan sejumlah pilihan prosedur kerja, serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu yang terukur, yang merupakan hasil kerja sendiri tanpa pengawasan.
b. Memiliki pengetahuan operasional yang lengkap, prinsip-prinsip serta konsep umum yang terkait dengan fakta bidang keahlian tertentu, sehingga mampu menyelesaikan berbagai masalah yang lazim dengan metode yang sesuai.
d. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas mutu hasil kerja orang lain.
3. Deskripsi Capaian Pembelajaran Khusus
Capaian pembelajaran kursus dan pelatihan Kepemanduan Wisata Jenjang III adalah.
PARAMETER DESKRIPSI CAPAIAN PEMBELAJARAN KHUSUS BIDANG KEPEMANDUAN WISATA SESUAI KKNI
JENJANG III SIKAP DAN TATA
NILAI Membangun dan membentuk karakter dan kepribadian manusia Indonesia yang. 1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya.
3. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia. 4. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial
dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya.
5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan original orang lain.
6. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan
bangsa serta masyarakat luas.
7. Menjunjung tinggi kode etik Pemandu Wisata. KEMAMPUAN DI
BIDANG KERJA Mampu melaksanakan serangkaian tugas spesifik dalam melaksanakan Pemanduan Wisata, yang mencakup kemampuan sebagai berikut.
1. Melaksanakan pekerjaan pemandu wisata yang meliputi.
a. Kemampuan untuk menerjemahkan program perjalanan yang akan digunakan.
b. Kemampuan untuk melakukan penjemputan wisatawan dari tempat kedatangan (bandara, stasiun, pelabuhan, penyeberangan, terminal bus) untuk diantar ke penginapan.
c. Kemampuan untuk melakukan pengantaran dari penginapan ke tempat keberangkatan (bandara, stasiun, pelabuhan,
penyeberangan, terminal bus).
d. Kemampuan untuk melakukan pemanduan wisata di dalam kendaraan dari tempat kedatangan sampai penginapan dan sebaliknya.
e. Kemampuan untuk melakukan penanganan bagasi wisatawan ditempat kedatangan, penginapan dan keberangkatan.
f. Kemampuan untuk menjelaskan obyek-obyek wisata dan hal-hal yang menarik bagi
wisatawan baik yang dilewati maupun yang dikunjungi.
g. Kemampuan menyampaikan informasi umum pada wisatawan berkaitan dengan
PARAMETER DESKRIPSI CAPAIAN PEMBELAJARAN KHUSUS BIDANG KEPEMANDUAN WISATA SESUAI KKNI
JENJANG III
h. Kemampuan untuk mengatur perjalanan wisata.
i. Kemampuan melakukan evaluasi perjalanan, meliputi laporan perjalanan dan keuangan. j. Kemampuan untuk melakukan persiapan
sebelum pelaksanaan perjalanan wisata. 2. Kemampuan berkomunikasi dengan kolega dan
pelanggan/wisatawan.
3. Kemampuan melakukan kerja sama dengan kolega dan pelanggan/wisatawan.
4. Melakukan proses pekerjaan sesuai dengan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
5. Kemampuan menangani situasi konflik. 6. Kemampuan melakukan evaluasi diri. PENGETAHUAN
YANG DIKUASAI Menguasai pengetahuan yang berkenaan dengan pelaksanaan Kepemanduan Wisata yang meliputi. 1. Teknik menerjemahkan program perjalanan yang
akan digunakan.
2. Prosedur penjemputan wisatawan dari tempat kedatangan (bandara, stasiun, pelabuhan, penyeberangan, terminal bus) untuk diantar ke penginapan.
3. Prosedur pengantaran dari penginapan ke tempat keberangkatan (bandara, stasiun, pelabuhan, penyeberangan, terminal bus)
4. Teknik pemanduan wisata di dalam kendaraan dari tempat kedatangan sampai penginapan dan
sebaliknya.
5. Prosedur penanganan bagasi wisatawan ditempat kedatangan, penginapan dan keberangkatan. 6. Pengetahuan berkaitan keberagaman budaya dan
sejarah obyek obyek wisata perlu dikuasai dan dipahami secara baik.
7. Informasi yang bersifat umum pada wisatawan berkaitan dengan keselamatan dan keamanan. 8. Teknik pengaturan perjalanan wisata.
9. Teknik evaluasi perjalanan, meliputi laporan perjalanan dan keuangan.
10. Prosedur persiapan sebelum pelaksanaan perjalanan wisata.
11. Teknik berkomunikasi dengan kolega dan pelanggan/wisatawan.
12. Prinsip kerja sama dengan kolega dan pelanggan/wisatawan.
13. Konsep umum tentang Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3).
14. Teknik Menangani situasi konflik. HAK DAN
TANGGUNG JAWAB
Bertanggung jawab dan berwenang pada pelaksanaan kepemanduan wisata secara keseluruhan yang
PARAMETER DESKRIPSI CAPAIAN PEMBELAJARAN KHUSUS BIDANG KEPEMANDUAN WISATA SESUAI KKNI
JENJANG III
1. Persiapan, pelaksanaan dan pelaporan/evaluasi perjalanan wisata.
2. Pengaturan, koordinasi dan penentuan hal-hal yang diperlukan dalam menjaga. keberlangsungan
perjalanan sesuai dengan program. 3.4 Ruang Lingkup Penyusunan
3.5 Standar Kompetensi Lulusan
Uraian standar kompetensi Lulusan berbasis KKNI terdiri dari. 1. Unit Kompetensi.
2. Elemen Kompetensi. 3. Indikator Kelulusan.
Sebagaimana dinyatakan pada tabel berikut ini.
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
Sikap dan Tata Nilai
23. Mengaktualisasi karakter dan
kepribadian manusia Indonesia.
1.1 Bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa. a. Melakukan kegiatan kepemanduan wisata dengan memperhatikan tata nilai keagamaan. b. Menjalankan tugas kepemanduan dengan menjaga moral dan
etika sebagai warga negara yang baik.
c. Melaksanakan tugas kepemanduan dengan memperhatikan kepekaan terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan.
d. Melakukan kegiatan kepemanduan dengan memperhatikan aturan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.
e. Dalam melakukan kegiatan kepemanduan wisata, turut serta menjaga, mengingatkan dan mempropagandakan kelestarian lingkungan.
1.2 Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air.
1.3 Bekerja sama dan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya.
1.4 Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan,
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
1.5 Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia.
1.6 Hasil kerja sesuai dengan kesepakatan pengguna dan tidak berdampak pada timbulnya keresahan
khalayak, tidak bertentangan dengan norma agama,
hukum serta norma yang berlaku.
1.7 Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki
semangat untuk
mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas.
1.8 Mengimplementasikan
kesadaran akan pelestarian/ keberlanjutan lingkungan.
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
2 Bekerja sama
dengan Kolega dan Pelanggan.
2.1 Berkomunikasi di tempat kerja.
2.2 Memberikan bantuan kepada wisatawan.
2.2.1 Lulus pada setiap indikator pengukuran dalam bentuk kuesioner yang mengukur.
a. Tingkat kejelasan informasi (menggu nakan tata bahasa yang mudah difahami, nada suara yang jelas).
b. Tingkat keramahan pemberi informasi.
c. Tingkat Kepekaan terhadap perbedaan budaya dan sosial yang dihadapi oleh minimal 4 individu wisatawan dengan latar belakang yang berbeda.
d. Kemampuan memilih teknik komunikasi yang tepat untuk menangai konflik antar individu dan kelompok.
e. Kemampuan melakukan resolusi konflik yang terjadi antar individu dan kelompok.
f. Dalam simulasi kerja dan dinilai oleh minimum tiga orang penguji
2.2.2 Peserta uji dapat menyajikan panduan tugas pokok dari pemandu dengan format, kedalaman dan keluasan isi yang sesuai dengan standar baku yang ditetapkan kursus pendidikan Dikmas Kemendikbud, dalam waktu yang ditentukan.
2.2.2 Ketepatan dan kejelasan dalam menyampaikan tugas pokok pemandu
2.2.3 Ketepatan dan kejelasan dalam menyampaikan solusi atas masalah yang terjadi selama proses pemanduan wisatawan dalam lingkup tugas pokoknya.
2.2.4 Ketepatan dan kejelasan dalam menyampaikan solusi atas masalah yang terjadi selama proses pemanduan wisata diluar lingkup tugas pokoknya.
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
2.3 Memelihara standar kinerja pribadi.
2.3.1 Peserta uji mampu menerapkan standar kinerja pribadi dengan memperhatikan.
a. Tempat kerja.
b. Keselamatan, keamanan dan kesehatan kerja.
c. Penampilan diri dalam simulasi yang dinilai oleh minimum 3 orang penguji.
2.4 Bekerja dalam satu tim. 2.4.1 Kemampuan menunjukan Kepercayaan, dukungan, dan rasa hormat kepada anggota tim selama pelaksanaan kegiatan. 2.4.2 Kemampuan mengako-modasi perbedaan budaya.
2.4.3 Kemampuan mengiden-tifikasi tujuan kerja tim secara bersama-sama.
2.4.4 Kemampuan menyelesaikan tugas individu sesuai dengan tenggang waktu yang telah ditetapkan.
2.4.5 Ketepatan mencari bantuan dari anggota tim apabila diperlukan.
2.4.6 Kemampuan dalam menawarkan bantuan kepada kolega. 2.4.7 Kemampuan menerima Umpan balik dan informasi dari
anggota tim.
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
3 Memberikan Bantuan Pada Kedatangan dan Keberangkatan
3.1 Melaksanakan penjemputan wisatawan dari tempat kedatangan ke tempat penginapan (Transfer in service)
3.1.1 Peserta uji mampu menerapkan pedoman penjemputan wisatawan dengan memperhatikan.
a. Ketepatan dalam memeriksa dan mencatat Informasi kedatangan wisatawan dengan teliti.
b. Kemampuan mengambil keputusan yang cepat dan tepat jika ada perubahan dalam jadwal kedatangan/
keberangkatan.
c. Kemampuan dalam mengkonfirmasi transportasi dengan perusahaan angkutan.
d. Kemampuan menggunakan berbagai teknik identifikasi/ pengenalan untuk memudahkan pelanggan mengenali lokasi pemandu wisata di terminal kedatangan dalam bentuk
simulasi kerja :
1)Menginformasikan berbagai fasilitas terminal yang
tersedia hendaknya secara tepat guna untuk memenuhi keperluan pelanggan.
2)Memeriksa daftar penumpang.
3)Mengatur rencana pengangkutan bagasi wisatawan dari terminal kedatangan.
4)Melakukan pengecekan bagasi, dan pengangkutannya sesuai prosedur
5)Melaksanakan pencarian dan pelaporan apabila terjadi kehilangan bagasi sesuai prosedur.
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
3.2 Menyampaikan informasi kepada wisatawan mengenai kondisi keamanan dan
penggunaaan fasilitas tempat menginap.
3.2.1 Lulus pada setiap indikator pengukuran dalam bentuk kuesioner yang mengukur.
a. Kemampuan memberikan kesan positif pada wisatawan pada saat penyambutan simulasi kerja. Penilaian diberikan oleh minimal 4 orang wisatawan.
b. Ketepatan memberikan informasi kepada wisatawan sebagai berikut.
1. Mengucapkan selamat datang dan perkenalan. 2. Menyampaikan informasi umum.
1) Rencana tur mendatang secara rinci. 2) Waktu setempat.
3) Nilai tukar dan fasilitas berbagai mata uang. 4) Pemberian tip.
5) Fasilitas akomodasi.
6) Letak hotel dan daerah sekitarnya. 7) Ikhtisar informasi tujuan.
Dilakukan dalam simulasi kerja dan dinilai 3 orang penguji. 3.3 Membantu proses check in
wisatawan di penginapan. 3.3.1 Peserta uji mampu membantu proses check in wisatawan yang meliputi. a. Menginformasikan prosedur check in kepada wisatawan di
tempat menginap.
b. Menawarkan bantuan yang ramah pada wisatawan untuk kelancaran check-in.
c. Membantu staf akomodasi selama check-in untuk
mengurangi kesulitan berkomunikasi antara wisatawan dan staf akomodasi.
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
3.4 Melaksanakan pengantaran wisatawan dari tempat penginapan ke tempat keberangkatan (transfer out service).
3.4.1 Peserta uji mampu menerapkan pedoman pengantaran wisatawan dengan memperhatikan.
a. Kemampuan memeriksa dan mengkonfirmasi catatan persiapan keberangkatan termasuk sarana transportasi, dokumen perjalanan maupun hal lain yang terkait sebelum keberangkatan.
b. Kemampuan menindaklanjuti perubahan jadwal keberangkatan dan hal-hal lain yang tak terduga jika diperlukan.
c. Kemampuan memeriksa daftar wisatawan beserta bagasinya secara terperinci sebelum keberangkatan.
d. Kemampuan memberitahukan wisatawan untuk memeriksa barang-barang milik pribadi seperti bagasi dan dokumen perjalanan lainnya.
e. Kemampuan menjelelaskan kepada wisatawan tentang prosedur check in serta pelayanan di tempat keberangkatan termasuk fasilitas yang tersedia.
Dalam sebuah simulasi kerja dengan tiga orang penguji. 4 Mengkoordinasikan
dan
mengoperasikan perjalanan wisata.
4.1 Merencanakan kegiatan
wisata. 4.1.1 Kemampuan untuk melakukan kegiatan wisata sesuai dengan petunjuk dan dokumen-dokumen dari penyelenggara wisata.
4.1.2 Dapat melakukan Perencanaan yang disesuaikan dengan faktor-faktor berikut.
a. Jenis wisatawan.
b. Minat khusus wisatawan. c. Jumlah wisatawan.
d. Lamanya pelaksanaan wisata.
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
4.2 Memberikan penjelasan
singkat kepada wisatawan. 4.2.1 Kemampuan memberikan Penjelasan sebelum pelaksanaan tur,yang disampaikan kepada wisatawan meliputi rencana perjalanan termasuk rute, jadwal dan hal-hal penting seperti. a. Prosedur kesela-matan, kesehatan dan keamanan kerja. 2. Peraturan peraturan lokal.
3. Prosedur di tempat-tempat khusus. 4. Prosedur pada saat wisata berakhir.
5. Adat istiadat dan Etika kesopanan yang berlaku. 6. Kegiatan Tur/ Wisata Tambahan.
4.3.1 Kemampuan menyampaikan Informasi yang dapat dimengerti oleh semua wisatawan.
Dalam sebuah simulasi kerja dengan tiga orang penguji
4.4 Hubungan dengan
rekan-rekan industri. 4.4.1 Kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan rekan rekan industri, seperti yang ditetapkan berikut ini. a. Masyarakat setempat.
b. Pengemudi Kendaraan/bus. c. Tour Manager.
d. Pramuwisata lokal. e. Biro Perjalanan Wisata. f. Perusahaan penerbangan.
g. Penyediaan produk (hotel, jasa boga). Penilaian diberikan minimal oleh 4 perwakilan industri.
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
4.6.1 Ketepatan dalam memberikan penjelasan pada wisatawan mengenai perubahan jadwal perjalanan yang tak terhindarkan. 4.7.1 Kemampuan melakukan perencanaan ulang program
perjalanan akibat perubahan jadwal sesuai kesepakatan. 4.8.1 Ketepatan menyampai-kan informasi pada rekanan akibat
perubahan jadwal.
4.4.5 Kemampuan memberikan informasi yang akurat kepada wisatawan untuk mengantisipasi keterlambatan.
4.4.6 Kemampuan berkomu-nikasi dengan pihak terkait yang
menyebabkan keterlambatan seperti maskapai penerbangan, kereta api, bus dan lain lain untuk bernegosiasi meminimalisir dampak keterlambatan.
Dalam sebuah simulasi kerja dengan tiga orang penguji 4.5 Memberikan bantuan dan
informasi umum kepada wisatawan.
4.5.1 Peserta uji menyam-paikan informasi dan bantuan kepada wisatawan dengan cara yang menyenangkan. Informasi yang disampaikan antara lain.
a. Peristiwa-peristiwa dan kegiatan-kegiatan lokal. b. Kebijakan pada saat kegiatan waktu bebas. c. Petunjuk-petunjuk umum.
d. Fasilitas setempat.
Penilaian diberikan oleh 4 orang wisatawan. 4.6 Mengatasi peristiwa yang
tidak diharapkan. 4.6.1 Kemampuan menjelas-kan, mengantisipasi serta menangani dengan cepat dan tepat peristiwa yang terjadi pada wisatawan seperti kecelakaan saat perjalanan wisata berlangsung.
4.6.2 Kemampuan mengelola keadaan yang tidak diharapkan dengan segera menghubungi pihak-pihak terkait dalam mengatasi masalah tersebut.
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
5 Menyusun rencana perjalanan.
Menyiapkan perangkat perjalanan.
5.1 Mengenali destinasi wisata. 5.1.1 Kemampuan mengidentifikasi destinasi wisata dengan memperhati-kan hal-hal sebagai berikut.
a. Aksesibilitas.
b. Sarana dan prasarana.
c. Peraturan dan/atau etika yang ada. 5.2 Mengenali kondisi khusus
destinasi wisata. 5.2.1 Kemampuan mengidentifikasi keunggulan destinasi. 5.3.1 Kemampuan mengelola waktu kunjungan.
5.4 Mengenali profil wisatawan. 5.4.1 Kemampuan mela kukan indentifikasi latar belakang wisatawan sesuai dengan profilnya.
5.5 Mengenali kebutuhan khusus
wisatawan. 5.5.1 Kemampuan melakukan identifikasi permintaan khusus wisatawan. 5.5 Mengenali perangkat
perjalanan.
5.5.1 Peserta uji melakukan identifikasi perangkat perjalanan dengan.
a. Memeriksa daftar periksa (check list) perangkat perjalanan sesuai dengan kebutuhan wisatawan.
b. Memastikan daftar periksa kelengkapan perangkat yang dibutuhkan seperti papan nama, bendera, voucher hotel, daftar nama wisatawan, rooming list, jadwal perjalanan, dll. 5.6 Memeriksa perangkat
perjalanan. 5.6.1 Kemampuan memeriksa fungsi perangkat perjalanan seperti, kelengkapan fasiltas kendaraan (AC, Microphone, dll). 5.7.1 Kemampuan mendokumentasikan perangkat perjalanan yang
akan digunakan (itinerary, peta, sign board, daftar peserta, kuesioner dll).
6 Menyiapkan
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
7.1 Menyusun informasi lokal yang dibutuhkan wisatawan.
7.1.1 Peserta uji menyusun informasi lokal yang dibutuhkan
wisatawan seperti, fasilitas-fasilitas yang ada di sekitar hotel seperti restoran, pusat kebugaran, mini market, spa dll.
8 Mengkomunikasikan
Informasi. 7.1 Menyajikan informasi. 7.1.1 Kemampuan menyampaikan Informasi terkini seputar hal yang berkaitan dengan kepemanduan seperti peristiwa penting, isu-isu politik, ekonomi, budaya dll.
7.1.2 Kemampuan menyampaikan informasi dengan teknik
presentasi yang atraktif dan edukatif serta dapat di mengerti oleh wisatawan.
Dilakukan dalam sebuah simulasi kerja oleh tiga orang penguji. 7.2 Melakukan interaksi dengan
wisatawan. 7.2.1 Kemampuan dalam melakukan perkenalan dengan salam pembuka sekaligus membangun partisipasi wisatawan. 7.2.2 Ketepatan dalam menjawab pertanyaan wisatawan. 7.2.3 Kemampuan dalam menyampaikan salam perpisahan. 8. Melakukan
Pemanduan di Objek Wisata.
8.1 Melakukan penanganan wisatawan pada saat tiba di objek wisata.
8.1.1 Peserta uji melakukan penanganan wisatawan antara lain. a. Mengarahkan wisa-tawan dengan memberikan panduan
sesuai program.
b. Menyampaikan informasi waktu kunjungan di obyek wisata.
8.1.2 Menyampaikan informasi mengenai obyek wisata. 8.2 Melakukan penanganan
wisatawan pada saat pemanduan berlangsung.
8.2.1 Kemampuan mengelola durasi kunjungan di obyek wisata. 8.2.2 Kemampuan pemandu menempatkan posisi yang tepat serta
mengendalikan pergerakan wisatawan. 8.3 Melakukan penanganan
wisatawan pada saat pemanduan berakhir.
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
9 Memimpin
perjalanan wisata. 9.1 Melakukan pengendalian pergerakan wisatawan.
9.1.1 Kemampuan mengelola ketepatan waktu sesuai dengan program perjalanan.
9.1.2 Kemampuan menggunakan teknik komunikasi yang tepat untuk menarik perhatian wisatawan.
9.1.3 Kemampuan melaksanakan aturan perjalanan yang telah disepakati bersama wisatawan.
Dilakukan dalam sebuah simulasi kerja oleh tiga orang penguji. 9.2 Menjaga nama baik dan
moral wisatawan. 9.2.1 Lulus pada setiap indikator pengukuran dalam bentuk kuesioner yang mengukur.
a. Pemahaman pada norma, hukum dan aturan yang berlaku sesuai dengan budaya Indonesia.
b. Kemampuan dalam menjelaskan norma, hukum dan budaya yang berlaku kepada wisatawan.
c. Kemampuan menyampaikan pesan dengan teknik yang tepat.
9.3 Menindaklanjuti kebutuhan
dan keluhan wisatawan. 9.3.1 Kemampuan menanggapi dan menindaklanjuti dan kebutuhan wisatawan. 10. Berkomunikasi
melalui Telepon. 10.1 Menjawab panggilan telepon. 10.1.1 Kemampuan menjawab panggilan telepon dengan cepat, tepat, jelas dan sopan sesuai dengan standar perusahaan.
10.1.2 Kemampuan untuk menyampaikan pesan, mencatat pada orang/departemen terkait dan jika diperlukan menjelaskan hal-hal yang diperlukan berkaitan dengan produk perusahaan dengan bahasa yang baik dan tepat.
Dilakukan dalam simulasi kerja dengan 3 orang penguji. 10.2 Melakukan Panggilan
Telepon.
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
10.2.2 Melakukan panggilan telepon sesuai etika dengan bahasa yang baik dan benar.
Dilakuan dalam simulasi kerja dengan 3 orang penguji. PENGETAHUAN YANG DIKUASAI
11 Mengembangkan dan meme lihara pengetahuan. umum yang diperlukan oleh pemandu wisata.
11.1 Mengumpulkan data informasi.
11.1.1 Peserta uji mampu mengumpulkan data informasi dengan mengenali dan mengakses sumber informasi secara tepat dan akurat.
11.1.2 Kemampuan mencari sumber informasi kredibel dan dapat diuji.
11.1.3 Kemampuan memilih informasi menurut kebutuhan wisatawan.
11.1.4 Kemampuan mendoku-mentasikan data informasi. 11.2 Mengembangkan dan
memelihara pengetahuan. 11.2.1 Peserta uji mampu memperbaharui pengetahuan umum yang meliputi. a. Indonesia (Perkembangan ekonomi dan Politik).
a. Perkembangan budaya daerah.
b. peristiwa terkini di daerah yang dikunjungi.
11.2.2 Kemampuan mengetahui Fasilitas setempat yang meliputi : fasilitas umum, seperti toilet, tempat istirahat, pusat
informasi, dll. 12 Bekerja dalam
lingkungan sosial yang berbeda.
12.1 Komunikasi dengan pelanggan.
12.1.1 Kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan serta partner kerja dengan berbagai latar belakang sosial dan budaya. 12.1.2 Ketepatan merespon apabila terjadi hambatan komunikasi
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
12.2 Menghadapi
kesalahpahaman antar budaya.
12.2.1 Kemampuan mengidentifikasi persoalan yang mengakibatkan konflik atau kesalahpahaman di tempat kerja, seperti karakter atau sifat wisatawan dari daerah tertentu, hal-hal yang
ditabukan, sensitifitas terhadap lingkungan baru (cuaca, suara) dll.
12.2.2 Kemampuan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti pimpinan rombongan, partner pengirim tamu, aparat dll.
12.3.1 Ketepatan mengambil keputusan bila terjadi kesalah pahaman akibat perbedaan budaya maupun bahasa di antaranya
berkoordinasi dengan pimpinan untuk ditindak lanjuti solusinya.
Dalam sebuah simulasi kerja dengan tiga orang penguji. HAK DAN TANGGUNG JAWAB
13 Membuat laporan
pemanduan wisata. 13.1 Membuat laporan kegiatan. 13.1.1 Kemampuan menyusun dan mendokumentasi kan laporan kegiatan perjalanan wisata. 14.1.1 Kemampuan menindaklanjuti dan melaporkan umpan balik
atau kritik serta saran wisatawan.
14.2 Membuat laporan keuangan. 14.2.1 Kemampuan membuat dan menyusun laporan keuangan kegiatan perjalanan yang telah dilaksanakan sekaligus mendokumentasikannya.
15 Mengikuti Prosedur Keamanan,
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
15.1 Prosedur keamanan kerja dan
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
14.1.2 Kemampuan memahami dan mengidentifikasi Perjanjian-perjanjian serta prosedur keamanan dan kesehatan kerja, seperti bagaimana mengajukan claim asuransi, perjanjian yang harus ditanda tangani sebelum masuk obyek wisata, hotel, dll. 14.1.3 Tanggap saat melihat kejadian yang mencurigakan dengan
segera melaporkan pada pihak yang berwenang. 14.2 Kaitan dengan situasi-situasi
darurat/ emergency. 14.2.1 Peserta uji melakukan identifikasi hal-hal yang perlu dilakukan berkaitan dengan batasan tanggung jawab di wilayah kerjanya dalam keadaan darurat.
14.2.2 Kemapuan melaksanan prosedur keadaan darurat diikuti sesuai aturan.
14.2.3 Responsif dalam mengambil tindakan yang diperlukan dalam keadaan darurat.
14.3.2 Ketepatan dalam memberikan laporan rincian keadaan darurat pada pihak terkait sesuai aturan.
Dalam sebuah simulasi kerja dengan tiga orang penguji. 14.4 Menjaga Standar Keamanan,
kebersihan dan kesehatan pada diri seorang pemandu.
14.3.1 Kemampuan menjaga performa atau tampilan diri sesuai dengan kondisi/keadaan sekitar tempat kerja terkait dengan kesehatan dan keamanan termasuk.
a. Menjaga kebersihan dan kesehatan masing-masing individu, seperti penggunaan masker, kaca mata, pelembab kulit dll. b. Berpakaian dan pemakaian alas kaki sesuai dengan kondisi
area kerja.
14.5 Memberikan umpan balik mengenai kesehatan,
keselamatan dan keamanan.
NO. UNIT KOMPETENSI KOMPETENSIELEMEN KELULUSANINDIKATOR
14.5.2 Melakukan prosedur antisipasi dan identifikasi sesuai dengan aturan yang berlaku baik dari perusahaan maupun pemerintah. 15 Melakukan Prosedur
Administrasi. 15.1 Proses dokumen dokumen kantor.
15.1.1 Kemapuan memproses dokumen sesua dengan prosedur perusahaan (voucher hotel, ticket pesawat terbang, dll) dengan batas waktu.
15.1.2 Kemampuan menggu-nakan peralatan kantor secara benar serta segera melaporkan apa bila terjadi kerusakan.
3.8 Dasar surat-menyurat. 15.1.3 Kemampuan menulis dengan benar, singkat dan jelas.
15.1.4 Kemampuan mengguna-kan tanda baca dan tata bahasa yang benar sekaligus meneliti kembali sebelum dikirim.
3.13 Mengurus/ menjaga system dokumen.
3.14 Rekognisi Pembelajaran Lampau
Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) adalah proses penilaian dan pengakuan berbasis KKNI, atas capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh selama hidupnya, baik melalui program pendidikan formal, informal, nonformal maupun secara otodidak.
RPL dapat dikembangkan pada sektor pendidikan, sektor ketenagakerjaan (kenaikan pangkat, jenjang karir) atau pemberian penghargaan dan pengakuan oleh masyarakat terhadap seseorang yang telah menunjukkan bukti-bukti unggul dalam keahlian atau kompetensi tertentu.
RPL diharapkan dapat memperluas akses dan kesempatan serta mempercepat waktu bagi masyarakat luas dalam meningkatkan kemampuan maupun keahliannya melalui program kursus dan pelatihan.
Pengembangan dan pelaksanaan RPL harus didasari oleh beberapa prinsip, antara lain.
1. Mengutamakan transparasi dan akuntabilitas. Informasi tentang proses penyelenggaraan dan persyaratan untuk mengikuti RPL harus dapat diakses secara luas baik oleh pengguna (indvidu yang membutuhkan) maupun masyarakat umum
2. Institusi atau lembaga penyelenggara RPL harus telah terakreditasi oleh badan akreditasi tingkat nasional, memiliki mandat yang sah dari institusi atau badan yang relevan dan berwenang untuk hal tersebut 3. Menunjukkan kesadaran mutu terhadap penyelenggaraan dan implikasi
RPL pada lulusan, khusus nya dan masyarakat luas pada umumnya
4. Setiap institusi atau lembaga penyelenggara RPL harus melakukan evaluasi secara berkelanjutan untuk menjamin pencapaian mutu lulusan sesuai dengan standar yang di tetapkan
4 PENUTUP
Program kursus dan pelatihan telah mulai berkembang sejak lama di berbagai negara maju, sehingga banyak jenis kursus dan pelatihan yang dikembangkan di Indonesia mungkin telah pula berkembang dengan baik di negara-negara lain. Oleh karena itu arah pengembangan lembaga kursus dan pelatihan di Indonesia pada waktu yang akan datang harus menuju ke arah internasionalisasi, sehingga dapat dicapai kesetaraan baik capaian pembelajaran, standar kompetensi atau mutu lulusan.
Tendensi pergerakan pekerja antar negara akan semakin besar di waktu yang akan datang sebagai implikasi dari globalisasi. Oleh karena itu lembaga kursus dan pelatihan di Indonesia akan menjadi salah satu penyedia tenaga kerja terampil yang potensial baik untuk Indonesia sendiri maupun negara-negara lain yang membutuhkan. Hal ini menuntut perlunya ditumbuhkan kesadaran yang tinggi akan penjaminan mutu berkelanjutan, baik dalam lingkungan internal lembaga penyelenggara maupun secara eksternal melalui badan-badan akreditasi dan sertifikasi. Keunggulan dalam memenangkan persaingan antara lulusan lembaga kursus dan pelatihan nasional dengan lembaga kursus dan pelatihan internasional harus menjadi salah satu fokus pengembangan di masa yang akan datang.
Sebagai bangsa yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya maka berbagai kursus dan pelatihan yang khas Indonesia sudah berkembang dengan pesat sampai saat ini, terutama dalam bidang teknik, pariwisata, kuliner, dan lain-lain. Walaupun demikian, masih diperlukan upaya untuk memperoleh pangakuan yang lebih luas baik di tingkat nasional maupun internasional, mengembangkan standar kompetensi lulusan yang khas serta menjadikannya sebagai kekayaan nasional.
Terkait dengan kursus dan pelatihan kepemanduan wisata ini, maka arah pengembangan spesifik yang akan dilakukan adalah: Lulusan dapat mengawali karir kerja di bidang Kepemanduan Wisata tingkat Pramuwisata Muda.