• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indah Bersahaja Mendandani Ruang Liturgi

N/A
N/A
KOMIKO@PLAID_PETRUS SLAMET PUTRA WIJAYA

Academic year: 2023

Membagikan "Indah Bersahaja Mendandani Ruang Liturgi "

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

Indah Bersahaja Mendandani

Ruang Liturgi

(2)

Bagian 1.

Dekorasi Ruang Liturgi

Menelusuri

Dokumen Gereja

(3)

PEGANGAN RESMI DARI GEREJA TENTANG

DEKORASI LITURGIS

BAGAIMANA TUNTUNAN DARI GEREJA?

BEBERAPA PANDANGAN

PARA PAUS Gereja tidak mengeluarkan

suatu dokumen atau pedoman khusus tentang

dekorasi liturgis.

"Menghias" Memang disebut dalam salah satu

buku

liturgis resmi

( Pedoman Umum Misale Romawi, selanjutnya di

tulis PUMR, no. 305).

Dilihat dari Bab Tujuh Konstitusi Liturgi Suci Sacrosanctum Concilium (4 Des 1963) yaitu tentang

"kesenian Religius dan perlengkapan Ibadat"

( no. 122-130).

Paus Paulus VI

pernah menerbitkan Motu Proprio berjudul

sacram liturgiam (25 Januari 1964)

dengan menyebut perlunya komisi kesenian suci dalam

setiap Keuskupan ( art. II, no. 280 ).

(4)

PEGANGAN RESMI DARI GEREJA TENTANG

DEKORASI LITURGIS

BAGAIMANA TUNTUNAN DARI GEREJA?

Dilihat dari Bab Tujuh Konstitusi Liturgi Suci Sacrosanctum Concilium (4 Des 1963) yaitu tentang

"kesenian Religius dan perlengkapan Ibadat"

( no. 122-130).

BEBERAPA PANDANGAN

PARA PAUS Gereja tidak mengeluarkan suatu

dokumen atau pedoman khusus tentang dekorasi liturgis.

"Menghias" Memang disebut dalam salah satu buku liturgis

resmi

( Pedoman Umum Misale Romawi, selanjutnya di tulis

PUMR, no. 305).

Paus Paulus VI pernah menerbitkan Motu Proprio

berjudul

sacram liturgiam

(25 Januari 1964) dengan menyebut perlunya komisi

kesenian suci dalam setiap Keuskupan ( art. II, no. 280 ).

PUMR YANG MENYEBUT HIASAN UNTUK MISA

Bahan untuk hiasan hendaknya asli. Seluruh perlengkapan gereja

hendaknya mendukung

pendidikan Imamat dan martabat ruang Kudus

( no. 292 ) dan beberapa aturan untuk menghias altar

( no. 296-308 ).

(5)

Apa arti kata "dekorasi" ?

Dekorasi bisa kita artikan sebagai "hal menghiasi" apa saja.

Dekorasi juga merupakan

"bentuk penghormatan, pemuliaan.", yang juga dibutuhkan dalam kegiatan

liturgis. yaitu untuk menghiasi dan

menghormati Sang Maha Suci yang hadir

di tengah umatnya.

(6)

Apakah tujuan dekorasi

sama dengan tujuan kesenian liturgis?

Tujuan kesenian Liturgi itu searah dengan tujuan Liturgi itu sendiri yakni glorifikasi

pemuliaan bagi Allah dan santifikasi (pengudusan bagi manusia). Dekorasi yang dibuat tidak boleh bertentangan dengan liturgi karena bukan sekedar untuk membuat suasana berbeda namun terutama adalah demi suksesnya doa.

Bagaimana dekorator ikut memuliakan Allah?

•Para dekorator perlu meresapkan tujuan kesenian liturgis yang tidak bisa tidak juga merupakan tujuan dekorasi liturgis. Mereka perlu memahami seluk beluk liturgi yang sebaiknya dari sisi teologi hingga estetikanya.

•Dekorasi liturgis membantu mewujudkan rupa-citrasurgawi

(7)

Tiga patokan yang perlu di perhatikan

1. Sesuai dengan semangat pembaruan liturgi modern bahwa peran keterlibatan aktif dan kehadiran umat perlu diperhatikan (SC, 14, 28 ).

2. Karya-karya seni atau unsur dekorasi hendaknya tidak berlebihan menampilkan wajah yang sederhana namun Luhur (PUMR

292,305) serta senada dengan iman, kesusilaan dan kesalehan Kristiani.

3. Mengedepankan makna dan fungsi objek liturgisnya.

Menghiasi ruang untuk perayaan liturgi

Aneka unsur karya seni bisa menjadi bagian dari dekorasi itu. Ruang yang dihiasi dengan karya seni

akan tampak indah karena memang itulah tujuan menghiasi atau mendekor suatu ruangan

.

(8)

1. Liturgi Selalu dalam Suatu Tempat •Tempat untuk liturgi

•Tempat yang memadai •Mengindahkan Interior

2. Liturgi perlu suasana yang ramah •Keramahan dan keterlibatan

•Dekorasi yang ramah

3. Liturgi Menjadi Gambaran Kerajaan Surga

Dekorasi liturgis harus mampu menyampaikan bobot misteri yang

mestinya berupaya untuk menampilkan makna atau nilai-nilai terdalam, dalam hal ini misteri, kebenaran atau Allah sendiri.

Karenanya dekorasi bukan cuma tentang keindahan.

RUANG LITURGIS, RUANG SUCI, RUANG BERSAMA

(9)

Bagian 2.

Pelayanan Artis-Floral Untuk Liturgi

(10)

Julukan apa yang tepat?

Seorang “Florist” biasanya juga berbakat seorang “artist”.

Artinya, ahli merangkai bunga biasanya berjiwa seni juga.

Melakoni peran pelayan

Harus lebih mengutamakan kepentingan liturgi daripada kepentingan dan ambisi pribadi.

Menghayati spiritualitas pelayanan yang khas Ada suatu etika, bahkan suatu “spiritualitas”

pelayanan artistic, yang dengan caranya menyampaikan sumbangan kepada hidup dan

pembaruan rakyat [baca : umat]”

(4 April 1999, Yohanes Paulus II, Surat kepada Para Artis,4.)

(11)

MENGGALI SPIRITUALITAS

TIGA DASAR PENGHAYATAN

Bagai Lilin yang meneruskan doa-doa kita kepada Allah rangkaian bunga liturgis pun

menjadi perpanjangan doa kita sekaligus kenangan akan peristiwa keselamatan

yang dibawakan kristus.

1.Dasar Antropologis 2.Dasar Biblis-Teologis

3.Dasar Liturgis

UNGKAPAN DOA DAN PUJIAN

LITURGI, DEKORASI, BUNGA

Dekorasi dalamperayaan liturgi sebenarnya bermaksud menambah unsurkeindahan perayaan liturgis dan

menarik kita kedalam persatuan

dengan Allah, Sang Keindahan Sejati.

•Dekorasi dalam masa dan tingkat perayaan liturgi

•Bunga, unsur lazim dekorasi liturgi

•Ungkapkan pesandengan bunga

(12)

UNSUR FLORA DALAM TATA RUANG LITURGIS

Di mana sebaiknya bunga-bunga itu ditempatkan dalam saturuang liturgis?

Dua ruang dalam Gereja

Ruang bagian untuk imam dan para petugas pelayanan seputar altar dan bagian untukumat yang berpartisipasi.

Perabot-perabot utama

Contoh perabot utama adalah altar, ambo/mimbar, dan kursi imam. Unsurlainnya yaitutabernakel, mejakrendens, kursipelayan altar, tempat lilin, salib, dan sebagainya, di tata sesuai dengannorma liturgi.

(Bila bukan di Gereja aturan-aturan untuk gedung gereja di atas juga berlaku untuk ruang liturgis non-gereja yang dapat berupa tempat yang lebih kecil atau lebih besar.)

Dekorasi menjumput aneka unsur duniawi dan mengusungnya kedalam liturgi, Membantu menciptakan ruang dan waktu Ilahi.

(13)

Bagian 3.

MERANCANG DAN MEWUJUDKAN

(14)

Meskipun dekorasi dan bunga lebih melayani

indra penglihatan namun kemampuan indera lain pun dapat

mempengaruhi kesan dan pengalaman unik

ketika memandang dan menikmati karya artistik,

mencium baunya, atau bahkan menyentuhnya.

UNSUR-UNSUR

ARTISTIK-NYA, YAITU :

Kesederhanaan yang luhur ( noble simplicity)

Kelaziman ( commonness) Keindahan ( beauty)

Kualitas dan kepantasan.

( quality and appropriateness) Keaslian ( authenticity)

(15)

RUANG DAN RANCANGAN

Kemudian ada beberapa hal yang harus diwaspadai karena

kebiasaan latah yang kurang tepat tapi selalu

di ulang dan sebenarnya tidak efektif

1.Penggandaan ( duplikasi) 2.Pelemahan Simbol Pamer ( primaru symbol) oleh hal-hal

sekunder.

3.Pemanfaatan Ruang kosong

Setiap titik ruangan dan interiornya

dapat dikatakan memiliki kekayaan atau nilai

tersendiri. Bisa mendukung atau malah mengacaukan.

Semua pihak perlu peduli dengan hal ini.

(16)

Dekorasi Floral untuk Altar

Altar sebagai pusat perhatian

PUMR 296, Altar merupakan tempat untuk menghadirkan kurban salib dengan

menggunakan tanda-tanda sacramental.

Sekaligus altar merupakan meja perjamuan Tuhan…Altar merupakan juga pusat ucapan syukur yang diselenggarakan dalam perayaan ekaristi

Menghias Altar?

PUMR 305, Dalam menghias altar hendaknya tidak berlebihan …

Hiasan bunga hendaknya diletakkan disekitar altar, bukan diatasnya …Setiap unsur hiasan sebaiknya “tidak berlebihan” dan ditata sesuai dengan fungsinya “menghiasi”

Jangan hanya merangkai bunga altar

Konsep “menghias altar“

dimasukkan dalam konsep

“menghias seluruh ruang”

untukperayaan liturgis.

Panjang Altar

Para decorator hendaknya mengedepankan makna dan

fungsi altar dalam seluruh

kerangka Perayaan Ekaristi dan hendaknya

tidak berlebihan.

(17)

SATU MIMBAR SAJA.

Kehadiran dekorasi di sekiranya bisa merusak sosok mimbar itu sendiri.

Perlu pertimbangan tata letak yang jitu

Seperti halnya hanya satu altar untuk satu misa demikian juga cukuplah

satu mimbar yang digunakan untuk melaksanakan Liturgi

Sabda.

MIMBAR

PUSAT PERHATIAN SELAMA LITURGI SABDA

KURSI IMAM

Kursi Imam Janganlah tersembunyi atau tertutup perabot lainnya. Demikian juga perlulah waspada jika

hendak menambahkan unsur dekorasi atau Floral untuk kursi Imam.

TABERNAKEL

Para dekorator harus hati-hati pada saat

melaksanakan tugas. Pastikan kembali apakah di dalam tabernakel masih terdapat sakramen

Mahakudus.

TEMPAT PATUNG DAN GAMBAR ORANG KUDUS

Meletakkan patung dan gambar amat bervariasi ada yang mudah dijangkau sampai diletakkan

ke tempat tinggi. Nah biasanya yang mudah terjangkau dan penempatan mencolok mata

sering dijadikan sasaran untuk dihiasi.

Bila hiasan untuk patung atau gambar itu berlebihan maka kehadiran patung atau gambar bisa tenggelam

kalah dengan kehebohan dekorasinya.

(18)

Profesi Perangkai Bunga :

K S A

(19)

SKL & KURIKULUM

Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral

JENJANG III

KKNI

(20)
(21)

Menurut

MGR. Antonius Subianto

Hiasan dalam Berliturgi dikenal sebagai tata ibadat yang hikmat.

Liturgi yang merupakan ungkapan syukur kepada Allah ini ditata sedemikian rupa sehingga ada keteraturan

dan keharmonisan yang memancarkan keindahan dan keagungan Tuhan.

Di balik tata liturgi, ada landasan teologis dan biblis mengapa kita melakukan liturgi tertentu.

(22)

Menghasilkan lulusan yang kompeten yaitu memiliki sikap dan tata nilai, kemampuan dan pengetahuan operasional yang lengkap, prinsip- prinsip serta konsep umum yang terkait dengan serangkaian tugas merangkai 15 pola dasar rangkaian bunga segar dalam wadah dengan menggunakan bahan dan alat sesuai standar merangkai bunga nasional dan internasional sehingga rangkaian yang dihasilkan sesuai dengan konsep acara. meliputi;

1. Menentukan desain sesuai dengan konsep acara 2. Mengolah bahan sesuai dengan desain yang dipilih

3. Merangkai bunga segar sesuai dengan desain yang dipilih

T UJ UAN PROGR A M KU RS U S DA N P E L ATIHAN S E N I M E R A N GKA I

B U N G A DA N DESAIN F LO R A L

J E N JA N G I I I K K N I

(23)

Bagi Peserta: memiliki kemampuan kerja dan penguasaan mengenai serangkaian tugas merangkai bunga didalam wadah berdasarkan 15 pola dasar rangkaian bunga

manusia

Bunga yang yang Bagi Lembaga: memiliki sumber daya

memenuhi kualifikasi sebagai

Perangkai berstandar nasional.

M A N FA AT PROGR A M KU RS U S DA N PE L ATIHAN S E N I M E R A N GKA I

B U N G A DA N DESAINF LO R A L

J E N JA N G I I I K K N I

(24)

KUA L I F I K AS I PES E RTA

Minimal pendidikan SMP/sederajat.

UJ I KO M PE T E N S I

Uji kompetensi dilaksanakan pada akhir setiap program kursus dan pelatihan dilaksanakan. Pelaksanaan uji kompetensi terdiri atas dua jenis tes yaitu tes teori dan praktik. Tes teori bertujuan untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta kursus dan tes praktik dilakukan untuk mengukur keterampilan (skill) dalam lingkup kompetensi kerja yang ditetapkan. Kelulusan peserta kursus dan pelatihan didasarkan pada uji kompetensi yang dilakukan oleh lembaga kursus dan pelatihan yang terakreditasi.

(25)

PRO FIL LULUSAN

Lulusan program kursus dan pelatihan Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral Jenjang III KKNI memiliki sikap dan tata nilai, kemampuan dan pengetahuan operasional yang lengkap, prinsip-prinsip serta konsep umum yang terkait dengan serangkaian tugas merangkai 15 pola dasar rangkaian bunga segar dalam wadah dengan menggunakan bahan dan alat sesuai standar merangkai bunga nasional dan internasional sehingga rangkaian yang dihasilkan sesuai dengan konsep acara.

(26)

JABATAN PEKERJAAN

Perangkai Bunga / Floral Arranger Staff Florist

(27)

Pelayan Liturgis Dekorasi Gereja

(28)

Capaian PembelajaranBidang Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral

Sesuai KKNI jenjang III

SIKAP DAN TATA NILAI

yang baik di dalam 1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Memiliki moral, etika, dan kepribadian menyelesaikan tugasnya.

3. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia.

4. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan

kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya.

5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan orisinal orang lain.

6. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas.

(29)

Capaian PembelajaranBidang Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral

Sesuai KKNI jenjang III

KEMAMPUAN DI BIDANG KERJA

Mampu melakukan serangkaian tugas merangkai 15 pola dasar rangkaian bunga segar dalam wadah dengan menggunakan bahan dan alat sesuai standar merangkai bunga nasional dan internasional sehingga rangkaian yang dihasilkan sesuai dengan konsep acara, meliputi;

1. Memilih desain sesuai dengan konsep acara

2. Mengolah bahan sesuai dengan desain yang dipilih

3. Merangkai bunga segar sesuai dengan desain yang dipilih

(30)

Capaian PembelajaranBidang Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral

Sesuai KKNI jenjang III

PENGETAHUAN

YANG DIKUASAI

1. Prinsip pengaplikasian berbagai jenis hortikultura dalam pola dasar rangkaian bunga

2. Prinsip dan konsep umum pola dasar rangkaian bunga 3. Pengetahuan tentang alat dan bahan merangkai

bunga segar

4. Pengetahuan operasional lengkap tentang tata cara merangkai 15 pola rangkaian dasar

(31)

Capaian PembelajaranBidang Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral

Sesuai KKNI jenjang III

HAK DAN

TANGGUNGJAWAB

1. Mampu bekerja sama dan melakukan komunikasi dalam memilih desain sesuai dengan konsep acara, mengolah bahan sesuai dengan desain yang dipilih, merangkai bunga sesuai dengan desain yang dipilih

2. Bertanggung jawab pada tugas merangkai 15 pola dasar rangkaian bunga segar dalam wadah dan dapat diberi tanggung jawab atas

kuantitas dan mutu hasil kerja orang lain dengan melakukan:

a) memberikan layanan prima sesuai standar layanan perusahaan

b) menjaga keamanan, kebersihan dan keselamatan di lingkungan kerja

(32)

Capaian PembelajaranBidang Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral

Sesuai KKNI jenjang III

KEWIRAUSAHAAN

1. Mampu memasarkan rangkaian bunga

2. Menguasai pengetahuan

operasional dasar dan faktual bidang kewirausahaan meliputi:

a. Pasokan bahan baku

b. Struktur biaya dan harga jual yang kompetitif

c. Promosi hasil rangkaian d. Bentuk bentuk usaha

(33)

15 pola dasar rangkaian bunga

(34)

-STRUKTUR KOMPETENSI LULUSAN-

1 . M E N E N TU KAN DESAIN

S ES UA I D E N G AN KO NS E P AC AR A

(35)

C O N T O H F O R M

P E M E S A N A N B U N G A

F O R M P E M E S A N A N B U N G A

T a n g g a l p e m e s a n a n : T a n g g a l P e n g i r i m a n : N a m a P e m e s a n :

N o . T l p p e m e s a n : N a m a P e n e r i m a : N o . T l p p e n e r i m a :

B e n t u k R a n g k a i a n : K e b u t u h a n A c a r a : W a r n a :

M a t r i a l B u n g a : U k u r a n :

H a r g a :

(36)

-STRUKTUR KOMPETENSI LULUSAN-

2. MENGOLAH BAHAN SESUAI DESAIN YANG

DIPILIH

(37)
(38)

-STRUKTUR KOMPETENSI LULUSAN-

3 . MERANGKAI BUNGA SESUAI DENGAN DESAIN

YANG DIPILIH

(39)
(40)

Mendandani Ruang Liturgi dengan keindahan Flora

• Bunga/Daun Potong

• Tanaman Hidup

(41)
(42)
(43)
(44)
(45)

Wadah, bentuk, jenis, dan tekstur tanaman

(46)

Bentuk daun lebar

(47)

Bentuk tanaman tegak

(48)

Tekstur tanaman

(49)

• 1.Tanaman Hias Daun

Jenis -jenis tanaman hias

(50)

• 2. Tanaman Hias Bunga

(51)

• 3. Tanaman Hias Buah

(52)

• 4. Tanaman Hias Pohon

(53)

• 5. Tanaman Hias Akar

(54)

• 6.Tanaman Hias Merambat

(55)

6.Tanaman Hias Pot yang bisa dipakai

(56)

• 7. Tanaman hias berwarna

(57)
(58)

Jumlah Pot:

Jumlah pot disesuaikan dgn tempat yg tdk boleh berlebihan, sehingga tdk menggangu

jalannya liturgi

(59)

JENIS DAN PEMELIHARAAN Tanaman Pot

dalam ruangan

(60)

TUJUAN

Guna menciptakan suasana indah nan nyaman.

Menghadirkan suatu

keindahan dan kekudusan yang mana merupakan

sebuah rahmat Tuhan melalui ciptaan-Nya

(tanaman pot). Sehingga

umat bisa semakin khusuk pada saat melakukan doa.

Menghadirkan kekudusan

melalui ciptaanNya

(61)

Cara memilih tanaman pot

Tanaman indoor

- Kondisi tanaman haruslah bersih dari debu maupun kotoran.

- Tanaman yang baik adalah yang

tidak memiliki penyakit dan hama.

(62)

Mengenal karakter tanaman

• Tumbuh keatas , tunggal

• Rimbun, bercabang

• Menjalar

• Gantung

• Daun besar dan tebal

• Daun kecil,halus

• Batang keras/ lunak

(63)

• Perhatikan tinggi tumbuh tanaman : arah dan ukuran

• Ketahanan daun dari tangkai dan dahannya

• Tanaman memerlukan air dan nutrisi

• Media didalam tanah membantu menampung air

• Hindari genangan air diluar pot

• Berpotensi terserang penyakit tanaman /dirusak serangga

• Gunakan wadah/ pot yang tahan air

• Memperhatikan Estetika tanaman dengan memaksimalkan keindahan tanaman

Fakta tanaman pot

sebagai hiasan yang perlu diperhatikan

(64)

PEMELIHARAAN TANAMAN HIAS POT

DIDALAM RUANGAN

(65)

TEORI WARNA

Power point presentation by: Dellaocta

(66)

Menurut Teori Brewster,

warna di alam dibagi menjadi 4 kelompok warna, yaitu:

Warna Primer

Warna

sekunder Warna tertier

Warna

Netral

(67)

Warna Primer

Merupakan warna dasar yang

tidak merupakan campuran dari

warna-warna lain. Warna yang

termasuk dalam golongan

warna primer adalah merah ,

biru, dan kuning.

(68)

Warna sekunder

Merupakan hasil pencampuran

warna-warna primer dengan

proporsi 1:1. Misalnya warna

jingga merupakan hasil

campuran warna merah

dengan kuning, hijau adalah

campuran biru dan kuning,

dan ungu adalah campuran

merah dan biru.

(69)

Warna tertier

Merupakan campuran salah satu

warna primer dengan salah satu

warna sekunder. Misalnya warna

jingga kekuningan didapat dari

pencampuran warna kuning dan

jingga. Warna coklat merupakan

campuran dari ketiga warna

merah, kuning dan biru.

(70)

Warna netral

Warna netral merupakan hasil

campuran ketiga warna dasar

dalam proporsi 1:1:1. Warna ini

sering muncul sebagai

penyeimbang warna-warna

kontras di alam. Biasanya hasil

campuran yang tepat akan

menuju hitam.

(71)
(72)
(73)

Kombinasi warna monokromatis

Merupakan gradasi warna dari yang paling tua hingga yang paling muda.

Dari hue, tint, tone,

lalu shade

(74)

Kombinasi warna analog

Merupakan warna yang

bersebelahan

dalam lingkaran

warna

(75)

Kombinasi warna Komplementer

Merupakan warna yang

bersebrangan

dalam lingkaran

warna

(76)

Referensi

Dokumen terkait