Indah Bersahaja Mendandani
Ruang Liturgi
Bagian 1.
Dekorasi Ruang Liturgi
Menelusuri
Dokumen Gereja
PEGANGAN RESMI DARI GEREJA TENTANG
DEKORASI LITURGIS
BAGAIMANA TUNTUNAN DARI GEREJA?
BEBERAPA PANDANGAN
PARA PAUS Gereja tidak mengeluarkan
suatu dokumen atau pedoman khusus tentang
dekorasi liturgis.
"Menghias" Memang disebut dalam salah satu
buku
liturgis resmi
( Pedoman Umum Misale Romawi, selanjutnya di
tulis PUMR, no. 305).
Dilihat dari Bab Tujuh Konstitusi Liturgi Suci Sacrosanctum Concilium (4 Des 1963) yaitu tentang
"kesenian Religius dan perlengkapan Ibadat"
( no. 122-130).
Paus Paulus VI
pernah menerbitkan Motu Proprio berjudul
sacram liturgiam (25 Januari 1964)
dengan menyebut perlunya komisi kesenian suci dalam
setiap Keuskupan ( art. II, no. 280 ).
PEGANGAN RESMI DARI GEREJA TENTANG
DEKORASI LITURGIS
BAGAIMANA TUNTUNAN DARI GEREJA?
Dilihat dari Bab Tujuh Konstitusi Liturgi Suci Sacrosanctum Concilium (4 Des 1963) yaitu tentang
"kesenian Religius dan perlengkapan Ibadat"
( no. 122-130).
BEBERAPA PANDANGAN
PARA PAUS Gereja tidak mengeluarkan suatu
dokumen atau pedoman khusus tentang dekorasi liturgis.
"Menghias" Memang disebut dalam salah satu buku liturgis
resmi
( Pedoman Umum Misale Romawi, selanjutnya di tulis
PUMR, no. 305).
Paus Paulus VI pernah menerbitkan Motu Proprio
berjudul
sacram liturgiam
(25 Januari 1964) dengan menyebut perlunya komisi
kesenian suci dalam setiap Keuskupan ( art. II, no. 280 ).
PUMR YANG MENYEBUT HIASAN UNTUK MISA
Bahan untuk hiasan hendaknya asli. Seluruh perlengkapan gereja
hendaknya mendukung
pendidikan Imamat dan martabat ruang Kudus
( no. 292 ) dan beberapa aturan untuk menghias altar
( no. 296-308 ).
Apa arti kata "dekorasi" ?
Dekorasi bisa kita artikan sebagai "hal menghiasi" apa saja.
Dekorasi juga merupakan
"bentuk penghormatan, pemuliaan.", yang juga dibutuhkan dalam kegiatan
liturgis. yaitu untuk menghiasi dan
menghormati Sang Maha Suci yang hadir
di tengah umatnya.
Apakah tujuan dekorasi
sama dengan tujuan kesenian liturgis?
Tujuan kesenian Liturgi itu searah dengan tujuan Liturgi itu sendiri yakni glorifikasi
pemuliaan bagi Allah dan santifikasi (pengudusan bagi manusia). Dekorasi yang dibuat tidak boleh bertentangan dengan liturgi karena bukan sekedar untuk membuat suasana berbeda namun terutama adalah demi suksesnya doa.
Bagaimana dekorator ikut memuliakan Allah?
•Para dekorator perlu meresapkan tujuan kesenian liturgis yang tidak bisa tidak juga merupakan tujuan dekorasi liturgis. Mereka perlu memahami seluk beluk liturgi yang sebaiknya dari sisi teologi hingga estetikanya.
•Dekorasi liturgis membantu mewujudkan rupa-citrasurgawi
Tiga patokan yang perlu di perhatikan
1. Sesuai dengan semangat pembaruan liturgi modern bahwa peran keterlibatan aktif dan kehadiran umat perlu diperhatikan (SC, 14, 28 ).
2. Karya-karya seni atau unsur dekorasi hendaknya tidak berlebihan menampilkan wajah yang sederhana namun Luhur (PUMR
292,305) serta senada dengan iman, kesusilaan dan kesalehan Kristiani.
3. Mengedepankan makna dan fungsi objek liturgisnya.
Menghiasi ruang untuk perayaan liturgi
Aneka unsur karya seni bisa menjadi bagian dari dekorasi itu. Ruang yang dihiasi dengan karya seni
akan tampak indah karena memang itulah tujuan menghiasi atau mendekor suatu ruangan
.
1. Liturgi Selalu dalam Suatu Tempat •Tempat untuk liturgi
•Tempat yang memadai •Mengindahkan Interior
2. Liturgi perlu suasana yang ramah •Keramahan dan keterlibatan
•Dekorasi yang ramah
3. Liturgi Menjadi Gambaran Kerajaan Surga
Dekorasi liturgis harus mampu menyampaikan bobot misteri yang
mestinya berupaya untuk menampilkan makna atau nilai-nilai terdalam, dalam hal ini misteri, kebenaran atau Allah sendiri.
Karenanya dekorasi bukan cuma tentang keindahan.
RUANG LITURGIS, RUANG SUCI, RUANG BERSAMA
Bagian 2.
Pelayanan Artis-Floral Untuk Liturgi
Julukan apa yang tepat?
Seorang “Florist” biasanya juga berbakat seorang “artist”.
Artinya, ahli merangkai bunga biasanya berjiwa seni juga.
Melakoni peran pelayan
Harus lebih mengutamakan kepentingan liturgi daripada kepentingan dan ambisi pribadi.
Menghayati spiritualitas pelayanan yang khas Ada suatu etika, bahkan suatu “spiritualitas”
pelayanan artistic, yang dengan caranya menyampaikan sumbangan kepada hidup dan
pembaruan rakyat [baca : umat]”
(4 April 1999, Yohanes Paulus II, Surat kepada Para Artis,4.)
MENGGALI SPIRITUALITAS
TIGA DASAR PENGHAYATAN
Bagai Lilin yang meneruskan doa-doa kita kepada Allah rangkaian bunga liturgis pun
menjadi perpanjangan doa kita sekaligus kenangan akan peristiwa keselamatan
yang dibawakan kristus.
1.Dasar Antropologis 2.Dasar Biblis-Teologis
3.Dasar Liturgis
UNGKAPAN DOA DAN PUJIAN
LITURGI, DEKORASI, BUNGA
Dekorasi dalamperayaan liturgi sebenarnya bermaksud menambah unsurkeindahan perayaan liturgis dan
menarik kita kedalam persatuan
dengan Allah, Sang Keindahan Sejati.
•Dekorasi dalam masa dan tingkat perayaan liturgi
•Bunga, unsur lazim dekorasi liturgi
•Ungkapkan pesandengan bunga
UNSUR FLORA DALAM TATA RUANG LITURGIS
Di mana sebaiknya bunga-bunga itu ditempatkan dalam saturuang liturgis?
Dua ruang dalam Gereja
Ruang bagian untuk imam dan para petugas pelayanan seputar altar dan bagian untukumat yang berpartisipasi.
Perabot-perabot utama
Contoh perabot utama adalah altar, ambo/mimbar, dan kursi imam. Unsurlainnya yaitutabernakel, mejakrendens, kursipelayan altar, tempat lilin, salib, dan sebagainya, di tata sesuai dengannorma liturgi.
(Bila bukan di Gereja aturan-aturan untuk gedung gereja di atas juga berlaku untuk ruang liturgis non-gereja yang dapat berupa tempat yang lebih kecil atau lebih besar.)
Dekorasi menjumput aneka unsur duniawi dan mengusungnya kedalam liturgi, Membantu menciptakan ruang dan waktu Ilahi.
Bagian 3.
MERANCANG DAN MEWUJUDKAN
Meskipun dekorasi dan bunga lebih melayani
indra penglihatan namun kemampuan indera lain pun dapat
mempengaruhi kesan dan pengalaman unik
ketika memandang dan menikmati karya artistik,
mencium baunya, atau bahkan menyentuhnya.
UNSUR-UNSUR
ARTISTIK-NYA, YAITU :
Kesederhanaan yang luhur ( noble simplicity)
Kelaziman ( commonness) Keindahan ( beauty)
Kualitas dan kepantasan.
( quality and appropriateness) Keaslian ( authenticity)
RUANG DAN RANCANGAN
Kemudian ada beberapa hal yang harus diwaspadai karena
kebiasaan latah yang kurang tepat tapi selalu
di ulang dan sebenarnya tidak efektif
1.Penggandaan ( duplikasi) 2.Pelemahan Simbol Pamer ( primaru symbol) oleh hal-hal
sekunder.
3.Pemanfaatan Ruang kosong
Setiap titik ruangan dan interiornya
dapat dikatakan memiliki kekayaan atau nilai
tersendiri. Bisa mendukung atau malah mengacaukan.
Semua pihak perlu peduli dengan hal ini.
Dekorasi Floral untuk Altar
Altar sebagai pusat perhatian
PUMR 296, Altar merupakan tempat untuk menghadirkan kurban salib dengan
menggunakan tanda-tanda sacramental.
Sekaligus altar merupakan meja perjamuan Tuhan…Altar merupakan juga pusat ucapan syukur yang diselenggarakan dalam perayaan ekaristi
Menghias Altar?
PUMR 305, Dalam menghias altar hendaknya tidak berlebihan …
Hiasan bunga hendaknya diletakkan disekitar altar, bukan diatasnya …Setiap unsur hiasan sebaiknya “tidak berlebihan” dan ditata sesuai dengan fungsinya “menghiasi”
Jangan hanya merangkai bunga altar
Konsep “menghias altar“
dimasukkan dalam konsep
“menghias seluruh ruang”
untukperayaan liturgis.
Panjang Altar
Para decorator hendaknya mengedepankan makna dan
fungsi altar dalam seluruh
kerangka Perayaan Ekaristi dan hendaknya
tidak berlebihan.
SATU MIMBAR SAJA.
Kehadiran dekorasi di sekiranya bisa merusak sosok mimbar itu sendiri.
Perlu pertimbangan tata letak yang jitu
Seperti halnya hanya satu altar untuk satu misa demikian juga cukuplah
satu mimbar yang digunakan untuk melaksanakan Liturgi
Sabda.
MIMBAR
PUSAT PERHATIAN SELAMA LITURGI SABDA
KURSI IMAM
Kursi Imam Janganlah tersembunyi atau tertutup perabot lainnya. Demikian juga perlulah waspada jika
hendak menambahkan unsur dekorasi atau Floral untuk kursi Imam.
TABERNAKEL
Para dekorator harus hati-hati pada saat
melaksanakan tugas. Pastikan kembali apakah di dalam tabernakel masih terdapat sakramen
Mahakudus.
TEMPAT PATUNG DAN GAMBAR ORANG KUDUS
Meletakkan patung dan gambar amat bervariasi ada yang mudah dijangkau sampai diletakkan
ke tempat tinggi. Nah biasanya yang mudah terjangkau dan penempatan mencolok mata
sering dijadikan sasaran untuk dihiasi.
Bila hiasan untuk patung atau gambar itu berlebihan maka kehadiran patung atau gambar bisa tenggelam
kalah dengan kehebohan dekorasinya.
Profesi Perangkai Bunga :
K S A
SKL & KURIKULUM
Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral
JENJANG III
KKNI
Menurut
MGR. Antonius Subianto
Hiasan dalam Berliturgi dikenal sebagai tata ibadat yang hikmat.
Liturgi yang merupakan ungkapan syukur kepada Allah ini ditata sedemikian rupa sehingga ada keteraturan
dan keharmonisan yang memancarkan keindahan dan keagungan Tuhan.
Di balik tata liturgi, ada landasan teologis dan biblis mengapa kita melakukan liturgi tertentu.
Menghasilkan lulusan yang kompeten yaitu memiliki sikap dan tata nilai, kemampuan dan pengetahuan operasional yang lengkap, prinsip- prinsip serta konsep umum yang terkait dengan serangkaian tugas merangkai 15 pola dasar rangkaian bunga segar dalam wadah dengan menggunakan bahan dan alat sesuai standar merangkai bunga nasional dan internasional sehingga rangkaian yang dihasilkan sesuai dengan konsep acara. meliputi;
1. Menentukan desain sesuai dengan konsep acara 2. Mengolah bahan sesuai dengan desain yang dipilih
3. Merangkai bunga segar sesuai dengan desain yang dipilih
T UJ UAN PROGR A M KU RS U S DA N P E L ATIHAN S E N I M E R A N GKA I
B U N G A DA N DESAIN F LO R A L
J E N JA N G I I I K K N I
Bagi Peserta: memiliki kemampuan kerja dan penguasaan mengenai serangkaian tugas merangkai bunga didalam wadah berdasarkan 15 pola dasar rangkaian bunga
manusia
Bunga yang yang Bagi Lembaga: memiliki sumber daya
memenuhi kualifikasi sebagai
Perangkai berstandar nasional.
M A N FA AT PROGR A M KU RS U S DA N PE L ATIHAN S E N I M E R A N GKA I
B U N G A DA N DESAINF LO R A L
J E N JA N G I I I K K N I
KUA L I F I K AS I PES E RTA
Minimal pendidikan SMP/sederajat.
UJ I KO M PE T E N S I
Uji kompetensi dilaksanakan pada akhir setiap program kursus dan pelatihan dilaksanakan. Pelaksanaan uji kompetensi terdiri atas dua jenis tes yaitu tes teori dan praktik. Tes teori bertujuan untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta kursus dan tes praktik dilakukan untuk mengukur keterampilan (skill) dalam lingkup kompetensi kerja yang ditetapkan. Kelulusan peserta kursus dan pelatihan didasarkan pada uji kompetensi yang dilakukan oleh lembaga kursus dan pelatihan yang terakreditasi.
PRO FIL LULUSAN
Lulusan program kursus dan pelatihan Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral Jenjang III KKNI memiliki sikap dan tata nilai, kemampuan dan pengetahuan operasional yang lengkap, prinsip-prinsip serta konsep umum yang terkait dengan serangkaian tugas merangkai 15 pola dasar rangkaian bunga segar dalam wadah dengan menggunakan bahan dan alat sesuai standar merangkai bunga nasional dan internasional sehingga rangkaian yang dihasilkan sesuai dengan konsep acara.
JABATAN PEKERJAAN
Perangkai Bunga / Floral Arranger Staff Florist
Pelayan Liturgis Dekorasi Gereja
Capaian PembelajaranBidang Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral
Sesuai KKNI jenjang III
SIKAP DAN TATA NILAI
yang baik di dalam 1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memiliki moral, etika, dan kepribadian menyelesaikan tugasnya.
3. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia.
4. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan
kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya.
5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan orisinal orang lain.
6. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas.
Capaian PembelajaranBidang Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral
Sesuai KKNI jenjang III
KEMAMPUAN DI BIDANG KERJA
Mampu melakukan serangkaian tugas merangkai 15 pola dasar rangkaian bunga segar dalam wadah dengan menggunakan bahan dan alat sesuai standar merangkai bunga nasional dan internasional sehingga rangkaian yang dihasilkan sesuai dengan konsep acara, meliputi;
1. Memilih desain sesuai dengan konsep acara
2. Mengolah bahan sesuai dengan desain yang dipilih
3. Merangkai bunga segar sesuai dengan desain yang dipilih
Capaian PembelajaranBidang Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral
Sesuai KKNI jenjang III
PENGETAHUAN
YANG DIKUASAI
1. Prinsip pengaplikasian berbagai jenis hortikultura dalam pola dasar rangkaian bunga
2. Prinsip dan konsep umum pola dasar rangkaian bunga 3. Pengetahuan tentang alat dan bahan merangkai
bunga segar
4. Pengetahuan operasional lengkap tentang tata cara merangkai 15 pola rangkaian dasar
Capaian PembelajaranBidang Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral
Sesuai KKNI jenjang III
HAK DAN
TANGGUNGJAWAB
1. Mampu bekerja sama dan melakukan komunikasi dalam memilih desain sesuai dengan konsep acara, mengolah bahan sesuai dengan desain yang dipilih, merangkai bunga sesuai dengan desain yang dipilih
2. Bertanggung jawab pada tugas merangkai 15 pola dasar rangkaian bunga segar dalam wadah dan dapat diberi tanggung jawab atas
kuantitas dan mutu hasil kerja orang lain dengan melakukan:
a) memberikan layanan prima sesuai standar layanan perusahaan
b) menjaga keamanan, kebersihan dan keselamatan di lingkungan kerja
Capaian PembelajaranBidang Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral
Sesuai KKNI jenjang III
KEWIRAUSAHAAN
1. Mampu memasarkan rangkaian bunga
2. Menguasai pengetahuan
operasional dasar dan faktual bidang kewirausahaan meliputi:
a. Pasokan bahan baku
b. Struktur biaya dan harga jual yang kompetitif
c. Promosi hasil rangkaian d. Bentuk bentuk usaha
15 pola dasar rangkaian bunga
-STRUKTUR KOMPETENSI LULUSAN-
1 . M E N E N TU KAN DESAIN
S ES UA I D E N G AN KO NS E P AC AR A
C O N T O H F O R M
P E M E S A N A N B U N G A
F O R M P E M E S A N A N B U N G A
T a n g g a l p e m e s a n a n : T a n g g a l P e n g i r i m a n : N a m a P e m e s a n :
N o . T l p p e m e s a n : N a m a P e n e r i m a : N o . T l p p e n e r i m a :
B e n t u k R a n g k a i a n : K e b u t u h a n A c a r a : W a r n a :
M a t r i a l B u n g a : U k u r a n :
H a r g a :
-STRUKTUR KOMPETENSI LULUSAN-
2. MENGOLAH BAHAN SESUAI DESAIN YANG
DIPILIH
-STRUKTUR KOMPETENSI LULUSAN-
3 . MERANGKAI BUNGA SESUAI DENGAN DESAIN
YANG DIPILIH
Mendandani Ruang Liturgi dengan keindahan Flora
• Bunga/Daun Potong
• Tanaman Hidup
Wadah, bentuk, jenis, dan tekstur tanaman
Bentuk daun lebar
Bentuk tanaman tegak
Tekstur tanaman
• 1.Tanaman Hias Daun
Jenis -jenis tanaman hias
• 2. Tanaman Hias Bunga
• 3. Tanaman Hias Buah
• 4. Tanaman Hias Pohon
• 5. Tanaman Hias Akar
• 6.Tanaman Hias Merambat
•
6.Tanaman Hias Pot yang bisa dipakai
• 7. Tanaman hias berwarna
Jumlah Pot:
Jumlah pot disesuaikan dgn tempat yg tdk boleh berlebihan, sehingga tdk menggangu
jalannya liturgi
JENIS DAN PEMELIHARAAN Tanaman Pot
dalam ruangan
TUJUAN
Guna menciptakan suasana indah nan nyaman.
Menghadirkan suatu
keindahan dan kekudusan yang mana merupakan
sebuah rahmat Tuhan melalui ciptaan-Nya
(tanaman pot). Sehingga
umat bisa semakin khusuk pada saat melakukan doa.
Menghadirkan kekudusan
melalui ciptaanNya
Cara memilih tanaman pot
Tanaman indoor
- Kondisi tanaman haruslah bersih dari debu maupun kotoran.
- Tanaman yang baik adalah yang
tidak memiliki penyakit dan hama.
Mengenal karakter tanaman
• Tumbuh keatas , tunggal
• Rimbun, bercabang
• Menjalar
• Gantung
• Daun besar dan tebal
• Daun kecil,halus
• Batang keras/ lunak
• Perhatikan tinggi tumbuh tanaman : arah dan ukuran
• Ketahanan daun dari tangkai dan dahannya
• Tanaman memerlukan air dan nutrisi
• Media didalam tanah membantu menampung air
• Hindari genangan air diluar pot
• Berpotensi terserang penyakit tanaman /dirusak serangga
• Gunakan wadah/ pot yang tahan air
• Memperhatikan Estetika tanaman dengan memaksimalkan keindahan tanaman
Fakta tanaman pot
sebagai hiasan yang perlu diperhatikan
PEMELIHARAAN TANAMAN HIAS POT
DIDALAM RUANGAN
TEORI WARNA
Power point presentation by: Dellaocta