• Tidak ada hasil yang ditemukan

manajemen transportasi ekspor impor dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "manajemen transportasi ekspor impor dan"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam proses perdagangan internasional khususnya penanganan ekspor – impor ada berbagai pihak yang terlibat selain para importir dan ekportir baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain eksportir ada perusahaan jasa pengiriman barang, perusahaan pelayaran, kepabeanan, importir di negara tujuan dan institusi-institusi lain yang berkaitan dengan ekspor-impor. Semua pihak yang terkait tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mekanisme ekspor-impor. Termasuk di dalamnya bagaimana pihak – pihak tersebut menentukan jasa pengiriman, penentuan dokumen – dokumen pendukung dimana dokumen tersebut merupakan tanda terima pengalihan dari pihak satu ke pihak lainya. Selain tentang dokumen penentuan moda transportasi apa yang digunakan dalam pengiriman barang juga bagian penting yang perlu diperhatikan karena mengingat transaksi yang dilakukan adalah antar negara.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

1.2.1 Apa saja moda transportasi yang umum digunakan untuk proses ekspor – impor ? 1.2.2 Bagaimana penangan kargo ?

1.2.3 Apa yang dimaksud dengan transportasi intermoda ?

1.3 MANFAAT PEMBAHASAN

1.3.1 Diharapkan mahasiswa mengerti apa saja moda transportasi yang umum digunakan untuk proses ekspor – impor.

1.3.2 Diharapkan mahasiswa mengerti bagaimana penangan kargo.

(2)

BAB II PEMBAHASAN

MODA TRANSPORTASI A. Alat Angkutan Laut

Dalam kegiatan pengiriman barang, ada beberapa pihak yang saling terkait satu sama lain yaitu Shipper (pengirim barang) – Carrier (jasa pengangkutan) – Consignee (penerima barang). Untuk mengakomodasikan pengiriman barang tersebut diperlukan alat atau sarana transportasi. Ada berbagai alat transportasi, baik melalui darat, laut dan udara yang digunakan untuk mengirim barang dari suatu negara ke negara lain. Namun yang sering digunakan sebagai alat angkut barang untuk kegiatan ekspor-impor adalah angkutan laut. Dalam hal ini alat angkut laut memiliki kelebihan dapat memuat lebih banyak barang. Secara umum ada beberapa tipe kapal laut :

Conventional Liner Vesell, adalah jenis kapal pengangkut yang belum menggunakan

container.

Semi Container Vesell, adalah jenis kapal pengangkut yang sebagian menyediakan

tempat untuk container.

Full Container Vesell, adalah jenis kapal yang khusus mengangkut barang-barang

yang dikemas dalam container dan berlabuh di dermaga atau pelabuhan peti kemas.

Sedangkan bila dilihat dari Jenis Layanan dari Kapal Pengangkut tersebut, dapat dibagi menjadi :

Conference Line, yaitu jenis pelayanan kapal yang memiliki jadwal tetap berdasarkan

persetujuan di antara anggota-anggota perusahaan pelayaran dan adanya kesamaan dalam penentuan tarif B/L .

Non Conference Line, perusahaan pelayaran yang tidak bergabung dalam kelompok

perusahaan pelayaran dan tarif ditentukan berdasarkan harga pasar.

(3)

harga dari perusahaan pelayaran asalkan dapat menjamin banyaknya barang yang dapat diangkut oleh perusahaan pelayaran tersebut dalam 1 tahun.

Tramper Service, jenis pelayanan kapal carter untuk melayani pengiriman barang

dalam jumlah besar dan homogen.

Angkutan Laut dengan Container / Peti Kemas

Container atau suatu peti empat persegi panjang, tahan cuaca, digunakan untuk mengangkut dan menyimpan sejumlah muatan kemasan dan barang- barang curah yang melindungi isinya dari kehilangan dan kerusakan, diperlakukan sebagai satuan muat, dan jika pindah kapal tanpa harus dibongkar isinya. Petikemas dirancang secara khusus dengan ukuran tertentu, dapat dipakai berulang kali yang terstandar dapat dipindah-pindahkan ke berbagai moda transportasi laut dan darat dengan mudah seperti kapal laut, kereta api, truk atau angkutan lainnya sehingga transportasi ini efisien, cepat, aman, dan kalau mungkin diangkut dari pintu ke pintu (door to door). Dewasa ini, ukuran petikemas yang distandarisasikan oleh (ISO) International Standard Organization ada 2 macam yang disebut dengan ukuran 20 feet dan ukuran 40 feet untuk menunjukkan ukuran panjangnya, sedangkan lebar dan tingginya adalah sama yaitu 8 feet.

Dilihat dari jenisnya, ada beberapa tipe container dilihat dari jenis muatannya, yaitu : 1. General Purpose Container

Container jenis ini umum digunakan untuk memuat barang-barang padat dan kering, baik yang telah dikemas dalam kotak sebelum dimuat di container maupun yang menggunakan alat bantu lain seperti hanger untuk garment. Ada beberapa jenis general cargo, diantaranya :

Closed Container, container yang paling banyak dijumpai, dengan pintu dibagian

belakang.

Open Container, container yang bagian atapnya terbuka.

Open Sided Container, container yang bagian sisinya terbuka

Open Top Open Sided, container yang bagian atas dan sisinya terbuka

Open Top End Container, container yang bagian atas dan bagian belakangnya terbuka

Half Height Container, container yang tingginya ½ dari tinggi standard. Biasanya

digunakan untuk memuat barang yang berat jenisnya tinggi.

Ventilated Container, container yang memiliki jendela untuk sirkulasi udara

Special Container, container yang digunakan untuk memuat barang - barang khusus

(4)

Cattle Container, container yang digunakan untuk memuat binatang hidup dan

dilengkapi dengan sangkar/ kerangkeng

Hanging Container, container yang digunakan memuat pakaian jadi dan

dilengkapi dengan hanger untuk menggantung pakaian

Meat Rall Container, container yang digunakan memuat daging tanpa

pendingin 2. Thermal Container

Container yang dilengkapi dengan alat pendingin sehingga suhunya dapat diatur, contohnya adalah perishable dan refrigator cargo, yaitu container yang digunakan untuk memuat udang, ikan, daging atau buah-buahan.

3. Bulk Container

Container yang digunakan untuk memuat barang curah, seperti kopi, dan kacang-kacangan. Container ini dilengkapi dengan alata hidrolik yang dapat mengangkat satu sisinya pada saat barang yang dimuat akan dicurahkan.

4. Tank Container

Disebut juga liquid cargo, yang digunakan untuk mengangkut barang cair /likuid.

Ada beberapa istilah umum yang digunakan dalam pengangkutan menggunakan container atau peti kemas :

 Muat barang  STUFFING  VANNING  Bongkar barang

 UNSTUFFING  DEVANNING

 STRIPING / Mengosongkan  LO-LO

 LIFT ON : Menaikkan container ke atas alat angkut  LIFT OFF : Menurunkan container dari alat angkut

 CY: Container Yard, tempat penumpukkan container kosong dan berisi

(5)

 oleh 1 orang atau 1 perusahaan

 LCL : Less Container Load, container berisi barang yang dimiliki oleh  beberapa orang atau beberapa perusahaan

 SOC : Shipper Own Container, container milik shipper

 COC : Carrier Own Container, container milik carrier atau armada  pengangkutan

Detention : pungutan biaya yang dikenakan karena pemilik barang mengembalikan

container melewati batas free time

Demurrage : pungutan biaya yang dikenakan karena pemilik barang mengambil

container isi di pelabuhan setelah melewati batas free time

 Konsorsium : kelompok container operator yang melayani rute khusus, sling melakukan slot charter antara satu sama lain

 Container Depot : lapangan tempat penyimpanan container kosong  Container Leasing : perusahaan yang menyewakan container

Langkah-langkah yang harus dilakukan pada saat persiapan pemuatan barang (stuffing) 1. Memeriksa container :

Light test, bersih, bebas bau, kering dan bebas hama, pintu dapat ditutup dengan baik dan atap tidak berkarat

2. Stuffing dengan baik

 maksimumkan kapasitas container  berat terbagi rata

 peraturan umum pemuatan barang dalam karton  yang ringan di atas yang berat di bawah

 ruang kosong harus didunage (diganjal)

 kemasan mudah pecah jangan tertekan di dinding  susunan jangan runtuh menimpa pintu container  peraturan spesial kargo harus diperhatikan  muatan berbahaya harus diperhatikan 3. Mengurangi kondensasi

(6)

 pergunakan silica gel  dunage harus kering

 besi telanjang harus dicat atau dibungkus pipa PVC

Dokumen – dokumen yang dibutuhkan untuk angkutan laut:

1. Shipping Instuction , yaitu dokumen yang berisi instruksi dari shipper kepada agen pengangkut/carrier untuk mengangkut barang yang telah ditentukan

2. Shipping Order, yaitu dokumen order pengapalan dari agen pengangkutan ke armada pelayaran dalam hal ini diwakili oleh kapten kapal

3. Mate’s Receipt, yaitu tanda terima yang diberikan oleh mualim kapal sebagai tanda bahwa barang telah diterima di kapal

4. Bill of Lading, yaitu (B/L) merupakan tanda terima barang-barang yang diberikan oleh si pengangkut (carrier) kepada pengirim barang (Shipper).

5. Manifest, yaitu rekapitulasi muatan dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar

6. Delivery Order, yaitu dokumen yang diberikan agen pengangkutan kepada penerima barang sebagai tanda bahwa barang telah dapat diambil di pelabuhan.

Bill of Lading

Bill of Lading (B/L) merupakan tanda terima barnag-barang yang diberikan oleh si pengangkut (carrier) kepada pengirim barang (Shipper). Isinya menyatakan bahwa barang-barang tersebut telah diterima dan disetujui untuk diangkut ke pelabuhan tujuan dan diserahkan di tempat tujuan kepada penerima barang (consignee) yang ditunjuk oleh pengirim barang. Fungsi dari B/L adalah :

(7)

B. ALAT ANGKUT UDARA

Kargo adalah barang-barang yang dikirim melalui pesawat udara yang dilengkapi dengan surat muatan udara ( Airwaybill ) termasuk benda-benda pos dan bagasi yang dikirim sesuai dengan prosedur pengiriman kargo.” Kargo terdiri dari tiga jenis diantaranya sebagai berikut :

1. General Cargo

General cargo adalah kargo atau barang yang pada umumnya memiliki sifat yang tidak membahayakan, tidak mudah rusak, busuk atau mati, barang yang tidak memerlukan penanganan khusus asalkan persyaratan pengangkutan telah memenuhi ketentuan yang berlaku, serta ukuran dan beratnya dapat ditampung kedalam ruangan ( Compartment ) pesawat udara, sehingga barang-barang tersebut dapat diberangkatkan seperti garmen, spare part, elektronik dll.

2. Spesial Kargo

Special Cargo adalah kargo atau barang-barang yang memerlukan penanganan khusus baik dalam penerimaan, penyampaian, atau pengangkutan seperti:

 Live Animal ( AVI ) adalah hewan-hewan hidup yang dikirim melalui pesawat udara seperti anak ayam, kuda, kambing, ikan dll.

 Human Remain ( HUM ) adalah mayat manusia. HUM terbagi menjadi dua yaitu :  Uncremated in coffin adalah mayat yang masih berbentuk jasad yang diangkut

dengan menggunakan peti jenazah.

 Cremated yaitu jenazah yang sudah berupa abu ( ashes ) dan biasanya dikirim dengan menggunakan kotak guci atau kotak kayu.

 Perishable goods ( PER ) adalah barang-barang yang mudah sekali rusak, hancur, atau busuk, seperti buah-buahan, sayuran, daging, bunga, ikan dan bibt tanaman.

 Valuable goods ( VAL ) adalah barang-barang yang memiliki nilai yang tinggi atau barang-barang berharga seperti emas, intan, berlian, cek, platina, dll.

 Strongly smelling goods yaitu barang yang memiliki bau yang sangat menyengat seperti durian, minyak wangi, minyak kayu putih.

 Live Human Organ ( LHO ) adalah barang-barang yang berupa organ tubuh manusia yang masih berfungsi seperti bola mata, ginjal, hati.

(8)

Dangerous Goods adalah kargo yang dikhususkan untuk memuat barang – barang yang berbahaya untuk keselamatan penerbangan. Klasifikasi dari dangerous goods antara lain :

 Exsplosive goods ( REX ) adalah barang-barang berbahaya yang mudah meledak seperti mesiu, peluru, petasan, kembang api.

 Gasses ( RPG ) adalah barang-barang yang mudah menguap saperti Butane, Hydrogen, Propane.

 Flammable liquids ( RFL ) adalah barang-barang yang barsifat zat cair dan mudah terbakar seperti certain paints, Alcohols, Varnishes.

 Flammable solids ( RFS ) adalah barang-barang zat padat dan mudah terbakar seperti Matches.

 Oxidizing substances ( ROX ) & Organic peroxide adalah barang-barang yang mudah menguap, jika dihirup manusia mengakibatkan pusing atau mengantuk seperti Calcium chlorate, ammonium nitrate.

 Toxic ( RPB ) & Infectious substances ( RIS ) adalah barang-barang yang mengandung racun seperti sianida, pestisida, virus hidup, bakteri hidup, virus HIV.  Radioactive material ( RFW ) adalah zat yang bila terkena sinar akan bereaksi dan

dapat membahayakan bagi manusia, hewan dan beberapa jenis kargo.

 Corrosives ( RCM ) adalah barang-barang yang mengandung karat seperti asam baterai dan merkuri.

 Miscellaneous dangerous goods ( RMD ) adalah barang-barang lain yang dianggap berbahaya dan mengancam keselamatan penerbangan apabila diangkut dengan menggunakan moda transportasi udara seperti magnet, biang es, kendaraan, kursi roda elektrik dll.

Dokumen – dokumen dalam moda transportasi udara antara lain :  Airway Bill (AWB)

 Master AWB) / House AWB  Shipping Instruction

 Commercial Invoice

 Shipper’s Declaration of Dangerous Cargo  Shipper’s Certificate for Arms and Ammunition

(9)

Airwaybill atau SMU adalah cargo dokumen yang diterbitkan oleh carrier (pengangkut) atau agent yang dikuasakannya. Airwaybill atau SMU mempunyai fungsi yaitu :

a. Bukti tertulis dari kesimpulan Contract pengangkutan b. Bukti dari penerimaan barang kiriman

c. Sebagai bukti penagihan ongkos kirim (jika CCX shippment) d. Sertifikat asuransi dari barang kiriman

e. Sebagai acuan bagi pengangkut dalam melaksanakan pengiriman dan penyerahan barang kiriman ditempat tujuan.

Airwaybill atau SMU adalah dokumen non-negotiable yang minimum terdiri dari 8 (delapan) copy yaitu:

a. Original 3 (berwarna biru), yang diberikan kepada shipper dan berguna untuk : 1. Bukti penerimaan barang

2. Bukti tertulis dari perjanjian antara pengangkut dengan si pengirim, bagi sebuah kontrak pengangkutan.

b. Original 1 ( warna hijau) diperuntukan bagi pengangkut dan berguna untuk penyelesaian accounting, juga sebagai bukti dari Kontrak Pengangkutan.

c. Original 2 (warna pink) yang diberikan kepada consignee (sipenerima barang). Original 2 ini akan menyertai barang kiriman sampai ditempat tujuan, selanjutnya akan diserahkan kepada Consignee, Sedangkan copy-copy lainnya, adalah copy dari original tersebut, dan sesuai dengan indikasi yang terdapat dibaris bawah.

d. Original 3 untuk sipengirim

e. Original 1 dipruntukkan bagi carrier f. Copy no.8 diperuntukkan bagi agent g. Dokumentasi dari ongkos yang terjadi

h. Dokumentasi dari perubahan atas permintaan shipper (shipper`s right disposition).

(10)

lain yang dikuasakannya. Dengan ditanda tanganinya airwaybill atau SMU tersebut, sekaligus sipengirim setuju terhadap segala syarat pengiriman, yang tercantum dibelakang airwaybill atau SMU sebagai kontrak pengangkutan. Perkataan Not Negotiable yang tercantum di airwaybill atau SMU berarti bahwa airwaybill atau SMU tersebut adalah bersifat langsung, dan bersifat non negotiable yang berbeda dengan Bill of Lading dari pengangkutan laut. Siapapun tidak boleh menerbitkan airwaybill atau SMU negotiable, sehingga siapapun tidak boleh menghilangkan perkataan “Not Negotiable” dari airwaybill tersebut.

Fungsi AWB :

 Kontrak angkutan

 Bukti penerimaan barang  Sertifikat asuransi

(11)

C. CARGO HANDLING

Cargo Handling adalah suatu rangkaian proses pekerjaan penyelesaian kargo saat mulai diterima sampai dimuat ke dalam pesawat untuk diangkut dari suatu kota ke kota lain di dalam dan luar negeri. Proses pekerjaan antara lain adalah :

1. Penerimaan (Acceptance). 2. Timbang barang.

3. Pembuatan Dokumen Angkut (Documentation).

4. Build-up / Break-down dari dan pallet/container atau gerobak. 5. Penarikan dari gudang ke pesawat dan sebaliknya.

6.Loading ke pesawat dan unloading dari pesawat. 7. Penyimpanan (storage).

8. Pengiriman (delivery)

Cargo Handling dapat berjalan baik apabila sistem dan prosedur serta sarana dan prasarana yang dimiliki gudang dan pergudangan di masing–masing stasiun mencukupi dan pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan benar sesuai operating procedure.

- Sistem

Untuk pembuatan bukti timbang barang / BTB digunakan program yang di install dalam Computer. Manifest Cargo dibuat dengan menggunakan mengisi form yang telah tersedia. - Prosedur

Setiap gudang mempunyai acuan kerja yaitu Standard Operation Procedure (SOP); berupa tindakan yang harus dilaksanakan petugas gudang agar pekerjaan operasional dapat berjalan lancar.Peraturan mengenai syarat dan tata cara menerima, menyusun barang kiriman ke pallet dan kontainer serta menarik dan memuat barang ke pesawat secara korporasi terdapat dalam manual Airlines.Peraturan lainnya terdapat dalam Cargo Information Notice sebelum dibakukan dalam manual. Pencatatan kegiatan sehari-hari antara shift terutama bila terjadi irregularities dilakukan dengan mengisi log book.

- Sarana & Prasarana di Gudang

Sarana dan prasarana yang ada di gudang antara lain Timbangan, Computer, Printer, Ruang kantor, telepon, Mesin X Ray, Mesin Telex, Fasilitas bergerak, Fasilitas tidak bergerak.

(12)

a. Petugas menerima SLI dari shipper atau yang mewakili dan melakukan pemeriksaan terhadap fisik maupun dokumen untuk meyakinkan bahwa kargo tersebut telah memenuhi persyaratan. Pemeriksaan meliputi dokumen pelengkap, misalnya Material Safety Data Sheet (MSDS), Shipper Declaration for Dangerous Goods, Shipper Certification for Live animal, sertifikat karantina, dan lain-lain. Sementara itu, pada pemeriksaan fisik kargo petugas harus memastikan bahwa kargo jumlahnya sesuai dengan yang tertera pada label, kemasan dalam kondisi baik, marking dan label sesuai dengan ketentuan, dan untuk kargo yang disegel, pastikan segel tidak rusak.

b. Setelah proses pemeriksaan dokumen dan fisik selesai, petugas akan menerbitkan Bukti Timbang arang (BTB)

c. Petugas memeriksa bukti pembayaran sewa gudang.

d. Petugas memeriksa Master Airwaybill, apakah nomor sudah sesuai dengan BTB dan bukti pembayaran sewa gudang, memastikan apakah pengisian MAWB sudah benar dan sama dengan yang tertera di BTB.

e. Petugas memastikan bahwa cargo telah mendapatkan tanda persetujuan muat dari bea & cukai.

f. Petugas memastikan bahwa kargo telah menjalani proses X-Ray atau pemeriksaan dengan cara lain, misalnya metal detector, stay 24 jam ataupun pemeriksaan isi kemasan. g. Petugas mengistruksikan kepada petugas terkait untuk memindahkan cargo ke storage

2. Prosedur Handling Kargo Ekspor Impor

Ada beberapa syarat prosedural yang harus dilakukan baik untuk mengekspor maupun mengimpor barang. Untuk mengirim barang, hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Bila seseorang ingin mengirim barang/kargo, yang harus dilakukan adalah mendatangi kantor cargo agent/freight forwarder dengan membawa barangnya. Di sana barang akan ditimbang dan diperiksa packingnya. Bila memenuhi syarat, maka akan dibuatkan dokumen Air Waybill (untuk pengiriman dalam negeri dibuatkan surat muatan udara). Biaya pengiriman bisa dibayar di muka (prepaid) atau di tempat tujuan (collect).

b. Selanjutnya cargo agent atau freight forwarder akan datang ke area pergudangan, khususnya ke Acceptance Counter untuk memproses kargo tersebut.

(13)

d. Selanjutnya barang disimpan dan di built up di gudang outbound sampai tiba waktunya untuk dinaikkan atau dimasukkan ke dalam cargo compartment pesawat.

e. Tahap berikutnya adalah proses pengeluaran barang yang diterima, yaitu setelah barang diturunkan dari pesawat terbang, barang akan disimpan lebih dahulu di gudang impor dan gudang rush handling.

f. Si penerima barang akan mendapatkan pemberitahuan tentang adanya barang kiriman (notice of arrival) berupa surat, email, atau melalui telepon dari petugas di gudang inbound.

g. Consignee dalam hal ini bisa diwakili oleh freight forwarder, datang ke gudang inbound untuk melakukan proses pengambilan kargo tersebut.

h. Barang digudang impor hanya bisa dikeluarkan setelah diperiksa (dinyatakan clearance) oleh pihak pabean dan pembayaran pajak dan atau bea masuk atas barang tersebut telah diselesaikan.

4. Standard Operation Prosedure (SOP) : Warehousing Aktivities Aktifitas Inbound

Pada gudang inbound ada beberapa unit yang terkait dengan penanganan kargo, seperti unit acceptance, document processing, storage, dan break down area. Pada prinsipnya penerimaan dan pengiriman kargo ada dua hal yaitu dokumen dan kargo.

a. ACCEPTANCE (Inbound) AREA

Acceptance di gudang impor adalah unit yang bertugas melakukan verifikasi dokumen sebelum menjalani proses lebih lanjut. Tata cara acceptance cargo dengan terlebih dahulu memilah dokumen dan selanjutnya didistribusikan ke unit storage, cargo delivery, rush handling, transfer/transit, bea cukai, dan karantina, kantor pos tukar bandara setempat ataupun warehouse operator lain untuk proses over bringen (OB) memeriksa data pada MAWB antara lain :

 Special Handling Information  Commodity

 Sistem Pembayaran (collect atau prepaid)  Tujuan akhir pengiriman

(14)

Break down area adalah tempat kargo dibongkar atau diturunkan dari ULD. Pelaksanaan breakdown adalah sebagai berikut:

 Petugas mendapatkan break down plan dari petugas acceptance

 Petugas akan memeriksa kondisi ULD secara saksama sebelum kargo diturunkan.  Pada saat kargo dibongkar, petugas akan mencatat :

 Kondisi ULD  Nomor ULD  Kondisi segel

 Nomor MAWB dan jumlahnya per ULD  Nomor HAWB dan jumlahnya per ULD  Jenis, warna, dan cirri kemasan

 Apabila ada special cargo, petugas akan segera mengalokasikannya sesuai dengan jenis kargonya, kecuali ada permintaan sendiri dari pemilik kargo.

 Apabila ada kargo angkut lanjut, petugas akan segera menyiapkan kargo dan dokumennya untuk diproses lebih lanjut.

 Petugas menyerahkan hasil breakdown ke petugas storage untuk ditempatkan.

 Setelah selesai, petugas akan mengirimkan hasil break down ke unit-unit terkait lainnya melalui telex dan atau email.

c. STORAGE

Seperti telah dibahas sebelumnya, mekanisme storage harus mengikuti seperti yang tercantum dalam AHM 330. Storage import terbagi menjadi beberapa area seperti be handle area, over flow area, dan area-area lain untuk special cargo. Adapun proses storage dapat dideskripsikan sebagai berikut :

 Petugas menerima kargo yang telah selesai proses break down

 Petugas mendapatkan cargo dalam area storage sesuai dengan lokasi yang telah ditetapkan. Pengelompokkan kargo dalam storage bisa didasarkan atas beberapa hal antara lain jenis kargo, nomor airwaybill, jenis komoditas, ukuran atau beratnya.  Petugas juga harus menyiapkan kargo yang akan diserahkan kepada consignee.  Petugas melaksanakan stock opname tiap hari.

(15)

Cargo delivery adalah unit yang berhubungan langsung dengan consignee, freight forwarder, atau PPJK (Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan). Pekerjaan unit ini dapat dideskripsikan sebagai berikut :

 Petugas menerima dokumen yang telah diproses oleh unit acceptance.

 Petugas melakukan Notice of Arrival (NOA) melalui telepon, fax, atau email.

 Pada saat consignee/freight forwarder/PPJK datang, petugas akan meminta kartu identitas (KTP,passport,SIM, dan lain-lain) baru setelah itu dokumen asli diserahkan untuk diproses lebih lanjut.

 Apabila kewajiban kepabeanan dan sewa gudang telah selesai diakukan, petugas akan mengeluarkan surat/form yang menyatakan bahwa kargo sudah boleh dibawa keluar gudang.

Aktifitas Outbound

1. ACCEPTANCE (Outbond) AREA

Acceptance Area adalah area tempat shipper/freight forwarder melaporkan cargo yang akan dikirim. Ada dua cara pelaporan :

 Pelaporan secara lisan.

 Pelaporan dengan menggunakan Shipper Letter of Instructions. Informasi yang disampaikan shipper kepada petugas, meliputi :

 Nama sarana pengangkut dan nomor penerbangan  Rencana tanggal keberangkatan

 Nama dan alamat shipper  Nama dan alamat consignee  Airport asal

 Airport tujuan  Nomor MAWB  Jumlah kargo  Berat kargo  Dimensi kargo

 Dan data-data penunjang lain

(16)

 Freight forwarder/cargo agent  Transfer dari airline lain

INTERMODAL TRANSPORTATION

Intermodal transportation adalah sistem transport yang dioperasikan dengan menggabungkan lebih dari dua moda transport di bawah kontrol dan tanggung jawab satu operator.

D. PENANGANAN ASURANSI KARGO

Alur pengangkutan barang (cargo) baik melalui darat, laut dan udara memiliki risiko yang tidak kecil. Risiko ini, kalau terjadi, dapat menimbulkan dampak kerugian financial bagi pemilik barang. Asuransi Pengangkutan adalah asuransi yang menjamin kerugian akibat kerusakan atau hilangnya barang yang diangkut selama proses pengangkutan dari tempat asal sampai tempat tujuan. Perpindahan ini bisa perpindahan dalam kota yang sama, antar kota, antar pulau maupun antar negara.

Pada asuransi pengangkutan muatan laut bisa saja terjadi masalah diantaranya masalah yang sering terjadi adalah lamanya proses persetujuan pembayaran klaim dari pihak asuransi. Penyebab lamanya proses persetujuan klaim adalah kurang lengkapnya berkas pengajuan klaim dari nasabah dan keterlambatan pelaporan dan penyerahan berkas kepada pihak asuransi. Beberapa akibat dari permasalahan asuransi marine kargo tersebut bisa menimbulkan dampak negatif kepada pihak asuransi diantaranya:

Menimbulkan banyak komplain dari klaimen yang berkaitan dengan lambatnya pembayaran klaim pengangkutan muatan laut (Marine Cargo).

Citra atau nama baik perusahaan akan memburuk, dengan banyaknya komplain yang dilakukan oleh klaiment.

DOKUMEN PENDUKUNG KLAIM

(17)

1. Invoice : Dokumen yang berisikan jumlah, jenis barang dan harga barang atas objek pertanggungan yang akan dikirim.

2. Packing List : Dokumen yang menerangkan rincian barng per-peti/per-kolli.

3. Certificate of Packing : Persyaratan pembungkus yang laik (sufficient packing) suatu barang sudah diten-tukan standardnya yang bertujuan untuk melindungi keselamatan barang dalam proses pengangkutan yang biasa disebut Seaworthy Packing. Yang mengeluarkan Certificate of packing ini adalah perusahaan Proffesional yang telah mengetahui metode pembungkus untuk setiap barang sesuai dengan sifat dan karakteristik barang yang dibungkusnya.

4. Bill of Loading (B/L) Untuk mengetahui apakah suatu barang telah dimuat dalam kapal, hal ini dapat diketahui dari Bill of Lading,

5. Certificate of Origin : Dokumen yang menerangkan asal negara barang yang bersangkutan.

6. Bukti Kekurangan :Bukti kekurangan ini dalam pengangkutan laut biasanya disebut dengan istilah

7. Bukti Kerusakan : Bukti kerusakan ini adalah suatu pernyataan dari perusahaan pengangkutan laut yang menerangkan bahwa barang yang diserahkan mengalami kerusakan. Bukti kerusakan ini biasanya disebut : “Cargo Damage Report” (CDR) atau “Damage Cargo List” (DCL) atau “Claims Contatering Bewijs” (CCB).

8. Laporan Survey (oleh Marine Independent Surveyor (M.I.S.)) : Adalah surat pembuktian atas kekurangan atau kerusakan atas barang-barang yang dipertanggungkan, surat ini bisa saja dikeluarkan oleh Marine Independent Surveyor(M.I.S.), seperti Lloyds Agent; Marine Cargo Inspection (MCI) atau International Marine Recoveries (IMR) dll.

(18)

10. General Average Declarastion : Adalah deklarasi General Average yang dikeluarkan oleh Nahkoda/Shipping Company ke Average Adjuster dalam hal terjadinya General Average

11. Pemberitahuan tabrakan kapal : Adalah surat pemberitahuan adanya tabrakan kapal dari Perusahaan Pelayaran yang mengangkut barang dalam hal terjadinya kasus tabrakan kapal.

12. Original Polis : Adalah suatu bukti tertulis adanya pertanggungan atas pengangkutan barang- barang yang mengalami kerugian atau kerusakan atau kehilangan tersebut.

Unsur – unsur yang terlibat dalam asuransi:

1. Penanggung ( insurer) , yang memberikan proteksi ,perusahaan asuransi 2. Tertanggung (insured), yang menerima proteksi

3. Peristiwa tak tentu (accident) Harga Pertanggungan

Insured Value : Harga pertanggungan ditetapkan sebesar harga barang ditempat pengiriman dan ketika pengiriman.

Harga pertanggungan yaitu :

Harga barang + Biaya pengangkutan + Premi asuransi (dapat juga ditambahkan dengan bea masuk + profit )

Pihak – pihak yang mengurus asuransi

Pihak – pihak yang bertanggung jawab atas pembuatan asuransi pada dasarnya bergantung pada syarat perdagangan yang telah disepakati. Dalam standart perdagangan internasional mengenai hak dan kewajiban bagi pihak ekspor dan impor antara lain :

- FREE ON BOARD (FOB)

(19)

Harga barang termasuk biaya pengiriman. Tanggung jawab penjual hanya sampai barang naik diatas kapal dan biaya pengiriman serta tidak bertanggung jawab terhadap masalah asuransinya

- COST INSURANCE AND FREIGH

Harga barang sudah termasuk asuransi dan biaya pengiriman. Penjual berkewajiban mengasuransikan atas nama pembeli karena yang memiliki insurable interest adalah si pembeli.

DAFTAR RUJUKAN

http://eko.tj.nscpolteksby.ac.id/14_prosedur-transportasi-penanganan-cargo/

http://e-journal.uajy.ac.id/4370/2/1MTS01812.pdf

https://balianzahab.wordpress.com/makalah-hukum/hukum-pengangkutan/pelayanan-pengangkutan/

http://hardmodes.com/82447/pdf/bab-vi-transportasi-dan-penanganan-cargo

Referensi

Dokumen terkait

sehingga informasi secara tahunan perusahaan dapat diketahui, tidak mengalami delisting selama periode penelitian, menyajikan lapor- an keuangannya dalam satuan mata uang

Laporan yang dapat dipilih adalah Laporan yang dihasilkan oleh sistem tersebut adalah Penerimaan Barang, Transaksi Penjualan per Bulan, Transaksi Pembayaran

[r]

Dehidrasi yang dilakukan yaitu dengan cara adsorbsi menggunakan molecular sieve 3A, silica gel, dan kombinasi dari molecular sieve 3A + silica gel. Dari percobaan adsorbsi dari

tidak terpisah antara rawat jalan dan rawat inap digabungkan, jadikan memang sementara bentuk rekam medik kita dirumah sakit haji inikan belum instalasi kalau kita

Secara umum proses sertifikasi mencakup : peserta yang telah memastikan diri kompetensinya sesuai dengan standar kompetensi untuk paket/okupasi Operator Kran Putar Tetap

Observasi dilakukan oleh peneliti bersama supervisor. Tugas supervisor adalah mengamati pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama proses pembelajaran. Hasil pengamatan

Dalam makalah ini telah disajikan sebuah metode baru untuk mencari syarat perlu dan cukup keberadaan solusi keseimbangan titik pelana lingkar tertutup dari suatu permainan