• Tidak ada hasil yang ditemukan

sistem informasi akuntansi pembelian id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "sistem informasi akuntansi pembelian id"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

2.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi pembelian 2.1.1 Pengertian Sistem

Menurut jerry fitzgrald yang dikutip oleh (Lilis Puspitawati dan Sri Dewi Anggadini, 2011:1) bahwa suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama –sama untuk melakukan

suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Definisi lain menurut Mulyadi (2001) sistem adalah suatu jaringan prosedur

yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.

Sedangkan menurut Azhar Susanto (2007) sistem adalah kumpulan dari

sistem atau bagian atau komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu

tujuan tertentu.

Berdasarkan definisi definisi tersebut penulis dapat mengatakan bahwa sistem adalah suatu jaringan prosedur yang saling berhubungan dan saling bekerja sama

secara harmonis untuk melakukan suatu kegiatan dan mencapai suatu tujuan. 2.1.2. Pengertian Informasi

(2)

Definisi lain menurut Witarto (2004) informasi adalah rangkaian data yang mempunyai sifat sementara, tergantung dengan waktu, mampu memberikan kejutan

atau surprise pada yang menerimanya.

Sedangkan menurut Azhar Susanto (2007) informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat.

Berdasarkan definisi definisi tersebut penulis dapat mengatakan bahwa informasi adalah data yang diolah yang dapat berguna dan memberikan manfat bagi

yang menerimanya.

2.1.3. Pengertian Akuntansi

Menurut American accounting association yang dikutip dari buku (abdul

hafiz tanjung, 2011:3) akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan

keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Menurut Azhar Susanto (2007) akuntansi adalah bahasa bisnis, setiap organisasi menggunakannya sebagai bahasa komunikasi saat berbisnis.

Sedangkan menurut Wing Wahyu Winarno (2006) akuntansi adalah proses mencatat dan mengolah data transaksi dan menyajikan informasi kepada pihak-pihak

yang berhak dan berkepentingan.

Berdasarkan definisi definisi tersebut penulis dapat mengatakan bahwa akuntansi adalah proses mencatat, mengidentifikasi, mengukur dan mengolah data

(3)

Menurut Barry E Cushing yang diterjemahkan oleh (Zaki Badriwan, 2013:3) sistem informasi akuntansi adalah suatu set sumber daya manusia dan modal dalam

suatu organisasi yang bertugas untuk menyiapkan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari kegiatan pengumpulan dan pengolahan data transaksi.

Definisi lain menurut Bonar dan Hapwood (2006), yang dikutip oleh (Lilis

Puspitawati dan Sri Dewi Anggadini, 2011:58) sistem informasi akuntansi merupakan sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mentransformasi data akuntansi

menjadi informasi yang mencakup siklus pemprosesan transaksi, penggunaan tekhnologi informasi dan pengembangan sistem informasi.

Sedangkan menurut Wijayanto yang dikutip oleh (Mardi, 2014:4) sistem

informasi akuntansi adalah susunan berbagai laporan yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan.

Dari pengertian-pengertian tersebut, penulis dapat mengatakan bahwa sistem informasi akuntansi adalah sistem berbasis komputer yang diesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan dari kegiatan

pengumpulan dan pengolahan data transaksi 2.2 Komponen Sistem Informasi Akuntansi

(4)

Merupakan segala sesuatu yang masuk ke dalam suatu sistem, input bervariasi bisa berupa energi, manusia, data, modal dll. Input merupakan pemicu bagi

sistem untuk melakukan proses. 2. Proses

Merupakan perubahan dari input menjadi output. Proses mungkin berupa

perakitan yang menghasilkan satu macam output dari berbagai macam input yang disusun berdasarkan aturan tertentu.

3. Output

Output adalah hasil dari suatu proses yang merupakan tujuan dari keberadaan sistem. Output dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu:

a. Output yang langsung diberikan ke konsumen untuk dikonsumsi b. Output suatu sistem yang dikonsumsi oleh subsistem yang lain dalam

sistem yang sama dalam suatu siklus produksi

c. Output yang merupakan bagian dari output secara keseluruhan yang dapat dikonsumsi oleh sistem yang lain atau oleh sistem yang

bersangkutan, tapi tidak menjadi berguna kalau dibuang ke lingkungan 2.3 Sistem informasi akuntansi pembelian

Menurut mulyadi (2001:299) dalam bukunya sistem informasi akuntansi berpendapat bahwa sistem pembelian digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan.

(5)

Sistem pembelian tunai merupakan sistem yang diberlakukan oleh perusahaan untuk pengadaan barang yang diperlukan perusahaan. Untuk mendapatkan barang

tersebut harus melakukan pembayaran terlebih dahulu. 2.3.2 Sistem Informasi Pembelian Kredit

Sistem informasi pembelian kredit merupakan sistem pembelian dimana

pembelian barang dengan pembayaran tempo atau menunda pembayaran atau kredit serta pembayaranya dilakukan setelah barang diterima pembeli. Jumlah dan jatuh

tempo pembayaranya disepakati oleh kedua pihak.

2.4 Unit organisasi yang terkait dalam sistem pembelian

Mulyadi (2001:299) dalam bukunya sistem akuntansi 1 mengemukakan

bahwa fungsi yang terkait dalam sistem informasi pembelian antara lain : 1. Fungsi Gudang

Fungsi gudang bertanggung jawab untuk mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan.

2. Fungsi Pembelian

Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh informasi

mengenai harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang dan mengeluarkan order pembelian pada pemasok yang dipilih.

(6)

Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok guna menentukan

dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan.

4. Fungsi Akuntansi

Fungsi akuntansi yang terkait dalam transaksi pembelian adalah fungsi

pencatat utang dan fungsi pencatat persediaan. Fungsi pencatatan utang bertanggung jawab untuk mencatat transaksi pembelian kedalam bukti

register kas keluar dan untuk menyelenggarakan arsip dokumen sumber yang berfungsi sebagai catatan utang atau menyelenggarakan kartu utang sebagai buku pembantu utang. Fungsi pencatatan persediaan bertanggung

jawab untuk mencatat harga pokok persediaan yang dibeli dalam kartu persediaan

2.5 Dokumen Pembelian

Menurut Mulyadi dalam buku “Sistem Akuntansi” menjelaskan dokumen pembelian terdiri dari:

“1.Surat Permintaan Pembelian

2.Syarat Permintaan Penawaran Harga

3.Surat Order Pembelian

(7)

5.Surat Perubahan Order

6.Bukti Kas Keluar.”(2001;305)

a. Surat Permintaan Pembelian

Dokumen ini merupakan formulir yang diisi oleh fungsi gudang atau pemakai barang untuk meminta fungsi pembelian melakukan pembelian barang dengan

jenis, jumlah dan mutu seperti yang disebut surat tersebut. Yang biasanya dibuat dua lembar untuk setiap permintaan, satu lembar untuk fungsi

pembelian dan tembusannya untuk arsip fungsi yang meminta barang.

b. Syarat Permintaan Penawaran Harga

Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi barang yang

pengadaannya tidak bersifat berulangkali terjadi, yang menyangkut jumlah rupiah pembelian yang benar.

c. Surat Order Pembelian

Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah dipilih yang terdiri dari berbagai tembusan

d. Laporan Penerimaan Barang

Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan barang untuk menunjukan bahwa barang

(8)

e. Surat Perubahan Order

Kadangkala diperlukan perubahan terhadap isi surat order pembelian yang

sebelumnya telah diterbitkan yang dapat perubahan kuantitas, jadwal, penyerahan barang, spesifikasi, penggantian atau hal lain yang bersangkutan dengan perubahan desain atau bisnis.

f. Bukti Kas Keluar

Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan transaksi pembelian

yang juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas oleh pembayaran utang kepada kreditur mengenai maksud pembayarannya.

Dengan adanya dokumen-dokumen tersebut diiharapkan bagian pembelian

dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan dapat meminimalisasikan penyimpangan yang terjadi dan transaksi pembelian dapat berjalan dengan lancar.

2.6 Catatan Transaksi Pembelian

Catatan yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian, menurut Mulyadi dalam buku “Sistem Akuntansi” menerangkan catatan transaksi pembelian terdiri

dari:

“1.Registrasi bukti kas keluar

2.Jurnal Pembelian

(9)

4.Kartu Persediaan.”(2001;308)

Adapun penjelasan dari uraian diatas adalah sebagai berikut: a. Register bukti kas keluar

Jika mencatat utang perusahaan menggunakan payable voucher payable

procedure, jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian atas register bukti kas keluar.

b. Jurnal pembelian

Jika dalam pencatatan perusahaan menggunakan account payable, jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian atas jurnal pembelian.

c. Kartu utang

Jika dalam mencatat utang, perusahaan menggunakan account payable procedure

buku pembantu yang digunakan untuk mencatat utang kepada pemasok atas kartu utang. Jika dalam pencatatan utang, perusahaan menggunakan voucher payable procedur, yang berfungsi sebagai catatan utang atas arsip bukti kas keluar yang belum dibayar.

d. Kartu persediaan

(10)

Krismiaji.2010. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YPKN.

Lilis Puspitawati dan Sri Dewi Angadini. 2011. Sistem Informasi Akuntansi.Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha ilmu

Mardi.2014. Sistem Informasi Akuntansi.Cetakan kedua. Bogor: Ghalia Indonesia

Zaki Baridwan.2013. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi kedua. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta

Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga. Jakarta : Salemba Empat

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Mulyadi (2010) unsur pengendalian intern dalam sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek dirancang dengan merinci unsur organisasi, sistem otorisasi, dan prosedur

Mulyadi, 2001, Sistem Informasi Akuntansi , Edisi Tiga, Cetakan Ketiga, Salemba Empat, Jakarta.. Suryabrata Sumardi, 2000, Metode Penelitian

Menurut Mulyadi (2016:386) sistem informasi akuntansi memiliki dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai yaitu sebagai berikut:.. Faktur

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisis penerapan sistem informasi akuntansi pembelian guna meningkatkan efektivitas dalam pembelian pada toko buku kawan Surabaya adalah 1

Menurut Mulyadi 2001 : 3, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan

Berikut ini Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian menurut Mulyadi:2008,301 adalah : Permitaan Pembelian Permintaan penawaran harga 1 2 Penawaran harga 3

2.5 Penggunaan Sistem informasi Akuntansi terhadap kinerja karyawan Sistem informasi akuntansi menurut Azhar Susanto dalam bukunya yang terjudul “Sistem Informasi Akuntansi”, sistem

Sistem akuntansi pembelian berfungsi untuk mencatat utang pembelian