Makalah-Smart-Home.pdf

17 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Green Computing

Makalah

“Smart Home”

Nama

: Daniel Hadi Wijaya

NIM

: 1413003

Departemen Teknologi Informasi

INSTITUT TEKNOLOGI HARAPAN BANGSA

2014

(2)

Kata Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan karena atas bimbingannya penulis telah berhasil menyelesaikan makalah mengenai smart home. Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang smart home, dan juga teknologi pendukung yang dapat diimplementasikan ke dalam smart home.

Di dalam makalah ini akan disajikan penjelasan tentang apa itu smart city, pengembangan smart city ke smart home. Penulis juga berterimakasih pada pihak-pihak yang sudah membantu dalam pembuatan makalah ini :

1) I Putu Agus Eka Pratama, S.T, M.T selaku pembimbing dan dosen dalam mata kuliah Green Computing.

2) Teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dari berbagai sudut pandang, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun untuk kedepannya. Semoga dengan selesainya pembuatan makalah ini dapat memberi manfaat kepada pembaca sekalian. Amin.

Bandung, 24 November 2014 Salam,

(3)

Abstrak

Smart home merupakan bidang pengembangan dari smart city. Smart City atau secara harafiah berarti kota pintar, merupakan suatu konsep pengembangan dan implementasi teknologi yang diterapkan dalam suatu wilayah sebagai sebuah interaksi yang kompleks di antara berbagai sistem didalamnya.

Smart home System adalah sebuah sistem berbantuan komputer yang akan memberikan segala kenyamanan, keselamatan, keamanan dan penghematan energi, yang berlangsung secara otomatis dan terprogram melalui komputer, pada gedung atau rumah tinggal anda.

Dapat digunakan untuk menggendalikan hampir semua perlengkapan dan peralatan di rumah Anda, mulai dari pengaturan tata lampu hingga ke berbagai alat-alat rumah tangga, yang perintahnya dapat dilakukan dengan menggunakan suara, sinar merah infra, atau melalui kendali jarak jauh (remote). Penerapan sistem ini memungkinkan Anda untuk mengatur suhu ruangan melalui termostat pada sistem pemanas atau penyejuk hawa, sehingga memberikan suasana ” adanya kehidupan ” meski sebenarnya Anda dan seisi rumah sedang tidak ada di tempat.

(4)

Daftar Isi

Kata Pengantar ... 2 Abstrak ... 3 Daftar Isi ... 4 Bab I Pendahuluan ... 5 1.1 Latar Belakang ... 5 1.2 Tujuan ... 5 1.3 Rumusan Masalah ... 5

1.3.1 Apa itu teknologi smart home? ... 5

1.3.2 Mengapa smart home menjadi pilihan untuk mengamankan rumah? ... 5

1.3.3 Bagaimana sistem kerja smart home? ... 5

1.4 Studi Kasus ... 5 Bab II Landasan Teori... 6 2.1 Smart City ... 6 2.2 Smart Home ... 7 2.3 Internet of Things ... 7

2.4 Green IT (Information Technology) ... 8

2.5 Green Software Engineering ... 8

2.6 Konfigurasi perangkat menggunakan IPv6 ... 9

2.6.1 Format Alamat IPv6 ... 9

2.6.2 Jenis Alamat IPv6 ... 10

Bab III Pembahasan... 13

3.1 Kesimpulan ... 17

(5)

Bab I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Saat ini kebutuhan Manusia akan energi listrik sangat tinggi. Boleh dikatakan tanpa listrik kita tidak bisa hidup dengan nyaman. Hampir seluruh peralatan rumah tangga memerlukan listrik. Mulai dari TV, komputer, pompa air, rice cooker, dan alat rumah tangga lainnya. Namun saat ini energi listrik terbilang mahal terlebih dengan adanya global warming yang mengancam kehidupan manusia.

Untuk menghemat pemakaian energi listrik saat ini banyak pengembang perumahan menerapkan teknologi Smart home yang bertujuan untuk lebih mengefisiensikan pemakaian listrik di rumah. Pada sistem Smart home penggunaan listrik akan diatur sedemikian rupa sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan listrik.

1.2 Tujuan

Dalam makalah ini akan membahas mengenai smart home yang kedepannya akan menjadi satu tren baru di Indonesia. Banyak Negara maju yang telah menerapkan implementasi dari pemanfaatan teknologi untuk membuat smart city atau salah satu contohnya smart home. Smart home dinilai sebagai terobosan untuk melakukan efisiensi daya dan memiliki keamanan yang tinggi.

1.3 Rumusan Masalah

1.3.1 Apa itu teknologi smart home?

1.3.2 Mengapa smart home menjadi pilihan untuk mengamankan rumah? 1.3.3 Bagaimana sistem kerja smart home?

1.4 Studi Kasus

Dewasa ini tingkat aksi kriminal di Indonesia semakin meningkat. Hal ini menyebabkan membuat banyak orang kuatir terutama pada saat lebaran, libur panjang saat dimana orang berpergian dan meninggalkan rumah mereka. Pada saat tersebut merupakan salah satu contoh hal yang memancing tindakan orang lain melakukan tindak kriminal seperti mencuri benda yang ada di dalam rumah tersebut.

Hal ini memberi ide penulis untuk membuat sebuah pengamanan di rumah saat sedang berpergian atau keluar dengan menggunakan sistem smart home. Tidak hanya mengamankan rumah tetapi dapat meningkatkan efisiensi penggunaan daya setiap bulannya.

(6)

Bab II

Landasan Teori

2.1 Smart City

Smart City atau secara harafiah berarti kota pintar, merupakan suatu konsep pengembangan dan implementasi teknologi yang diterapkan dalam suatu wilayah sebagai sebuah interaksi yang kompleks di antara berbagai sistem didalamnya. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang dikemas dalam bentuk smart city dapat memberi dampak positif bagi beberapa aspek penting dalam kota seperti pemerintahan, kehidupan sosial masyarakat, transportasi, kualitas hidup, persaingan yang sehat di segala bidang.

Ada perbedaan antara smart city dan Intelligent City yaitu:

Smart City  mampu menyerap atau menganalisa informasi dengan baik dan cepat sebagai hasil dari pembelajaran. Dalam hal ini smart city lebih mengedepankan pemecahan masalah dengan menggunakan teknologi informasi yang ada saat ini.

Intelligence City  dimana lebih ditekankan pada improvisasi dan ide-ide kreatif. Ketika semua informasi yang telah di dapat dapat diolah dengan sendirinya tanpa harus menunggu perintah untuk menyelesaikannya.

Secara umum, untuk dapat menerapkan Smart City diperlukan untuk memperhatikan beberapa bagian seperti individu,masyarakat,dan lingkungan. Dalam ilmunya Green Computing merupakan ilmu komputer yang memiliki tujuan untuk menghemat energi dan mengurangi polusi dari limbah komputer. Green Computing sendiri berasal dari kata Green yang artinya penghijauan dan juga Computing yang berarti komputasi atau proses kerja komputer. Dari ilmu ini banyak berkembang teknologi lainnya. Beberapa contoh hal yang dapat diimplementasikan smart city dan green computing:

1. Pengembangan dan pemanfaatan arsitektur jaringan komputer yang lama tanpa harus menggantinya dengan menggunakan sistem yang ada sebanding dengan peralatan terbaru. 2. berefisien dalam penggunaan energi dan juga dapat membuat sebuah sumber energi baru bagi kelangsungan kota tersebut.

3. Peningkatan mutu pendidikan dengan basis teknologi seperti e-learning.

4. Transportasi yang ramah lingkungan, menggunakan energi terbarukan, serta pengelolaan yang baik.

5. Layanan kesehatan masyarakat secara online dan mobile memanfaatkan mobile programming, jaringan komputer, cloud computing dan juga green computing dimana penggunaan kertas sebagai hasil cek-up atau registrasi bisa dikurangi.

(7)

2.2 Smart Home

Smart home System adalah sebuah sistem berbantuan komputer yang akan memberikan segala kenyamanan, keselamatan, keamanan dan penghematan energi, yang berlangsung secara otomatis dan terprogram melalui komputer, pada gedung atau rumah tinggal anda.

Hanya dengan melakukan hubungan telepon, maka Anda dapat mengatur buka-tutup tirai yang mengunakan motor, mengatur penerangan di dalam atau luar rumah, mengawasi seluruh aktivitas yang terjadi di rumah, atau mudahnya, bisa diartikan bahwa Anda mengatur semua prasarana rumah atau kantor Anda yang menggunakan sumberdaya listrik sebagai pembangkit kerjanya.Di rumah-rumah yang berlahan luas, Smart home lebih terasa manfaatnya.

2.3 Internet of Things

Internet of things (IoT) adalah istilah yang menggambarkan bagaimana berbagai

perangkat di sekitar kita selain bisa terhubung ke internet, juga dapat berkomunikasi dengan tablet, PC, dan smartphone. Adalah Kevin Ashton yang pertama mencetus istilah IoT pada 1999. Ashton, si pencetus standar global untuk RFID itu sudah lama membayangkan bahwa internet dapat terhubung ke dunia fisik melalui berbagai sensor yang dibenamkan di perangkat tertentu, mengumpulkan data, untuk lantas mengirimkannya ke database atau log server.

Penerapan IoT tiga tahun kedepan akan lebih terlihat kepada aspek seperti smart home, atau alat pemantau tubuh manusia. Berbagai perangkat yang terkoneksi tersebut tidak butuh layar dan kibor untuk beroperasi. Tidak perlu pula dicolok ke komputer desktop untuk mengunduh datanya. Sebab, smartphone dan tablet akan menjadi hub atau pusat untuk mengontrol berbagai perangkat tersebut.

Contoh sehari-hari yang dapat kita lihat seperti gelang Fitbit, yang mencetat aktivitas fisik penggunanya. Semua informasi yang telah direkam lantas dikirim ke aplikasi smartphone untuk disimpan dan diproses.

Konektivitas di perangkat consumer electronics sangatlah penting. Perangkat yang terkoneksi ini diharapkan membuat konsumen lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih aman. Rumah pintar akan menggunakan energi lebih rendah. Mobil yang terkoneksi diharapkan dapat mencegah kecelakaan dan irit bahan bakar. Wearable computers difungsikan untuk membuat manusia lebih sehat.

(8)

2.4 Green IT (Information Technology)

Teknologi informasi adalah teknologi yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan menyebarkan informasi. Teknologi Informasi juga menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan perangkat pengganti modem.

Green Information Technology menekan atau mengurangi dampak lingkungan dari produksi IT dan penggunaannya. Contoh penerapan Green IT yaitu cluster computing dan grid

computing selain menghemat biaya kita dapat menggunakan komputer lama yang bekerja

bersamaan sebanding dengan supercomputer yang harganya lebih mahal. Efisiensi energy juga dapat dilakukan karena seberapa daya yg dibutuhkan maka sistem akan memberi sesuai dengan kebutuhan pengguna.

2.5 Green Software Engineering

Software Engineering atau rekayasa perangkat lunak dalam Bahasa Indonesia adalah satu

bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan Software Engineering termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak dan manajemen kualitas.

IEEE Computer Society mendefinisikan rekayasa perangkat lunak sebagai penerapan

suatu pendekatan yang sistematis, disiplin dan terkuantifikasi atas pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan perangkat lunak, serta studi atas pendekatan-pendekatan ini, yaitu penerapan pendekatan engineering atas perangkat lunak.

Rekayasa perangkat lunak adalah pengubahan perangkat lunak itu sendiri guna mengembangkan, memelihara, dan membangun kembali dengan menggunakan prinsip reakayasa untuk

menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja lebih efisien dan efektif untuk pengguna. kriteria yang dapat digunakan sebagai acuan dalam merekayasa perangkat lunak:

1. dapat terus dirawat dan dipelihara(maintainability) 2. dapat mengikuti perkembangan teknologi(dependability) 3. dapat mengikuti keinginan pengguna(robust)

4. efektif dan efisien dalam menggunakan energi dan penggunaannya 5. dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan(usability)

(9)

Dalam green software engineering lebih menekankan efisiensi penggunaan daya dalam membuat software, penggunaan software itu sendiri ketika digunakan apakah sudah dapat menekan angka penggunaan energi. Ini adalah salah satu contoh perbandingan efisiensi konsumsi daya pada browser yang sering digunakan dalam sehari-hari.

Gambar 1. Perbandingan konsumsi daya

(Sumber:

http://www.emn.fr/z-info/eco-conception-logiciels/uploads/SLIDES/11%20-%20GreenSOftwareEngineering%20Eva%20KERN.pdf )

2.6 Konfigurasi perangkat menggunakan IPv6

Pengalamatan yang merupakan pengembangan dari IPv4 untuk mengantisipasi

perumbuhan penggunaan internet yang kian pesat, diperlukan sistem pengkodean baru yang bisa menampung IP address yang lebih besar. Internet Engineering Task Force (IETF) telah

mengembangkan sistim protokol baru, yaitu IPv6 berjenis 128‐bit dinotasikan ke dalam heksadesimal (misalnya: 2001:DB8:8::260:97ff:fe40:efab), berkapasitas sekitar 340 triliun, triliun,triliun (340 zillions) IP address. IPv6 sebenarnya telah mulai diperkenalkan sejak tahun 1999, artinya sudah mengalami berbagai macam pengujian, dan hasilnya stabil.

2.6.1 Format Alamat IPv6

Sedangkan alamat IPv4 menggunakan format desimal bertitik “.”, di mana setiap byte berkisar dari 0 hingga 255. Alamat IPv6 menggunakan delapan set dengan empat alamat heksadesimal (16 bit dalam setiap set), dipisahkan oleh sebuah titik dua (:) ,

(10)

heksadesimal) Notasi ini biasa disebut notasi string.

Nilai heksadesimal dapat dituliskan dalam huruf besar maupun kecil untuk nomor A‐F. Sebuah nol paling depan dalam satu set nomor dapat dihilangkan; misalnya, masukkan 0012 dapat dituliskan 12.

Jika memiliki range yang berurutan dari nol dalam sebuah alamat IPv6, dapat ditulis sebagai

dua titik dua (::). Sebagai contoh, 0:0:0:0:0:0:0:5 dapat direpresentasikan sebagai :: 5 ; dan

ABC: 567:0:0:8888:9999:1111:0 dapat dituliskan sebagai ABC: 567:: 8888:9999:1111:0 . Namun, hanya dapat melakukan ini sekali dalam alamat: ABC:: 567:: 891:: 00 akan menjadi tidak valid karena :: muncul lebih dari sekali dalam alamat tersebut. Alasan pembatasan ini adalah jika memiliki dua atau lebih pengulangan, maka tidak akan tahu berapa banyak set nol dihilangkan sedang dari setiap bagian.

Sebuah alamat ditentukan direpresentasikan sebagai :: , karena mengandung semua nol.

2.6.2 Jenis Alamat IPv6

Anycast

Sebuah alamat anycast mengidentifikasi satu atau lebih interface. Sehigga kata device diganti dengan istilah node untuk menunjuk sebuah antarmuka pada perangkat. Pada dasarnya, anycast adalah gabungan dari alamat unicast dan multicast.

Dengan unicast, satu paket dikirim ke satu tujuan;

Dengan multicast, satu paket yang dikirim ke semua anggota dari kelompok multicast; Dengan sebuah anycast, paket dikirim ke salah satu anggota dari kelompok perangkat yang dikonfigurasi dengan alamat anycast. Secara default, paket yang dikirim ke alamat anycast akan diteruskan ke antarmuka node, yang didasarkan pada proses routing yang digunakan untuk mendapatkan paket ke tujuan.

Multicast

Mewakili sekelompok interface pada traffic yang sama. 8 bit pertama diatur FF.

Pada 4 bit berikutnya adalah masa alamat: 0 adalah permanen dan 1 adalah sementara. Pada 4 bit berikutnya menunjukkan ruang lingkup dari alamat multicast (seberapa jauh paket dapat terhubung): 1 adalah untuk node, 2 adalah untuk link, 5 adalah untuk situs, 8 adalah untuk organisasi , dan E adalah global (internet).

Misalnya, alamat multicast yang dimulai dengan FF02:: / 16 adalah alamat link permanen , sedangkan alamat FF15:: / 16 adalah alamat sementara untuk sebuah situs.

Unicast

Alamat IPv6 unicast Jenis berikut alamat alamat IPv6 unicast: Alamat Global unicast

Alamat Link‐local Alamat Site‐local Alamat Unique

Alamat Special Alamat Transition

Alamat Global unicast

Alamat global IPv6 setara dengan alamat IPv4 publik. Alamat global yang dapat dirutekan dan terjangkau di Internet IPv6. Alamat unicast global dirancang untuk menjadi gabungan atau diringkas untuk infrastruktur routing yang efisien. Berbeda dengan IPv4 saat ini, Internet berbasis IPv6 telah dirancang dari dasar untuk mendukung efisien, hierarkis pengalamatan dan routing. Struktur alamat

(11)

unicast global dijelaskan dalam daftar berikut:

Porsi tetap diatur ke 001 tiga high‐order bit diatur ke 001.

(12)
(13)

Bab III

Pembahasan

Smart home System adalah sebuah sistem berbantuan komputer yang akan memberikan segala kenyamanan, keselamatan, keamanan dan penghematan energi, yang berlangsung secara otomatis dan terprogram melalui komputer, pada gedung atau rumah tinggal anda. Dapat digunakan untuk menggendalikan hampir semua perlengkapan dan peralatan di rumah Anda, mulai dari pengaturan tata lampu hingga ke berbagai alat-alat rumah tangga, yang perintahnya dapat dilakukan dengan menggunakan suara, sinar merah infra, atau melalui kendali jarak jauh (remote). Penerapan sistem ini memungkinkan Anda untuk mengatur suhu ruangan melalui termostat pada sistem pemanas atau penyejuk hawa, sehingga memberikan suasana ” adanya kehidupan ” meski sebenarnya Anda dan seisi rumah sedang tidak ada di tempat.

Smart home menjadi pilihan untuk mengamankan rumah karena pada sistem smart home kita dapat memantau tiap sudut dari rumah kita. Karena tiap alat elektronik yang telah dipasang terhubung dengan controller atau actuator. Itulah yang menggantikan fungsi saklar tradisional. suatu sistem yang memungkinkan kontrol secara otomatis terhadap segala peranti elektronik di rumah. Semua alat-alat elektronik dapat dikendalikan secara otomatis dari jarak tertentu. ”Termasuk AC, TV, home theatre, microwave, VCD/DVD player, dan lampu.Intinya, setiap peranti elektronik yang terhubung dengan stop kontak dapat dikendalikan dalam satu genggaman remote control. Dengan remote control yang sama, kita bisa mematikan microwave di dapur dari kamar tidur yang berada di lantai dua.

Gambar 2. Smart home

(14)

Perancangan sebelum pembangunan

Perencanaan dengan menggunakan teknologi smart home harus dimulai dengan

pengaturan kabel-kabel elektronik pada tahap pembangunan rumah Anda. Sebelum rumah Anda mulai pembangunan, penentuan terhadap alat-alat elektronik harus direncanakan dan

dipertimbangkan. Seperti alat-alat elektronik yang ingin digunakan dan lokasi alat-alat elektronik itu ditempatkan.

Gambar 3. Smart Home (Sumber : www. freshome.com)

Setelah menentukan alat-alat elektronik yang Anda ingin gunakan, tahap kedua adalah pengaturan kabel-kabel elektronik harus juga dipertimbangkan ketika arsitektur merancang rumah Anda. Ini dikarenakan teknologi smart home memerlukan semua koneksi kabel alat-alat elektronik yang ingin dikontrol lewat sistem smart home dan dipusatkan pada unit kontrol utama.

(15)

Alat-alat elektronik yang bisa digabungkan

Gambar 4. Konfigurasi dengan perangkat (Sumber : www.nutihouse.com)

Secara umum segala alat-alat elektronik bisa digabungkan ke dalam sistem smart home. Dari alat-alat elektronik di dalam ruang dapur, ruang keluarga, ruang tamu, kamar tidur, garasi, taman, ataupun ruang karaoke yang disukai masyarakat kita.

Alat-alat elektronik yang bisa kita gabungkan ke sistem smart home adalah seperti:

1. Pengendalian Lampu

Kita bisa mengendalikan semua lampu atau segala alat-alat elektronik di dalam dan di luar rumah kita hanya menggunakan satu pengontrol pusat yang biasanya dipasang di pintu masuk utama. Di sini Anda bisa melihat keadaan nyala atau mati lampu dan alat-alat elektronik yang tergabung. Kita bisa mematikan lampu atau alat elektronik yang berada di lantai atas ataupun di dalam ruangan yang lain seperti di dapur atau di garasi, ketika kita berada di pintu utama sebelum kita keluar dari rumah atau akan masuk ke dalam rumah.

Lampu bisa dinyalakan dan dimatikan secara otomatis sesuai waktu yang ditentukan, ketika Anda ingin meninggalkan rumah sebelum bekerja, jalan-jalan ataupun berlibur.

(16)

Dengan menggunakan alat deteksi gerakan, lampu di kamar mandi, garasi atau gudang akan dinyalakan secara otomatis ketika Anda masuk, dan akan padam secara otomatis ketika Anda meninggalkan ruang itu. Jadi akan menyala bila ada gerakan dan akan padam jika tidak ada gerakan.

2. Tirai Jendela dan Atap Awning

Hanya dengan satu tombol, tirai jendela di dalam ruangan Anda bisa ditutup secara otomatis dan lampu dalam ruangan tersebut akan nyala secara otomatis untuk memastikan cahaya yang cukup. Dengan sistem ini juga, tirai jendela dan atap awning bisa berfungsi secara otomatis ketika cahaya matahari atau angin yang berlebihan atau berkurang. Semua ini hanya memerlukan sistem deteksi cahaya dan angin.

3. Kamera Keamanan (CCTV)

Ketika Anda tidak berada di rumah Anda, Anda bisa melihat keadaan di dalam atau di luar rumah Anda hanya dengan mengunakan alat kontrol seperti computer, Handphone atau PDA yang dikoneksi ke sistem smart home Anda, gambaran dari kamera keamanan akan ditampilkan di Hp atau PDA Anda dimanapun Anda berada.

4. AC

Memastikan ruangan dalam keadaan suhu yang nyaman ketika Anda baru pulang dari kerja, jalan-jalan, liburan atau belanja dari mall. AC di dalam rumah bisa dinyalakan dan dimatikan menggunakan alat kontrol seperti Hp atau PDA sebelum Anda sampai ke rumah. Begitu juga alat penerang seperti lampu-lampu yang didalam rumah Anda.

Anda juga bisa memastikan suhu dalam ruangan berada di temperatur yang sesuai dengan kemauan Anda dengan adanya sistem kontrol temperatur yang didesain khusus untuk smart home.

5. Sistem Audio & Video

Dengan hanya satu tombol, sistem audio video Anda akan dinyalakan dan cahaya di dalam ruangan juga turut berubah. Tirai jendela Anda ditutup secara otomatis, lampu dalam ruangan akan menjadi lebih suram cocok dengan keperluan untuk menyaksikan film atau pertunjukan TV kesayangan.

6. Sistem Keamanan

Ketika rumah ditinggalkan tanpa diamankan, sistem keamanan“smart home” akan secara otomatis mengaktifkan alarm dan mengaktifkan kamera keamanan untuk merekam keadaan di rumah.

Ketika rumah Anda dimasuki maling, sistem alarm akan diaktifkan, sirine akan berbunyi secara otomatis, Anda dan pasukan keamanan (Polisi/Satpam) akan dihubungi secara otomatis. Kamera keamanan juga akan merekam semua gerakan di rumah Anda.

Dengan mengadakan sistem smart home, rumah tidak hanya menjadi lebih nyaman dan aman, pemakaian listrik juga akan lebih efesien.

(17)

3.1 Kesimpulan

Sebagai manusia yang hidup di bumi sudah seharusnya kita sadar akan perlunya merawat bumi demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang. Banyak cara lain yang dapat kita lakukan di kehidupan sehari-hari seperti melakukan efisiensi energi. Mungkin terlihat sederhana di pandangan banyak orang, namun jika kita dapat melakukan efisiensi energi sekecil mungkin dan banyak orang di penjuru dunia melakukannya maka akan terlihat betapa besar energi yang dapat kita simpan. Smart home merupakan salah satu sarana untuk melakukan efisiensi energi di dalam rumah. Selain dapat melakukan itu, keamanan rumah kita terjamin.

Daftar Pustaka

 Pratama, I Putu Agus Eka . Smart City beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya . 2014 . Bandung : Informatika

 http://www.emn.fr/z-info/eco-conception-logiciels/uploads/SLIDES/11%20-%20GreenSOftwareEngineering%20Eva%20KERN.pdf  www.nutihouse.com www.freshome.com  https://www.enocean-alliance.org/fileadmin/redaktion/enocean_alliance/pdf/Downloads/EnOcean_Alliance_White_P aper_Smart_Home_EN.pdf  http://design.ils.org.tw/index.files/%E7%A0%94%E7%A9%B6%E8%AA%B2%E7%A8%8B/IS-1216E_Smart_home_t_4103a%5B1%5D.pdf

Figur

Memperbarui...

Related subjects :