• Tidak ada hasil yang ditemukan

Osteoma lengkap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Osteoma lengkap"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

 OSTEOMA  OSTEOMA

Etiologi osteoma tidak diketahui, kebanyakan penyebab dari osteoma ini Etiologi osteoma tidak diketahui, kebanyakan penyebab dari osteoma ini disebabkan oleh factor trauma iritasi kronis, kelainan congenital dimana disebabkan oleh factor trauma iritasi kronis, kelainan congenital dimana terjadi pertumbuhan tulang pada garis tengah dari palatum,

terjadi pertumbuhan tulang pada garis tengah dari palatum, infeksi,infeksi, kebiasaan-kebiasaan makan yang aneh seperti halnya orang yang kebiasaan-kebiasaan makan yang aneh seperti halnya orang yang

mengunyah tembakau bisa menyebabkan suatu keadaan hyperostosis dan mengunyah tembakau bisa menyebabkan suatu keadaan hyperostosis dan perkembangan yang tidak normal dari gigi. Tidak ada yang menunjukkan perkembangan yang tidak normal dari gigi. Tidak ada yang menunjukkan etiologi yang pasti terjadinya osteoma.

etiologi yang pasti terjadinya osteoma.

enyebab pasti osteoma belum diketahui, tetapi ada beberapa teori ! enyebab pasti osteoma belum diketahui, tetapi ada beberapa teori ! ". T

". Teori eori perkembangan!perkembangan! #onheim, seperti yang

#onheim, seperti yang dilaporkdilaporkan Akamatsu mengatakan bah$a an Akamatsu mengatakan bah$a tumortumor biasanya terbentuk di antara dua

biasanya terbentuk di antara dua jaringan tulang yang berdekatan denganjaringan tulang yang berdekatan dengan asal embrionik yang berbeda. %i

asal embrionik yang berbeda. %i antara dua tulang yang antara dua tulang yang berbeda ini terdapatberbeda ini terdapat sel embrionik yang terperangkap yang memicu proliferasi tulang yang

sel embrionik yang terperangkap yang memicu proliferasi tulang yang berlebihan.

berlebihan. &. T

&. Teori eori kongenital!kongenital!

Manifestasi klinis terjadi ketika pertumbuhan tulang meningkat dengan Manifestasi klinis terjadi ketika pertumbuhan tulang meningkat dengan adanya tulang embrionik misalnya pada saat

adanya tulang embrionik misalnya pada saat pubertas.pubertas. '. T

'. Teori eori trauma!trauma!

(omplikasi dari trauma pada tulang temporal dapat menimbulkan proses (omplikasi dari trauma pada tulang temporal dapat menimbulkan proses in)amasi pada tulang

in)amasi pada tulang seperti periostitis, yang merangsang pembentukanseperti periostitis, yang merangsang pembentukan osteoma.

osteoma. *. T

*. Teori eori infeksi!infeksi!

+nfeksi dapat memicu

+nfeksi dapat memicu pertumbuhan osteoma dengan merangsang proliferasipertumbuhan osteoma dengan merangsang proliferasi osteoblas pada garis mukoperiostium.

osteoblas pada garis mukoperiostium. . T

. Teori eori hormonal!hormonal!

eningkatan aktitas osteoblas periostium, dirangsang oleh mekanisme eningkatan aktitas osteoblas periostium, dirangsang oleh mekanisme endokrin

endokrin

. /aktor herediter . /aktor herediter

Meskipun tidak ada penyebab tumor tulang yang pasti, ada beberapa factor Meskipun tidak ada penyebab tumor tulang yang pasti, ada beberapa factor yang berhubungan dan memungkinkan menjadi factor

yang berhubungan dan memungkinkan menjadi factor penyebab terjadinyapenyebab terjadinya tumor tulang yang meliputi!

(2)

  0enetik.

1eberapa kelainan gentik dikaitkan dengan terjadinya keganasna tulang, misalnya sarcoma jaringan lunak atau soft tissue sarcoma 2STS3. %ari data penelitian diduga mutasi genetic pada sel induk mesinkin dapat

menimbulkan sarcoma. Ada beberapa gen yang sudah diketahui

,mempunyaiperanan dalam kejadian sarcoma, antara lain gen 41-" dan p'. Mutasi p' mempunyai peranan yang jelas dalam terjadinya STS. 0en lain yang juga diketahui mempunyai peranan adalah gen M%M-& 2Murine

%oubelMinute &3. 0en ini dapat mnghasilkan suatu protein yang dapat

mengikat pada gen p' yang telah mutasi dan menginakti5itas gen tersebut.

  4adiasi.

(eganasan jaringan lunak dapat terjadi pada daerah tubuh yang terpapar radiasi seperti pada klien karsinoma mamma dan limfoma maligna yang

mendapat radioterapi.6alperin dkk.memperkirakan resiko terjadinya sarcoma pada klien penyakit 6odgkin yang diradiasi adalah 7,8 9. Terjadinya

keganasan jaringan lunak dan bone sarcoma akibat pemaparan radiasi sudah dketahui sejak "8&&. :alaupun jarang ditemukan, prognosisnya buruk dan umumnya high grade.Tumor yang sering ditemukan akibat radiasi adalah malignant brous histiocytoma 2M/63 dan angiosarkoma atau

limfangiosarkoma.;arak $aktu antara rdiasi dan terjadinya sarcoma diperkirakan sekitar "" tahun.

1ahan (imia.

1ahan kimia seperti %io<indan heno<yherbicide diduga dapat menimbulkan sarkoma, tetapi belum dapat dibuktikan.emaparan terhadap torium dioksida 2Thorotrast3, suatu bahan kontras, dapat menimbulkan angiosarkoma, pada hepar, selain itu, abses juga diduga dapat menimbulkan mosotelioma,

sedangkan poli5ilin klorida dapat menyebabkan angiosarkoma hepatik.

(3)

Sekitar '7 9 kasus keganassan pada jaringan lunak mempunyai ri$ayat trauma.:alaupun sarkoma kadang-kadang timbul pada jaringan sikatriks lama, luka bakar, dan ri$ayat trauma, semua ini tidak pernah dapat

dibuktikan.

=imfedema kronis.

=imfedema akibat operasi atu radiasi dapat menimbulkan limfangiosarkoma dan kasus limfangiosarkoma dapa estremitas superior ditemukan pada klien karsinoma mamma yang mendapat radioterapi pasca-mastektomi.

  +nfeksi.

(eganasan pada jaringan luank dan tulang dapat juga disebabkan oleh infeksi parasit, yaitu lariasis.ada klien limfedema kronis akibat obstruksi, lariais dapat menimbulkan limfangiosrakoma.

atosiologi Osteoma

Adanya tumor pada tulang menyebabkan jaringan lunak diin5asi oleh sel tumor. Timbul reaksi dari tulang normal dengan respon osteolitik yaitu proses destruksi atau penghancuran tulang dan respon osteoblastik atau proses pembentukan tulang. Terjadi destruksi tulang lokal.. ada proses osteoblastik, karena adanya sel tumor maka terjadi penimbunan periosteum tulang yang baru dekat tempat lesi terjadi, sehingga terjadi pertumbuhan tulang yang abortif.

Adanya tumor tulang ;aringan lunak di in5asi oleh tumor, 4eaksi tulang normal, Osteolitik 2destruksi tulang3, Osteoblastik 2pembentukan tulang3 destruksi tulang lokal, eriosteum tulang yang baru dapat tertimbun dekat tempat lesi, ertumbuhan tulang yang abortif.

(4)

(elainan congenital, 0enetic, 0ender > jenis kelamin, ?sia, 4angsangan sik berulang, 6ormon, +nfeksi, 0aya hidup, karsinogenik 2bahan kimia, 5irus, radiasi3 dapat menimbulkan tumbuh atau berkembangnya sel tumor. Sel tumor dapat bersifat benign 2jinak3 atau bersifat malignant 2ganas3.

Sel tumor pada tumor jinak bersifat tumbuh lambat, sehingga tumor jinak pada umumnya tidak cepat membesar. Sel tumor mendesak jaringan sehat sekitarnya secara serempak sehingga terbentuk simpai 2serabut pembungkus yang memisahkan jaringan tumor dari jaringan sehat3. Oleh karena bersimpai maka pada umumnya tumor jinak mudah dikeluarkan dengan cara operasi. Sel tumor pada tumor ganas 2kanker3 tumbuh cepat, sehingga tumor ganas pada umumnya cepat menjadi besar. Sel tumor ganas tumbuh menyusup ke  jaringan sehat sekitarnya, sehingga dapat digambarkan seperti kepiting

dengan kaki-kakinya mencengkeram alat tubuh yang terkena. %isamping itu sel kanker dapat membuat anak sebar 2metastasis3 ke bagian alat tubuh lain yang jauh dari tempat asalnya melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening dan tumbuh kanker baru di tempat lain. enyusupan sel kanker ke  jaringan sehat pada alat tubuh lainnya dapat merusak alat tubuh tersebut

sehingga fungsi alat tersebut menjadi terganggu.

(anker adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan pembagian sel yang tidak teratur dan kemampuan sel-sel ini untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan 2in5asi3 atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh 2metastasis3.

ertumbuhan yang tidak teratur ini menyebabkan kerusakan %@A,

menyebabkan mutasi di gen 5ital yang mengontrol pembagian sel, dan fungsi lainnya 2Tjakra, Ahmad. "88"3.

Manifestasi (linis Osteoma

?mumnya osteoma jarang ditemukan dirongga mulut, dan apabila ditemukan dilaporkan bah$a lebih banyak menyerang rahang ba$ah dari pada rahang atas. +a mempunyai gejala klinik yang sama seperti perjalanan tumor jinak pada umumnya, Osteoma dapat dapat di identikasi pada usia &7 sampai dengan 7 tahun, tetapi bisa juga ditemukan pada usia yang lebih muda atau bahkan pada usia yang lebih tua. .Multipel osteoma dirahang sama seperti

(5)

osteoma yang terjadi di tulang-tulang panjang dan tulang tengkorak. Adapun gambaran klinik dari osteoma adalah!

  Asymptomatis

ertumbuhan lambat, sehingga pasien datang ke dokter sudah dalam keadaan yang lanjut. erabaan keras seperti tulang dan bertangkai.

Tidak nyeri pada tumor.

Tidak terjadi perubahan pada bentuk $ajah kecuali jika lesi tersebut telah meluas dan membesar .

Osteoma bisa terjadi di mandibula atau ma<illa, sepanjang tulang-tulang $ajah dan tulang-tulang tengkorak, juga bisa terdapat dalam sinus-sinus paranasalis. 0ejal-gejala yang menyertainya adalah! sakit kepala, sinusitis yang berulang-ulang keluhan-keluhan opthalmologi.

Osteoma Tulang Temporal

Osteoma tulang temporal pada umumnya tanpa gejala, 0ejala klinik osteoma tulang temporal tergantung pada lokasi dan ukuran tumor. ;ika pada tulang skuamosa atau mastoid, akan menimbulkan kelainan bentuk berupa benjolan keras pada retroaurikula, tidak nyeri, dan tumbuh lambat. emeriksaan

makroskopis menggambarkan ona yang berbatas tegas dengan hiperostosis homogen dengan karakteristik pertumbuhan keluar lempeng tulang yang padat, tunggal, permukaan rata, bertangkai dan tidak inltratif.

Osteoma Sinus Maksilaris

Osteoma pada sinus maksilaris ini tumbuh lambat dan tidak memberikan > menunjukkan gejala khusus, tetapi dapat menunjukkan gejala juga

tergantung pada lokasi dan onset. ada daerah anterior, akan menunjukkan deformitas pada $ajah. 1ila pertumbuhan terus berlanjut, dapat

menyebabkan obstruksi ostium sinus atau ca5um nasi yang nantinya dapat menjadi mukokel. Selain itu akan muncul pula gejala nyeri, bengkak, sinusitis

(6)

dan hidung berdarah. ;arang ditemukan osteoma menembus rongga orbita dan menyebabkan diplopia, ptosis, dan penurunan 5isus.

Osteoma ada =ingua

ada banyak kasus jarang didapati gejala, tapi dapat juga ditemukan bah$a pasien mengeluh tersedak, mual dan sulit makan 2disfagia3.

Multiple Osteoma ada (raniofasial

Osteoma biasanya tidak menimbulkan keluhan, tapi tidak jarang juga ditemui pasien yang mengeluh sakit kepala, in5asi dan deformitas orbita,

pneumocephalus dengan rhinorrhe dan meningitis 26addad et al., "88B3.  Terapi untuk osteoma ini adalah bedah reseksi dan diulangi sampai tidak ada

sisa lagi.

enatalaksanaan Medis dan (epera$atan asien Osteoma

Sebaiknya penanganan 2terapi dan e5aluasi3 kasus osteoma yang membutuhkan koreksi yang dilakukan oleh!

Ahli bedah mulut, karena membutuhkan koreksi akibat perluasan tumor kerongga mulut.

Ahli penyakit T6T, bila dibutuhkan koreksi akibat perluasan kerongga hidung

  rognosa

enatalaksanaan tergantung pada tipe dan fase dari tumor tersebut saat didiagnosis.Tujuan penatalaksanaan secara umum meliputi pengangkatan tumor, pencegahan amputasi jika memungkinkan dan pemeliharaan fungsi secara maksimal dari anggota tubuh atau ekstremitas yang sakit.

(7)

enatalaksanaan meliputi !

  embedahan   (emoterapi   4adioterapi

Terapi kombinasi.

rotokol kemoterapi yang digunakan biasanya meliputi adriamycin

2doksorubisin3 cytoksan dosis tinggi 2siklofosfamid3 atau metrote<ate dosis tinggi 2MTC3 dengan leuko5orin. Agen ini mungkin digunakan secara

tersendiri atau dalam kombinasi.1ila terdapat hiperkalsemia, penanganan meliputi hidrasi dengan pemberian cairan normal intra5ena, diurelika, mobilisasi dan obat-obatan seperti fosfat, mitramisin, kalsitonin atau kortikosteroid, 20ale, "8883.

Osteoma Tulang Temporal

enatalaksanaan osteoma pada tulang temporal tergantung pada beberapa faktor seperti ukuran tumor, mempunyai gejala maka dilakukan tindakan konser5atif dengan memantau gejala klinik dan diikuti dengan pemeriksaan tomogra. ada kasus yang terdapat gejala neurologi, perluasan ke struktur yang berdekatan, dan perubahan estetik maka diindikasikan untuk

pengangkatan tumor.

Osteoma Sinus Maksilaris

Osteoma pada sinus maksilaris diindikasikan untuk di bedah apabila sudah memenuhi lebih dari 79 rongga sinus, alasan kosmetik, keterbatasan atau kehilangan fungsi. ;adi penatalaksanaan osteoma pada rongga sinus

maksilaris ini adalah dengan mengambil seluruh jaringannya.

(8)

ada osteoma di lidah, diagnosis dapat ditegakkan dengan mengirimkan massa yang sebelumnya didapatkan dari pemeriksaan sik ke laboratorium anatomi. ada kasus osteoma lidah. ada osteoma ini, terapi dilakukan dengan bedah eksisi.

Multiple Osteoma ada (raniofasial

enatalaksanaan osteoma tergantung pada beberapa faktor seperti ukuran tumor, mempunyai gejala maka dilakukan tindakan konser5atif dengan memantau gejala klinik dan diikuti dengan pemeriksaan tomogra. ada kasus yang terdapat gejala neurologi, perluasan ke struktur yang berdekatan, dan perubahan estetik maka diindikasikan untuk pengangkatan tumor.

 Tindakan kepera$atan

Manajemen nyeri

 Teknik manajemen nyeri secara psikologik 2teknik relaksasi napas dalam, 5isualisasi, dan bimbingan imajinasi 3 dan farmakologi 2 pemberian analgetika 3.

Mengajarkan mekanisme koping yang efektif 

(9)

berikan dukungan secara moril serta anjurkan keluarga untuk berkonsultasi ke ahli psikologi atau rohania$an.

Memberikan nutrisi yang adekuat

1erkurangnya nafsu makan, mual, muntah sering terjadi sebagai efek samping kemoterapi dan radiasi, sehingga perlu diberikan nutrisi yang adekuat. Antiemetika dan teknik relaksasi dapat mengurangi reaksi

gastrointestinal. emberian nutrisi parenteral dapat dilakukan sesuai dengan indikasi dokter.

endidikan kesehatan

asien dan keluarga diberikan pendidikan kesehatan tentang kemungkinan terjadinya komplikasi, program terapi, dan teknik pera$atan luka di rumah. 2 Smelter. &77"! &'7 3

emeriksaan %iagnostik Osteoma

%iagnosis didasarkan pada ri$ayat, pemeriksaan sik, dan penunjang

diagnosis seperti #T, mielogram, asteriogra, M4+, biopsi, dan pemeriksaan biokimia darah dan urine. emeriksaan foto toraks dilakukan sebagai

prosedur rutin serta untuk follo$-up adanya stasis pada paru-paru. /osfatase alkali biasanya meningkat pada sarkoma osteogenik. 6iperkalsemia terjadi pada kanker tulang metastasis dari payudara, paru, dan ginjal. 0ejala

hiperkalsemia meliputi kelemahan otot, keletihan, anoreksia, mual, muntah, poliuria, kejang dan koma. 6iperkalsemia harus diidentikasi dan ditangani segera. 1iopsi bedah dilakukan untuk identikasi histologik. 1iopsi harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran dan kekambuhan yang terjadi setelah eksesi tumor. 2 4asjad. &77' 3

(10)

Osteoma Tulang Temporal

emeriksaan penunjang untuk osteoma pada tulang temporal adalah rontgen kranium, tomogra komputer dan magnetik resonansi. ada rontgen kranium tampak gambaran radiolusen dengan kalsikasi sentral dan dapat meluas keluar dari tulang aslinya. Tomogra komputer merupakan pemeriksaan untuk diagnosis, dengan rekonstruksi tiga dimensi akan menghasilkan lokasi anatomi yang lebih baik, ukuran dan rencana pengangkatan tumor.

0ambaran osteoma menunjukkan radiolusen, terbatas pada jaringan tulang dan diliputi oleh bagian sklerotik pada radioopak. encitraan resonansi

magnetik berguna untuk melihat in)amasi jaringan di sekitar lesi.

Osteoma Sinus Maksilaris

?ntuk pemeriksaan penunjang dapat digunakan #T-scan dan M4+ dimana #T akan menunjukkan massa yang mirip kepadatan tulang kortikal normal. Sedangkan pada M4+ dapat dilihat osteoma gading dan osteoma de$asa.

Multiple Osteoma ada (raniofasial

Osteoma pada tulang temporal jarang ditemukan dan biasanya terjadi pada $anita yang dalam suatu kasus didapati osteoma pada telinga bagian

tengah. Secara mikroskopik, osteoma di tandai dengan lamela densa dengan kanalis ha5ersian. Stroma intratrabekular mengandung osteoblas, broblas dan giant sel tanpa sel hemaptopetik 2/enton et al,. "883.

Sedangkan pada pemeriksaan radiogra, osteoma dapat ditegakkan dengan ct-scan. #T-scan '% mempunyai 5isualisasi yang sangat baik untuk melihat osteoma. otongan aksial dan koronal menunjukkan lokasi pasti osteoma.

(omplikasi Osteoma

(omplikasi operasi dapat terjadi rekuren, paralise ner5us fasial, tuli sensorineural, perdarahan, meningitis, trombo)ebitis serta komplikasi oftalmologi terutama pada tumor yang menutup sinus sigmoid.

(11)

Osteoma mempunyai prognosis yang baik. Tumor ini jarang rekuren dan tidak berpotensi menjadi ganas.

(omplikasi dapat terjadi di luar sinus seperti diplopia, ephipora, dan

kebutaan. embedahan osteoma biasanya dapat mengembalikan penglihatan menjadi normal lagi.

Apabila tumor telah bermetastase 2menyebar3, maka akan dapat menyerang organ tubuh sekitar sehingga akan terjadi keabnormalan fungsi seluruh

organ.

1agi tumor ganas, akan dapat mengakibatkan kematian yang dikarenakan merusak semua sel organ tubuh.

Asuhan (epera$atan ada asien Osteoma

 Tomi 2"* th3 adalah murid sekolah sepak bola. %engan tinggi badan "cm dengan 11 a$al 7. Sejak * bulan ini timbul bengkak di lutut kanan Tomi dengan 11 saat ini * kg. A$alnya tomi jatuh saat main bola. (emudian timbul pembengkakan diatas lututnya dan ditambah keluhan nyeri saat beraktitas. Orang tuanya menganggap lutut tomi terkilir, dan diba$a

berurut kedukun .Semakin lama pembengkakan itu semakin besar dan badan semakin kurus.

Melihat keadaan tomi yang semakin memburuk, ayah Tomi memba$anya berobat kerumah sakit. %okter melakukan pemeriksaan dan mendapat

adanya pembengkakan diatas lutut tomi dengan diameter &7 cm, keras dan terlihat adanya 5enektasia. ada pangkal paha kanan belum terdapa

tpembengkakan kelenjar limfe. %okter menduga tomi menderita tumor ganas tulang, sehingga dokter memeriksa seluruh tubuh tomi untuk mencari

apakah ada metastase ke organ lainnya.

Selanjutnya dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan rontgen paha, lutut dan dada.%okter radiologi melihat adanya gambaran Dsun ray appereance danD codman triangle. %okter kemudian merencanakan open biopsy, sehingga nanti bias ditentukan diagnosis dan penatalaksanaan yang lebih tepat.

 1runner F Suddarth. &77&. (epera$atan Medikal 1edah Gol. '. Edisi H.  ;akarta! E0#.

(12)

2terjemahan3. ;akarta! E0#.

#or$in, Eliabeth ;. &77B. 1uku Saku atosiologi. Edisi ' 4e5isi. ;akarta! E0#. %oenges, Marilynn E. &77&. 4encana Asuhan (epera$atan. Edisi '. ;akarta! E0#.

 ;ong %. :. 2"88B3. 1uku Ajar +lmu 1edah. Edisi re5isi. ;akarta ! E0# =ukman F @urna @ingsih.. Asuhan (epera$atan 0angguan Sistem Muskuloskeletal. ;akarta ! Salemba Medika

MutaIIin, Arif. 2&77H3. 1uku Ajar Asuhan (epera$atan (lien 0angguan Sistem Muskuloskeletal. ;akarta ! E0#.

@A@%A +nternational. %iagnosis (epera$atan. &7"". ;akarta! E0#.

rice, Syl5ia A. &77. atosiologi (onsep (linis roses-proses enyakit. Edisi . Golume &. ;akarta! E0#

Schrock, Theodore. 2"883. +lmu 1edah Edisi G++.. ;akarta ! E0#

Smelter, Suanne c. &77&. 1uku Ajar (epera$atan Medikal 1edah 5ol.'.  ;akarta ! E0#

Syaifudin. Anatomi /isiologi. ;akarta! E0#

 Tambayong, ;an. 2&77&3. atosiologi. ;akarta! E0#

:ilkinson, ;udith M. &77B. 1uku Saku %iagnosis (epera$atan %engan +nter5ensi @+# dan (riteria hasil @O#. Edisi B. ;akarta! E0#.

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian jika kita memberikan beda Kemudian jika kita memberikan beda potensial pada sel termoelektrik maka elektron potensial pada sel termoelektrik maka elektron pada bahan

Tabel 6. Untuk menguji apakah data homogen atau tidak, digunakan uji kesamaan dua varians. Masing – masing data pretes dan postes untuk kedua sampel diperoleh

Orang yang datang tersebut diperbolehkan juga masuk ke dalam serambi masjid tetapi harus terlebih dahulu membaca dua kalimat syahadat. Membaca kalimat syahadat

Selain itu, perhitungan harga pokok produksinya pun masih belum tepat karena biaya bahan baku langsung belum dihitung berdasarkan standar yang spesifik dan

Sedangkan pada kelompok responden obesitas telah terjadi peningkatan kadar gula darah sebanyak 20% TGT dan tidak satupun dari kelompok obesitas maupun overweight yang

Pernyataan positif menggambarkan fakta-fakta dari kegiatan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Fakta-fakta ini berhubungan dengan perkiraan tentang hal yang

Sementara pasangan Jokowi-JK unggul signifikan di sebelas Provinsi yaitu Lampung, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Gubernur Nomor 43 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sebagaimana telah diubah beberapa