PERENCANAAN JARINGAN HFC UNTUK LAYANAN DVB-C DI KAWASAN VILLA BINTARO REGENCY
Anggoro Adi Ramadhani¹, Akhmad Hambali², Agus Virgono³
¹Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom
Abstrak
Seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat khususnya pada layanan multimedia seperti video, voice, dan data serta perkembangan teknologi
telekomunikasi berbasis jaringan fiber optik yang kini telah tersedia, maka layanan multimedia baik yang bersifat distributif maupun interaktif dapat diberikan kepada para pelanggan melalui jaringan akses broadband fiber optik. Layanan ini mampu memberikan layanan komunikasi data termasuk internet dan layanan audio-video. Teknologi HFC (Hybrid Fiber Coax) merupakan salah satu yang dapat mendukung perkembangan tersebut.
Basic design dari perencanaan jaringan HFC ini adalah survey awal, yaitu mengetahui ruang lingkup jaringan sehingga dapat diketahui jumlah pelanggan, layanan yang disediakan, dan alokasi bandwidth yang digunakan. Selanjutnya melakukan survey perangkat yang akan digunakan. Survey perangkat sangat diperlukan dalam men-sketsa jaringan yang akan direncanakan.
Berdasarkan perhitungan alokasi kebutuhan bandwidth menunjukkan bahwa lebar pita downstream yang sebenarnya 742 MHz. Dengan lebar pita downstream tersebut dapat
menyediakan beberapa layanan multimedia, diantaranya adalah layanan tv broadcast dan layanan fast internet. Untuk tv broadcast tersedia 70 kanal, sisa bandwidth selebar 342 MHz dapat digunakan untuk layanan lain. Untuk layanan internet membutuhkan lebar pita 8 MHz (downstream) dan 3,2 MHz (Upstream).
Hasil dari perencanaan jaringan HFC (Hybrid Fiber Coax) di Villa Bintaro Regency menunjukkan bahwa perencanaan telah sesuai dengan standard performansi jaringan HFC yang mengacu pada standard TELKOM yaitu untuk CNR ≥ 43 dB, sedangkan untuk CSO, CTB, Xmod ≥ 50 dB. Dengan hasil tersebut diharapkan jaringan mampu mengirimkan sinyal yang berkualitas ke masing-masing pelanggan dengan kualitas yang merata.
Kata Kunci : Hybrid Fiber Coax, layanan tv broadcast
Abstract
The improvement of information technology especially in multimedia service such as video, voice and data and also the improvement of telecommunication technology based on fiber optic
network that support multimedia service that can be provided interactively to user using broadband fiber optic access. This service can give many kinds of data communication service including internet and audio-video service. The HFC (Hybrid Fiber Coax) would be able to support that improvement of services.
Basic design of HFC planning is area surveying that describes the space of network so that can be known the number of users, services that provided and also the allocation of bandwidth used. And then tools surveying to sketch the network planned.
Based on the calculation, allocation of bandwidth needed shows that the downstream width is actually 742 MHz, that can provide some of multimedia services, such as broadcast tv and fast internet. For broadcast tv is available 70 channels, and the rest of bandwidth 342 MHz can be used for another services. For internet service needs 8 MHz (downstream) and 3,2 MHz (Upstream).
And the result of this HFC Network planning (Hybrid Fiber Coax) in Villa Bintaro Regency shows that the planning has been matched with the performance standard of PT. TELKOM that for CNR ≥ 43 dB, and for CSO, CTB, Xmod ≥ 50 dB. The result of HFC Planning can be used to transmit signal to each user with the equal quality.
Institut Teknologi TELKOM
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
HFC adalah singkatan dari Hybrid Fiber Coax. Pada dasarnya HFC adalah suatu perangkat yang digunakan untuk jaringan telekomunikasi dan merupakan penggabungan dari teknologi fiber optic, optoelektronik dan teknologi kabel coaxial tradisional sehingga merupakan suatu teknologi “hybrid”. Di mana jaringan fiber dipakai sebagai jaringan backbone dari head end ke fiber node, sedangkan jaringan coax digunakan untuk menghubungkan dari fiber node hingga ke pelanggan. Saat ini penggunaan HFC dalam jaringan telekomunikasi mendapat perhatian yang besar karena secara teoritis memungkinkan penyediaan berbagai service secara sekaligus (multiservice) seperti telephony, internet, cable TV dan Video-On-Demand (VOD) dengan janji kecepatan transmisi data yang lebih tinggi dan harga yang terjangkau oleh pemakai. Jaringan HFC dapat diterapkan melalui pemanfaatan jaringan cable TV yang sudah luas seperti di Amerika Serikat ataupun dengan membangun infrastruktur cable TV yang baru dengan teknologi HFC.
Pada saat ini dapat dikatakan bahwa seluruh mata rantai broadcasting mulai dari proses produksi hingga ke distribusi televisi telah dilakukan secara digital, namun mata rantai terakhir proses transmisi ke end-user umumnya masih dilakukan secara analog. DVB (Digital Video Broadcast) adalah salah satu sistem yang digunakan untuk mentransmisikan siaran TV digital hingga ke end-user.
Upaya pengembangan DVB sebagai standard global untuk penyiaran televisi digital baik melalui satelit maupun terestrial berawal dari pembentukan DVB Project pada tahun 1993. DVB Project beranggotakan sekitar 250 institusi yang berasal dari 30-an negara d30-an terdiri dari broadcaster, m30-anufaktur, network operator, bad30-an regulasi d30-an institusi akademik. Project DVB tidak menjalankan fungsi sebagai regulator melainkan bekerja berdasarkan aspek bisnis dan komersial.
Dalam perkembangan selanjutnya Project DVB telah berhasil mengembangkan serangkaian spesifikasi DVB yang tidak terbatas pada video broadcasting namun juga telah merambah hingga ke aplikasi dan layanan multimedia.
Mengacu pada konsep di atas, maka simulasi desain jaringan HFC DVB-C ini diharapkan akan sangat membantu untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem yang dirancang.
1.2 Tujuan dan Kegunaan
1.2.1 Tujuan
Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah :
1. Merencanakan suatu desain jaringan HFC Telkomvision yang mendukung layanan digital DVB-C.
2. Menganalisis jaringan HFC DVB-C yang telah diimplementasikan.
1.2.2 Kegunaan
Kegunaan dari perancangan desain jaringan DVB-C dalam Tugas Akhir ini adalah:
1. Sebagai model jaringan HFC DVB-C yang akan diimplementasikan oleh Telkomvision.
2. Pengembangan dari teknologi HFC CaTV yang masih bersifat analog.
3. Diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan layanan TV kabel digital.
1.3 Permasalahan
1.3.1 Rumusan Masalah
Analisa yang akan dilakukan pada Tugas Akhir ini adalah : 1. Konfigurasi sistem jaringan HFC untuk layanan DVB-C. 2. Bagaimana proses DVB-C.
3. Perencanaan kapasitas infrastruktur yang membangun sistem. 4. Perkiraan jumlah user di masa yang akan datang.
1.3.2 Batasan Masalah
Institut Teknologi TELKOM beberapa hal berikut :
Implementasi jaringan HFC dilakukan di Villa Bintaro Regency memiliki 35 row dengan jumlah perencanaan400 Home Passed(user).
Layanan yang disediakan di Villa Bintaro Regency adalah layanan digital broadcast TV (SDTV), dan layanan fast internet.
Modulasi yang digunakan adalah QAM-64, dan kompresi video yang akan digunakan adalah MPEG-2.
Struktur jaringan serat optik hanya dilakukan analisis jaringan dengan menghitung parameter power link budget, kemudian dilakukan analisis simulasi transmisi MPEG-2 menggunakan software Matlab untuk kualitas sinyal MPEG-2 di sisi penerima
Tv broadcast headend ditempatkan di Soepomo, distribution hub dan CMTS ditempatkan di STO Semanggi 2, sedangkan fiber node telah ditentukan oleh pihak pengelola perumahan yaitu di Menteng Residen.
Standard performansi yang digunakan mengacu pada standard TELKOM.
Tidak membahas secara mendalam mengenai cara kerja dari perangkat amplifier dan komponen-komponen perangkat pada headend.
Tidak membahas protokol secara spesifik.
1.4 Metodologi
Metodologi penelitian yang dilakukan dalam penyusunan Tugas Akhir ini meliputi :
1. Studi literatur dan kepustakaan dari sumber-sumber penunjang yang berkaitan dengan Digital Video Broadcasting (DVB).
2. Survey lapangan, dilakukan untuk memperoleh data-data sebagai bahan perencanaan.
3. Diskusi dengan pembimbing.
4. Penyusunan laporan proyek akhir dan kesimpulan akhir.
1.5 Sistematika Penulisan
Tugas Akhir ini terdiri dari lima bab ditambah dengan lampiran-lampiran yang diperlukan. Berikut adalah rincian dari bab-bab tersebut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang, tujuan dan kegunaan, permasalahan, metodologi, dan sistematika penulisan.
BAB II DASAR TEORI
Bab ini berisi teori dasar mengenai konsep jaringan HFC, dan teori dasat Digital Video Broadcast-Cable (DVB-C).
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
Bab ini berisi tahap-tahap perancangan dan rekonfigurasi jaringan HFC eksisting untuk mendukung migrasi dan integrasi pelanggan Single Family Home (SFH)/Retail Analog CATV ke layanan Digital CATV/DVB-C.
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
Bab ini berisi hasil analisa performansi dari rekonfigurasi jaringan HFC dan implementasi sistem berdasarkan parameter-parameter yang telah ditentukan di atas.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan akhir dari hasil analisa yang telah dilakukan dan saran-saran yang berkaitan dengan masalah-masalah yang dapat dikembangkan dari hasil penelitian ini.
Sekolah Tinggi Teknologi TELKOM
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Dari Tugas Akhir Perencanaan Jaringan Hybrid Fiber Coax(HFC) untuk layanan Digital Video Broadcast-Cable(DVB-C) di Villa Bintaro Regency, dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa :
1. Berdasarkan hasil analisis parameter optik yaitu power link budget telah memenuhi syarat untuk penggelaran jaringan, yakni power link budget
untuk jaringan optik trunk sebesar 22 dB (HE Soepomo-STO KBB) dan 20 dB (antara STO Kebayoran Baru dengan fiber nodedi Menteng Residen) dimana keduanya lebih besar dari nilai redaman maksimumnya.
2. Berdasarkan perhitungan dapat diketahui bahwa satu modulator 64-QAM mampu menyediakan bandwidth sebesar 32Mbps. Sedangkan satu kanal MPEG-2 SDTV dengan resolusi 720576 membutuhkan 15Mbps. Setelah melalui proses kompresi satu modulator 64-QAM mampu menampung hingga 3 kanal MPEG-2. Sehingga untuk menampung 32 kanal digital membutuhkan 11 modulator dengan spektum frekuensi masing-masing adalah 8 MHz.
3. Total spektrum frekuensi yang dibutuhkan untuk transmisi TV Broadcast
digital dan analog (sebesar 392 MHz dengan total kanal sebanyak 70) adalah lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan total spektrum frekuensi untuk TV Broadcast CaTV analog dengan format PAL (sebesar
423 MHz, total kanal hanya 56).
4. Batas atas nilai keluaran tap yang diinginkan agar dapat diterima perangkat di pelanggan dengan baik adalah 20,082 dBmV (pada 86 MHz); 22,4974 dBmV (pada 550 MHz) dan 23,49 dBmV (pada 862 MHz). Batas bawah keluaran tap adalah 11,082 dBmV (pada 86 MHz); 13,4974 dBmV (pada 550 MHz) dan 14,49 dBmV (pada 862 MHz).
5. Performansi hasil rancangan yang dibutuhkan jaringan HFC sesuai standar TELKOM yaitu : Nilai CNR akhir saluran sebesar 43,004dB (≥ 43 dB), Nilai CSO akhir saluran 50,88dB (≥ 50 dB), nilai CTB akhir saluran 50,665 dB (≥ 50 dB), dan nilai XMOD 50,994 dB (≥ 50 dB).
5.2 Saran
1. Perencanaan jaringan HFC untuk layanan DVB-C di kawasan Villa Bintaro Regency hanya difokuskan pada layanan pay-tv dan high speed internet access, sedangkan sisa bandwidht yang tersedia cukup besar, sehingga pada perencanaan berikutnya sebaiknya dilakukan optimasi terhadap bandwidth tersebut.
2. Untuk tugas akhir selanjutnya sebaiknya dilakukan penambahan layanan, user dan juga analisis yang lebih mendalam lagi. Selain itu juga mungkin survey demand dilakukan tidak hanya sebatas pada responden di wilayah perumahan saja tapi responden di daerah backbone juga mungkin dapat dilakukan survey.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Baldwin, T.F & D.S Mc Voy, Cable Communication, Prentice-Hall, New Jersey, 1988.
[2] Hewlett-Packard Company, Cable Television System Measurement Handbook, Februari 1994.
[3] TELKOM Proyek Bisnis TV Cable (Probis TV Cable), Alcatel Broadband Optical Network Termination, Access System Division, Mei 2000.
[4] PT. Indonusa Telemedia, Request for Proposal and Functional Requirements specification, 1997.
[5] PT Telkom, Div Risti, Pedoman Design Jaringan Hybrid fiber Coax (HFC), 2000.
[6] Keiser, Gerd, Optical Fiber Communications, McGraw-Hill, New York, 1991.
[7] Ikusi, Broadband Data Book, Ikusi Inc.
[8] Ikusi, CATV Data Book, Ikusi Inc, Agustus 2000. [9] Ikusi, Smatv System, Ikusi Inc.
[10] Scientific Atlanta, Inc., Atlanta, GA, CATV Data Book, rev. 6, Agustus 1990.
[11] Scientific Atlanta, Inc., Atlanta, GA, Broadband Data Book, rev. 13, Desember 2001.
[12] Haykin, Simon., Communication Systems 4thEdition., Wiley, 2001.
[13] Poulin, Robin., Digital Television Fundamentals., Mc-Graw-Hill, New York., 2000.
[14] http://www.trilogycoax.com
[15] http://www.televes.com
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)