• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal FTIR Affinity.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal FTIR Affinity.pdf"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SENYAWA ORGANIK

ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SENYAWA ORGANIK

DENGAN SPEKTROFOTOMETER INFRA-RED AFFINITY

DENGAN SPEKTROFOTOMETER INFRA-RED AFFINITY

 Bellinda Ayustina, Ihsan Rafi, Sa

 Bellinda Ayustina, Ihsan Rafi, Safirah Zam Astari, Shabri Huda,

firah Zam Astari, Shabri Huda,

 PKT-6 Kelas XIII-1

 PKT-6 Kelas XIII-1

Departemen Perindustrian, SMK-SMAK Bogor, Bogor-Indonesia

Departemen Perindustrian, SMK-SMAK Bogor, Bogor-Indonesia

ABSTRAK ABSTRAK

 Analisis

 Analisis Kualitatif Kualitatif dan dan Kuantitatif Kuantitatif Senyawa Senyawa Organik Organik dengan dengan Spektrofotometer ISpektrofotometer I nfra-Red nfra-Red Afinity.Afinity. Tujuan penetapan ini adalah untuk mengetahui gugus fungsi apa saja yang terdapat dalam suatu Tujuan penetapan ini adalah untuk mengetahui gugus fungsi apa saja yang terdapat dalam suatu senyawa organik,(analisis kualitatif) dan untuk menganalisis kadar suatu senyawa organik dalam senyawa organik,(analisis kualitatif) dan untuk menganalisis kadar suatu senyawa organik dalam suatu sampel (analisis kuantitatif). Untuk analisis kuantitatif, metode yang dilakukan adalah suatu sampel (analisis kuantitatif). Untuk analisis kuantitatif, metode yang dilakukan adalah spektrofotometri infra-red dengan deret standar hasil pengenceran ethyl a

spektrofotometri infra-red dengan deret standar hasil pengenceran ethyl a setat 99,5 % (5, 10, setat 99,5 % (5, 10, 15, 20,15, 20, 25 %) yang diencerkan dengan heksana dalam labu ukur 100 ml, . Untuk analisis kualitatif, 25 %) yang diencerkan dengan heksana dalam labu ukur 100 ml, . Untuk analisis kualitatif, dilakukan dengan cara membandingkan spektrum infra-red yang dihasilkan, terhadap tabel gugus dilakukan dengan cara membandingkan spektrum infra-red yang dihasilkan, terhadap tabel gugus fungsi yang disertai kisaran panjang gelombang (cm

fungsi yang disertai kisaran panjang gelombang (cm-1-1). Untuk analisis kualitatif, dengan). Untuk analisis kualitatif, dengan

membandingkan hasil spektrum infra-red terhadap tabel gugus fungsi, maka gugus fungsi yang membandingkan hasil spektrum infra-red terhadap tabel gugus fungsi, maka gugus fungsi yang terdapat dalam sampel tersebut dapat diketahui. Untuk analisis kuantitatif, kadar senyawa organik terdapat dalam sampel tersebut dapat diketahui. Untuk analisis kuantitatif, kadar senyawa organik dapat diketahui dari hasil konsentrasi yang muncul pada akhir pembacaan dalam bentuk data dapat diketahui dari hasil konsentrasi yang muncul pada akhir pembacaan dalam bentuk data (output). Hasil analisis kualitatif, didapatkan gugus fungsi C-O pada serapan 1234,44 cm

(output). Hasil analisis kualitatif, didapatkan gugus fungsi C-O pada serapan 1234,44 cm-1-1, gugus, gugus

fungsi C-H pada serapan 1373,32 cm

fungsi C-H pada serapan 1373,32 cm-1-1, dan gugus fungsi C=O pada serapan 1737,86 cm, dan gugus fungsi C=O pada serapan 1737,86 cm-1-1. Hasil. Hasil

analisis kuantitatif, didapatkan kadar senyawa organik (ethyl asetat) sebesar 24,770 %. Dari hasil analisis kuantitatif, didapatkan kadar senyawa organik (ethyl asetat) sebesar 24,770 %. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, untuk analisis kualitatif, gugus fungsi yang terdapat dalam tersebut dapat disimpulkan bahwa, untuk analisis kualitatif, gugus fungsi yang terdapat dalam sampel sesuai dengan gugus fungsi yang terdapat dalam standar ethyl asetat. Untuk analisis sampel sesuai dengan gugus fungsi yang terdapat dalam standar ethyl asetat. Untuk analisis kuantitatif, dapat disimpulkan bahwa kadar ethyl asetat dalam sampel 24,770 % masih masuk ke kuantitatif, dapat disimpulkan bahwa kadar ethyl asetat dalam sampel 24,770 % masih masuk ke dalam kisaran deret standar ethyl asetat 99,5 % (5, 10, 15, 20, 25 %) yang diencerkan dengan dalam kisaran deret standar ethyl asetat 99,5 % (5, 10, 15, 20, 25 %) yang diencerkan dengan heksana dalam labu ukur 100 ml.

heksana dalam labu ukur 100 ml.

Kata kunci :

Kata kunci : Spektroforometer Infra-red, spektrum infra-red, serapan, gugus fungsi. Spektroforometer Infra-red, spektrum infra-red, serapan, gugus fungsi.

ABSTRACT ABSTRACT

Qualitative and Quantitative Analysis of Organic Compounds by Infra-Red Spectrophotometer Qualitative and Quantitative Analysis of Organic Compounds by Infra-Red Spectrophotometer affinity. The purpose of this assignme

affinity. The purpose of this assignment is to know what functional groups nt is to know what functional groups in an organic compound,in an organic compound, (qualitative analysis) and to analyze the levels of an organic compound in a sample (quantitative (qualitative analysis) and to analyze the levels of an organic compound in a sample (quantitative analysis). For quantitative analysis, the method performed is infra-red spectrophotometry with analysis). For quantitative analysis, the method performed is infra-red spectrophotometry with  standard dilution series of ethyl acetate 99.5 % (5, 10, 15, 20, 25

 standard dilution series of ethyl acetate 99.5 % (5, 10, 15, 20, 25 %) diluted with hexane in a flask%) diluted with hexane in a flask of 100 ml. For qualitative analysis, done by comparing the infra-red spectrum is generated, the of 100 ml. For qualitative analysis, done by comparing the infra-red spectrum is generated, the  functional group table with a

 functional group table with a wavelength range (cmwavelength range (cm-1-1 ). For qualitative a ). For qualitative a nalysis, by comparing thenalysis, by comparing the

results of infra-red spectrum of

results of infra-red spectrum of the table of functional groups, the functional grthe table of functional groups, the functional gr oup contained in theoup contained in the  sample can

 sample can be known. be known. For quantitative For quantitative analysis, the analysis, the organic compound content organic compound content can be can be seen fromseen from the results of concentration that appears at the end of the reading in the form of data (output). The the results of concentration that appears at the end of the reading in the form of data (output). The results of qualitative analysis, obtained the functional group C-O on the uptake 1234.44 cm

results of qualitative analysis, obtained the functional group C-O on the uptake 1234.44 cm-1-1 , C-H , C-H

 functional

 functional groups groups on on the the uptake uptake 1373.32 1373.32 cmcm-1-1 ,  , and and the the functional functional group group C C = = O O at at 1737.86 1737.86 cmcm-1-1

absorption. The results of quantitative analysis, found levels of organic compounds (ethyl acetate) absorption. The results of quantitative analysis, found levels of organic compounds (ethyl acetate) of 24.770 %. From these results

of 24.770 %. From these results it can be concluded that, for qualitative analysis, functional groupit can be concluded that, for qualitative analysis, functional group ss in the sample in accordance with the functional group contained in ethyl acetate standards. For in the sample in accordance with the functional group contained in ethyl acetate standards. For quantitative analysis, it can be concluded that the levels of ethyl acetate in a sample of 24.770 % quantitative analysis, it can be concluded that the levels of ethyl acetate in a sample of 24.770 %  still fit into

 still fit into the range of the range of the standard seriethe standard series of ethys of ethyl acetate l acetate 99.5 % (5, 99.5 % (5, 10, 15, 210, 15, 20, 25 %) 0, 25 %) diluted withdiluted with hexane in a 100 ml flask.

hexane in a 100 ml flask.

Keywords :

(2)

PENDAHULUAN

Pada dasarnya Spektrofotometer Fourier Transform Infra Red (FTIR) adalah sama dengan Spektrofotometer Infrared dispersi, yang membedakannya adalah pengembangan pada sistem optiknya sebelum berkas sinar infra merah melewati contoh. Analisis dengan FTIR dapat dilakukan dengan dua cara yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan melihat bentuk spektrumnya yaitu dengan melihat  puncak-puncak spesifik yang menunjukan jenis gugus fungsi yang dimiliki oleh senyawa tersebut. Sedangkan analisis kuantitatif dapat dilakukan dengan menggunakan senyawa standar yang dibuat spektrumnya pada berbagai variasi konsentrasi. Oleh karena itu siswa-siswi dilatih agar dapat mengoperasikan dan mengolah data dengan FTIR. Tujuan Analisis :

1. Untuk mengetahui gugus fungsi apa saja yang terdapat dalam suatu senyawa organik,(analisis kualitatif)

2. Untuk menganalisis kadar suatu senyawa organik dalam suatu sampel (analisis kuantitatif)

TINJAUAN PUSTAKA A. Spektrofotometri infrared

Spektrofotometri infrared (IR) merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menganalisa senyawa kimia. Spektra inframerah suatu senyawa dapat memeberikan gambaran dan struktur molekul senyawa tersebut. Spektra IR dapat dihasilkan dengan mengukur absorbsi radiasi, refleksi atau emisi didaerah IR. Daerah inframerah pada spektrum gelombang elektromagnetik mencakup bilanagan gelombang 14.000 cm-1  hingga 10 cm-1, daerah

infrared sedang (4000-400 cm-1) berkaitan dengan

transisi energi vibrasi dari molekul yang memeberikan informasi mengenai gugus-gugus fungsi dalam molekul tersebut. Daerah infrared jauh (400-10 cm-1) bermanfaat untuk menganalisis

molekul yang mengandung atom-atom berat seperti senyawa anorganik namun membuthkan teknik khusus yang kebih baiik. Daerah infrared dekat (12.500-4000 cm-1) yang peka terhadap vibrasi

overtone. (Schechter, 1997).

B. Teori absorpsi Infrared

Syarat suatu gugus fungsi dalam s uatu senyawa dapat terukur pada spektra IR adalah adannya perbedaan momendipol pada gugus tersebut. Vibrasi ikatan akan menimbulkan fluktuasi momendipol yang menghasillkan gelombang listrik. Untuk pengukuran menggunakan IR biasanya benda pada daerah  bilangan gelombang 400-4500 cm-1. daerah pada

 bilangan gelomabang itu disebut daerah IR sedang, dan merupakan daerah optimum untuk penyerapan sinar IR bagi ikatan-ikatan dalam senyawa organik (Harjono, 1992)

Suatu ikatan kimia dapat bervibrasi sesuai dengan level energinya sehungga memberikan frekuensi yang spesifik. Hal ini yang menjadi dasar  pengukuran spektroskopi infrared. Jenis-jenis vibrasi

molekul biasanya terdiri 6 macam yaitu symetrical, asymetrical, scissoring, rocking, wagging dan twisting. (Ellis,D.I, 2006).

C. Spektrofotometri Fourier Transform Infrared (FTIR)

Sistem optik Spektrofotometer Fourier Transform Infra Red seperti pada gambar dibawah ini dilengkapi dengan cermin yang bergerak tegak lurus dan cermin yang diam. Dengan demikian radiasi infra merah akan menimbulkan perbedaan jarak yang ditempuh menuju cermin yang bergerak (M) dan  jarak cermin yang diam (F). Perbedaan jarak tempuh radiasi tersebut adalah 2 yang selanjutnya disebut sebagai retardasi (δ). Hubungan antara intensitas radiasi IR yang diterima detektor terhadap retardasi disebut sebagai interferogram. Sedangkan sistem optik dari Spektrofotometer Infra Red yang didasarkan atas bekerjanya interferometer disebut sebagai sistem optik Fourier Transform Infra Red.

Gambar 1. Sistem optik spektrofotomter FTIR Pada sistem optik Fourier Transform Infra Red digunakan  radiasi LASER (Light Amplification by Stimulated Emmission of Radiation) yang berfungsi sebagai radiasi yang diinterferensikan dengan radiasi infra merah agar sinyal radiasi infra merah yang diterima oleh detektor secara utuh dan lebih baik. Detektor yang digunakan dalam Spektrofotometer Fourier Transform Infra Red adalah Tetra Glycerine Sulphate (disingkat TGS) atau Mercury Cadmium Telluride (disingkat MCT). Detektor MCT lebih  banyak digunakan karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan detektor TGS, yaitu

(3)

memberikan respon yang lebih baik  pada frekuensi modulasi tinggi, lebih sensitif, lebih cepat, tidak dipengaruhi oleh temperatur, sangat selektif terhadap energi vibrasi yang diterima dari radiasi infra merah.

Pada umumnya identifikasi suatu senyawa didasarkan oleh vibrasi bengkokan, khususnya goyangan (rocking), yaitu yang berada di daerah  bilangan gelombang 2000 cm-1. Spektrofotometer

IR dapat digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi suatu senyawa. Sedangkan daerah antara 2000-400 cm-1  seringkali sangat rumit, karena

vibrasi regangan maupun bengkokan

mengakibatkan absorbsi pada daerah tersebut. Dalam daerah 2000-400 cm-1 tiap senyawa organik

mempunyai absorbsi yang unik, sehingga daerah tersebut sering juga disebut sebagai daerah sidik jari (fingerprint region). Daerah finger print ini untuk setiap senyawa tidak akan ada yang sama sehingga merupakan identias dari suatu senyawa. Berikut adalah contoh serapan yang khas dari beberapa gugus fungsi :

Tabel 1. Serapan Inframerah dari beberapa gugus fungsi

Gugus Jenis Senyawa Daerah

Serapan (cm-1) C-H alkana 2850-2960, 1350-1470 C-H alkena 3020-3080, 675-870 C-H aromatik  3000-3100, 675-870 C-H alkuna 3300 C=C Alkena 1640-1680 C=C aromatik (cincin) 1500-1600 C-O alkohol, eter, asam karboksilat, ester 1080-1300 C=O aldehida, keton, asam karboksilat, ester 1690-1760 O-H alkohol, fenol (monomer) 3610-3640 O-H alkohol, fenol (ikatan H) 2000-3600

(lebar)

O-H asam karboksilat 3000-3600

(lebar)  N-H amina 3310-3500 C-N Amina 1180-1360 -NO2 Nitro 1515-1560, 1345-1385 METODE ANALISIS

Praktikum analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa organik dengan FTIR Affinity dilakukan di Laboratorium Analisis Instrumen SMK-SMAK Bogor pada tanggal 10 Agustus 2016.

A. Persiapan Sampel dan Standar

a. Identifikasi sampel

Analisis Kualitatif

Kode sampel : 3/AE/2016 Tgl. Penerimaan : 05-08-2016 Sifat fisik sampel

 Wujud : Cair

 Warna : Tak berwarna  Bau : Normal Analisis Kuantitatif

Kode sampel :

-Tgl. Penerimaan : 10-08-2016 Sifat fisik sampel

 Wujud : Cair

 Warna : Tak berwarna  Bau : Normal

Alat –  alat yang digunakan ialah :

1. Alat FTIR Afinity 2. Labu ukur 100 ml 3. Pipet tetes

4. Tissue

Bahan –  bahan yang digunakan adalah:

1. Standar Ethyl asetat 99,5 % 2. Sampel Ethyl Asetat

3. Heksana

 b. Persiapan sampel dan Standar

1. Sampel diteteskan pada alat FTIR lalu diukur absorbansinya dan dibaca gugus fungsi yang dihasilkan pada spektrum serapan IR (Analisis Kualitatif).

2. Dibuat deret standar ethyl asetat 5-25% diukur absorbansinya. Bandingkan absorbansi sampel dan standar untuk

(4)

mengetahui konsentrasi sampel (Analisis Kuantitatif).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis kualitatif dan kuantitaif senyawa organik dengan menggunakan spektrofotometer affinity ini dilakukan dengan dengan membandingkan sampel dengan deret standar ethyl asetat 5-25 %. Sampel yang telah dianalisis menggunakan alat FTIR mengandung ethyl asetat dengan konsentrasi sebesar 24,770 %.

Hasil Analisis Kualitatif :

Tabel 2. Hasil Serapan Inframerah (Analisis Kualitatif)

Hasil Analisis Kuantitatif :

KESIMPULAN

Hasil analisis pada sampel organik dengan metode spektroskopi fourier transform infra red, diketahui  bahwa sampel mengandung senyawa ethyl asetat

dengan konsentrasi 24,770 %

DAFTAR PUSTAKA

Tanpa Nama. 2016. “teori absorpsi FTIR”. Tanpa Tempat:https://gusnil45mind.wordpress.com/2010/ 12/07/infra-red-spectroscopy-ir/ (Diakses pada Jumat 28 Oktober 2016 pukul 20.15 WIB)

Tanpa Nama. 2016. “spektra FTIR”. Tanpa T empat: http://anekakimia.blogspot.co.id/2011/06/instrumen -ftir-dan-membaca-spektra-ftir.html (Diakses pada Jumat 28 Oktober 2016 pukul 17.00 WIB)

Tanpa Nama. 2016. “Analisis Secara FTIR” . Tanpa Tempat: http://www.intertek.com/analysis/ftir/ (Diakses pada Sabtu 29 Oktober 2016 pukul 13.00 WIB)

Kumastuti, Ari. Tanpa Tahun.  Pengenalan Gelombang Khas Dengan Interpolasi. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang

 No.  No. Puncak Bil. Gelombang (cm-1) Gugus Fungsi Ket. 1. 6 1234,44 C-O Ester 2. 7 1373,32 C-H Alkana 3 8 1737,86 C=O Karbonil/Ester

Gambar 2. Spektrum Inframerah Hasil Analisis Kualitatif 

(5)

Gambar

Gambar 1. Sistem optik spektrofotomter FTIR
Tabel 1. Serapan Inframerah dari beberapa gugus fungsi
Tabel 2. Hasil Serapan Inframerah (Analisis Kualitatif)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik membran kitosan-silika ditinjau dari gugus fungsi, morfologi dan permeabilitasnya, mengetahui

Analisis untuk mengetahui gugus fungsi pada produk sekaligus mengetahui gugus fungsi yang telah berubah dari senyawa awal, yaitu dengan membandingkan spektra IR

Karakterisasi menggunakan spektrofotometer inframerah (FTIR) berfungsi untuk mengetahui gugus fungsi dan jenis ikatan yang terdapat pada senyawa kompleks

Analisis gugus fungsional dilakukan untuk mengetahui gugus fungsi senyawa yang terdapat pada larutan hasil refluks. Spektrum FTIR senyawa hasil refluks dengan variasi

Karakterisasi senyawa yang terkandung di dalam ekstrak dilakukan dengan spektroskopi FTIR untuk mengetahui gugus-gugus fungsi yang terdapat dalam senyawa ekstrak daging

Analisis untuk mengetahui gugus fungsi pada produk sekaligus mengetahui gugus fungsi yang telah berubah dari senyawa awal, yaitu dengan membandingkan spektra IR

Pada penelitian ini akan dilakukan analisis spektral untuk mengetahui gugus fungsi pada minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah serta perubahan spektralnya

Tujuan utama identifikasi senyawa organik adalah untuk mengenali gugus fungsi tertentu yang terdapat dalam senyawa tersebut melalui reaksi kimia