• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masalah Pelayanan Kesehatan Dan Solusinya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Masalah Pelayanan Kesehatan Dan Solusinya"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Latar Belakang

Per

Perawa

awatan

tan kes

keseha

ehatan

tan ada

adalah

lah seb

sebaga

agai

i sua

suatu

tu lap

lapang

angan

an khu

khusus

sus dib

dibida

idang

ng kes

kesehat

ehatan,

an,

ket

keteram

erampila

pilan

n hub

hubung

ungan

an ant

antar

ar man

manusia

usia dan

dan ket

keteera

eerampi

mpilan

lan org

organi

anisasi

sasi dit

diterap

erapkan

kan dal

dalam

am

hubungan yang serasi kepada keterampilan anggota profesi kesehatan lain dan kepada tenaga

hubungan yang serasi kepada keterampilan anggota profesi kesehatan lain dan kepada tenaga

social demi untuk memelihara kesehatan masyarakat (Ruth B. Freeman,191!. "omunitas

social demi untuk memelihara kesehatan masyarakat (Ruth B. Freeman,191!. "omunitas

dipandang sebagai target pelayanan kesehatan yang bertu#uan mencapai kesehatan komunitas

dipandang sebagai target pelayanan kesehatan yang bertu#uan mencapai kesehatan komunitas

seb

sebag

agai

ai su

suat

atu

u pe

peni

ning

ngkat

katan

an ke

keseh

sehat

atan

an da

dan

n ke

ker#a

r#asam

sama

a seb

sebag

agai

ai su

suat

atu

u me

meka

kani

nism

sme

e un

untu

tuk 

mempe

mempermudah pencapai

rmudah pencapaian

an tu#ua

tu#uan

n yang berarti

yang berarti masyar

masyarakat atau

akat atau komu

komunitas dilibatkan secara

nitas dilibatkan secara

aktif untuk mencapai tu#uan tersebut.

aktif untuk mencapai tu#uan tersebut.

$alam

$alam pelak

pelaksanaan

sanaan perawa

perawatan

tan kesehat

kesehatan

an dibu

dibutuhka

tuhkan

n system

system pelay

pelayanan

anan keseha

kesehatan

tan

yang maksimal guna menun#ang keberhasilan perawatan kesehatan. %alah satu usaha untuk 

yang maksimal guna menun#ang keberhasilan perawatan kesehatan. %alah satu usaha untuk 

men

mencap

capai

ai pel

pelaya

ayanan

nan kes

kesehat

ehatan

an yan

yang

g mak

maksim

simal

al dib

dibutu

utuhka

hkan

n usa

usaha

ha unt

untuk

uk pem

pemban

bangun

gunan

an

nasional, yang bertu#uan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan

nasional, yang bertu#uan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan

seca

secara

ra ber

berkel

kelan#

an#uta

utan.

n. Berd

Berdasar

asarkan

kan &is

&isi

i pem

pemban

bangun

gunan

an nasi

nasion

onal

al mel

melalu

alui

i pem

pemban

bangun

gunan

an

kesehatan yang ingin dicapai untuk mewu#udkan 'ndonesia sehat .

kesehatan yang ingin dicapai untuk mewu#udkan 'ndonesia sehat .

Pel

Pelaya

ayanan

nan kes

kesehat

ehatan

an dap

dapat

at dip

diperol

eroleh

eh mul

mulai

ai dar

dari

i tin

tingka

gkat

t pus

puskesm

kesmas,

as, rum

rumah

ah sak

sakit,

it,

dokter praktek swasta dan lainlain. )asyarakat dewasa ini sudah makin kritis menyoroti

dokter praktek swasta dan lainlain. )asyarakat dewasa ini sudah makin kritis menyoroti

 pelayanan

 pelayanan kesehatan

kesehatan dan

dan profesional

profesional tenaga

tenaga kesehatan.

kesehatan. )asyarakat

)asyarakat menuntut

menuntut pelayanan

pelayanan

kesehatan yang baik dari pihak rumah sakit, disisi lain pemerintah belum dapat memberikan

kesehatan yang baik dari pihak rumah sakit, disisi lain pemerintah belum dapat memberikan

 pelayanan

 pelayanan sebagaimana

sebagaimana yang

yang diharapkan

diharapkan karena

karena adanya

adanya keterbatasanketerbatasan,

keterbatasanketerbatasan, kecuali

kecuali

rumah sakit swasta yang berorientasi bisnis, dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan

rumah sakit swasta yang berorientasi bisnis, dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan

 baik.

 baik. *ntuk

*ntuk meningkatkan

meningkatkan pelayanan

pelayanan kesehatan

kesehatan dibutuhkan

dibutuhkan tenaga

tenaga kesehatan

kesehatan yang

yang trampil

trampil

dan fasilitas rumah sakit yang baik, tetapi tidak semua rumah sakit dapat memenuhi kriteria

dan fasilitas rumah sakit yang baik, tetapi tidak semua rumah sakit dapat memenuhi kriteria

tersebu

tersebut

t sehing

sehingga

ga menin

meningkatny

gkatnya

a kerum

kerumitan system

itan system pelay

pelayanan kesehatan dewasa

anan kesehatan dewasa ini.

ini. %alah

%alah

satu penilaian dari pelayanan kesehatan dapat kita lihat dari pencatatan rekam medis atau

satu penilaian dari pelayanan kesehatan dapat kita lihat dari pencatatan rekam medis atau

rekam kesehatan. +leh karena itu, penulis akan membuat makalah tentang enaga "esehatan

rekam kesehatan. +leh karena itu, penulis akan membuat makalah tentang enaga "esehatan

dan )utu Pelayanan "esehatan

(2)

B. Rumusan Masalah

1.Bagaimana sistem pelayanan kesehatan di

'ndonesia./pa Pengertian )utu Pelayanan "esehatan

0.Bagaimana %trategi Peningkatan )utu Pelayanan

-.Bagaimana "ebi#akan $alam )en#amin )utu Pelayanan

"esehatan-2.%olusi erbaik pelayanan kesehatan

C. Tujuan

Tujuan Umum

)ahasiswa3pembaca dapat mengetahui enaga "esehatan dan )utu Pelayanan

kesehatan

Tujuan Khusus

1.)ahasiswa dapat mengerti Pengertian enaga "esehatan.

.)ahasiswa dapat mengerti Pengertian )utu Pelayanan "esehatan.

0.)ahasiswa dapat mengerti %trategi Peningkatan )utu Pelayanan.

.)ahasiswa dapat mengerti "ebi#akan $alam )en#amin )utu Pelayanan "esehatan.

2 .)ahasiswa dapat solusi terbaik dalam pelayanan kesehatan

D. Manfaat

)ahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang enaga "esehatan dan )utu

Pelayanan "esehatan

BAB II

TINJAUAN PUTAKA

(3)

)utu adalah lingkar kesempurnaan dari penampilan sesuatu yang sedang diamati

(4inston $ictionary, 192!.

)utu adalah sifat yang dimiliki oleh suatu program ($anabedian, 1956!.

)utu adalah totalitas dari wu#ud serta ciri suatu barang atau #asa yang didalamnya

terkandung pengertian rasa aman atau pemenuhn kebutuhan para pengguna ($in '%+ 56,

195!.

"ualitas merupakan perwu#udan atau gambaran hasil yang dipertemukan kebutuhan dari

 pelanggan dan oleh karena itu memberikan kepuasan (7.) 7uran8 7urans :uality ;ontrol

<andbook, 1955!.

)utu adalah sesuatu untuk men#amin pencapaian tu#uan atau luaran yang diharapkan, dan

harus selalu mengikuti perkembangan pengetahuan profesional terkini (consist with current

 professional knowledge!. *ntuk itu mutu harus diukur dengan dera#at pencapaian tu#uan.

Berpikir tentang mutu berarti berpikir mengenai tu#uan. )utu harus memenuhi berbagai

standar 3 spesifikasi.

"esehatan merupakan hak dan kebutuhan dasar manusia. $engan demikian Pemerintah

mempunyai kewa#iban untuk mengadakan dan mengatur upaya pelayanan kese hatan yang

dapat di#angkau rakyatnya. )asyarakat, dari semua lapisan, memiliki hak dan kesempatan

yang sama untuk mendapat pelayanan kesehatan.%ecara umum pengertian mutu pelayanan

kesehatan adalah dera#at kesempurnaan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar

 profesi dan standar pelayanan dengan menggunakan potensi sumberdaya yang tersedia di

rumah sakit atau puskesmas secara wa#ar,effisien, dan efektif serta diberikan secara aman

dan menuaskan secara norma, etika, hukum dan sosial budaya dengan memperhatikan

keterbatasan dan kemampuan pemerintah, serta masyarakat konsumen.

%elain itu mutu pelayanan kesehatan diartikan berbedas ebagai berikut 8

1.)enurut pasien masyarakatempati,menghargai, dan tanggap sesuai dengan kebutuhan

dan ramah.

.)enurut petugas kesehatan adalah bebas melakukan segala sesuatu secara profesional

sesuai dengan ilmu pengetahuan, keterampilan ,danperalatan yang memenuhistandar.

0. )enurutmana#er 3 administrator adalahmendorong manager untuk mengatur staf dan

 pasien3 masyarakat yang baik.

. )enurut yayasan atau pemilik adalah menuntut pemilik agar memiliki tenaga profesional

yang bermutu dan cukup.

(4)

*ntuk mengatasi adanya perbedaan dimensi tentang masalah peayanan kesehatan seharusnya

 pedoman yang dipakai adalah hakekat dasar dari diselenggarakannya pelayanan kesehatan

tersebut.=ang dimaksud hakekat dasar tersebut adalah memenuhi kebutuhan dan tuntunan

 para pemakai #asapelayanan kesehatan yang apabila berhasil dipenuhi akan menimbulkan

rasa puas( client satisfaction ! terhadap pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.7adi yang

dimaksud dengan mutu pelayanan kesehatan adalah menun#uk pada ringkat pelayanan

kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. )akin sempurna kepuasant

ersebut,makin baik pula mutu pelayanankesehatan. %ekalipunpengertianmutu yang terkait

dengan keputusan ini telah diterima secaraluas ,namun penerapannya tidaklah semudah yang

diperkirakan. )asalah pokok yang ditemukan ialah karena kepuasan tersebut bersifat

sub#ektif. iap orang, tergantungdarikepuasan yang dimiliki, dapat sa#a memiliki tingkat

kepuasan yang berbeda untuk satu mutu pelayanan kesehatan yang sama. $isamping itu

sering pula ditemukan pelayanan kesehatan yang sekalipun dinilai telah memuaskan pasien,

namun ketika ditin#au dari kodeetik serta standar pelayanan profesi, kiner#anya tetapi tidak 

terpenuhi.

"esimpulan, 7adi mutu pelayanan kesehatan menun#uk pada tingkat kesempurnaan pelayanan

kesehatan,di mana di satu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien sesuai

dengan tingkat kepuasan ratarata penduduk, akan tetapi di pihak lain dalam tata cara

 penyelenggaraannya #uga sesuai dengan kodeetik dan standar pelayanan profesi yang telah

ditetapkan.

BAB III

PEMBAHAAN

(5)

%istem pelayanan kesehatan di indonesia meliputi pelayanan ru#ukan yang berupa8

1.

Pelayanan kesehatan dasar 

Pada umumnya pelayanan dasar dilaksanakan di puskesmas, Puskesmas

pembantu,

Puskesmas keliling, dan Pelayanan lainnya di wilayah ker#a puskesmas selain rumah sakit.

.

Pelayanan kesehatan ru#ukan

Pada umumnya dilaksanakan di rumah sakit. Pelayanan keperawatan diperlukan, baik dalam

 pelayanan kesehatan dasar maupun pelayanan kesehatan ru#ukan.

$i negara 'ndonesia sistem ru#ukan telah dirumuskan dalam %". )enteri "esehatan

R' >o.0 tahun 19?, yaitu suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang

melaksanakan pelimpahan tanggung #awab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau

masalah kesehatan secara &ertikal dalam arti dari unit yang berkemampuan kurang kepada

unit yang lebih mampu atau secara hori@ontal dalam arti antara unitunit yang setingkat

kemampuannya. )acam ru#ukan yang berlaku di negara 'ndonesia telah ditentukan atas dua

macam dalam %istem "esehatan >asional, yaitu8

1.

Ru#ukan kesehatan

Ru#ukan kesehatan pada dasarnya berlaku untuk pelayanan kesehatan masyarakat (public

health ser&ices!. Ru#ukan ini dikaitkan dengan upaya pencegahan penyakit dan peningkatan

dera#at kesehatan. )acamnya ada tiga, yaitu8 ru#ukan teknologi, ru#ukan sarana, dan ru#ukan

operasional.

.

Ru#ukan medis

Pada dasarnya berlaku untuk pelayanan kedokteran (medical ser&ices!. Ru#ukan ini terutama

dikaitkan dengan upaya penyembuhan penyakit. )acamnya ada tiga, yaitu8 ru#ukan

 penderita, ru#ukan pengetahuan, ru#ukan bahanbahan pemeriksaan.

 )anfaat sistem ru#ukan, ditin#au dari unsur pembentuk pelayanan kesehatan8

1. $ari sudut pemerintah sebagai penentu kebi#akan (policy maker!

a. )embantu penghematan dana, karena tidak perlu menyediakan berbagai macam peralatan

kedokteran pada setiap sarana kesehatan.

 b. )emper#elas sistem pelayanan kesehatan, karena terdapat hubungan ker#a antara berbagai

sarana kesehatan yang tersedia.

c. )emudahkan peker#aan administrasi, terutama pada aspek perencanaan.

. $ari sudut masyarakat sebagai pengguna #asa pelayanan (health consumer!

a. )eringankan biaya pengobatan, karena dapat dihindari pemeriksaan yang sama secara

 berulangulang.

(6)

 b. )empermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, karena telah diketahui dengan

 #elas fungsi dan wewenang setiap sarana pelayanan kesehatan.

0. $ari sudut kalangan kesehatan sebagai penyelenggara pelayanan keseahatan (health

 pro&ider!

a. )emper#elas #en#ang karier tenaga kesehatan dengan berbagai akibat positif lainnya seperti

semangat ker#a, ketekunan, dan dedikasi.

 b. )embantu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan, yaitu8 ker#a sama yang ter#alin.

c. )emudahkan atau meringankan beban tugas, karena setiap sarana kesehatan mempunyai

tugas dan kewa#iban tertentu.

B. PEN"ERTIAN MUTU PELA#ANAN KEEHATAN

Beberapa definisi mutu pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut8

A

)utu pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap

 pemakai #asa pelayanan kesehatan yang sesuai dengan tingkat kepuasaan ratarata serata

 penyelenggaraannya sesuai dengan standart dan kode etik profesi (/@rul /@war, 199!.

A

)emenuhi dan melebihi kebutuhan serta harapan pelanggan melalui peningkatan yang

 berkelan#utan atas seluruh proses. Pelanggan meliputu, pasien, keluarga, dan lainnya yang

datang untuk pelayanan dokter, karyawan ()ary R. immerman!.

7adi yang dimaksud dengan mutu pelayanan kesehatan adalah menun#uk pada tingkat

kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien.

)akin sempurna kepuasan tersebut, makin baik pula mutu pelayanan kesehatan.

C. TRATE"I PENIN"KATAN MUTU PELA#ANAN

/da empat hal yang perlu diperhatikan dalam pendekatan untuk mencapai pelayanan

 prima melalui peningkatan mutu pelayanan, yaitu sebagai berikut8

1. Pelanggan dan harapannya

<arapan pelanggan mendorong upaya peningkatan mutu pelayanan. +rganisasi

 pelayanan kesehatan mempunyai banyak pelanggan potensial. <arapan mereka harus

diidentifikasi dan diprioritaskan lalu membuat kriteria untuk menilai kesuksesan.

. Perbaikan kiner#a

(7)

Bila harapan pelanggan telah diidentifikasi, langkah selan#utnya adalah

menidentifikasi dan melaksanakan kiner#a staf dan dokter untuk mencapai konseling, adanya

 pengakuan, dan pemberian reward.

0. Proses perbaikan

Proses perbaikan #uga penting. %ering kali kiner#a disalahkan karena masalah

 pelayanan dan ketidakpuasan pelanggan pada saat proses itu sendiri tidak dirancang dengan

 baik untuk mendukung pelayanan. $engan melibatkan staf dalam proses pelayanan, maka

dapat diidentifikasi masalah proses yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan,

mendiagnosis penyebab, mengidentifikasi, dan mengu#i pemecahan atau perbaikan.

. Budaya yang mendukung perbaikan terus menerus

*ntuk mencapai pelayanan prima diperlukan organisasi yang tertib. 'tulah sebabnya

 perlu untuk memperkuat budaya organisasi sehingga dapat mendukung peningkatan mutu.

*ntuk dapat melakukannya, harus se#alan dengan dorongan peningkatan mutu pelayanan

terusmenerus

.

D. KEBIJAKAN DALAM MENJAMIN MUTU PELA#ANAN KEEHATAN

1. Peningkatan kemampuan dan mutu pelayanan kesehatan

*paya ini melalui pengembangan dan pemantapan #e#aring pelayanan kesehatan dan

ru#ukannya serta penetapan pusatpusat unggulan sebagai pusat ru#ukan (top referral!.

. Penetapan dan penerapan berbagai standar dan pedoman

=aitu dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini dan

standar internasional.

0. Peningkatan mutu sumber daya manusia

*paya ini diarahkan pada peningkatan profesionalisme mencakup kompetensi, moral dan

etika.

. Penyelenggaraan :uality /ssurance

*ntuk mengendalikan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan disertai dengan

C&idencebased Parcipitatory ;ontinuous :uality 'mpro&ement.

2. Percepatan pelaksanaan aktreditasi

=ang diarahkan pada pencapaian akreditasi untuk berbagai aspek pelayanan kesehatan.

. Peningkatan public

(8)

?. Peningkatan ker#asama dan koordinasi

=ang dilakukan antar berbagai pihak yang berkepentingan dalam peningkatan mutu

 pelayanan kesehatan.

5. Peningkatan peran serta masyarakat

ermasuk swasta dan organisasi profesi dalam penyelenggaraan dan pengawasan pelayanan

kesehatan.

E. SOLUSI MASALAH PELAYANAN DI INDONESIA

%olusi dari pelayanan kesehatan di indonesia ialah dengan beberapa cara sebagai berikut 8

1.Program 7amkesmas merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi hak pelayanan

kesehatan bagi masyarakat miskin sebagaimana diamanatkan *ndang *ndang $asar 192

 pasal 5< dan *ndang *ndang >omor 0 ahun 199 tentang "esehatan. Program

7amkesmas dimulai ahun 665 yang merupakan lan#utan dari programprogram yang sudah

di#alankan sebelumnya, terakhir melalui program asuransi sosial yang dikenal dengan

Program 7aminan "esehatan )asyarakat )iskin (P7"))! dan /skeskin ahun 66 s.d.

66?. "eberadaan program 7amkesmas diharapkan mampu meningkatkan akses dan mutu

 pelayanan kesehatan sehingga tercapai dera#at kesehatan yang optimal secara efektif dan

efisien bagi seluruh peserta 7amkesmas.

Berdasarkan *ndang *ndang >omor 12 ahun 66 tentang BP" dan *ndang *ndang

 >omor 12 ahun 66 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan anggung 7awab "euangan

 >egara, BP" R' telah melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan pertanggung#awaban

 program 7amkesmas dan 7amkesda pada "ementerian "esehatan, pemberi pelayanan

kesehatan (PP"!, Pemerintah Pro&insi3"abupaten3"ota serta instansi terkait lainnya ahun

/nggaran (/! 616 s.d. %emester ' / 61.

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan dengan tu#uan tertentu (P$! yang bertu#uan

untuk mengetahui dan menilai apakah8 (1! %eluruh peserta 7amkesmas telah terlayani

 program 7amkesmasE (! %istem pengendalian intern (%P'! atas kepesertaan, pelayanan,

 penyaluran dan penggunaan dana serta pertanggung#awaban Program 7amkesmas dan

7amkesda telah dirancang dan dilaksanakan secara memadaiE (0! $ana 7amkesmas dan

7amkesda telah diterima oleh PP" dalam #umlah, waktu dan cara yang tepatE dan (! $ana

7amkesmas telah dipergunakan tepat sasaran dan dipertanggung#awabkan sesuai petun#uk 

 pelaksanaan dan petun#uk teknis yang berlaku.

(9)

<asil pemeriksaan menyimpulkan adanya kelemahan yang signifikan sebagai berikut8 (1!

Belum adanya

database

kepesertaan yang akurat, pemutakhiran data masyarakat miskin tidak 

 baik, dan adanya perbedaan dalam data masyarakat miskin antar instansiE (! )asih terdapat

risiko masyarakat miskin belum dapat memperoleh pelayanan kesehatan gratis dan tidak 

tercakup baik dalam program 7amkesmas maupun 7amkesdaE (0! Penyaluran, pencairan,

 penggunaan, dan pertanggung#awaban dana 7amkesmas belum sesuai dengan pedoman

 pelaksanaan 7amkesmas 616 dan 611E (! Re&iu kiner#a pengelola program tidak dilakukan

dan umpan balik atas pelaporan yang telah dilakukan pengelola 7amkesmas di tingkat daerah

tidak diberikan secara berkala oleh pengelola tingkat pusatE dan 2! im Pengelola dan im

"oordinasi 7amkesmas pro&insi3kabupaten3kota belum sepenuhnya melaksanakan monitoring

dan e&aluasi serta penyetoran sisa 7amkesmas tahun 616 dan 611 belum selesai

dilaksanakan.

Berdasarkan pemeriksaan kami, pengelolaan dan pertanggung#awaban program

7amkesmas dan 7amkesda pada "emenkes, PP" dan Pemerintah Pro&insi3"abupaten3"ota

serta instansi terkait lainnya / 616 s.d. %emester ' / 61 seperti yang telah kami

sebutkan di atas, menya#ikan belum sepenuhnya peserta 7amkesmas dapat terlayani oleh

 program 7amkesmas dan 7amkesda dan belum sepenuhnya sesuai dengan Pedoman

Pelaksanaan Program 7aminan Pelayanan "esehatan ahun 616 dan 611, peraturan daerah

terkait 7aminan "esehatan $aerah di Pro&insi3"abupaten3"ota, dan peraturan daerah

mengenai tarif rumah sakit Pro&insi3"abupaten3"ota yang telah ditetapkan.

1.

Filantropi 'slam %ebagai %olusi

Filantropi 'slam bisa di#adikan sebagai solusi untuk memecahkan permasalahan

 pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Filantropi 'slam (akat, 'nfa, %hodaoh, dan

4akaf! men#adi salah satu pilar penting sebagai pendanaan pemberdayaan umat. Berdasarkan

hasil penelitian FC)'PB dan B/>/% 611 potensi @akat di negara kita sangat besar, yaitu

Rp 1? triliun, akan tetapi aktualisasi dari potensi tersebut masih sangat kecil, walaupun

ter#adi peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 616 @akat yang masuk melalui B/>/%

(pusat dan daerah! dan Gembaga /mil akat (G/! sebesar Rp 1,2 triliun. Pada tahun 611

sebesar Rp 1,?0 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 12,00H, dan tahun 61 kurang

lebih Rp ,1? triliun (<afidhuddin, 610!. %etiap tahunnya potensi @iswaf yang sangat besar,

meskipun realisasinya masih sangat #auh dari potensi yang ada (/@ra, 610!. $engan

diterbitkannya *ndangundang >o. 0 ahun 611 tentang penelolaan dana @akat masih

(10)

 belum bisa memaksimalkan potensi tersebut, malah menambah permasalahan karena ter#adi

 pro dan kontra.

Perkembangan wakaf tanah di 'ndonesia #uga begitu besar, termasuk di beberapa

daerah.7umlah aset wakaf tanah di 'ndonesia sebanyak 0.292 lokasi dengan luas

.5.20.22,5 )

(>adis, 61!. 7umlah tesebut menandakan bahwa masyarakat mulai

sadar memahami tentang wakaf untuk dikembangkan bagi kemaslahatan umat. >amun masih

 banyak tanah wakaf yang belum dimaksimalkan serta lebih sering di gunakan untuk makam

dan #uga mas#id, seharusnya tanah wakaf bisa digunakan untuk membangun rumah sakit

untuk melayani masyarakat miskin.

'nstrumen lainnya adalah infa, dilihat dari aspek pendistribusiannya lebih mudah

karena tidak terikat dengan 5

asnaf 

 seperti @akat, dan bisa digunakan ke sektor mana sa#a

tidak seperti wakaf yang lebih terikat. Populasi umat 'slam di 'ndonesia kurang lebih 12 #uta

 #iwa dari sekitar 06 #uta orang, ini sangat potensial sekali ketika 6 #uta unmat 'slam

 berinfa setiap orang per bulan 166 ribu rupiah dalam setahun maka akan terkumpul dana

infa sebesar  triliun. 7umlah yang sangat besar apabila dialokasi dalam dunia kesehatan.

Butuh langkah kongkrit untuk menghasilkan pelayanan kesehatan menggunakan dana

@iswaf, diantarnya adalah ino&asi untuk pengeloalaan dana @iswaf untuk menarik minat para

 pemilik dana, salah satu instrumen filantropi islam ialah @akat, pengeloalaan dana @akat untuk 

 pelayanan kesehatan bagi masyarakat fakir dan miskin agar lebih mendapatkan pelayanan

yang lebih layak dengan pengelolaan yang baik, @akat merupakan sumber dana potensial

yang dapat dimanfaatkan untuk mema#ukan kese#ahteraan umum bagi seluruh masyarakat

("artika!. Bantuan langsung untuk menangani permasalahan kesehatan bagi orangorang

miskin bisa men#adi alternatif pengelolaan dana @akat.

$ana infa bisa digunakan sebagai salah satu sumber dana untuk pelayanan

kesehatan bagi masyarakyat miskin di 'ndonesia. $ana infa bisa dialokasikan untuk 

 pembuatan rumah sakit yang standar untuk melayani kesehatan masyarakat miskin atau untuk 

 beasiswa anakanak kurang mampu yang berprestasi untuk menempuh pendidikan di dunia

kesehatan, yang nantinya dapat membantu penyebaran petugas kesehatan di daerahdaerah.

4akaf tanah bisa men#adi alternatif untuk dibangun rumah sakit sedangkan wakaf tunai bisa

di gunakan untuk pembangunan dan pengelolaan rumah sakit yang nantinya dapat

mempermudah masyarakat miskin untuk mengakses kesehatan tanpa prosedur yang rumit.

"onsep pengelolaan dana iswaf bisa diterapkan seperti bagan di bawah ini.

%umber dana dari @iswaf yang potensinya begitu besar bisa digunakan untuk pelyanan

kesehatan dengan pengolahan dana yang benar, dana @akat hanya terpatok pada delapan

(11)

@akat. "emudian dana infa dan wakaf tunai yang potensinya #uga sama besar bisa men#adi

solusi alternatif pendanaan untuk melayani kesehatan masyarakat miskin, dana infa bisa

diberikan atau dialokasikan langsung untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan

sebagiannya di simpan di perbankan syariah atau diin&estasikan ke sektor rill, begitu pun

dengan dana wakaf tunai yang bisa digunakan hanya manfaatnya sa#a.

<asil dari nisbah dari penyimpanan dan de&iden dari hasil in&estasi bisa dipergunakan

untuk pembangunan dan pengelolaan Rumah %akit yang dapat memberikan pelayanan penuh

kepada masyarkat miskin. %elain itu lembaga @akat #uga bisa bermitra dengan Rumah %akit

yang sudah ada, untuk membantu dalam pendanaan agar tidak ada lagi masyarakat miskin

yang ditolak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. $an langkah selan#utnya

ialah memberikan penyuluhan tentang masalah kesehatan terutama di desadesa, ini sebuah

tindakan

 preventif 

 agar masyarakat miskin bisa memahami bahwa lebih baik mencegah dari

 pada mengobati.

BAB I$

PENUTUP

(12)

)utu pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap

 pemakai #asa pelayanan kesehatan yang sesuai dengan tingkat kepuasaan ratarata serata

 penyelenggaraannya sesuai dengan standart dan kode etik profesi. Cmpat hal yang perlu

diperhatikan dalam pendekatan untuk mencapai pelayanan prima melalui peningkatan mutu

 pelayanan, yaitu Pelanggan dan harapannya, perbaikankiner#a, proses perbaikan, budaya yang

mendukungperbaikanterusmenerus.

$ari pembahasan diatas sudah sangat #elas ada dua masalah besar yang harus dibenahi

untuk melayani kesehatan bagi masyarakat miskin, yaitu dana yang masih terbatas dan

 #umlah Rumah %akit yang kurang. iswaf bisa men#adi alternatif pendanaan pelayanan

kesehatan bagi masyarkat miskin ketika bisa dikelola dengan baik karena melihat potensinya

yang begitu besar untuk diberdayakan di 'ndonesia dengan #umlah muslim terbesar di dunia.

B. ARAN

/da beberapa hal pandangan lain yang men#adi soroton kami ialah 8

1. Bagi perawat komunitas

Bagi perawat komunitas, perlu memahami tentang konsep pelayanan kesehatan yang

sesuai dengan aturan pelayanan kesehatan sehingga dapat melakukan pelayanan

kesehatan yang baik dan bermutu.

. Bagi klien

*ntuk klien serta keluarga agar dapat secara mandiri berpartisipasi, meningkatkan dan

memelihara kesehatan dan perilaku, agar tu#uan dari program pembangunan kesehatan

 bisa ber#alan dengan semestinya

0. Bagi institusi pendidikan

Pendidikan terhadap pengetahuan perawat secara berkelan#utan perlu ditingkatkan baik 

secara formal dan informal khususnya pengetahuan yang berhubungan dengan komunitas,

dengan harapan institusi pendidikan mampu menga#arkan cara memberikan pelayanan

asuhan keperawatan komunitas sesuai standart asuhan keperawatan dan kode etik 

DA%TAR PUTAKA

%atrianegara, ). Fais. 669.

 Buku Ajar Organisasi Dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

(13)

http833drsuparyanto.blogspot.com3611363pelayanankesehatanhealthser&ice.html

<afidhuddin, $idin. 610, Bersatunya Lembaga Zakat Untuk Mempersatukan

Umat 

,[email protected] , diunduh  +ktober 612

<arahap, %umuruan. 611, Proses Wakaf Uang di Indonesia, www.bwi.or.id, diunduh 10

+ktober 612

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur Kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan dan hidayah-Nya dan tidak lupa sholawat serta salam kepada Nabi besar junjungan kita Nabi

Sistem fertigasi pengeluaran tanpa tanah merupakan tenologi terkini yang semakin meluas penggunaannya dikalangan pengusaha bidang pertanian, di mana ia menggabungkan pembajaan

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dapat dimaknai sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa

Status pupuk yang sudah di bon, sudah di until namun belum dilakukan penaburan ke lapangan Realisasi pekerjaan SPK Pusat untuk rental alat berat sering menyimpang dari

Telah dibahas pada bab sebelumnya bahwa gen CYP2a6 berfungsi sebagai enzim yang memetabolisme nikotin menjadi kotinin sehingga menurunkan kadar nikotin dalam darah

Berdasarkan hasil analisis data yang didukung dengan hasil uji independent t-test, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbe- daan pengaruh penerapan model

Manakah grafik yang menyatakan hubungan antara beda potensial dengan kuat arus listrik untuk kawat

- Pemeriksaan Kesehatan Ibu satu kali kunjungan - Pemeriksaan kesehatan anak satu kali kunjungan - Pemeriksaan kesehatan bayi untuk satu kali kunjungan -