BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Latar Belakang
Per
Perawa
awatan
tan kes
keseha
ehatan
tan ada
adalah
lah seb
sebaga
agai
i sua
suatu
tu lap
lapang
angan
an khu
khusus
sus dib
dibida
idang
ng kes
kesehat
ehatan,
an,
ket
keteram
erampila
pilan
n hub
hubung
ungan
an ant
antar
ar man
manusia
usia dan
dan ket
keteera
eerampi
mpilan
lan org
organi
anisasi
sasi dit
diterap
erapkan
kan dal
dalam
am
hubungan yang serasi kepada keterampilan anggota profesi kesehatan lain dan kepada tenaga
hubungan yang serasi kepada keterampilan anggota profesi kesehatan lain dan kepada tenaga
social demi untuk memelihara kesehatan masyarakat (Ruth B. Freeman,191!. "omunitas
social demi untuk memelihara kesehatan masyarakat (Ruth B. Freeman,191!. "omunitas
dipandang sebagai target pelayanan kesehatan yang bertu#uan mencapai kesehatan komunitas
dipandang sebagai target pelayanan kesehatan yang bertu#uan mencapai kesehatan komunitas
seb
sebag
agai
ai su
suat
atu
u pe
peni
ning
ngkat
katan
an ke
keseh
sehat
atan
an da
dan
n ke
ker#a
r#asam
sama
a seb
sebag
agai
ai su
suat
atu
u me
meka
kani
nism
sme
e un
untu
tuk
k
mempe
mempermudah pencapai
rmudah pencapaian
an tu#ua
tu#uan
n yang berarti
yang berarti masyar
masyarakat atau
akat atau komu
komunitas dilibatkan secara
nitas dilibatkan secara
aktif untuk mencapai tu#uan tersebut.
aktif untuk mencapai tu#uan tersebut.
$alam
$alam pelak
pelaksanaan
sanaan perawa
perawatan
tan kesehat
kesehatan
an dibu
dibutuhka
tuhkan
n system
system pelay
pelayanan
anan keseha
kesehatan
tan
yang maksimal guna menun#ang keberhasilan perawatan kesehatan. %alah satu usaha untuk
yang maksimal guna menun#ang keberhasilan perawatan kesehatan. %alah satu usaha untuk
men
mencap
capai
ai pel
pelaya
ayanan
nan kes
kesehat
ehatan
an yan
yang
g mak
maksim
simal
al dib
dibutu
utuhka
hkan
n usa
usaha
ha unt
untuk
uk pem
pemban
bangun
gunan
an
nasional, yang bertu#uan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan
nasional, yang bertu#uan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan
seca
secara
ra ber
berkel
kelan#
an#uta
utan.
n. Berd
Berdasar
asarkan
kan &is
&isi
i pem
pemban
bangun
gunan
an nasi
nasion
onal
al mel
melalu
alui
i pem
pemban
bangun
gunan
an
kesehatan yang ingin dicapai untuk mewu#udkan 'ndonesia sehat .
kesehatan yang ingin dicapai untuk mewu#udkan 'ndonesia sehat .
Pel
Pelaya
ayanan
nan kes
kesehat
ehatan
an dap
dapat
at dip
diperol
eroleh
eh mul
mulai
ai dar
dari
i tin
tingka
gkat
t pus
puskesm
kesmas,
as, rum
rumah
ah sak
sakit,
it,
dokter praktek swasta dan lainlain. )asyarakat dewasa ini sudah makin kritis menyoroti
dokter praktek swasta dan lainlain. )asyarakat dewasa ini sudah makin kritis menyoroti
pelayanan
pelayanan kesehatan
kesehatan dan
dan profesional
profesional tenaga
tenaga kesehatan.
kesehatan. )asyarakat
)asyarakat menuntut
menuntut pelayanan
pelayanan
kesehatan yang baik dari pihak rumah sakit, disisi lain pemerintah belum dapat memberikan
kesehatan yang baik dari pihak rumah sakit, disisi lain pemerintah belum dapat memberikan
pelayanan
pelayanan sebagaimana
sebagaimana yang
yang diharapkan
diharapkan karena
karena adanya
adanya keterbatasanketerbatasan,
keterbatasanketerbatasan, kecuali
kecuali
rumah sakit swasta yang berorientasi bisnis, dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan
rumah sakit swasta yang berorientasi bisnis, dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan
baik.
baik. *ntuk
*ntuk meningkatkan
meningkatkan pelayanan
pelayanan kesehatan
kesehatan dibutuhkan
dibutuhkan tenaga
tenaga kesehatan
kesehatan yang
yang trampil
trampil
dan fasilitas rumah sakit yang baik, tetapi tidak semua rumah sakit dapat memenuhi kriteria
dan fasilitas rumah sakit yang baik, tetapi tidak semua rumah sakit dapat memenuhi kriteria
tersebu
tersebut
t sehing
sehingga
ga menin
meningkatny
gkatnya
a kerum
kerumitan system
itan system pelay
pelayanan kesehatan dewasa
anan kesehatan dewasa ini.
ini. %alah
%alah
satu penilaian dari pelayanan kesehatan dapat kita lihat dari pencatatan rekam medis atau
satu penilaian dari pelayanan kesehatan dapat kita lihat dari pencatatan rekam medis atau
rekam kesehatan. +leh karena itu, penulis akan membuat makalah tentang enaga "esehatan
rekam kesehatan. +leh karena itu, penulis akan membuat makalah tentang enaga "esehatan
dan )utu Pelayanan "esehatan
B. Rumusan Masalah
1.Bagaimana sistem pelayanan kesehatan di
'ndonesia./pa Pengertian )utu Pelayanan "esehatan
0.Bagaimana %trategi Peningkatan )utu Pelayanan
-.Bagaimana "ebi#akan $alam )en#amin )utu Pelayanan
"esehatan-2.%olusi erbaik pelayanan kesehatan
C. Tujuan
Tujuan Umum
)ahasiswa3pembaca dapat mengetahui enaga "esehatan dan )utu Pelayanan
kesehatan
Tujuan Khusus
1.)ahasiswa dapat mengerti Pengertian enaga "esehatan.
.)ahasiswa dapat mengerti Pengertian )utu Pelayanan "esehatan.
0.)ahasiswa dapat mengerti %trategi Peningkatan )utu Pelayanan.
.)ahasiswa dapat mengerti "ebi#akan $alam )en#amin )utu Pelayanan "esehatan.
2 .)ahasiswa dapat solusi terbaik dalam pelayanan kesehatan
D. Manfaat
)ahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang enaga "esehatan dan )utu
Pelayanan "esehatan
BAB II
TINJAUAN PUTAKA
)utu adalah lingkar kesempurnaan dari penampilan sesuatu yang sedang diamati
(4inston $ictionary, 192!.
)utu adalah sifat yang dimiliki oleh suatu program ($anabedian, 1956!.
)utu adalah totalitas dari wu#ud serta ciri suatu barang atau #asa yang didalamnya
terkandung pengertian rasa aman atau pemenuhn kebutuhan para pengguna ($in '%+ 56,
195!.
"ualitas merupakan perwu#udan atau gambaran hasil yang dipertemukan kebutuhan dari
pelanggan dan oleh karena itu memberikan kepuasan (7.) 7uran8 7urans :uality ;ontrol
<andbook, 1955!.
)utu adalah sesuatu untuk men#amin pencapaian tu#uan atau luaran yang diharapkan, dan
harus selalu mengikuti perkembangan pengetahuan profesional terkini (consist with current
professional knowledge!. *ntuk itu mutu harus diukur dengan dera#at pencapaian tu#uan.
Berpikir tentang mutu berarti berpikir mengenai tu#uan. )utu harus memenuhi berbagai
standar 3 spesifikasi.
"esehatan merupakan hak dan kebutuhan dasar manusia. $engan demikian Pemerintah
mempunyai kewa#iban untuk mengadakan dan mengatur upaya pelayanan kese hatan yang
dapat di#angkau rakyatnya. )asyarakat, dari semua lapisan, memiliki hak dan kesempatan
yang sama untuk mendapat pelayanan kesehatan.%ecara umum pengertian mutu pelayanan
kesehatan adalah dera#at kesempurnaan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar
profesi dan standar pelayanan dengan menggunakan potensi sumberdaya yang tersedia di
rumah sakit atau puskesmas secara wa#ar,effisien, dan efektif serta diberikan secara aman
dan menuaskan secara norma, etika, hukum dan sosial budaya dengan memperhatikan
keterbatasan dan kemampuan pemerintah, serta masyarakat konsumen.
%elain itu mutu pelayanan kesehatan diartikan berbedas ebagai berikut 8
1.)enurut pasien masyarakatempati,menghargai, dan tanggap sesuai dengan kebutuhan
dan ramah.
.)enurut petugas kesehatan adalah bebas melakukan segala sesuatu secara profesional
sesuai dengan ilmu pengetahuan, keterampilan ,danperalatan yang memenuhistandar.
0. )enurutmana#er 3 administrator adalahmendorong manager untuk mengatur staf dan
pasien3 masyarakat yang baik.
. )enurut yayasan atau pemilik adalah menuntut pemilik agar memiliki tenaga profesional
yang bermutu dan cukup.
*ntuk mengatasi adanya perbedaan dimensi tentang masalah peayanan kesehatan seharusnya
pedoman yang dipakai adalah hakekat dasar dari diselenggarakannya pelayanan kesehatan
tersebut.=ang dimaksud hakekat dasar tersebut adalah memenuhi kebutuhan dan tuntunan
para pemakai #asapelayanan kesehatan yang apabila berhasil dipenuhi akan menimbulkan
rasa puas( client satisfaction ! terhadap pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.7adi yang
dimaksud dengan mutu pelayanan kesehatan adalah menun#uk pada ringkat pelayanan
kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. )akin sempurna kepuasant
ersebut,makin baik pula mutu pelayanankesehatan. %ekalipunpengertianmutu yang terkait
dengan keputusan ini telah diterima secaraluas ,namun penerapannya tidaklah semudah yang
diperkirakan. )asalah pokok yang ditemukan ialah karena kepuasan tersebut bersifat
sub#ektif. iap orang, tergantungdarikepuasan yang dimiliki, dapat sa#a memiliki tingkat
kepuasan yang berbeda untuk satu mutu pelayanan kesehatan yang sama. $isamping itu
sering pula ditemukan pelayanan kesehatan yang sekalipun dinilai telah memuaskan pasien,
namun ketika ditin#au dari kodeetik serta standar pelayanan profesi, kiner#anya tetapi tidak
terpenuhi.
"esimpulan, 7adi mutu pelayanan kesehatan menun#uk pada tingkat kesempurnaan pelayanan
kesehatan,di mana di satu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien sesuai
dengan tingkat kepuasan ratarata penduduk, akan tetapi di pihak lain dalam tata cara
penyelenggaraannya #uga sesuai dengan kodeetik dan standar pelayanan profesi yang telah
ditetapkan.
BAB III
PEMBAHAAN
%istem pelayanan kesehatan di indonesia meliputi pelayanan ru#ukan yang berupa8
1.
Pelayanan kesehatan dasar
Pada umumnya pelayanan dasar dilaksanakan di puskesmas, Puskesmas
pembantu,
Puskesmas keliling, dan Pelayanan lainnya di wilayah ker#a puskesmas selain rumah sakit.
.
Pelayanan kesehatan ru#ukan
Pada umumnya dilaksanakan di rumah sakit. Pelayanan keperawatan diperlukan, baik dalam
pelayanan kesehatan dasar maupun pelayanan kesehatan ru#ukan.
$i negara 'ndonesia sistem ru#ukan telah dirumuskan dalam %". )enteri "esehatan
R' >o.0 tahun 19?, yaitu suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang
melaksanakan pelimpahan tanggung #awab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau
masalah kesehatan secara &ertikal dalam arti dari unit yang berkemampuan kurang kepada
unit yang lebih mampu atau secara hori@ontal dalam arti antara unitunit yang setingkat
kemampuannya. )acam ru#ukan yang berlaku di negara 'ndonesia telah ditentukan atas dua
macam dalam %istem "esehatan >asional, yaitu8
1.
Ru#ukan kesehatan
Ru#ukan kesehatan pada dasarnya berlaku untuk pelayanan kesehatan masyarakat (public
health ser&ices!. Ru#ukan ini dikaitkan dengan upaya pencegahan penyakit dan peningkatan
dera#at kesehatan. )acamnya ada tiga, yaitu8 ru#ukan teknologi, ru#ukan sarana, dan ru#ukan
operasional.
.
Ru#ukan medis
Pada dasarnya berlaku untuk pelayanan kedokteran (medical ser&ices!. Ru#ukan ini terutama
dikaitkan dengan upaya penyembuhan penyakit. )acamnya ada tiga, yaitu8 ru#ukan
penderita, ru#ukan pengetahuan, ru#ukan bahanbahan pemeriksaan.
)anfaat sistem ru#ukan, ditin#au dari unsur pembentuk pelayanan kesehatan8
1. $ari sudut pemerintah sebagai penentu kebi#akan (policy maker!
a. )embantu penghematan dana, karena tidak perlu menyediakan berbagai macam peralatan
kedokteran pada setiap sarana kesehatan.
b. )emper#elas sistem pelayanan kesehatan, karena terdapat hubungan ker#a antara berbagai
sarana kesehatan yang tersedia.
c. )emudahkan peker#aan administrasi, terutama pada aspek perencanaan.
. $ari sudut masyarakat sebagai pengguna #asa pelayanan (health consumer!
a. )eringankan biaya pengobatan, karena dapat dihindari pemeriksaan yang sama secara
berulangulang.
b. )empermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, karena telah diketahui dengan
#elas fungsi dan wewenang setiap sarana pelayanan kesehatan.
0. $ari sudut kalangan kesehatan sebagai penyelenggara pelayanan keseahatan (health
pro&ider!
a. )emper#elas #en#ang karier tenaga kesehatan dengan berbagai akibat positif lainnya seperti
semangat ker#a, ketekunan, dan dedikasi.
b. )embantu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan, yaitu8 ker#a sama yang ter#alin.
c. )emudahkan atau meringankan beban tugas, karena setiap sarana kesehatan mempunyai
tugas dan kewa#iban tertentu.
B. PEN"ERTIAN MUTU PELA#ANAN KEEHATAN
Beberapa definisi mutu pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut8
A
)utu pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap
pemakai #asa pelayanan kesehatan yang sesuai dengan tingkat kepuasaan ratarata serata
penyelenggaraannya sesuai dengan standart dan kode etik profesi (/@rul /@war, 199!.
A
)emenuhi dan melebihi kebutuhan serta harapan pelanggan melalui peningkatan yang
berkelan#utan atas seluruh proses. Pelanggan meliputu, pasien, keluarga, dan lainnya yang
datang untuk pelayanan dokter, karyawan ()ary R. immerman!.
7adi yang dimaksud dengan mutu pelayanan kesehatan adalah menun#uk pada tingkat
kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien.
)akin sempurna kepuasan tersebut, makin baik pula mutu pelayanan kesehatan.
C. TRATE"I PENIN"KATAN MUTU PELA#ANAN
/da empat hal yang perlu diperhatikan dalam pendekatan untuk mencapai pelayanan
prima melalui peningkatan mutu pelayanan, yaitu sebagai berikut8
1. Pelanggan dan harapannya
<arapan pelanggan mendorong upaya peningkatan mutu pelayanan. +rganisasi
pelayanan kesehatan mempunyai banyak pelanggan potensial. <arapan mereka harus
diidentifikasi dan diprioritaskan lalu membuat kriteria untuk menilai kesuksesan.
. Perbaikan kiner#a
Bila harapan pelanggan telah diidentifikasi, langkah selan#utnya adalah
menidentifikasi dan melaksanakan kiner#a staf dan dokter untuk mencapai konseling, adanya
pengakuan, dan pemberian reward.
0. Proses perbaikan
Proses perbaikan #uga penting. %ering kali kiner#a disalahkan karena masalah
pelayanan dan ketidakpuasan pelanggan pada saat proses itu sendiri tidak dirancang dengan
baik untuk mendukung pelayanan. $engan melibatkan staf dalam proses pelayanan, maka
dapat diidentifikasi masalah proses yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan,
mendiagnosis penyebab, mengidentifikasi, dan mengu#i pemecahan atau perbaikan.
. Budaya yang mendukung perbaikan terus menerus
*ntuk mencapai pelayanan prima diperlukan organisasi yang tertib. 'tulah sebabnya
perlu untuk memperkuat budaya organisasi sehingga dapat mendukung peningkatan mutu.
*ntuk dapat melakukannya, harus se#alan dengan dorongan peningkatan mutu pelayanan
terusmenerus
.D. KEBIJAKAN DALAM MENJAMIN MUTU PELA#ANAN KEEHATAN
1. Peningkatan kemampuan dan mutu pelayanan kesehatan
*paya ini melalui pengembangan dan pemantapan #e#aring pelayanan kesehatan dan
ru#ukannya serta penetapan pusatpusat unggulan sebagai pusat ru#ukan (top referral!.
. Penetapan dan penerapan berbagai standar dan pedoman
=aitu dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini dan
standar internasional.
0. Peningkatan mutu sumber daya manusia
*paya ini diarahkan pada peningkatan profesionalisme mencakup kompetensi, moral dan
etika.
. Penyelenggaraan :uality /ssurance
*ntuk mengendalikan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan disertai dengan
C&idencebased Parcipitatory ;ontinuous :uality 'mpro&ement.
2. Percepatan pelaksanaan aktreditasi
=ang diarahkan pada pencapaian akreditasi untuk berbagai aspek pelayanan kesehatan.
. Peningkatan public
?. Peningkatan ker#asama dan koordinasi
=ang dilakukan antar berbagai pihak yang berkepentingan dalam peningkatan mutu
pelayanan kesehatan.
5. Peningkatan peran serta masyarakat
ermasuk swasta dan organisasi profesi dalam penyelenggaraan dan pengawasan pelayanan
kesehatan.
E. SOLUSI MASALAH PELAYANAN DI INDONESIA
%olusi dari pelayanan kesehatan di indonesia ialah dengan beberapa cara sebagai berikut 8
1.Program 7amkesmas merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi hak pelayanan
kesehatan bagi masyarakat miskin sebagaimana diamanatkan *ndang *ndang $asar 192
pasal 5< dan *ndang *ndang >omor 0 ahun 199 tentang "esehatan. Program
7amkesmas dimulai ahun 665 yang merupakan lan#utan dari programprogram yang sudah
di#alankan sebelumnya, terakhir melalui program asuransi sosial yang dikenal dengan
Program 7aminan "esehatan )asyarakat )iskin (P7"))! dan /skeskin ahun 66 s.d.
66?. "eberadaan program 7amkesmas diharapkan mampu meningkatkan akses dan mutu
pelayanan kesehatan sehingga tercapai dera#at kesehatan yang optimal secara efektif dan
efisien bagi seluruh peserta 7amkesmas.
Berdasarkan *ndang *ndang >omor 12 ahun 66 tentang BP" dan *ndang *ndang
>omor 12 ahun 66 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan anggung 7awab "euangan
>egara, BP" R' telah melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan pertanggung#awaban
program 7amkesmas dan 7amkesda pada "ementerian "esehatan, pemberi pelayanan
kesehatan (PP"!, Pemerintah Pro&insi3"abupaten3"ota serta instansi terkait lainnya ahun
/nggaran (/! 616 s.d. %emester ' / 61.
Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan dengan tu#uan tertentu (P$! yang bertu#uan
untuk mengetahui dan menilai apakah8 (1! %eluruh peserta 7amkesmas telah terlayani
program 7amkesmasE (! %istem pengendalian intern (%P'! atas kepesertaan, pelayanan,
penyaluran dan penggunaan dana serta pertanggung#awaban Program 7amkesmas dan
7amkesda telah dirancang dan dilaksanakan secara memadaiE (0! $ana 7amkesmas dan
7amkesda telah diterima oleh PP" dalam #umlah, waktu dan cara yang tepatE dan (! $ana
7amkesmas telah dipergunakan tepat sasaran dan dipertanggung#awabkan sesuai petun#uk
pelaksanaan dan petun#uk teknis yang berlaku.
<asil pemeriksaan menyimpulkan adanya kelemahan yang signifikan sebagai berikut8 (1!
Belum adanya
database
kepesertaan yang akurat, pemutakhiran data masyarakat miskin tidak
baik, dan adanya perbedaan dalam data masyarakat miskin antar instansiE (! )asih terdapat
risiko masyarakat miskin belum dapat memperoleh pelayanan kesehatan gratis dan tidak
tercakup baik dalam program 7amkesmas maupun 7amkesdaE (0! Penyaluran, pencairan,
penggunaan, dan pertanggung#awaban dana 7amkesmas belum sesuai dengan pedoman
pelaksanaan 7amkesmas 616 dan 611E (! Re&iu kiner#a pengelola program tidak dilakukan
dan umpan balik atas pelaporan yang telah dilakukan pengelola 7amkesmas di tingkat daerah
tidak diberikan secara berkala oleh pengelola tingkat pusatE dan 2! im Pengelola dan im
"oordinasi 7amkesmas pro&insi3kabupaten3kota belum sepenuhnya melaksanakan monitoring
dan e&aluasi serta penyetoran sisa 7amkesmas tahun 616 dan 611 belum selesai
dilaksanakan.
Berdasarkan pemeriksaan kami, pengelolaan dan pertanggung#awaban program
7amkesmas dan 7amkesda pada "emenkes, PP" dan Pemerintah Pro&insi3"abupaten3"ota
serta instansi terkait lainnya / 616 s.d. %emester ' / 61 seperti yang telah kami
sebutkan di atas, menya#ikan belum sepenuhnya peserta 7amkesmas dapat terlayani oleh
program 7amkesmas dan 7amkesda dan belum sepenuhnya sesuai dengan Pedoman
Pelaksanaan Program 7aminan Pelayanan "esehatan ahun 616 dan 611, peraturan daerah
terkait 7aminan "esehatan $aerah di Pro&insi3"abupaten3"ota, dan peraturan daerah
mengenai tarif rumah sakit Pro&insi3"abupaten3"ota yang telah ditetapkan.
1.