Page | 1 SURAT KEPUTUSAN
No : Kep.01/MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012
T e n t a n g JADWAL ACARA MUSYAWARAH NASIONAL VI SERIKAT PEKERJA KIMIA, ENERGI DAN PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
(MUNAS VI SPKEP SPSI) Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Musyawarah Nasional VI SPKEP SPSI,
Menimbang : a. Bahwa untuk memperlancar jalannya persidangan selama berlangsungnya MUNAS VI SPKEP SPSI diperlukan adanya Jadwal Acara persidangan untuk menyesuaikan tersedianya waktu dengan materi yang akan dibahas dalam MUNAS VI SPKEP SPSI.
b. Bahwa untuk maksud tersebut, diperlukan adanya keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI, tentang Jadwal Acara MUNAS VI SPKEP SPSI.
Mengingat : 1. UU No. 21 Tahun 2000 Jo. Permenakertrans No. 16 Tahun 2001. 2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Munas V
SPKEP SPSI Tanggal 29 – 31 Agustus 2007.
3. Surat Keputusan Munas V SPKEP SPSI No. Kep. 12/MUNAS V/SPKEP/VIII/2007, tanggal 30 Agustus 2007, tentang komposisi personalia Pimpinan Pusat SPKEP SPSI Periode Tahun 2007 - 2012.
Memperhatikan : Hasil permusyawaratan dalam MUNAS VI SPKEP SPSI yang
membahas rancangan jadwal acara MUNAS VI SPKEP SPSI pada sidang paripurna I, Tanggal 26 Juni 2012.
M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL VI SERIKAT PEKERJA KIMIA, ENERGI DAN PERTAMBANGAN, SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA TENTANG JADWAL ACARA MUNAS VI SPKEP SPSI
Pertama : Jadwal acara MUNAS VI SPKEP SPSI adalah sebagaimana termaktub dalam lampiran surat keputusan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keputusan ini.
Kedua : Jadwal acara MUNAS VI SPKEP SPSI, sebagaimana tersebut pada diktum pertama keputusan ini, merupakan pedoman untuk melaksanakan permusyawaratan dalam MUNAS VI SPKEP SPSI. Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
Ditetapkan di : Tretes, Jawa Timur Pada tanggal : 26 Juni 2012
Lampiran surat keputusan Nomor : Kep. 01/MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012 JADWAL ACARA MUSYAWARAH NASIONAL VI SERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI DAN PERTAMBANGAN
SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA ( MUNAS VI SPKEP SPSI )
WAKTU KEGIATAN/MATERI PIC
SELASA, 26 JUNI 2012
Page | 3 14.00 – 15.30 Acara Pembukaan MUNAS VI
1. Pembukaan
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3. Mengheningkan cipta.
4. Pembacaan panca prasetya SPSI 5. Laporan ketua panitia
6. Sambutan – sambutan a. Ketua PP SPKEP SPSI.
b. Direktur Utama PT. JAMSOSTEK c. Ketua Umum DPN APINDO d. Presiden DPP KSPSI
e. Gubernur Propinsi Jawa Timur
f. Menakertrans RI/ Dirjen PHI dan Jamsos (Sekaligus membuka MUNAS VI SPKEP SPSI)
7. Do’a penutup
Saepul A Nani P H. Moestopo Virgo Solosa Ferri
Nuzarli R. Abdullah H. Hotbonar Sinaga Sofyan Wanandi Andi Ghani N Dr. Hary S Muhaimin Iskandar/ Irianto Simbolon Mulyadi. 15.30 – 16.00 Coffee Break 16.00 – 17.30 Diskusi Panel I
Tantangan Perdagangan Bebas dalam Hubungan Industrial dan antisipasi Serikat pekerja
Moderator : Chandra M R. Abdullah Indrasari Tjandraningsih 17.30 – 19.00 Ceramah Umum II
Pelaksanan Sistem Jaminan Sosial Nasional 19.00 – 20.00 Lanjutan Diskusi Panel I
20.00 – 21.00 Diskusi Panel II Tentang Pelaksanaan Jaminan Sosial Nasional
Moderator : H. Moestopo Prop. Hasbalah Th dan
Bpk. Anshori
21.00 – 22.30 SIDANG-SIDANG PARIPURNA
Sidang Paripurna I
1. Pembahasan dan pengesahan jadwal acara. 2. Pembahasan dan pengesahan tata tertib. 3. Pemilihan dan pengesahan pimpinan sidang
MUNAS VI SPKEP SPSI.
PP SPKEP SPSI sbg Pimpinan Sidang Sementara 22.30 – 07.00 Istirahat RABU, 27 JUNI 2012 07.00 – 08.00 Sarapan Pagi 08.00 – 10.00 Sidang Paripurna II
1. Laporan pertanggungjawaban PP SPKEP SPSI Masa Bhakti 2007 - 2012.
2. Laporan Pimpinan Daerah dan Pandangan umum atas laporan pertanggungjawaban
Pimpinan Sidang MUNAS VI
10.00 – 10.30 Coffee Break 10.30 – 11.30
Lanjutan sidang paripurna II
1. Penjelasan atas pandangan umum
2. Pengesahan Laporan Pertanggungjawaban dan pernyataan Demisioner Pimpinan Sidang MUNAS VI 11.30 – 12.00 Pe a. b. c. d.
Sidang Paripurna III mbentukan
komisi-komisi.
Komisi Anggaran Dasar - Anggaran Rumah Tangga
Komisi Program Umum Penguatan Organisasi
Komisi Program Umum Pengembangan
Organisasi
Komisi Rekomendasi
Pimpinan Sidang MUNAS VI
12.00 – 13.30 Ishoma
13.30 – 15.30
1.
2.
Sidang komisi-komisi
Pemilihan ketua komisi. Pembahasan materi komisi.
Pimpinan Komisi MUNAS VI 15.30 – 16.00 Coffee Break
16.00 – 17.30 Lanjutan sidang komisi
17.30 – 19.30 Ishoma
19.30 – 21.30 Sidang Paripurna IV
1. 2.
Laporan hasil sidang komisi Pengesahan hasil sidang komisi
Pimpinan Komisi 21.30 – 22.00 Coffee Break 22.00 – 23.30 Sidang Paripurna V 1. 2. 3.
Pencalonan dan pemilihan Ketua Umum PP SPKEP SPSI Masa Bhakti 2012 - 2017.
Pembentukan dan pengesahan Tim Formatur Rapat Tim Formatur
Pimpinan Sidang MUNAS VI 23.30 – 07.00 Istirahat KAMIS, 28 JUNI 2012 07.00 – 08.30 Sarapan pagi 08.30 – 10.00 Sidang Paripurna VI 1. 2. 3.
Laporan hasil Sidang Formatur Pengesahan hasil Sidang Formatur Pelantikan PP SPKEP SPSI 2012-2017
Pimpinan Sidang MUNAS VI
10.00 – 11.00 Acara Penutupan
1. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 2. Mengheningkan Cipta
3. Laporan Panitia Penyelenggara 4. Serah terima jabatan
5. Sambutan Ketua Umum PP SPKEP SPSI Terpilih
6. Sambutan Presiden DPP KSPSI 7. Do’a / Penutup.
11.00 – 12.00 Istirahat dan Makan Siang 12.00 – 13.00 Check Out
SURAT KEPUTUSAN
No : Kep.02/MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012 T e n t a n g
PERATURAN TATA TERTIB MUSYAWARAH NASIONAL VI SERIKAT PEKERJA KIMIA, ENERGI DAN PERTAMBANGAN
SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA (MUNAS VI SPKEP SPSI) Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Musyawarah Nasional VI SPKEP SPSI
Menimbang : a. Bahwa untuk menjamin kelancaran dan ketertiban jalannya sidang-sidang dalam MUNAS VI SPKEP SPSI yang berlangsung di
Page | 5 Tretes, Pasuruan, Jawa Timur, pada tanggal 26 - 28 Juni 2012, perlu adanya peraturan tata tertib MUNAS VI SPKEP SPSI .
b. Bahwa untuk maksud tersebut, perlu adanya surat keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI, tentang peraturan tata tertib MUNAS VI SPKEP SPSI .
Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Munas V SPKEP SPSI Tanggal 29 – 31 Agustus 2007.
2. Surat keputusan MUNAS V SPKEP SPSI No. Kep. 12/MUNAS V/SPKEP/VIII/2007, tanggal 30 Agustus 2007, tentang komposisi personalia Pimpinan Pusat SPKEP SPSI Periode 2007 – 2012. 3. Surat keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI Nomor : Kep. 01/
MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012 tentang jadwal acara MUNAS VI SPKEP SPSI .
Memperhatikan : Hasil permusyawaratan dalam MUNAS VI SPKEP SPSI yang membahas rancangan peraturan tata tertib MUNAS VI SPKEP SPSI pada sidang paripurna I, pada tanggal 26 Juni 2012.
M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL VI SERIKAT PEKERJA KIMIA, ENERGI DAN PERTAMBANGAN, SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA TENTANG PERATURAN TATA TERTIB MUNAS VI SPKEP SPSI.
Pertama : Peraturan tata tertib MUNAS VI SPKEP SPSI secara lengkap dan terperinci adalah sebagaimana termaktub dalam lampiran surat keputusan ini dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keputusan ini.
Kedua : Peraturan tata tertib MUNAS VI SPKEP SPSI sebagaimana diktum pertama keputusan ini merupakan pedoman untuk melaksanakan permusyawaratan dalam MUNAS VI SPKEP SPSI.
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
Ditetapkan di : Tretes, Jawa Timur Pada tanggal : 26 Juni 2012
PERATURAN TATA TERTIB MUSYAWARAH NASIONAL VI SERIKAT PEKERJA KIMIA, ENERGI DAN PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
(MUNAS VI SPKEP SPSI) BAB I U M U M
Pasal 1
Musyawarah Nasional adalah Musyawarah Nasional VI Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, yang selanjutnya dalam peraturan tata tertib ini disebut MUNAS VI SPKEP SPSI.
Pasal 2
MUNAS VI SPKEP SPSI adalah pemegang kekuasaan tertinggi organisasi SPKEP SPSI.
Pasal 3
MUNAS VI SPKEP SPSI diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat SPKEP SPSI berdasarkan pada :
Page | 7 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SPKEP SPSI hasil Munas V, tanggal
29-31 Agustus 2007.
2. Surat Keputusan Munas SPKEP SPSI No. 12/MUNAS V/SPKEP SPSI/VIII/2007, tentang komposisi personalia Pimpinan Pusat SPKEP SPSI Periode 2007 - 2012.
Pasal 4 THEMA
“DENGAN MUNAS VI SPKEP SPSI, KITA PERKUAT KOMITMEN MELAKSANAKAN 4 (EMPAT) PENGUATAN ORGANISASI DAN TATA KELOLA YANG BAIK DAN BENAR DALAM MEMBANGUN SPKEP SPSI YANG KUAT, MANDIRI, SETARA DAN PROFESIONAL, UNTUK MEMPERJUANGKAN TERWUJUDNYA KEHIDUPAN PEKERJA INDONESIA YANG ADIL, SEJAHTERA DAN BERMARTABAT”
Pasal 5 SUB THEMA
1. “DENGAN SEMANGAT KEMANDIRIAN, KITA MANTAPKAN KOMITMEN PENGUATAN KEUANGAN, SUMBER DAYA MANUSIA, ADVOKASI, SERTA SOLIDITAS DAN SOLIDARITAS ORGANISASI UNTUK MEWUJUDKAN SPKEP SPSI SEBAGAI PENGGERAK PERUBAHAN
SERIKAT PEKERJA DI INDONESIA”
2. “DENGAN SEMANGAT DEMOKRATISASI, KITA KUATKAN KOMITMEN PERJUANGAN MEMBANGUN SPKEP SPSI YANG MODERN DAN
TANGGUH DALAM PERJUANGAN MENEGAKAN KEADILAN”
3. “DENGAN SEMANGAT KESETARAAN DAN PROFESIONALISME, KITA KUATKAN KOMITMEN PERJUANGAN SPKEP SPSI SEBAGAI ORGANISASI PERJUANGAN PEKERJA YANG DISEGANI KAWAN
MAUPUN LAWAN”
BAB II KEDAULATAN MUNAS VI Pasal 6
Kedaulatan tertinggi organisasi SPKEP SPSI berada ditangan anggota yang diwakili oleh para peserta MUNAS VI SPKEP SPSI dengan berpegang teguh pada prinsip musyawarah untuk mencapai mufakat.
BAB III TUGAS DAN WEWENANG MUNAS VI Pasal 7
Tugas dan wewenang MUNAS VI SPKEP SPSI:
1. Menilai dan mensahkan laporan pertanggungjawaban pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI masa bhakti 2007 - 2012.
2. Mengubah/menyempurnakan dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SPKEP SPSI
3. Membuat dan menetapkan program umum organisasi SPKEP SPSI tahun 2012 - 2017.
4. Membuat dan menetapkan keputusan-keputusan dan garis-garis besar kebijakan organisasi
5. Memilih Ketua Umum dan menetapkan susunan pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI masa bhakti 2012 - 2017.
6. Membentuk komisi verifikasi jika dipandang perlu.
BAB IV PESERTA MUNAS VI Pasal 8 P e s e r t a Peserta MUNAS VI SPKEP SPSI, terdiri dari:
1. Pengurus PP SPKEP SPSI masa bhakti 2007 - 2012. 2. Utusan PD SPKEP SPSI yang dibekali surat mandat. 3. Utusan PC SPKEP SPSI yang dibekali surat mandat. 4. Utusan PUK SPKEP SPSI yang dibekali surat mandat.
Pasal 9 Hak suara
Hak suara dalam MUNAS VI SPKEP SPSI diatur dengan ketentuan:
1. Pengurus PP SPKEP SPSI masa bhakti 2007 - 2012, masing-masing mempunyai 1 (satu) hak suara.
2. PD SPKEP SPSI masing-masing mempunyai 2 (dua) hak suara. 3. PC SPKEP SPSI masing-masing mempunyai 2 (dua) hak suara. 4. PUK SPKEP SPSI masing-masing mempunyai 1 (satu) hak suara.
Pasal 10 Hak Peserta Setiap peserta mempunyai hak-hak sebagai berikut: 1. Hak untuk memilih dan dipilih
2. Hak untuk menyampaikan saran dan pendapat. 3. Hak suara sesuai dengan ketentuan pasal 9.
4. Hak-hak lainnya yang ditetapkan dalam MUNAS VI SPKEP SPSI. Pasal 11 Kewajiban Peserta
Setiap peserta berkewajiban untuk :
1. Membawa dan menyerahkan surat mandat
2. Mentaati peraturan tata tertib dan ketentuan-ketentuan lainnya yang ditetapkan dalam MUNAS VI SPKEP SPSI
3. Memelihara suasana tertib serta menjaga kelancaran jalannya persidangan MUNAS VI SPKEP SPSI
4. Mengikuti sidang-sidang dalam MUNAS VI SPKEP SPSI.
5. Mengisi daftar hadir setiap kali mengikuti sidang-sidang dalam MUNAS VI SPKEP SPSI.
6. Memakai atribut kepesertaan.
Page | 9 Pasal 12 Peninjau
1. Peninjau adalah tamu undangan (diluar peserta dan panitia MUNAS VI SPKEP SPSI).
2. Peninjau dapat mengikuti sidang-sidang paripurna. 3. Peninjau tidak mempunyai hak suara.
4. Peninjau dapat menyampaikan saran dan pendapat pada sidang komisi. BAB V ALAT KELENGKAPAN MUNAS VI
Pasal 13
Alat kelengkapan MUNAS VI SPKEP SPSI ditetapkan sesuai dengan kebutuhan terdiri dari :
1. Pimpinan Sidang Sementara. 2. Pimpinan Sidang.
3. Sidang Paripurna. 4. Pimpinan Komisi 5. Sidang Komisi.
6. Sidang Formatur.
1. Pimpinan sidang sementara dalam MUNAS VI SPKEP SPSI adalah Pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI periode 2007 - 2012.
2. Pimpinan sidang sementara MUNAS VI SPKEP SPSI berwenang untuk :
a. Memimpin pembahasan dan mengesahkan Jadwal Acara, Peraturan Tata Tertib MUNAS VI SPKEP SPSI.
b. Memimpin pemilihan dan mengesahkan Pimpinan Sidang MUNAS VI SPKEP SPSI. Pasal 15 Pimpinan Sidang MUNAS
1. Pimpinan sidang MUNAS VI SPKEP SPSI dipilih dari dan oleh peserta MUNAS VI SPKEP SPSI.
2. Pemilihan pimpinan sidang MUNAS VI SPKEP SPSI dipimpin oleh pimpinan sidang sementara dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat.
3. Pimpinan sidang MUNAS VI SPKEP SPSI berjumlah 5 (lima) orang terdiri dari : a. 1 (satu) orang dari peserta unsur PP SPKEP SPSI
b. 4 (empat) orang dari peserta Munas VI SPKEP SPSI, yang terdiri dari 1 (satu) orang unsur PD SPKEP SPSI, 2 (dua) unsur PC SPKEP SPSI dan 1 (satu) orang unsur PUK SPKEP SPSI, dengan komposisi Pimpinan Sidang :
- Seorang Ketua merangkap Anggota.
- Seorang Sekretaris merangkap Anggota. - 3 (tiga) orang Anggota.
4. Tata cara pemilihan Pimpinan Sidang:
a. Pimpinan Sidang dari unsur Pimpinan Pusat ditunjuk oleh Pengurus PP SPKEP SPSI periode 2007 – 2012.
b. Pimpinan Sidang dari unsur peserta Munas VI dipilih dari peserta secara aklamasi dipimpin oleh Pimpinan Sidang sementara.
5. Pimpinan Sidang MUNAS VI SPKEP SPSI merupakan satu kesatuan yang bersifat kolektif.
Pasal 16 Tugas dan Wewenang Pimpinan Sidang 1. Pimpinan sidang bertugas:
a. Memimpin dan Mengarahkan serta menjaga kelancaran jalannya sidang-sidang paripurna sesuai dengan jadwal acara dan tata tertib MUNAS VI SPKEP SPSI. b. Menampung usul, saran dan pendapat peserta untuk disimpulkan dan selanjutnya
ditetapkan menjadi keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI. c. Membentuk dan menetapkan anggota komisi.
d. Menseleksi dan menetapkan bakal calon ketua umum menjadi calon tetap sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil MUNAS VI SPKEP SPSI.
e. Memimpin pemilihan Ketua Umum dan anggota formatur.
f. Memberikan mandat kepada Tim Formatur untuk menyusun dan menetapkan personalia Pengurus PP SPKEP SPSI Periode 2012 – 2017.
g. Mengesahkan dan mengukuhkan serta melantik Pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI periode 2012 – 2017 hasil sidang Tim Formatur.
h. Membentuk dan menetapkan komisi verifikasi apabila dipandang perlu.
2. Pimpinan sidang berwenang membatasi serta menghentikan pembicaraan yang tidak ada relevansinya dengan materi yang sedang dibicarakan.
Page | 11 Pasal 17 Komisi-Komisi
1. Dalam MUNAS VI SPKEP SPSI dibentuk komisi-komisi yang ditetapkan sesuai kebutuhan, terdiri dari:
a. Komisi A : Komisi Anggaran Dasar - Anggaran Rumah Tangga b. Komisi B : Komisi Program Umum Penguatan Organisasi c. Komisi C : Komisi Program Umum Pengembangan Organisasi d. Komisi D : Komisi Rekomendasi
2. Setiap peserta wajib menjadi anggota pada salah satu komisi yang ditetapkan pada ayat (1) diatas.
3. Setiap komisi dipimpin oleh pimpinan komisi yang dipilih dari dan oleh anggota komisi. 4. Pimpinan komisi terdiri dari 2 (dua) orang yang terdiri dari :
a. Seorang Ketua merangkap Anggota.
b. Seorang Sekretaris merangkap Juru Bicara dan Anggota.
5. Pemilihan Ketua dan Sekretaris Komisi dilakukan sesaat sebelum dimulainya sidang komisi dengan cara musyawarah mufakat.
6. Masing-masing komisi bertugas untuk membahas secara mendalam materi yang telah disiapkan oleh panitia pengarah serta merumuskan kesimpulan hasil rapat komisi sesuai dengan ruang lingkup masingmasing komisi.
7. Hasil kerja komisi dilaporkan dalam sidang paripurna untuk diadakan penyempurnaan dan persetujuan dari anggota komisi lain dan selanjutnya disahkan oleh Pimpinan Sidang menjadi keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI .
BAB VI QUORUM DAN TATA CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pasal 18 Quorum
1. Setiap jenis sidang dalam MUNAS VI SPKEP SPSI dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari separuh jumlah peserta anggota sidang.
2. Setiap sidang dalam MUNAS VI SPKEP SPSI dapat dilakukan, apabila dihadiri oleh lebih dari separuh jumlah peserta yang terdaftar.
3. Apabila peserta yang hadir dalam sidang belum memenuhi ketentuan lebih dari separuh dari peserta yang terdaftar, maka sidang ditunda paling lama 15 menit.
4. Setelah ditunda 15 menit, tetapi jumlah peserta yang hadir belum memenuhi quorum, maka untuk dimulainya persidangan, Pimpinan sidang dapat meminta persetujuan peserta sidang dan pimpinan sidang dapat mengambil keputusan bahwa sidang dinyatakan sah.
Pasal 19 Tata Cara Persidangan
1. Setiap peserta berhak untuk berbicara, menyampaikan usul, saran dan pendapat.
2. Setiap peserta yang akan menggunakan hak bicaranya harus terlebih dahulu meminta ijin kepada pimpinan sidang.
3. Pimpinan sidang berhak mengatur giliran dan lamanya waktu berbicara bagi setiap peserta sidang tanpa mengabaikan hak-haknya.
4. Pimpinan sidang berhak memberi peringatan kepada pembicara apabila isi pembicaraan menyimpang dari pokok permasalahan yang sedangn dibicarakan, apabila dipandang perlu, pimpinan sidang dapat menghentikan pembicaraan.
5. Dalam hal anggota pimpinan sidang bermaksud untuk menggunakan hak bicaranya sebagai peserta maka terlebih dahulu memberitahukan kepada pimpinan sidang yang lain dan kepada peserta sidang.
Pasal 20 Tata Cara Pengambilan Keputusan
1. Keputusan-keputusan yang diambil dalam setiap sidang, dilakukan melalui cara musyawarah untuk mencapai mufakat.
2. Apabila cara musyawarah tidak mencapai mufakat, maka pengambilan keputusan ditempuh dengan cara pengambilan suara terbanyak.
3. Keputusan melalui pemungutan suara dinyatakan sah apabila memperoleh suara mayoritas (50 % + 1) dari jumlah peserta sidang yang hadir.
4. Setiap keputusan yang dihasilkan dalam persidangan, dibuat berita acara lengkap dan ditandatangani oleh seluruh pimpinan sidang.
BAB VII LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PP SPKEP SPSI 2007 – 2012 DAN DEMISIONER
Pasal 21
1. Pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI periode 2007 - 2012 wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban dalam sidang paripurna MUNAS VI SPKEP SPSI.
2. Pimpinan Pusat SPKEP SPSI periode tahun 2007 - 2012 dinyatakan demisioner setelah laporan pertanggungjawaban dinyatakan diterima oleh peserta MUNAS VI SPKEP SPSI dan disyahkan serta ditetapkan dalam suatu surat keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI.
BAB VIII
PERSYARATAN MENJADI KETUA UMUM DAN PENGURUS TATA CARA
PEMILIHAN DAN KOMPOSISI PERSONALIA PP SPKEP SPSI MASA BAKTI 2012 - 2017
Pasal 22 Syarat Calon Ketua Umum dan Pengurus 1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Telah mempunyai pengalaman menjadi pengurus Pimpinan Pusat, atau Pimpinan Daerah, atau Pimpinan Cabang, atau Pimpinan Unit Kerja SPKEP SPSI sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
3. Mempunyai wawasan yang luas tentang Serikat Pekerja. 4. Mempunyai kewibawaan/berdedikasi tinggi.
5. Mempunyai kecakapan untuk mengurus organisasi.
6. Mempunyai kemampuan dan waktu untuk kegiatan organisasi. 7. Sehat Jasmani dan Rohani.
8. Setia kepada Organisasi dan taat kepada AD/ART.
Pasal 23 Tata Cara Pencalonan dan Pemilihan
1. Calon ketua umum mengisi formulir kesediaan menjadi ketua umum yang disediakan oleh panitia.
Page | 13 2. Ketua umum Pimpinan Pusat SPKEP SPSI dipilih secara langsung, dari dan oleh
peserta MUNAS VI SPKEP SPSI.
3. Pemilihan ketua umum dilakukan dengan cara pemungutan suara.
4. Calon Ketua Umum yang memperoleh suara mayoritas (50 % + 1) ditetapkan sebagai Ketua Umum terpilih.
5. Dalam hal calon ketua umum hanya ada satu/tunggal, maka calon ketua umum secara aklamasi dinyatakan sah sebagai ketua umum terpilih.
6. Pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI yang lainnya, ditunjuk dan ditetapkan oleh Tim Formatur.
Pasal 24 Struktur dan Komposisi Personalia PIMPINAN PUSAT SPKEP SPSI
Periode 2012 - 2017
Komposisi personalia pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI periode tahun 2012-2017, ditetapkan oleh Tim Formatur berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar - Anggaran Rumah Tangga hasil MUNAS VI SPKEP SPSI.
BAB IX TIM FORMATUR Pasal 25 Tim Formatur
1. Tim Formatur MUNAS VI SPKEP SPSI berjumlah 7 (tujuh) Orang Yang terdiri dari : a. 1 (satu) Orang Ketua Umum terpilih sebagai Ketua Tim Formatur.
b. 1 (satu) Orang dari unsur pengurus PP SPKEP SPSI demisioner. c. 2 (dua) Orang dari unsur Pimpinan Daerah.
d. 2 (dua) Orang dari unsur Pimpinan Cabang. e. 1 (satu) Orang dari unsur Pimpinan Unit Kerja.
2. Tata cara Pemilihan Tim Formatur diatur sebagai berikut :
a. Anggota Formatur dari unsur Pimpinan Pusat ditunjuk oleh pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI Demisioner.
b. Anggota Formatur dari unsur PD SPKEP SPSI ditunjuk melalui musyawarah antar PD SPKEP SPSI yang hadir, dipimpin oleh pimpinan sidang.
c. Anggota Formatur dari unsur PC SPKEP SPSI ditunjuk melalui musyawarah antar PC SPKEP SPSI yang hadir, dipimpin oleh pimpinan sidang.
d. Anggota Formatur dari unsur PUK SPKEP SPSI ditunjuk melalui musyawarah antar PUK SPKEP SPSI yang hadir, dipimpin oleh pimpinan sidang.
Pasal 26 Wewenang dan Keputusan Tim Formatur
1. Tim formatur bertugas dan berwenang untuk menunjuk, menyusun dan menetapkan komposisi Personalia Pimpinan Pusat SPKEP SPSI masa bhakti 2012 – 2017 secara musyawarah mufakat melalui sidang formatur dengan mempedomani AD-ART hasil MUNAS VI SPKEP SPSI.
2. Hasil sidang Tim Formatur dituangkan dalam berita acara dan ditandatangani oleh seluruh anggota Tim Formatur.
3. Keputusan Tim Formatur dilaporkan dalam sidang paripurna MUNAS VI SPKEP SPSI untuk selanjutnya ditetapkan sebagai keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI yang dinyatakan sah dan tidak dapat diganggu gugat.
BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 27
1. Hal-hal yang berkaitan dengan segala kegiatan MUNAS VI SPKEP SPSI yang belum diatur dalam peraturan tata tertib ini, akan diatur dan diputuskan dalam sidang paripurna MUNAS VI SPKEP SPSI.
2. Peraturan tata tertib ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Tretes, Jawa Timur Pada tanggal : 26 Juni 2012
Page | 15 SURAT KEPUTUSAN
No : Kep.03/MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012 T e n t a n g
PIMPINAN SIDANG MUSYAWARAH NASIONAL VI SERIKAT PEKERJA KIMIA, ENERGI DAN PERTAMBANGAN
SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA (MUNAS VI SPKEP SPSI) Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Musyawarah Nasional VI SPKEP SPSI
Menimbang : a. Bahwa untuk menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya sidang – sidang dalam MUNAS VI SPKEP SPSI yang berlangsung di Tretes, Jawa Timur, pada tanggal 26 – 28 Juni 2012, perlu adanya pimpinan sidang MUNAS VI SPKEP SPSI .
b. Bahwa oleh karena itu, perlu ditetapkan satu keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI, tentang pimpinan sidang MUNAS VI SPKEP
SPSI .
Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Munas V SPKEP SPSI Tanggal 29 – 31 Agustus 2007.
2. Surat keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI Nomor : Kep. 01/ MUNAS VI/SPKEP SPS/VI/2012, Tanggal 26 Juni 2012, tentang jadwal acara MUNAS VI SPKEP SPSI.
3. Surat Keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI Nomor : Kep. 02/ MUNAS VI/SPKEP SPS/VI/2012, Tanggal 26 Juni 2012, tentang peraturan tata tertib MUNAS VI SPKEP SPSI.
Memperhatikan : Hasil permusyawaratan dalam MUNAS VI SPKEP SPSI yang
membahas pemilihan pimpinan sidang MUNAS VI SPKEP SPSI pada sidang paripurna I, pada tanggal 26 Juni 2012.
M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL VI SERIKAT PEKERJA KIMIA, ENERGI DAN PERTAMBANGAN, SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA TENTANG PIMPINAN SIDANG MUNAS VI SPKEP SPSI.
Pertama : Personalia pimpinan sidang MUNAS VI SPKEP SPSI, terdiri dari : 1. VIRGO H. SOLOSSA ( Ketua merangkap anggota)
3. TRI PUSPITAL ( Anggota ) 4. JODI SIAHAAN ( Anggota ) 5. SUBIYANTO S.H. ( Anggota )
Kedua : Tugas dan wewenang pimpinan sidang MUNAS VI SPKEP SPSI, sebagaimana diatur dalam peraturan tata tertib MUNAS VI SPKEP SPSI.
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
Ditetapkan di : Tretes, Jawa Timur Pada tanggal : 26 Juni 2012
SURAT KEPUTUSAN
No : Kep.04/MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012 T e n t a n g
PENGESAHAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PIMPINAN PUSAT SPKEP SPSI PERIODE 2007 - 2012.
Page | 17 Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Musyawarah Nasional VI SPKEP SPSI
Menimbang : a. Bahwa berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SPKEP SPSI hasil MUNAS V SPKEP SPSI, tanggal 29-31 Agustus 2007, Pimpinan Pusat SPKEP SPSI Periode tahun 2007-2012, berkewajiban untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban hasil kerja selama periode masa baktinya dalam sidang MUNAS VI SPKEP SPSI.
b. Bahwa laporan pertanggungjawaban termasuk laporan keuangan MUNAS VI SPKEP SPSI, yang disampaikan dalam MUNAS VI SPKEP SPSI, telah memenuhi seluruh ketentuan organisasi SPKEP SPSI.
Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Munas V SPKEP SPSI Tanggal 29 – 31 Agustus 2007.
2. Surat Keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI Nomor : Kep. 02/ MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012, tanggal 27 Juni 2012, tentang peraturan tata tertib MUNAS VI SPKEP SPSI.
3. Surat Keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI Nomor : Kep. 03/ MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012, Tanggal 27 Juni 2012, tentang pimpinan sidang MUNAS VI SPKEP SPSI.
Memperhatikan : Tanggapan dan pandangan umum peserta dalam sidang paripurna MUNAS VI SPKEP SPSI yang membahas laporan pertanggung jawaban dan laporan keuangan PP SPKEP SPSI periode 2007 - 2012.
M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL VI SERIKAT PEKERJA KIMIA, ENERGI DAN PERTAMBANGAN, SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA TENTANG PENGESAHAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN DAN LAPORAN KEUANGAN PP
SPKEP SPSI, PERIODE 2007 - 2012.
Pertama : Menerima dan mensahkan Laporan pertanggungjawaban PP SPKEP SPSI periode 2007 - 2012.
Kedua : Laporan pertanggungjawaban PP SPKEP SPSI periode 2007 – 2012 sebagaimana tersebut pada diktum pertama keputusan ini, secara terperinci adalah sebagaimana terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keputusan ini.
Ketiga : Laporan pertanggungjawaban sebagaimana tersebut pada diktum pertama keputusan ini, lebih lanjut dipergunakan sebagai acuan dan pedoman untuk menyusun program umum PP SPKEP SPSI periode 2012 – 2017.
Keempat : Dengan diterima dan disahkannya laporan pertanggungjawaban, maka pengurus PP SPKEP SPSI periode 2007-2012 dinyatakan demisioner.
Kelima : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
Ditetapkan di : Tretes, Jawa Timur
Pada tanggal : 27 Juni 2012
S U R A T K E P U T U S A N
No : Kep. 05/MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012 T e n t a n g
PEMBENTUKAN KOMISI – KOMISI DALAM MUNAS VI SPKEP SPSI Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Musyawarah Nasional VI SPKEP SPSI
Menimbang : a. Bahwa MUNAS VI SPKEP SPSI sebagai pemegang kekuasaan tertinggi organisasi berwenang untuk mengambil
keputusankeputusan organisasi yang strategis dan mendasar untuk kelangsungan hidup organisasi SPKEP SPSI.
Page | 19 b. Bahwa agar organisasi mampu menjawab berbagai tantangan dimasa mendatang dan aspirasi dari seluruh perangkat organisasi dapat dibahas secara mendalam dan musyawarah berjalan secara tertib dan lancer sehingga berhasil guna dan berdaya guna demi kelangsungan hidup organisasi, maka MUNAS VI SPKEP SPSI perlu membentuk komisi – komisi yang bertugas, membahas penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SPKEP SPSI, mengevaluasi dan menyusun Program Umum Organisasi, Peraturan Organisasi dan Rekomendasi SPKEP SPSI periode 2012 - 2017.
c. Bahwa untuk maksud tersebut, perlu ditetapkan satu keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI tentang Pembentukan komisi – komisi dalam MUNAS VI SPKEP SPSI.
Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Munas V SPKEP SPSI Tanggal 29 – 31 Agustus 2007.
2. Surat Keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI Nomor : Kep. 02/ MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012, tanggal 27 Juni 2012, tentang peraturan tata tertib MUNAS VI SPKEP SPSI.
3. Surat Keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI Nomor : Kep. 03/ MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012, tanggal 27 Juni 2012, tentang pimpinan sidang MUNAS VI SPKEP SPSI.
Memperhatikan : Hasil permusyawaratan dalam MUNAS VI SPKEP SPSI, yang membahas pembentukan komisi-komisi dalam MUNAS VI SPKEP SPSI pada tanggal 27 Juni 2012.
M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL VI SERIKAT PEKERJA KIMIA, ENERGI DAN PERTAMBANGAN, SERIKAT PEKERJA
SELURUH INDONESIA TENTANG PEMBENTUKAN KOMISIKOMISI DALAM MUNAS VI SPKEP SPSI.
Pertama : Komisi – Komisi dalam MUNAS VI SPKEP SPSI terdiri dari : Komisi A : Komisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Komisi B : Komisi Program Umum Penguatan Organisasi.
Komisi C : Komisi Program Umum Pengembangan Organisasi Komisi D : Komisi Rekomendasi.
Kedua : Menugaskan kepada masing-masing komisi untuk menyusun dan menetapkan komposisi personalia pimpinan komisi, melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan tata tertib MUNAS VI SPKEP SPSI.
Ketiga : Hasil kerja komisi, wajib disampaikan dalam sidang paripurna MUNAS VI SPKEP SPSI.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Tretes, Jawa Timur
Pada tanggal : 27 Juni 2012
SURAT KEPUTUSAN
No : Kep.06/MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012
T e n t a n g ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA SPKEP SPSI Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Musyawarah Nasional VI SPKEP SPSI
Menimbang : a. Bahwa musyawarah nasional SPKEP SPSI sebagai pemegang kekuasaan tertinggi organisasi berwenang untuk mengubah, menyempurnakan dan menetapkan Anggaran Dasar dan Angaran Rumah Tangga Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (AD - ART SPKEP SPSI).
b. Bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (AD - ART SPKEP SPSI) sebagai pedoman pokok dalam rangka mewujudkan visi, misi, tujuan, fungsi dan peran serta kebijakan organisasi SPKEP SPSI hasil MUNAS V SPKEP SPSI tanggal 29-31 Agustus 2007, perlu dirubah dan disempurnakan.
Page | 21 c. Bahwa oleh karenanya, perlu ditetapkan satu keputusan MUNAS
VI SPKEP SPSI tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (AD-ART SPKEP SPSI).
Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Munas V SPKEP SPSI Tanggal 29 – 31 Agustus 2007.
2. Surat keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI Nomor : Kep. 03/ MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012, tanggal 27 Juni 2012, tentang pimpinan sidang MUNAS VI SPKEP SPSI.
3. Surat keputusan MUNAS VI SPKEP SPSI Nomor : Kep. 05/ MUNAS VI/SPKEP SPSI/VI/2012, tanggal 27 Juni 2012, tentang pembentukan komisi – komisi dalam MUNAS VI SPKEP SPSI. Memperhatikan : Hasil permusyawaratan dalam sidang paripurna MUNAS VI SPKEP
SPSI yang membahas hasil kerja Komisi A : Komisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, pada tanggal 27 Juni 2012.
M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL VI SERIKAT PEKERJA KIMIA, ENERGI DAN PERTAMBANGAN, SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA TENTANG ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA SPKEP SPSI.
Pertama : Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (AD-ART SPKEP SPSI) secara terperinci adalah sebagaimana terlampir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keputusan ini.
Kedua : Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (AD - ART SPKEP SPSI) sebagaimana dimaksud dalam dictum pertama keputusan ini merupakan pedoman pokok organisasi visi, misi, tujuan, fungsi dan peran serta kebijakan organisasi SPKEP SPSI.
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Tretes, Jawa Timur
ANGGARAN DASAR
SERIKAT PEKERJA KIMIA, ENERGI DAN PERTAMBANGAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA
(SPKEP SPSI)
Pembukaan Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Bahwa masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 adalah cita-cita proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang dapat diwujudkan dengan pembangunan nasional yang didalamnya menuntut peran aktif pekerja dan suasana hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan
Bahwa peran aktif pekerja dalam pembangunan nasional dapat diwujudkan dengan
mencerdaskan kehidupan pekerja indonesia dan kebebasan berserikat
serta dihapuskannya segala macam penindasan terhadap kaum pekerja Indonesia Bahwa sejalan dengan tujuan pembangunan nasional, maka pembentukan Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia adalah untuk melindungi, membela dan memperjuangkan, hak-hak dan kepentingan pekerja demi terwujudnya kehidupan pekerja Indonesia dan keluarganya yang adil, sejahtera, dan bermartabat,
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh untuk melaksanakan penguatan sumber daya manusia, advokasi, keuangan, soliditas organisasi dan solidaritas demi terwujudnya kesetaraan pelaku hubungan industrial.
Page | 23 Atas dasar cita-cita luhur pekerja Indonesia dengan berpedoman kepada konstitusi negara dan Deklarasi Persatuan Buruh Indonesia, tanggal 20 Pebruari 1973, maka disepakati bersama untuk mengembangkan Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai berikut:
BAB I
NAMA, BENTUK, IKRAR dan ATRIBUT Pasal 1 Nama
Organisasi ini bernama Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia disingkat SPKEP SPSI.
Pasal 2 Bentuk
SPKEP SPSI berbentuk Federasi
Pasal 3 Ikrar dan Atribut
1. Ikrar Panca Prasetya SPKEP SPSI merupakan janji organisasi SPKEP SPSI.
2. SPKEP SPSI mempunyai atribut organisasi berupa : Bendera SPKEP SPSI, Seragam Organisasi, Mars dan Lagu perjuangan dan Kartu Tanda Anggota.
3. Ikrar Panca Prasetya SPKEP SPSI, Atribut organisasi lebih lanjut diatur secara rinci dalam Anggaran Rumah Tangga SPKEP SPSI.
BAB II
AZAS, SIFAT, IDEOLOGI PERJUANGAN DAN HALUAN ORGANISASI SPKEP SPSI Pasal 4
Azas
SPKEP SPSI berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
Pasal 5 Sifat
SPKEP SPSI bersifat Bebas, Terbuka, Mandiri, Demokratis, Profesional dan Bertanggung Jawab
Pasal 6 Ideologi Perjuangan
SPKEP SPSI dalam melaksanakan peran dan fungsinya dilandasi ideologi perjuangan sosial ekonomi yang berketuhanan Yang Maha Esa.
Pasal 7 Haluan Organisasi
Haluan perjuangan organisasi SPKEP SPSI :
a. Membangun kesetaraan pelaku hubungan industrial
b. Membangun budaya kemitraan pelaku hubungan industrial
c. Membangun budaya berunding dengan itikad baik yang konstruktif dan produktif d. Membangun budaya taat azas
BAB III
PENDIRIAN, KEDUDUKAN dan AFILIASI Pasal 8
Pendirian
1. SPKEP SPSI adalah kelanjutan dari Serikat Buruh Farmasi dan Kimia, Federasi Buruh Seluruh Indonesia (SBFK-FBSI) yang didirikan pada tanggal 20 Februari 1973 dan dikembangkan berdasarkan keputusan Munaslub pada tanggal 20 – 23 Juli 2001 dan terakhir diputuskan berdasarkan keputusan Munas VI tanggal 26 – 28 Juni 2012.
2. SPKEP SPSI didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan Pasal 9
Kedudukan
1. Pimpinan Pusat SPKEP SPSI berkedudukan di ibu kota Negara Republik Indonesia. 2. Pimpinan Daerah SPKEP SPSI berkedudukan di Ibu kota Propinsi.
3. Pimpinan Cabang SPKEP SPSI berkedudukan di Kabupaten/Kota. 4. Pimpinan Unit Kerja SPKEP SPSI berkedudukan di Perusahaan.
Pasal 10 Afiliasi
1. SPKEP berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.
2. SPKEP SPSI dapat bekerjasama dan atau berafiliasi dengan Serikat Pekerja Internasional sejenis, sepanjang tidak bertentangan dengan garis perjuangan organisasi SPKEP SPSI dan Undang-Undang yang berlaku.
BAB IV
VISI DAN MISI ORGANISASI Pasal 11
Visi
Terwujudnya kemerdekaan berserikat bagi kaum pekerja Indonesia yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, profesional, setara dan bertanggung jawab
Pasal 12 Misi
Page | 25
Mewujudkan kehidupan pekerja Indonesia dan keluarganya yang adil, sejahtera, dan bermartabat serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan bekeadilan dengan cara :
1. Mencerdaskan kehidupan pekerja Indonesia
2. Menghapuskan penindasan terhadap kehidupan pekerja Indonesia,
3. Memperjuangkan, melindungi, membela hak-hak dan kepentingan pekerja Indonesia
BAB V
TUJUAN, FUNGSI dan USAHA Pasal 13 Tujuan SPKEP SPSI bertujuan :
1. Mengisi cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17-8-1945, demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.
2. Melindungi dan membela Hak dan kepentingan Pekerja.
3. Meningkatkan kesejahteraan dan penghidupan yang layak bagi pekerja dan keluarganya.
4. Menumbuhkembangkan rasa kesetiakawanan dan solidaritas diantara sesama kaum pekerja.
5. Menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.
6. Berperan aktif dalam membangun solidaritas perjuangan pekerja nasional dan
internasional untuk mewujudkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Pasal 14 Fungsi
1. Sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan pekerja. 2. Lembaga perundingan mewakili pekerja.
3. Pelindung dan pembela hak-hak dan kepentingan pekerja.
4. Wadah pembinaan dan wahana peningkatan pengetahuan pekerja. 5. Wahana peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
6. Wakil pekerja dalam memperjuangkan kepemilikan saham di perusahaan. 7. Wakil pekerja dalam lembaga-lembaga ketenagakerjaan.
8. Wakil untuk atas nama anggota baik didalam maupun diluar pengadilan
9. Pembina kader-kader bangsa untuk menunjang pembangunan nasional secara
professional, disiplin, terampil, produktif dan berwawasan kebangsaan.
10. Mitra yang aktif dalam proses pengambilan keputusan politik ketenagakerjaan serta
sebagai kontrol sosial terhadap kebijaksanaan pemerintah yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
Pasal 15 Usaha
Untuk mancapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 13, SPKEP SPSI Menjalankan berbagai usaha, sebagai berikut :
1. Meningkatkan partisipasi dalam pembangunan nasional untuk mengisi kemerdekaan. 2. Mengupayakan perbaikan dan peningkatan mutu peraturan perundang-undangan
3. Memperjuangkan perbaikan upah dan pendapatan yang layak sesuai dengan kebutuhan hidup dan kemajuan perekonomian.
4. Memperjuangkan jaminan sosial yang luas sesuai dengan tuntutan kebutuhan.
5. Mengadakan kerjasama dengan serikat pekerja – serikat pekerja internasional untuk kemajuan organisasi.
6. Mengadakan kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah maupun non pemerintah, untuk kemajuan organisasi.
7. Memperjuangkan peningkatan mutu syarat-syarat, kondisi dan kepastian kerja yang adil dan bertanggung jawab.
8. Menyelenggarakan pendidikan bidang ketenagakerjaan dalam rangka memperluas pengetahuan, ketrampilan dan perilaku, meningkatkan kemampuan tenaga kerja baik dalam berorganisasi maupun dalam kerja.
9. Mendorong terbentuknya dan berkembangan koperasi pekerja dan usaha-usaha lain untuk meningkatkan kesejahteraan dan jaminan sosial.
BAB VI KEANGGOTAAN
Pasal 16
Anggota
1. SPKEP SPSI beranggotakan pekerja dan serikat pekerja-serikat pekerja di perusahaan
industri barang dan jasa sektor-sektor Kimia, Energi, Pertambangan dan Industri
penunjangnya serta Industri barang maupun Jasa lainnya.
2. Ruang lingkup, tata cara dan ketentuan keanggotaan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 17 Hak Anggota Anggota mempunyai hak :
1. Memilih dan dipilih.
2. Mengajukan saran-saran dan pendapat demi kemajuan organisasi baik secara lisan maupun tulisan.
3. Mendapatkan pembelaan dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi. 4. Membela dan dibela dalam sidang organisasi.
5. Mendapatkan pembinaan, perlindungan dan pembelaan dari organisasi. 6. Mendapatkan perlakuan yang sama dari organisasi.
7. Mendapatkan peningkatan kehidupan yang sejahtera, adil dan bermartabat.
Pasal 18 Kewajiban Anggota Anggota mempunyai kewajiban :
1. Mentaati dan melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SPKEP SPSI serta keputusan-keputusan organisasi.
2. Membayar uang pangkal dan uang iuran organisasi sesuai dengan ketentuan.
3. Ikut membina dan memelihara rasa memiliki organisasi dengan jalan turut serta mengembangkan dan meningkatkan kehidupan organisasi.
Page | 27 4. Menghadiri rapat, pertemuan dan sidang organisasi serta kegiatan lain yang
diselenggarakan oleh organisasi.
5. Melaksanakan tugas-tugas organisasi dengan penuh tanggung jawab. 6. Membela dan menjunjung tinggi nama baik organisasi.
7. Mematuhi keputusan keputusan hasil rapat organisasi.
8. Mengkonsultasikan terlebih dahulu kepada perangkat organisasi diatasnya apabila
dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial akan menyerahkan kepada/ menggunakan jasa pihak lain.
9. Membuat surat pernyataan melepaskan haknya untuk mendapatkan pembelaan dari
organisasi, apabila setelah berkonsultasi dengan perangkat organisasi ternyata tetap berpendirian untuk menyerahkan penyelesaian perselisihan tersebut kepada pihak lain/menggunakan jasa pihak lain.
BAB VII
KEDAULATAN, MUSYAWARAH dan RAPAT Pasal 19
Kedaulatan
Kedaulatan tertinggi organisasi berada ditangan anggota dan dilakukan sepenuhnya melalui musyawarah menurut jenjang organisasi
Pasal 20 Musyawarah 1. Musyawarah Nasional (Munas)
2. Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 3. Musyawarah Daerah (Musda)
4. Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) 5. Musyawarah Cabang (Muscab)
6. Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) 7. Musyawarah Unit Kerja (Musnik)
8. Musyawarah Unit Kerja Luar Biasa (Musniklub) Pasal 21 Rapat-Rapat 1. Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS)
2. Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) 3. Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) 4. Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) 5. Rapat Kerja Unit Kerja (RAKERNIK)
BAB VIII
TUGAS dan WEWENANG MUSYAWARAH Pasal 22
1. Munas SPKEP SPSI adalah penjelmaan kedaulatan seluruh anggota SPKEP SPSI dan merupakan pemegang kekuasaan tertinggi organisasi di tingkat nasional.
2. Munas dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali. 3. Munas diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat. 4. Peserta Munas SPKEP SPSI adalah:
a. Pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI b. Utusan Pimpinan Daerah SPKEP SPSI c. Utusan Pimpinan Cabang SPKEP SPSI
d. Utusan Pimpinan Unit Kerja SPKEP SPSI 5. Tugas dan wewenang Munas : a. Menilai dan mensyahkan laporan pertanggungjawaban pengurus Pimpinan Pusat. b. Mengubah, menyempurnakan dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga SPKEP SPSI,
c. Membuat dan menetapkan Program Umum Organisasi.
d. Membuat dan menetapkan keputusan-keputusan dan garis-garis besar kebijakan organisasi
e. Memilih Ketua Umum dan menetapkan susunan pengurus Pimpinan Pusat. f. Membentuk Komisi Verifikasi apabila dipandang perlu
Pasal 23 Munaslub
1. Munaslub adalah Musyawarah Nasioanl Luar Biasa yang dapat dilaksanakan apabila kondisi organisasi ditingkat nasional dalam keadaan darurat.
2. Munaslub dapat diselenggarakan atas permintaan secara tertulis dari sekurangkurangnya 2/3 dari jumlah Pimpinan Daerah dan atau 2/3 jumlah Pimpinan Cabang di seluruh Indonesia.
3. Munaslub diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat. 4. Pelaksanaan Munaslub diputuskan melalui Rapimnas.
5. Peserta, tugas dan wewenang Munaslub sama dengan Munas. Pasal 24
Musda
1. Musda SPKEP SPSI adalah penjelmaan kedaulatan seluruh anggota SPKEP SPSI dan merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi di tingkat daerah/propinsi. 2. Musda dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali.
3. Musda diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah. 4. Peserta Musda SPKEP SPSI adalah:
a. Pengurus Pimpinan Daerah SPKEP SPSI b. Utusan Pimpinan Cabang SPKEP SPSI c. Utusan Pimpinan Pusat SPKEP SPSI
d. Utusan Pimpinan Unit Kerja SPKEP SPSI 5. Tugas dan wewenang Musda: a. Menilai dan mensyahkan laporan pertanggung jawaban Pengurus Pimpinan Daerah. b. Membuat dan menetapkan keputusan-keputusan organisasi di wilayah kerjanya dan
tidak bertentangan dengan AD/ART.
c. Membuat dan menetapkan skala prioritas program kerja daerah sebagai penjabaran program umum organisasi.
Page | 29 Pasal 25
Musdalub
1. Musdalub adalah Musyawarah Daerah Luar Biasa yang dapat dilaksanakan apabila kondisi organisasi di tingkat daerah dalam keadaan darurat.
2. Musdalub dilaksanakan atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Pimpinan Cabang dan atau 2/3 Pimpinan Unit Kerja di satu Propinsi.
3. Musdalub diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah.
4. Pelaksanaan Musdalub diputuskan melalui rapat Pengurus Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang.
5. Peserta tugas dan wewenang Musdalub sama dengan Musda. Pasal 26
Muscab
1. Muscab SPKEP SPSI adalah penjelmaan kedaulatan seluruh anggota dan merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi di tingkat Kab./Kota (cabang).
2. Muscab dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali. 3. Muscab diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang. 4. Peserta Muscab SPKEP SPSI adalah:
a. Pengurus Pimpinan Cabang SPKEP SPSI b. Utusan Pimpinan Unit Kerja SPKEP SPSI c. Utusan Pimpinan Daerah SPKEP SPSI 5. Tugas dan wewenang Muscab
a. Menilai dan mensyahkan laporan pertanggung jawaban Pengurus Pimpinan Cabang. b. Membuat dan menetapkan keputusan-keputusan organisasi di wilayah kerjanya dan
tidak bertentangan dengan AD/ART.
c. Membuat dan menetapkan skala prioritas program kerja cabang sebagai penjabaran program kerja daerah.
d. Memilih Ketua dan menetapkan susunan pengurus Pimpinan Cabang. Pasal 27
Muscablub
1. Muscablub adalah Musyawarah Cabang Luar Biasa yang dapat dilaksanakan apabila kondisi organisasi di tingkat cabang dalam keadaan darurat.
2. Muscablub dilaksanakan atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Pimpinan Unit Kerja.
3. Muscablub diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang.
4. Pelaksanaan Muscablub diputuskan melalui rapat Pengurus Pimpinan Cabang dan PUK. 5. Peserta, tugas dan wewenang Muscablub sama dengan Muscab.
Pasal 28 Musnik
1. Musnik adalah penjelmaan kedaulatan seluruh anggota dan merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi di tingkat unit kerja.
2. Musnik dilaksanakan 3 (tiga) tahun sekali.
3. Musnik diselenggarakan oleh Pimpinan Unit Kerja. 4. Peserta Musnik SPKEP SPSI adalah:
a. Pengurus Pimpinan Unit Kerja SPKEP SPSI
b. Seluruh anggota atau perwakilan dengan surat mandat
c. Utusan Pimpinan Cabang SPKEP SPSI 5. Tugas dan wewenang Musnik:
a. Menilai dan mensyahkan laporan pertanggung jawaban Pengurus Unit Kerja
b. Membuat dan menetapkan keputusan-keputusan organisasi di tingkat unit kerja dan tidak bertentangan dengan AD/ART
c. Membuat dan menetapkan skala prioritas program kerja unit sebagai penjabaran program kerja cabang.
d. Memilih Ketua dan menetapkan susunan pengurus Pimpinan Unit Kerja Pasal 29
Musniklub
1. Musniklub adalah Musyawarah Unit Kerja Luar Biasa yang dapat dilaksanakan apabila kondisi organisasi ditingkat unit dalam keadaan darurat
2. Musniklub dilaksanakan atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota, melalui komisariat atau perwakilan anggota yang disampaikan kepada PUK dan perangkat organisasi diatasnya.
3. Perangkat organisasi diatasnya wajib melakukan verifikasi atas kebenaran permintaan Musniklub.
4. Perangkat organisasi diatasnya wajib membuat kesimpulan hasil Verifikasi. 5. Peserta, tugas dan wewenang Musniklub sama dengan musnik.
BAB IX
TUGAS dan WEWENANG RAPAT Pasal 30
Rapat Pimpinan Nasional
1. Rapimnas adalah forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi diantara dua Munas. 2. Rapimnas dipimpin oleh Pimpinan Pusat.
3. Peserta Rapimnas adalah:
a. Pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI b. Utusan Pimpinan Daerah SPKEP SPSI c. Utusan Pimpinan Cabang SPKEP SPSI
4. Rapimnas dianggap syah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari Pengurus Pimpinan Pusat, Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang.
5. Rapimnas berwenang untuk:
a. Mengevaluasi, mengembangkan dan menyempurnakan Program Umum Organisasi. b. Menetapkan keputusan-keputusan organisasi yang strategis dan berdampak luas. c. Menetapkan pelaksanaan Munaslub
d. Membahas dan untuk selanjutnya menetapkan keputusan organisasi yang bersifat mengikat dalam bentuk pengukuhan pemecatan atau rehabilitasi nama baik.
6. Keputusan Rapimnas dianggap syah apabila disetujui sekurang-kurangnya 2/3 dari peserta yang hadir.
Pasal 31 Rakernas
Page | 31 1. Rakernas adalah forum konsultasi, informasi dan evaluasi yang memiliki tugas
melakukan penyempurnaan program umum organisasi hasil munas.
2. Rakernas dilaksnakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) periode kepengurusan.
3. Rakernas dipimpin oleh Pimpinan Pusat. 4. Peserta Rakernas adalah:
a. Pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI b. Utusan Pimpinan Daerah SPKEP SPSI c. Utusan Pimpinan Cabang SPKEP SPSI d. Utusan Pimpinan Unit Kerja SPKEP SPSI
5. Rakernas mempunyai wewenang menetapkan pedoman tindak lanjut pelaksanan program umum organisasi untuk dilaksanakan oleh seluruh perangkat organisasi secara nasional.
Pasal 32 Rakerda
1. Rakerda adalah forum konsultasi, informasi dan evaluasi yang memiliki tugas melakukan penyempurnaan program kerja daerah hasil Musda.
2. Rakerda dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) periode kepengurusan.
3. Rakerda dipimpin oleh Pimpinan Daerah. 4. Peserta Rakerda SPKEP SPSI adalah:
a. Pengurus Pimpinan Daerah SPKEP SPSI b. Utusan Pimpinan Cabang SPKEP SPSI c. Utusan Pimpinan Pusat SPKEP SPSI d. Utusan Pimpinan Unit Kerja SPKEP SPSI
5. Rakerda mempunyai wewenang menetapkan pedoman tindak lanjut pelaksanaan program kerja daerah yang sejalan dengan keputusan Rakernas untuk dilaksanakan oleh seluruh perangkat organisasi di satu propinsi.
Pasal 33 Rakercab
1. Rakercab adalah forum konsultasi, informasi yang memiliki tugas melakukan penyempurnaan program kerja cabang hasil Muscab.
2. Rakercab dilaksanakan sekurang-kurannya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) periode kepengurusan.
3. Rakercab dipimpin oleh Pimpinan Cabang. 4. Peserta Rakercab SPKEP SPSI adalah:
a. Pengurus Pimpinan Cabang SPKEP SPSI b. Utusan Pimpinan Unit Kerja SPKEP SPSI c. Utusan Pimpinan Daerah SPKEP SPSI
5. Rakercab mempunyai wewenang menetapkan pedoman tindak lanjut pelaksanaaan program kerja Cabang yang sejalan dengan keputusan Rakerda untuk dilaksanakan oleh seluruh perangkat organisasi di satu Kabupaten/Kota.
Pasal 34 Rakernik
1. Rakernik adalah forum konsultasi, informasi dan evaluasi yang memiliki tugas melakukan penyempurnaan program kerja Unit hasil Musnik.
2. Rakernik dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) periode kepengurusan.
3. Rakernik dipimpin oleh Pimpinan Unit Kerja. 4. Peserta Rakernik SPKEP SPSI adalah:
a. Pengurus Pimpinan Unit Kerja b. Seluruh anggota
c. Utusan Pimpinan Cabang SPKEP SPSI
5. Rakernik mempunyai wewenang menetapkan pedoman tindak lanjut pelaksanaan program kerja unit yang sejalan dengan keputusan Rakercab untuk dilaksanakan oleh seluruh perangkat organisasi di tingkat Unit Kerja.
BAB X
STRUKTUR ORGANISASI dan KEPENGURUSAN Pasal 35
Struktur Organisasi
Struktur organisasi SPKEP SPSI secara vertikal ditetapkan sebagai berikut:
1. Tingkat Unit Kerja dengan wilayah kerja dan kepemimpinan meliputi satu atau beberapa unit badan usaha yang sama dipimpin oleh Pimpinan Unit Kerja, disingkat PUK SPKEP SPSI.
2. Tingkat Cabang dengan wilayah kerja dan kepemimpinan meliputi wilayah kab./kota dipimpin oleh Pimpinan Cabang, disingkat PC SPKEP SPSI.
3. Tingkat Daerah dengan wilayah kerja dan kepemimpinan meliputi 1 (satu) propinsi atau yang dipersamakan dengan itu dipimpin oleh Pimpinan Daerah, disingkat PD SPKEP SPSI.
4. Tingkat pusat dengan wilayah kerja dan kepemimpinan meliputi wilayah Republik Indonesia dipimpin oleh Pimpinan Pusat, disingkat PP SPKEP SPSI.
5. Mengingat wilayah dan demi efektifitas organisasi, maka khusus untuk wilayah DKI Jakarta tidak dibentuk Pimpinan Cabang.
6. Dalam hal terjadi pemekaran daerah, atau atas dasar kebutuhan organisasi didaerah tertentu maka dapat dibentuk Pimpinan Cabang/Pimpinan Daerah Care Taker.
Pasal 36
Susunan Kepengurusan
Sesuai dengan struktur organisasi secara vertical, maka kepengurusan SPKEP SPSI disusun sebagai berikut :
1. Pimpinan Unit Kerja SPKEP SPSI (PUK SPKEP SPSI) :
a. Dibentuk bilamana sedikitnya mempunyai 10 (sepuluh) orang anggota pekerja di perusahaan yang bersangkutan
b. Pengurus Unit Kerja Unit Kerja diangkat dan dipilih oleh dan dari anggota didalam Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK)
c. Pengurus Pimpinan Unit Kerja berjumlah ganjil sebanyak-banyaknya 11 (sebelas) orang
d. Bagi perusahaan dengan area kerja tertentu, jumlah pengurus disesuaikan dengan
Page | 33 e. Susunan pengurus Pimpinan Unit Kerja terdiri dari seorang Ketua dan beberapa wakil Ketua, seorang Sekretaris dan beberapa Wakil Sekretaris, seorang Bendahara dan beberapa orang Wakil Bendahara.
f. Pimpinan Unit Kerja berwenang menunjuk dan mengukuhkan badan koordinasi/ komisariat
g. Pimpinan Unit Kerja di kukuhkan oleh Pimpinan Cabang 2. Pimpinan Cabang SPKEP SPSI (PC SPKEP SPSI)
a. Dibentuk bilamana disuatu wilayah Kabupaten/Kota terdapat sedikitnya 5 (lima) Unit Kerja SPKEP SPSI
b. Pengurus Pimpinan Cabang SPKEP SPSI diangkat oleh anggota peserta dalam Musyawarah Cabang SPKEP SPSI (Muscab SPKEP SPSI)
c. Pengurus Pimpinan Cabang berjumlah ganjil sebanyak-banyaknya 9 (sembilan) orang sebagai pengurus harian dan dapat ditambah sejumlah pengurus pleno dan dewan penasehat sesuai dengan kebutuhan dan keadaan cabang yang bersangkutan
d. Susunan pengurus Pimpinan Cabang terdiri dari seorang Ketua, beberapa wakil Ketua, seorang Sekretaris dan beberapa Wakil Sekretaris, seorang Bendahara dan beberapa orang Wakil Bendahara dan beberapa dewan penasehat
e. Masa jabatan Pengurus Pimpinan Cabang adalah selama 5 (lima) tahun f. Pengurus Pimpinan Cabang dilantik dan di kukuhkan oleh Pimpinan Daerah 3. Pimpinan Daerah SPKEP SPSI (PD SPKEP SPSI)
a. Dibentuk bilamana disuatu wilayah setingkat propinsi atau yang dipersamakan dengan itu terdapat sedikitnya 5 (lima) Pimpinan Cabang SPKEP SPSI
b. Pengurus Pimpinan Daerah SPKEP SPSI diangkat dan dipilih oleh anggota peserta Musyawarah Daerah SPKEP SPSI (MUSDA SPKEP SPSI)
c. Pengurus Pimpinan Daerah berjumlah ganjil sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang sebagai pengurus harian dan dapat ditambah sejumlah pengurus pleno dan dewan penasehat sesuai dengan kebutuhan dan keadaan daerah yang bersangkutan.
d. Susunan pengurus Pimpinan Daerah terdiri dari seorang Ketua, beberapa wakil Ketua, seorang Sekretaris dan beberapa Wakil Sekretaris, seorang Bendahara dan beberapa orang Wakil Bendahara dan beberapa dewan penasehat.
e. Masa jabatan pengurus Pimpinan Daerah selama 5 (lima) tahun.
f. Pengurus Pimpinan Daerah dilantik dan dikukuhkan oleh Pimpinan Pusat 4. Pimpinan Pusat SPKEP SPSI
a. Dibentuk di tingkat nasional bilamana terdapat 3 (tiga) Pimpinan Daerah SPKEP SPSI atau 15 (lima belas) Pimpinan Cabang dan atau 75 (tujuh puluh lima) Pimpinan Unit Kerja
b. Pengurus Pimpinan Pusat SPKEP SPSI diangkat dan dipilih oleh anggota peserta dalam Musyawarah Nasional SPKEP SPSI (MUNAS SPKEP SPSI)
c. Pengurus Pimpinan Pusat berjumlah ganjil sekurang-kurangnya 11 (sebelas) orang sebagai pengurus harian dan ditambah sejumlah pengurus pleno dan dewan pakar sesuai dengan kebutuhan dan keadaan perkembangan industri secara nasional di sektor Kimia, Energi dan Pertambangan.
d. Susunan Pengurus Pimpinan Pusat terdiri dari seorang Ketua Umum dan beberapa orang Ketua, seorang Sekretaris umum dan beberapa orang Sekretaris, dan seorang Bendahara Umum
e. Atas mandat Munas VI SPKEP SPSI, Pengurus Pimpinan Pusat diberikan hak
- Dewan pakar.
- Badan – badan atau lembaga sesuai kebutuhan organisasi.
f. Masa jabatan Pengurus Pimpinan Pusat selama 5 (lima) tahun. g. Pengurus Pimpinan Pusat dikukuhkan dalam MUNAS
Pasal 37
Pengurus
1. Pengurus SPKEP SPSI adalah Pimpinan yang bersifat kolektif.
2. Dalam melaksanakan tugas, pengurus Unit dibantu oleh bakor/komisaris sedangkan pengurus harian Pimpinan Cabang, Pimpinan Daerah dan Pimpinan Pusat SPKEP SPSI dibantu oleh pengurus pleno.
3. Pembidangan tugas masing-masing pengurus ditetapkan di dalam keputusan/ peraturan organisasi melalui rapat pengurus sesuai dengan jenjang organisasi.
Pasal 38
Pemilihan dan Pengukuhan Pengurus
1. Pemilihan Pengurus SPKEP SPSI pada setiap jenjang organisasi dilakukan secara Demokratis, langsung, Umum, Bebas dan rahasia.
2. Tata cara pemilihan dan pengukuhan diatur dalam Anggaran Rumah tangga. BAB XI
WEWENANG DAN TUGAS PENGURUS Pasal 39
Wewenang dan Tugas Pengurus
Pengurus SPKEP SPSI sesuai dengan tingkatan/jenjang organisasi memiliki wewenang dan tugas sebagai berikut:
1. Pimpinan Pusat
1.1. Mempunyai Wewenang :
a. Menerbitkan Surat Keputusan pengukuhan dan melantik PD SPKEP SPSI dan atau PC atau PUK apabila diwilayah tersebut belum terbentuk perangkat organisasi diatasnya.
b. Menempatkan pengurus di lembaga tripartit tingkat nasional antara lain : DEPENAS, Hakim ad-hoc MA, DJSN, BPJS Pusat, DK3N
c. Melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga nasional maupun internasional di bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya (EPOLEKSOSBUD).
d. Membuat dan menetapkan peraturan organisasi (PO) melalui MUNAS, RAKERNAS maupun RAPIMNAS.
e. Membuat kebijakan organisasi yang belum diatur dalam AD-ART.
f. Dalam keadaan memaksa berwenang untuk mengambil alih penyelesaian konflik internal organisasi yang dianggap membahayakan kesatuan dan persatuan organisasi dan tidak dapat diselesaikan oleh perangkat organisasi dibawahnya, baik PUK, PC maupun PD, segala keputusan pengurus PP SPKEP SPSI bersifat final.
g. Memerintahkan kepada PD, PC dan PUK untuk melakukan gerakan solidaritas yang diputuskan melalui rapat koordinasi.
h. Melakukan pembinaan dan penegakan disiplin organisasi terhadap perangkat organisasi dibawahnya.
Page | 35
i. Menetapkan standar dan desain resmi atribut organisasi.
j. Menugaskan perangkat organisasi dalam kegiatan nasional maupun internasional. 1.2. Mempunyai Tugas :
a. Melindungi, membela dan meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya: b. Melaksanakan amanat MUNAS SPKEP SPSI dengan menetapkan program kerja,
skala prioritas jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
c. Memperjuangkan dan meningkatkan kualitas peraturan perundang-undangan dibidang Ketenagakerjaan
d. Mewakili organisasi di lembaga tripartit tingkat nasional antara lain : DEPENAS, Hakim ad-hoc MA, DJSN, BPJS Pusat, DK3N
e. Mengefektifkan peranan lembaga tripartit nasional f. Membuat data base organisasi ditingkat Nasional.
g. Mengadvokasi kasus anggota ditingkat Mahkamah Agung.
h. Dalam kondisi tertentu dan atas permintaan perangkat organisasi dibawahnya, dapat mengadvokasi kasus anggota pada proses Bipartit, Mediasi, dan PHI.
i. Melaksanakan DIKLAT TOT bagi pengurus PD, PC dan PUK SPKEP SPSI j. Mengadakan DIKLAT spesialisasi atau sesuai kebutuhan organisasi. k. Mewakili organisasi dalam kegiatan internasional
l. Menetapkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) Nasional
m. Membuat laporan pertanggungjawaban dan mempertanggungjawabkan hasil kerja organisasi dalam musyawarah nasional.
2. Pimpinan Daerah
2.1. Mempunyai Wewenang :
a. Menerbitkan Surat Keputusan pengukuhan dan melantik Pimpinan Cabang SPKEP SPSI atau PUK SPKEP SPSI apabila diwilayah tersebut belum terbentuk PC SPKEP SPSI.
b. Menempatkan pengurus di lembaga tripartit daerah antara lain : DEPEPROP, Hakim ad-hoc PHI, BPJS Daerah, LKS Tripartit Daerah.
c. Melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga tingkat Daerah maupun Nasional. di bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya (EPOLEKSOSBUD).
d. Membuat peraturan organisasi (PO) melalui MUSDA, dan RAKERDA yang tidak bertentangan dengan peraturan organisasi diatasnya.
e. Membuat kebijakan organisasi yang belum diatur dalam AD-ART.
f. Dalam keadaan tertentu dapat memerintahkan kepada PC maupun PUK SPKEP SPSI untuk melakukan gerakan solidaritas.
g. Melakukan pembinaan dan penegakan disiplin organisasi terhadap perangkat organisasi dibawahnya.
2.2. Mempunyai Tugas :
a. Melindungi, membela dan meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya b. Melaksanakan amanat MUSDA sebagai penjabaran dari amanat MUNAS SPKEP
SPSI dengan menetapkan program skala prioritas jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
c. Memperjuangankan dan meningkatkan kualitas peraturan daerah tingkat propinsi di bidang Ketenagakerjaan.
d. Membuat data base organisasi ditingkat Propinsi.
e. Mewakili organisasi dilembaga-lembaga Tripartit Daerah f. Mengefektifkan peranan Tripartit Daerah.
g. Mengadvokasi kasus anggota pada proses Bipartit, Mediasi ,PHI, kasasi maupun PK atas permintaan perangkat organisasi.
i. Melaksanakan DIKLAT spesialisasi
j. Mewakili organisasi dalam kegiatan internasional
k. Menetapkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) Daerah.
l. Membuat laporan pertanggungjawaban dan mempertanggungjawabkan hasil kerja organisasi dalam musyawarah daerah
3. Pimpinan Cabang
1.1. Mempunyai Wewenang :
a. Menerbitkan Surat Keputusan pengukuhan dan melantik Pimpinan Unit Kerja SPKEP SPSI.
b. Menempatkan pengurus di lembaga Tripartit tingkat Kabupaten/Kota antara lain : DEPEKAB/KO, LKS Tripartit Kabupaten/Kota
c. Melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga tingkat Daerah maupun Nasional. di bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya (EPOLEKSOSBUD).
d. Membuat peraturan organisasi (PO) melalui MUSCAB, dan RAKERCAB, yang tidak bertentangan dengan peraturan organisasi diatasnya.
e. Dapat melakukan langkah-langkah penyelesaian terkait dengan telah habisnya masa bhakti kepengurusan PUK SPKEP SPSI untuk memilih pengurus PUK SPKEP SPSI yang baru.
f. Dalam keadaan tertentu dapat memerintahkan kepada PUK SPKEP SPSI untuk melakukan gerakan solidaritas.
g. Melakukan pembinaan dan penegakan disiplin organisasi terhadap perangkat organisasi dibawahnya.
3.2. Mempunyai Tugas :
a. Melindungi, membela dan meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya b. Melaksanakan amanat MUSCAB sebagai penjabaran dari amanat MUSDA SPKEP
SPSI, dengan menetapkan program skala prioritas jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
c. Memperjuangankan dan meningkatkan kualitas peraturan daerah bidang Ketenagakerjaan ditingkat Kabupaten/Kota.
d. Mewakili organisasi dilembaga Tripartit Kabupaten/Kota antara lain : Dewan Pengupahan, LKS Tripartit.
e. Membuat data base organisasi ditingkat Kabupaten /Kota. f. Mengefektifkan peranan lembaga Tripartit Kabupaten/Kota.
g. Mengadvokasi kasus anggota atas permintaan PUK SPKEP SPSI pada proses Bipartit, Mediasi, PHI, kasasi dan PK dan berkoordinasi dengan perangkat organisasi diatasnya.
h. Mengadakan Pendidikan dasar dan Lanjutan bagi pengurus dan anggota PUK SPKEP SPSI.
i. Mewakili organisasi dalam kegiatan Daerah maupun Nasional
j. Menetapkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) Cabang.
k. Membuat laporan pertanggungjawaban dan mempertanggungjawabkan hasil kerja organisasi dalam musyawarah cabang.
4. Pimpinan Unit Kerja
4.1.Mempunyai Wewenang :
a. Menerbitkan Surat Keputusan pengukuhan dan melantik Komisariat/Perwakilan anggota Unit Kerja SPKEP SPSI.
b. Menempatkan perwakilan PUK SPKEP SPSI dalam LKS Bipartit.