• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

3.1 PENDAHULUAN

Proses Produksi adalah suatu cara, metode ataupun teknik menambah kegunaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada. Salah satu faktor produksi yang harus dioptimalkan penggunaannya yaitu mesin produksi. Mesin yang digunakan dalam kegiatan produksi harus mampu beroperasi dengan optimal. Pengoperasian mesin dikatakan optimal apabila nilai downtime-nya minimum. Untuk dapat menjamin pengoperasian mesin yang optimal, diperlukan suatu sistem perawatan dan pemeliharaan mesin yang tepat. Sistem perawatan mesin yang tepat merupakan sistem perawatan yang dapat memberikan jadwal perawatan dengan minimum

downtime sehingga memberikan total biaya yang minimum juga.(Taringan et al., 2013). Terjadinya kerusakan pada mesin produksi di pengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah kelalaian manusia, umur daripada mesin, dan proses perawatan yang tidak berjalan dengan baik. Di PT United Can Company proses perawatan mesin sudah di jalankan dengan optimal. Salah satu bentuk kontribusi perawatan mesin adalah dengan adanya softwere penunjang proses perawatan mesin. Softwere ini disebut EAM

(Enterprise Asset Management).

Softwere EAM yang secara umum menitikberatkan pada proses pencatatan aset, perencanaan perawatan aset, pengolahan data dan penjadwalan perencanaan perawatan. Dengan menggunakan sistem berbasis komputerisasi maka manajemen pengolahan aset dan inventaris lebih terstruktur dan terarah. Sistem Informasi Pengolahan Manajemen Aset dan Inventaris menghasilkan informasi yang dapat dilihat setiap saat dengan cara

(2)

mudah, penyimpanan datanya terjamin, aman, serta laporannya menjadi lebih terperinci.(Anggoro,2014)

Mengacu pada EAM mesin body maker adalah salah satu mesin yang sering mengalami masalah. Masalah yang di alamai mesin ini adalah pada bagian unloader assy, lebih spesifiksnya pada bagian gearbox. Gearbox yang bertugas mendistribusikan putaran motor menuju unloader sering mengalami kerusakan. Penyebab kerusakan yang di alami gearbox tersebut akan di cari tahu penyebabnya menggunakan metode

fish bone diagram supaya memudahkan di dalam proses analisa. Selanjutnya jenis jenis kerusakan yang di alami oleh gearbox tersebut akan di dokumentasikan di dalam laporan kerja praktek.

3.2 PROSES PRODUKSI DEPARTEMEN TWO PIECES

Departemen two pieces adalah departemen yang memproduksi kaleng minuman

(beverages can). Jenis kaleng minuman yang di produksi beragam mulai dari kaleng

soft drink, beer, hingga isotonik. Pembuatan kaleng ini memerlukan proses yang cukup panjang, dimulai dari bahan baku berupa coil, proses pembuatan cup, proses pembuatan tubuh kaleng,proses perataan ketinggian kaleng, proses pencucian kaleng, proses pemberian dekorasi, proses pelapisan dinding bagian dalam kaleng, proses pembentukan necking dan flangging, proses pengetesan Quality kaleng, dan proses pengepakan hingga pengiriman ke pelanggan. Secara lebih lanjut proses tersebut akan di jelaskan sebagai berikut:

Gambar 3.1 Alur kerja pembuatan kaleng two pieces

(Sumber: Siswara, 2013) COIL HANDLING CUP MAKER BODY MAKER TRIMER WASHER DECORATOR INTERNAL SPRAY LACQUER NECKER FLANGER TESTER PALETEZER

(3)

Gambar 3.2 Pembuatan kaleng two pieces

(Sumber: Siswara, 2013)

3.3 DIAGRAM SEBAB AKIBAT / FISH BONE DIAGRAM (CAUSE AND EFFECT

DIAGRAM)

Istilah lain dari Fish bone Diagram adalah Diagram Ishikawa, dikembangkan oleh Kaoru Ishikawa seorang pakar kendali mutu. Sering kali disebut sebagai fish bone

diagram dikarenakan bentuknya yang menyerupai tulang ikan. Fish bone Diagram lahir karena adanya kebutuhan akan peningkatan mutu atau kualitas dari barang yang dihasilkan. Seringkali dalam suatu proses produksi dirasakan hasil akhir yang diperoleh tidak sesuai dengan ekspektasi.

Diagram tulang ikan ini dikenal dengan cause and effect diagram. Diagram Ishikawa juga disebut dengan tulang ikan karena memang kalau diperhatikan rangka analisis diagram Fish bone bentuknya ada kemiripan dengan ikan, dimana ada bagian kepala (sebagai effect) dan bagian tubuh ikan berupa rangka serta duri-durinya digambarkan sebagai penyebab (cause) suatu permasalahan yang timbul. Masalah-masalah klasik di industri manufaktur seperti: keterlambatan proses produksi tingkat

defect (cacat) produk yang tinggi mesin produksi yang sering mengalami trouble output

lini produksi yang tidak stabil yang berakibat kacaunya rencana produksi produktivitas yang tidak mencapai target komplain pelanggan yang terus berulang.

Diagram Ishikawa(disebut juga diagram tulang ikan, atau cause-and-effect matrix) adalah diagram yang menunjukkan penyebab-penyebab dari sebuah even yang

(4)

spesifik. Pemakaian diagram Ishikawa yang paling umum adalah untuk mencegah

defect serta mengembangkan kualitas produk. Diagram Ishikawa dapat membantu mengidetintifikasi faktor-faktor yang signifikan dan memberi efek terhadap sebuah even. Bagian-bagian dari Diagram Fish bone:

 Bagian Kepala Ikan Kepala ikan biasanya selalu terletak di sebelah kanan. Di bagian ini, ditulis even yang dipengaruhi oleh penyebab-penyebab yang nantinya di tulis di bagian tulang ikan. Even ini sering berupa masalah atau topik yang akan di cari tahu penyebabnya

 Bagian Tulang Ikan Pada bagian tulang ikan, ditulis kategori-kategori yang bisa berpengaruh terhadap even tersebut.

3.3.1 Proses Pembuatan Fish Bone Diagram

Berikut adalah runtutan di dalammembuat fish bone diagram:

a Menyepakati pernyataan masalah.

Sepakati sebuah pernyataan masalah (problem statement). Pernyataan masalah ini diinterpretasikan sebagai effect, atau secara visual dalam fish bone seperti kepala ikan. Tuliskan masalah tersebut di tengah media di sebelah paling kanan .Gambarkan sebuah kotak mengelilingi tulisan pernyataan masalah tersebut dan buat panah horizontal panjang menuju ke arah kotak.

b Mengidentifikasi kategori-kategori Dari garis horisontal utama .

Buat garis diagonal yang menjadi cabang. Setiap cabang mewakili sebab utama dari masalah yang ditulis. Sebab ini diinterpretasikan sebagai cause, atau secara visual dalam fish bone seperti tulang ikan. Kategori sebab utama mengorganisasikan sebab sedemikian rupa sehingga masuk akal dengan situasi.

(5)

c Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara brainstorming

Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan melalui sesi

brainstorming. Saat sebab-sebab dikemukakan, tentukan bersama-sama di mana sebab tersebut harus ditempatkan dalam fish bone diagram, yaitu tentukan di bawah kategori yang mana gagasan tersebut harus ditempatkan.

d Mengkaji dan menyepakati sebab-sebab yang paling mungkin

Setelah setiap kategori diisi carilah sebab yang paling mungkin di antara semua sebab- sebab dan sub-subnya. Jika ada sebab-sebab yang muncul pada lebih dari satu kategori, kemungkinan merupakan petunjuk sebab yang paling mungkin. Kaji kembali sebab-sebab yang telah didaftarkan (sebab-sebab yang tampaknya paling memungkinkan). berikut adalah contoh gambar fish bone diagram:

Gambar 3.3 Contoh fish bone diagram (Sumber: Bina Nusantara, 2006)

(6)

3.4 PLANETARY GEARBOX

Planetary Gear adalah sebuah sistem roda gigi yang terdiri dari sun gear, carrier gear

dan ring gear atau internal gear. Satu set sistem roda gigi planet dapat menghasilkan putaran yang bervariasi seperti peningkatan kecepatan, pengurangan kecepatan, perubahan arah, netral, dan direct drive.

Gambar 3.4 Konstruksi planetary gearbox

(Sumber: Gawande et al., 2014)

Planetary gearbox tersusun dari 3 buah roda gigi, yaitu:  Roda gigi matahari (sun gear)

 Roda gigi perantara (carrier gear)

 Roda gigi dalam (ring gear atau annulus)

Jika dilihat dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa susunan dari sebuah sistem roda gigi planet hampir mirip dengan susunan tata surya kita. Roda gigi matahari terletak dipusat susunan. Roda gigi ini terletak di tengah dan sebagai poros perputaran. Roda gigi matahari dapat berupa rancangan spur atau helical gear. Roda gigi matahari bertautan dengan gigi pada roda gigi perantara. Roda gigi perantara adalah roda gigi yang disusun dalam kerangka yang disebut carrier gear yang dapat terbuat dari besi tuang, alumunium atau pelat baja dan dirancang dengan sebuah pin untuk masing-masing carrier gear. Roda gigi perantara berputar pada needle bearing yang diposisikan diantara shaft planetary carrier dan carrier gear.

(7)

Jumlah roda gigi perantara didalam sebuah sistem roda gigi planet tergantung dari beban yang dipikul. Transmisi kendaraan otomatis harus mempunyai tiga roda gigi perantara sedangkan heavy duty highway trucks dapat mempunyai sebanyak 5 roda gigi perantara dalam planetary carrier dalam sistem roda gigi planetnya. Roda gigi perantara mengelilingi poros tengah roda gigi matahari dan dilingkari oleh roda gigi dalam. Roda gigi dalam bertindak seperti sebuah pengikat yang menahan keseluruhan roda gigi bersama dan memberikan kekuatan yang besar pada unit. Roda gigi dalam diletakkan pada jarak terjauh dari poros pusat dan karena itu berfungsi sebagai tuas terbesar pada poros pusat. Untuk membantu mengingat rancangan sistem roda gigi planet, gunakan sistem tata surya sebagai contohnya. Matahari adalah pusat tata surya dengan planet berputar disekelilingnya, karena itu disebut sistem roda gigi planet. Roda gigi matahari dan roda gigi perantara memiliki jumlah gigi paling kecil, sedangkan roda gigi dalam memiliki jumlah gigi paling banyak.

3.4.1 Sistem Kerja Planetary Gearbox

Setiap komponen dalam satu set roda gigi planet, yaitu roda gigi matahari, roda gigi perantara, dan roda gigi dalam dapat berputar atau ditahan. Perpindahan tenaga melalui sebuah sistem roda gigi planet hanya mungkin ketika satu komponen ditahan atau jika dua komponen ditahan bersama. Salah satu dari tiga komponen yaitu roda gigi matahari, roda gigi perantara atau roda gigi dalam dapat digunakan sebagai penggerak atau komponen input. Pada saat bersamaan, komponen yang lain tetap berputar dan kemudian menjadi komponen yang ditahan atau diam. Komponen ketiga kemudian menjadi bagian yang digerakkan atau hasil. Tergantung pada komponen yang menjadi penggerak, yang ditahan, dan yang digerakkan, peningkatan torsi atau peningkatan kecepatan akan dihasilkan oleh sistem roda gigi planet. Arah putaran poros keluaran juga dapat dibalik melalui berbagai kombinasi. Detail kombinasi sistem kerja planetary gearbox akan di jelaskan di dalam tabel berikut:

(8)

Tabel 3.1 Cara kerja planetary gearbox

No Sun Gear Carrier Ring Gear Speed Torque Direction

1 Input Output Di tahan Reduksi Maksimum

Meningkat Sama dengan input 2 Ditahan Output Input Reduksi

Maksimum

Meningkat Sama dengan input 3 Output Input Ditahan Kenaikan

Maksimum

Reduksi Sama dengan input 4 Di tahan

dengan masukan

Input Tertahan Kenaikan Maksimum

Reduksi Sama dengan input

5 Input Di tahan Output Reduksi Meningkat Kebalikan dari output 6 output Di tahan Input Peningkatan Reduksi Kebalikan

dari output 7 Bila dua anggota di tahan bersama, kecepatan dan arah sama dengan input.

Langsung 1:1 pergerakan terjadi

8 Bila tidak ada anggota yang di tahan atau terkunci bersama keluaran tidak terjadi. Hasilnya kondisi netral.

3.5 KLASIFIKASI PLANETARY GEARBOX

Menurut sistem kerjanya, planetary gear di bagi menjadi dua macam yaitu :

3.5.1 Planetary Gear Single Pinion

Cara kerja planetary gear Single pinion, Apabila ring gear ditahan, planet gear akan berputar berlawanan arah terhadap sun gear dan planet gear berputar mengelilingi ring gear. Ini salah satu aplikasi pada planetary gear transmission untuk mendapatkan posisi gerak maju Yaitu dengan cara menahan ring gear, apabila sun gear berputar ke kanan, maka outputnya planet gear akan beputar ke kiri mengelilingi ring gear. Secara lebih

(9)

jelasnya penampang planetary gear single pinion akan di tampilkan pada gambar berikut.

Gambar 3.5 Planetary single pinion

(Sumber: Soesanto, 2014)

3.5.2 Planetary Gear Dual Pinion

Pada sistem ini apabila apabila ring gear yang ditahan, akibatnya carrier akan berlawan dengan sun gear. Aplikasi dari sistem planetary gear seperti ini digunakan untuk gerak mundur (reverse). Prinsip kerjanya apabila sun gear sebagai input berputar ke kanan, maka carrier sebagai output akan berputar ke kiri apabila ring gear ditahan. Secara lebih jelasnya penampang planetary gear dual pinion akan di tampilkan pada gambar berikut.

Gambar 3.6 Planetary dual pinion

(10)

3.6 KOMPONEN PLANETARY GEAR

Setiap gearbox memiliki komponen penyusun yang berbeda-beda. begitu juga dengan

planetary gearbox yang memiliki komponen penyusun. planetary gearbox sendiri tersususn dari beberapa komponen, berikut diantaranya:

3.6.1 Roda Gigi Matahari (sun Gear)

Roda gigi matahari terletak dipusat susunan yang berfungsi sebagai poros. Roda gigi ini adalah roda gigi terkecil dalam susunan. Roda gigi matahari juga dapat berupa rancangan spur atau helical gear. Roda gigi matahari bertautan dengan gigi pada roda gigi perantara. Bentuk roda gigi matahari di tampilakn pada gambar di bawah.

Gambar 3.7 Roda gigi matahari (sun gear)

( Sumber: Abdhirayud, n.d. )

3.6.2 Roda Gidi Perantara (Pinion Gear)

Roda gigi perantara mengelilingi poros tengah roda gigi matahari dan dilingkari oleh roda gigi dalam. Planetary pinion gear adalah gear kecil yang disusun dalam kerangka yang disebut planetary carrier. Planetary carrier dapat terbuat dari besi tuang, alumunium atau pelat baja dan dirancang dengan sebuah shaft untuk masing-masing

planetary pinion gear. Planetary pinion berputar pada needle bearing yang diposisikan diantara shaft planetary carrier dan planetary pinion. Jumlah planetary pinion didalam sebuah carrier tergantung dari beban yang dipikul. Transmisi kendaraan otomatis harus

(11)

mempunyai tiga planetary pinion dalam planetary carrier. Planetary pinion

mengelilingi poros tengah Roda gigi matahari dan dilingkari oleh annulus atau ring gear. Bentuk roda gigi perantara di tampilakn pada gambar di bawah.

Gambar 3.8 Roda gigi perantara (pinion gear)

( Sumber: Abdhirayud, n.d. )

3.6.3 Roda Gigi Dalam

Roda gigi dalam bertindak seperti sebuah pengikat yang menahan keseluruhan roda gigi bersama dan memberikan kekuatan yang besar pada unit. Roda gigi dalam diletakkan pada jarak terjauh dari poros pusat dan karena itu berfungsi sebagai tuas terbesar pada poros pusat. Untuk membantu mengingat rancangan planetary gearbox, gunakan sistem tata surya sebagai contohnya. Roda gigi mataharia dalah pusat tata surya dengan planet berputar disekelilingnya, karena itu disebut planetary gearbox. Bentuk roda gigi dalam di tampilakn pada gambar di bawah.

Gambar 3.9 Roda gigi dalam ( Sumber: Abdhirayud, n.d. )

(12)

3.6.4 Rumah Planetary gearbox

Rumah Planetary gearbox merupakan tempat dimana planetary gearbox dipasang, yang sekaligus menjadi penghubung antara poros input dan poros output.

Gambar 3.10 Rumah Planetary gearbox

(Sumber: Abdhirayud, n.d. )

3.6.5 Bantalan

Bantalan adalah komponen yang berfungsi sebagai peredam getaran yang ditimbulkan oleh putaran roda gigi. Jenis bantalan yang umum dipakai adalah needle bearing dengan alasan karena needle bearing mempunyai efektivitas meredam getaran yang sangat tinggi, dan umurnya relatif lebih lama jika dibandingkan dengan jenis bearing lainnya.

Gambar 3.11 Bantalan (bearing)

(13)

3.6.6 Carrier Idler Shaft

Carrier idler shaft merupakan komponen dalam planetary gearbox yang berfungsi sebagai penyangga carrier. Komponen ini tersambung pada piringan, yang kemudian piringan tersebut akan dihubungkan pada poros output.

Gambar 3.12 Carrier idler shaft

( Sumber: Abdhirayud, n.d. )

3.7 TRIBOLOGI

Tribologi adalah ilmu dan teknologi yang mempelajari peristiwa interaksi dua permukaan yang bergerak relatif satu terhadap lainnya, dimana didalamnya terdapat fenomena gesekan, pelumasan, dan keausan.

Tribologi sangat besar perannya bagi dunia industri, bahkan sekarang ini tanpa di sadari dengan semakin banyaknya peralatan di sekitar kita (bukan hanya di dunia industri) yang semakin modern, mulai dari mobil di rumah kita, mesin cuci, kipas angin, itu beberapa contoh peralatan di rumah kita yang dipengaruhi oleh ilmu tribologi.

Tribologi sangat penting bagi keandalan peralatan. Sebagai contohnya peralatan yang seharusnya siap setiap saat, akan jadi tidak siap ketika di butuhkan karena mengalami kerusakan yang diakibatkan masalah lubrikasi. Tribologi besar pengaruhnya terhadap efisiensi peralatan. Tribologi juga berpengaruh langsung terhadap maintainability dari sebuah peralatan. Tribologi juga berpengaruh terhadap neraca keuangan dari suatu perusahaan.

(14)

3.7.1 Gesekan

Gesekan adalah gaya yang menghambat perpindahan dari benda yang bergerak. Atau gaya yang melawan gerak suatu permukaan sliding atau rolling pada permukaan lain, dimana kedua permukaan tersebut saling kontak. Pada umumnya dipresentasikan oleh koefisien gesek ( µ ). Gesekan proporsional dengan beban atau gaya normal, dan koefisien gesek independen terhadap luas permukaan. Gaya yang diperlukan untuk memulai sliding umumnya lebih besar dari pada gaya yang diperlukan untuk mempertahankannya. Sehingga koefisien gesek kinetis ( µk ) lebih kecil dari pada koefisien gesek statis ( µs ). Ada dua jenis gesekan antara dua permukaan padat, yaitu :

a Gesekan Statis

Bila gaya aksi yang diterapkan tidak mampu untuk menggerakkan benda, sehingga benda tetap diam/statik. Besar gaya gesek :

𝐹𝑓 = 𝐹𝑠 . 𝐹𝑛 3.1

Dimana:

 Fs adalah koefisien gesek statik.  Fn adalah gaya normal.

b Gesekan Dinamis

Bila gaya aksi yang diterapkan mampu untuk menggerakkan benda, sehingga benda bergerak. Besar gaya gesek adalah:

𝐹𝑓 = 𝐹𝑑 . 𝐹𝑛 3.2

Dimana:

 Fd adalah koefisien gesek dinamik.  Fn adalah gaya normal.

(15)

Gambar 3.13 Jenis- jenis Gesekan (Sumber: Firmansyah, 2010 )

Pada komponen mesin, perhatian lebih diarahkan pada gesakan dinamik, Gesekan dinamik di bedakan menjadi tiga, yaitu :

 Gesekan Luncur

Gesekan yang terjadi pada sebuah permukaan meluncur pada permukaan yang lain. Gesekan tipe ini terjadi pada plain bearings, cylinders, slides, cross heads, etc.

 Gesekan rol

Gesekan yang terjadi pada sebuah permukaan yang melakukan gerakan rol pada permukaan yang lain dan dapat menyebabkan terjadinya deformasi (swell) dan dapat menghambat gerakan. Untuk memperbaiki/mengurangi kondisi ini maka dipilih material yang keras.

 Gesekan Kombinasi ( Kombinasi sliding dan rolling )

Gesekan ini merupakan kombinasi antara sliding dan rolling seperti yang terjadi pada roda gigi

3.7.2 Pelumasan

Metode perawatan di dunia industri melibatkan pelumasan sebagai bagian yang penting dalam implementasinya. Prosedur pelumasan yang baik akan mampu menurunkan

(16)

biaya perawatan, antara lain karena umur komponen yang lebih lama. Terbentuknya lapisan pelumasan (lubrication film) dipengaruhi oleh viskositas dari pelumas, kontak geometri dan kecepatan relatif horizontal dan vertical. Fungsi dasar dari pelumas sendiri di gunakan untuk :

 Reduksi gesekan.  Mereduksi keausan.  Mereduksi temperatur.  Mencegah korosi.

 Peredam kejut dan reduksi getaran.

 Pelindung terhadap kontaminan dan kotoran.

3.7.3 Keausan

Keausan (wear) adalah hilangnya materi dari permukaan benda padat sebagai akibat dari gerakan mekanik. Keausan umumnya dianalogikan sebagai hilangnya materi sebagai akibat interaksi mekanik dua permukaan yang bergerak slidding dan dibebani. Ini merupakan fenomena normal yang terjadi jika dua permukaan saling bergesekan, maka akan ada keausan atau perpindahan materi yang terjadi antara dua benda yang bergesekan. Dikenal ada 4 jenis keausan yaitu sebagai berikut :

a Adhesive wear

Adhesive wear adalah jenisk keausan yang paling umum, timbul apabila terdapat gaya adhesi yang kuat diantara dua material padat. Apabila dua permukaan ditekan bersama maka akan terjadi kontak pada bagian yang menonjol. Apabila digeser maka akan terjadi penyambungan dan jika geseran dilanjutkan akan patah. Jika patahan tidak terjadi pada saat penyambungan maka yang timbul adalah keausan. Keausan adhesi tidak diinginkan karena dua alasan :

 Kehilangan materi yang pada akhirnya membawa pada menurunnya unjuk kerja suatu mekanisme.

(17)

 Pembentukan partikel keausan pada pasangan permukaan sliding yang sangat rapat dapat menyebabkan mekanisme terhambat atau bahkan macet, padahal umur peralatan masih baru.

Gambar 3.14 Proses Keausan adhesi (Sumber: Stachowiak & Batchelor, 2001)

Keausan adhesi beberapa kali lebih besar pada kondisi tanpa pelumasan dibandingkan kondisi permukaan yang diberikan pelumas dengan baik. Faktor yang menyebabkan keausan adalah kecenderungan dari material yang berbeda untuk membentuk larutan padat atau senyawa intermetalik dan kebersihan permukaan. Jumlah keausan melalui mekanisme adhesi ini dapat dikurangi dengan cara menggunakan material keras atau material dengan jenis yang berbeda, misal berbeda struktur kristalnya.

b Abrasive Wear

Keausan abrasi (abrasive wear) terjadi apabila permukaan yang keras bergesekan dengan permukaan yang lebih lunak, meninggalkan goresan torehan pada permukaan lunak. Abrasi juga bisa disebabkan oleh patahan partikel keras yang bergeser diantara dua permukaan lunak. Fragmen abrasif yang ada dalam fluida mengalir cepat juga dapat menyebabkan tertorehnya permukaan, jika membentur permukaan pada kecepatan tingi. Karena keausan abrasi terjadi oleh adanya partikel lebih keras dari permukaan masuk sistem, maka pencegahannya adalah dengan mengeliminasi komtaminan keras Faktor yang berperan dalam kaitannya dengan ketahanan material terhadap abrasive wear antara lain adalah material hardness, kondisi struktur mikro,

(18)

ukuran abrasi dan bentuk. Bentuk kerusakan abrasif permukaan akibat keausan abrasive, antara lain scratching, scoring dan gouging.

Gambar 3.15 Proses Abrasi

(Sumber: Stachowiak & Batchelor, 2001 ) c Corrosive Wear

Keausan korosif terjadi setiap kali gas atau cairan kimia mengenai permukaan yang dibiarkan terbuka oleh proses pergeseran. Biasanya ketika permukaan produk korosi (seperti platina) cenderung tinggal di permukaan, sehingga memperlambat laju korosi. Tapi, jika pergeseran terus menerus terjadi, aksi geser menghilangkan endapan permukaan yang seharusnya melindungi terhadap korosi lebih lanjut, yang dengan demikian terjadi lebih cepat.

d Fatigue Wear

Kelelahan permukaan biasanya ditemukan pada benda yang menggunakan tekanan tinggi misalnya gerakan rolling, seperti pada poros mobil atau bantalan bola bergulir di mesin. Tekanan menyebabkan pembentukan retakan dibawah permukaan untuk baik bergerak atau komponen stasioner. Retakan ini tumbuh jika partikel besar yang terpisah dari permukaan dan kemudian terjadi pitting. Surface fatigue adalah bentuk paling umum dari keausan yang mempengaruhi elemen bergulir seperti bantalan atau gigi roda gigi.

Gambar

Gambar 3.1 Alur kerja pembuatan kaleng two pieces  (Sumber: Siswara, 2013) COIL HANDLINGCUP MAKERBODY MAKERTRIMERWASHER DECORATORINTERNAL  SPRAY LACQUERNECKER FLANGERTESTERPALETEZER
Gambar 3.2 Pembuatan kaleng two pieces  (Sumber: Siswara, 2013)
Gambar 3.3 Contoh fish bone diagram   (Sumber: Bina Nusantara, 2006)
Gambar 3.4  Konstruksi planetary gearbox  (Sumber: Gawande et al., 2014)
+7

Referensi

Dokumen terkait

roda gigi dapat digolongkan sesuai kedudukan yang diambil oleh poros. yang satu terhadap poros yang lain. Penggunaan roda gigi ada

Poros adalah suatu bagian stasioner yang berputar, biasanya berpenampang bulat, dimana terpasang elemen- elemen seperti roda gigi, pulley , roda gila ( flywheel ), engkol,

Sprocket adalah roda bergerigi yang berpasangan dengan rantai, track, atau benda panjang yang bergerigi lainnya. Sproket berbeda dengan roda gigi; sproket tidak pernah

Jika dibandingkan dengan bagian roda gigi yang lain, yang mana sebagai contoh roda gigi pada transmisi atau presneling roda gigi nitrat, bagian roda gigi yang

Dalam hal ini penelitian tentang pengaruh perlakuan panas karburisasi padat terhadap baja padat terhadap baja karbon yang digunakan pada roda gigi ringan (komponen

Dengan planetary carrier diam, ketika roda gigi matahari berputar searah jarum jam, roda gigi pinion idle dan roda gigi cincin digerakkan dalam arah berkebalikan (berlawanan

Pada sebuah pesawat tail-gear, ketinggian dari landing gear harus dirancang secara teliti sehingga ekor atau bagian belakang pesawat tidak terbentur dengan tanah selama

Gambar 2.5 Roda gigi kerucut lurus dengan sudut tekanan 20° dan sudut poros 90°[2] Km adalah faktor distribusi beban yang harganya ditentukan oleh letak bantalan terhadap roda