CASCADE FUZZY SLIDING MODE CONTROL-PID
UNTUK
PENGATURAN POSISI PADA
BRUSHLESS DC MOTOR
SIDANG TESIS
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Motor DC yang digunakan di dunia industri banyak digantikan oleh Brushless DC Motor (BLDCM)
karena BLDCM memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan penggunaan Motor DC.
Diantara kelebihan dari BLDCM:
1. efisiensinya yang tinggi,
2. torsi besar,
3. kontrol sederhana,
4. dan lebih mudah dalam perawatan.
Penghilangan sikat-sikat dan komutator pada Motor DC dapat mengatasi permasalahan yang
berhubungan dengan kontak berupa gesekan antara komutator dan sikat-sikat yang dapat menimbulkan keausan sehingga harus sering dilakukan perawatan secara berkala. Penggantian motor DC oleh BLDCM menyebabkan dibutuhkan cara kontrol berbeda untuk komutasi fase arus dari BLDCM.
Terjadinya kebocoran induktansi menyebabkan arus stator naik dan turun sehingga
menyebabkan erjadinya penyimpangan dari bentuk gelombang ideal menjadi bentuk trapezoidal.Pengaruh dari terjadinya penyimpangan adalah terjadinya ripple
pada torsi saat terjadinya perubahan arus. Perubahan ripple torsi akan menimbulkan
Banyak penelitian tentang pendekatan pengaturan arus yang dipakai
untuk mengurangi getaran torsi dengan membangkitkan arus referensi khusus.
Y. Liu [2] melakukan penelitian direct torque cotrol (DTC) pada BLDCM
yang ditujukan untuk mengatur torsi dan fluks stator secara langsung dengan memlilih vektor tegangan stator berdasarkan tabel penyaklaran. Namun, DTC memiliki beberapa kekurangan selama operasi BLDCM, seperti ripple yang besar pada torsi dan fluks pada kecepatan rendah.
C.-Y. Chen[3] pada penelitiannya menggunakan aplikasi cascade dari
kontroler kecepatan menggunakan (SMC) dan Pulse Width Modulation
(PWM) regulator arus sebagai penggerak BLDCM untuk mencapai
kontrol kecepatan dengan performa tinggi.
Dari hasil simulasi kontroler SMC dibandingkan dengan pendekatan kontroler PI, kontroler SMC dapat menghasilkan respon kecepatan yang lebih baik pada kecepatan yang berbeda, pembebanan, dan ketidakpastian parameter.
Penggunaan SMC untuk kontrol kecepatan pada BLDCM masih memiliki
kekurangan yaitu masih munculnya chattering pada respon
Jonghyun Jeon dan Sanggun Na, Hoon Heo [4]
melakukan
penelitian untuk:
pengaturan posisi dan kecepatan BLDCM
dengan melakukan
Cascade
kontroler SMC dengan PID membentuk
cascade
SMC–PID
.
Kontroler SMC
digunakan untuk mengatur posisi referensi,
sedangkan PID konvensional digunakan untuk mengatur
kecepatan dari BLDCM.
Hasilnya, dengan melakukan cascade SMC dengan PID
, didapatkan
respon yang lebih baik jika dibandingkan dengan
kontroler PID konvensional ketika diberi gangguan dari
luar.
Dari beberapa kajian pustaka diatas, beberapa kekurangan
ditunjukkan pada penggunaan metode SMC sebagai metode
pengaturan kecepatan dan error posisi pada BLDCM.
Untuk itu diusulkan melakukan prosedur cascade pada
pengaturan posisi dan kecepatan pada BLDCM
Posisi yang dipakai dalam penelitian ini adalah posisi
1.2. Permasalahan
Yang menjadi permasalahan pada pengaturan posisi menggunakan
metode SMC pada lift:
munculnya chattering pada sinyal kontrol berupa kecepatan
referensi pada BLDCM, sehingga dibutuhkan mekanisme cascade yaitu
penambahan inner loop pada sistem dengan menambahkan kontroler pada error kecepatan BLDCM dan outer loop dengan penambahan kontroler
FSMC pada error posisi.
Selain itu, BLDCM 3 fase membutuhkan mekanisme penyaklaran yang sesuai untuk pembentukan sinyal PWM arus agar dapat menghasilkan
1.3 Batasan Masalah
Dalam perancangan sistem ini terdapat beberapa hal yang menjadi
batasan yang akan dikerjakan dalam penelitian yaitu orde sistem dibatasi sampai orde 3, dan penelitian sebatas pada tracking
1.4 Tujuan
Menyusun
dan
mengaplikasikan
prosedur perancangan
Cascade
FSMC-PID
pada pengaturan posisi dengan
penggerak
BLDCM
sebagai
salah
satu
cara
menghilangkan kelemahan dari metode SMC yang sudah
diterapkan.
Merancang
mekanisme
penyaklaran
pada
BLDCM.
Kemudian akan dipelajari analisa respon
tracking
posisi dan kecepatan BLDCM dari perancangan
1.5 Kontribusi
Pembuatan perancangan mekanisme kontroler
Cascade
FSMC-PID
untuk
tracking
posisi pada miniatur lift dan
kecepatan BLDCM 3 fase dan modul simulasi pembuatan
BLDCM 3 fase pada matlab.
1.6 Metodologi Penyelesaian
1. Kajian Pustaka
Melakukan telaah beberapa pustaka terkait baik dari artikel penelitian yang telah dipublikasikan maupun buku yang diterbitkan.
2. Analisis beberapa metode yang terkait
Analisis metode-metode yang terkait dengan persoalan pada sistem
kontrol yang akan dirancang dengan tujuan agar mendapatkan formulasi yang sesuai untuk sistem tersebut.
3. Merancang sistem kontrol Cascade FSMC-PID
Metode yang dihasilkan dari analisis diatas digunakan untuk merancang suatu sistem kontrol Cascade FSMC-PID
4. Membuat program simulasi untuk pengujian sistem kontrol tersebut Melakukan serangkaian eksperimen untuk mengetahui kinerja dan ketahanan sistem tersebut setelah dilakukan pengembangan dan perbaikan.
5. Analisis hasil pengujian
Melakukan analisis hasil pengujian dan mengklarifikasi hasil tersebut terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Apabila telah memenuhi tujuan berarti penelitian telah berhasil, dan apabila belum memenuhi maka perlu dikaji lebih lanjut solusi atau gagasan alternatif agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai.
6. Penarikan kesimpulan
Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa tujuan penelitian telah tercapai maka akan ditarik kesimpulan untuk menegaskan bahwa gagasan yang diusulkan berhasil menyelesaikan permasalahan dan memenuhi tujuan penelitian.
2.2 Model Persamaan BLDCM
( ) (2.1) , 1∑
= + = n k x kx x x dt i d Ri V ψ θ( )
θ, (θ, )( )
θ, λ (θ) (2.2) ψa = Laa ia ia +Lab ib ib + Lac ic ic + ar (2.3) ) (θ λ ψa = Laaia + Labib + Lacic + ar ( ) ( ) ( ) dt d i L i L i L dt d i R v dt d i L i L i L dt d i R v dt d i L i L i L dt d i R v cr c cc b cb a ca c c c br c bc b bb a ba b b b ar c ac b ab a aa a a a ) 3 / 2 ( (2.4) ) 3 / 2 ( ) ( π θ λ π θ λ θ λ + + + + + = − + + + + = + + + + = m cb bc ac ca ba ab s cc bb aa c b a L L L L L L L L L L L R R R R = = = = = = = = = = = = (2.5)Secara umum Persamaan Tegangan dari sebuah BLDCM adalah sebagai berikut:
motor fase jumlah n (rad) rotor posisi fluks total hubungan ) , ( (A) arus i (Ohm) resistansi R (Volt) aktif fase tegangan v : dengan kx x x = = = = = = θ θ ψ ix
Total dari hubungan flux adalah: :
Dengan menganggap efek saturasi diabaikan dan variasi induktansi kecil :(Ld ≈Lq)
Substitusi Persamaan (2.3) ke Persamaan (2.1)
dengan: bersama induktansi stator induktansi = = m s L L
Substitusi Persamaan (2.5 ) ke Persamaan (2.4) ( ) ( ) ( ) dt d i L i L i L dt d i R v dt d i L i L i L dt d i R v dt d i L i L i L dt d i R v cr c s b m a m c c c br c m b s a m b b b ar c m b m a s a a a ) 3 / 2 ( (2.6) ) 3 / 2 ( ) ( π θ λ π θ λ θ λ + + + + + = − + + + + = + + + + = (2.7) 0 = + + b c a i i i ( ) ( ) ( ) dt d L L dt di i R v dt d L L dt di i R v dt d L L dt di i R v cr m s c c c c br m s b b b b ar m s a a a a ) 3 / 2 ( (2.8) ) 3 / 2 ( ) ( π θ λ π θ λ θ λ + + − + = − + − + = + − + = dt d L dt di i R v dt d L dt di i R v dt d L dt di i R v cr c c c c br b b b b ar a a a a ) 3 / 2 ( (2.9) ) 3 / 2 ( ) ( π θ λ π θ λ θ λ + + + = − + + = + + = dt d L dt di i R v dt d L dt di i R v dt d L dt di i R v cr c c c c br b b b b ar a a a a ) 3 / 2 ( (2.10) ) 3 / 2 ( ) ( π θ λ π θ λ θ λ + + + = − + + = + + = dt f d dt d ke L dt di i R v dt f d dt d ke L dt di i R v dt f d dt d ke L dt di i R v ar c c c c ar b b b b ar a a a a )) 3 / 2 ( ( ) 3 / 2 ( (2.11) )) 3 / 2 ( ( ) 3 / 2 ( )) ( ( ) ( π θ π θ π θ π θ θ θ + + + + = − − + + = + + = dengan star-connected BLDCM: Dari Persamaan 2.7 dan 2.6, bisa disederhanakan menjadi:
Persamaan Torsi elektromanetik diberikan oleh:
Persamaan dari gerakan untuk sistem sederhana dengan inersia J,
koefisien pergeseran B, dan beban torsi TL adalah
persamaan rotor elektrik ωrdan kecepatan mekanik ωm adalah:
m cs cs bs bs as as e
e
i
e
i
e
i
T
=
[
+
+
]
/
ω
L m m e B T dt d J T = ω + ω + m r P ω ω ) 2 ( =2.4 Sliding Mode Control
Teknik kontrol yang melakukan switching
berdasarkan keadaan sistem:
Memaksa lintasan sistem menuju permukaan sliding
S=0
〈
〉
=
−+0
)
,
(
0
)
,
(
)
,
(
t
x
s
jika
u
t
x
s
jika
u
t
x
u
t tSliding Mode Control(SMC)
SMC
Keunggulan SMC:
Penerapan Sederhana
Respon dinamik yang baik Stabil
2.3 Fuzzy Logic Control
Defuzifikasi Postprocessing Prepocessing Fuzifikasi Inference Engine Rule Base Fuzzy ControllerBab 3 Perancangan Sistem
3.1 Diagram Blok Sistem
Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem
PID BLDCM FSMC ωr m ω ref X x e +_ ref i VDC +_ Mini Lift out X PWM arus +_ o i out X ω e ∆i ωm
3.4 Kebutuhan Sistem
1. Perancangan Modul BLDCM
Dari Persamaan 2.10 , Persamaan 2.12, Persamaan 2.12, Persamaan 3.1,
dan Persamaan 3.2 digambarkan secara keseluruhan menggunakan matlab pada Gambar 3.2 berikut:
Parameter BLDCM [4]
No. Simbol Deskripsi Nilai
1 VDC Sumber Tegangan 100 VDC 2 Rs Resistansi Stator 10-1Ω 3 Ls Induktansi Stator 33x10-2 H 4. Lm Induktansi Bersama 1x10-1H 4 J Momen Inersia 1,03x10-2 kg-m2 5 Ke Konstanta Fluks 0,16 V/ω 6 Kt Konstanta Torsi 0,17 V/ω 7 B Koefisien Damping 2x10-3 N-M/ω
Perancangan Sinyal PWM
Posisi (derajat) Penyaklaran Sinyal PWM Iar Ibr Icr 0-30 1 -1 -1 30-90 1 1 -1 90-150 -1 1 -1 150-210 -1 1 1 210-270 -1 -1 1 270-330 1 -1 1 330-360 1 -1 -1Tabel 3.1Mekanisme Penyaklaran Pembentuk Sinyal PWM
B S A S C S 30 90 150 210 270 330 360 30 90 150 210 270 330 360 30 90 150 210 270 330 360 1 1 − 1 1 − 1 1 −
Perancangan Modul Lift
ML Mb m Jm JL Bm BL L T m T * L T 1 n 2 nGambar 3.4 Arsitektur Sistem Lift yang Dirancang
No Parameter Lift Keterangan
1. Masssa Lift (M) 10 kg
2. Massa muatan (mm) 1-6 kg
3. Perbandingann2/n1 1:50
4. Jari-jari R (m) 0,2
5. Koefisien damping lift
(Bx)
0,02
6. Koefisien damping katrol
(BR)
0,02
7. Posisi yang diinginkan
(Xref)
1 m
m T +_ m ms B J + 1 2 1 n n ) ( ) ) 2 ( (JL+ M +m R2 s+ BL+BRR2 s 1 R + + mgR L T X θ 2 1 n n m Ω ΩL * L T
3.5 Prosedur Desain Cascade FSCM-PID
Kontroler PID
Berikut langkah-langkah untuk mendapatkan parameter kontroler PID
dari BLDCM dengan cara
tuning
manual:
1. Memberi nilai gain proporsional dengan nilai awal 1. Gain
digunakan untuk mendapatkan nilai respon keluaran mendekati
yang diinginkan. Sedangkan nilai parameter dan dibuat bernilai
nol. Kemudian dilakukan
tuning
pada parameter sesuai kebutuhan
perancangan.
2. Memberi nilai gain integral dengan nilai 1. Gain digunakan untuk
mempercepat respon transien dan untuk menghilangkan
error steady
state
. Sedangkan nilai dibuat nol. Kemudian dilakukan tuning pada
parameter sesuai kebutuhan perancangan.
3. Memberi nilai gain derivative dengan nilai 1. Gain digunakan
untuk memperlambat respon pada transien dan mengurangi
overshoot pada respon keluaran.
No Parameter Nilai Gain
1. Kp 0,5
2. Ki 0,2
3. Kd 0,01
Tabel 3.3 Tabel Parameter PID Dengan Kecepatan Referensi 1400 rpm
Gambar 3.15 Perancangan Kontroler PID dengan Simulasi Matlab
Perancangan FSMC
s K Ks Fuzzyfikasi Mekanisme Inferensi Fuzzy Defuzzyfikasi Ku s dt du s uGambar 2.5 Diagram Dasar dari KLF PD dengan masukan s dan
Prosedur Perancangan FSMC
1. Menentukan Permukaan luncur s:
2. Fungsi keanggotaan untuk
s
dan dalam bentuk
fungsi segitiga dengan 5 anggota himpunan
pendukung.
2
,
0
e
e
s
=
+
e e s = + λ2
,
0
=
λ
3. Mendefinisikan
Rule Base
fuzzy.
Rule base fuzzy yang dipiih adalah dengan
menggunakan tabel Mack Vicar Whelan
sebagai berikut:
s 1 2 3 4 5 1 1 1 2 2 3 2 1 2 2 3 4 3 2 2 3 4 4 4 2 3 4 4 5 5 3 4 4 5 5 s4. Mekanisme
inference rule
dengan menggunakan
Mamdani Rule.
5. Mendefinisikan metode defuzzyfikasi.
Metode yang dipilih adalah metode
Center of Area
(COA)
{
}
[
min
(
),
(
(
),
(
))
]
max
)
(
k
uk
Rs
i
j
y=
µ
µ
∆
µ
∑
∑
= = • = m k k k m k k u k T u T u T u U 1 1 0 )) ( ( )) ( ( ) ( µ µ6.
Melakukan tuning pada ,Ks , Ksdot dan Ku untuk menyesuaikan range kerja dari s,sdot , dan u sesuai dengan kebutuhan plantdengan melakukan tuning pada nilai gain , Ks, Ksdot dan Ku
didapatkan nilai sebagai berikut:
No Parameter Nilai Gain 1. Ks 12 2. Ksdot 1 3. Ku 32 4 Ofs 0 s K
4. Hasil dan Analisa
Uji BLDCM Loop Terbuka
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 Waktu (Ts=0.01 detik) K e ce p at an ( r pm )
Respon Kecepatan Open Loop
Respon Kecepatan
Gambar 4.1 Respon Kecepatan Loop Terbuka Tegangan 100 volt
kecepatan motor tanpa kontroler mencapai kecepatan
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 Waktu (Ts=0.01 detik) A rus ( A m p er e) Respon Arus Respon Arus
Gambar 4.2 Respon Arus Motor
arus yang dihasilkan oleh BLDCM berada disekitar 2-2,5 A pada waktu ke 1,5 detik ketika kecepatan motor mencapai steady state.
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7
Respon Torsi Mekanik
Waktu (Ts=0.01 detik) T o r si ( Nm )
Respon Torsi Mekanik
Respon Kecepatan BLDCM Loop Tertutup
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 0 500 1000 1500 Respon kecepatan Waktu (Ts=0.01 detik) K e ce p at an ( rpm ) Respon kecepatanGambar 4.5 Respon Kecepatan BLDCM dengan Kontroler PID
kecepatan motor dengan kecepatan referensi 1400 rpm menunjukkan bahwa kecepatan motor mencapai steady state
lebih cepat dibandingkan dengan tanpa kontroler pada waktu 0,5 detik
0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 0 200 400 600 800 1000 1200 Waktu (Ts=0.01 detik) ke ce pa tan ( rpm )
Respon Kecepatan Dengan Beban
Respon Kecepatan
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 -2 0 2 4 6 8 10 12
Respon Torsi Mekanik dan Torsi Beban
Waktu (Ts=0.01 detik) T o r si ( Nm ) Torsi mekanik Torsi beban
Uji Respon Tanpa Cascade FSMC-PID
Gambar 4.8 Respon Posisi Lift dengan Kontroler FSMC-PID
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4
Respon Posisi Lift
Waktu (detik) P o si si ( m )
Respon Posisi Lift mm= 0 kg Respon Posisi Lift mm= 1 kg Respon Posisi Lift mm= 2 kg Respon Posisi Lift mm= 3 kg Respon Posisi Lift mm= 4 kg Respon Posisi Lift mm= 5 kg Respon Posisi Lift mm= 6 kg
Semakin besar massa muatan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk ,mencapai posisi yang diinginkan. Ketika tanpa beban posisi lift dicapai dalam waktu 282 detik, sedangkan dengan beban 6 kg, posisi lift dicapai dalam waktu 3.22 detik.
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 0 200 400 600 800 1000 1200
Respon Kecepatan Tanpa Cascade
Waktu (detik) K e ce p at an ( rpm ) Respon Kecepatan mm= 0 kg Respon Kecepatan mm= 1 kg Respon Kecepatan mm= 2 kg Respon Kecepatan mm= 3 kg Respon Kecepatan mm= 4 kg Respon Kecepatan mm= 5 kg Respon Kecepatan mm= 6 kg
Gambar 4.9 Respon Kecepatan BLDCM Tanpa Cascade
kecepatan keluaran BLDCM tanpa pemberian kontroler menunjukkan perbedaan kecepatan pada beban berbeda dan belum sesuai dengan keperluan perancangan
Uji Respon Dengan Cascade FSMC-PID
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4Respon Posisi Dengan Cascade
Waktu (detik) P o si si ( m ) Respon Posisi mm= 0 kg Respon Posisi mm= 1 kg Respon Posisi mm= 2 kg Respon Posisi mm= 3 kg Respon Posisi mm= 4 kg Respon Posisi mm= 5 kg Respon Posisi mm= 6 kg
Gambar 4.10 Respon Posisi Lift dengan Kontroler FSMC-PID
posisi ketinggian yang diinginkan pada posisi 1 meter
dicapai dalam waktu 2,82 detik dengan massa muatan berbeda dan nilai
2 , 0 = λ .
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 Respon Kecepatan BLDCM Waktu (detik) K e ce p at an ( rpm ) Respon Kecepatan mm= 0 kg Respon Kecepatan mm= 1 kg Respon Kecepatan mm= 2 kg Respon Kecepatan mm= 3 kg Respon Kecepatan mm= 4 kg Respon Kecepatan mm= 5 kg Respon Kecepatan mm= 6 kg
Gambar 4.11 Respon Kecepatan Motor Dengan Kontroler FSMC-PID
detik 82 , 0 = ss t detik 23 , 0 = τ detik 69 , 0 23 , 0 3 3 %) 5 (± = τ = ⋅ = s t detik 5053 , 0 9 ln 23 , 0 9 ln %) 90 % 10 ( − =τ = ⋅ = r t detik 159 , 0 2 ln 23 , 0 2 ln = ⋅ = ⋅ =τ d t
-0.4 -0.3 -0.2 -0.1 0 0.1 0.2 0.3 -0.2 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 edot e
Respon Permukaan Luncur
Massa Muatan 0 kg Massa Muatan 1 kg Massa Muatan 2 kg Massa Muatan 3 kg Massa Muatan 4 kg Massa Muatan 5 kg Massa Muatan 6 kg
PENUTUP
Kesimpulan
Dari penelitian yang telah dilakukan pada pengaturan posisi dari sebuah
miniatur lift barang, didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Dengan memilih nilai , respon kecepatan referensi mampu mengikuti
permukaan luncur dengan baik, dan efek chatering bisa dihilangkan.
2. Respon kecepatan BLDCM pada kontrol posisi lift mampu mengikuti dengan baik dengan pemberian massa muatan pada lift yang berbeda dengan ditunjukkan dengan nilai
detik detik
detik
detik detik
3. Prosedur desain perancangan krontroler Cascade FSMC-PID cocok untuk sistem kontrol posisi yang dibuat, yaitu dengan merancang inner loop terlebih dahulu , dan diikuti dengan merancang outer loop sistem.
82 , 0 = ss t 23 , 0 = τ 69 , 0 23 , 0 3 3 %) 5 (± = τ = ⋅ = s t 5053 , 0 9 ln 23 , 0 9 ln %) 90 % 10 ( − =τ = ⋅ = r t 159 , 0 2 ln 23 , 0 2 ln = ⋅ = ⋅ =
τ
d t
SARAN
Dari penelitian tesis yang sudah dilakukan, saran
yang untuk penelitian selanjutnya adalah
kontrol posisi miniatur lift barang dengan oleh
BLDCM dengan model referensi untuk kurva
Daftar Pustaka
[1] R. Krishnan,Electric Motor Drives Modeling, Analysis, and Control,Prentice-Hall, New Jersey, 2001
[2] Y. Liu, Z. Q. Zhu, and D. Howe, “Direct Torque Control of Brushless DC Drives with Reduced Torque Ripple”
IEEE Trans. Industry Applications,vol.41, no.2, pp.599–608, Mar/Apr 2005.
[3] -J. Chen and P. C. Tang, “A Sliding Mode Current Scheme for PWM Brushless DC Motor Drives ” IEEE Trans. Power Electronics, vol.14, no.3, pp.541–551, May 1999.
[4] J. Jonghyun and Sanggun Na, “Cascade Sliding Mode – New Robust PID Control for BLDC Motor of In-Wheel System”, IEEE,2011
[5] D.M. Mlynek, M.J. Patyra,Fuzzy Logic Implementation and Application, Wiley and Sons Inc, New York, 1996. [6] J. J. Slotine, “Sliding Controller Design for Nonlinear Systems” Int. J. Control,vol.40, no.2, pp.421-434, February,
1984
[7] S.A. KH. Mozaffari Niapour, M. Tabarraie, M.R. Feyzi, "Design and Analysis Speed – sensorless robust Stochastic induced observer for high- performance brushless dc motor drives with diminishe torque rippe.", The Internatinal Renewable Energy Conrets, Vol 64, page 482-498. Desember 1997.
[8] K. Son,Kendali cerdas,ANDI, Yogyakarta, 2007.
[9] I Vadim, Utkin, “Sliding Mode in Control and Optimization”, New York 2011.
∞