• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SDN 1 Hutuo Kecamatan Limboto dengan jumlah siswa 30 orang. Peneliti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SDN 1 Hutuo Kecamatan Limboto dengan jumlah siswa 30 orang. Peneliti"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini ini dilaksanakan pada siswa kelas IV SDN 1 Hutuo Kecamatan Limboto dengan jumlah siswa 30 orang. Peneliti adalah guru kelas dan yang menjadi mitra kerja adalah guru kelas IV. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari satu kali pertemuan.

Sebelum peneliti melaksanakan kegiatan penelitian, terlebih dahulu diadakan kegiatan observasi awal untuk mengidentifikasi hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan tersebut selanjutnya diadakan tindakan melalui 2 siklus. Untuk melaksanakan tindakan pada setiap siklus peneliti menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian baik yang menyangkut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran serta perangkat lembar pengamatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Setiap tahapan yang dilakukan dalam kegiatan penelitian setiap siklus senantiasa dikoordinasikan dengan guru mitra dan kepala sekolah serta dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Terkait dengan kegiatan penelitian yang telah dilakukan akan dideskripsikan sebagai berikut:

(2)

4.1.1 Hasil Observasi Awal 4.1.1.1 Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan data hasil analisis ulangan siswa dalam mata pelajaran IPA pada observasi awal di Kelas IV SDN 1 Hutuo menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal yaitu 53,33, sedangkan persentase ketuntasan sebesar 33,33%.Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA khususnya pada konsep gayabelum optimal. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas IV SDN 1 Hutuomemiliki hasil belajar yang rendah dalam pembelajaran IPA. Dari 30siswa yang ada di kelas IV tersebut hanya 10siswa yang sudah tuntas dalam belajar. Dalam konteks ini tingkat perolehan nilai belum sesuai dengan indikatoryang ditetapkan yaitu nilai 70 untuk mata pelajaran IPA. Terkait dengan hal ini, maka perlu langkah proaktif melalui siklus demi siklus untuk meningkatkan hasil belajar siswa tersebut. Adapun data hasil belajar siswa pada observasi awal disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.1

DataHasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Observasi Awal

No Kategori Rentang

Skor Frekuensi

Bobot

Skor Presentase Ket

1 Baik Sekali 81 - 100 1 90 3% 53,33 Kategori Baik 2 B a i k 61 – 80 9 640 30% 3 C u k u p 41 – 60 9 490 30% 4 K u r a n g 0 – 40 11 380 37% Jumlah 30 1600 100% Rata-Rata 53,33

(3)

Dari data hasil belajar siswaobservasi awal yang pada tabel 4.1 menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh skor dengan kategori baik sekali ada 1 orang atau 3,33%, kategori baik ada 9 orang atau 30%, kategori cukup ada 9 orang atau 30% dan kategori kurang ada 11 siswa atau 36,67%. Dengan nilai rata-rata ketuntasan klasikal 53,33.

Berdasarkan hasil capaian pada kegiatan observasi awal tersebut maka peneliti menyiapkan strategi untuk mengatasinya melalui pelaksanaan tindakan siklus I. Dalam kegiatan siklus I ini peneliti merancang pembelajaran IPA dengan menggunakan model investigasi kelompok. Berkaitan dengan hal ini maka peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran serta media yang akan digunakan dalam pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, maka data hasil belajar siswa pada observasi akan disajikan pada grafik di bawah ini:

0 2 4 6 8 10 12

Baik Sekali Baik Cukup Kurang 1 9 9 11 Ju m lah S is wa Kategori

(4)

4.1.2 Siklus I

4.1.2.1 Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yang dilakukan siswa terhadap 8 aspek yang meliputi: 1) menyimak penjelasan guru, 2) antusias dalam pembelajaran, 3) merasa senang dalam pembelajaran, 4) peran dalam diskusi, 5) kerja sama dalam kelompok, 6) menyatakan pendapat, 7) mengajukan pertanyaan, serta 8) mengerjakan tugas dengan baik, nampak beberapa aspek yang belum maksimal dilakukan oleh siswa yaitu, menyatakan pendapat dan mengajukan pertanyaan masih sangat rendah hanya. Untuk lebih jelasnya hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I ditampilkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.2

Data ObservasiAktivtas Siswa Siklus I

No Aspek Yang Diamati Jumlah

Siswa % 1 Menyimak penjelasan guru dengan

sungguh-sungguh

25 83%

2 Menunjukan antusias dalam pembelajaran 20 67% 3 Menunjukan rasa senang menerima pelajaran 25 83%

4 Berperan dalam diskusi 20 67%

5 Menunjukan kerja sama dalam kelompok 21 70%

6 Menyatakan pendapat 18 60%

7 Mengajukan pertanyaan 10 33%

8 Mengerjakan tugas dengan baik 20 67%

Jumlah 66,25%

(5)

Berdasarkan data yang ada pada tabel di atas bahwa secara umum aktivitas siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran tingkat capaian rata-rata yaitu 66,25%. Capaian ini menunjukkan bahwa secara umum siswa belum optimal dalam mengikuti kegiatan pembelajaran .Hal ini menjadi dasar untuk mengadakan penelitian tindakan siklus II.

4.1.2.2 Hasil Belajar Siswa

Dari kegiatan pembelajaran dengan persiapan pembelajaran terlampir diperoleh gambaran tentang hasil belajarsiswa tentang konsep gaya dalam mata pelajaran IPA pada siklus I di Kelas IV SDN 1 Hutuomenunjukkan bahwa tingkat rata-rata capaian hasil belajar secara klasikal yaitu 66,67. Hal ini mengalami peningkatan dari hasil capaian pada observasi awal. Sedangkan persentase ketuntasan sebesar 56,67%. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa terdapat 16siswa dari 30 siswa kelas IV SDN 1 Hutuo yang telah tuntas dalam memahami konsep gaya dalam pembelajaran IPA. Meskipun telah terjadi peningkatan jumlah siswa yang tuntas dalam belajar, namun belum maksimal karena belum mencapai stándar yang diharapkan. Terkait dengan hal ini, maka perlu langkah tindakan melalui siklus II untuk meningkatkan hasil belajar siswa tersebut. Adapun data hasil belajar siswa pada siklus I disajikan pada tabel berikut:

(6)

Tabel 4.3

DataHasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Siklus I

No Kategori Rentang

Skor Frekuensi

Bobot

Skor Presentase Ket

1 Baik Sekali 81 - 100 2 270 7% 67,39 Kategori Baik 2 B a i k 61 – 80 14 1020 46% 3 C u k u p 41 – 60 12 630 40% 4 K u r a n g 0 – 40 2 80 7% Jumlah 30 1550 100% Rata-Rata 67,39

Dari data hasil belajar siswasiklus I yang dapat dilihat pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh skor dengan kategori baik sekali ada 2 orang atau 7%, kategori baik ada 14 orang atau 46%, kategori cukup ada 12 orang atau 40% dan kategori kurang ada 2 siswa atau 7%. Dengan nilai rata-rata ketuntasan klasikal 66,67.

Berdasarkan hasil capaian pada kegiatan siklus I tersebut maka peneliti menyiapkan strategi untuk mengatasinya melalui pelaksanaan siklus II. Dalam kegiatan siklus II, peneliti merancang pembelajaran IPA dengan menggunakan model investigasi kelompok. Terkait dengan hal ini maka peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran serta media yang akan digunakan dalam pembelajaran. Adapun gambaran tentang hasil capaian pada siklus I tersebut ditampilkan pada grafik berikut ini:

(7)

Grafik 1.1

DataHasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Siklus I

4.1.3Siklus II

4.1.3.1 Hasil Observasi

Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa pada siklus II yang dilakukan siswa terhadap 8 aspek yang meliputi: 1) menyimak penjelasan guru, 2) antusias dalam pembelajaran, 3) merasa senang dalam pembelajaran, 4) peran dalam diskusi, 5) kerja sama dalam kelompok, 6) menyatakan pendapat, 7) mengajukan pertanyaan, serta 8) mengerjakan tugas dengan baik, nampak semua aspek sudah maksimal dilakukan oleh siswa Untuk lebih jelasnya hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I ditampilkan pada tabel berikut ini:

0 2 4 6 8 10 12 14

Baik Sekali Baik Cukup Kurang 2 14 12 2 Ju m lah S is wa Kategori

Grafik Siklus I

(8)

Tabel 4.4

Data Observasi Aktivtas Siswa Siklus II

No Aspek Yang Diamati Jumlah

Siswa %

1 Menyimak penjelasan guru dengan sungguh-sungguh 28 93%

2 Menunjukan antusias dalam pembelajaran 30 100%

3 Menunjukan rasa senang menerima pelajaran 30 100%

4 Berperan dalam diskusi 22 73%

5 Menunjukan kerja sama dalam kelompok 22 73%

6 Menyatakan pendapat 19 63%

7 Mengajukan pertanyaan 12 40%

8 Mengerjakan tugas dengan baik 30 100%

Jumlah 80,25%

Sumber: Olahan Data Primer 2012

Berdasarkan data yang ditunjukkan pada tabel di atas bahwa secara umum aktivitas siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran tingkat capaian skor rata-rata yaitu 80,25%. Capaian ini menunjukkan bahwa secara umum siswa sudahsangat optimal dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

4.1.2.2 Hasil Belajar Siswa

Dari kegiatan pembelajaran dengan persiapan pembelajaran terlampir diperoleh gambaran tentang hasil belajarsiswa tentang konsep gaya dalam mata pelajaran IPA pada siklus II di Kelas IV SDN 1 Hutuo menunjukkan bahwa tingkat rata-rata capaian hasil belajar secara klasikal yaitu 74,33. Hal ini mengalami peningkatan dari hasil capaian pada siklus I sebelumnya. Sedangkan persentase ketuntasan sebesar 80%.

Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa terdapat 24siswa dari 30 siswa kelas IV SDN 1 Hutuo telah tuntas dalam memahami materi tentanggaya dalam pembelajaran IPA. Dengan demikian telah terjadi peningkatan jumlah siswa yang tuntas dalam belajar, dan telah mencapai

(9)

indikator yang diharapkan. Adapun data hasil belajar siswa pada siklus II disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.5

DataHasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Siklus II

No Kategori Rentang

Skor Frekuensi

Bobot

Skor Presentase Ket

1 Baik Sekali 81 - 100 6 560 20% 74,33 Kategori Baik 2 B a i k 61 – 80 18 1340 60% 3 C u k u p 41 – 60 6 330 20% 4 K u r a n g 0 – 40 0 0 0% Jumlah 30 2230 100% Rata-Rata 74,33

Dari data hasil belajar siswasiklus II yang terdapat pada tabel 4.5 menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh skor dengan kategori baik sekali ada 6 orang atau 20%, kategori baik ada 18 orang atau 60%, kategori cukup ada 6 orang atau 20% dan kategori kurang tidak ada atau 0%. Dengan nilai rata-rata ketuntasan klasikal 74,33.

Berdasarkan hasil capaian pada kegiatan siklus II tersebut maka penelitian ini tidak dilanjutkan ke siklus yang selanjutnya karena persentase siswa yang telah dapat memahami konsep gaya telah mencapai indikator yang ditetapkan.

Gambaran yang jelas tentang hasil capaian pada siklus II tersebut ditampilkan pada grafik berikut ini:

(10)

Grafik 1.2

Data Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Siklus II

4.2 Pembahasan

Berdasarkan data yang telah diuraikan di atas menunjukkan bahwa penggunaan model investigasi kelompok sangat efektif untuk digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa tentang gaya. Penggunaan model investigasi kelompok terbukti dapat memaksimalkan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Siswa terlihat aktif dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan konsepgaya dalam pembelajaran IPA, sehingga siswa dapat memahami konsep materi yang dipelajari melalui kegiatan percobaan yang dilakukan. Secara umum hasil rekapitulasi pembelajaran IPA ditampilkan pada tabel berikut:

0 5 10 15 20

Baik Sekali Baik Cukup Kurang 6 18 6 0 Ju m lah S is wa Kategori

Grafik Siklus II

(11)

Tabel 4.6

Ringkasan hasil belajar siswa terhadap konsep pembentukan tanah dalam Pembelajaran IPA Sejak Observasi Awal sampai dengan Siklus II

No. Hasil Observasi

Rata-Rata Hasil Belajar Siswa Persentase Ketuntasan 1. Observasi Awal 53,33 33,33% 2. Siklus I 66,67 56,67% 3. Siklus II 74,33 80%

Sumber: Olahan Data Primer, 2012

Dari tabel tersebut jelas menunjukkan bahwa pada observasi awal tingkat persentase ketuntasan siswa hanya sebesar 33,33% atau 10 orang dari 30 jumlah siswa yang ada di Kelas IV SDN 1 Hutuo. Sedangkan capaian rata-rata kelas hanya 53,33. Pada siklus I terlihat bahwa tingkat persentase ketuntasan siswa meningkat menjadi 56,67% atau 16 dari 30siswa. Pada siklus II terjadi peningkatan persentase ketuntasan siswa yaitu mencapai 80% atau 24orang dari 20 jumlah siswa yang ada di Kelas IV SDN 1 Hutuo.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa hipotesis penelitian tindakan kelas ini yang menyatakan bahwa: “Apabila dalam pembelajaran IPA pada materi gaya menggunakan model investigasi kelompok,makahasil belajar siswakelas IV SDN 1 Hutuo dapat meningkat” dapat diterima.

Terkait temuan tersebut maka model pembelajaran tipe investigasi kelompok hendaknya dapat dijadikan sebagai salah satu model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran IPA. Melalui pengunaan model investigasi kelompok diharapkan mampu memotivasi siswa untuk belajar dan menemukan sendiri konsep-konsep

Gambar

Grafik Observasi  Awal

Referensi

Dokumen terkait

Salah satunya oleh Fitria (2015) yang membuktikan bahwa ekstrak kental daun pepaya dengan pelarut etanol 70% memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri

LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH KABUPATEN KUTAI

Sebagai Kawasan Fungsi Lindung seharusnya Dataran Tinggi Dieng merupakan wilayah yang harus dilindungi dari kegiatan produksi dan kegiatan manusia lainnya yang

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Ilmu Pendidikan. © Rahmi Novitasari 2014 Universitas

Pada kondisi yang tidak menentu, saya berani menjalankan usaha ini secara terus

• Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12 Tahun 2015 tentang Program Indonesia Pintar;. • Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor Per-16/PB/2012 tentang Petunjuk

(3) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepala Bidang Penerangan Jalan Umum mempunyai rincian tugas sebagai berikut:.. merencanakan perumusan

Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun salam peroral dengan dosis 56,7 mg, sebanyak 1 ml/hari ternyata dapat meningkatkan produksi nitrit oksida makrofag mencit Balb/c yang diinokulasi