HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. P. G. KREBET BARU I BULULAWANG

21 

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Karyawan adalah makhluk sosial yang menjadi kekayaan utama bagi setiap perusahaan. Mereka menjadi perencana, pelaksana dan pengendali yang selalu berperan aktif dalam wujudkan tujuan perusahaan. Karyawan juga menjadi pelaku yang menunjang tercapainya tujuan, memiliki pikiran, perasaan dan keinginan yang dapat mempengaruhi sikap-sikap terhadap pekerjaannya.

Hakekat dari kerja sendiri adalah bagaimana manusia dapat mengaktualisasikan diri secara penuh tanpa ada pihak-pihak yang memaksa atau membatasinya sehingga pekerja dapat memperoleh kepuasan diri dalam bekerja.

Penelitian terhadap kepuasan kerja menjadi penting dalam dunia industri karena diyakini bahwa kepuasan kerja yang tinggi akan mendorong peningkatan kinerja individu karyawan dan kelompok yang akan meningkatkan efektivitas perusahaan secara keseluruhan. Sejauh ini studi tentang kepuasan kerja menjadi perhatian yang sangat serius dari manajer perusahaan karena sangat berkaitan dengan tenaga kerja, produktivitas dan kelangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan.

Menyadari arti pentingnya karyawan dalam mencapai kepuasan kerja, penelitian yang dilakukan oleh Prasaja (2009) tentang hubungan antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja pada karyawan PT. KAI Persero Stasiun Malang, didapatkan hasil penelitian bahwa terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan ( r = 0,484; sig = 0,000 < 0,001) antara iklim dengan kepuasan. Hal ini menunjukkan apabila persepsi karyawan terhadap iklim organisasi positif maka kepuasan kerja akan tinggi, sebaliknya jika persepsi karyawan terhadap iklim organisasi negatif maka kepuasan kerja akan rendah.

(2)

2

penelitian menunjukkan r = 0,489 dengan p = 0,000, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang positif dan sangat signifikan antara persepsi tentang fungsi serikat pekerja dengan kepuasan kerja yaitu mereka yang memiliki persepsi yang positif tentang fungsi serikat pekerja juga memiliki kepuasan kerja yang tinggi. Sebaliknya, mereka yang memiliki persepsi yang negatif tentang serikat pekerja juga memiliki kepuasan kerja yang rendah.

Ridlo (2008) mengenai hubungan antara jaminan keselamatan dan kesehatan kerja dengan kepuasan kerja karyawan PT. P. G. Krebet Baru I Malang, didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan karena nilai probabilitas kesalahan (p = 0,001) sedangkan nilai koefisien korelasi (r) = 0,790 antara jaminan keselamatan dan kesehatan kerja dengan kepuasan kerja. Hal ini berarti bahwa jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yang bagus akan memiliki kepuasan kerja yang tinggi. Sebaliknya, jika jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yang buruk akan memiliki kepuasan kerja yang rendah.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian di atas bahwasannya kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh iklim organisasi, fungsi serikat dalam perusahaan, kompensasi, etos kerja, dan jaminan sosial (keselamatan dan kesehatan).

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Rachmawati (2008) tentang hubungan antara perilaku asertif dengan kepuasan kerja pada karyawan Hazama-Brantas Joint Operation Proyek Bendungan Ponre-Ponre, Desa Tompobulu, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan., didapatkan hasil bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara perilaku asertif dengan kepuasan kerja. Nilai korelasi (r) = 0,710 dan (p) = 0,000 menunjukkan seorang karyawan yang memiliki kepuasan kerja yang tinggi maka perilaku asertif juga tinggi. Sebaliknya jika seorang karyawan memiliki kepuasan kerja yang rendah maka perilaku asertif juga rendah.

(3)

3

kepuasan kerja. Sebaliknya, semakin rendah konflik kerja maka semakin tinggi kepuasan kerja.

Penelitian yang dilakukan Liu, Liu dan Hu (2010) mengenai person-organization fit, job satisfaction and turn over intention: an empirical study in the

Chinese public sector, hasil yang didapat bahwa person-organization fit memiliki

efek positif yang signifikan dalam kepuasan kerja ( β = 0,461, p < 0,01) dan efek negatif pada turn over (β = - 0,333, p < 0,01), hasil yang kuat mendukung hipotesis 1 & 2. Masa jabatan dan tingkatan posisi juga dengan kuat mempengaruhi secara signifikan pada turnover.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Malik, Danish dan Ghafoor (2009) tentang relationship between age, perception of organizational politics and job satisfaction, hasil yang menyatakan bahwa usia berkorelasi negatif dengan lima

dimensi dari kepuasan kerja (kepuasan dengan pekerjaan sekarang, teman sekerja, para penyelia, gaji, dan peluang untuk promosi).

Pada penelitian Kuo, Yin dan Li (2007) mengenai relationship between organizational empowerment and job satisfaction perceived by nursing assistants

at long-term care facilities, hasil yang diperoleh bahwa terdapat indikasi pada

tingkatan moderat dari pemberian kekuasaan organisasi (organizational empowerment), tingkat yang lebih tinggi dari kepuasan kerja telah ditemukan.

Pemberian kekuasaan organisasi (organizational empowerment) dihubungkan dengan signifikan oleh kepuasan kerja secara total (r = 0,366, p < 0,01). Variabel dari kebangsaan, sumber daya, kesempatan dan tenaga informal adalah peramal yang signifikan dari kepuasan kerja (R = 0,318, p < 0,001).

(4)

4

Nuraini (2005) meneliti tentang hubungan antara job konflik dengan kepuasan kerja pada karyawan Bank BRI Cabang Kawi Malang, diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara job konflik dengan kepuasan kerja. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai probabilitas (0,001) lebih kecil dari nilai taraf signifikansi 0,005.

Dari beberapa penelitian yang telah dikemukakan di atas bahwasannya kepuasan kerja dipengaruhi oleh banyak hal seperti jaminan sosial (keselamatan dan kesehatan), konflik kerja, self esteem, etos kerja, perilaku asertif, efektivitas komunikasi, kompensasi, fungsi serikat, iklim organisasi dan lainnya. Pada kenyataannya kepuasan kerja juga akan menciptakan suatu hubungan yang dekat atau hubungan interpersonal dimana didalamnya membutuhkan adanya kompetensi interpersonal karena hal tersebut yang nantinya akan menentukan terjalinnya hubungan tersebut.

Berdasarkan penelitian Fatmawati (2005) mengenai hubungan antara kompetensi interpersonal dengan perilaku altruistic remaja (study penelitian di SMU Muhammadiyah Kudus), hasil yang didapat bahwa terdapat hubungan yang positif dengan nilai r = 0,844 yang berarti semakin tinggi kompetensi interpersonal maka akan semakin tinggi perilaku altruistic pada remaja. Dari hasil ini signifikan, dengan sumbangan efektif kompetensi interpersonal terhadap munculnya perilaku altruistic dalam penelitian ini adalah sebesar 71,2 %.

Penelitian yang dilakukan oleh Hartanti (2006) mengenai hubungan antara konsep diri dengan kompetensi interpersonal pada pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Diponegoro, hasil yang diperoleh bahwa berdasarkan hasil

uji coba pada skala konsep diri yang terdiri 28 item dengan α = 0,9080 dan skala

(5)

5

manusia melalui komunikasi interpersonal. Larasati (1992) mengatakan sekitar 73 % komunikasi yang dilakukan manusia merupakan komunikasi interpersonal. Individu yang dapat melakukan komunikasi interpersonal secara efektif disebut memiliki kompetensi interpersonal.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Alge, Gresham, Heneman, Fox, dan McMaster (2002) mengenai measuring customer service orientation using a measure of interpersonal skills : a preliminary test in a public service

organization, dalam hipotesis 1 dinyatakan bahwa terdapat hubungan positif yang

sangat kuat antara kemampuan interpersonal dan extroversion, r = 0,65, p < 0,01. Pada hipotesis 2 dinyatakan bahwa terdapat hubungan positif yang cukup antara kemampuan interpersonal dan penempatan secara keseluruhan, r = 0,31, p < 0,01. Hipotesis 3 dinyatakan bahwa secara signifikan kemampuan interpersonal berhubungan pada self –assessed performance, r = 0,31, p < 0,01. Pada hipotesis 4 dinyatakan bahwa kemampuan interpersonal berhubungan pada pengukuran gabungan dari semua performance, r = 0,18, p < 0,05. Hubungan antara performance operator self – reported dan nilai customer service mengindikasikan oleh nilai individual dari 15 item customer service yang signifikan tipis, r = 0,24, p < 0,07, n = 41.

Penelitian dari Buhrmester (1988) mengenai five domains of interpersonal competence in peer relationship, berdasar hasil analisa regresi didapatkan bahwa

(6)

6

Pada penelitian Amber (2008) mengenai romantic relationship attachment and identity style as predictors of adolescent interpersonal competence : a

mediation model, didapatkan hasil bahwa berdasar prediksi terdapat kesignifikanan

pada asosiasi negatif antara penghindaran dengan kelima subscale dari kompetensi interpersonal. Pengecualian yang terjadi pada skala dukungan emorional yang mana asosiasi yang tidak signifikan dengan kecemasan. Berdasar prediksi yang ada kesignifikanan, asosiasi positif antara orientasi informasi dengan semua subskala dari kompetensi interpersonal.

Berdasar penelitian Mahoney (2003) mengenai promoting interpersonal competence and educational success through extracurricular activity participation,

hasil yang didapat bahwa kekonsistenan dari partisipasi pada aktivitas ekstracuricular hingga remaja awal yang mengikuti : tidak ada yang partisipasi (38 % dari sampel), 1 tahun berpartisipasi (24 %), dan 2 tahun berpartisipasi (29 %), perempuan lebih memungkinkan untuk dilibatkan dalam kegiatan ektracuricular daripada laki-laki.kekonsistenan dari partisipasi hingga middle adolescence yang berpartisipasi: tidak ada yang berpartisipasi (29 % dari sampel), 1 tahun partisipasi (24 %), 2 tahun partisipasi 47 %.

Kompetensi dalam hubungan antar pribadi akan menimbulkan perasaan sensitif terhadap hal – hal yang dialami orang lain baik itu menyenangkan ataupun perasaan yang tidak menyenangkan.

Kompetensi dikatakan sebagai bagian dari kompetensi social karena menurut Hurlock menyebabkan bahwa dalam kompetensi social terdapat aspek – aspek seperti kemampuan untuk membentuk persahabatan yang disertai dengan kualitas interaksi yang baik antar pribadi, kemampuan dalam berhubungan dengan orang lain serta keterlibatannya dalam situasi social, kemampuan untuk berinisiatif, kemampuan mengatasi masalah yang timbul dalam kehidupan social serta kemampuan mengontrol situasi.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Butler, Doherty dan Potter (2007) mengenai social antecedents and consequences of interpersonal rejection sensitivity, hasil yang didapatkan bahwa berdasar hipotesis yang mana hubungan

(7)

7

interpersonal adalah signifikan secara statistic, r (101) = -0,34, p < 0,1. Begitu pula dengan kompetensi interpersonal yang memiliki hubungan yang signifikan dengan penerimaan teman sebaya, r (102) = 0,24, p < 0,05.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Silvi (2011) mengenai perbedaan kompetensi interpersonal remaja berdasarkan pola asuh orang tua, hasil yang didapat bahwa ada perbedaan kompetensi interpersonal pada remaja berdasarkan pola asuh orang tua. Hasil hipotesis menunjukkan Fhit sebesar 6,883 dan p = 0,003 karena nilai p , 0,01 sehingga dapat dinyatakan sangat signifikan.

Berdasarkan penelitian Pfeifer, Lacoboni, MAzziotta, Dapretto (2007) mengenai mirroring others’ emotions relates to empathy and interpersonal competence in children, hasil yang diperoleh bahwa anterior insula dan amygdale

memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan dibuatnya daftar perilaku empati dan kemampuan interpersonal anak – anak pada pengukuran perilaku (t > 1,76, p < 0,05).

Berdasarkan uraian di atas, maka kompetensi interpersonal dengan kepuasan kerja dapat memberikan dampak yang secara langsung mempengaruhi khususnya karyawan dan pada akhirnya memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan perusahaan itu sendiri. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai ”Hubungan Antara Kompetensi Interpersonal

dengan Kepuasan Kerja”.

B. Rumusan Masalah

Berdasar latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah Apakah ada hubungan antara kompetensi interpersonal dengan kepuasan kerja ?

C. Tujuan Penelitian

(8)

8

D. Manfaat Penelitian

1. Secara Teoritis

Memberikan tambahan informasi terhadap ilmu psikologi secara umum dan psikologi industri dan organisasi secara khusus, lebih spesifik terhadap ilmu psikologi sumber daya manusia mengenai hubungan antara kompetensi interpersonal dengan kepuasan kerja.

2. Secara Praktis

(9)

HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. P. G. KREBET BARU I

BULULAWANG

SKRIPSI

Oleh: Nur Fitria Susanti

06810046

FAKULTAS PSIKOLOGI

(10)

HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. P. G. KREBET BARU I

BULULAWANG

SKRIPSI

Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang Sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh

Gelar Sarjana Psikologi

Oleh: Nur Fitria Susanti

06810046

FAKULTAS PSIKOLOGI

(11)
(12)
(13)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan Petunjuk dan Rahmat-Nya akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan skripsi yang berjudul Hubungan antara Kompetensi Interpersonal dengan Kepuasan Kerja pada karyawan PT. P. G. Krebet Baru I Bululawang yang bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian akhir dalam rangka memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Mengingat keterbatasan kemampuan dan pengetahuan serta pengalaman penulis, maka penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini dapat dirasakan banyak hal-hal yang masih sangat kurang, namun demikian penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan, saran dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dengan ketulusan hati penulis sampaikan banyak terima kasih yang tak terhingga atas segala bantuan, bimbingan dan pengarahan sehingga dapat terselesaikannya skripsi ini, Khususnya penulis ditujukan kepada :

1. Drs. Tulus Winarsunu, M. Si selaku dekan Fakultas Psikologi dan selaku pembimbing I Universitas Muhammadiyah Malang yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berguna hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

2. M. Shohib, S. Psi, M. Si selaku pembimbing II yang juga telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berguna hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik.

3. M. Salis Yuniardi, S. Psi, M. Psi selaku dosen wali yang telah mendukung dan memberikan pengarahan sejak awal perkuliahan hingga skripsi ini selesai.

4. Ayah dan Mama yang selalu memberikan dukungan, do’a dan pengarahannya sehingga penulis memiliki motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

5. Pabrik Gula Krebet Bululawang Malang yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian.

6. Karyawan Pabrik Gula Krebet Bululawang Malang yang telah bersedia menjadi subyek penelitian .

(14)

8. Clara, Dika, Dina, Dewi, Eki, Gerry, Hamka, Mbak Ritna, Mita, Nia, Nisa, Shelly, Sherly, Tya, Yoga yang telah memberikan masukan dan motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah banyak memberikan bantuan pada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari tiada satupun karya manusia yang sempurna, sehingga kritik dan saran demi perbaikan karyawa skripsi ini sangat penulis harapkan. Meski demikian, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan pembaca pada umumnya.

Malang, 10 Oktober 2011 Penulis

(15)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……… i

ABSTRAK ………. iii

DAFTAR ISI ………. iv

DAFTAR TABEL ……….. v

DAFTAR LAMPIRAN ………. vi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ……….. 1

B. Rumusan Masalah ………... 7

C. Tujuan Penelitian ……… 7

D. Manfaat Penelitian ……….. 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kepuasan Kerja ……….. 9

B. Kompetensi Interpersonal ……….. 20

C. Hubungan antara Kompetensi Interpersonal dengan kepuasan kerja ……… 23

D. Kerangka Pemikiran Penelitian ……….. 26

E. Hipotesis ………. 27

BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian ………. 28

B. Variabel Penelitian ………. 29

1. Identifikasi variabel Penelitian ………. 29

2. Definisi operasional variabel penelitian ………... 29

C. Populasi dan Sampel ……….. 30

D. Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data ……… 33

1. Jenis Data ………. 33

2. Metode Pengumpulan Data ………. 34

(16)

a. Validitas ………... 37

b. Reliabilitas ………... 39

E. Prosedur Penelitian ……….. 41

F. Metode Analisa Data ……… 43

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ………. 44

B. Analisa Data ……….... 46

C. Pembahasan ………. 48

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ……….. 53

B. Saran – saran ……… 53

DAFTAR PUSTAKA ... 54

(17)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 : Jumlah karyawan tetap PT. P. G. Krebet Baru I Bululawang ……… 31

Tabel 3.2 : Data sampel karyawan PT. P. G. Krebet Baru I Bululawang ………. 33

Tabel 3.3 : Nilai skala ………... 35

Tabel 3.4 : Blueprint Skala Kompetensi Interpersonal ………. 36

Tabel 3.5 : Blueprint Skala Kepuasan Kerja ………. 36

Tabel 3.6 : Validitas item Skala Kompetensi Interpersonal ……….. 38

Tabel 3.7 : Validitas item Skala Kepuasan Kerja ………. 39

Tabel 3.8 : Rangkuman hasil reliabilitas Skala Kompetensi Interpersonal (Try Out) . 40 Tabel 3.9 : Rangkuman hasil reliabilitas Skala Kepuasan Kerja (Try Out) ………….. 41

Tabel 4.0 : Sebaran T score Kompetensi Interpersonal ………. 45

Tabel 4.1 : Sebaran T score Kepuasan Kerja ………. 45

(18)

DAFTAR LAMPIRAN

Surat penelitian PT. P. G . Krebet Baru I Bululawang ………... 57

Kuesioner try out ………... 58

Data uji coba skala kompetensi interpersonal (try out) ……….. 65

Reliabilitas try out ………. 66

Data uji coba skala kepuasan kerja (try out) ……….. 75

Reliabilitas try out ……….. 76

Kuesioner penelitian ………... 88

Data skala kompetensi interpersonal ……….. 95

Data skala kepuasan kerja ……….. 96

Data XY ………. 97

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Alge, B. J., Gresham, M. T., Heneman, R. L., Fox, J., McMasters, R. 2002. Measuring customer service orientation using a measure of interpersonal skills : A preliminary test in a public service organization. Purdue University. Journal Of Business and Psychology, 16 (3), 467 – 471.

Anoraga, P. 2006. Psikologi Kerja. Jakarta : PT. RINEKA CIPTA.

Arikunto, S. 2010. Prosedur penelitian: suatu pendekatan praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

As’ad. Moh. 1995. Psikologi Industri. Edisi Keempat. Yogyakarta: Penerbit Liberty. Azwar, S. 2009. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

1995. Sikap Manusia (Teori dan Pengukurannya). Edisi Kedua. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

1999. Penyusunan Skala Psikologi. Edisi Pertama. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

2001. Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Buhrmester. D dan Furman, W. 1988. Five domains of interpersonal competence in peer relationship. Journal of Personality and Social Psychology, Vol. 55, no.6. 991 – 1008.

Butler, Doherty dan Potter. 2007. Social antecedent and consequences interpersonal rejection sensitivity. Department of social sciences, Southwest Minnesota State University. Personality and Individual Differences of Journal. 43. 1376 – 1385. DOI : 10.1016.

Farida, I. 2010. Hubungan antara Konflik Kerja dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan PT. Andoko Group Pandaan. (Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang).

Fatmawati, H. (2005). Hubungan antara kompetensi interpersonal dengan perilaku altruistic pada remaja (study penelitian di SMU Muhammadiyah Kudus). (Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang).

Handoko, T. H. 2000. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : BPFE.

Hartanti. 2006. Hubungan antara Konsep Diri dengan Kompetensi Interpersonal pada Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Diponegoro. (Skripsi, Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro).

(20)

Hegi, D. 1977. Effects of interpersonal skills training on interpersonal competence, communication, and need satisfaction of college Freshmen. (Thesis, Master of Science in Home Economic in Texas Tech University)

Jannah, L. M & Prasetyo, B. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Kerlinger, F. N. 2004. Asas – Asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada Press.

Kuo, H., Yin, T. dan Li, I. 2008. Relationship between Organizational Empowerment and Job Satisfaction Perceived by Nursing Assistant at Long – Term Care Fasilities. Journal of Clinical Nursing, 17. 3059 – 3066. DOI : 10.1111.

Lilikanti. 2005. Hubungan antara Efektivitas Komunikasi dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan PDAM Malang. (Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang).

Liu, B., Liu, J., Hu, J. 2010. Person- Organization Fit, Job Satisfaction and Turnover Intention: An Empirical Study in The Chinese Public Sector. Social Behavior and Personality of Journal, 38 (5). 615 – 625. DOI : 10.2224.

Luthans, F. 2006. Perilaku Organisasi. Edisi Kesepuluh. Yogyakarta : Penerbit ANDI. Mahoney, J. L., Cairns, B. D., and Farmer, T. W. 2003. Promoting Interpersonal

Competence and Educational Success Through Extracurricular Activity Participation. Journal of Educational Psychology, 95 (2). 409 – 418. DOI : 10. 1037.

Malik, M. E., Danish, R. Q., & Ghafoor, M. 2009. Relationship between Age, Perceptions of Organizational Politics and Job Satisfaction. Journal of behavioral Science, 19. 1-2. 23 – 40.

Mangkunegara. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Martoyo. S. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi kelima. Yogyakarta : BPFE. Mulyasa, E. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi (Konsep, Karakteristik, dan

Implementasi). Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Munandar, A. S. 2001. Psikologi Industri & Organisasi. Jakarta : Universitas Indonesia Press.

Nashori, F. 2008. Psikologi Sosial Islami. Bandung : PT. Refika Aditama.

(21)

Paulk, A. L. 2008. Romantic Relationship Attachment and Identity Style as Predictors of Adolescent Interpersonal Competence: A Mediation Model. (Dissertation, Human Development and Family Department in Auburn University).

Pfeifer, J. H., Lacoboni, M., Mazziiotta, J. C., dan Dapretto, M. 2007. Mirroring Others’ Emotions Relates to Empathy and Interpersonal Competence in Children. Journal of Neuro Image, 39. 2076 – 2085. DOI : 10.1016.

Prasaja, D. J. 2009. Hubungan antara Iklim Organisasi dengan kepuasan kerja pada Karyawan PT. KAI Persero Stasiun Malang. (Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang).

Rachmawati, A. 2008. Hubungan antara Perilaku Asertif dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan Hazama-Brantas Joint Operation Proyek Bendungan Ponre-Ponre, Desa Tompobulu, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. (Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang).

Ridlo, C. 2008. Hubungan antara Jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Kepuasan Kerja Karyawan PT. P. G. Krebet Baru I Malang. (Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang).

Riyani. 2006. Hubungan antara Persepsi tentang Fungsi Serikat dengan Kepuasan Kerja PT. Karoseri Langgeng. (Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang).

Silvi, N. M. 2011. Perbedaan Kompetensi Interpersonal Remaja berdasarkan Pola Asuh Orang Tua. (Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang).

Solomon, G. T. 1979. Interpersonal Competence and The Digital PDP 11 – 40. Insights into Experiential Pedagogy. 6. 39 – 45.

Sopiah. 2008. Perilaku Organisasional. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung : CV. Alfabeta.

Figur

Tabel frekuensi dan korelasi …………………………………………………………….. 98
Tabel frekuensi dan korelasi 98 . View in document p.18

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (21 Halaman)