• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT

PERATURAN BUPATI KUTAI BARAT

NOMOR 26 TAHUN 2011 TENTANG

TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA KELURAHAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH

KABUPATEN KUTAI BARAT BUPATI KUTAI BARAT,

Menimbang : a. Bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Kabupaten

kutai barat Nomor 21 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata kerja Kelurahan Kabupaten Kutai barat, maka dipandang perlu menetapkan Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Jabatan Struktural Pada Kelurahan Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam

huruf a tersebut diatas, maka perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Jabatan Struktural Pada Kelurahan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Mengingat : 1. Undang - Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok

Kepegawaian ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041 ) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890) ;

2. Undang - Undang Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan

Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3962);

3. Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan

Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4. Undang - Undang Nomor 01 Tahun 2004 tentang

Perbendaharaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

5. Undang - Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan

Peraturan Perundang - Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

(2)

Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

7. Undang - Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan

Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang

Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman

Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 159, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4588);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi

Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

12. Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor 01a Tahun 2001

Tentang Penerbitan Lembaran Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat Tahun 2001 Nomor 02, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor 02, Seri D);

13. Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor 03 Tahun 2008

Tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Kabupaten Kutai Barat (Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat Tahun 2008 Nomor 03);

14. Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor 04 Tahun 2008

tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kutai Barat (Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat Tahun 2008 Nomor 04, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor 129 Seri D);

15. Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor 08 Tahun 2008

tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat Tahun 2008 Nomor 08, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor 133);

16. Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor 21 Tahun 2010

tentang Organisasi dan Tata Kerja Kelurahan Kabupaten Kutai Barat (Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat Tahun 2011 Nomor 21).

Memperhatikan : Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang

(3)

M E M U T U S K A N

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA KELURAHAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati ini, yang dimaksud dengan :

a. Daerah adalah Daerah Otonomi Kabupaten Kutai Barat;

b. Pemerintah Daerah Kabupaten yang selanjutnya disebut Pemerintah Kabupaten adalah unsur penyelenggara pemerintahan daerah Kabupaten yang terdiri atas Bupati dan Perangkat Daerah Kabupaten;

c. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disebut DPRD adalah lembaga perwakilan

rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah;

d. Pemerintahan Kabupaten adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan yang

dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing;

e. Kepala Daerah adalah Bupati Kabupaten Kutai Barat;

f. Perangkat Daerah Kabupaten adalah unsur pembantu kepala daerah dalam

penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan.

g. Satuan kerja perangkat Daerah, yang selanjutnya disingkat SKPD,adalah perangkat Daerah selaku pengguna Barang Milik Daerah;

h. Unit kerja adalah suatu perangkat Pemerintah Daerah yang mempunyai pos anggaran tersendiri pada APBD yang terdiri dari Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Kantor Pemerintah Daerah lainya;

i. Camat adalah pemimpin dan coordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja

kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari Bupati untuk menanganisebagian urusan otonomi daerah dan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan;

j. Kecamatan adalah wilayah kerja camat sebagai Perangkat Daerah Kabupaten Kutai Barat;

k. Lurah adalah Kepala Kelurahan;

l. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat daerah dalam wilayah kerja kecamatan;

m. Urusan Pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan

kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam melindungi, melayani, memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat;

n. Jabatan Fungsional adalah jabatan yang secara tegas tercantum dalam susunan

organisasi yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang dalam suatu satuan organisasi dalam pelaksanaan fungsi didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan;

(4)

BAB II

SUSUNAN ORGANISASI Pasal 2

(1) Susunan Organisasi Kelurahan terdiri dari : a. Lurah;

b. Sekretariat Kelurahan;

c. Seksi Pemerintahan;

d. Seksi Ketentraman dan Ketertiban;

e. Seksi Pemberdayaan Masyarakat;

f. Seksi Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial;

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g, berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Lurah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB III

TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS K E L U R A H A N

Paragraf 1 L u r a h

Pasal 3

(1) Lurah mempunyai tugas pokok :

Menyelenggarakan urusan pemerintahan, ketentraman dan ketertiban, pemberdayaan masyarakat, pembangunan dan kesejahteraan sosial serta melaksanakan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Lurah

mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan kegiatan pemerintahan Kelurahan

b. Pelaksanaan koordinasi atas jalannya penyelenggaraan pemerintahan, ketentraman

dan ketertiban, pemberdayaan masyarakat, pembangunan dan kesejahteraan sosial di wilayah kelurahan

c. Pemberdayaan Masyarakat di wilayah Kelurahan

d. Pelaksanaan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban Pelaksanaan pelayanan umum kepada masyarakat

e. Pemeliharaan sarana prasarana dan fasilitas layanan umum

f. Pelaksanaan pembinaan kelembagaan kemasyarakatan

g. Pelaksanaan penatausahaan/urusan kesekretariatan Kelurahan

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dijabarkan

dalam uraian tugas sebagai berikut :

a. Memimpim, merencanakan, mengkoordinasikan, membina, mengendalikan dan

mengawasi kegiatan kelurahan;

b. Mempelajari, memahami dan melaksanakan peraturan dan perundang-undangan

yang berlaku yang berkaitan dengan lingkup tugasnya sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

c. Merumuskan rencana strategik serta kebijakan operasional dibidang tugas umum Pemerintahan, yang meliputi urusan Pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan;

(5)

d. Merumuskan penyusunan penetapan kinerja dan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kelurahan;

e. Memberikan saran dan masukan kepada atasan tentang langkah-langkah yang

perlu diambil dalam bidang tugasnya;

f. Menyelenggarakan administrasi pertanahan sesuai dengan kewenangan yang

dimiliki;

g. Menyelenggarakan administrasi tata pemerintahhan, menyelenggarakan pembinaan

dan pengembangan lembaga kemasyarakatan, pembinaan ketentraman dan ketertiban umum;

h. Menyelenggarakan fasilitasi kegiatan dalam rangka pemilihan Kepala Daerah dan Pemilu;

i. Membina penyelenggaraan pelayanan umum kepada masyarakat;

j. Memfasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat;

k. Menginventarisasi asset-aset Pemerintah Kabupaten yang ada di Kelurahan;

l. Membina lembaga kemasyarakatan;

m. Melaksanakan pembinaan terhadap keberadaan masyarakat hukum adat, nilai adat

istiadat, lembaga adat beserta hak-hak tradisionalnya dalam pelaksanaan pemerintahan kelurahan;

n. Memonitor dan evaluasi terhadap penyelenggaraan tugas umum pemerintahan,

pembangunan dan kemasyarakatan di wilayah Kelurahan;

o. Menyusun dan menyampaikan laporan tahunan penyelenggaraan tugas umum

pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta pelaksanaan tugas atau kegiatan lain sebagai bahan evaluasi dan pertanggungjawaban Lurah melalui Camat;

p. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 2

Sekretaris Pasal 4

(1) Sekretaris mempunyai tugas pokok :

Melakukan pembinaan administrasi dan memberikan pelayanan teknis administrasi kepada seluruh satuan organisasi kelurahan;

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Sekretaris

mempunyai fungsi :

a. Penyusunan rencana, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan serta penyusunan laporan;

b. Pelaksanaan tata usaha administrasi umum, kepegawaian dan perlengkapan rumah

tangga;

c. Pengelolaan panata usahaan administrasi keuangan;

d. Pemeliharaan inventaris dan aset;

e. Penyelenggaraan koordinasi dan mempersiapkan rapat.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dijabarkan

dalam uraian tugas sebagai berikut :

a. Menyusun rencana kerja sekretariat Kelurahan sebagai pedoman pelaksanaan

tugas;

b. Merencanakan operasional serta sasaran yang hendak dicapai berdasarkan skala prioritas dan dana yang tersedia sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas;

(6)

c. Menyiapkan dan menghimpun data-data dari Kepala Seksi;

d. Memberikan saran dan masukan kepada atasan tentang langkah-langkah yang perlu

diambil dalam bidang tugasnya;

e. Menyelenggarakan ketatausahaan, tata naskah dinas, urusan kearsipan serta perpustakaan Kelurahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

f. Menyelenggarakan pengelolaan administrasi dan keuangan Kelurahan;

g. Mengkoordinasikan, menghimpun dan menyusun rencana strategik serta kebijakan

operasional pemerintahan Kelurahan yang meliputi Seksi Pemerintahan, Seksi Ketentraman dan Ketertiban; Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Seksi Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial;

h. Mengkoordinasikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan Penetapan Kinerja Kelurahan;

i. Memfasilitasi pengisian blangko Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) dan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) dilingkungan Kelurahan;

j. Menyiapkan bahan laporan rekapitulasi daftar hadir bulanan pegawai untuk disampaikan secara berkala ke BKD Kabupaten Kutai Barat dan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat melalui Kecamatan;

k. Menghimpun dan menyampaikan bahan-bahan penyusunan Laporan Keterangan

Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati, Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) kelurahan setiap akhir tahun melalui Kecamatan;

l. Memfasilitasi penyelenggaran penyuluhan bersama instansi terkait terhadap

masyarakat di bidang dokumentasi dan informasi;

m. Melakukan hubungan kerja dan koordinasi dengan unit lain yang terkait dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas;

n. Menyelenggarakan rekomendasi pelayanan masyarakat;

o. Mengkoordinasikan laporan realisasi fisik dan kegiatan yang dilaksanakan oleh masing– masing seksi;

p. Mengkoordinasikan inventarisasi dan mempersiapkan urusan penghapusan barang;

q. Mengevaluasi pelaksananaan tugas dan menginventarisasi permasalahan Sekretariat

serta mencari alternative pemecahannya;

r. Mengkoordinasikan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan urusan Sekretaris;

s. Memimpin, membimbing, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan;

t. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 3

Seksi Pemerintahan Pasal 5

(1) Seksi Pemerintahan mempunyai tugas pokok :

Melaksanakan urusan pemerintahan umum.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Seksi

Pemerintahan mempunyai fungsi :

a. Penyusunan program dan pembinaan penyelengaaraan pemerintahan umum;

b. Pengumpulan bahan dalam rangka pembinaan wilayah dan masyarakat;

c. Pembantuan pelaksanaan tugas di bidang keagrariaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

(7)

d. Pelaksanaan penyusunan laporan di bidang pemerintahan;

e. Pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat meliputi pelayanan KK, KTP, Surat Tanah dan lain-lain;

f. Pelaksanaan pendataan, pengumpulan, pengolahan dan pelaporan data

kependudukan.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dijabarkan

dalam uraian tugas sebagai berikut :

a. Menyusun program kerja yang meliputi penyelenggaraan Pemerintahan Umum,

pembinaan bidang pertanahan dan pembinaan kelembagaan masyarakat;

b. Menyusun rencana kerja dan anggaran Seksi Pemerintahan sebagai pedoman

pelaksanaan tugas;

c. Menyusun sasaran yang akan dicapai pada Seksi Pemerintahan berdasarkan skala prioritas sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

d. Memberikan saran dan masukan kepada Lurah melalui Sekretaris tentang

langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;

e. Mempersiapkan bahan pembinaan administrasi kependudukan dan catatan sipil;

f. Melaksanakan administrasi pertanahan yang menjadi urusan Kelurahan;

g. Melaksanakan pelayanan kepada masyarakat di bidang tugas pungutan PBB;

h. Membantu pelaksanaan dan pengawasan Pemilu;

i. Menyiapkan bahan dan membantu pelaksanaan rapat koordinasi pemerintahan;

j. Melaksanakan administrasi kependudukan dan catatan sipil;

k. Memfasilitasi penataan maupun perselisihan batas Wilayah Kelurahan dan

penyelesaian pengaduan masalah pertanahan;

l. Melaksanakan kegiatan penyusunan buku profil dan monografi Kelurahan;

m. Memelihara data wilayah dan kependudukan

n. Menyiapkan bahan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (PLJ) dan laporan

penyelenggaraan pemerintahan di Kelurahan;

o. Memimpin, membimbing, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan;

p. Menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan urusan Pemerintahan;

q. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 4

Seksi Ketentraman dan Ketertiban Pasal 6

(1) Seksi Ketentraman dan Ketertiban mempunyai tugas pokok :

Melaksanakan urusan penyelenggaraan pembinaan dan ketertiban.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Seksi

Ketentraman dan Ketertiban mempunyai fungsi :

a. Penyusunan program kerja pelaksanaan ketentraman dan ketertiban di wilayah Kelurahan;

b. Penghimpun masalah yang berhubungan dengan penyelenggaraan pembinaan

ketentraman dan ketertiban wilayah;

c. Pengamanan wilayah dan penegakan perda dan produk hukum pemerintah daerah;

d. Pelaksanaan pengawasan terhadap penyaluran bantuan kepada masyarakat serta melakukan kegiatan pengamanan akibat bencana alam dan bencana lainnya;

(8)

e. Penyelenggaraan pembinaan warga masyarakat;

f. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait masalah keamanan dan

pengamanan ditingkat Kelurahan.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dijabarkan

dalam uraian tugas sebagai berikut :

a. Menyusun renvana kerja dan anggaran Seksi Ketentraman dan Ketertiban sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

b. Menyusun sasaran yang hendak dicapai pada Seksi Ketentraman dan Ketertiban sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

c. Memberikan saran dan masukan kepada Lurah melalui Sekretaris tentang

langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;

d. Mempersiapkan bahan penyelenggaraan pembinaan ketentraman dan

ketertibanserta tertib perijinan;

e. Menginventarisir dan mengevaluasi permasalahan ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat, kesatuan bangsa, potensi perlindungan masyarakat dan penanggulangan bencana;

f. Menghimpun, menyusun dan mengolah data serta melakukan koordinasi dengan unit terkait yang berhubungan dengan ketentraman dan ketertiban;

g. Melaksanakan koordinasi penegakan, pelaksanaan Peraturan Daerah dan Keputusan

Bupati serta peraturan perundang-undangan yang berlaku;

h. Memfasilitasi pelaksanaan pembauran kesatuan bangsa di wilayah kelurahan;

i. Melaksanakan identifikasi potensi masalah ketentraman dan ketertiban serta upaya pencegahan;

j. Menginventarisasi, menyusun dan melaporkan data bidang Ketentraman dan

Ketertiban;

k. Melakukan upaya preventif terhadap gangguan ketentraman dan ketertiban;

l. Melaksanakan pengumpulan dan pelaporan data keberadaan, kegiatan partai politik, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat di wilayah Kelurahan dan mantan anggota organisasi terlarang;

m. Melaksanakan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi;

n. Menyiapkan bahan pencegahan atas pengelolaan Sumber Daya Alam tanpa izin dan

dapat mengganggu serta membahayakan lingkungan hidup;

o. Menyiapkan bahan pencegahan dan penanggulangan permasalahan kenakalan

remaja, penyalahgunaan obat, psikotropika, zat adiktif dan bahan berbahaya;

p. Menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian wilayah yang berhubunan

dengan Trantib;

q. Menyiapkan bahan pengawasan atas tanah-tanah Negara dan tanah asset

Pemerintah Daerah;

r. Menyiapkan bahan koordinasi dengan instansi terkait dalam penyelenggaraan Trantib, penegakan Peraturan Daerah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

s. Memimpin, membimbing, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan;

t. Menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi kegiatan yang berhubungan dengan urusan ketentraman dan ketertiban masyarakat di wilayah Kelurahan;

(9)

Paragraf 5

Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pasal 7

(1) Seksi Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas pokok :

Melaksanakan urusan bidang Pemberdayaan Masyarakat di kelurahan.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Seksi

Pemberdayaan Masyarakat mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan pemberian pelayanan di bidang Pemberdayaan Masyarakat;

b. Pengumpulan dan analisis data di bidang pemberdayaan masyarakat meliputi keagamaan, kesehatan, pendidikan, KB, kepemudaan, peranan wanita dan olah raga ;

c. Pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan ketenagakerjaan, ketahanan pangan,

pemberdayaan masyarakat, perempuan dan anak;

d. Pelaksanaan pembinaan kesejahteraan keluarga, karang taruna, pramuka dan

organisasi kemasyarakatan lainnya;

e. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan terhadap penyelenggaraan

kemasyarakatan, sosial, kepemudaan, ormas, kesehatan, pendidikan, olah raga dan keagamaan;

f. Pengumpulan dan menyusun laporan di bidang pemberdayaan masyarakat.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dijabarkan

dalam uraian tugas sebagai berikut :

a. Menyusun rencana kerja dan anggaran Seksi Pemberdayaan Masyarakat;

b. Menyusun sasaran yang hendak dicapai pada Seksi Pemberdayaan Masyarakat

berdasarkan skala prioritas sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

c. Memberikan saran dan masukan kepada Lurah melalui Sekretaris tentang

langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;

d. Mempersiapkan bahan penyusunan program, memfasilitasi dan melaksanakan

pembinaan keagamaan, kesehatan masyarakat, kebudayaan, pendidikan, KB, kepemudaan, peranan wanita dan olah raga ;

e. Menyiapkan bahan kegiatan dalam rangka pembinaan pendidikan sekolah maupun

luar sekolah, dan pendataan sarana dan prasarana pendidikan;

f. Menghimpun, menyusun dan mengolah data, menginfentarisasi dan mengevaluasi permasalahan Pemberdayaan Masyarakat;

g. Memfasilitasi rekomendasi pembentukan koperasi;

h. Memfasilitasi program PNPM;

i. Pembinaan Lembaga LPM, Karang Taruna, PKK, dan Ormas-Ormas lainnya;

j. Memfasilitasi pembinaan pendidikan, BOS, PAUD;

k. Menyiapkan bahan evaluasi, pembinaan keagamaan dan kerukunan hidup beragama

dan memfasilitasi pengadaan sarana/prasarana peribadatan dan kehidupan beragama;

l. Memfasilitasi pelaksanaan pembinaan dan bimbingan terhadap penyelenggaraan kursus ketrampilan;

m. Menyiapkan bahan koordinasi program Keluarga Berencana (KB);

n. Memimpin, membimbing, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan;

o. Menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi kegiatan yang berhubungan dengan urusan ketentraman dan ketertiban masyarakat di wilayah Kelurahan;

(10)

Parafgraf 6

Seksi Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Pasal 8

(1) Seksi Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial mempunyai tugas pokok :

Melaksanakan Melaksanakan tugas penyelenggaraan di bidang pembangunan dan kesejahteraan social.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Seksi

Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial;

b. Pemberian pelayanan umum dan teknis operasional di bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial;

c. Perencanaan dan pelaporan teknis di bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial;

d. Pengawasan dan pengendalian di bidang Pembangunan dan kesejahteraan Sosial.

(3) Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dijabarkan

dalam uraian tugas sebagai berikut :

a. Melaksanakan penyusunan program dan kegiatan seksi pembangunan dan

kesejahteraan sosial;

b. Melaksanakan penyusunan rencana kerja pembangunan kelurahan;

c. Melaksanakan administrasi perizinan mendirikan bangunan, surat keterangan

domisili perusahaan;

d. Melaksanakan fasilitasi dan koordinasi penyelenggaraan pembangunan dan

pembangunan swadaya masyarakat;

e. Melaksanakan pembuatan laporan, evaluasi dan monitoring pembangunan di

kelurahan;

f. Melaksanakan koordinasi, pembinaan dan pengawasan serta pelaporan langkah-langkah penanggulangan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan ;

g. Memfasilitasi kegiatan organisasi sosial/kemasyarakatan, Lembaga Swadaya

Masyarakat (LSM), pemberdayaan lembaga adat;

h. Menghimpun, menyusun dan menginventarisasi data-data bantuan sosial dan

organisasi sosial kemasyarakatan;

i. Memfasilitasi pemberian rekomendasi untuk pengajuan bantuan sosial, keagamaan,

pendidikan, kesehatan, kepemudaan dan keolahragaan;

j. Menginventarisasi data-data penderita cacat, tuna karya, tuna wisma, tuna rungu, tuna susila dan panti asuhan;

k. Menyiapkan data penduduk miskin;

l. Memfasilitasi pendataan dan pengaturan raskin;

m. Memfasilitasi pemberian Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)

n. Menyiapkan bahan dan data untuk pengajuan permintaan bantuan bagi korban bencana serta pendistribusiannya;

o. Memfasilitasi bimbingan dan penyuluhan sosial bagi anak terlantar, yatim piatu, penyalagunaan narkotika dan penyandang masalah sosial;

p. Menyiapkan bahan koordinasi pemberantasan wabah penyakit, imunisasi balita dan

anak sekolah;

q. Menyiapkan bahan koordinasi sistem kewaspadaan pangan dan gizi, kegiatan posyandu;

(11)

s. Menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi kegiatan yang berhubungan dengan urusan pembangunan dan kesejahteraan sosial di wilayah Kelurahan;

t. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 7

Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 9

(1) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas

Pemerintah Daerah sesuai dengan keahlian dan kebutuhan;

(2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaiman dimaksud pada ayat (1) terdiri dari sejumlah

tenaga, dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya, ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja;

(3) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB IV

KETENTUAN PENUTUP Pasal 10

Peraturan Bupati Kabupaten Kutai Barat tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Kelurahan dapat ditinjau dan dievaluasi kembali yang disesuaikan dengan Perundang-undangan yang berlaku;

Pasal 11

Peraturan Bupati ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan menempatkannya dalam Berita Daerah Kabupaten Kutai Barat.

ditetapkan di Sendawar,

pada tanggal, 19 September 2011. BUPATI KUTAI BARAT

ISMAIL THOMAS diundangkan di Sendawar,

pada tanggal, 19 September 2011. SEKRETARIS DAERAH

KABUPATEN KUTAI BARAT

AMINUDDIN

(12)

LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 26 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KELURAHAN DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI BARAT.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI KELURAHAN DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI BARAT

LURAH

SEKRETARIAT KELURAHAN

SEKSI

PEMERINTAHAN SEKSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

SEKSI KETENTRAMAN & KETERTIBAN SEKSI PEMBANGUNAN DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ditetapkan di Sendawar,

pada tanggal, 19 Desember 2011. BUPATI KUTAI BARAT

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Walikota Denpasar Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Uraian Tugas Jabatan Kecamatan dan

Setiap Personil SATPOL PP bertugas Melaksanakan semua kegiatan yang diberikan pimpinan yang berhubungan dengan Tugas Pokok serta Fungsi sebagai SATPOL PP Kabupaten Kutai

Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Barat, Bupati Kutai Barat, Sekretariat Daerah, dinas-dinas, badan-badan, kantor-kantor, dan

Sesuai Pasal 3 Peraturan Bupati Pemalang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Jabatan Struktural dan Tata Kerja Pada Badan

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan bagaimana pelaksanaan promosi dan mutasi jabatan struktural Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Kutai Barat pada

Oleh karena itu maka Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memandang perlu menetapkan peraturan yang mengatur mengenai pemanfaatan hutan didalam wilayah Kabupaten Kutai

Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2000

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kutai Barat yang selanjutnya disingkat RPJMD Kabupaten Kutai Barat adalah dokumen rencana pembangunan daerah