• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN MONOSODIUM GLUTAMAT SEBAGAI MEDIA PENYUBUR ALTERNATIF PENGGANTI Brain-heart Infosion Broth (BHIB) UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANAN MONOSODIUM GLUTAMAT SEBAGAI MEDIA PENYUBUR ALTERNATIF PENGGANTI Brain-heart Infosion Broth (BHIB) UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN MONOSODIUM GLUTAMAT SEBAGAI MEDIA PENYUBUR

ALTERNATIF PENGGANTI

Brain-heart Infosion Broth

(BHIB)

UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI

Escherichia coli

Sri Indrayati Dan Siti Fatimah Akma

Prodi D III Teknologi Laboratorium Medis, STIKes Perintis Email :[email protected]

ABSTRAK

Brain-heart Infosion Broth (BHIB) adalah medium cair yang mengandung karbohidrat dan protein yang digunakan sebagai media penyubur untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Monosodium Glutamat (MSG) merupakan

garam sodium yang terdapat di alam dengan nama

non-essential amino acid, glutamic acid, digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan

umumnya dipasarkan sebagai penyedap rasa.

MSG

merupakan pembentuk protein, sehingga

apabila zat makanan ditambahkan MSG akan berasa seperti ditambah kaldu daging

(protein).

Escherichia coli merupakan bakteri gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora yang merupakan flora normal dalam usus manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dapatkah MSG dijadikan media penyubur alternatif pengganti media BHIB untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dengan mengkultur dan mengidentifikasi bakteri Escherichia coli pada media endo agar setelah di tanam pada media BHIB dan MSG. Berdasarkan hasil penelitian media MSG dapat dijadikan media penyubur alternatif pengganti media BHIB untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli.

Kata kunci : BHIB, MSG, Escherichia coli 1. PENDAHULUAN

Pengembangan media kultur bakteri memegang peranan yang sangat penting di bidang mikrobiologi. Hal ini disebabkan, mahalnya harga media instant serta melimpahnya sumber daya alam yang dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroorganisme. Hal ini mendorong para peneliti untuk menemukan media alternatif dari bahan-bahan yang mudah didapat dan tidak memerlukan biaya yang mahal.

Media pertumbuhan harus memenuhi persyaratan nutrisi yang dibutuhkan oleh suatu mikroorganisme (Atlas, 2004). Bahan yang digunakan harus mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri seperti dari bahan-bahan yang kaya akan

karbohidrat dan protein. Nutrisi yang dibutuhkan mikroorganisme untuk

pertumbuhannya meliputi

karbon,nitrogen, unsur non logam seperti sulfur dan forfor, unsur logam seperti Ca, Zn, K, Cu, Mn, Mg, dan Fe, vitamin, air, dan energi (Radji, 2011).

Media penyubur yang umum digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme di laboratorium salah satunya bakteri Escherichia coli adalah media Brain-Heart Infosion Broth (BHIB). Monosodium Glutamat (MSG) adalah garam sodium yang terdapat di alam dengan nama non-essential amino acid, glutamic acid, digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan umumnya dipasarkan sebagai penambah/penyedap

(2)

rasa. MSG

merupakan pembentuk

protein, sehingga apabila zat makanan

ditambahkan MSG akan berasa seperti

ditambah kaldu daging (protein). Oleh

karena itu,

diharapkan MSG juga dapat di jadikan bahan penyubur alternatif pengganti media BHBI untuk pertumbuhan bakteri Eschirichia coli.

2.

METODE PENELITIAN

Jenis

penelitian

yang

dilakukan

adalah

penelitian

eksperimental. Yang dilakukan pada

bulan Mei 2017 di Laboratorium

STIKes Perintis Padang. Sampel yang

digunakan

adalah

strain

kuman

Escherichia coli

yang diambil dari

isolat

Laboratorium

Mikrobiologi

STIKes Perintis Padang. Bahan yang

digunakan adalah media cair BHIB

dan MSG, serta medium Endo agar.

Setelah Alat dan bahan disterilisasi

selanjutnya

dilakukan

penanaman

bakteri

Escherichia coli

pada media

cair BHIB dan MSG kemudian

inkubasi selama 24 jam pada suhu

37ᴼC (Sumardi, 2008). Pengamatan

pertumbuhan

dilakukan

dengan

melihat kekeruhan media BHIB dan

MSG

setelah

waktu

inkubasi.

Selanjutnya untuk identifikasi bakteri

dilakukan dengan penanaman pada

media Endo agar dengan metode

goresan, diinkubasi pada suhu 37ᴼC

selama 24 jam. Setelah itu diamati

pertumbuhannya dan kemudian di

cocokan

dengan

ciri-ciri

bakteri

Escherichia coli

. Data yang diperoleh

diolah

secara

deskriptif

melalui

pengamatan hasil uji media MSG dan

Media BHIB untuk pertumbuhan

bakteri

Escherichia coli

dan juga hasil

identifikasi setelah pengkulturan pada

media endo agar.

3.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian yang dilakukan terhadap penanaman strain bakteri Escherichia coli pada media cair BHIB dan MSG dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Hasil Penanaman Bakteri Escherichia coli Pada Media BHIB dan MSG Setelah Diinkubasi selama 24 jam

No Nama Media Pertumbuhan Keterangan

1 BHIB (+) Keruh

2 MSG (+) Keruh

Keterangan :

Keruh : media berubah dari jernih menjadi keruh menandakan terjadi pertumbuhan bakteri dalam kedua media tersebut.

Berdasarkan Tabel 1, menunjukan terjadi perubahan media dari jernih menjadi keruh, namun pada media MSG tidak terlalu keruh karena sebelum diinkubasi media MSG jernih, setelah di inkubasi media MSG terlihat agak keruh, sedangkan pada media BHIB terjadi perubahan media dari kuning muda menjadi kuning keruh,

(3)

kekeruhan pada media BHIB sangat terlihat jelas, seperti pada gambar berikut ini:

(a)

(b)

Gambar 1. (a) media MSG dan media BHIB sebelum di suspensikan bakteri, (b) media MSG dan media BHIB sesudah di suspense bakteri dan diinkubasi.

Penanaman bakteri Eschechia coli menggunakan media BHIB terjadi perubahan warna menjadi keruh artinya terjadi pertumbuhan bakteri pada media BHIB. Menurut Darmawan, dkk (2015) isolat yang ditumbuhkan pada media brain heart infusion Broth (BHIB) diinkubasikan pada suhu 37°C selama 24 jam. Isolat yang tumbuh ditandai dengan terjadinya kekeruhan pada media. Hal ini tampak pada gambar bahwa terjadinya kekeruhan pada media BHIB menunjukkan terjadinya pertumbuhan bakteri Eschechia coli pada

media tersebut setelah inkubasi 24 jam. Hal ini disebabkan, karena media BHIB mengandung banyak karbohidrat dan protein yang di perlukan oleh bakteri untuk berkembang biak yaitu Casein pepton, dekstrosa, L- sisten, sodium klorida, sodium sulfit, dan kedelai pepton.

Selanjutnya jika dibandingkan dengan penanaman bakteri Eschechia coli pada media MSG sebagai media alterrnatif juga terlihat kekeruhannya setelah inkubasi 24 jam. Hal ini menunjukkan bahwa MSG juga dapat digunakan sebagai media alternatif pengganti BHIB untuk pertumbuhan bakteri. Menurut Nuryani and Jinap (2010) Monosodium Glutamat (MSG) merupakan garam natrium yang berikatan dengan asam amino berupa asam glutamat dan berbentuk kristal putih yang stabil dan diketahui mampu meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme. MSG merupakan garam natrium (sodium) dari asam glutamat yang merupakan salah satu asam amino non-esensial penyusun protein yang terdiri dari Glutamat, natrium, gula dan air.

Selanjutnya, Sari dan Shovitri menambahkan (2017) Monosodium Glutamat (MSG) diketahui dapat mempercepat pertumbuhan dan menambah ukuran sel bakteri. Salah satu fungsi MSG adalah sebagai substansi untuk sintesis protein. Selanjutnya Rahmawati, Rizka dan M. Shovitri (2016) juga melaporkan bahwa adanya pengaruh MSG komersial terhadap pertumbuhan Bacillus PL01.

(4)

Setelah melihat pertumbuhan bakteri pada medium BHIB dan MSG selanjutnya, kembali di pastikan bahwa bakteri yang tumbuh pada kedua medium tersebut adalah bakteri Escherichia coli. Untuk mengidentifikasi ini maka digunakanlah medium Endo agar.

Tabel 2. Hasil penanaman Bakteri Escherichia coli pada media endo agar setelah diinkubasi selama 24 jam

Keterangan : (+) : Terjadi

pertumbuhan bakteri

Escherichia coli

pada

media endo agar

Setelah inkubasi 24 jam

Berdasarkan Tabel 2, terjadi

pertumbuhan bakteri pada media

endo agar, bakteri yang tumbuh

pada kedua media endo agar

tersebut terlihat sama yaitu dengan

ciri-ciri koloni besar-besar, elevasi

cembung, smooth, dan berwarna

tua metalik, seperti pada gambar

berikut:

(a)

(b)

Gambir .2 .Bakteri Escherichia coli yang di kultur pada media endo agar.(a) bakteri Escherichia coli yang tumbuh pada media endo agar dari suspensi media BHIB (b) bakteri Escherichia coli yang tumbuh pada media endo agar dari suspensi media MSG.

Menurut (Nygren et al., 2012) medium Endo agar adalah suatu medium yang digunakan untuk memastikan bakteri Esherichia coli. Dilakukan dengan suspensi bakteri bernilai positif kemudian dioleskan/diusapkan ke media Endo Agar dengan alat ose. Kemudian media Endo Agar diinkubasikan selama 24 jam. Bekteri E. coli akan menyebabkan perubahan warna pada

N o Nama Media BentukKoloni Tersangka E.coli 1 BHIB Kolonibesar-besar, elevasicembung, smooth, danbewarnamerahtuametalik (+) E.coli 2 MSG Kolonibesar-besar, elevasicembung, smooth, danbewarnamerahtuametalik . (+) E.coli

(5)

media Endo Agar menjadi logam metalik.

Bakteri Escherichia coli dapat tumbuh baik pada suhu 8ᴼC-46ᴼC, suhu optimum di bawah temperatur 37ᴼC. Bakteri ini berada dibawah temperatur minimum atau sedikit diatas temperatur maksimum tidak segera mati, melainkan berada dalam keadaan dormancy, disamping itu Escherichia coli dapat tumbuh pada pH optimum berkisar 7,2-7,6 (Dwidjoseputro D.1994)

Bakteri yang tumbuh pada media penyubur BHIB dan media MSG yang kemudian di kultur pada media Endo Agar yang merupakan media selektif differensial dimana media dapat ditumbuhi oleh satu atau lebih mikroorganisme tertentu dengan ciri khas tertentu. Suspensi bakteri yang dikultur dari media BHIB dan media MSG terlihat ciri-cirinya koloni besar-besar, elevasi cembung smooth, dan berwarna merah tua metalik. Bakteri Escherichia coli akan tumbuh pada medium Endo agar dengan ciri-ciri koloni besar-besar, elevasi cembung smooth, dan berwarna merah tua metalik. Selain itu Nygren et al. (2012) menambahkan Bakteri Esherichia coli jika ditanam di media Eosin Methylen Blue (EMB) akan tampak warna yang khas yaitu hijau metalik dan akan terlihat koloni berwarna kilat logam jika ditanam dalam media Endo Agar.

Berdasarkan hasil penelitian

terhadap

pertumbuhan

bakteri

Escherichia coli

(gram negatif)

yang tumbuh baik pada media

MSG, maka media ini dapat

dijadikan

sebagai

penyubur

alternatif dan memiliki potensi

yang sebagai media penyubur

pengganti media BHIB untuk

pertumbuhan

bakteri

Escherichia

coli.

Media MSG sangat efektif

sebagai media penyubur untuk

pertumbuhan bakteri

Escherichia

coli

karena koloni yang tumbuh

pada media endo agar terlihat jelas,

ukuran terlihat jelas mempermudah

peneliti

saat

melakukan

pengamatan

sehingga

media

alternatif

ini

dapat

di

rekomendasikan

oleh

peneliti

sebagai media penyubur untuk

pertumbuhan bakteri

Escherichia

coli.

4. Kesimpulan

Dari

hasil

penelitian

dapat

disimpulkan :

1.

MSG

dapat

dijadikan

media

penyubur alternatif pengganti media

BHIB untuk pertumbuhan bakteri

Escherichia coli.

2.

Diperoleh hasil perbandingan yang

sama antara media BHIB dengan

media MSG

(6)

5.

Referensi

Atlas, Ronald M. 2004. Handbook of microbilogical Media fourt Edision Volume 1. United States Of America

Darmawan Yuli, Ida Bagus Ngurah Swacita, I Wayan Suardana. 2015. Perbandingan Bakteri Coliform, E. coli, E. coli O157, dan E. coli O157:H7 pada Sapi bali di Mengwi, Badung, Bali . Indonesia Medicus Veterinus Agustus 2015 4(4) : 362-373 pISSN : 2301-7848; eISSN: 2477-6637

Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-dasarMikrobiologi. Jakarta :Djambatan

Nuryani, H. and S. Jinap. ―Soy Sauce and its Umami Taste: A Link from The Past To Current Situation‖. Journal of Food Science. Vol 5(3) : 71-76. (2010).

Nygren Bl, Schilling KA, Blanton EM, Silk BJ, Cole DJ, Mintz ED. 2012. Foodborne Outbreaks Of Shigellosis. Dalam : Epidemiology And Infection.

The USA. New York. 141(2): 233– 241.

Radji, M., (2011). Buku Ajar Mikrobiologi Panduan Mahasiswa Farmasi dan Kedokteran. Jakarta: EGC.

Rahmawati, Rizka dan M. Shovitri. Pengaruh Monosodium Glutamat (MSG) terhadap pertumbuhan isolat bakteri Bacillus PL01 dan Pseudomonas PL01 pada Mineral Salt Medium (MSM). Skripsi. ITS. Surabaya. (2016).

Sumardi. 2008 Seleksi dan Karakterisasi Mikroflora Normal yang Prospektif dari Saluran Pencernaan Ayam Kampung.

Sari, I. P. dan M. Shovitri, 2017, Pengaruh Pseudomonas PL01 dan Monosodium Glutamat Terhadap Bakteri Indigenous Pasir dalam Mendegradasi Plastik. Jurnal sains dan seni pomits vol. 6, no.2, (2017) 2337-3520 (2301-928x print)

Gambar

Gambar 1. (a) media MSG dan media  BHIB  sebelum  di  suspensikan  bakteri,  (b)  media  MSG  dan  media  BHIB  sesudah  di  suspense  bakteri  dan  diinkubasi
Tabel  2.  Hasil  penanaman  Bakteri  Escherichia  coli  pada  media  endo  agar  setelah  diinkubasi selama 24 jam

Referensi

Dokumen terkait

Uji Simmons Citrateakan menunjukan hasil positif bila media berubah menjadi warna biru dan negatif bila media tetap berwarna hijau, pada bakteri Escherichia coli mediaakan