• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Penambahan Serat Bendrat dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan, Modulus Of Rupture dan Kuat Kejut.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Penambahan Serat Bendrat dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan, Modulus Of Rupture dan Kuat Kejut."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

vii ABSTRAK

Candra Sedya Putra, 2016. Pengaruh Penambahan Serat Bendrat dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan, Modulus Of Rupture dan Kuat Kejut. Skripsi, Program studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret.

Beton serat didefinisikan sebagai beton yang dibuat dari campuran semen, agregat, air, dan sejumlah serat yang disebar secara random. Prinsip penambahan serat yang disebar merata kedalam adukan beton dengan orientasi random untuk mencegah terjadinya retakan beton yang terlalu dini di daerah tarik akibat panas hidrasi maupun akibat pembebanan. Bahan tambah abu sekam padi diharapkan dapat menambah mutu beton, karena abu sekam padi bersifat seperti pozzolan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan beton normal dengan beton berserat bendrat dan abu sekam padi ditinjau dari kuat tekan, modulus of rupture dan kuat kejut.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 54 buah. Benda uji terdiri dari beton normal tanpa bahan tambah, beton bahan tambah abu sekam padi serta beton bahan tambah serat bendrat dan abu sekam padi dangan variasi serat bendrat 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%. Setiap jenis campuran beton dibuat 3 benda uji. Benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, balok dimensi 10 cm x 10 cm x 50 cm untuk pengujian modulus of rupture dan silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 5 cm untuk pengujian kuat kejut (impact).

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan kadar serat bendrat dari 0,79% - 0,87% memberikan nilai maksimal dari kuat tekan, modulus of rupture, dan kuat kejut. Masing–masing sebesar: 24,634 MPa; 2,601 MPa; 3314,96 J (pada saat retak pertama); 3707,60 J (pada saat runtuh total). Penambahan kadar serat bendrat diatas 1% tidak menunjukkan kenaikan nilai yang signifikan bahkan cenderung menurun.

(2)

viii ABSTRACT

Candra Sedya Putra, 2016. The Influence of Steel Fiber and Rice Husk Ash on Concrete Compressive Strength, Modulus of Rupture and Impact Resistance. Thesis, Civil Engineering Department of Engineering Faculty of Sebelas Maret University.

Fiber reinforced concrete is defined as concrete made of a mixture of cement, aggregates, water, and a number of randomly distributed fibers. The function of fiber spreaded evenly into the concrete with randomly orientation is to prevent premature cracking due to tensile stress. Rice husk added into the mix is expected to enhance the quality of the concrete. This study aimes to compare the normal concrete with concrete steel fiber and rice husk ash in terms of compressive strength, modulus of rupture and impact resistance.

This study used an experimental method with 54 specimens. The specimen consists of a normal concrete without the added material, concrete added with rice husk ash and concrete added with steel fiber and rice husk ash. Steel fiber have variation of 0.5%, 1%, 1.5% and 2%. The specimens cylinders with diameter of 15 cm and a height of 30 cm were subjected to compressive strength test, beam with dimensions of 10 cm x 10 cm x 50 cm were subjected to the modulus of rupture test and cylinders with diameter of 15 cm and height 5 cm were subjected to impact test.

The Results of experiment showed that the addition of steel fiber with content of 0.79 % - 0.97% enhance the maximum value of compressive strength, modulus of

rupture, and impact resistance, with value of: 24,634 MPa; 2,601 MPa; 3314,96 J

(when first cracks); 3707,60 J (when total collapse) respectively. While the addition of steel fiber above 1% did not show significant increase in the value even tended to decrease.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari variasi penambahan abu sekam padi dan cangkang telur terhadap kuat tekan beton.. Metode penelitian yang

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kuat tekan, kuat tarik belah, elastisitas, dan pola penyebaran retak pada beton dengan penambahan abu sekam

ANALISIS KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN BAHAN TAMBAH ABU SEKAM PADI DAN BESTMITTEL..

Beton dengan komposisi 10% nano abu sekam padi (sebagai pengganti semen 10%) dan tambahan superplasticizer menghasilkan kuat tekan terbesar dibandingkan dengan beton nano

Kuat tekan maksimum adalah pada beton dengan mix design metode Dreux dengan kadar penambahan serat sebesar 1 %, menghasilkan kuat tekan sebesar 44,07 MPa atau terjadi kenaikan

Surya Adi Putra, 2013, Pengaruh Penambahan Serat Kawat Bendrat Pada Beton Ringan Dengan Teknologi Foam Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik, dan Modulus Elastisitas, Tugas Akhir

Beton dengan komposisi 10% nano abu sekam padi (sebagai pengganti semen 10%) dan tambahan superplasticizer menghasilkan kuat tekan terbesar dibandingkan dengan beton nano

Dalam penelitian ini akan mengkaji berat jenis, kuat tarik belah, modulus elastisitas, dan kuat tekan beton ringan setelah diberi bahan tambah aluminium pasta dan serat