• Tidak ada hasil yang ditemukan

Produksi Iklan Multimedia dan Interaktif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Produksi Iklan Multimedia dan Interaktif"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Modul ke:

Fakultas

Program Studi

Produksi Iklan

Multimedia dan Interaktif

Dudi Hartono, S. Komp, M. Ikom

ILMU

KOMUNIKASI MARCOMM & ADVERTISING

Pemecahan Masalah Tipe Perilaku Konsumen

(2)

Pengambilan Keputusan

Schiffman dan Kanuk (2010) mendifinisikan suatua

keputusan sebagai pemilihan suatu tindakand ari

dua atau lebih pilihan alternatit. Seorang

konsumen yang hendak melakukan pilihan maka ia

harus memiliki pilihan alternatif.

Seorang konsumen yang ingin membeli sebuah

sedan, ia dihadapkan kepada beberapa merek

kendaraan. Misalnya; Toyota, Suzuki, Hyundai dan

Honda. Jika seorang konsumen tidak memiliki

pilihan alternatif, seperti pada pembelian obat

menurut resep dokter, ini bukanlah suatu situasi

konsumen melakukan keputusan.

(3)

Tipe Pengambilan Keputusan

• Schiffman dan Kanuk (201) menyebutkan tiga tipe pengambilan keputusan konsumen:

• Pemecahan Masalah yang Diperluas

• Jika konsumen tidak mempunyai kriteria yang mapan untuk menilai

kategori produk atau merek tertentu dalam ketegori tersebut atau tidak membatasi jumlah merek yang akan mereka pertimbangkanmenjadi rangkaian kecil yang dapat dikuasai, usaha pengambilan keputusan

mereka dapat diklasifikasikan sebagai pemecehan masalah yang diperluas.

• Pemecahan masalah yang diperluas biasanya dilakukan pada pembelian barang-barang tahan lama dan mewah. Seperti mobil, rumah, pakaian malah dan peralatan elektronik. Termasuk di dalamnya adalah keputusan yang dianggap penting seperti berlibur, yang mengharuskan membuat pilihan yang tepat.

(4)

• Pemecahan Masalah yang Terbatas •

• Pada tingkat pemecahan masalah ini, konsumen telah menetapkan kriteria dasar untuk menilai ketegori produk dan berbagai mereka dalam kategori tersebut. Tetapi mereka belum sepenuhnya

menetapkan pilihan terhadap kelompok merek tertentu. Pencarian tambahan yang mereka lakukan lebih merupakan “penyesuaian sedikit-sedikit” mereka harus mengumpulkan informasi merek tambahan untuk melihat perbedaan di antara berbagai merek. •

• Pembelian produk-produk di pasar swalayan dilakukan dengan tipe pengambilan keputusan ini. Iklan dan peragaan produk di tempat penjualan telah membantu konsumen untuk mengenali produk

tersebut. Media ini berperan menstimulasi dan mendorong tindakan pembelian.

(5)

Pemecahan Masalah Rutin

Konsumen telah memiliki pengalaman terhadap produk

yang akan dibelinya. Ia juga telah memiliki standar untuk

mengevaluasi merek. Konsumen sering kali hanya

me-review apa yang telah diketahuinya.

Pada kebanyakan pembelian makanan, seperti membeli

mie instan, konsumen biasanya hanya melewatidua

tahapan; pengenalan kebutuhan dan pembelian. Jika

konsumen kehabisan persediaan, maka timbul kebutuhan

mie instan dan selanjutanya melakukan pembelian.

(6)

LANGKAH-LANGKAH KEPUTUSAN KONSUMEN

Pengenalan Kebutuhan

Kebutuhan harus diaktifkan terlebih dulu sebelum ia bisa

dikenali. Ada beberap faktor yang mempengaruhi Pengaktifan Kebutuhan (Need Activation);

Waktu

Waktu juga mendorong pengenalan kebutuhan lain yang diinginkan konsumen. Usia konsumen yang makin tua

menyebabkan iamemiliki aspirasi dan nilai yang berbeda. Konsumen yang lebih tua akan memerahatikan masalah

kesehatannya, sehingga ia banyak membutuhkan makanan yang sangat selektif agar terhindar dari berbagai penyakit.

(7)

Perubahan Situasi

• Perubahan situasi akan mengaktifkan kebutuhan. Konsumen yang masih Bungan mungkin akan lebih banyak

menghasbiskan pengeluarannya untuk hiburan. Jika ia

menikah maka iakana mengenali banyak kebutuhan lainnya. Misalnya pembelian rumah dan isinya.

Pemilikan Produk

• Memiliki produk acapkali mengaktifkan kebutuhan yang lain. Seorang konsumen yang memiliki mobil baru, makaia kan menyadari perlunya kebutuhan lain seperti lap kanebo, pengharum mobil dan lain-lainnya.

(8)

Konsumsi Produk

Habisnya persediaan makanan di rumah membuat

konsumen menyadari kebutuhannya untuk segera

membeli makanan lagi. Misalnya, persediaan beras atau

mie instan.

Perbedaan Individu

Satu konsumen membeli mobil baru karena mobil lama

sering mogok. Tapi pada konsumen lainnya membeli

mobil baru karena ingin selalu terlihat trendi dengan

memiliki mobil desain terbaru.

(9)

Pengaruh Pemasaran

Produk baru muncul hampir setiap hari, dan diiklankan

atau dikomunikasikan melalui berbagai media oleh

perusahaan pembuatnya. Program pemasaran tersebut

akan mempengaruhi konsumen untuk menyadari akan

kebutuhannya. Produk yang diomunikasikan dengan

menarik akan memicu seorang konsumen untuk

menyadari kebutuhannya.

Misalnya, seorang konsumen yang melihat iklan Air

(10)

Pencarian Informasi

• Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumi suatu produk. Konsumen akan mencari informasi yang terimpan di dalam

memorinya (pencarian internal) dan mencari informasi dari luar (pencarian eksternal).

Pencarian Internal

• Konsumen akan mengingal produk dan merek yang diingatnya. Kemudian ia akan focus kepada produk dan mereka yang sangat dikenalnya. Ia akan

membagi produk yang dikenalnya ke dalam tiga kategori:

• kelompok yang dipertimbangkan (consideration set atau evoked set), yaitu kumpulan produka tau merek yang akan dipertimbangkan lebih lanjut

• kelompok yang tidak berbeda (insert set), yaitu kumpulan produk atau mereka yang dipandang tidak berbeda satu sama lain

• kelompok yang ditolak, yaitu kelompok produk atau merek yang tidak dapat diterima.

(11)

Pencarian Eksternal

Adalah proses pencarian informasi

mengenai berbagai produk dan merek,

pembelian maupun konsumsi kepada

lingkungan konsumen. Konsumen akan

bertanya kepada teman, saudara atau

tenaga penjual. Konsumen akan membaca

kemasan, surat kabar, majalah, melihat

dan mendengar iklan.

(12)

TIPE-TIPE PERILAKU KONSUMEN

• Pengambilan keputusan oleh konsumen akan berbeda menurut jenis

keputusan pembelian. Assael, seperti dikutip Kotler (2000), membedakan 4 tipe perilaku pembelian konsumen berdasarkan pada tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan di antara merek, seperti diilustrasikan di bawah ini.

• Berikut penjelasan mengenai tipe-tipe perilaku konsumen, yaitu: •

• Perilaku membeli yang rumit (Complex Buying Behavior)

• Perilaku ini membutuhkan keterlibatan yang tinggi dalam pembelian dengan berusaha menyadari perbedaan-perbedaan yang jelas di antara merek-merek yang ada. Perilaku membeli ini terjadi pada waktu membeli produk yang

mahal, tidak sering dibeli, beresiko dan dapat mencerminkan diri pembelinya, seperti mobil, televisi, pakaian, jam tangan, komputer dan lain-lain.

(13)

• Perilaku membeli untuk mengurangi ketidakcocokan (Dissonance Reducing Buying Behavior)

• Perilaku ini mempunyai keterlibatan yang tinggi dan

konsumen menyadari hanya terdapat sedikit perbedaan di antara berbagai merek. Perilaku membeli ini terjadi untuk pembelian produk yang harganya mahal, tidak sering dibeli, beresiko dan membeli secara relatif cepat karena perbedaan merek tidak terlihat.

• Contohnya yaitu karpet, keramik, pipa PVC dan lain-lain. Pembeli biasanya mempunyai respon terhadap harga atau yang memberikan kenyamanan. Konsumen akan

memperhatikan informasi yang mempengaruhi keputusan pembelian mereka.

(14)

• Perilaku membeli berdasarkan kebiasaan (Habitual Buying Behavior) • Dalam hal ini, konsumen membeli suatu produk berdasarkan

kebiasaan, bukan berdasarkan kesetiaan terhadap merek. Konsumen memilih produk secara berulang bukan karena merek produk, tetapi karena mereka sudah mengenal produk tersebut. Setelah membeli, mereka tidak mengevaluasi kembali mengapa mereka membeli

produk tersebut karena mereka tidak terlibat dengan produk. Perilaku ini biasanya terjadi pada produk seperti gula, garam, air mineral dalam kemasan, deterjen dan lain-lain.

• Pemasar dapat membuat keterlibatan antara produk dan konsumennya, misalnya dengan menciptakan produk yang melibatkan situasi atau emosi personal melalui iklan.

Misalnya dengan memberikan tambahan vitamin pada minuman dan sebagainya.

(15)

• Perilaku Pembeli yang mencari keragaman (Variety Seeking Buying Behavior)

• Perilaku ini memiliki keterlibatan yang rendah, namun masih terdapat perbedaan merek yang jelas. Konsumen berperilaku

dengan tujuan mencari keragaman dan bukan kepuasan. Jadi merek dalam perilaku ini bukan merupakan suatu yang mutlak. Sebagai market leader, pemasar dapat melakukan strategi seperti menjaga agar jangan sampai kehabisan stok atau dengan promosi yang dapat mengingatkan konsumen akan produknya. Soalnya, sekali kehabisan stok, konsumen akan beralih ke merek lain. Apalagi para pesaing sudah menawarkan barang dengan harga yag lebih rendah. Ini jelas harus dicermati dengan baik. Perilaku demikian biasanya terjadi pada produk yang sering dibeli, harga murah dan konsumen sering mencoba merek-merek baru.

(16)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Metrik usabilitas yang diukur lewat tingkat keberhasilan, waktu pengerjaan penugasan, dan kesalahan menunjukkan kinerja aplikasi Google Maps Indoor cukup berhasil dan

Hasil penelitian menunjukkan Independensi, audit tenure, pengalaman auditor, skeptisme profesional auditor berpengaruh positif sedangkan kualitas auditor berpengaruh

Perubahan hormonal pada kehamilan dapat mencetuskan psoriasis pustulosa generalisata (PPG) dan siklosporin efektif serta aman sebagai terapi utama pada PPG dalam

Dalam rangka penelitian skripsi dengan judul Pengaruh Terpaan Tayangan Reportase Investigasi Trans TV terhadap Tingkat Kecemasan Masyarakat Sleman di Yogyakarta (Studi

Dari permasalahan yang telah dipaparkan diatas mendasari penulis untuk melakukan suatu penelitian dengan judul “Pengaruh Produk dan Harga Terhadap Minat Beli Mobil Tipe Sedan

Program aplikasi yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman Delphi dan database MySQL dapat digunakan dengan lebih baik untuk perhitungan maupun untuk mendapatkan data nuklir

Adalah statistik yang menggunakan dan mengolah sumber data dari pelayanan kesehatan di rumah sakit untuk menghasilkan informasi, fakta, dan pengetahuan berkaitan

Pada hakikatnya manusia adalah individu ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki potensi diri yang berbeda satu dengan yang lainnya, sehingga prestasi diri setiap orang