27 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian
Subyek pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III, IV, dan V di SDN Getasan 01 yang desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
SDN Getasan 01 merupakan SD inti yang terakreditasi A di kecamatan tersebut.
SD inti yaitu SD yang menjadi pusat kegiatan di Gugus Gajah Mungkur, sementara SD yang lain sebagai anggota yang disebut SD imbas.
Besar populasi adalah 39 siswa di kelas IV, 33 siawa di kelas IV dan 36 di kelas VI. Jadi terdapat 108 populasi, yang kemudian seluruhnya di jadikan sampel dalam penelitian ini.
Di SDN Getasan 01 proses belajar-mengajarnya berorientasi pada visi dan misi sekolah dan bersumber pada kurikulum yang ditetapkan (KTSP) yang dijabarkan dalam Silabus, Program Semester, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Sebelum pelaksanaan Proses Belajar- Mengajar, guru diwajibkan melakukan persiapan meliputi: menyusun rencana harian, menyusun program evaluasi, mempersiapkan media pembelajaran dan alat peraga yang diperlukan dan menyusun program remidial (perbaikan) dan pengayaan.Latar belakang keadaan serta mata pencaharian orangtua siswa yang ada di SDN Getasan 01 Pegawai Negeri Sipil (PNS),Pegawai Swasta, Buruh,Petani, dan Pedagang.
Adapun alasan penelitian memilih lokasi penelitian di Kecamatan Getasan karena. Lokasi SDN Getasan 01 tidak terlalu jauh dari tempat tinggal peneliti, sehingga dapat menghemat tenaga dan biaya.Adanya dukungan baik dari pihak SD tersebut .Di SD tersebut belum pernah diadakan penelitian yang serupa, sehingga diharapkan penelitian ini menjadi pengalaman yang baru bagi siswa di SDN Getasan 01.
4.2 Hasil Penelitian
Di dalam penelitian ini untuk melihat seberapa besar minat baca yang ada dapat dilihat melalui beberapa indikator. Indikator-indikator yang dimaksud adalah:
7) Banyaknya membaca buku IPS 8) Banyaknya merangkum buku IPS
9) Banyaknya informasi yang diperoleh di perpustakaaan.
10) Banyaknya informasi yang diperoleh di luar perpustakaan.
11) Frekuensi siswa pergi ke perpustakaan.
12) Banyaknya membaca buku yang tersedia di kelas
Dari keenam indikator diatas dibuat angket yang merupakan penjabaran dari indikator-indikator diatas untuk mengetahui skor besarnya minat baca.
Setelah angket data angket terkumpul maka diolah dan dengan bantuan program penghitungan data statistik SPSS for Windows versi 19.0. di dapatkan hasil sebagai berikut:
Hasil Analisis Deskripsi Minat Baca
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Minat Baca 108 30.00 91.00 67.3611 12.76199
Valid N
(listwise) 108
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa skor maksimal angket minat baca adalah 91 sedangkan skor minimal sebesar 30 dengan rata-rata sebesar 67,3611 dan standar deviasi 12,762.
Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi Minat Baca Minat Baca Frekuensi Prosentasi (%)
≥80 30 28%
61-79 56 52%
≤60 22 20%
Jumlah 108 100
Dari tabel di atas, dapat digambarkan bahwa minat baca siswa kelas tinggi pada SDN Getasan 01 berada pada 61-79 yang prosentasenya 56% jadi sebagian besar siswa kelas tinggi SDN Getasan 01 memiliki minat baca sebesar 61-79.
Data hasil belajar didapat dari skor ulangan dan PR yang telah dilakukan siswa dengan rumus:
PR Banyak Ulangan
Banyak
PR Skor Jumlah
Ulangan Skor
Jumlah Belajar
Hasil
_ _
_ _
_ _
Setelah data terkumpul maka diolah dengan bantuaan computer. Data hasil belajar dapat dideskripsikan dengan bantuan program SPSS for Windows Ver. 19.0 dengan hasil sebagai berikut:
Hasil Analisis Deskrisi Hasil Belajar
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Hasil belajar 108 44.00 88.00 65.0926 9.43501
Valid N (listwise) 108
Dari hasil diatas menunjukan bahwa skor maksimal sebesar 88 dan skor minimal sebesar 44 dengan rata-rata sebesar 65,09 dan standar deviasi 9.435.
Hasil belajar siswa dihitung dari nilai hasil belajar siswa berdasarkan data lapangan yang diambil pada setiap kelas. Hasil belajar IPS tersebut kemudian dibandingkan dengan Kriteria Kelulusan Minimal (KKM) mata pelajaran IPS yang sudah dietetapkan yaitu 60. Jika melihat rata-rata yang sebesar 65,09 maka rata-rata nilai ulangan harian kelas tinggi SDN Getasan 01 termasuk baik, karena jika dibandingkan dengan KKM yang sebesar 60 lebih besar rata-rata yang didapat.
4.3 Uji Normalitas
Untuk mengetahui kenormalan distribusi masing-masing variabel dilakukan pengujian normalitas data. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji One Sample- Kolmogorov-Smirnov Test.
Hasil uji normalitas pada pada variabel minat baca dapat dilihat pada hasil berikut ini:
Hasil Uji Normalitas Minat Baca
Untuk Tekhnik One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Minat Baca
N 108
Normal Parametersa,b Mean 67.36
Std. Deviation 12.762
Most Extreme Differences Absolute .063
Positive .057
Negative -.063
Kolmogorov-Smirnov Z .657
Asymp. Sig. (2-tailed) .782
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Dari tabel mendeskripsikan hasil uji normalitas terhadap penyebaran data minat baca dengan teknik One Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Dari tabel tersebut mengatakan bahwa data minat baca yang diambil normal, selain itu nampak bahwa mean: 67,36 dan standar deviasi:.12,762.
Gambar 4.1
Grafik 1. Kurva Distribusi Normal Minat Baca Siswa Kelas Tinggi SDN Getasan 01 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Semester II
Tahun 2011/2012 Hasil Uji Normalitas Hasil Belajar
Untuk Tekhnik One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
]Hasil belajar
N 108
Normal Parametersa,b Mean 65,09
Std. Deviation 9,327
Most Extreme Differences Absolute ,069
Positive ,069
Negative -,043
Kolmogorov-Smirnov Z ,715
Asymp. Sig. (2-tailed) ,687
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Hasil uji normalitas terhadap penyebaran data hasil belajar dengan teknik One Sample Kolmogorov-Smirnov Test menyebutkan bahwa data normal . Dari hasil tersebut nampak bahwa mean: 65,09 dengan standar deviasi: 9,435
:
Gambar 3.2
Grafik 2. Kurva Distribusi Normal Hasil Belajar IPS Siswa Kelas Tinggi SDN Getasan 01 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Semester
II Tahun 2011/2012
4.4 Analisis Korelasi
Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment Pearson. Penghitungan korelasi dalam penelitian ini menggunakan bantuan program penghitungan data statistik SPSS for Windows versi 19.0.
Correlations
X1 X2 X3 X4 X5 X6 Hasil Belajar
X1 Pearson Correlation
1 -.046 .373** .389** .453** .559** .431**
Sig. (1-tailed) .320 .000 .000 .000 .000 .000
N 108 107 108 108 108 108 108
X2 Pearson Correlation
-.046 1 -.175* -.113 -.168* -.123 -.218*
Sig. (1-tailed) .320 .035 .123 .042 .104 .012
N 107 107 107 107 107 107 107
X3 Pearson Correlation
.373** -.175* 1 .557** .531** .574** .381**
Sig. (1-tailed) .000 .035 .000 .000 .000 .000
N 108 107 108 108 108 108 108
X4 Pearson Correlation
.389** -.113 .557** 1 .609** .528** .496**
Sig. (1-tailed) .000 .123 .000 .000 .000 .000
N 108 107 108 108 108 108 108
X5 Pearson Correlation
.453** -.168* .531** .609** 1 .480** .382**
Sig. (1-tailed) .000 .042 .000 .000 .000 .000
N 108 107 108 108 108 108 108
X6 Pearson Correlation
.559** -.123 .574** .528** .480** 1 .434**
Sig. (1-tailed) .000 .104 .000 .000 .000 .000
N 108 107 108 108 108 108 108
Hasil Belajar
Pearson Correlation
.431** -.218* .381** .496** .382** .434** 1 Sig. (1-tailed) .000 .012 .000 .000 .000 .000
N 108 107 108 108 108 108 108
Hasil analisis korelasi pearson antara indikator minat baca (X1: banyaknya membaca buku IPS di ) dan hasil belajar IPS pada siswa SD N Getasan 01 menunjukkan indeks korelasi (rxy) sebesar 0,431. Arah korelasi positif, artinya semakin banyak siswa membaca buku IPS dalam setiap minggu semakin naik hasil belajar IPS yang diperoleh siswa. Indeks korelasi sebesar 0,0431 berada pada kategori antara 0,40-0,599, ini berarti bahwa tingkat hubungan sedang
Hasil analisis korelasi pearson antara indikator minat baca (X2: banyaknya merangkum buku IPS) dan hasil belajar IPS siswa pada SD N Getasan 01 menunjukkan indeks korelasi (rxy) sebesar -0,218. Hasil tersebut menunjukkan bahwa arah korelasi negatif. Artinya semakin banyak merangkum buku IPS , semakin turun hasil belajar IPS yang diperoleh siswa. Indeks korelasi sebesar 0,220 berada pada hubungan rendah.
Hasil analisis korelasi pearson antara indikator minat baca (X3:
Banyaknya mencari informasi yang diperoleh di perpustakaan) dan hasil belajar IPS pada siswa SD N Getasan 01 menunjukkan indeks korelasi (rxy) sebesar 0,381. Hasil tersebut menunjukkan bahwa arah korelasi positif. Artinya semakin banyak mencari informasi yang diperoleh di perpustakaan, semakin naik hasil belajar IPS yang diperoleh siswa. Indeks korelasi sebesar 0,381 berada pada hubungan rendah.
Hasil analisis korelasi pearson antara indikator minat baca (X4:
Banyaknya mencari informasi di luar perpustakaan) dan hasil belajar IPS pada siswa SD N Getasan 01 menunjukkan indeks korelasi (rxy) sebesar 0,496. Hasil tersebut menunjukkan bahwa arah korelasi positif. Artinya semakin banyak mencari informasi di luar perpustakaan, semakin naik hasil belajar IPS yang diperoleh siswa. Indeks korelasi sebesar 0,496 berada pada hubungan sedang.
Hasil analisis korelasi pearson antara indikator minat baca (X5: frekuensi siswa pergi ke perpustakaan)i dan hasil belajar IPS pada siswa SD N Getasan 01 menunjukkan indeks korelasi (rxy) sebesar 0,382. Hasil tersebut menunjukkan bahwa arah korelasi positif. Artinya semakin sering siswa pergi ke perpustakaan, semakin naik hasil belajar IPS yang diperoleh siswa. Indeks korelasi sebesar 0,382 berada pada hubungan sangat rendah.
Hasil analisis korelasi pearson antara indikator minat baca (X6:
Banyaknya membaca buku yang tersedia di kelas) dan hasil belajar IPS pada SD N Getasan 01 menunjukkan indeks korelasi (rxy) sebesar 0,434. Hasil tersebut menunjukkan bahwa arah korelasi positif. Artinya semakin sering siswa membaca yang tersedia di kelas, semakin naik hasil belajar IPS yang diperoleh siswa.
Indeks korelasi sebesar 0,434 berada pada hubungan sedang.
Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara minat baca dan hasil belajar IPS siswa Sekolah Dasar Negeri Getasan 01 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang semester 2 tahun ajaran 2011/2012 daot dilihat pada hasil bibawah ini:
Hasil Analisis Korelasi Pearson antara Indikator Minat Baca dan Hasil Belajar IPS SD N Getasan 01
Correlations
Minat Baca Hasil belajar
Minat Baca Pearson Correlation 1 .563**
Sig. (1-tailed) .000
N 108 108
Hasil belajar Pearson Correlation .563** 1
Sig. (1-tailed) .000
N 108 108
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil pengujian menggunakan teknik product moment di dapatkan indeks korelasi antara minat baca dan hasil belajar sebesar rxy = 0,563 karena berada dalam rentan 0,40-0,599 maka menunjukan terjadi hubungan yang sedang antara minat baca dan hasil belajar.
Sedang arah hubungan adalah positif karena nilai r positif, berarti semakin tinggi minat baca semakin tinggi pula hasil belajar. Dari Df sebesar 106 dengan taraf signifikan 95% didapatkan t-tabel sebesar 0.195, jadi 0.563>0.195 atau rxy>r- tabel. Artinya hipotesis yang berbunyi ada hubungan antara minat baca dan hasil belajar IPS siswa kelas tinggi Sekolah Dasar Negeri Getasan 01 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang semester 2 tahun ajaran 2011/2012 terbukti
4.5 . Pembahasan Hasil Penelitian
Mendasar pada deskripsi distribusi frekuensi minat baca dengan bahwa minat baca siswa kelas tinggi pada SDN Getasan 01 berada pada 61-79 yang prosentasenya 56% jadi sebagian besar siswa kelas tinggi SDN Getasan 01 memiliki minat baca sebesar 61-79.
Mendasarkan pada deskripsi distribusi rata-rata hasil belajar IPS pada siswa SDN Getasan 01 termasuk baik karena dengan rata-rata diatas KKM (60) yaitu 65, 09.
Mendasarkan hasil analisis korelasi pearson pada SDN Negeri 01 antara indikator minat baca dan hasil belajar IPS dihasilkan 1 indikator yang berarah negatif yaitu banyaknya siswa merangkum buku IPS setiap minggu. Maka dapat Selain itu didapat juga 5 indikator berarah korelasi positif banyaknya membaca buku IPS, banyaknya mencari informasi di perpustakaan, banyaknya mencari informasi diluar perpustakaan, frekuensi siswa pergi ke perpustakaan dan banyaknya membaca buku yang tersedia di kelas.
Mendasar hasil pengujian dengan menggunakan product moment antara minat baca dengan hasil belajar siswa di SD Negeri Getasan 01 kecamatan Getasan Kabupaten Semarang pada semester II tahun ajaran 2011/2012 menunjukkan indeks korelasi antara minat baca dengan hasil belajar sebesar 0,563 karena berada dalam rentan 0,40-0,599 maka menunjukan terjadi hubungan yang sedang antara minat baca dan hasil belajar. Arah hubungan adalah positif , berarti semakin tinggi minat baca tinggi pula hasil belajar. Dari Df sebesar 106 dengan taraf signifikan 95% didapatkan t-tabel sebesar 0.195, jadi 0.563>0.195 atau rxy>r- tabel. Artinya hipotesis yang berbunyi ada hubungan antara minat baca dan hasil belajar IPS siswa kelas tinggi Sekolah Dasar Negeri Getasan 01 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang semester 2 tahun ajaran 2011/2012 terbukti.
Mendasarkan hasil analisis korelasi pearson minat baca dan hasil belajar IPS yang diperoleh siswa di SD Negeri Getasan 01 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang dapat disimpulkan bahwa minat baca memiliki hubungan atau korelasi dengan prestasi belajar IPS, walaupun hubungan korelasinya termasuk dalam tingkatan yang sedang. Melalui hasil ini dapat diketahui bahwa
minat baca termasuk faktor yang mempengaruhi dalam menentukan prestasi belajar IPS siswa. Penelitian sejalan dengan penelitian Dewi Sulistyoningsih (2010), bahwa minat baca paling berpengaruh terhadap hasil belajar. Namun tidak sejalan dengan Agus Chu Shesha Aschida 2011 dan Endah Tri Wulandari (2009),bahwa minat baca dan hasil belajar memiliki hubungan yang sedang dan minat baca merupakan factor keberhasilan hasil belajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa minat baca merupakan salah satu faktor penentu hasil belajar dan siswa yang memiliki minat baca yang tinggi berkemunginan memiliki prestasi belajar IPS yang tinggi pula. Untuk itu minat baca perlu ditingkatkan.