• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agribisnis Untuk Pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Agribisnis Untuk Pendidikan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Muhammadiyah Malang

Arsip Berita

agribisnis.umm.ac.id

Agribisnis Untuk Pendidikan

Tanggal: 2011-12-29

Pendidikan adalah hal yg mutlak di Indonesia dewasa ini. Pendidikan di Indonesia adalah suatu proses pembangunan bangsa, oleh karena Indonesia adalah termasuk Negara berkembang. Pendidikan juga metupakan inti utama untuk menunjang pengembangan sumber daya manusia yang perannya sangat penting untuk pembangunan suatu bangsa. Pendidikan agribisnis adalah pendidikan yang berperan penting di Indonesia. Ini karena Indonesia meruapakan Negara agraris yang didominasi oleh tanah-tanah yang subur.

Pendidikan agribisnis pun di Indonesia telah mengalami konsep yang terus berkembang. Pada mulanya merupakan kegiatan pembelajaran on farm saja, seperti bercocok tanam, cara memanen, dll. Namun belakangan karena perkembangan penduduk, kemajuan transportasi, berkembangnya telekomunikasi, meluasnya urbanisasi, dan terbukanya pasar, pendidikan agribisnis mengembangkan ranah pendidikannya. Seperti berhubungan dengan pasar, bertambah banyaklah kontak pertanian itu dengan transportasi, pengolahan, pembiayaan, dan transaksi pasar. Begitulah secara singkat adalah keterkaitan antara usaha tani dengan sector di luar pertanian.

Sistem agribisnis bisa dilihat dalam beberapa tingkatan. Agribisnis dalam satu perusahaan maka yang diperlukan manajemen dari satu perusahaan. Tapi agribisnis bisa merupakan gabungan dari beberapa perusahaan yang kita sebut industry. Misalnya, agroindustri perkebunan, tergabung di dalamnya agroindustri subsektor kelapa sawit, karet, dan lainnya. Bahkan agribisnis bisa dikelola dalam intersektoral.

Pendidikannya juga begitu. Dalam pendidikan agribisnis, awalnya hanya ada pendidikan pertanian yang merefleksikan kata pertanian itu sendiri. Di situ hanya ada on farm. Keahlian yang dibutuhkan pun hanya tentang agronomi, tanah, hama penyakit, dan klimatologi.

Dari sejarah terlihat juga yang dupelajari dulu hanya farm management (usaha tani). Belakangan setelah disadari bahwa pertanian merupakan bisnis masuklah ilmu ekonomi dan ilmu-ilmu sosial yang lain.

Pengelolaan usaha tani ini tidak ada bedanya dengan pengelolaan sebuah perusahaan. Dalam sebuah perusahaan, baik itu usaha tani atau industri, membutuhkan pemimpin, manajer, profesional, teknisi, karyawan, dan pendidik atau penyuluh. Pendidikan agribisnis harus dapat menyediakan tenaga kerja mulai dari tingkat terbawah hingga teratas untuk mengisi posisi-posisi tadi, mulai dari strata non gelar, S1, S2, dan S3.

Jadi, jika ingin mengembangkan sistem pendidikan agribisnis harus tahu tingkatan yang mau disiapkan. Apakah yang mau mengelola satu perusahaan, industri, sektor, atau intersektor. Dan pendidikan itu semua sebenarnya telah dimiliki oleh pendidikan sistem agribisnis di Indonesia. Mulai dari tingkatan sekolah menengah atas, S0 (strata nongelar), S1, S2, dan S3. Rtn

(2)

Universitas Muhammadiyah Malang

Arsip Berita

agribisnis.umm.ac.id

Referensi

Dokumen terkait

Relevansi Kurikulum Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri FPTK UPI dengan Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan SMK Negeri 4

Tetapi dalam konteks agribisnis kita melihat lebih dari itu tidak hanya konsewasi sumberdaya alam saja tetapi sampai pada sistemnya yang dapat mendukung tercapainya

Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Petani muda pelaku agribisnis umumnya berpendidikan lebih tinggi, dan berpengalaman tidak hanya di bidang pertanian tapi juga bidang

Oleh karena itu, kehadiran pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pertanian untuk memfasilitasi dan membentuk pola kemitraan agribisnis sayuran

Agribisnis: Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian 221 menerima 17 persen PDRB Jawa Barat, Sementara itu, wilayah Jawa Barat bagian Utara dan Tengah yang menampung

Sedangkan pendidikan itu sendiri tidak hanya dapat dilakukan di lingkungan keluarga saja, melainkan di tiga lingkungan pendidikan yaitu; lingkungan pendidikan keluarga

Pembangunan pertanian haruslah dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh (holistik) dari sisi perundangan, pendidikan masyarakat, usaha tani dan agribisnis dalam arti luas

Teori Agribisnis Suatu kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan hasil dan pemasaran yang ada hubungannya dengan