Analisis Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca pada Karangan Narasi Mahasiswa Thailand.

11  Download (0)

Full text

(1)

Analisis Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca pada Karangan Narasi Mahasiswa Thailand.

Nurasikeen Chewae, NIM 1310221009

(Afiliasi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Muhammadiyah Jember ABSTRAK

Pengajaran keterampilan menulis khususnya menulis karangan narasi lebih mengarah kepada membuat tulisan yang baik dan benar. Pengetahuan pertama menyangkut tentang isi karangan, dan yang kedua tentang penggunaan huruf kapital dan tanda baca.

Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada karangan narasi mahasiswa Thailand semester 2Universitas Muhammadiyah Jember tahun pelajaran 2016/2017. Tujuannya untuk mendeskripsikan penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada karangan narasi mahasiswa Thailand Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumen.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca dalam karangan narasi mahasiswa Thailand semester Universitas Muhammadiyah Jember adalah Mahasiswa Thailand semester II tidak tepat dalam menggunakan huruf kapital dan tanda baca sesuai aturan dalam PUEBI.

Kata Kunci: Huruf Kapital, Tanda Baca, dan Karangan Narasi

ABSTRACT

Teaching writing skills especially writing narrative essays is more directed to make the writing good and true. The first knowledge is concerning the contents of the essay, and the second is concerning with the capital letters and punctuation mark.

The problem is appeared in the research is about how to use capital letters and punctuation mark in narrative text of Thailand students semester 2 at Muhammadiyah University Jember in the 2016/2017 academic year. The purpose of this research is to describe the capital letters and punctuation mark in narrative text of Thailand students.

The design of this research is qualitative. The techniques of collecting data use are document technique.

Based on the result of the research which has been done can be concluded that cause of the capital letters and punctuation mark happened in narrative text of Thailand students at Muhammadiyah University Jember especially Thailand students in semester 2 could not be used the capital letters and punctuation mark suitably in PUEBI.

Keywords: Capital Letters, Punctuation, and Narrative

1. PENDAHULUAN

Bahasa adalah sistem lambang bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan

mengidentifikasikan diri (Chaer,2006:1). Bahasa merupakan sarana komunikasi yang dimiliki oleh manusia.

(2)

Bahasa Indonesia adalah salah satu mata pelajaran yang harus diajarkan di semua jenjang pendidikan. Tujuan diajarkan bahasa Indonesia yaitu untuk pengembangkan pengetahuan keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap Bahasa Indonesia.

Di Universitas Muhammadi- yah Jember khususnya mahasiswa asing dari negara Thailand, pentingnya pada berkomunikasi karena salah satu bahasa Indonesia menjadi Mata pelajaran. Dalam mempelajari bahasa Indonesia, mahasiswa asing dari negara Thailand masih banyak kekurangan dan kelemahan. Kekurangan tersebut dalam hal membaca dan menulis kaidah-kaidah Bahasa Indonesia yang benar dan baik.

Mahasiswa semester 2 ini kurang memahami dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui

kemampuan- kemampuan

mahasiswa semester 2 dalam pembelajaran penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Hal ini tampak pada kesalahan-kesalahan berbahasa Indonesia yang masih banyak ditemukan pada karangan yang dibuat oleh mahasiswa asing dari negara Thailand yang sedang kuliah di Universitas Muhammadiyah Jember. Misalnya, kemampuan menulis atau menggunakan huruf kapital dan tanda baca itu masih kurang benar dan baik.

Karangan atau tulisan dapat dibatasi sebagai rangkaian kalimat yang logis, Padu, sistematis, yang berisi pengalaman, pikiran atau

perlukisan tentang objek suatu peristiwa atau masalah. Struktur bahasa dalam karangan harus jelas dan tepat agar ide yang disampaikan dapat terima secara jelas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan hubungan antarkata dalam kalimat dan atarkalimat dalam paragraf.

Menurut Keraf (1991:136) karangan narasi adalah sebagian bentuk bahasa, merupakan jagad realita didalamnya terjadi pristiwa dan prilaku yang dialami dan perbuat pelaku (tokoh).

Hasil observasi peneliti terhadap mahasiswa Thailand semester 2 di Universitas Muhammadiyah Jember Tahun pelajaran 2016/2017 dalam menulis karangan narasi, mahasiswa masih banyak melakukan kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Jadi perlu dilakukan penilaian untuk mengetahui kesalahan yang dibuat oleh Mahasiswa asing dari Negara Thailand.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti perlu melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimanakah penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada karangan narasi mahasiswa Thailand Semester 2 Universitas Muhammadiyah Jember tahun pelajaran 2016/2017?. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan tentang “Analisis penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada karangan narasi mahasiswa Thailand Semester 2 Universitas Muhammadiyah Jember tahun pelajaran 2016/2017.

(3)

2. METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Universitas Muhammadiyah Jember, Jalan Karimata No 49, Kecamatan Sumbersari, Jember.

Data yang digunakan dalam penelitian ini, peneliti menganalisis penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang ada di dalam dokumen pribadi, berbentuk karangan narasi yang ditulis oleh mahasiswa Thailand semester 2 Universitas Muhammadiyah Jember. Sumber data adalah mahasiswa Thailand semester 2 yang terdiri dari delapan orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumen, yaitu pengambilan data berbentuk tulisan yang berupa karangan narasi yang ditulis oleh mahasiswa Thailand semester 2 di Universitas Muhammadiyah Jember tahun pelajaran 2016/2017. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa tabel.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan paparan data, peneliti menemukan beberapa kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca dalam karangan narasi mahasiswa Thailand semester 2 Universitas Muhammadiyah Jember tahun pelajaran 2016/2017. Dalam menyusun kalimat harus memperhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda baca, karena penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang tidak tepat akan mengakibatkan kalimat tersebut tidak efektif dan tidak sesuai dengan

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

3.1 Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital

Berikut peneliti menemukan kesalahan-kesalahan penggunaan huruf kapital yang tidak sesuai dalam karangan narasi yang dibuat oleh mahasiswa Thailand semester2.

Berdasarkan hasil penelitian, data kesalahan penggunaan huruf kapital terdapat 22 data kesalahan penggunaan huruf kapital dalam karangan narasi yang dibuat oleh mahasiswa Thailand. Mahasiswa Thailand tidak tepat dalam menggunakan huruf kapital untuk delapan aturan, yaitu: (1) huruf kecil di awal kalimat, Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan huruf kecil di awal kalimat. Misal, cara membeli tiket pesawat. karena aku dan teman- temanku mau pulang ke Thailand.

Huruf yang dicetak tebal pada data kesalahannya adalah kurang tepat menggunakan huruf kapital. Hal tersebut karena menggunakan huruf kecil. Pemakaian huruf yang benar data di atas adalah menggunakan huruf kapital. Karena huruf pertama pada kata awal dalam kalimat harus menggunakan huruf kapital.

Penulisan yang benar sebagai berikut. Cara membeli tiket pesawat.

Karena aku dan teman-temanku mau pulang ke Thailand. (2) huruf kecil pada nama tempat, Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan huruf kecil pada nama tempat. Misalnya, Setelah itu kami dan teman-teman berangkat ke roxy untuk membeli oleh-oleh.Huruf yang dicetak tebal pada data di atas kurang tepat

(4)

pemakaiannya. Hal tersebut karena menggunakan huruf kecil.

Pemakaian huruf yang benar diatas itu, adalah menggunakan huruf kapital, karena menunjukan jenis nama tempat. Penulisan yang benar sebagai berikut. Setelah itu kami dan teman-teman berangkat ke Roxy untuk membeli oleh-oleh. (3) huruf kecil pada penunjuk hubungan kekerabatan. Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Kami bersenang-senang hati dan berbahagia karena pulang bisa jumpa sama Ibu, Bapak, adik dan keluarga yang lain. Huruf yang dicetak tebal pada data di atas kurang tepat pemakaiannya. Hal tersebut karena menggunakan huruf kecil. Pemakaian huruf yang benar diatas itu, adalah menggunakan huruf kapital, karena menunjukan penujunjuk hubungan kekerabatan, seperti Bapak, Ibu, Adik dan Paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan. Penulisan yang benar sebagai berikut. Kami bersenang- senang hati dan berbahagia karena pulang bisa jumpa sama Ibu, Bapak, Adik dan keluarga yang lain.(4) huruf kapital pada pertengahan kalimat yang tidak menunjuk nama tuhan, nama orang, nama tempat dan sebagainya. Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Saat itu kami dan teman-teman dipriksa Oleh imigrasi karena visa sudah habis. Huruf yang dicetak tebal di atas kurang tepat pemakaiannya. Hal tersebut karena menggunakan huruf kecil.

Pemakaian huruf yang benar diatas

itu, adalah menggunakan huruf kecil, karena bukan nama orang, nama Tuhan dan sebagainya. Penulisan yang benar sebagai berikut. Saat itu kami dan teman-teman dipriksa oleh imigrasi karena visa sudah habis.(5) huruf kecil pada nama negara, Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Jadi kami tinggal di indonesia dengan salah undang-undang indonesia. Huruf yang dicetak tebal pada data di atas kurang tepat pemakaiannya. Hal tersebut karena menggunakan huruf kecil.

Pemakaian huruf yang benar diatas itu, adalah menggunakan huruf kapital, karena menunjukan nama negara. Penulisan yang benar sebagai berikut. Jadi kami tinggal di indonesia dengan salah undang- undang Indonesia.(6) huruf kecil pada nama lembaga. Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Setelah imigrasi periksa dan dia bertanya kenapa kamu sampai habis visa tidak ngurusin? Huruf yang cetak tebal pada data di atas kurang tepat pemakaiannya. Hal tersebut karena menggunakan huruf kecil.

Pemakaian huruf yang benar diatas itu, adalah menggunakan huruf kapital, karena menunjukan nama lembaga. Penulisan yang benar sebagai berikut.Setelah Imigrasi periksa dan dia bertanya kenapa kamu sampai habis visa tidak ngurusin? (7) huruf kecil pada nama tuhan dan pengantinya. Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Akhirnya, saya sangat bangga dan berterimakasih kepada Allah Swt karena rahmatnya hidayahnya Allah

(5)

Swt memberi keluarga saya yang bahagia.

Huruf yang dicetak tebal pada data di atas kurang tepat pemakaiannya.

Hal tersebut karena menggunakan huruf kecil. Pemakaian huruf yang benar diatas itu, adalah menggunakan huruf kapital, karena menunjuk nama nama Tuhan dan kata ganti untuk Tuhan. Penulisan

yang benar sebagai

berikut.Akhirnya, saya sangat bangga dan berterimakasih kepada Allah Swt karena rahmat-Nya hidayah-Nya Allah Swt memberi keluarga saya yang bahagia. (8) huruf kecil pada nama Bahasa.

Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, oleh karena saya pakai bahasa Melayu dalam percakapan seharian.

Tetapi dalam mengajar di sekolah ini saya pakai bahasa thai untuk mengajar siswa-siswi.Huruf yang dicetak tebal pada data di atas kurang tepat pemakaiannya. Hal tersebut karena menggunakan huruf kecil. Pemakaian huruf yang benar diatas itu, adalah menggunakan huruf kapital, karena menunjuk nama bahasa. Penulisan yang benar

sebagai berikut.oleh karena saya pakai bahasa Melayu dalam percakapan seharian.Tetapi dalam mengajar di sekolah ini saya pakai bahasa Thai untuk mengajar siswa- siswi.

3.2 Kesalahan Penggunaan Tanda Baca

Kesalahan penggunaan tanda baca merupakan kesalahan yang sering kita lakukan dalam menulis sebuah kalimat. Bukan hanya siswa saja yang mengalami seperti itu, bahkan bahasiswapun banyak melakukan kesalahan dalam menggunakan tanda baca dengan benar. Penulisan kalimat bisa dikatakan efektif jika cara menempatkan tanda baca sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonsia (PUEBI). Kesalahn penggunaan tanda baca yang ditemukan dalam karangan narasi mahasiswa Thailand semester 2 di Universitas Mhammadiyah Jember tahun pelajaran 2016/2017 meliputi kesalahan penggunaan tanda titik, tanda petik, tanda hubung, dan tanda koma.

3.2.1 Data Kesalahan Penggunaan Tanda Titik (.)

Data penggunaan tanda titik yang salah dalam karangan narasi mahasiswa Thailand semester 2 ini, dikelompokan menjadi dua yaitu, (1) Salah menggunakan Tanda Titik pada Kata SWT. Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Alangkah dunia ini yang Allah S.w.t yang diciptakan selalu memberi rizki baik kepada hambanya. Kesalahan yang dicetak tebal pada data di atas

adalah kesalahan penggunaan tanda titik dikata S.w.t. yang singkatan dari Subbahanahuwataala. Sebenarnya kata singkatan ini tidak menggunakan tanda titik. Penulisan yang benar adalah sebagai berikut.

Alangkah dunia ini yang Allah SWT yang diciptakan selalu memberi rizki baik kepada hambanya. (2) Tanda titik di Akhir Kalimat. Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Tetapi adanya berkuat dalam ujian Allah karena dipikirkan ini sebagai rahmat

(6)

yang Allah memberi sebagai penangkatkan pringkat dalam masa hidup. Kesalahan yang terdapat pada data di atas adalah kesalahan pada akhir kalimat yang tidak diberi tanda titik (.). Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanaan atau kata seruan.

Oleh karena itu, diakhir kalimat pada data diatas harus diberi tanda titik (.) . Penulisan yang benar adalah sebagai berikut.Tetapi adanya berkuat dalam ujian Allah karena dipikirkan ini sebagai rahmat yang Allah memberi sebagai penangkatkan pringkat dalam masa

hidup.

3.2.2 Data Kesalahan Penggunaan Tanda Petik(“……”)

Data penggunaan tanda petik yang salah dalam karangan narasi mahasiswa Thailand semester 2 ini, dikelompokan menjadi dua yaitu, (1) Menggunakan Tanda Petik untuk Mengapit petikan langsung Pembicaraan. Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Setelah Imigrasi periksa dan dia bertanya kenapa kamu sampai habis visa tidakngurusin? Kesalahan yang terjadi pada kalimat diatas adalah dikalimat kenapa kamu sampai habis visa tidak ngurusin?

seharusnya menggunakan tanda petik. karena kalimat diatas itu menunjukan pembicaraan. Kalimat diatas bisa dikatakan benar jika menggunakan tanda petik dikalimat

“kenapa kamu sampai habis visa tidak ngurusin?”ini. Penulisan yang benar adalah sebagai berikut.Setelah Imigrasi periksa dan dia bertanya

“Kenapa kamu sampai habis visa tidak ngurusin?” (2) Salah

Menggunakan Tanda Petik yang bukan Petikan langsung.

Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Saya menjadi guru terbiyah di sekolah “Vuttisat Vittayanuson”

dipropinsi Krabi. Kesalahan yang terjadi pada kalimat diatas adalah di

kata “Vuttisat

Vittayanuson”seharusnya tidak menggunakan tanda petik. karena kalimat diatas itu menunjuk nama sekolah. Tanda petik bisa dipakai hanya untuk mengaapit petikan langsung yang berasalah dari pembicaraan, naskah, mengapit nama filem, sinetron,artikel, dan istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Kalimat diatas bisa dikatakan benar jika tidak menggunakan tanda petik dikalimat Vuttisat Vittayanuson ini. Penulisan yang benar adalah sebagai berikut.

Saya menjadi guru terbiyah di sekolah Vuttisat Vittayanuson dipropinsi Krabi.

3.2.3 Data Kesalahan Penggunaan Tanda Hubung(-)

Data penggunaan tanda petik yang salah dalam karangan narasi mahasiswa Thailand semester 2 ini, dikelompokan menjadi empat yaitu, (1) Tanda Hubung di bagian Kata yang dipanggal oleh Peganti Baris.

Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Di tengah jalan banyak berjualan macam-macam ber

jualan dan orang itu sangan baik.

Kalimat kesalahan pada data di atas itu, masih kurang tepat, karena tidak menggunakan tanda hubung untuk

(7)

menandai bagian kata yang terpenggal oleh pegantian baris.

Seharusnya menggunakan tanda hubung dikalimat yang terpenggal oleh karena peganti baris. Penulisan yang benar adalah sebagai berikut.

Di tengah jalan banyak berjualan macam-macam ber-

jualan dan orang itu sangan baik. (2) Tanda Tubung dipakai untuk Menyambung Unsur Kata Ulang.

Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Ibu saya sentiasa menasihat kepada saya, saya belajar bersungguh2 supaya dapat berjaya dalam kehidupan. Kesalahan pada kalimat yang terdapat pada data di atas masih kurang tepat, kerena pada kata yang bercetak tebal tidak menggunakan tanda hubung untuk menyambungkan unsur kata ulang.

Adapun tanda hubung digunakan untuk menyambungkan unsur kata ulang. Penulisan yang benar pada data tersebut sebagai berikut. Ibu saya sentiasa menasihat kepada saya, saya belajar bersungguh- sungguh supaya dapat berjaya dalam kehidupan.(3) Tanda Hubung dipakai untuk Merankai Kata dengan Kata Ganti Tuhan. Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Akhirnya, saya sangat bangga dan berterimakasih kepada Allah Swt karena rahmatnya hidayahnya Allah Swt memberi keluarga saya yang bahagia.

Kesalahan pada kalimat yang terdapat pada data di atas masih kurang tepat, kerena pada kata yang bercetak tebal tidak menggunakan tanda hubung untuk memisahkan

akhiran yang dimulai huruf kapital.

Adapun tanda hubung digunakan untuk merangkaikan awalan dengan kata dasar yang dimulai dengan huruf kapital atau kata dasar dengan akhiran yang dimulai dengan huruf kapital. Penulisan yang benar pada data tersebut sebagai berikut.

Akhirnya, saya sangat bangga dan berterimakasih kepada Allah Swt karena rahmat-Nya, hidayah-Nya Allah Swt memberi keluarga saya yang bahagia.(4) Tanda Hubung pada Kata Dibantu-Ditolak.

Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Di abaikan dibantu- ditolak namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian sama dia. Kesalahan yang terjadi pada data di atas adalah kesalahan pada kata dibantu- ditolak yang tidak yang tidak sesuai dengan kaidah penggunaan tanda hubung.

Seharusnya kata dibantu-ditolak itu tidak menggunakan tanda hubung.

Penulisan yang benar adalah sebagai berikut. Diabaikan dibantu, ditolak namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian sama dia.

3.2.4 Data Kesalahan Penggunaan Tanda Koma (,)

Data penggunaan tanda petik yang salah dalam karangan narasi mahasiswa Thailand semester 2 ini, dikelompokan menjadi lima yaitu, (1) Tanda Koma dipakai untuk Penghubung Antar kalimat.

Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Setelah itu kami dan teman-teman berangkat ke Roxy unruk membeli oleh-oleh. Kesalahan yang terjadi

(8)

pada data di atas adalah setelah kata itu tidak diberikan tanda koma, karena tanda koma dipakai untuk penghubung antar kalimat. Kalimat yang benar adalah berikut. Setelah itu, kami dan teman-teman berangkat ke Roxy unruk membeli oleh-oleh.(2)Tanda Koma dipakai di antara Unsur-unsur dalam Suatu

Pemerincian atau

Pembilangan.Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Kami sangat senang hati dan kami bahagia, Karena pulang bisa jumpa dengan Ibu, Ayah Adik dan keluarga yang lain. Kesalahan yang terjadi pada data di atas adalah kesalahan setelah kata Ibu, Bapak, Adik, dan keluarga tidak diberikan tanda koma, karena tanda koma dipakai untu memisahkan di antara unsur- unsur dalam suatu pemerincian.

Kalimat tersebut bisa dikata benar jika menggunakan tanda koma di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian itu. Kalimat yang benar adalah sebagai berikut. Kami sangat senang hati dan kami bahagia karena pulang bisa jumpa dengan Ibu, Ayah, Adik, dan keluarga yang lain.(3) Tanda Koma di Tengah- tengah Kalimat yang bukan Unsur- unsur suatu Pemerincian atau Pembilangan, bukan Penghubung Antarkalimat dan Sebagainya.

Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Di tengah jalan banyak berjualan macam-macam berjualan, dan orang itu sangan baik. Kesalahan yang terjadi pada data di atas adalah menggunakan tanda koma kurang tepat, karena setelah kata berjualan itu penulis menggunakan tanda

koma seharusnya tidak menggunakan tanda koma di setelah kata tersebut. Kalimat yang benar sebagai berikut. Di tengah jalan banyak berjualan macam-macam berjualan dan orang itu sangan baik.(4) Tanda Koma dipakai untuk Memisahkan Anak Kalimat yang mendahului Induk Kalimatnya.

Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Setiap sekolah itu ada yang dua atau tiga orang yang pergi menjadi guru terbiyah bagi satu sekolah.

Kesalahan yang terjadi pada data di atas adalah kesalahan setelah kata itu tidak menggunakan tanda koma seharusnya menggunakan tanda koma, kerena tanda koma menggunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat.

Anak kalimat adalah Setiap sekolah itu, sedangkan induk kalimat adalah ada yang dua atau tiga orang yang pergi menjadi guru terbiyah bagi satu sekolah. Perbaikan dari kalimat sebagai berikut. Setiap sekolah itu, ada yang dua atau tiga orang yang pergi menjadi guru terbiyah bagi satu sekolah.(5) Tanda Koma dipakai untuk Memisahkan Petikan Langsung. Berdasarkan data yang diperolehkan peneliti mencontohkan. Misalnya, Ibu selalu mengajarkan bahwa “Aku harus kuat dan sabar” Kesalahan yang terjadi pada data di atas adalah kesalahan tidak dipakai tanda koma untuk memisahkan petikan langsung.Kalimat tersebut bisa dikata benar jika menggunakan tanda koma untuk memisahkan petikan langsung. Kalimat yang benar adalah sebagai berikut. Ibu

(9)

selalu mengajarkan bahwa, “Aku harus kuat dan sabar”.

4. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan data yang diperoleh penelitian, peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut.

Mahasiswa Thailand semester II tidak tepat dalam menggunakan huruf kapital untuk delapan aturan dalam PUEBI, yaitu: (1) huruf kecil di awal kalimat, : (1) huruf kecil di awal kalimat, (2) huruf kecil pada nama tempat, (3) huruf kapital pada pertengahan kalimat yang tidak menunjuk nama tuhan, nama orang, nama tempat dan sebagainya, (4) huruf kecil pada nama negara, (5) huruf kecil pada nama tuhan dan pengantinya, (6) huruf kecil pada nama lembaga, (7) huruf kecil pada nama Bahasa, dan (8) huruf kecil pada penunjuk hubungan kekerabatan. Sedangkan pada penggunaan tanda baca, mahasiswa Thailand semester II tidak tepat dalam menggunakan tanda baca titik, tanda hubung, tanda petik, dan tanda koma.

Berdasarkan hasil penelitian ini.

Saran yang dapat diberikan sebagai berikut Bagi dosen Pembina mata kuliah bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai pertimbangan dalam meningkatkan teknik menyusun karangan narasi dan keterampilan untuk menulis lainnya, khususnya dalam penulisan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Bagi mahasiswa asing, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memperbaiki kesalahan yang telah dibuat dalam menyusun karangan narasi sehingga dalam penulisan

penggunaan huruf kapital dan tanda baca tidak akan terulang.

Bagi peneliliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam mengkaji karangan narasi dari berbagai segi kajian. Misalnya peneliti kata hubung antarkalimat dan kalimat efektif.

5.REFERENSI

Ardana, Luki. 2016. Contoh

Karangan Deskripsi, Narasi, Eksposisi, Argumentasi dan Persuasi, (online),

(http://eduilmu.blogspot.co.i d/2013/02/contoh-karangan- deskripsi-narasi.html, akses 30 April 2017).

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia.

Jakarta. Rineka cipta.

Dalman, 2015. Keterampilan Menulis. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Keraf, Gorys. 1991. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Moleong. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Murtuani, Anjur, Fita, Nur Arifah, Lia Noviastuti. 2015. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia PUEBI. Yogyakarta.

(10)

Arsaka Pinang Merah Residence.

Permendikbud Nomer 50 Tahun 2015. Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta:

Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Ripublik

Indonesia.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pedekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tim Penulis Bahasa Indonesia UNEJ.

2007. Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa.

Yogyakarta: Andi.

Widjono. 2012. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di

Perguruan Tinggi. Jakarta : PT Grasindo, anggota Ikapi.

(11)

Figure

Updating...

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in