1 Abstrak — Era perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini semakin mempermudah dalam mengakses informasi secara cepat. Salah satunya layanan informasi dengan VoIP yang memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi secara cepat, dapat diakses dari mana saja dan kapan saja.
Pada tugas akhir ini akan dirancang suatu sistem layanan reminder pembayaran kredit pada bank dengan menggunakan aplikasi IVR (Interactive Voice Response) pada VoIP. Pembuatan reminder sistem informasi pembayaran kredit merupakan salah satu alternatif bagi perusahaan jasa yang bergerak di bidang perbankan untuk mempertahankan nasabah dengan meningkatkan sistem pelayanannya. Sistem ini memberi kemudahan kepada pihak bank untuk mengetahui nasabah mereka yang telah membayar dan belum membayar tanggungan kredit. Dengan memanfaatkan teknologi VoIP (Voice over IP), layanan reminder pembayaran kredit pada bank yang berisi tentang informasi tagihan dan tanggal jatuh tempo pembayaran kredit, sehingga memberikan kemudahan bagi nasabah dalam memperoleh informasi perbankan secara cepat.
Dari hasil percobanan di dapat nilai delay sebesar 20.2–21.9 ms. Nilai jitter yang diperoleh selama percobaan sebesar 0.9–1.5 ms da nilai paket yang hilang selama pegiriman data yaitu 1.2%.
Kata Kunci : VoIP, IVR, Asterisk
I. PENDAHULUAN
Saat ini perkembangan teknologi informasi dan jaringan computer yang berkembang semakin pesat membuat pola kehidupan masyarakat berubah. Kita sering kali menghadapi berbagai customer yg sulit membayarkan tagihan mereka dan kita semua tahu betapa sulitnya menghadapi customer seperti ini.
Hal seperti ini sebenarnya bisa diatasi apabila kita mengetahui penyebab-penyebab customer tidak membayarkan kreditnya. Pertama adalah Busy Hectic, hal ini sudah menjadi alasan utama penyebab customer belum melakukan pembayaran, apalagi customer di kota-kota besar, ditengah kesibukan dan aktivitas customer yang cukup padat sehingga menyebabkan customer jadi lupa melakukan pembayaran tagihan. Kedua adalah Payment Process, hal ini juga terjadi kepada customer yang baru memulai kredit atau belum
terbiasa dalam membayar kredit, bisa jadi customer tersebut tidak tahu caranya melakukan pembayaran atau tidak mempunyai akses terhadap informasi cara melakukan pembayaran. Ketiga adalah Habitual Effect, seringkali tipe habitual ini dialami bagi profesi sebagai karyawan yang tanggal jatuh temponya tidak sama dengan tanggal payroll nya sehingga customer mengalami ketertunggakkan dalam melakukan pembayaran angsurannya setiap bulannya [1].
Oleh karena itu perlu dibuat suatu sistem layanan reminder untuk tagihan kredit pada bank sehingga dapat mempermudah nasabah untuk mengetahui jadwal pembayaran setiap bulannya sebelum tanggal jatuh tempo. Dalam tugas akhir ini akan dibuat reminder kredit perbankan berbasis IVR pada VoIP server, dimana informasi yang diterima oleh nasabah adalah informasi mengenai pemberitahuan tagihan dan tanggal jatuh tempo pembayaran kredit untuk dapat menikamati layanan ini caranya cuku mudah yaitu nasbah hanya perlu mendaftarkan nomor telepon yang dapat dihubungi pada saat mengajukan kredit di bank.
II. DASAR TEORI A. Voice Over Internet Protokol (VoIP)
Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu melewatkan track suara, video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan IP. Jaringan IP sendiri adalah merupakan jaringan komunikasi data yang berbasis packet- switch, jadi dalam bertelepon menggunakan jaringan IP atau Internet. Dengan bertelepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP bersifat global. Sehingga untuk hubungan Internasional dapat ditekan hingga 70%.
Selain itu, biaya maintenance dapat di tekan karena voice dan data network terpisah, sehingga IP Phone dapat ditambah, dipindah dan diubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di sembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon tradisional yang harus mempunyai port tersendiri di Sentral atau PBX. Perkembangan teknologi internet yang sangat pesat mendorong ke arah konvergensi
Rancang Bangun Reminder Kredit Perbankan Berbasis IVR pada VoIP Server
Noor Maulida Masitha, Dr.Ir. Achmad Affandi, DEA1, Ir. Djoko Suprajitno Rahardjo, MT2 Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia
Jurusan Teknik Elektro-Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Indonesia
2 dengan teknologi komunikasi lainnya. Standarisasi protokol komunikasi pada teknologi VoIP seperti SIP telah memungkinkan komunikasi terintegrasi dengan jaringan komunikasi lainnya seperti PSTN [2].
B. Asterisk
Asterisk, yang merupakan salah satu sistem server PBX open source, saat ini juga mendukung jangkauan yang luas dari protokol VOIP mencakup SIP, MGCP dan H.323. Asterisk dapat beroperasi dengan kebanyakan telepon SIP, seolah-olah sebagai gateway antara IP telepon dan PSTN.
Developer Asterisk juga telah mendesain protokol baru, yaitu Inter-Asterisk eXchange, untuk melakukan efisiensi panggilan trunking antara banyak Asterisk PBX. Beberapa telepon memberi dukungan terhadap protokol IAX, yaitu protokol yang secara langsung berkomunikasi dengan server Asterisk.
Gambar 2.1 Arsitektur Asterisk [3]
C. Asterisk Gateway Interface (AGI)
Asteriks Gateway Interface adalah interface yang digunakan untuk menambahkan kemampuan pada Asterisk dengan menggunakan beberapa bahasa pemrograman yang mampu dipahami oleh asterisk. Misalnya Perl, PHP, C, Pascal, Bourne Shell, phyton. Dengan menggunakan AGI pengguna asterisk dapat menambahkan aplikasi- aplikasi kedalam asterisk tanpa harus merubah inti dari asterisk itu sendiri. AGI terdiri dari 4 macam, yaitu AGI, EAGI, FastAGI dan DeadAGI yang pemakaiannya tergantung pada keperluan. Tapi intinya sama, yaitu sebagai interface komunikasi antara aplikasi. PHPAGI adalah salah satu kelas dari PHP untuk Asterisk Gateway Interface (AGI).
PHP-AGI termasuk class untuk menulis script php berdasarkan pada standart interface AGI dengan berdasarkan pada perform dari fungsi Asterisk manager.
Gambar 2.2 Aliran Informasi AGI [5]
D. Interactive Voice Response (IVR)
IVR adalah sistem pemrosesan suara yang menandai pemanggil sebagai informasi bagi kunci pencarian pada database. Hasil dari pencarian tersebut selanjutnya akan dikembalikan lagi kepada pemanggil. Atau lebih sederhananya, IVR merupakan sistem pemrosesan suara yang mempresentasikan response suara ke pemanggil berdasarkan data yang disimpan dalam database.
IVR men-database-kan suara.
Gambar 2.3 Sistem IVR [6]
E. MySQL
MySQL adalah suatu pemrograman/sistem manajemen database (kumpulan data yang terstruktur) yang menggunakan basis bahasa SQL (Structured Query Language). SQL merupakan bahasa query yang terstandardisasi secara international untuk mengakses database relasional.
MySQL merupakan sistem manajemen database yang dapat diandalkan dan penggunaannya mudah untuk dipahami. MySQL didesain untuk menangani database yang besar dengan cepat, memiliki tingkat keamanan dan konektifitas yang tinggi.
III. METODOLOGI
Pada tugas akhir ini membahas perancangan sistem reminder kredit di bank berbasis IVR pada VoIP server, dimana pembagiannya meliputi perancangan IVR dan perancangan web admin.
Dalam pembuatan sistem ini pertama kali dilakukan adalah mengetahui proses kerja sistem yang akan
3 dibuat. Berikut ini adalah blok diagram sistem seperti yang ditunjukkan dalam gambar 3.1.
IP NETWORK Database
reminder
IP PBX SERVER (IVR & WEB)
USER 3 USER 2
USER 1
ADMIN
Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem
Sistem reminder ini dioperasikan oleh seorang admin, dimana admin bertugas untuk memonitoring web untuk mengetahui nasabah mana saja yang masih belum membayar tagihan sampai mendekati tanggal jatuh tempo. Kemudian admin akan memanggil nomor IVR server untuk melanjutkan sistem reminder ini menuju nomor telepon nasabah tersebut.
A. Perancangan IVR
Sistem layanan reminder ini digunakan sebagai alarm atau pengingat pembayaran tagihan kredit bagi nasabah, dimana layanan reminder ini diberikan berdasarkan pada tanggal jatuh tempo yang sudah tersimpan di database.
Untuk lebih jelasnya penggunaan sistem layanan reminder ini dapat diamati dengan melihat flowchart sistem seperti ditunjukkan pada gambar 3.2.
START
Cek data nasabah Admin login
web server
Dial IVR server
Connect
Menu :
1. Nasabah Mitrakarya 2. Nasabah KPR 3. Nasabah KPMb 4. Nasabah KPMr introadmin.wav
1 Nomor extensi
yang terdaftar
2 Nomor extensi
yang terdaftar
3 Nomor extensi
yang terdaftar
4 Nomor extensi
yang terdaftar
END Y
Y
Y
Y T
T
T
T Y
T
A
Gambar 3.2 Flowchart Sistem Reminder
introclient.wav
Sudah bayar
Belum bayar
sudah.wav
belum.wav Database
service
Database service
end.wav Y
Y T
T
END A
Gambar 3.2 Flowchart Sistem Reminder
Admin pihak bank akan memonitoring web yang berisi status tagihan masing-masing nasabah pada setiap bulannya. Admin akan melakukan panggilan ke nomor IVR server dan selanjutnya panggilan akan diteruskan menuju nomor telepon nasabah secara otomatis. Ketika handset pada telepon nasabah diangkat (on-hook), maka nasabah akan diberikan informasi mengenai status tagihan kredit berdasarkan database. Isi dari informasi yang disampaikan meliputi status tagihan kredit tersebut sudah dibayar atau belum dibayar dan tanggal jatuh tempo pembayaran.
B. Perancangan Web
Pembuatan web ini dirancang khusus agar hanya dapat diakses oleh admin yang terdaftar pada database. Dari web ini admin dapat mengetahui informasi tentang data nasabah yang terdaftar dalam layanan reminder kredit perbankan.
Halaman Data Nasabah dibuat untuk memudahkan admin dalam memasukkan informasi nasabah dan kredit yang diambil tanpa perlu masuk ke database, karena data yang telah dimasukkan melalui web secara otomatis akan terisi dalam database. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3.3.
Gambar 3.3 Tampilan Halaman Data Nasabah Apabila admin ingin menambahkan data nasabah baru cukup memilih Edit Nasabah selanjutnya akan tampil form identitas yang harus diisi lalu pilih simpan, sedangkan untuk mengubah
4 data nasabah form identitas klik nama nasabah yang akan diubah pada kolom nama yang terdapat pada tabel. Sedangkan, apabila admin ingin menambahkan data kredit yang diambil oleh nasabah dan mengubah status cicilan kredit setiap bulan apakah sudah lunas atau belum lunas cukup memilih Input Kredit.
IV. IMPLEMENTASI DAN HASIL PENGUJIAN A. Pengukuran Delay pada Jaringan
Pengukuran delay dilakukan ketika admin bank melakukan panggilan menuju IP PBX pada jaringan yang telah dirancang. Percobaan pertama yang dilakukan adalah melakukan panggilan komunikasi suara dari sisi server menuju client.
Client merupakan nomor-nomor telepon nasabah yang sudah terdaftar pada server. Penggunaan wireshark untuk melakukan proses capture aliran data yang terkirim dari proses komunikasi. Protocol yang dipilih adalah Real Time Protocol (RTP) untuk komunkiasi suara.
Dari hasil pengukuran delay dapat dianalisa bahwa rata-rata delay untuk panggilan suara yang dihasilkan berkisar antara 20.2 ms sampai 21.9 ms.
Grafik hasil pengukuran delay yang diperoleh ditunjukkan seperti pada gambar 4.1.
Gambar 4.1 Delay panggilan suara pada jaringan B. Pengukuran Jitter pada Jaringan
Pada pengukuran parameter jitter dilakukan sama seperti halnya pada pengukuran delay, proses capture data menggunakan wireshark dilakukan saat komunikasi akan mulai berlangsung dan sampai akhir dari proses komunikasi. Pengukuran jitter dilakukan terhadap testbed jaringan yang dirancang mulai dari percakapan yang dilakukan antara server dengan client.
Pada pengukuran jitter yang dilakukan dari server IP PBX ke semua ekstensi dihasilkan nilai jitter rata-rata berkisar antara 0.9 ms sampai 1.5 ms.
Grafik hasil pengukuran jitter yang diperoleh ditunjukkan seperti pada gambar 4.2.
Gambar 4.2 Jitter Panggilan Suara pada Jaringan
C. Pengukuran Packet Loss pada Jaringan
Seperti halnya pengukuran delay dan jitter, pada pengukuran parameter packet loss ini proses capture data menggunakan wireshark dilakukan saat komunikasi akan mulai berlangsung dan sampai akhir dari proses komunikasi. Pengukuran packet loss dilakukan terhadap jaringan yang dirancang mulai dari percakapan yang dilakukan antara server dengan client pada jaringan.
Pengambilan data pada pengukuran packet loss ini dilakukan antara server dengan client. Dari hasil pengukuran packet loss dapat dianalisa bahwa nilai- nilai paket yang hilang dalam pengiriman data masih sangat kecil yaitu berkisar antara 0.12%
sampai 2%. Hal ini dipengaruhi karena percobaan dilakukan masih dalam skala kecil dengan kapasitas user dan jaringan yang minimalis. Grafik hasil pengukuran packet loss yang diperoleh ditunjukkan seperti pada gambar 4.3.
Gambar 4.3 Pakcet Loss Panggilan Suara Pada Jaringan
D. Pengukuran Troughput pada Jaringan
Seperti halnya pengukuran sebelumnya, pada pengukuran parameter throughput kali ini proses capture data menggunakan wireshark dilakukan saat komunikasi akan mulai berlangsung dan sampai akhir dari proses komunikasi. Pengukuran throughput dilakukan terhadap jaringan yang dirancang mulai dari percakapan yang dilakukan antara server dan client pada jaringan yang sama.
Proses komunikasi ini dilakukan selama 60 detik pada tiap kali percobaan.
Pada testbed jaringan yang kita gunakan, terlihat bahwa paket data yang dikirim melalui media suara, dimana pada komunikasi VoIP, paket yang dikirim dilewatkan pada Real Time Protocol (RTP) dan 19
19.5 20 20.5 21 21.5 22 22.5
101 102 103 104
delay (ms)
0 0.5 1 1.5 2
101 102 103 104
jitter (ms)
0.00%
0.05%
0.10%
0.15%
0.20%
0.25%
101 102 103 104
packet loss
5 UDP. Pada pengukuran ini nilai dari parameter throughput dari banyaknya jumlah paket RTP yang dikirim dan diterima tiap detiknya.
Hasil pengukuran parameter throughput yang dilakukan adalah bandwidth aktual yang terukur pada suatu waktu tertentu dalam proses komunikasi VoIP yang dilakukan antara server dengan client yaitu sekitar 69000 sampai 79000.
Grafik hasil pengukuran throughput seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.4.
Gambar 4.4 Throughput Panggilan Suara pada Jaringan
E. Pengujian Deteksi Digit
Pengujian kesesuaian digit yang ditekan dengan file yangdimainkan. Pengujian pada program yang terdapat pada extensions.conf sebagai berikut:
exten=>100,4,Background(/var/lib/aste risk/sitha/menu)
exten=>100,n,WaitExten() exten=>1,1,Dial(SIP/101,30) exten=>1,n,Answer()
exten=>1,n,Playback(var/lib/asterisk/
sitha/introclient) exten=>1,n,Hangup()
maka saat ditekan 1, file yang dimainkan adalah introclient.wav yang berbunyi “Anda terhubung dengan layanan reminder kredit perbankan”. Dan berikut merupakan tabel hasil pengujiankecocokan untuk deteksi digit :
Tabel 4.5 Pengujian Deteksi Digit Digit Level Aktivitas Sesuai
(Y/T) 1 pertama Putar file
introclient.wav
Y 2 pertama Putar file
introclient.wav
Y 3 pertama Putar file
introclient.wav
Y 4 pertama Putar file
introclient.wav
Y
F. Pengujian Call Forward
Fitur ini digunakan saat admin bank mencoba untuk menghubungi pihak nasabah melalui layanan IVR yang telah telah terkonfigurasi di dalam IP
PBX. Saat admin menekan digit tertentu, misal digit 1 maka maka incoming call akan diteruskan menuju nasabah mitrakarya dan seterusnya. Dan berikut merupakan hasil dari pengujiannya.
Tabel 4.6 Hasil Pengujian Call Forward Admin Nomor
Server IVR
Digit Aktivitas Sesuai (Y/T) 200 100 1 200 dial
100 kemudian apabila digit 1 ditekan forward otomatis ke nasabah Mitrakarya
Y
200 100 2 200 dial 100 kemudian apabila digit 2 ditekan forward otomatis ke nasabah KPR
Y
200 100 3 200 dial 100 kemudian apabila digit 3 ditekan forward otomatis ke nasabah KPMb
Y
200 100 4 200 dial 100 kemudian apabila digit 4 ditekan forward otomatis ke nasabah KPMr
Y
Dari pengujian terhadap fitur call forward dapat dianalisa bahwa tingkat ketepatan penekanan digit pada telepon sangat bagus. Hal ini mengindikasikan bahwa IVR sudah dapat mendeteksi digit angka.
V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisa dan pengujian sistem yang telah dibuat pada tugas akhir ini, yaitu rancang bangun layanan reminder kredit perbankan berbasis 60000
65000 70000 75000 80000 85000
101 102 103 104
throughput
6 IVR pada VoIP server dapat diambil kesimpulan yaitu:
1. Nilai rata-rata delay yang dihasilkan oleh panggilan suara yang dicoba berkisar antara 20.2 ms – 21.9 ms.
2. Nilai rata-rata jitter yang diperoleh saat server melakukan panggilan suara berkisar antara 0.9 ms – 1.5 ms.
3. Packet loss yang hilang pada saat pengiriman data masih relatif kecil yaitu maksimal 1.2%.
4. Nilai rata-rata throughput yang terukur dalam pegujian adalah berkisar antara 69000 bps sampai 79000 bps.
5. IVR sudah dapat mendeteksi digit angkadan menjalankan fitur call forward.
VI. DAFTAR PUSTAKA
[1] http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/20 10/12/24/penyebab-utama-customer-tidak- membayar-kredit/ diakses tanggal 14 Februari 2011
[2] Sukaridhoto, Sritrusta. “Buku Jaringan Komputer 2”. Surabaya. 2008.
[3] Kristalina, Prima. “Praktikum Instalasi VoIP Sever". Buku Petunjuk Praktikum. 2005.
[4] Yuliana, Mieke. “Konfigurasi VoIP Server Lokal dengan Asterisk”. Buku Petunjuk Praktikum. 2008
[5] Simionovich, Nir. “ Asterisk Gateway Interface 1.4 and 1.6 Programming”. 2009.
[6] Kristalina, Prima. “IVR”. Handout mata kuliah jaringan teleponi PENS-ITS. 2008.
[7] Bunafit, Nugroho. “Database Relasional dengan MySQL”. Andi Offset. Yogyakarta.
2005.
[8] http://www.bhineka.com/products/sku0021000 07/d-link_des-1008a.aspx diakses tanggal 29 Mei 2011
BIODATA PENULIS
Noor Maulida Masitha,
dilahirkan di
Balikpapan, 26 Oktober 1987. Merupakan putri pertama dari tiga bersaudara pasangan Ainur Rofiq dan Tri Widaryanti. Lulus dari SD Nasional KPS Balikpapan di tahun 1999 lalu melanjutkan ke SLTP Nasional KPS Balikpapan dan lulus di tahun 2002. Selanjutnya masuk di SMAN 1 Balikpapan. Setelah menamatkan pendidikan di jenjang SMA, penulis melanjutkan studinya di Jurusan Teknik Telekomunikasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan lulus pada tahun 2008. Tidak puas hanya dengan gelar Diploma, penulis akhirnya melanjutkan pendidikan dengan masuk di Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui program Lintas Jalur pada tahun 2009. Pada bulan Juni 2011 penulis mengikuti seminar Tugas Akhir di Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia Jurusan Teknik Elektro FTI-ITS Surabaya sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Elektro.