• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. KONSEP PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3. KONSEP PERANCANGAN"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

72

Universitas Kristen Petra 3.1. Konsep Pemasaran

3.1.1. Tujuan Pemasaran

3.1.1.1. Tujuan Pemasaran Jangka Pendek

Tujuan jangka pendek dari promosi S13ffest ini adalah sbb:

a. Meningkatkan awareness masyarakat terhadap S13ffest sebagai festival film Surabaya

b. Meningkatkan entry dan jumlah pengunjung S13ffest

c. Mengembangkan apresiasi masyarakat Surabaya dan Jawa bagian Timur terhadap perfilman.

3.1.1.2. Tujuan Pemasaran Jangka Panjang

Tujuan jangka panjangnya adalah sebagai berikut:

a. Menjadi ikon festival film indie di Jawa bagian timur b. Mengedukasi masyarakat tentang perfilman

c. Menjadi festival yang dapat mendukung kemajuan perfilman

d. Dari perkembangan apresiasi masyarakat terhadap perfilman, maka diharapkan dapat memperluas cakupan untuk bergabung dalam komunitas

3.1.2. Strategi Pemasaran

3.1.2.1. Strategi Pemasaran Jangka Pendek

Untuk mencapai tujuan yang dirumuskan, maka strategi pemasaran S13ffest dengan menggunakan marketing mix, yaitu:

a. Produk (product)

Membentuk image S13ffest yang selama ini belum terbentuk sebagai pembuktian bahwa S13ffest adalah festival film indie di Surabaya tidak sekedar hanya ekor dari komunitas perfilman lainnya di Indonesia . Selain itu, kesan bahwa S13ffest sebagai ikon perfilman di Jawa Timur akan diciptakan dengan cara

(2)

membawa perkembangan Jawa Timur yang direpresentasikan oleh perkembangan dari kota Surabaya.

b. Harga (price)

Harga yang dimaksud disini ialah harga yang ditentukan untuk biaya entry, dan biaya masuk festival. Pada S13ffest, audience tidak dikenakan biaya. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan entry dan pengunjung S13ffest.

c. Tempat (place)

Untuk tetap membuat berinteraksi langsung dengan masyarakat maka pelaksanaan S13ffest menggunakan tempat-tempat yang ramai pengunjung, dan maksimal 2 tempat dimana kedua tempat tersebut mempunyai sifat yang berbeda (yang pertama tempat yang biasa digunakan berkumpulnya target audience untuk

“menjemput bola”, dan tempat yang kedua adalah balai yang mencerminkan kesenian, hal tersebut untuk menjaga kontinuitas aktivitas seni).

d. Promosi (promotion)

Strategi promosi yang diterapkan oleh S13ffest adalah melakukan promosi melalui berbagai media, baik Above The Line, Bellow The Line, maupun Through The Line, serta promosi tidak langsung, yaitu dari mulut ke mulut. Diharapkan dengan promosi ini, masyarakat mengerti tentang adanya S13ffest serta dapat meningkatkan nilai dari dunia perfilman di Jawa Timur.

3.1.2.2. Strategi Pemasaran Jangka Panjang

Untuk pemasaran jangka panjang, strategi disusun sebagai berikut:

a. Product

Tetap menayangkan screening tentang film indie. Serta terus konsisten memberikan pengarahan/edukasi tentang film indie lewat seminar/workshop yang merupakan tindak kelanjutan dari S13ffest. Dan terus memantau perkembangan perfilman di Indonesia yang dapat diterapkan di Surabaya.

(3)

b. Price

Tetap mempertahankan tidak memungut biaya kontribusi dari pemutaran film dan aktivitas lain yang akan tetap diadakan secara konsisten.

c. Place

Screening dan workshop/seminar tetap dilakukan di sekolah-sekolah dan kampus. Dan bisa juga ditayangkan di pusat-pusat kebudayaan lain.

d. Promotion

Terus membuat aktivitas penayangan dan edukasi tentang film indie serta tetap memberikan perkembangan tentang S13ffest dan kelanjutan-kelanjutan aktivitas S13ffest melalui website milik S13ffest itu sendiri. Peningkatan promosi aktivitas S13ffest di beberapa tempat yang dirasa strategis dan sekiranya dapat menarik perhatian dari masyarakat dan tetap menjalin hubungan lebih baik dengan komunitas/festival perfilman lain yang ada di Indonesia.

3.1.3. Tujuan Komunikasi Periklanan

Komunikasi periklanan bertujuan untuk menawarkan suatu produk dengan pesan-pesan yang dikomunikasikan kepada konsumen dalam bentuk iklan. Tujuan komunikasi periklanan dari promosi S13ffest dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Menginformasikan kepada khalayak pecinta film bahwa ada festival film di Surabaya yaitu S13ffest melalui promosi yang dilakukan

b. Menciptakan image kepada masyarakat bahwa s13ffest adalah ikon festival perfilman yang mewakili dunia perfilman Surabaya dan Jawa bagian timur

c. Mengkomunikasikan bahwa di Surabaya masih memiliki semangat film indie lewat S13ffest.

d. Mengedukasi masyarakat tentang perfilman dan segala hal yang berkembang didalamnya.

e. Mengembangkan apresiasi masyarakat Surabaya dan Jawa bagian Timur terhadap perfilman.

(4)

3.1.4. Strategi Komunikasi Periklanan

Dalam rangka mencapai tujuan dari komunikasi periklanan diatas, maka disusun strategi-strategi komunikasi periklanan di bawah ini:

a. Key Issue

Yang mau disampaikan dari promosi/kampanye iklan dari S13ffest adalah untuk memperkenalkan tema exploring the 13.

b. Positioning

S13ffest merupakan exploring the 13.

c. Tema/Pesan Pokok

Tema/pesan pokok dari promosi ini adalah “exploring the 13”.

d. Membuat kampanye periklanan dalam bentuk Above The Line, Bellow The Line, dan Through The Line, serta merencanakan program media dan menentukan konsep kreatif yang terintegrasi untuk mencapai target audience yang dituju.

e. Menyampaikan wawasan tentang perfilman indie Surabaya dan Indonesia serta perkembangannya melalui acara- acara yang ada dalam S13ffest 2009.

f. Memacu insan perfilman Surabaya untuk tetap bertahan dan berkreasi melawan semua keterbatasan.

3.2. Konsep Media 3.2.1. Strategi Media 3.2.1.1.Khalayak Sasaran

Untuk memilih kategori media, terlebih dahulu menentukan khalayak sasaran yang dituju.

a. Target Audience Primary - Demografis

Usia : 15 - 25 tahun

Siklus Hidup keluarga : Belum menikah

Jenis Kelamin : Laki-laki dan perempuan

Pekerjaan : Siswa, mahasiswa, sutradara muda, semua pekerjaan yang berhubungan dengan perfilman

(5)

Pendidikan : SMA, kuliah

Agama : Semua agama

Ras : Indonesia

Kewarganegaraan : WNI

Kelas Sosial : Kelas menengah (SES B-C+) - Geografis

Wilayah : Indonesia (umum)

Ukuran kota : Kota besar

Kepadatan : Perkotaan, pinggiran kota Karakteristik dan Spesifikasi : Kota Surabaya

- Psikografis

Gaya hidup : Suka tantangan, suka mencoba hal yang baru, suka bersosialisasi, suka memamerkan hasil karya yang telah dibuat, suka sharing, suka keramaian.

Kepribadian : Memiliki rasa ingin tahu yang besar, ambisius, memiliki apresiasi dan konservatif terhadap film, suka hal-hal yang berhubungan dengan seni khususnya film.

- Behaviour

Manfaat yang diperoleh konsumen :

refreshing, entertainment, portofolio, dan prestige, show off.

Status pembeli :

Kalangan masyarakat yang berhubungan dalam dunia perfilman secara langsung (sutradara film indie, production house, para mahasiswa pembuat fim indie) atau tidak langsung (para penikmat film)

Tingkat pembelian :

Kalangan masyarakat surabaya menyukai tentang perkembangan film indie untuk daerah surabaya.

(6)

Status kesetiaan :

Golongan yang menunggu - nunggu adanya festival, lomba, ataupun pameran yang mana dapat memamerkan karyanya, mencari jaringan.

Sikap terhadap produk :

Tertarik, menunjukkan atensi, respon yang positif, benar-benar menikmati.

Sedikit tertarik, menunjukkan atensi, respon positif, biasa/tidak berbeda.

b. Target Audience Secondary - Demografis

Usia : 23-30 tahun

Siklus Hidup keluarga : Belum menikah, menikah Jenis Kelamin : Laki-laki dan perempuan Pekerjaan : semua jenis pekerjaan Pendidikan : SD sampai dengan S1

Agama : Semua agama

Ras : Indonesia

Kewarganegaraan : WNI

Kelas Sosial : Kelas menengah (SES B-C+) - Geografis

Wilayah : Indonesia (umum)

Ukuran kota : Kota besar

Kepadatan : Perkotaan, pinggiran kota Karakteristik dan Spesifikasi : Kota Surabaya

- Psikologis

Gaya hidup : aktifitas tinggi, sering berada di luar rumah, cukup konsumtif, mengikuti perkembangan jaman dan hiburan, suka bersantai di cafe (cangkruk), suka menonton, suka bersosialisasi, suka mencari hal yang baru, suka keramaian.

(7)

Kepribadian : Suka bersosialisasi, membutuhkan hiburan dalam bentuk seni khususnya film, tidak bisa tinggal diam sendirian di rumah, selalu mencari relasi dan acara untuk menghabiskan waktu. Kalaupun sedang di rumah suka menonton televisi untuk hiburan dan penuh perhatian terhadap informasi hiburan yang ada di televisi.

- Behaviour

Manfaat yang diperoleh konsumen :

refreshing, entertainment, portofolio, dan prestige, show off.

Status pembeli :

Kalangan masyarakat yang menyukai film tapi tidak berhubungan langsung maupun kalangan masyarakat yang tidak mengerti sama sekali tentang film tapi sering nonton film sebagai konsumen atau target film tersebut.

Tingkat pembelian :

Kalangan masyarakat yang sama sekali belum pernah menghadiri festival iklan atau mereka yang pernah menghadiri festival iklan, tetapi jarang. Dan kalangan masyarakat Surabaya perlu mengerti dan tahu tentang perkembangan film indie untuk daerah Surabaya.

Status kesetiaan :

Golongan yang menunggu - nunggu adanya festival, lomba, ataupun pameran.

Sikap terhadap produk :

Tertarik, menunjukkan atensi, respon yang positif, benar-benar menikmati.

Sedikit tertarik, menunjukkan atensi, respon positif, biasa/tidak berbeda.

Golongan masyarakat yang kurang tertarik dan tidak terlalu memahami film indie tapi masih menunjukkan atensi terhadap film perlu terus didorong agar persepsi mereka berubah.

(8)

3.2.1.2.Panduan Media

Media ATL yang digunakan dalam promosi S13ffest adalah : a. Print Ad Majalah

Cinemags

Ukuran : 21 cm x 28,5 cm Halaman : Cinebreak, hal. 104 Behind the Screen

Ukuran : 31 cm x 21,5 cm

Halaman : Cover depan bagian dalam Mu-ve

Ukuran : 31 cm x 28,5 cm Halaman : hal. 60

b. Radio

Iklan Radio berupa ad lips pada stasiun radio Suara Surabaya, karena sudah memiliki kerjasama, selain itu S13ffest juga diberi kesempatan berupa waktu khusus untuk mengulas berita seputar film indie.

c. Layout Website

Ukuran : 1024 x 768 pixel d. Web Banner

Ukuran : 303 x 251 dan 270 x 224 pixels

Media BTL yang digunakan dalam promosi S13ffest adalah : a. Poster

Ukuran : A2 (60 cm x 40 cm)

Poster merupakan salah satu media informasi yang cukup efektif untuk mempromosikan suatu event. Poster berisi informasi seputar S13ffest yang akan diadakan dan disajikan dengan tujuan menarik untuk melihat dan mengetahui event yang akan diselenggarakan.

b. Katalog Program Ukuran : 17 x 20 cm

(9)

Katalog Program adalah panduan fetival yang berisi tentang ulasan entry film, film tamu yang ditayangkan saat festival, dan teknis acara lain dalam festival tersebut.

c. Stationary

Ukuran Keplek : 9 x 13 cm

Ukuran Amplop : 22,5 x 10 cm, Kop Amplop : lebar 3,5 cm Ukuran Surat : A4 , Kop surat : 5 cm

Stationary terdiri dari Keplek, Kop Surat, Amplop, dan Sertifikat. Stationary yang ada ini berguna untuk membuat target merasa ingin memiliki sesuatu yang berhubungan dengan S13ffest sehingga dapat merasa memiliki dan sangat berguna untuk keberadaan S13ffest berikutnya.

d. Formulir Pendaftaran

Ukuran Formulir Pendaftaran : A4

Didesain B/W sesuai dengan tema S13ffest dan disebarkan pada sekolah-sekolah dan kampus-kampus serta instansi terkait dengan perfilman. Untuk memperbanyak, formulir dapat difotokopi atau di download di website S13ffest.

e. Merchandise

Merchandise terdiri dari Kaos, CD kompilasi, dan Pin. Desain yang dibuat pada CD kompilasi, Kaos, Gantungan Kunci dan Pin satu tema dengan S13ffest 2009. Hal tersebut dilakukan untuk tahap reminding pada pengunjung.

Ukuran Pin : diameter 5cm

Ukuran CD kompilasi : 28 x 12,5 cm Ukuran Kaos : all size

Ukuran gantungan kunci : 5 x 5 cm Ukuran postcard : 15 x 10 cm f. Bumper

Waktu : 40’

Bumper dibuat dengan gaya s13ffest dan menunjukkan keanekaragaman jenis film yang masuk ke dalam festival flm s13ffest.

g. X-Banner

Ukuran X-Banner : 60 x 160 cm

(10)

X-Banner tersebut akan dipasang dipintu masuk tempat festival dilaksanakan.

h. Direct Mail (Undangan)

Direct Mail/Undangan berisikan informasi untuk mengundang para instansi untuk datang ke acara s13ffest dengan penulisan yang bergaya menantang.

i. Piala

Ukuran piala : diameter : 15 cm

Piala yang dibuat berbentuk rol film untuk menunjukkan identitas dari sebuah festival film desain yang dibuat sifatnya everlasting, namun masih relevan dengan tema S13ffest 2009.

Ambience Media yang digunakan dalam S13ffest antara lain : a. Ambience Lampu Merah

Pada lampu merah detik ke 13 akan ada papan yang turun dibawah angka 13, dengan pesan siapkan 13mu untuk S13ffest. Ambience ini menjadi teaser dari rangkaian promosi S13ffest 2009.

b. Ambience Pilox

Ambience pilox adalah grafiti yang dipasang pada dinding jalan yang tidak terpakai. Grafiti angka 13 akan dipasang disebelah poster roadshow, dengan tujuan agar masyarakat Surabaya penasaran, mencari tahu dan selanjutnya setelah mengetahuinya masyarakat akan mengingat 13 adalah S13ffest.

3.2.1.3.Program Media

Penggunaan media-media berikut ini merupakan media-media kreatif yang dibuat dengan menyesuaikan karakteristik khalayak sasaran yang dituju. Beberapa diantaranya adalah media unconvensional yang dibuat untuk dapat menarik perhatian dari khalayak sasaran.

(11)

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Ambience Lampu Merah

2 Ambience pilox 3 Poster Road Show 4 Radio

5 Poster Kompetisi 6 Web

7 Banner Web 8 Print Ad Majalah 9 Direct Mail 10 Poster Festival 11 Poster Nominasi 12 X-Banner 13 Katalog Program 14 Merchandise 15 Stationary 16 Bumper

17 Formulir Pendaftaran 18 Viral Email dan SMS 19 Piala

November Agustus September Oktober

No Media Juni Juli

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 Ambience Lampu Merah

2 Ambience pilox 3 Poster Road Show 4 Radio SS 5 Poster Kompetisi 6 Web 7 Banner Web

8 Print Ad Majalah Behind the Screen 9 Print Ad Majalah Cinemax 10 Print Ad Majalah Mu-vie 11 Direct Mail 12 Poster Festival 13 Poster Nominasi 14 X-Banner 15 Katalog Program 16 Merchandise 17 Stationary 18 Bumper 19 Formulir Pendaftaran 20 Viral e-mail dan SMS 21 Piala

NO. MEDIA Juni 2009

Berikut ini adalah penjabaran secara singkat untuk memberikan gambaran tentang penempatan media tersebut.

Tabel 3.1 Program Media 6 Bulanan

Tabel 3.2 Program Media Bulan Juni 2009

(12)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 Ambience Lampu Merah

2 Ambience pilox 3 Poster Road Show 4 Radio SS 5 Poster Kompetisi 6 Web 7 Banner Web

8 Print Ad Majalah Behind the Screen 9 Print Ad Majalah Cinemax 10 Print Ad Majalah Mu-vie 11 Direct Mail

12 Poster Festival 13 Poster Nominasi 14 X-Banner 15 Katalog Program 16 Merchandise 17 Stationary 18 Bumper

19 Formulir Pendaftaran 20 Viral e-mail dan SMS 21 Piala

NO. MEDIA Juli 2009

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 Ambience Lampu Merah

2 Ambience pilox 3 Poster Road Show 4 Radio SS 5 Poster Kompetisi 6 Web 7 Banner Web

8 Print Ad Majalah Behind the Screen 9 Print Ad Majalah Cinemax 10 Print Ad Majalah Mu-vie 11 Direct Mail

12 Poster Festival 13 Poster Nominasi 14 X-Banner 15 Katalog Program 16 Merchandise 17 Stationary 18 Bumper

19 Formulir Pendaftaran 20 Viral e-mail dan SMS 21 Piala

NO. MEDIA Agustus 2009

Tabel 3.3 Program Media Juli 2009

Tabel 3.4 Program Media Agustus 2009

(13)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 Ambience Lampu Merah

2 Ambience pilox 3 Poster Road Show 4 Radio SS 5 Poster Kompetisi 6 Web

7 Banner Web

8 Print Ad Majalah Behind the Screen 9 Print Ad Majalah Cinemax 10 Print Ad Majalah Mu-vie 11 Direct Mail

12 Poster Festival 13 Poster Nominasi 14 X-Banner 15 Katalog Program 16 Merchandise 17 Stationary 18 Bumper

19 Formulir Pendaftaran 20 Viral e-mail dan SMS 21 Piala

NO. MEDIA Oktober 2009

Tabel 3.5 Program Media September 2009

Tabel 3.6 Program Media Oktober 2009

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 Ambience Lampu Merah

2 Ambience pilox 3 Poster Road Show 4 Radio SS 5 Poster Kompetisi 6 Web

7 Banner Web

8 Print Ad Majalah Behind the Screen 9 Print Ad Majalah Cinemax 10 Print Ad Majalah Mu-vie 11 Direct Mail

12 Poster Festival 13 Poster Nominasi 14 X-Banner 15 Katalog Program 16 Merchandise 17 Stationary 18 Bumper

19 Formulir Pendaftaran 20 Viral e-mail dan SMS 21 Piala

NO. MEDIA September 2009

(14)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 Ambience Lampu Merah

2 Ambience pilox 3 Poster Road Show 4 Radio SS 5 Poster Kompetisi 6 Web

7 Banner Web

8 Print Ad Majalah Behind the Screen 9 Print Ad Majalah Cinemax 10 Print Ad Majalah Mu-vie 11 Direct Mail

12 Poster Festival 13 Poster Nominasi 14 X-Banner 15 Katalog Program 16 Merchandise 17 Stationary 18 Bumper

19 Formulir Pendaftaran 20 Viral e-mail dan SMS 21 Piala

NO. MEDIA November 2009

Tabel 3.7 Program Media November 2009

Untuk Promosi S13ffest, rencana penayangannya meliputi media-media sebagai berikut :

a. Ambience lampu Merah

Ambience pada lampu merah, turun pada saat detik ke 13 lampu merah dan masuk setelah detik ke 0 menuju lampu hijau.

Tabel 3.8 Penempatan pada Ambience Media Lampu Merah

Media Ukuran Tempat Jumlah

Ambience 42 x 29,7 cm 3 buah

Lampu Merah

Kertajaya,Mayjend Sungkono,

Diponegoro

b. Ambience Pilox

Ambience Pilox angka 13 digrafiti pada dinding-dinding jalan yang tidak terpakai.

Tabel 3.9 Penempatan pada Ambience Media Pilox

Media Ukuran Tempat

Ambience A4 Pilox

Jalan Bambu Runcing, Walikota mustajab,

Delta, Kayun

(15)

c. Poster

Penyebaran poster Road Show dilakukan di Sekolah-sekolah, jalan-jalan,. Poster Kompetisi dan Poster Festival juga disebarkan di sekolah-sekolah, jalan-jalan dan instansi perfilman. Poster nominasi berukuran A1 yang berfungsi untuk mempublikasikan capture film beserta data dir dari peserta yang lolos nominasi di S13ffest 2009.

Tabel 3.10 Penempatan pada Media Poster

Media Ukuran Jumlah

Poster Road Show

42 x 60 cm

(Full colour) 1000 eksemplar Poster

Kompetisi

42 x 60 cm

(Full colour) 1000 eksemplar Poster

Festival

42 x 60 cm

(Full colour) 1000 eksemplar Poster

Nominasi

60 x 80 cm

(Full colour) 500 eksemplar

d. Iklan Radio

Iklan radio akan diputar di stasiun radio Suara Surabaya. Iklan diputar selama 30 hari. Per harinya iklan dipasang 4 spot. Pemutaran iklan Radio dilakukan pada jam-jam pagi, siang, sore dan malam waktu prime time.

Tabel 3.11 Penempatan Iklan S13ffest pada Media Radio

Media Lama Jumlah Waktu tayang

Suara Surabaya 90’ 30 x 5 spot/hari Oktober, November

e. Website

Web yang dibuat, dipublikasikan melalui web banner. Web ini akan menjadi link dari Web Ruang Film. Web ini berisi informasi S13ffest, jadwal, dan formulir.

Selain itu, menggunakan viral media, yaitu dengan meneruskan e-mail dan SMS ke sesama komunitasnya.

Tabel 3.12 Penempatan pada Media Website

Media Ukuran Jumlah

Web 1024 x 768 dpi 1 buah

(image) Full colour

(16)

f. Web Banner

Web Banner berfungsi untuk menghubungkan dengan website S13ffest. Web Banner dipasang pada ruangfilm.com dengan pertimbangan supaya orang yang mengunjungi situs perfilman akan mengetahui tentang S13ffest.

Tabel 3.13 Penempatan Iklan S13ffest pada Media Banner Web Ruang Film.com

Media Ukuran Jumlah

Banner Web

RuangFilm.com 224 x 224 pixel 1 buah

(image) Full colour

g. Print Ad Majalah

Majalah yang akan dipakai sebagai media promosi S13ffest adalah majalah- majalah yang berhubungan dengan perfilman seperti Behind the Screen, Cinemags, Mu- ve. Iklan majalah akan tayang sejak Maret 2007 selama 1 kali tayang di semua media majalah tersebut.

Tabel 3.14 Penempatan Iklan S13ffest, pada Media majalah

Media Ukuran Jumlah Waktu Tayang

Behind the Screen 310 x 215 mm 2 buah Oktober, November

Cinemags 210 x 285 mm 2 buah Oktober, November

Mu-ve 310 x 215 mm 2 buah Oktober, November

h. Direct Mail

Undangan adalah sarana yang dipakai untuk mengajak target audience langsung datang pada acara S13ffest. Undangan ditujukan kepada instansi-instansi pendidikan, pemerintahan, kesenian, dan komunitas-komunitas perfilman.

Tabel 3.15 Penempatan pada Media Direct Mail

Media Ukuran Jumlah

Undangan A4 500 lembar

Full colour

(17)

i. X-Banner

X-Banner adalah atribut yang dipakai dalam S13ffest yang berguna sebagai media untuk petunjuk acara. Penempatannya diletakkan pada pintu masuk tempat berlangsungnya acara.

Tabel 3.16 Penempatan pada Media X-Banner

Media Ukuran Jumlah Tempat

60 x 160 cm 3 buah

X-Banner

Balai Pemuda, Coffee Corner,

Mitra 21

j. Katalog

Katalog adalah media dokumentasi dari sinopsis film-film yang discreening pada festival tersebut.

Tabel 3.17 Penempatan pada Media Katalog

Media Ukuran Jumlah

Katalog 17 x 20 cm 150 buku

Full colour

k. Merchandise

Barang-barang yang mencakup merchandise adalah Kaos, CD kompilasi, dan pin. Merchandise ini akan dibagikan sebagai souvenir acara kepada pengunjung S13ffest secara acak.

Tabel 3.18 Penempatan pada Merchandise

Media Ukuran Jumlah

Kaos S,M,L 100 buah

CD Kompilasi 28 x 12,5 cm 50 keping

Pin Diameter 5 cm 100 buah

Gantungan Kunci 5 x 5 cm 100 buah

Postcard 15 x 10 cm 100 buah

l. Stationary

Digunakan sebagai media administrasi komunitas berupa media pendukung proposal event acara, sekaligus dapat berfungsi sebagai media promosi tidak langsung

(18)

S13ffest yang diberikan kepada pihak-pihak yang terkait dalam acara ini (para donatur, sponsorship, dan partnership).

Tabel 3.19 Penempatan Iklan S13ffest, pada Stationary

Media Ukuran Jumlah

Kop Surat A4 2 rim

Amplop 22,5 x 10 cm 5 kotak

Keplek 13 x 9 cm 50 biji

Sertifikat A4 13 lbr

m. Bumper

Untuk memulai aktivitas yang berhubungan dengan pemutaran film, dibuatlah Bumper yang termasuk sebagai salah satu identitas dari S13ffest dan juga berfungsi sebagai media promosi baik dari pihak S13ffest maupun sponsor.

Tabel 3.20 Penempatan Iklan S13ffest, pada Bumper

Media Durasi Tempat Pemutaran

Bumper 40’ Balai Pemuda, Coffee

Corner, mitra 21

n. Formulir Pendaftaran

Selain berfungsi sebagai bukti pendaftaran lomba, formulir ini juga berfungsi untuk menyebarkan suasana tema promosi yang diangkat untuk S13ffest 2009.

Tabel 3.21 Formulir Pendaftaran S13ffest

Media Ukuran Jumlah

Formulir 21 x 29,7 cm 1000 lembar

Full colour

o. Piala

Salah satu identitas dari sebuah festival adalah piala. Piala merupakan suatu penghargaan dan kebanggaan bagi peserta yang memenangkan lomba maupun mendapatkan penghargaan pada S13ffest.

Tabel 3.22 Piala S13ffest

Media Ukuran Jumlah

Piala d = 15 cm 13 buah

Full colour

(19)

3.2.1.4.Biaya Media

Tabel 3.23 Biaya Media Ambience

Jenis Media

Ambient Jumlah Lampu merah Ukuran Bahan

Bahan Rp. 100.000,- Rp 300,000

Biaya Pemasangan Rp. 500.000 / bln Rp 250,000

Rp 550,000 Rp 55,000 Rp 605,000 mikrocontroler

Biaya Keterangan

3 buah 42 x 29,7 cm

PPN 10 % Grand Total

Sub Total

Jenis Media

Ambient Jumlah

pilox Ukuran

Bahan

Bahan Rp. 40.000,- Rp 400,000

Biaya Pemasangan 0 Rp 0

Rp 400,000 Rp 40,000 Rp 440,000 Keterangan

sepanjang tembok kosong A3

mall dr karton, pilox Biaya

Sub Total PPN 10 % Grand Total

(20)

Tabel 3.24 Biaya Media Poster

Jenis Media

Poster Jumlah Cetak Road Show Ukuran

Bahan Jenis Cetak

Film Offset Rp.60,- x 42 cm x 60 cm Rp 151,200

Bahan 1000 lbr x @ Rp. 500,- Rp 500,000

Ongkos Cetak 1000 lbr x @ Rp. 1.000,- Rp 1,000,000

Pisau - Rp 0

Ongkos Kerja 1000 lbr x Rp. 75,- Rp 75,000

Rp 1,726,200 Poster Jumlah Cetak

Kompetisi Ukuran Bahan Jenis Cetak

Film Offset Rp. 60,- x 42 cm x 60 cm Rp 151,200

Bahan 1000 lbr x @ Rp. 500,- Rp 500,000

Ongkos Cetak 1000 lbr x @ Rp. 1.000,- Rp 1,000,000

Pisau - Rp 0

Ongkos Kerja 1000 lbr x Rp. 75,- Rp 75,000

Rp 1,726,200 Poster Jumlah Cetak

Festival Ukuran Bahan Jenis Cetak

Film Offset Rp. 60,- x 42 cm x 60 cm Rp 151,200

Bahan 1000 lbr x @ Rp. 500,- Rp 500,000

Ongkos Cetak 1000 lbr x @ Rp. 1.000,- Rp 1,000,000

Pisau - Rp 0

Ongkos Kerja 1000 lbr x Rp. 75,- Rp 75,000

Rp 1,726,200 Poster Jumlah Cetak

Nominasi Ukuran Bahan Jenis Cetak

Film Offset Rp. 60,- x 60 cm x 80 cm Rp 288,000

Bahan 500 lbr x @ Rp. 500,- Rp 250,000

Ongkos Cetak 500 lbr x @ Rp. 1.000,- Rp 500,000

Pisau - Rp 0

Ongkos Kerja 500 lbr x Rp. 75,- Rp 75,000

Rp 1,113,000 Rp 6,291,600 Rp 629,160 Rp 6,920,760 Biaya

Jumlah

600 mm x 800 mm Art paper 210 gr Biaya

Jumlah

420 mm x 600 mm Art paper 210 gr Keterangan

1000 lembar 420 mm x 600 mm

Art paper 210 gr Cetak Offset Biaya

Jumlah

1000 lembar 420 mm x 600 mm

Art paper 210 gr Cetak Offset Biaya

Grand Total Jumlah

Sub Total PPN 10 %

1000 lembar

Cetak Offset

500 lembar

Cetak Offset

(21)

Tabel 3.25 Biaya Media Radio

Jenis Media

Ad Lips Radio Jumlah tayang Lama penayangan Harga 1kali tayang

Biaya Media Rp. 6000000 / 2 Rp 3,000,000

Rp 3,000,000 Rp 300,000 Rp 3,300,000 Grand Total

Biaya

Jumlah

PPN 10 %

Keterangan

5 spot / hari 14 hari Rp. 6.000.000/30 hari

Tabel 3.26 Biaya Media Website

Jenis Media

Web Jumlah 1

Ukuran 1024 x 768 dpi

Tipe File Jpeg

Rp 5,000,000 Rp 500,000 Rp 5,500,000 Grand Total

Keterangan

Hosting PPN 10 %

Tabel 3.27 Biaya Media Web Banner

Jenis Media

Web Banner Jumlah 1

Ukuran 303 x 251 dpi

Tipe File Jpeg

Rp 250,000 Rp 25,000 Rp 275,000 Keterangan

Design Fee PPN 10 % Grand Total

(22)

Tabel 3.28 Biaya Media Majalah

Jenis Media

Majalah Behind The Screen Peletakan Jumlah Penayangan Ukuran

Bahan

Harga 1 kali tayang

Biaya Media

PPN 10 %

Cinemax Peletakan Jumlah Penayangan Ukuran

Bahan

Harga 1 kali tayang

Biaya Media

PPN 10 %

Mu-ve Peletakan

Jumlah Penayangan Ukuran

Bahan

Harga 1 kali tayang

Biaya Media

PPN 10 % Keterangan

Cover Depan Bagian Dalam 2 kali

1 halaman (310 x 215 mm) Art Paper 115 gr

Rp 2,500,000 Biaya

Rp 5,000,000 Rp 500,000

Jumlah Rp 5,500,000

Hal 104 2 kali

1 halaman (210 x 285 mm) Art Paper 115 gr

Rp 2,500,000 Biaya

Rp 5,000,000 Rp 500,000

Jumlah Rp 5,500,000

Hal 60 2 kali

1 halaman (310 x 215 mm) Art Paper 115 gr

Jumlah Rp 5,500,000

Rp 2,500,000 Biaya

Rp 5,000,000 Rp 500,000

Grand Total

Rp 16,500,000 Subtotal

Diskon Agensi 20 % pada Bruto Rp 3,300,000

Rp 13,200,000

(23)

Tabel 3.29 Biaya Media Undangan (Direct Mail)

Jenis Media

Undangan Jumlah Cetak Ukuran Bahan Jenis Cetak

Film Offset Rp. 60,- x 21cm x 29,7 cm Rp 37,422

Bahan 500 lbr x @ Rp. 1000,- Rp 500,000

Ongkos Cetak 500 lbr x @ Rp. 1000,- Rp 500,000

Pisau - Rp 0

Ongkos Kerja 500 lbr x Rp. 75,- Rp 37,500

Rp 1,074,922 Rp 1,074,922 Rp 107,492 Rp 1,182,414 PPN 10 %

Grand Total

Cetak Offset Biaya

Jumlah

Sub Total

Keterangan

500 lembar 210 mm x 297 mm R Reflection cvr 250 gr

Tabel 3.30 Biaya Media X-Banner

Jenis Media

X-Banner Jumlah Cetak Ukuran Bahan Jenis Cetak

Bahan + Printing 3 x @ Rp. 90.000,- Rp 270,000

Rp 270,000 Rp 27,000 Rp 297,000 Keterangan

3 biji 60 x 160 cm

Sintetic Printing + UV doff

Sub Total PPN 10 % Grand Total

Biaya

(24)

Tabel 3.31 Biaya Katalog Program

Jenis Media

Katalog Program Jumlah cetak Ukuran Bahan Jenis Cetak

Film Offset Rp.60,- x 170 x200 mmx 22 lbr Rp 448,800 Bahan 150 explr x 22 lbr x Rp. 250,- Rp 825,000 Ongkos Cetak 150 eks x 22 lbr x Rp. 1000,- Rp 3,300,000

Pisau Rp 350,000

Ongkos Kerja 150 explr x 22 lbrx Rp. 75,- Rp 247,500 Rp 5,171,300 Rp 517,130 Rp 5,688,430 BC 210 gr

Grand Total

Cetak offset Biaya

Jumlah

PPN 10 %

Keterangan 150 explr 170 x 200 mm x 22 lbr

(25)

Tabel 3.32 Biaya Merchandise

Jenis Media

Kaos Jumlah Cetak Ukuran Bahan Jenis Cetak

Bahan 100 biji x @ Rp. 20.000,- Rp 2,000,000

Ongkos Sablon 100 biji x @ Rp. 15.000,- Rp 1,500,000 Rp 3,500,000 Stiker Jumlah Cetak

CD Kompilasi Ukuran Bahan Jenis Cetak

Bahan + Printing 50 lbr A4 x @ Rp. 5.000,- Rp 250,000 Rp 250,000 Gantungan Kunci Jumlah Cetak

Ukuran Bahan Jenis Cetak

Bahan + Printing 50 x 25 cm Rp 25,000

Rp 25,000 Pin Jumlah Cetak

Ukuran Bahan Jenis Cetak

Bahan + Printing 100 buah x @ Rp. 3.500,- Rp 350,000 Rp 350,000 Postcard Jumlah Cetak

Ukuran Bahan Jenis Cetak

Film Offset Rp. 60,- x 15 cm x 10 cm Rp 9,000

Bahan 100 lbr x @ Rp. 1000,- Rp 100,000

Ongkos Cetak 100 lbr x @ Rp. 1000,- Rp 100,000

Pisau - Rp 0

Ongkos Kerja 100 lbr x Rp. 75,- Rp 7,500

Rp 216,500 Rp 4,341,500 Rp 434,150 Rp 4,775,650 Jumlah

offset Biaya

100 buah 5 x 10 cm Art Paper 100 gr

Sub Total PPN 10 % Grand Total

Art Paper 100 gr dan Pin Digital Print Biaya

Jumlah

Keterangan

100 buah 100 biji All Size Kaos Cetak Saring

Jumlah

Biaya

120 mm x 120 mm stiker Digital Printing Biaya

Jumlah

100 buah 50 mm x 50 mm

akrilik Digital Printing Biaya

Jumlah

100 buah ø 5cm

(26)

Tabel 3.33 Biaya Stationary

Jenis Media

Letterhead Jumlah Cetak Ukuran Bahan Jenis Cetak

Film Offset Rp. 60,- x 21cm x 29,7 cm Rp 37,422

Bahan 2 rim Rp 80,000

Ongkos Cetak 1000 lbr x @ Rp. 200,- Rp 200,000

Pisau - Rp 0

Ongkos Kerja 1000 lbr x Rp. 25,- Rp 25,000

Rp 342,422 Amplop Jumlah Cetak

Ukuran Bahan Jenis Cetak

Film Offset Rp. 60,- x 22,5cm x 10 cm Rp 13,500

Bahan 5 kotak Rp 37,500

Ongkos Cetak 500 lbr x @ Rp. 200,- Rp 100,000

Pisau - Rp 0

Ongkos Kerja 500 lbr x Rp. 25,- Rp 12,500

Rp 163,500 Keplek Jumlah Cetak

Ukuran Bahan Jenis Cetak

Bahan+Printing 9 lbr A4 x Rp. 5000,- Rp 45,000

Rp 45,000 Sertifikat Jumlah Cetak

Ukuran Bahan Jenis Cetak

Bahan+Printing 10 x Rp. 5000,- Rp 50,000

Rp 50,000 Rp 600,922 Rp 60,092 Rp 661,014 10 lbr

210 mm x 297 mm Art Paper 210 gr

Digital printing Biaya

Jumlah

500 lembar Biaya

Jumlah

1000 lembar 210 mm x 297 mm

HVS 90 gr Cetak Offset Keterangan

50 biji 230 mm x 110 mm

HVS 90 gr Cetak Offset Biaya

Jumlah

130 mm x 90 mm Art Paper 210 gr

Digital printing

Grand Total

Biaya

Jumlah

Sub Total PPN 10 %

(27)

Tabel 3.34 Biaya Formulir Pendaftaran

Jenis Media

Form Pendaftaran Jumlah Cetak Ukuran Bahan Jenis Cetak

Film Offset Rp. 60,- x 21cm x 29,7 cm Rp 37,422

Bahan 2 rim Rp 80,000

Ongkos Cetak 1000 lbr x @ Rp. 200,- Rp 200,000

Pisau - Rp 0

Ongkos Kerja 1000 lbr x Rp. 25,- Rp 25,000

Rp 342,422 Rp 342,422 Rp 34,242 Rp 376,664 Jumlah

Sub Total

Biaya

HVS 90 gr Cetak Offset 210 mm x 297 mm Keterangan

1000 lembar

PPN 10 % Grand Total

Tabel 3.35 Biaya Piala

Jenis Media

Piala Jumlah Ukuran Bahan

Bahan +ongkos kerja Rp. 600.000,- Rp 7,800,000

Rp 7,800,000 Rp 7,800,000 Rp 780,000 Rp 8,580,000 PPN 10 %

Grand Total

Biaya

Jumlah Sub Total

Keterangan 13 buah d 15 cm akrilik

3.3. Konsep Kreatif 3.3.1. Tujuan Kreatif

Dalam membuat suatu promosi, selain harus efektif, juga harus dapat menarik perhatian sehingga dapat menciptakan brand image terhadap S13ffest.

Dalam tujuan kreatif perancangan komunikasi visual promosi S13ffest 2009, terdapat tujuan kreatif yang dibuat, yaitu:

• Menginformasikan kepada masyarakat luas tentang S13ffest melalui serangkaian promosi yang ada.

• Menciptakan image di benak masyarakat, bahwa festival ini merupakan festival film indie yang mewakili Jawa Timur.

(28)

• Menarik minat target audience untuk mengikuti lomba yang ada dan mengikuti serangkaian acara yang ada pada S13ffest.

3.3.2. Strategi Kreatif

Strategi Kreatif adalah cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan kreatif yang telah ditetapkan. Strategi Kreatif S13ffest :

• Menentukan media promosi yang mendukung dan sesuai dalam melakukan kegiatan promosi untuk S13ffest.

• Menentukan elemen-elemen desain yang sesuai dengan karakter S13ffest dan mengolahnya ke dalam sebuah desain yang berguna dan efektif sebagai sarana promosi bagi festival film indie ini.

Membuat promosi yang sesuai dengan karakter konsumen sehingga media promosi yang dibuat dapat menimbulkan reaksi atau respon yang positif dari target audience.

3.3.2.1. Isi Pesan

Dalam prosesnya, isi pesan yang akan disampaikan dalam komunikasi promosi ini berangkat dari karakteristik pecinta film indie Surabaya umumnya maupun anggota komunitas film indie khususnya. Karakteristik paling menonjol dari pecinta film indie Surabaya ialah memiliki rasa ingin tahu yang besar, ambisius, memiliki apresiasi dan konservatif terhadap film, suka hal-hal yang berhubungan dengan seni khususnya film.

Isi pesan yang hendak disampaikan dalam perancangan komunikasi visual promosi S13ffest 2009 ini adalah keberadaannya sebagai festival film indie yang mewakili Surabaya dengan menonjolkan karakteristik insan muda, para kreator film indie Surabaya yang bebas dan mampu menunjukkan kemampuannya dalam keadaan yang serba terbatas.

3.3.2.2.Bentuk Pesan

Ada dua macam bentuk komunikasi yang biasa dipakai sebagai alat atau media penyampai pesan, yaitu:

(29)

a. Bentuk Pesan Verbal

Pesan verbal lebih dikenal dengan pesan tertulis yang disampaikan lewat kata-kata atau tulisan. Pesan verbal yang akan disampaikan adalah sebuah kata-kata yang berusaha menarik rasa ingin tahu dan perhatian khalayak akan adanya S13ffest 2009, dimana pesan yang disampaikan berupa pesan dan informasi mengenai festival film indie ini.

b. Bentuk Pesan Visual

Pesan visual adalah pesan berupa gambar, ilustrasi dan ikon. Pesan visual disampaikan melalui image-image yang digunakan untuk menggambarkan keunikan dari S13ffest 2009, sehingga suasana mengenai tema atau judul yang diangkat lebih dapat dirasakan oleh target audience. Desain yang digunakan cenderung berkarakter Surabaya yang bersemangat, dengan menampilkan perpaduan antara ikon, sebagai representasi dari para pecinta serta kreator film indie Surabaya yang pantang menyerah, serta background grafis yang cerah sebagai representasi dari dunia film indie Surabaya yang bebas namun tetap memiliki batasan.

3.3.2.3.Strategi Visual

Teknik yang digunakan untuk memvisualisasikan karya desain secara garis besar adalah memadukan ilustrasi 3 ikon yang identik dengan dunia perfilman, yaitu sutradara, penulis naskah dan juru kamera dengan berbagai elemen menunjukkan karakter dunia film indie Surabaya. Penggunaan 3 karakter itu dimaksudkan karena dalam pembuatan film, ketiga orang tersebut merupakan tim inti yang harus ada. Dan hal tersebut berarti bahwa festival film di Surabaya merupakan hal yang berguna untuk mengisi lembaran festival film yang ada di Indonesia, bila tidak ada festival film di Surabaya maka tidak akan lengkap Dalam hal ini melibatkan ilustrator dan desainer grafis dalam merealisasikannya.

(30)

3.3.2.4.Strategi Copy

Sesuai dengan tema pokok dan suasana yang ingin dibangun maka baik headline ataupun body copy yang ada pada setiap media promosi tetap menonjolkan angka 13 serta menggunakan kalimat-kalimat sindiran yang bertujuan untuk mendorong para pecinta film indie Surabaya untuk berpartisipasi, kecuali untuk ambience media yang berupa teaser singkat karena bertujuan untuk memancing rasa ingin tahu target audience.

3.3.3. Program Kreatif

3.3.3.1.Tema Pokok Perancangan

Berawal dari angka 13 yang mendasari dan menjadi keunikan dari S13ffest itu sendiri hingga kemudian dikembangkan dan digabungkan dengan karakteristik dari pecinta film indie Surabaya yang memiliki rasa ingin tahu yang besar, ambisius, memiliki apresiasi dan konservatif terhadap film, serta suka hal-hal yang berhubungan film maka tema pokok perancangan kali ini adalah “exploring the 13”. Demikian selanjutnya perancangan akan mengacu tema pokok ini.

3.3.3.2.Pendukung Tema Perancangan

Untuk mendukung tema, digunakan pendekatan gaya indie yang menonjolkan sifat yang tidak terikat, bebas berekspresi sebebas-bebasnya, namun masih bisa terlihat dan dimengerti karena target audience tidak sepenuhnya dari kalangan film indie sendiri.dengan tetap mempertahankan konsep dari yang ada pada tema pokok.

3.3.3.3.Pedoman Bentuk Pesan Verbal

Secara verbal, pesan kreatif perlu adanya keseragaman dalam setiap media yang digunakan agar tidak terpecah dan tidak memiliki konotasi yang berbeda-beda.

Pesan-pesan yang disampaikan dalam bentuk verbal ini mengandung unsur pemberitahuan dan promosi yang bersifat mengajak atau membujuk khalayak sasaran.

Concept idea adalah kemampuan menerjemahkan ide kreatif dalam copywriting. Judul yang digunakan adalah “S13ffest 2009”, terdapat dalam setiap media promosi yang

(31)

digunakan. Informasi-informasi yang disertakan dalam berbagai media disesuaikan dengan keefektivannya dalam media tersebut.

3.3.3.4.Pedoman Bentuk Pesan Visual

Pesan visual akan lebih banyak berkutat dengan kegiatan yang dilakukan oleh ketiga ikon yang disesuaikan dengan masing-masing tujuan pemasangan media promosi, penggunaan warna, editing dan pemilihan typeface.

Beberapa hal penting dalam pesan visual adalah:

• Pemilihan ilustrasi yang sesuai dengan karakter yang mewakili dunia perfilman indie, yaitu para pembuat film seperti sutradara, kameramen, scriptwritter. Supaya lebih menegaskan bahwa ini adalah festival film.

• Editing yang artistik dengan set background disesuaikan dengan suasana tema yang diangkat. Dikarenakan festival film indie, maka digunakan corak yang tidak biasa seperti gaya pop art yang berhubungan dengan arti indie itu sendiri.

• Penggunaan warna yang cerah membangkitkan semangat sehingga dapat mencerminkan semangat para muda kreator film indie dan dapat menarik perhatian.

• Pemilihan typeface yang memperkuat kesan indie dan tema pokok, sehingga tidak kelihatan formal namun masih tetap terbaca.

3.3.3.5.Gaya Visualisasi

Gaya visualisasi yang disajikan dengan ilustrasi dan menggunakan warna- warna terang seperti oranye dan merah sehingga dapat menampilkan semangat dan jiwa muda para kreator film indie Surabaya. Dan dikuatkan dengan karakter pembuat film sehingga lebih menegaskan bahwa ini festival film indie untuk semua kalangan.

(32)

3.3.3.6.Biaya Kreatif (Design Fee)

Tabel 3.36 Total biaya Kreatif dan Design Fee

No. Keterangan Harga

1 Ambience Lampu Merah Rp 605,000

2 Ambience Pilox Rp 400,000

3 Poster Rp 6,920,760

7 Radio Ad Lips Rp 3,300,000

8 Website Rp 5,500,000

9 Web Banner Rp 275,000

10 Print Ad Majalah Rp 13,200,000

11 Undangan Rp 1,182,414

12 X-Banner Rp 297,000

13 Katalog Program Rp 568,840

14 Merchandise Rp 4,775,650

15 Stationary Rp 661,014

16 Bumper Rp 0

17 Formulir Pendaftaran Rp 376,664

18 Piala Rp 8,580,000

Rp 46,642,342 Rp 4,664,234 Rp 51,306,576 Total sementara

Fee Design 10%

Grand Total

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang signifikan terhadap biogas dengan substrat kotoran sapi dan kotoran kuda yang disebabkan oleh perbedaan

Pembelajaran dengan metode eksperimen menurut Palendeng (2003:82) meliputi tahap-tahap sebagai berikut : 1) Percobaan awal, pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan

Selain merupakan lagu yang lebih dikenal dan digemari oleh masyarakat karena sudah banyak dinyanyikan oleh penyanyi pop Minangkabau lainnya, ketiga lagu tersebut

Dari data diatas maka head loss pada instalasi perpipaan hidrolik penggerak pilot valve besarnya. Perhitungan

Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pengetahuan ibu yang baik tentang post partum blues paling banyak pada responden yang berpendidikan tinggi yaitu

Sedangkan 1 kamar dengan kelembaban <40% sehingga dikategorikan tidak memenuhi syarat.Kelembaban udara yang memenuhi syarat karena didukung oleh adanya ventilasi

Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda yang bertujuan untuk menguji hubungan pengaruh antara satu variabel terhadap