• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH FERRITE BEAD TERHADAP PERFORMA MESIN HONDA SUPRAFIT 100 CC

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH FERRITE BEAD TERHADAP PERFORMA MESIN HONDA SUPRAFIT 100 CC"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH FERRITE BEAD TERHADAP PERFORMA MESIN HONDA SUPRAFIT 100 CC

Disusun Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Progam Studi Strata 1 Pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik

THOHIR MASRURI

D 200 120 150

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2017

(2)

i

HALAMAN PERSETUJUAN

PENGARUH FERRITE BEAD TERHADAP PERFORMA MESIN HONDA SUPRA FIT 100 CC

PUBLIKASI ILMIAH Disusun oleh : THOHIR MASRURI

D 200 120 150

Telah diperiksa dan disetuju untuk diuji oleh :

(3)

ii

HALAMAN PENGESAHAN

PENGARUH FERRITE BEAD TERHADAP PERFORMA MESIN HONDA SUPRA FIT 100 CC

Disusun oleh : THOHIR MASRURI

D.200.120.150

Telah dipertahankan didepan Dewan Penguji Fakultas Teknik Jurusan Mesin

Universitas Muhamadiyah Surakarta Pada Hari Jum’at, 7 Juli 2017 dan dinyatakan memenuhi syarat

Dewan Penguji :

1. Ir. Sartono Putro, MT. (………)

(Ketua Dewan Penguji)

2. Tri Tjahjono, MT. (………)

(Anggota I Dewan Penguji)

3. Ir. Subroto, MT. (………)

(Anggota II Dewan Penguji)

Dekan, Fakultas Teknik

Universitas MuhammadiyahSurakarta Ir.H. Sri Sunarjono, MT.,Ph.D.

(4)

iii

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa publikasi ilmiah ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak ada karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Apabila kelak terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya diatas maka akan saya pertanggung jawabkan sepenuhnya.

Surakarta,Jum’at 28 Juli 2017 Penulis Thohir Masruri D200120150

(5)

1

PENGARUH FERRITE BEAD TERHADAP PERFORMA MESIN HONDA SUPRA FIT 100 CC

ABSTRAKSI

Ferrite Bead merupakan senyawa keramik yang terbuat dari bubuk besi oksida (Iron Powder) yang memiliki sifat resistivitas listrik yang tinggi sehingga mampu meminimalisir interferensi elektromagnetik yang menyebabkan penurunan energy dan fungsi alat pada sistem kelistrikan.

Penggunaan ferrite bead dipasang pada kabel busi sistem pengapian mesin bensin 4 tak. Tujuan dari penelitian pemasangan ferrite Bead agar mendapatkan pengaruh terhadap performa mesin bensin 4 tak, dengan variasi bahan bakar premium, pertalite dan pertamax. Performa mesin sendiri meliputi daya, torsi , kbbs dan percepatan mesin.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah mengingkatnya performa mesin akibat pemasangan ferrite bead pada sistem pengapian motor bensin 4 tak, dengan perolehan data premium mengalami peningkatan pada daya 1,5 %, torsi 0,3 %, dan akselerasi waktu 2,80 % serta efisiensi SFC sebesar 13%. Kemudian pada pertalite mengalami peningkatan pada torsi 0,50 %, dan akselerasi waktu 2,2% serta efisiensi SFC sebesar 10,5 %. Kemudian pada pertamax memperoleh peningkatan pada 1% dan akselerasi waktu 2,2% serta efisiensi SFC sebesar 10,2%. Dari hasil data bahwa ferrite dapat mempengaruhi sistem pengapian mesin bensin 4 tak untuk memperoleh pembakaran yang lebih sempurna sehingga performa mesin lebih baik.

Kata Kunci : Ferrite Bead, Mesin Bensin, efisiensi, performa mesin. ABSTRAK

Ferrite Bead is a ceramic compound made from iron oxide powder that have high electrical resistivity so able to minimise electromagnetic interference that causes a decrease in energy and electrical system tools function.

The use of ferrite bead mounted on wires spark plug ignition system engine gasoline 4 stroke. The goal of the research is mounting ferrite Bead to get influence on performance of gasoline engine 4 stroke, with premium fuel, pertalite and builtin. Engine performance include power, torsi, kbbs and acceleration of the engine.

The results obtained from this research is mengingkatnya engine performance due to the installation of a ferrite bead on the ignition system of the motor gasoline 4 data acquisition, with no premium increase on power 1.5%, 0.3%, torque and Acceleration time 2.80% and the efficiency of the SFC amounted to 13%. Then on the pertalite experience an increase in torque 0.50%, 2.2% and accelerated the time as well as the efficiency of SFC of 10.5%. And then on the builtin gained an increase at 1% and accelerated time 2.2% as well as the efficiency of the SFC amounted to 10.2%. From the results of the data that the ferrite could affect gasoline engine ignition system 4 is not to obtain a more perfect combustion thereby engine performance better.

Keywords: Ferrite Bead, Petrol, efficiency, engine performance

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Motor bakar adalah salah satu jenis dari mesin kalor, yaitu mesin yang mengubah energi termal untuk melakukan kerja mekanik atau mengubah tenaga kimia bahan bakar menjadi tenaga mekanis. Energi diperoleh dari proses pembakaran, proses pembakaran

(6)

2

atau pengubahan energi tersebut dilaksanakan di dalam mesin dan luar mesin kalor. (Kiyaku dan Murdhana, 1998).

Salah satu unsur penting pada motor bakar adalah mendapatkan proses pembakaran yang sempurna, untuk mengasilkan tenaga yang maksimal. Pada motor bensin pembakaran sempurna jika komposisi campuran bahan bakar dan udara 1:14,7 dapat terbakar semua oleh api yang dihasilkan sistem pengapian. Dalam sistem pengapian arus listrik yang bersumber dari baterai atau alternator (trigger) sebesar 12 V disalurkan ke ignition coil karena terjadi induksi listrik mengalami peningkatan sebesar 1000 V – 2000 V, kemudian listrik tegangan tinggi disalurkan ke busi dan terjadilah letikan bunga api di busi, pengaturan waktu pengapian diatur oleh CDI. Dalam sistem pengapian tak lepas dari berbagai masalah seperti listrik yang dihasilkan arus listrik kurang fokus, tidak stabil. Karena arus yang stabil menghasilkan api yang baik, sehingga ledakan pembakaran menjadi sempurna dan hampir tidak ada molekul bensin yang terbuang percuma, ruang bakar menjadi bersih dan kerja piston menjadi ringan (Anggarif Romadhoni, 2012).

Dalam sistem pengapian sering terjadi kendala seperti diatas akibat salah penyetelan celah busi, kerusakan komponen, komponen kotor, serta penggunaan listrik pada sistem pengapian terdapat gelombang elektromagnetik di sekitar penghantar yang bersifat mengganggu atau interferensi yang di sebut EMI (Electro Magnetic Interference) atau derau listrik atau arus liar (eddy current) maka dari permasalahan diatas akan berakibat pembakaran tidak sempurna yang berefek melemahnya performa mesin, seperti tenaga mesin melemah dan efisiensi konsumsi bahan bakar terganggu.

Untuk memaksimalkan sistem pengapian standar sepeda motor dalam penelitian ini dilakukannya penambahan ferrite bead/core pada kabel busi agar dapat membuang arus liar,memfokuskan dan mempersempit arus sehingga tegangan listrik menjadi stabil. Dengan ini dilakukannya penelitian pengaruh ferrite bead pada sistem pengapian motor bakar terhadap performa mesin Honda Supra Fit 100 CC tahun 2006.

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh penggunaan ferrite bead pada kabel busi dengan bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap performa mesin.

1.3 Pembatasan Masalah

(7)

3

a. Bahan bakar, yang digunakan dalam percobaan ini adalah bensin dengan angka oktan 88 (premium), bensin dengan angka oktan 90 (petralite) bensin dengan oktan nomor 92 (pertamax).

b. Mesin yang digunakan sebagai penelitian adalah Honda Suprafit 100 cc

c. Penelitian ini hanya dibahas tentang pengaruh ferrite bead terhadap performa mesin (torsi, daya dan sfc) dan performa mesin standar dengan variasi bahan bakar premium, pertalite dan pertamax.

d. Penelitian ini dilakukan hanya pada gigi transmisi 3. e. Ferrite bead yang digunakan dari pabrikan Kitagawa. 2. METODE PENELITIAN

2.1 Diagram Alir Penelitian

(8)

4

2.2 Alat Dan Bahan Penelitian

Alat: Bahan:

1. Stopwatch 1. Sepeda Motor Honda

2. Gelas Ukur Supraft 100 CC tahun 2006

3. Tachometer 2. Ferrite Bead Kitagawa

4. Dynamometer

2.3 Instalasi Pengujian Mesin (Engine Test)

Pada proses pengujian mesin akan dilakukan penelitian tentang Daya, Torsi dan Konsumsi Bahan Bakar Spesifik (KBBS) mesin, dalam penelitian ini digunakan beberapa variasi bahan bakar seperti premium, pertalite dan pertamax dan ditambah asesoris ferrite bead. Data yang diperoleh merupakan hasil perbandingan performa mesin dengan tidak menggunakan ferrite bead dan dengan menggunkan ferrite bead, adapun langkah – langkah instalasi alat-alat dengan objek sebagai berikut :

a. Melakukan Tune Up sepeda motor serta dilakukannya penggantian oli dan busi pada mesin. Dengan melakukan Tune Up di tujukan untuk mendapat performa mesin yang standar pabrik.

b. Menempatkan sepeda motor pada dinamometer, sepeda motor di cengkram erat agar posisi roda depan tidak bergerak atau statis, sedangkan roda belakang diberikan pembebanan dinamometer untuk mengukur performa mesin.

c. Memasang kabel Tachometer ke high cable core pada Ignition Coil, proses ini digunakan untuk membaca putaran crankshaft dengan satuan Rotary Per Minute (RPM).

d. Memasang gelas ukur (Burrete) dengan selang yang di hubungkan ke dalam karburasi, Pemasangan ini ditujukan untuk memperoleh KBBS dipadukan dengan Stopwatch dengan ketentuan bahan bakar yang digunakan adalah 15 ml.

e. Memasang Ferrite Bead pada high cable core, pemasangan Ferrite Bead yang berjumlah dua biji dipasang pada kabel busi dengan ketentuan 1 dekat dengan Ignition Coil yang satunya dekat dengan Spark Plug (busi). Pada proses ini digunakan untuk memperoleh data performa mesin dengan menggunkan ferrite bead, sedangkan pada data performa mesin tanpa ferrite bead tinggal melepaskan kedua ferrite bead dari kabel busi

(9)

5

Gambar 2 Pemasangan Ferrite Bead Pada Kabel Busi

Gambar. 3 rangkaian pemasangan ferrite bead pada sepeda motor supra fit 100 cc f. Menyalakan kipas pendingin ruang untuk memperoleh pendinginan yang ideal dan

mencegah mesin mengalami overheating.

g. Jika semua instalasi alat sudah selesai sepeda motor dinyalakan dengan tujuan untuk memperoleh suhu kerja mesin yang ideal.

h. Menyalakan panel dinamometer dan layar komputer untuk memperoleh pembacaan performa mesin.

i. Mengecek kembali oli, rantai, roda dan seluruh instalasi untuk memastikan proses penelitian berjalan dengan baik

j. Jika semua proses sudah dijalankan, proses pengetesan performa mesin siap di mulai k. Proses pengambilan data performa mesin dilakukan dengan variasi bahan bakar

premium, pertalite, pertamax serta dengan menggunakan atau tanpa ferrite bead di kabel busi, dimana proses pengujian mengambil data dari 4000 sampai 7000 RPM dan transmisi di posisikan ke gigi no 3.

l. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Mototech Motocourse Technology Jl. Ringroad Selatan, Kemasan, Singosaren, Bangutapan, Bantul Yogyakarta. Telp. +62 274 65 363 03.

2.4 Pengambilan Data 2.4.1 Power dan Torsi

1. Dalam pengambilan data Power dan Torsi sepeda motor dinyalakan sampai tercapai suhu kerja mesin serta memposisikan transmisi ke posis gigi 3, sehingga roda

Busi C D I Ignition Coil Kunci Kotak Ferrite Bead Kabel Busi Battera y

-

+

(10)

6

memutar roller dynamometer atau pada proses ini dilakukannya pembebanan. Setelah gigi di posisikan gigi 3 maka handel gas di tarik sampai 4.000 RPM, setelah itu tarik handel gas sampai 10.000 RPM, setelah itu lepaskan handel gas dan tahan lagi di posisi 4.000 RPM.

2. Lihat pada monitor maka akan ditemukan data daya dan torsi hasil dari pengujian dalam bentuk tabel angka dan grafik.

3. Lakukan pengujian satu variasi 3 sampai 4 kali pengujian agar memperoleh data yang akurat.

2.4.2 Konsumsi Bahan Bakar

1. Pengambilan data dilakukan dengan pembebanan yang sama pada roller dynamometer dan dengan di posisikannya gigi ke 3. Serta Pengambilan data dimulai dengan putaran mesin 4.000 – 7000 RPM.

2. Mencatat waktu mesin dalam menghabiskan 15 ml bahan bakar dengan perpaduan variasi bahan bakar, putaran mesin dan ferrite bead.

3. Mengulangi beberapa kali pengujian agar menemukan data yang akurat

4. Hasil pengambilan data konsumsi bahan bakar akan dikomparasikan dengan daya dan torsi.

3. HASIL DAN PEBAHASAN

3.1 Daya dan Torsi Yang Dihasilkan dengan Bahan Bakar Premium

Gambar 4 Grafik Daya dan Torsi Yang Dihasilkan dengan Bahan Bakarpremium 0 1 2 3 4 5 6 7 8 0 1 2 3 4 5 6 7 To rsi ( N m ) D ay a (H p ) Putaran Mesin (Rpm) Daya No Ferit Daya Ferit Torsi No Ferit Torsi Ferit

(11)

7

Dari grafik di atas menjelaskan tentang daya dan torsi terhadap putaran mesin (Rotary Per Minute)(rpm). Dalam perbandingan antara premium non ferrite bead dengan premium dengan ferrite bead,Hasil tertinggi diperoleh premium ferrite bead dengan Daya sebesar 6,6 HP pada 7024 rpm dan Torsi sebesar 7,02 Nm pada 5669 rpm, sedangkan perolehan premium non ferrite bead dengan Daya sebesar 6,5 HP pada 7138 rpm dan Torsi sebesar 7 Nm pada 5549 Rpm, dari hasil data tersebut penggunaan ferrite bead pada sistem pengapian dengan bahan bakar premium menghasilkan daya dan torsi yang lebih besar dari pada bahan bakarpremium yang tidak memakai ferit pada sistem pengapiannya. Hal ini terjadi karenaPemakaian ferrite bead pada system pengapian menyebabkan listrik lebih fokus sehingga pembakaran lebih sempurna.

3.2 Daya dan Torsi Yang Dihasilkan Dengan Bahan Bakar Pertalite

Gambar 5 Grafik Daya dan Torsi Yang Dihasilkan dengan Bahan Bakar Pertalite Dari grafik di atas menjelaskan tentang daya dan torsi terhadap putaran mesin (Rotary Per Minute)(rpm). Dalam perbandingan antara pertalite non ferrite dengan pertalite dengan ferrite bead. Hasil tertinggi diperoleh pertalite ferrite bead dengan Daya sebesar 6,5 HP pada 7040 rpm dan Torsi sebesar 6,98 Nm pada 5669 rpm, sedangkan perolehan pertalite non ferrite bead dengan Daya sebesar 6,5 HP pada 7100 rpm dan Torsi sebesar 6,95 Nm pada 5644 Rpm, dari hasil data tersebut penggunaan ferrite bead pada sistem pengapian dengan bahan bakar pertalite menghasilkan torsi yang lebih besar dari bahan bakar pertalite yang tidak memakai ferrite bead pada sistem pengapiannya.

3.3 Daya dan Torsi Yang Dihasilkan dengan Bahan Bakar Pertamax

0 1 2 3 4 5 6 7 8 0 1 2 3 4 5 6 7 T o rsi (Nm ) Day a (Hp ) Putaran Mesin (Rpm) Daya No Ferit Daya Ferit Torsi No Ferit Torsi Ferite

(12)

8

Gambar 6 Grafik Daya dan Torsi Yang Dihasilkan dengan Bahan Bakar Pertamax Dari grafik di atas menjelaskan tentang daya dan torsi terhadap putaran mesin (Rotary Per Minute)(rpm). Dalam perbandingan antara pertamax non ferrite bead dengan pertamax dengan ferrite bead,Hasil tertinggi diperoleh pertalite ferrite bead dengan Daya sebesar 6,6 HP pada 7202 rpm dan Torsi sebesar 7,21 Nm pada 5615 rpm, sedangkan perolehan pertamax non ferrite bead dengan Daya sebesar 6,6 HP pada 7120 rpm dan Torsi sebesar 7,14 Nm pada 5584 Rpm, dari hasil data tersebut penggunaan ferrite bead pada sistem pengapian dengan bahan bakar pertamax menghasilkan torsi yang lebih besar dari bahan bakar pertamax yang tidak memakai ferrite bead pada sistem pengapiannya. 3.4 Konsumsi Bahan Bakar Spesifik (SFC)

Gambar 7 Grafik Konsumsi Bahan Bakar Spesifik

0 1 2 3 4 5 6 7 8 0 1 2 3 4 5 6 7 T o rsi (Nm ) Day a (Hp ) Putaran Mesin (Rpm) Daya No Ferrite Daya Ferrite Torsi No Ferrite Torsi Ferrite 0,020 0,040 0,060 0,080 0,100 0,120 0,140 0,160 S F C (Kg /HP .h) Putaran Mesin (Rpm)

Premium Non Ferrite Premium Ferrite Pertalite Non Ferrite Pertalite Ferrite Pertamax Non Ferrite Pertamax Ferrite

(13)

9

Pada graifk diatas merupakan penjelasan antara perbandingan antara SFC dengan putaran mesin, maksud dari perbandingan tersebut merupakan efisiensi bahan bakar terhadap daya terjadi pada saat putaran mesin ke berapa.

Pertama nilai SFC terhadap putaran mesin pada bahan bakar Premium non ferrite bead dengan Premium ferrite bead. Nilai SFC terendah terdapat pada premium ferrite bead dengan 0,095 Kg/Hp.h pada 5500 rpm, sedangkan premium non ferrite bead diperoleh 0,106 Kg/Hp.h pada 5500 rpm, jadi premium ferrite bead lebih efisien dibanding premium non ferrite bead. Nilai SFC tertinggi premium ferrite bead masih lebih baik dengan perolehan 0,110 Kg/Hp.h pada 4500 rpm sedangkan nilai SFC tertinggi Premium non ferrite bead diperoleh 0,135 Kg/Hp.h pada 4000 rpm, jadi dari nilai SFC tertinggi Premium ferrite bead masih lebih effisien 13 % dibanding Premium non ferrite bead.

kedua nilai SFC terhadap putaran mesin pada bahan bakar Pertalite non ferrite bead dengan Pertalite ferrite bead. Nilai SFC terendah terdapat pada Pertalite ferrite bead dengan 0,075 Kg/Hp.h pada 5000 rpm, sedangkan Pertalite non ferrite bead diperoleh 0,81 Kg/Hp.h pada 5500 rpm, jadi Pertalite ferrite bead lebih efisien dibanding Pertalite non ferrite bead. Nilai SFC tertinggi Pertalite ferrite bead masih lebih baik diperoleh 0,091 Kg/Hp.h pada putaran 7000 rpm sedangkan nilai SFC tertinggi Pertalite non ferrite bead diperoleh 0,098 Kg/Hp.h pada putaran 7000 rpm, jadi dari nilai SFC tertinggi Pertalite ferrite bead masih lebih effisien 10,5 % dibanding Pertalite non ferrite bead.

ketiga nilai SFC terhadap putaran mesin pada bahan bakar Pertamax non ferrite dengan Pertamax ferrite bead. Nilai SFC terendah terdapat pada Pertamax ferrite bead dengan 0,066 Kg/Hp.h pada putaran 5000/5500 rpm, sedangkan Pertamax non ferrite bead diperoleh 0,75 Kg/Hp.h pada 5000 rpm, jadi Pertamax ferrite bead lebih efisien dibanding Pertamax non ferrite bead. Nilai SFC tertinggi Pertamax ferrite bead masih lebih baik diperoleh 0,082 Kg/Hp.h pada putaran 7000 rpm sedangkan nilai SFC tertinggi Pertamax non ferrite bead diperoleh 0,087 Kg/Hp.h pada putaran 7000 rpm, jadi dari nilai SFC tertinggi Pertamax ferrite bead masih lebih effisien 10,2 % dibanding Pertamax non ferrite bead.

Jadi nilai SFC terhadap putaran mesin dengan perbandingan terbaik dari semua jenis bahan bakar. Dari data diatas kita ketahui SFC terendah di dapat oleh pertamax ferrite bead sejumlah 0,066 Kg/Hp.h pada putaran 5000/5500 rpm dengan presentase efisiensinya 10,2 %. Namun efisiensi tertinggi didapat oleh premium dengan efisiensi 13

(14)

10

% sedangkan pertalite ferrite bead mendapat 10,4 persen Jadi pemakaian ferrite bead pada sistem pengapian mesin berpengaruh terhadap SFC mesin.

3.5 Presentase peningkatan performa mesin dengan ferrite bead

Gambar 8 Grafik Presentase peningkatan performa mesin dengan ferrite bead Pada grafik diatas perbandingan peningkatan performa mesin dari semua bahan bakar. peningkatan daya hanya terjadi pada premium sebesar 1,5 % sedangkanpada bahan bakar yan lain tidak mengalami peningkatan. Peningkatan torsi tertinggi terjadi pada baha bakar pertamax sebesar 1 % sedangkan premium sebesar 0.30 % dan pertalite sebesar 0,50 %. Selanjutnya peningkatan efisiensi bahan bakar atau SFC tertinggi diperoleh bahan bakar premium sebesar 13 % sedangkan prertalite sebesar 10,5 % dan pertamax sebesar 10,20 %. Kemudian peningkatan percepatan waktu tertinggi diperoleh premium sebesar 2,8 % sedangkan pertalite dan pertamax sebesar 2,2 %.

4. PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Hasil penelitian eksperimen tentang pengaruh ferrite bead terhadap performa enggine pada motor bensin 4 tak dengan variasi bahan bakar premium, pertalite dan pertamax dengan kesimpulan berikut ini:

a. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pemasangan ferrite bead pada sistem pengapian motor berpengaruh pada performa engine.

b. Pengaruh ferrite bead pada performa mesin meliputi daya, torsi, kbbs dan akselerasi mengalami persentase tertinggi terdapat pada kbbs, kbbs tertinggi diperoleh bahan bakar premium 13 % disusul pertalite 10,5 % dan pertamax 10,2 %.

D ay a pr em ium ; 1 ,5 0% Tor si P re m ium ; 0 ,3 0% S FC p re m ium ; 13% w ak tu P re m ium ; 2 ,8 0% D ay a P er ta lit e 0 % Tor si P er ta lit e; 0, 50 % S FC P er ta lit e ; 1 0, 50 % w ak tu P ert al ite ; 2 ,2 0% D ay a {e rt am ax 0 % Tor si P er ta m ax ; 1% S FC P er ta m ax ; 1 0, 20 % w ak tu P er ta m ax ; 2, 20% 0% 2% 4% 6% 8% 10% 12% 14% Bahan Bakar P er se n tas e (% )

(15)

11

c. Pengaruh ferrite bead mengalami peningkatan performa mesin pada daya, daya tertinggi diperoleh bahan bakar premium sebesar 1,5 % sedangkan pada pertalite dan pertamax daya tidak mengalami peningkatan.

d. Pengaruh ferrite bead mengalami peningkatan performa mesin pada torsi, torsi tertinggi diperoleh bahan bakar pertamax sebesar 1 % disusul pertalite 0,5 % dan premium 0,3 %.

e. Peningkatan performa mesin pada akselerasi, tertinggi diperoleh bahan bakar premium sebesar 2,8 % disusul pertalite dan pertamax sebesar 2,2 %.

4.2 SARAN

Setelah melakukan rangkaian metodologi penelitian sampai mendapatkan kesimpulan ini, penulis mempunyai beberapa saran yang dapat digunakan untuk proses pengembangan penelitian selanjutnya, yaitu :

1. Melakukan analisa studi literatur agar proses penelitian mempunyai data yang lebih objektif.

2. Memperhatikan dengan seksama dalam mempersiapkan alat dan bahan agar dalam melakukan proses penelitian dapat memperoleh data yang lebih akurat.

3. Dalam proses pengujian bahan dapat dipastikan memperoleh data yang akurat, dengan mengulangi pengujian sampai beberapa kali agar ditemukan data yang akurat.

4. Dalam melakukan pengembangan penelitian selaanjutnya dapat dilakukan penelitian tentang pengaruh ferrite bead pada emisi gas buang dan melakukan eksperimen pencampuran bahan ferrite untuk mendapatkan permebilitas yang tinggi sehingga daya resistensinya lebih baik.

PERSANTUNAN

Puji syukur alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas bekah, rahmat, dan hidanya-Nya sehingga penyusunan laporan penelitian tugas akhir dapat terselesaikan : Tugas Akhir berjudul “PENGARUH FERRITE BEAD TERHADAP

PERFORMA MESIN HONDA SUPRA FIT 100 CC“ dapat diselesaikan atas dukungan dari beberapa pihak. Untuk itu pada kesempatan ini, penulis menyampaikan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada :

1. Ir. Sri Sunarjono, MT., Ph.D., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.

(16)

12

2. Ir. Subroto Ketua Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta. 3. Ir. Sartono Purto, MT. Dosen pembimbing yang banyak memberikan ilmu, waktu,

dorongan serta arahan dalam proses bimbingan sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini.

4. Nur Aklis, ST, MT., Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberikan arahan, bimbingan serta motivasi selama masa kuliah.

5. Bapak, Ibu, mas Nanang, mas Arif, Mas Sigit, Usfi, Ilham dan keluarga besar yang telah memberikan hari - hari yang luar biasa serta do’a dorongan untuk terus mengenyam pendidikan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab yang semata-mata untuk beribadah dan memperoleh ridho dari Allah SWT.

6. Rencang – rencang Teknik Mesin FT UMS yang telah bahu membahu, saling mendukung dan gotong royong dalam proses menyelesaikan studi semoga mendapat masa depan yang baik.

7. Dan semua pihak yang telah membantu secara moral dan material yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu secara rinci, semoga Allah SWT membalas kebaikan kita semua.

DAFTAR PUSTAKA

Adhitya I, 2012,”Analisa Karakteristik Induktor Toroid Pada Rangkaian Boost Converter”, Final Project S-1 UI, Jakarta

Aprinaldi, 2014,”Kaji Eksperimental Pengaruh modifikasi Kepala Silinder Terhadap Campuran Bahan Bakar Udara (Air Fuel Ratio),” Skripsi, UB, Bengkulu

Ardita S, 2015,”Pabrikasi Magnet MnZn Ferit dan Barium Ferit dari Limbah Pengelasan”, PPET, LIPI, Bandung

Arends, BPM. dan Bareenschot, B., 1980.Motor Bensin, Erlangga. Jakarta

Bambang W,2013, ”Karakterisasi Termal MnZnFe2O4 Ferrite”, PPF, LIPI, Tangerang

Firman K, 2015.” Analysis Of Effect Using Heater and MagnetIn Fuel Lines On Performance Of Spark-Ignition (SI) Four Stroke Engine”, Final Project S-1, UMS, Surakarta Fitzgerald, A,E David E,H & Grabel, Arvin, 1981. “Dasar- dasar Elektro Teknik (jilid 2),”

Erlangga, Jakarta

Ganesan, V, 2003. Internal Combustion Engine Second Edition. Tata McGraw-Hill. New Delhi.

Heywood, J.B., 1998, Internal CombustionEngine Fundamentals, Mc Graw HillInt.,NewYork

(17)

13

Http://.www.Wikipedia.org

Sri Hardiati, 2014 “Pengendalian Electromagnetic Interference (EMI) Printed Circuit Board (PCB) dalam Perkembangan Peralatan Elektronik” Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi - LIPI

Sularto, 2004,”Pengaruh Jenis Sistem Pengapian CDI dan Jensi Bensi terhadap Kadar Karbon Monoksida (CO) Gas Buang pada Sepeda Motor Honda Supra Tahun 2003,Tugas Akhir, UNS, Surakarta

Syahril Machmud, 2014,”Analisis Variasi Derajat Pengapian Terhadap Kinerja Mesin”, UJN, Yogyakarta

Toyota Astra Motor, 1995, New Step 1. PT. Toyota Astra Motor, Jakarta Toyota Astra Motor, 1995, Step 2. PT. Toyota Astra Motor, Jakarta Wardan Suryanto, 1989.”Teori Motor Bensin”, Depdikbud, Jakarta

Gambar

Gambar 1. Diagram Alir Penelitian
Gambar 2  Pemasangan Ferrite Bead Pada Kabel Busi
Gambar 4 Grafik Daya dan Torsi Yang Dihasilkan dengan Bahan Bakar premium
Gambar 5 Grafik Daya dan Torsi Yang Dihasilkan dengan Bahan Bakar Pertalite  Dari  grafik  di  atas  menjelaskan  tentang  daya  dan  torsi  terhadap  putaran  mesin  (Rotary  Per  Minute)(rpm)
+3

Referensi

Dokumen terkait

Ini bila dikaitkan dengan perbankan konvensional ketidakadilan tersebut terutama bagi para pemberi modal (bank) yang pasti menerima keuntungan tanpa mau tahu apakah para

No 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Konsep Diversi telah. muncul lebih dari dua puluh tahun yang lalu sebagai alternative

Pola grafik anomali medan magnetik “Tilt Angle Wave” merupakan salah satu landasan yang menegaskan dalam mengamati pola kontur zona konduktifitas antara kedua teknik pengukuran

From this situation, the researcher sets the research objectives to firstly identify and analyse private sector involvement in the Old City revitalization and development,

(6) Pengecualian ketentuan jalur pendaftaran PPDB bagi Sekolah di daerah yang jumlah penduduk usia Sekolah tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta didik dalam 1

 Kita mampu melihat bangsa lain sebagaimana kita melihat bangsa kita sendiri dan sesudah menilai dengan cara ini, maka kita akan mampu meneruskan politik yang menghormati

b. Permasalahan yang akan diteliti harus memperhatikan originalitas dan aktualitas topik. Memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh Program Pendidikan Magister

Es hat sich gezeigt, dass die Lernenden weniger Fehler sowohl bei der Konjugation, als auch bei der Stellung des Verbs machen. Aber der Unterschied liegt mehr in Bezug