• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIWAB. lusi Cerdas Swasembada. aging Sapi dan Kerbau. s.andi Amran Sulaiman, MP, dkk EMENTERAN PERTANIAN RE PUBLIR INDONE SA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SIWAB. lusi Cerdas Swasembada. aging Sapi dan Kerbau. s.andi Amran Sulaiman, MP, dkk EMENTERAN PERTANIAN RE PUBLIR INDONE SA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

SIWAB

lusi Cerdas Swasembada aging Sapi dan Kerbau

s.Andi Amran Sulaiman, MP, dkk

EMENTERAN PERTANIAN RE PUBLIR INDONE SA

(2)

SIWAB

Solusi Cerdas Swasembada

Daging Sapi dan Kerbau

Diterbitkan oleh

sEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERAN PERTANIAN R

Penulis

Andi Amran Sulaiman, MP Pror (Riset) Dr. Ir. Ismeth Inounu, MS

Or Syamsir Torang Drn Maidaswar, M.Si

Editor

Ir. Syukur lwantoro, MS, MBA

Achmad Yulianto, S.Pi

Cetakan Kedua

Januari 2018

SBN

978 602 5540 03 5 Buku ini dilindungi

Undang-Undang

Hak Cipta. Segala bentuk penggandaan, penerjemahan, atau reproduksi, baik melalui media cetak maupun elektronik harus seizin penerbit, kecuali untuk kutipan ilmiah.

(3)

SAMBUTAN

MENTERI PERTANIAN

Dunia peternakan di Indonesia dihadapkan kepada permasalahan

dan kompleks yang harus segera diatasi, termasuk belum painya swasembada daging sapi yang menjadi target utama

enterian Pertanian. Permasalahan panjangnya jarak kelahiran dan

gaf9guan reproduksi serta penyakit merupakan salah satu faktor yang

menyebabkan rendahnya produktivitas ternak selain faktor teknis,

seperti kurangnya nutrisi dan rendahnya pengetahuan peternak seputar manajemen pengelolaan ternak.

Menghadapi permasalahan tersebut yang terus berulang sepanjang tahun, Kementerian Pertanian pada tahun 2017 melakukan upaya sistematis dan komprehensif untuk meningkatkan produktivitas ternak melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting. Dengan UPSUS SIWAB tersebut, sapi/kerbau betina produktif milik peternak dipastikan dikawinkan, baik melalui Inseminasi Buatan (1B) maupun Intensifikasi Kawin Alam (INKA). Upaya khusus tersebut merupakan kegiatan yang terintegrasi melalui sistem manajemen reproduksi yang terdiri dari unsur- unsur: 1) pemeriksaan status reproduksi dan gangguan reproduksi; 2) pelayanan inseminasi Buatan (1B) dan Intensifikasi Kawin Alam (INKA); 3) pemenuhan semen beku dan nitrogen cair; 4) pengendalian pemotongan

SAMBUTAN MENTERI PERTANIAN

(4)

sapi/kerbau betina prouluktir, dan s) penenuhan hijauan pak.an teu

dan honsentrat. Upaya ini ditakukan seb,qaI wujucd komitmen pemerinta

dal.ammengejau swasembada sapi y.ang dht.rgetkan Presiden Joko Widoe

aqar dapat dicapai pada 2022 mendatg serta mewujudkan Indones

nak

y.ang mandiri dalam pemenuhan pangan, sekaligus meningkatk an kesejahteaan petennak raky.at

Untuk mengawal perkenh kinerja UPSUS SIWAB Kementerian Pertanian telah nme l'edoman Pelaksanaan yane

ngkatan populasi ternak

mengatur tentang metode e i Iuminansia besar, pembentukanLe

kerja, dan Tim Supervisi Semeti untuk memantau perkembangan capaian kinerja Program UPSUS A B ecara cepat dan real time harian diqunakan instrumen Sistem nlomasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS) yang diintegrasikan dengan Sistem Monitoring dan Pelaporan

Aeta, kesekretariatan kelompok

SMS Kementerian Pertanian

Sasaran awal implementasi Program UPSUS SIWAB pada tahun

2017 ditargetkan akan ada 3 juta ekor mencapai kebuntingan dari 4 juta akseptor sapi dan kerbau dan pada gilirannya nanti akan menghasilkan 2,4 juta pedet (anak sapi) pada tahun 2018. Sementara untuk program intensifikasi kawin alam, pemerintah akan menyiapkan infrastruktur yaitu bibit pakan rumput dan legum. prasarana sumber air berupa embung serta obat-obatan dan vaksin. Hal ini dilakukan bagi ternak yang dikembangkan di padang gembala (ranch) sehingga ada jaminan ketersediaan pakan, air, dan kesehatan ternak. Sedangkan untuk ternak yang dikembangkan

dengan pola kandang komunal, pemerintah akan memberikan bibit pakan

rumput dan legum, fasilitas kesehatan, semen beku, N2 cair, dan tenaga inseminator.

Program UPSUS SIWAB memiliki tujuan mulia yakni meningkatkan populasi sapi nasional, maka seharusnya indikator sukses dari program ini adalah berupa angka jumlah kelahiran pedet pada akhir periode program.

Meskipun dari segi nama program hanyalah sampai kepada wajib bunting

dengan output berupa kebuntingan, target program ini dapat dikatakan

masih bersifat antara dan belum final. Yang lebih penting dan urgent

adalah berapa banyak indukan yang berhasil melahirkan pedet sehingga

akan menambah populasi.

V SAMBUTAN MENTERI PERTANIAN

(5)

Suksesnya Program UPSUS SIWAB sangat tergantung pada kerjasama dan komitmen semua unsur peternakan termasuk pemerintah daerah. Beberapa hal yang perlu mendapat penekanan dan menjadi

catatan bagi pemerintah daerah antara lain:1) melanjutkan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan sesuai Renstra 2015-2019 yang

difokuskan pada UPSUS SIWAB; 2) memprioritaskan komoditas sapi dan

kerbau, komoditas lain difasilitasi dengan porsi terbatas; 3) melakukan

paya terobosan untuk meningkatkan sumber daya di luar APBN; 4)

enjabarkan strategi pengembangan kawasan untuk meningkatkan

ai ekonomi usaha agribisnis peternakan; dan 5) kegiatan pokok lain

erti perbaikan mutu bibit lokal, pembebasan penyakit tertentu,

anaman hijauan pakan ternak di kawasan integrasi ternak-tanaman ap dilanjutkan dan disinergikan dengan UPSUS SIWAB. Selain terus

ningkatkan populasi sapi di tingkat peternak, kinerja UPT perbibitan

ga harus terus ditingkatkan untuk dapat menghasilkan lebih banyak

bibit-bibit sapi unggul. Tahun 2017, terdapat 3 (tiga) cluster dalam pelaksanaan UPSUS SIWAB yaitu intensif, semiintensif, dan ekstensif.

Saya menyambut baik penerbitan buku "SIWAB: Solusi Cerdas Swasembada Daging Sapi dan Kerbau" sebagai sarana komunikasi dan sOsialisasi, sehingga masyarakat dan pembaca dapat memahami ide

mulia dalam rangka mencapai swasembada daging sapi. Saya berharap masyarakat peternak dan seluruh stakeholder yang terlibat dapat mendukung program ini serta mengembangkan model-model baru yang sesuai kondisi lapang untuk bersama-sama membangun pertanian guna peningkatan kesejahteraan petani.

Jakarta, Oktober 2017 Menteri Pertanian

Andi Amran Sulaiman

SAMBUTAN MENTERI PERTANIAN

(6)

KATA

PENGANTAR

Puji Syukur ke

Maha Penyayang atas ta

an SWT yang Maha Pengasih lag

dan hidayah-Nya sehingga penyusuna

buku SIWAB Solus Cerdas Swasembada Daging Sapi dan Kerbau

ini dapat diselesaikan tepat waktu Buku ini disusun sebagai referen

terkait peningkatan dengan populasi kebijakan sapi dan Kementerian Pertanian dalam kerbau untuk memenuhi ebutuhar mengakseleras daging dalam negeri dengan sasaran akhir tercapainya ketahanan pangan hewani melalui swasembada daging sapi

Program UPSUS SIWAB dicetuskan oleh Kementerian Pertania pada tahun 2016 melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48 Tahun 2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populas Sap dar Kerbau Bunting, dengan target mewujudkan Indones a swasembada daging 2022 UPSUS SIWAB merupakan pemikiran positif s stematis

dan komprehensif dalam mengatasi permasalahan laju pertumbuhan penyediaan daging produksi lokal yang beberapa tahun terakhir lebi

rendah dibandingkan dengan kebutuhan

Dalam program UPSUS SIWAB, fokus kegiatan diakukan melalu

Inseminas Swasembada Buatan daging (1B) Buku dan intensifikasi ini mengulas Kawin Alam (inkal 3 (tiga) hal poko untuk yatu metuja

program menuju swasembada daging berkelanjutan, () pem serday aan

(7)

elompok peternak: rekayasa sosial sukseskan UPSUS SIWAB; dan

5) prasarana dan sarana pendukung upaya khusus SIWAB. Dalam

penjabarannya, mengedepankan upaya perbaikan secara menyeluruh

baik yang menyangkut ketepatan program, SDM, fasilitas sarana dan prasarana, kelembagaan, sistem pelayanan, dan hal lain yang menjadi landasan kuat mendukung program UPSUS SIWAB secara menyeluruh.

Kepada Tim Penyusun dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku SIWAB Solusi Cerdas Swasembada Daging

S a p i d a n K e r b a u " i n i d i s a m p a i k a n t e r i m a k a s i h d a n p e n g h a r g a a n y a n g

sebesar-besarnya. Semoga buku ini dapat memberikan nilai tambah/

wawasan dalam mengakselerasi percepatan target peningkatan populasi

sapi potong dalam negeri.

Sekretaris Jenderal, Kementerian Pertanian

Hari Priyono

KATA PENGANTAR

vii

(8)

DAFTAR ISI

SAMBUTAN MENTER

KATA PENGANTAR ii

* . V I

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR TABEL. X

Xii

* * * .

PROLOG..

1

BABI. PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETERNAK:

REKAYASA SOSIAL SUKSESKAN UPSUS SiWAB. 11 Kelompok Peternak (KP).. ***************************************************** 13

Gabungan Kelompok Peternak (GKP).. ******************************** .18

BAB II. PRASARANA DAN SARANA PENDUKUNG

UPSUS SIWAB 2 8

Infrastruktur Pendukung Sukses Upsus Siwab.

29

************.**********

Pendekatan Pengembangan Kawasan

Prinsip Dasar Pengembangan Kawasan 33

..36

*******************************

Model Kawasan Peternakan. 39

************************************************************°************ ********* ...41

Dukungan Regulasi. ******************************************.**********************

**********************°**°***************************

Jenis Kawasan

...43

Kebijakan Transportasi ternak ******************** . 4 8

Asuransi Usaha Ternak Sapi . ******************************************************** * 52

viii DAFTAR ISI

(9)

BAB III. PROGRAM MENUJU SWASEMBADA DAGING

BERKELANJUTAN.. 55

Penanganan Gangguan Reproduksi

Penyediaan Sarana Penunjang.. ******.

************ .56

* * * * * * * * * ° * * * * * * * * *

.60

Inseminator: Pejuang Reproduksi.. *******°***°**°****°°************°***** .62 Distribusi dan Ketersediaan Bahan Baku B . . * * * * * * * * * * * ° * * " * * ° * * * * * .65 Semen Beku, Setetes Mani Sejuta Harapan.

Pemenuhan Hijauan Pakan Ternak dan Konsentrat .

Penguatan Pakan Konsentrat

Pengendalian Pemotongan Sapi Betina Produktif.

ISHIKNAS:Sistem Monitoring Evaluasi dan Pelaporan

UPSUS SIWAB.. ******°*******°***************°******°********************************************

.67

* * * * * * * *

69 .73

* * * * * * * * * * * * * * * * * * . * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * ° *

. 74

8

. .

Optimalisasi Inseminasi Buatan **********°°***°**°.**********°*** .82

EPILOG 91

DAFTAR BACAAN . . ee*****ese********************** eee******e****************e****eo** 94

DAFTAR ISI

IX

(10)

DAFTAR GAMBAAR

api/kerbau 2045

Gambar 1. Roadmap swasemibod

Gambar 2. Induk sapi dan ar et

Gambar 3. Pengembanga"

Gambar 4. Sapi peterne Gambar 5. Pakan ton Gambar 6. Usaha per

Gambar 7. Struktur oigans15/ K

n perkebunan sawit. ****************

perkebunan sawit

erkualitas ******************************.. O

ngkong yang diparut Dau di Sukabumi..

...8

**************************.

*******************

eeseeas*e ********************************.** ***5..

********L7

Gambar 8. Peternakan sapi di padang pengembalaan ************"**************e* 7

Gambar 9. Penggemukan sapi berbasis limbah pertanian **********°****°******

Gambar 10. Struktur organisasi GKP . .

Gambar 11. Tim pendukung suksesnya program UPSUS SiWAB.

Gambar 12. Antusiasme kelompok peternak menerima bimbingan teknis .25

***********************°**********************.*** .24

********************. 24

Gambar 13. Presiden RI meninjau peternakan sapi lokal..

Gambar 14. Strategi optimalisasi populasi dan produksi melalui

******L 27

UPSUS SIWA.

Gambar 15. Penguatan infrastruktur pengembangan

*********************o******************* *********** ********* J

kawasan peternakan.

Gambar 16. Interaksi prinsip pengembangan kawasan

*******s************************************************************* 34

komoditas peternakan dan kesehatan hewan. **************.**************** 39 Gambar 17. Model pengembangan kawasan peternakan

Gambar 18. Padang pengembalaan ternak.

40

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

45

e * * *************

Gambar 19. Pemeriksaan status reproduksi sapi betina.

Gambar 20. Kapal angkutan ternak KM Camara Nusantara

Gambar 21. Presiden RI dan Menteri Pertanian meninjau sapi dalam kapal

46

* * * * * * * * ° * ° * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

48

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

angkutan ternak KM Camara Nusantara I.. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * 49

X DAFTAR GAMBAR

(11)

. 5 1

Gambar 22. Tol laut upaya menghilangkan gap hubungan antar pulau

ambar 23. Petugas pelayan kesehatan sedang memeriksa status

60

reproduksi sapi gagal bunting setelah berkali-kali di 1B . mbar 24. Prosesi 1B Ternak Sapi . 63

mbar 25. Peta ketersediaan semen beku per Agusstus 201/ . . *****°*********°*******

nbar 26. Swasembada benih semen beku nasional sebagai modal utama

* * * * ° * * ° ° * * * * * * * * * * * * * * ° * * ° * * * ° ° * * * ° * * * * * ° * * * * * ° * ° ° * * * * * * * * * * ° * * * *

66

UPSUS SIWAB untuk mewujudkan Indonesia lumbung

pangan dunia. ° ° * * * * ° ° * * * * * * .67

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * e * * * * * * * * * * * °

Gambar 27a. Sapi dengan kondisi BCS rendah. * * ° * * * * * * * * * * * * * 69

* * * * * * * * * *

Gambar 27b. Pakan petanian ...

Gambar 28a. Pakan tambahan berupa singkong yang diparut . . ***°***°

Gambar 28b. Sapi hasil perbaikan pakan

*************e******************** ******e***** *******.****************** .69

...70

70

e * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Penguatan pakan hijauan sebagai upaya perbaikan kondisi akseptor UPSUS SIWAB..

Gambar 29.

...71

* * * * * * * * * * e * * * * * * * * * * * * * * e * * * * * * * * e * * * * * * * * * * * * *

Gambar 30. Sapi Penggemukan dengan rumput yang telah dicacah Gambar 31. Sopi rakyat dengan kondisi prima .

.72 74 Gambar 32. Konsep mekanisme penyelamatan betina produktif . .75

Gambar 33. Grafik penurunan pemotongan betina produktif..

Gambar 34. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Dirjen PKH dengan Kepala Baharkam POLRI dalam upaya pengendalian

pemotongan betina ruminansia produktif ". * * * * * * * * * * * * * * * ° * * * * * * * * * * * * * * * * * * .

Gambar 35. Alur pelaporan kinerja UPSUS SIWAB.. ***********************************

* * * * * * * * * * * * * * * *

78 ... 81 Gambar 36. Pemberian vitamin untuk menormalkan

siklus birahi yang tertunda... .*****ee****tes************************************************ 83

Gambar 37. Persentase realisasi 1B bulanan terhadap target yang

telah ditetapkan (%) * *****************************'******************************** 83

Gambar 38. Realisasi IB komulatif tahun 2010-2017

Gambar 39. Realisasi Kebuntingan bulanan

************* ******d **************a* 84

****** * * * * * ************n******

Gambar 40. Anak sapi hasil 1B umur 2 bulan .

Gambar 41. Monitoring bobot tubuh anak hasil 1B..

89

**************************** *********i **********

.89

DAFTAR GAMBAR

XI

(12)

DAFTAR TABFL

Tabel 1. Intermediare Organizotior

setts*t *000#*t********************* .15 Tabel 2. Deskripsi tugas dan tonggung jawab kelompok peternak

Tabel 3. Deskripsi tugas dan tanggung jawab.

Tabel 4. Sembilan prinsip pengembangan kawasan peternakan

Tabel 5. Jenis kawasan komoditas peternakan berdasarkon

1 8

***************************s**es4 ..37

*********et

kriteria umum

.42

* * * s * s o s e r

***********s****************************************** * Tabel 6. Realisasi 1B perkawinan berdasarkan IB dan INKA tahun

DAFTAR TABEL XI

(13)

SIWAB

Solusi Cerdas Swasembada

Daging Sapi dan Kerbau

KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA

Jl. Harsono RM No.3, Ragunan

Pasar Minggu- Jakarta Selatan

Telepon: (021) 7811545 www.pertanian.go.id

OL LAT

Saatnya

PETERNAK BERJAYA

MELAYANI

A T R

P K B

ISBN 9-786025- 540035

9 786025'540035

Referensi

Dokumen terkait

• RUEN dimaksudkan sebagai acuan dan pedoman dalam pengelolaan energi di tingkat nasional yang bersifat lintas sektor, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam

Tipe penelitian dalam tesis ini berupa yuridis normatif dan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) serta pendekatan konseptual (conceptual approach),

Episode II berisi cerita tentang konflik yang dialami oleh Pangeran Samudra dengan Raja Brawijaya. Akhirnya, tidak disangka hubungan asmara gelap antara Pangeran

Dapal dimengerti bahwa khususnya untuk tegangan sistem nominal tertentu, kerja normal perlengkapan tidak dapat dijamin sampai dengan tegangan tertinggi untuk perlengkapan ini,

Adapun skala likert digunakan dalam pengukuran tingkat kepercayaan terhadap atribut yang diukur berdasarkan 4 angka dimulai dari skor 5 yaitu sanga baik, skor 4 yaitu baik, skor

Komunikasi menyampaikan informasi dan pengetahuan dari orang yang satu kepada orang lain sehingga dapat terjadi

limbah padat hasil dari proses pembakaran di dalam furnace pada PLTU yang. kemudian terbawa keluar oleh sisa-sisa

Zeolit merupakan adsorbent yang unik, karena memiliki ukuran pori yang sangat kecil dan seragam jika dibandingkan dengan adsorbent yang lain seperti karbon aktif dan silika