• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. masa remaja orang mulai mengenal dunia luar mereka memiliki rasa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. masa remaja orang mulai mengenal dunia luar mereka memiliki rasa"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Salah satu periode perkembangan manusia adalah masa remaja. Pada masa remaja orang mulai mengenal dunia luar mereka memiliki rasa keingintahuan yang besar serta keinginan mencoba hal-hal yang baru, tidak jarang mereka ingin mencoba hal-hal yang menantang hingga menimbulkan pelanggarang-pelanggaran terhadap hukum ataupun norma dan nilai dalam masyarakat.

Masa remaja adalah masa yang terbilang rentan, karena pada periode ini terjadi proses pencarian jati diri hal ini menyebabkan remaja mudah terjerumus pada perbuatan-perbuatan yang dianggap tidak baik. Dalam kehidupan remaja sering dijumpai kenakalan –kenakalan atau perilaku yang menyimpang. Salah satu kenakalan yang sering dilakukan oleh kalangan remaja adalah balapan liar motor. Disadari atau tidak balapan motor sebagai salah satu kenakalan remaja tersebut merupakan suatu perilaku yang menyimpang dari norma hukum dimana perilaku remaja-remaja ini akan merugikan dirinya sendiri bahkan orang lain.

1

Ajang balapan liar tersebut terbilang sangat nekat dan bahaya karena belum tentu joki sudah terlatih dalam bidang otomotif, lalu masalah keamanan diri dimana para joki tidak memakai helm dan pakain yang

1

Dwi Joko, “Kenakalan Remaja Balap Liar”,

http://sobatbaru.blogspot.com/2009/10/kenakalan-remaja-balapan- liar.html

(2)

2 khusus seperti sarung tangan, pelindung siku, dan jaket berkendara yang diperuntukkan untuk balapan mereka hanya memakai pakaian seadanya.

Faktor lainnya dimana balapan liar ini dilakukan di tempat umum tidak di lintasan resmi sebagaimana mestinya melainkan di jalan raya, kegiatan ini tidak hanya berpontensi mencelakakan mereka sendiri tapi juga mencelakakan orang lain. betapa nekatnya mereka semua belum lagi polusi suara yang di timbulkan karena rata-rata dari para oknum pembalap liar memakai knalpot racing yang menimbulkan suara yang sangat berisik sehingga dapat menganggu ketenangan bagi warga yang tinggal di sekitar tempat balapan liar.

Faktor yang menyebabkan banyak remaja melakukan balapan liar dapat disebabkan oleh buruknya kontrol diri dari remaja-remaja ini, mereka belum dapat mengkontrol keinginan untuk mencari jati diri dengan cara melakukan hal-hal baru yang berbahaya sekalipun dan juga melemahnya kontrol sosial yang dipengaruhi oleh kegagalan keluarga, lingkungan, sekolah. Balapan liar yang dilakukan dijalan umum ini disebabkan karena tidak adanya sarana yaitu berupa sirkuit balapan resmi yang disediakan oleh pemerintah selain itu dibutuhkan modal yang besar untuk menjadi seorang pembalap resmi sehingga hal ini tidak selalu mendapat dukungan dari keluarga

2

Di Indonesia sendiri, sudah menjadi rahasia umum bahwa ajang balap liar itu sudah menjangkiti banyak anak muda. Mulai dari yang hanya

2

Fery Agung, Perilaku Menyimpang Pelaku Balap Liar Kalangan Remaja Di Kabupaten

Bintan, (Riau : Universitas Maritim Raja Ali Haji, 2017) hlm 5

(3)

3 berorientasikan hobi sampai pada taraf yang mengikuti balap liar karena faktor gengsi belaka. Walaupun sudah banyak para pelaku balap liar yang tertangkap, tetapi masih saja ajang balap liar tersebut ada sampai sekarang seolah-olah hukuman yang diberikan tidak memberikan dampak adanya efek jera pada para pelakunya.

Berdasarkan catatan Indonesia Police Watch (IPW) terakhir mengenai balapan liar, sepanjang tahun 2015 ada 28 peristiwa kecelakaan dalam aksi balapan liar, yang membawa 41 korban, yakni 31 tewas dan 10 luka. Angka korban balapan liar tahun 2015 ini lebih tinggi jika dbandingkan tahun 2014, yakni 29 orang tewas dan lima luka. Bahkan tahun 2015, Jawa timur menjadi wilayah paling rawan kecelakaan balapan liar. Ada lima peristiwa yang menyebabkan lima tewas dan empat luka.

Korban balapan liar ini empat tewas di Mojokerto, satu tewas di Surabaya, dua luka di Bangkalan, dan dua luka di Surabaya. Dalam catatan IPW disebutkan bahwa hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia rawan terhadap aksi-aksi balapan liar. Daerah rawan kecelakaan maut balapan liar lainnya menurut catatan IPW adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan Barat, Aceh, Jambi, Jawa Tengah, dan Yogyakarta

3

Dikutip dari sumber berita Tribunnews Oktober 2018

SURYA.co.id | SURABAYA - Polrestabes Surabaya menyita sebanyak 59 motor dan tujuh STNK disita dari razia di Jalan A Yani-Margorejo, Minggu dini hari (10/10/2018). Razia ini dilakukan setelah polisi mendapat informasi adanya sekumpulan pemuda yang akan melakukan aksi balap liar.

3

Beritasatu : 2015, Balapan Liar Jadi Pembunuh Remaja yang Mengerikan di Jalanan, dalam

https://www.beritasatu.com/ diakses pada 12 Oktober 2018

(4)

4

"Ada informasi yang menyebut di kawasan traffic light Margorejo dan sekitar pos polisi mulai dipakai untuk ajang balap liar," keterangan dari Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia.

Sejumlah personel polisi lalu lintas dikerahkan menyisir lokasi tersebut.

Polisi juga berpatroli ruas Jalan A Yani sisi barat dan timur serta sekitar flyover Mayangkara. Mereka kemudian mencegat pengendara yang melakukan balap liar dan yang mencurigakan. "Kendaraan yang terindikasi melakukan balap liar, tidak memakai helm dan knalpot brong," kata Pandia.

Setelah diberhentikan, motor-motor tersebut diperiksa polisi. Beberapa di antaranya masih menggunakan knalpot brong dan tanpa dilengkapi surat kendaraan."Ada 59 motor yang kami amankan di antaranya knalpot brong, tanpa surat-surat, pengendara tidak pakai helm dan kelengkapan kendaraam lain. Saat pemeriksaan surat kendaraan tujuh STNK kami sita," jelas Pandia.

Nantinya, para pemiliki bisa mengambil motor tersebut setelah sidang dan membawa knalpot sesuai pabrikan.Sebab, selain meresahkan warga, aksi balap liar ini juga membahayakan mereka maupun pengendara lainnya.

"Ini kami lakukan juga untuk menekan angka kecelakaan di Surabaya,"

pungkas Pandia.

4

Aksi balap liar selalu menjadi polemik di setiap kota besar, tidak hanya ramai di Surabaya dan kota besar lainnya akan tetapi juga merambah ke berbagai pelosok kota. Balapan liar yang dilakukan sebagian kalangan pelajar kini juga mewabah ke Ponorogo.

Aksi Balapan Motor liar mulai menjangkiti kalangan pelajar-pelajar SMA di Ponorogo. Balapan motor ini mulai menjadi daya tarik bagi pelajar SMA, banyak yang mulai ambil bagian dari dari kegiatan yang dianggap menjadi trend ini mulai dari hanya sekedar menjadi penonton hingga terjun langsung menjadi joki balap motor. Sebagaimana dilakukan di kota-kota lain, kegiatan balapan di Ponorogo dilakukan di jalan umum atau jalan raya

4

Tribunnews : Balap Liar di Jalan A Yani Dibubarkan, Polrestabes Surabaya Amankan 59

Motor dalam

http://surabaya.tribunnews.com/ diakses 20 Oktober 2018

(5)

5 yang dianggap sepi. Dalam praktiknya mereka sering berpindah-pindah namun penulis menemukan beberapa titik yang sangat sering dijadikan tempat para pelajar ini untuk mengadu kecepatan. Terdapat 3 titik yaitu Jalan Raya Ponorogo-Pacitan(kawasan Dengok), Jalan Alun-Alun Timur, dan Jalan Baru Suromenggolo. Seringnya kegiatan balapan dilakukan di dua titik jalan ini penulis merasa memang karena kondisi jalan yang mendukung kegiatan ini, dengan lebar jalan yang luas beraspal lurus jalur ini cocok untuk mendukung para pelajar untuk memacu kecepatan motor mereka.

Kegiatan balapan ini bisa mereka lakukan kapan saja. Bahkan para pelaku balapan bisa melakukan aksinya di siang hari saat kondisi ramai dengan pengguna jalan yang lain, walaupun tetap yang ramai adalah saat sore atau malam hari. Kegiatan balapan di Ponorogo ini juga tidak berpatokan pada hari-hari tertentu, mereka bisa melakukan kapan saja sesuai dengan keinginan dan perjanjian yang dibuat mereka.

Berikut contoh kasus yang diberitakan Detik.com,

Ponorogo - Polisi menggelar Operasi Cipta Kondisi Semeru di wilayah Ponorogo pada Minggu (26/8/2018) dini hari. 46 motor yang telah dimodifikasi dan digunakan untuk balap liar pun terciduk. Laporan terbanyak datang dari warga yang mengeluhkan sejumlah ruas jalan di Ponorogo yang dimanfaatkan untuk ajang balap liar. Salah satunya di Jalan Baru Suromenggolo." Banyak laporan yang masuk ke kami. Di sini selalu jadi ajang balap liar. Sengaja kami lakukan operasi di sini dan hasilnya ada puluhan motor yang kami tilang," terang Kasat Sabhara Polres Ponorogo, AKP Joko Winarto, Minggu (26/8/2018).

Operasi ini melibatkan 87 personel gabungan. "Operasi ini melibatkan 87 personel gabungan, kami memang sengaja mengerahkan anggota dalam jumlah besar dan hasilnya yang diamankan juga besar," tambah Joko.

Hasilnya ada 46 sepeda motor yang sudah dimodifikasi diamankan dan

ditilang petugas. Selain mengamankan dan menilang motor modifikasi

untuk balap liar, lanjut Joko, para pengendara juga langsung diberikan

arahan dan nasehat terkait bahayanya balapan di jalan.

(6)

6

"Kami ingatkan pula untuk melengkapi surat kendaraan dan mengembalikan bentuk motor sesuai spek semula," imbuhnya.Diakui Kapolres Ponorogo AKBP Radiant, di Ponorogo memang ada beberapa ruas jalan yang sering digunakan untuk ajang balap liar. Minimnya pengawasan membuat para pebalap ini sengaja memilih titik-titik itu untuk balapan.

"Ada 3 yang jadi spot balapan, Jalan Raya Ponorogo-Pacitan(kawasan Dengok), Jalan Alun-Alun Timur, dan Jalan Baru Suromenggolo," paparnya dalam kesempatan terpisah. Radiant menambahkan di ketiga lokasi tersebut memang sering terpantau sejumlah pemuda yang berkumpul dan menyiapkan motor untuk balap liar. Seringkali saat petugas lengah, mereka langsung memacu motor dan melakukan balap liar.

"Banyak warga juga yang lapor ke kami terkait adanya kegiatan balap liar ini, jadi kami langsung tindak tegas setiap pelanggaran. Jangan sampai ada motor bodong yang dicurigai hasil curian," pungkasnya.

5

Balap Liar merupakan kegiatan beradu cepat kendaraan bermotor (Mobil, Motor) tanpa menaati peraturan dari Ikatan Motor Indonesia, kegiatan ini dilakukan tanpa ijin resmi dari pihak yang berwenang selain itu kegiatan ini tidak digelar di lintasan balap resmi justru dilakukan di jalan raya pada umumnya. Kegiatan yang tergolong berbahaya ini begitu digemari oleh kaum remaja khususnya remaja laki-laki karena dianggap keren dan memacu adrenalin, mereka merasa tertantang ketika memacu motor dengan kecepatan di batas normal. Faktor penyebab remaja gemar mengikuti kegiatan balapan ini karena buruknya kontrol diri dari remaja yang tidak dapat mengkontrol keinginan untuk mencari jati diri dengan cara melakukan hal-hal baru yang bagi mereka menantang tanpa memikirkan kemungkinan-kemungikinan resiko yang akan terjadi.

Maraknya balap motor liar yang dilakukan oleh remaja di sejumlah jalan di wilayah Ponorogo membuat aparat bekerja keras untuk

5

Detik.com : Ikut Balap Liar, 46 Sepeda Motor Terciduk di Ponorogo dalam

https://news.detik.com/ diakses 20 Desember 2018

(7)

7 menertibkannya. Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo telah melakukan Patroli sebagai salah satu bentuk tindakan untuk mencegah atau menertibkan balapan liar ini di wilayah Ponorogo. Hasilnya tidak sedikit dari mereka yang ikut dalam balapan tersebut terjaring razia dan terpaksa harus berurusan dengan aparat berwajib tersebut. Dalam kurun waktu 2017- 2018 tercatat bahwa Satlantas Polres Ponorogo telah mengamankan setidaknya hampir 500 orang yang terlibat dalam balap liar, dari pelaku yang tertangkap tidak sedikit ditemukan dari mereka adalah kalangan remaja-remaja yang setidaknya masih duduk di bangku SMA bahkan SMP.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Urusan Bagian Operasional Satlantas Polres Ponorogo Iptu Yudi Kristiawan didapatkan Informasi bahwa terdapat dua titik ruas jalan yang paling sering dijadikan ajang balap liar. Dua jalan tersebut ialah jalan baru Suromenggolo dan jalan di sekitar alun-alun Ponorogo. Dua lokasi ini menjadi spot favorit bagi para remaja untuk memacu motornya.

Jalan di Alun-Alun Ponorogo dipilih karena aspalnya bagus serta

jalannya yang lebar, dan menjadi tempat jujugan pembalap dari kota lain

yang ingin ikut balapan atau hanya iseng menonton saja. Pada pukul 10

malam jalan ini biasanya akan mulai ramai didatangi anak atau kelompok-

kelompok anak motor. Dimulainya balapan di wilayah ini dilakukan secara

spontanitas, dari remaja-remaja yang berkumpul tadi akan ada satu atau dua

anak yang mulai saling menantang untuk adu kecepatan motornya. adu

balap ini bisa dilakukan dengan cara saling menantang pada sesama teman

(8)

8 kelompoknya atau dengan kelompok lain, jika sudah ditentukan lawan maka kedua pembalap ini akan menuju ke tengah jalan untuk memulai balapan. Tidak ada aturan yang mengikat bagi pelaku balapan ini, mereka hanya perlu menggeber motor yang ditungganginya secepat mungkin untuk memenangkan balapan dan tentu saja yang dianggap pemenang dalam balapan ialah yang pertama kali sampai pada garis finish yang sudah ditentukan. Biasanya jika sudah mulai satu kali balapan remaja yang lain akan latah untuk mengikuti balapan berikutnya.

Selain di jalan Alun-Alun Utara Ponorogo lokasi lain yang menjadi favorit untuk dijadikan area balapan adalah Jalan raya baru Suromenggolo.

Jalan ini dipilih karena memang ini jalan baru yang kondisi jalannya masih

bagus, rata tidak bergelombang, cukup lebar dan lurus. Ditempat ini juga

balapan dilakukan secara spontanitas, namun ternyata balapan di wilayah ini

juga sudah ada yang direncanakan terlebih dulu hal ini karena penulis

menemukan satu account instagram yang kadang memposting cerita/story

Instagram berisi informasi mengenai adanya balapan yang akan di lakukan

di jalan ini. Informasi yang diposting ini terkadang hanya berisikan sebuah

kata Suromenggolo dengan emotikon bendera yang dijadikan simbol

balapan atau bahkan juga informasi jelas siapa yang akan melakukan

balapan lengkap dengan motor apa yang akan dipakainya. Dari sinilah

penulis menyimpulkan bahwa balapan di wilayah ini tidak hanya dilakukan

secara spontanitas dengan mencari lawan balapan secara random di arena

balapan langsung.

(9)

9 Biasanya keterlibatan remaja-remaja ini dalam melakukan balapan liar dilakukan secara terorganisir namun dalam balap liar yang dilakukan oleh remaja di Ponorogo kebanyakan dilakukan secara individu dan spontanitas serta tidak ada yang mengorganisir, walau ada juga beberapa yang telah direncanakan. Selain itu kegiatan ini juga biasanya dilakukan di waktu malam hari sampai menjelang subuh hal ini karena karena kondisi jalan yang relatif lengang di jam tersebut. Namun tidak jarang balapan nekat dilakukan saat kondisi di jalan masih tergolong ramai, saat seperti ini mereka bahkan berani menutup jalang sembarangan demi memperlancar aksi balapan mereka. Di jalan Alun-alun Ponorogo misalnya, karena memang alun-alun merupakan pusat dari kabupaten ponorogo maka kawasan ini selalu ramai didatangi warga yang ingin bermain disana.

Dengan adanya kegiatan balapan di wilayah alun-alun tentu akan mengganggu ketertiban, mereka yang melakukan balapan bisa saja mencelakai warga lain, kerumunan penonton juga motor-motor mereka yang diparkir berbaris sepanjang jalan alun-alun yang dijadikan lintasan balapan juga menyebabkan kemacetan belum lagi suara-suara bising dari knalpot motor dan sorak-sorak para penonton balapan yang tentu mengganggu warga disana yang tujuan kedatangannya untuk bersantai.

Motor-motor yang digunakan balapan ini adalah motor-motor yang

sudah dimodifikasi, yang sebagian body-nya sudah tidak terpasang

sebagaimana motor pada umumnya, motor-motor ini memang tidak dilihat

dari penampilannya namun dinilai dari kemampuan kecepatannya saat

(10)

10 dipacu untuk saling berbalapan. Inilah mengapa banyak motor yang digunakan bodynya dicopot atau istilahnya dipreteli agar motor terasa ringan. Dalam aturannya balap liar yang dilakukan di ponorogo ini menggunakn sistem seperti Drag Race atau mereka menyebutnya Trek- Trekkan dimana adu cepat ini dilakukan dengan memacu motor dengan

cepat melewati lintasan lurus sejauh seperempat mil antara dua pembalap, dan pemenangnya adalah yang mencapai garis finish dengan catatan waktu paling singkat. Tak jarang mereka juga balapan seperti sistem road race, tak seperti sistem drag race yang cukup hanya dengan satu jalur jalan saja dengan jalur lurus, pada balapan model road race ini menggunakan dua jalur lintasan dan dan membutuhkan tikungan. hal ini karena sistem balapan yang sama saling adu kecepatan namu dilakukan dalam beberapa putaran yang ditentukan.

Dalam kegiatan balap motor liar ini sebenanya tak lepas dengan keberadaan taruhan, minuman keras bahkan narkoba, begitu pula balap liar yang dilakukan remaja di Ponorogo. Pada saat penulis melakukan wawancara dengan salah satu anggota Satlantas Polres Ponorogo, saat ditanyai terkait adanya kenakalan-kenakalan lain yang kemungkinan dilakukan oleh remaja saat melakukan balapan sebagaimana disebutkan, Kepala Urusan bidang Operasional Satlantas Polres Ponorogo Yudi Kristiawan membenarkan hal tersebut

“ minuman keras jadi sebuah pelengkap saat ada balapan liar, jadi

mereka seringkali dekat dengan, minuman keras kemudian pil narkoba yang

berbahaya dan sebagainya, pil double L itu yang biasanya mereka konsumsi

(11)

11 itu juga seringkali terjadi, jadi kadang kita juga menemukan mereka yang tertangkap itu keadaan teler ya. Kemudian taruhan itu jelas, uang taruhan itu pasti ada tapi permasalahannya pembuktiannya agak susah karena banyak alibi dari mereka untuk mengcounter kita, jdi modelnya terselubung karena kan gak mungkin ya itu uang taruhannya dijejer dipinggir jalan keliatan terus kita tangkap lalu kita jadikan itu barang bukti sebagai uang taruhan mereka enggak. jadi mereka tersembunyi bahkan justru mereka gak bawa uangnya jadi mereka percayakan sama siapa nah itu susahnya pembuktiannya disitu”

6

Berdasarkan hasil wawancara telah jelas bahwa pada saat razia dilakukan, tak jarang polisi menemukan remaja-remaja yang tertangkap tersebut dalam keadaan setengah teler karena mengonsumsi miras bahkan pil-pil berbahaya seperti pil double L. Untuk taruhan sendiri Kepolisian Ponorogo meyakini taruhan (judi) juga dilakukan oleh remaja-remaja tersebut namun sampai saat ini belum ditemukan bukti-bukti yang cukup untuk dapat membuktikan adanya unsur judi dalam balapan motor liar ini

Aksi balapan motor di kalangan remaja ini tentu harus disikapi dengan serius, harus ada pengawasan secara internal dalam keluarga, juga masyarakat dan tentunya pihak kepolisian sebagai penegak hukum yang bertanggungjawab dalam menyikapi kejadian seperti ini. Penelitian terhadap balap liar menjelaskan bahwa balap liar yang membawa dampak negatif bagi masyarakat Ponorogo dan pelaku balap motor itu sendiri

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka penulis merasa perlu untuk mengadakan penelitian sebagai bahan penulisan hukum dengan judul BALAPAN MOTOR LIAR OLEH REMAJA DITINJAU DARI

6

Wawancara dengan KBO Satlantas Polres Ponorogo IPTU Yudi Kristiawan, 22 Januari

2018

(12)

12 UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN SERTA TINDAKAN PORLI DALAM MENANGGULANGINYA (Studi di Polres Ponorogo)

1.2 Rumusan Permasalahan

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas yang telah penulis uraikan, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Tindakan apa yang dilakukan oleh aparat penegak hukum terhadap remaja pelaku balap motor liar?

2. Apakah bentuk-bentuk tindakaan aparat penegak hukum dapat mencegah dan mengurangi terjadinya balapan motor liar di wilayah hukum Polres Ponorogo?

1.3 Tujuan Penelitian

Setiap sebuah kegiatan penelitian dipastikan memiliki tujuan.

Demikian pula dengan penelitian yang penulis akan lakukan mempunyai tujuan. Adapun tujuan penelitian tersebut adalah sebagai berikut:

1. Untuk Mengetahui tindakan hukum apa yang dilakukan oleh aparat penegak hukum terhadap remaja yang melakukan aksi balapan motor balap

2. Untuk mengetahui Apakah bentuk-bentuk tindakaan aparat penegak hukum dapat mencegah dan mengurangi terjadinya balapan motor liar di Kabupaten Ponorogo

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dalam pembahasan penelitian ini adalah

sebagai berikut:

(13)

13 1. Manfaat Teoritis: Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan kajian

lebih lanjut dan mempunyai arti penting bagi kepolisian resort Ponorogo berkaitan dengan tindakan hukum terhadap banyaknya kasus balapan motor liar dikalangan remaja. Dan diharapkan dapat memberi manfaat dalam penertiban kegiatan yang mengganggu lingkungan dan membahayakan orang lain di daerah kabupaten Ponorogo

2. Manfaat Praktis: Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua masyarakat Ponorogo terutama yang berada pada daerah sekitar wilayah yang sering menjadi lintasan balap motor

1.5 Metode Penelitian

Penelitian hukum adalah kegiatan ilmiah dimana didasarkan dengan metode-metode dan sistematika serta pemikiran tertentu. Maka dari itu, diperlukan pemeriksaan dan analisa yang mendalam terhadap suatu fakta hukum tersebut, yang untuk selanjutnya mengusahakan suatu pemecahan atas permasalahan-permasalahan yang timbul didalam gejala yang bersangkutan. Dalam penulisan ini digunakan Metode penelitian sebagai berikut:

1. Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian lapangan (field

research), dimana penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data

dan informasi yang diperoleh langsung dari tempat penelitian. Data-

dat dan informasi tersebut didapatakan dengan cara berinteraksi

(14)

14 dengan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam menangani balapan liar. Dalam penelitian ini, peneliti memastikan memperluas dan menggali atau mendapatkan data secara langsung dari lapangan terhadap obyek yang diteliti, baik data primer sebagai data utama serta data sekunder sebagai data pendukung atau pelengkap

7

2. Metode Pendekatan

Dalam penelitian ini diuganaka metode pendekatan bersifat yuridis sosiologis yaitu unsur pendekatan ilmu hukum dan ilmu sosiologis yang ditempuh dengan melakukan penelitian secara sistematis serta terkontrol. Pendekatan yuridis yang dimaksudkan dengan memenadang hukum sebagai gejala sosial yang terjadi dimasyarakat sesuai dengan norma-norma yang ada sebagaimana tertuang dalam hukum positif yang berlaku, sedangkan untuk pendekatan sosiologis dimaksudkan dengan mengkaji berlakunya aturan-aturan hukum yang diatur dalam peraturan perundang-undangan ketika diterapkan dimasyarakat

3. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di wilayah hukum Polres Ponorogo serta di tempat-tempat yang sering dijadikan arena balap liar oleh para remaja 4. Sumber Data

sumber data yang digunakan terbagi menjadi sumber data bersifat primer dan sumber data bersifat sekunder. Data primer didapatkan

7

Bambang Waluyo , Penelitian Hukum dalam Praktek, Jakarta, Sinar Grafika, 1996, hal. 6

(15)

15 dengan melakukan observasi, wawancara langsung kepada informan yang berada di lokasi penelitian yaitu Kepolisian Resort Ponorogo.

Sedangkan data sekunder didapatkan dari sumber-sumber rujukan yang berkaitan langsung maupun tidak langsung meliputi buku, artikel, Undang-undang dan data-data lain yang berkaitan dengan balapan liar. Data ini sebagai penguat data primer.

5. Teknik Pengumpulan Data

Adapun metode yang dipergunakan dalam melakukan pengumpulan data adalah:

a. Observasi

Observasi merupakan suatu tindakan penelitian berupa mengamati, mendengar dalam rangka memahami, mencari jawaban, mencari buku-buku literatur terhadap suatu fenomena tertentu selama beberapa waktu dan tanpa mempengaruhi fenomena atau kejadian yang akan diobservasi, dengan merekam, mencatat, memotret, menganalisis fenomena tersebut guna menemukan data analitis.

metode observasi ini dapat diartikan sebagai bentuk pengamatan serta pencatatan dengan sistematis fenomena-fenomena yang diteliti.

8

Dalam hal ini peneliti mendatangi, melihat dan mengamati kondisi langsung lokasi penelitian yaitu Polres Ponorogo

8

Sutrisno Hadi, Metodologi Research, (Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi

UGM, 1982), hlm. 42.

(16)

16 b. Wawancara

Wawancara merupakan cara yang digunakan dalam berinteraksi, dimana pewawancara mengajukan pertanyaan seputar masalah penelitian kepada responden. atau melakukan tanya jawab langsung dengan pihak yang bersangkutan antara lain Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo atau Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ponorogo

c. Studi Kepustakaan

Mengkaji, menelaah dan menganalisis berbagai literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang diteliti.

6. Analisa Data

Keseluruhan data akan diuraikan secara deskriptif yang kemudian akan diuraikan secara kualitatif di mulai dengan menelaah data yang tersedia dari berbagai sumber-sumber baik data primer maupun sekundr yang telah didapatkan untuk selanjutnya setelah dipelajari dan ditelaah, langkah berikutnya adalah menyusunnya kedalam satuan- satuan dan dikategorisasikan. Yang terakhir adalah melakukan penafsiran data menjadi teori substantif menggunakan beberapa metode tertentu.

9

Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa apa yang dimaksud dengan metode kualitatif adalah suatu cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif, yaitu apa yang dikatakan atau diutarakan oleh responden

9

Laxy Moleong, Metode Penelitian Kalitatif, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya, hal. 103

(17)

17 baik bentuk tertulis ataupun lisan, kemudian dipelajari serta diteliti sebagai sesuatu yang utuh. Metode kualitatif tidak hanya bertujuan mengungkap kebenaran tetapi juga memahami kebenaran tersebut dan latar belakang terjadinya suatu peristiwa.

10

1.6 Draft Sistematika Skripsi

Untuk tujuan memudahkan memahami isi daripada skripsi ini, maka skripsi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini memuat latar belakang permasalahan, yang kemudian menarik permasalahan untuk membatasi ruang lingkup penulisan, selain itu memuat pula tujuan dan manfaat penelitian, dan menjelaskan metode penelitian yang digunakan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB ini berisi mengenai teori-teori terkait tinjauan yuridis dan siosiologis balapan liar sebagai permasalahan yang diambil oleh penulis dengan bahasan antara lain teori kriminologi Kejahatan, tinjauan umum balap liar, dan teori mengenai kenakalan remaja

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB ini berisi tentang hasil penelitian dari tema yang telah dipilih oleh penulis, hasil penelitian ini telah dianalisa dan dikaji berdasarkan pada kajian pustaka sebagaimana dalam bab II

10

Soerjono Soekamto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta, UI Press, 1986, hal. 250

(18)

18 BAB IV PENUTUP

Bab terakhir dari penulisan ini berisikan kesimpulan-kesimpulan serta

saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan

yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menghilangkan rasa sakit yang disebabkan oleh dismenore dapat dilakukan dengan menggunakan obat–obat golongan analgetik seperti aspirin, asam mefenamat,

Sekilas tentang peradaban Islam di Eropa dalam novel 99 Cahaya di Langit Eropa ini diawali dengan perjalanan Hanum di Wina tepatnya dibukit Kahlenberg disana

Dengan berlakunya Otonomi Daerah (OTDA) sejak tahun 2001, dan sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah

Informasi dalam dokumen ini didasarkan pada pengetahuan terkini kamidan berlaku untuk produk yang berkaitan dengan tindakan pencegahan dan keselamatan.Itu tidak mewakilimenjamin

Dengan mempertimbangkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, baik dalam kedudukan sebagai bahasa nasional maupun sebagai bahasa negara (lihat UU RI Nomor 24

Pengujian terhadap objek dengan latar belakang yang berbeda ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana latar belakang memberikan pengaruh terhadap proses deteksi

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus karena skripsi dengan judul “Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan, Kompensasi, Corporate Governance terhadap Manajemen Laba (Studi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pertumbuhan excess baggagee charge dengan pendapatan perusahaan pada Maskapai Garuda Indonesia rute