• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Karakteristik Sistem Antrian

Populasi pasien merupakan sumber masukan dari suatu sistem antrian, dalam hal ini pasien yang datang pada sistem antrian untuk mendapatkan pelayanan. Populasi pasien yang datang ke puskesmas larangan utara ini dicatat berdasarkan penelitian yng dilakukan penulisan selama 1 minggu yaitu dari hari senin sampai dengan sabtu ( 21 mei 2012 s/d 26 mei 2012,selama jam kerja dari pukul 08.00-13.00 wib)

Populasi pasien ini merupakan besaran yang tak terbatas, dimana setiap pasien yang datang perharinya sangat besar dan tidak adanya batasan terhadap sumber masukan tersebut.sedangkan fasilitas pelayanan ( petugas pelayanan ) yang tersedia hanya 1 orang.

Setiap pasien dapat dilayani jika pasien mau menunggu hingga pasien mendapatkan giliran untuk mendapatkan pelayanan. Inilah yang disebut dengan kekakuan darisistem antrian, diamana ada pasien yang sabar menunggu dan juga ada yang tidak sabar menunggu.

Pasien yang sabar menunggu adalah pasien yang memasuki siste antrian dan tetap berada pada garis antrian hingga pasien mendapatkan pelayanan, sedangkan pasien yang tidak sabar menunggu adalah pasien yang memutuskan

(2)

petugas pelayanan, akan tetapi dalam kasus yang ada dipuskesmas larangan utara ,di asumsikan semua pasien sabar menunggu dalam sistem antrian,sehingga tidak ada pasien yang meninggalkan antrian.

4.1.1 Pola kedatangan Pasien

Cara dimana individu-individu dari populasi sistem disebut dengan pola kedatangan. Individu-individu yang datang dengan tingkat kedatangan yang konstan ataupun acak , karena kita tidak mengetahui kapan pasien akan datang, maka kita harus mengevaluasinya pola kedatangan tersebut.

Pada permasalahan studi kasus puskesmas larangan utara ini menggunakan distribusi probabilitas poission yaitu waktu antara kedatangan setiap individu adalah acak (random )

Kedatangan populasi yang diamati adalah para pasien yang datang untuk menuggu pelayanan berobat, sehingga berdasarkan pada table pola kedatangan pasien yang berdistribusi poisson, berikut ini merupakan jumlah pasien yang datang ke puskesmas lalu mereka membuat antrian untuk mendaptkan pelayanan, selanjutnya dihitung setiap jamnya jumlah pasien yang mengantri tersebut untuk menentukan besarnya λ pada masing-masing hari kerja.

(3)

Tabel 4.1

Pola Kedatangan Pasien

Hari Jam Kedatangan (

pasien/jam)

λ

Senin 08.00-09.00

09.00-10.00 10.00-11.00 11.00-12.00

32 44 35 30

141/4= 35

Selasa 08.00-09.00

09.00-10.00 10.00-11.00 11.00-12.00

29 35 43 37

144/4= 36

Rabu 08.00-09.00

09.00-10.00 10.00-11.00 11.00-12.00

27 32 36 26

121/4= 30

Kamis 08.00-09.00

09.00-10.00 10.00-11.00 11.00-12.00

26 35 38 28

127/4= 32

Jumat 08.00-09.00

09.00-10.00 10.00-11.00

30 39 42

111/3= 37

Sabtu 08.00-09.00 26

(4)

09.00-10.00 10.00-11.00

30 29

85/3=29

Sumber : Analisis Penulis

Terlihat bahwa tingkat kedatangan pada setiap masing-masing hari memiliki karakteristik yang berbeda-beda berdasarkan waktu pada saat jam sibuk atau tidak. Pada hari senin merupakan hari yang sangat sibuk karena jumlah pasien yang datang sangat banyak yaitu 144 orang. Hal ini disebabkan karena hari senin adalah hari pertama kerja dan hari sebelumnya yaitu hari minggu adalah hari libur. Pada hari jumat jam kerja loket lebih sebentar,karena sebagai petugas loket beragama isam dan bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah shalat jum’at.

4.1.2 Disiplin Antrian

Ketika pasien berada didalam suatu disiplin antrian harus diterapkan sesuai dengan antrian yang ada agar pasien yang satu dengan yang lain tidak terjadi keributan, siapa terlebih dahulu masuk mendapatkan pelayanan,sehingga dapat berjalan dengan tertib dan lancer.

Disiplin antrian yang berlaku pada puskesmas larangan utara adalah sistem antrian ( First Come First Served) yaitu suatu disiplin antrian yang menerapkan bahwa pasien yang lebih dulu datang akan menerima pelayanan lebih dahulu dalam fasilitas pelayanan.

(5)

Sedangkan pasien yang baru datang harus mengantri untuk pelayanan, karena puskesmas larangan utara hanya menyediakan 1 orang petugas loket untuk melayani para pasiennya.

4.1.3 Struktur Antrian

Pada puskesmas larangan Utara ini, pihak manajemen memilih struktur antrian tunggal satu atap, ini termasuk model antrian satu saluran satu atap (single channel queuing model ) yaitu terdapat satu saluran untuk memasuki sistem pelayanan. struktur ini dapat digambarkan sebagai berikut.

Kedatangan 000 pelayanan selesai

Pada dasarnya model ini sudah cocok ditargetkan pada loket pelayanan mengingat jumlah pasien yang datang cukup banyak perharinya yaitu rata-rata 183 orang dengan kapasitas tempat untuk mengantri yang relative terbatas. Agar antrian tidak kelihatan penuh perlu pengarahan agar mendudukin kursi tunggu yang sudah disediakan dan tidak memadati didepan loket pelayanan.

Fasilitas 0 pelayanan

(6)

4.1.4 Pola pelayanan

Waktu yang digunakan untuk melayani individu-individu dalam suatu sistem disebut waktu pelayanan( service time ), yaitu waktu yang dibutuhkan seorang pasien untuk melakukan pengambilan data dan menggambarkan rata-rata banyaknya pasien dilayani persatuan waktu ( per jam)

Hari senin merupakan pertama pelayanan dimana pengunjung yang datang cukup banyak, dikarenakan pelayanan pada hari minggu tidak dibuka.

Hari jum’at adalah waktu terpendek pelayanan loket karena terbentur dengan sholat jum’at karena sebagai besar petugas loketnya adalah laki-laki

Sedangkan hari sabtu merupakan waktu terpendek pelayanan loket karena hari sabtu merupakan setegah hari kerja untuk pegawai negri dan pihak manajemen puskesmas memberikan waktu istirahat yang lebih kepada para pegawainya setelah lelah berkerja 6 hari setiap minggunya.

Table 4.2

Pola pelayanan pasien

Hari Jam Pelayanan ( pasien

/jam )

µ

senin 08.00-09.00

09.00-10.00

32 42

(7)

10.00-11.00 11.00-12.00

45 50

149/4 = 37

Selasa 08.00-09.00

09.00-10.00 10.00-11.00 11.00-12.00

30 42 45 50

167/4 = 42

Rabu 08.00-09.00

09.00-10.00 10.00-11.00 11.00-12.00

30 45 47 53

175/4 = 43

Kamis 08.00-09.00

09.00.10.00 10.00-11.00 11.00-12.00

25 35 43 45

148/4 = 37

Jumat 08.00-09.00

09.00-10.00 10.00-11.00

35 42 45

122/3 = 41

Sabtu 08.00-09.00

09.00-10.00 10.00-11.00

30 36 42

108/3 = 36

Sumber :Analisis Penulis

(8)

Dengan data diatas terlihat bahwa petugas pelayanan loket antara satu calon pasien dengan calon pasien yang lain memiliki tingkat kecepatan yang berbeda –beda, sehingga ini akan mempemgaruhi jumlah yang dapt dilayani setiap jamnya.

Hal ini terlihat apabila seorang calon pasien kurang mengerti memberikan informasi kesehatan, bahkan salah juga terjadi pertengkaran kecil karena ketidaksabaran calon pasien yang ingin segera dilayani

4.1.5 Waktu Efektif Server

Waktu efektif server adalah waktu yang benar-benar digunakan oleh tenga pelayanan untuk melayani pasien.

Table 4.3

Waktu Efektif Server

hari No server mulai Selesai

Senin Selasa

Rabu Kamis

Jumat Sabtu

1 1 1 1 1 1

08.00 08.00 08.00 08.00 08.00 08.00

12.00 12.00 12.00 12.00 11.00 11.00 Sumber : Analisis Penulis

(9)

Data diatas merupakam pengukuran waktu efetif pada petugas loket pelayanan dalam mlaksanakan perkerjaan sehari-hari dalam satu hari kerja yang berlaku ( dimulai jam 08.00wib-12.00 wib)

Ini merupakan pengukuran efektivitas kerja petugas dalam melayani pasien setelah dikurangi berbagai macam kebutuhan pribadi ( makan, sholat, ketoilet,dll)

4.1.6 Rata-rata kecepatan pelayanan

Rata –rata kecepatan pelayanan dihitung untuk rata-rata waktu pelayanan terhadap pasien. Perhitungan rata-rata kecepatan pelayanandikerjakan pada table 4.4 berikut ini.

Table 4.4

Rata-rata kecepatan pelayanan

Hari Waktu

pelayanan

Jumlah pelanggan

Kecepatan pelayanan

Rata –rata pelayanan

Senin 37/4 9 60/9 6 menit 39 detik

Selasa 42/4 11 60/11 5 menit 27 detik

Rabu 43/4 11 60/11 5 menit 27 detik

Kamis 37/4 9 60/9 6 menit 27 detik

(10)

Jumat 41/3 14 60/14 4 menit 16 detik

Sabtu 36/3 12 60/12 5 menit

Rata-rata 5 menit 52 detik

Sumber : Analisis Penuilis

Berdasarkan table rata-rata kecepatan pelayanan diatas, data yamg terdapat digunakan sebagai perbandingan dalam perhitungan yang akan dilakukan dengan pemgamatan yang telah dilakukan .

Apakah data pengamatan dengan data perhitungan terdapat perbedaan yang sangat berarti atau tidak yang akan mempengaruhi didalam waktu menunggu pasien

4.1.7 Ringkasan Pola kedatangan dan Pola pelayanan

Pola kedatangan menggambarkan rata-rata kedatangan pasien persatuan waktu (per jam) sedangkan pola pelayanan menggambarkan rata-rata banyaknya pasien dilayani persatuan waktu ( per jam ) pola kedatangan dan pola pelayanan pada kasus ini adalah sebagai berikut :

(11)

Table 4.5

Pola pelayanan dan pola kedatangan

Hari Pola kedatangan ( λ ) Pola pelayanan( μ )

Senin Selasa Rabu Kamis

Jumat Sabtu

35 Orang/jam 36 Orang/jam 30 Orang/jam 32 Orang/jam 37 Orang/jam 29 Orang/jam

37 Orang/jam 42 Orang/jam 43 Orang/jam 37 Orang/jam 41 Orang/jam 36 Orang/jam

Sumber : analisis penulis

Dengan melihat ringkasan perhitungan pola kedatangan dan pola pelayanan diatas, maka terlihat bahwa tingkay kecepatan pelayanan mempengaruhi pasien yang dapat dilayani setiap harinya.

Hal ini terjadi apabila seseorang pasien melakukan pengambilan data dan salah satu pengertian dan lambatnya identitas dari calon pasien, terkadang data dari pasien double bahkan hilang.

(12)

4.2 Kinerja sistem antrian pelayanan pasien puskesmas larangan utara

4.2.1 Utilitas ( ρ ) dan po

Utilitas adalah gambaran tentang persentase waktu yang digunakan oleh server untuk melayani pasien selama jam kerjanya.

Po adalah probabilitas tidak ada pasien dalam antrian ρ dan po dihitung untuk menetukan Ls ( rata- rata ) jumlah pasien dalam sistem

Table 4.6

Perhitungan ρ dan po

Hari λ μ ρ ( utilitas dalam % ) Po

Senin Selasa

Rabu Kamis

Jumat Sabtu Rata –rata

35 36 30 32 37 29

37 37 43 37 41 36

ρ = λ/μ (35/37) = 0.94 ρ =λ/μ (36/42) = 0.85 ρ =λ/μ (30/ 43) = 0.69 ρ =λ/μ ( 32/37 ) = 0.86 ρ =λ/μ ( 37/41 ) = 0.90 ρ =λ/μ ( 29/36 ) = 0.80

0.84

Po = 1-λ/μ = 1-0.94 = 0.06 Po = 1-λ/μ = 1-0.85 = 0.15 Po = 1-λ/μ = 1-0.69 = 0.31 Po = 1-λ/μ = 1-0.86 = 0.14 Po = 1-λ/μ = 1-0.90 = 0.1 Po = 1-λ/μ = 1-0.80 = 0.2

0.16

Sumber : Analisis penulis

(13)

Artinya 84% petugas loket melayani pendaftaran pasien, sedangkan sisanya dipakai untuk hal-hal pribadinya seperti ke toilet, minum, ngobrol dan lain-lain

4.2 Rata-ratajumlah pasien dalam antrian

Lq menggambarkan rata-rata banyaknya pelanggan dalam antrian perrhitungan Lq di kerjakan pada table :

Table 4.7

Rata-rata jumlah pasien dalam antrian

Hari λ λ² μ Lq

Senin 35 1225 37 Lq =

Selasa 36 1296 42 Lq =

Rabu 30 900 43 Lq =

Kamis 32 1024 37 Lq =

jumat 37 1369 41 Lq =

Sabtu 29 841 36 Lq =

Rata-rata 7 orang

Sumber : Analisis Penulis

(14)

Dengan melihat dari jumlah pasien dalam antrian diatas dapat diketahui bahwa pada hari senin seorang pasien harus mengantri sebanyak 5 orang sebelum ia mendapatkan giliran, untuk hal ini dikarenakan pada hari tersebut merupakan dimulainya hari kerja sehingga banyak pasien yang datang untuk berobat karena tertunda hari libur pada hari minggu.

Sedangkan pada hari selasa seorang pasien harus mengantri sebnyak 16 orang sebelum ia mendaptkan giliran, hari rabu 5 orang, hari kamis 3 orang yang merupakan rata-rata jumlah pasien dalam antrian yang paling sedikit

dibandingkan hari yang lainya.

Hari jumat 11 orang dari hari sabtu yaitu 3 orang sedangkan rata-rata jumlah pasien dalam antrian dari hari snin sampai hari sabtu 7 orang.

4.2.3 Rata-rata waktu tunggu dalam antrian

Wq adalah rata-rata waktu tunggu antrian perhitungan ini menggambarkan

lamanya seorang pasien enunggu sebelumnya mendapatkan. Jika Wq terlalu besar maka akan banyak pasien keluar dari garis antrian sebelum mendaptka pelayanan hal ini tentu saja akan merugikan puskesmas.

(15)

Table 4.10

Rata –rata waktu tunggu dalam antrian

Hari Lq λ Μ Wq

Senin 16 35 37 Wq = 28 menit 12 detik

Selasa 5 36 42 Wq = 8 menit 24 detik

Rabu 2 30 43 Wq = 3 menit

Kamis 6 32 37 Wq = 10 menit 12 detik

Jumat 11 37 41 Wq = 13 menit 12 detik

Sabtu 3 29 36 Wq = 6 menit 36 detik

Rata –rata 11 menit 6 detik

Sumber : analisis penulis

Karakteristik pengoprasian sistem antrian diatas menunjukan bahwa berdasarkan data diatas menunjukan bahwa waktu menunggu pasien pada hari senin selama 28 detik 12 menit, Ini sudah termasuk tertinggi untuk pasien

menunggu sebelum ia mendapatkan pelayanan, sedangkan pada hari selasa selama 8 menit 24 detik .serta hari kami 10 menit 12 detik .hari jumat 13 menit 12 detik Dan terakhr hari sabtu 6 menit 36 detik

(16)

Terlihat hari rata-rata dengan waktu tunggu terlama adalah hari senin 28 menit 12 detik dikarenakan hari senin merupakan hari pertama kerja, sehingga orang yang mengantri cukup banyak karena hari sebelumnya yaitu hari minggu adalah hari libur kerja.

4.2.4 Rata-rata jumlah pasien dalam sistem

Jumlah pasien adalah banyaknya pasien yang berada dalam barisan antrian, dan banyaknya pasien yang dilayani oleh petugas loket hasil perhitungan Ls dikerjakan pada table dibawah ini.

Table 4.7

Rata –rata jumlah pasien dalam sistem

Hari Perhitungan ( Ls ) Hasil ( Ls )

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Ls =

Ls =

Ls =

Ls =

Ls =

Ls =

18 orang

6 orang

2 orang

6 orang

9 orang

4 orang

Rata –rata 8 orang

(17)

Sumber :Analisis penulis

Hari senin sebesar 18 orang dimana seorang pasien harus mengantri sebanyak 18 orang sebelum ia mendapatkan pelayanan.ini merupakan jumlah yang cukup besar dalam panjangnya antrian. Karena telah bearada di atas rata-rata seorang pasien menunggu dalam antrian.

Hal ini disebabkan karena pada hari senin merupakan hari pertama kerja sehingga orang yang mengantri cukup banyak karena hari minggu adalah hari libur.

Sedangkan pada hari selasa jumlah pasien sedikit bertambah dibandingkan dengan hari rabu, dan untuk hari kamis jumlah pasien agak bertambah dibandingkan dengan hari rabu0.0. Sedangkan untuk hari jumat terjadi peningkatan jumlah pasien dibandingkan dengan hari kamis, rabu dan selasa walaupun sebenrnya jam kerja loket pelayanan pasien lebih singkat jam kerjanya dibandingkan hari kamis, rabu,selasa dan senin di karenakan shalat jumat berjumlah sehingga para penduduk agama islam pergi ke mesjid lebih awal untuk beribadah dan hari jumat juga merupakan setegah hari kerja untuk pegawai negri.

Sedangkan untuk hari sabtu jumlah pasien agak berkurang dibandingkan dengan hari jumat dan hari sabtu juga merupakan setegah hari kerja untuk pegawai negri.

(18)

4.2.5 Rata-rata tunggu pasien dalam sistem

Waktu tunggu dalam sistem adalah aktu yang dipergunkan pasien, mulai dari garis antrin hingga pasien selesai dilayani, perhitungan rata-rata waktu tunggu dalam sistem ditunjukan pada table 4-8

Table 4. 8

Rata –rata waktu tunggu pasien dalam sistem

Hari Ls λ WS

Senin 18 35 Ws

=

x 60= 30 menit

Selasa 6 36 Ws

=

Rabu 2 30 Ws

=

Kamis 6 32 Ws

=

Jumat 9 37 Ws

=

Sabtu 4 29 Ws

=

Rata – rata

13 menit 12 detik

Sumber :Analisis penulis

(19)

Pada hari senin terlihat rata-rata pasien menunggu adalah 30 menit, sedangkan untuk hari ini selasa dan rabu rata-rata pasien menunggu adalah 30 menit dan untuk hari kais 12 menit dan jumat 15 menit , sedngkan untuk hari sabtu rata-rata pasien menunggu adalah 8 menit 24 detik dan rata-rata pasien menunggu dari hari senin sampai dengan hari sabtu .

4.3 Menentukn jumlah server yang optimal dengan kondisi antrian yang ada

4.3.1 Penentuan jumlah server berdasarkan model tingkat asprirasi

Jumlah server yang optimal ditentukan berdaarkan tingkat aspirasi tertentu dari kinerja sistem antrian jumlah fasilitas pelayanan yang optimal adalah julah fasilitas yang menghasilkan kinerja sistem antrian yang klasifikasi berdasarkan waktu tunggu dalam antrian terhadap pelyanan pelanggan adalah sebagai berikut :

Table 4.11

Klasifikasi pelayanan

Highly endangered Average peak hour waiting time exceeds 5 minutes

Border line Average peak hour waiting time is 3-5 minutes

Suffi client Average peak hour waiting is 3 minutes or less

(20)

Dari hasil kuisioner tentang kesediaan pasien menunggu untuk mendapatkan pelayanan, kebanyakan pasien bersedia menunggu paling lama 5 menit, karena menurut pasien waktu tersebut masih dalam betas yang wajar untuk menunggu.

Dengan penambahan 1(satu) server maka terlihat bahwa pasien yang mengantri 1(satu) orang sebelum ia mendapatkan pelayanan. Ini adalah pelayanan yang paling optimal yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen.

Table 4.12

Table perhitungan rata-rata hari senin-sabtu

Jumlah kedatangan λ

Jumlah pelyanan μ

Lq Wq Ls Ws

28,33 per minggu

39.33 per minggu

7 orang pasien

11 menit 12 detik

8 orang pasien

13 menit 6 detik

Table 4.11 merupakan table perhitungan rata-rata jumlah penumpang dalam sistem (Lq), rata-rata waktu menunggu dalam sistem antrian (Wq), rata-rata pasien dalam antrian (Ls), rata-rata waktu menunggu dalam antrian (Ws) dalam seminggu untuk hari senin sampai hari minggu perhitungan ini dihitung dengan cara merata-rata jumlah kedatangan (λ) dan jumlah pelayanan (μ) dalam

(21)

seminggu pada hari senin sampai hari minggu dengan menggunakan rumus sistem antrian single phase single serve

Table 4.13

Hasil kuisioner penumpang

Responden Harapan penumpang

1 5 menit

2 5 menit

3 5 menit

4 10 menit

5 5 menit

6 5 menit

7 5 menit

8 10 menit

9 15 menit

10 5 menit

11 5 menit

12 5 menit

13 10 menit

14 5 menit

15 5 menit

16 10 menit

17 5 menit

18 5 menit

19 5 menit

(22)

20 5 menit

Rata –rata 130/20= 6 menit 5 detik

Table 4. 13 menunjukan hasil juisioner pasien yang menunggu untuk mendapatkan pelayanan rata-rata menunggu 6 menit 5 detik, kebanyakan pasien menununggu 5 menit karena menurut penumpang itu maih dalam batas yangwajar untuk menunggu armada.

Table 4.14

Rata-rata jumlah dalam sistem pada 2 server /jam

Hari ρ (utilitas dalam %) Po Ls

Senin ρ = 0.47 0.8868 1

Selasa ρ = 0,7391 1

Rabu ρ = 0.34 0.5267 1

Kamis ρ = 0.43 0.6393 1

Jumat ρ = 2.21 0.9802 1

Sabtu ρ = 0.40 0.9608 1

(23)

Rata-rata 0.78

Dengan penambahan 1 (satu ) server maka terlihat bahwa pasien yang mengantri 1 (satu ) orang sebelum ia mendapatkan pelayanan. Ini adalah pelayanan yang paling optimal yang dapat di lakukan oleh pihak manajemaen.

Table 4.15

Rata- rata waktu tunggu

Hari Ls ( orang ) Ws ( jam: menit : detik)

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

1

1

1

1

1

I menit 43 detik

1 menit 40 detik

2 menit

1 menit 53 detik

1 menit 37 detik

2 menit 4 detik

Sumber : analisis penulis

Berdasarkan data diatas, rata-rata waktu tunggu dalam sistem pada 2 server diketahui bahwa yang terlama adalah hari sabtu yaitu 2 menit 4 detik.

Sedangkan data yang tercepat pada hari jumaat

(24)

.

Table 4.16

Rata –rata waktu tunggu dalam antrian pada 2 server

Hari Lq (orang) Wq (detik)

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

0,1

0,14

0,303

0,14

0,1

0,2

17 detik

23 detik

61 detik

26 detik

16 detik

41 detik

Sumber : Analisis penulis

Data diatas menunjukan bahwa rata-rata waktu dalam antrian pada 2 server yang terlama yaitu pada hari rabu 61 detik. Sedangkan rata-rata waktu tunggu dalam antrian pada 2 server yang tercepat yaitu pada hari jumat 16 detik.

(25)

Table 4.17

Rangkuman kinerja

Uraian Server Ρ Lq Wq Ls Ws

Senin 1

2

0,94 0,47

16 0,1

28 menit 12 detik 17 detik

18 30 menit

1 menit 43 detik

Selasa 1

2

0,85 0,42

5 0,14

8 menit 24 detik 23 detik

6 9 menit 36 detik 1 menit 40 detik

Rabu 1

2

0,69 0,34

2 0,303

3 menit 61 detik

2 4 menit 12 detik 2 menit

Kamis 1

2

0,86 0,43

6 0,14

10 menit 12 detik 26 detik

6 12 menit

1 menit 53 detik

Jumat 1

2

0,90 2,21

11 0,1

13 menit 12 detik 16 detik

9 15 menit

1 menit 37 detik

Sabtu 1

2

0,80 0,49

3 0,2

6 menit 36 detik 44 detik

4 8 menit 24 detik 2 menit 4detik Sumber : analisis penulis

Rangkuman kinerja waktu dalam antrian dapat menjadi masukan pada kasus diatas dalam menetukan jumlah ( server ) yang optimal, bahkan sampai dengan penentuan untuk merekrut karyawan tetap atau temporer

(26)

4.3.2Alokasi jumlah server yang optimal

Jumlah petugas loket yang optimal dicantumkan berdasarkan tingkat aspirasi tertentu dari kinerja sistem antrian, jumlah fasilitas yang menghasilkan kinerja sistemyang berada pada tingkat aspirasi yag diharapkan.

Salah satu bentuk alternative untuk mengurangi waktu menunggu pasien berdasarkan pada permasalahan ini adalah dengan cara menambah jumlah petugas loket melalui pendekatan tingkat aspirasi yang diinginkan olh calon pasien.

Dimana diasumsikan bahwa rata-rata pasien menginginkan waktu menunggu untuk mendapatkan pelayanan paling lama 5 menit, karena waktu tersebut masih dalam batas yang wajar untuk menunggu.

Sebagai alternative sekiranya pihak manajemen puskesmas menambah satu lagu tenaga pelayanan loket, maka terjadi penambahan dalam waktu menunggu pasien dalam antrian dengan menyesuaikan tingkat utilitas pelayanan ( proposal waktu server dalam melayani pasien ) berdasarkan perhitungan.

(27)

Table 4.18

Jumlah server yang sesuai

Uraian Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu

Jumlah server yang digunakan per satuan

garis antrian

2 2 2 2 2 2

Total jumlah server yang digunakan ( n

garis antrian )

2 2 2 2 2 2

Tersedia 1 1 1 1 1 1

Penambahan 1 1 1 1 1 1

Pada table diatas maka terlihat jumlah server digunakan pada satu garis antrian sebanyak 2 (dua) server untuk setiap masing –masing hari kerja sehingga total jumlah server yang digunakan ( n garis antrian ) sebanyaknya 2 server , tetapi pada saat ini pihak manajemen Puskesmas Larangan Utara hanya menyediakan 1 (satu ) orang petugas saja, maka dengan adanya alokasi tersebut pihak manajemen harus menambah jumlah petugas loket sebnyak 1 ( satu ) orang lagi untuk memenuhi kebutuhan pasien.

Gambar

Table  4.  13  menunjukan hasil  juisioner  pasien    yang  menunggu  untuk mendapatkan  pelayanan  rata-rata  menunggu  6  menit  5  detik,  kebanyakan  pasien menununggu 5 menit karena menurut penumpang itu maih dalam batas yangwajar untuk menunggu armad
Table 4.17 Rangkuman kinerja Uraian Server Ρ Lq Wq Ls Ws Senin 1 2 0,940,47 16 0,1 28 menit 12 detik17 detik 18 30 menit 1 menit 43 detik Selasa 1 2 0,850,42 5 0,14 8 menit 24 detik23 detik 6 9 menit 36 detik1 menit 40 detik Rabu 1 2 0,690,34 2 0,303 3 men

Referensi

Dokumen terkait

Padahal di DKI Jakarta Sendiri, terdapat 3(tiga) Instansi Badan Narkotika Nasional yaitu Badan Narkotika Nasional Pusat, Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta,

Harsono Salimo, SpA(K) selaku Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak FK UNS/RSDM serta selaku pembimbing metodologi yang bersedia meluangkan waktu

Sokszorosan is igaz ez a megállapítás Sofi Oksanen Sztálin tehenei című regényével kapcsolatban, melynek központi motívuma a főszereplő kultúrák közöttisége:

Kursus Kod Tajuk Kursus Kakitangan Akademik % CW % EW Asas-Asas Menilai CW Unit PERINGKAT 300 16 EKC 309 Pengurusan Projek..

Terapi hormonal diberikan pada kanker payudara stadium IV. Prinsip terapi ini berdasarkan adanya reseptor hormon yang menjadi target dari agen terapi kanker. Ketika

Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, status pekerjaan, interval kehamilan, dukungan keluarga, sikap petugas serta riwayat kehamilan sebelumnya dengan pemanfaatan

Respons ngengat jantan tertinggi terhadap feromon seks diperoleh dari ekstrak kelenjar feromon asal betina dara umur 4 hari sebesar 20,33% dan berbeda nyata bila dibandingkan

Hasil pengukuran dari kedua sensor ini akan difilter oleh Kalman filter (KF) maupun complementary filter (CF) untuk kemudian dijadikan masukan ulang untuk KF maupun CF sehingga